Cinta dan Seni Gerak dan Tari Sesuai Syariat Islam

“Segala sesuatu yang di dalamnya tidak ada dzikru ‘I-Lah, mengingat Allah, maka ia adalah permainan yang melalaikan, kecuali empat macam: memanah, melatih kudanya, bercumbu dengan istrinya dan belajar berenang…” [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, “Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 2, hal. 343.]

So excited to tell my story related to dancing, InsyaAllah. Aku ingin menyampaikan beberapa hal termasuk pengalaman aku terkait menari. Menari, hal yang belakangan aku baru sadari bahwa dalam Islam wanita & pria baligh tidak boleh sesemena-mena melakukannya.



Kutipan dari Instagram:

"Foto aku menari saat TK, dgn lagu (Spanish) Jazz. Waktu itu aku sempet mutung soal'y cowo pasangan menari aku blm jua datang, seorang anak laki" cute, kurus, putih, bermata aga sipit. Karena aku hanya terdiam di pinggir panggung, sedih, Mama (Umi) yg mengajari menari sempat menawariku berganti pasangan tapi aku tidak mau. Aku sabar, sambil pengen nangis, menunggu pria yg saat itu sangat aku sukai. Akhir'y pasangan menariku datang, I danced happily it might be with a bunch of love.
.
Ket: foto itu disensor karena waktu itu aku menari terlalu bersemangat jadi kemben'y aga turun. Alhamdulillah, aku bersyukur saat ini bnyk anak yg sudah mengerti untuk menari dgn pakaian sopan. Seperti'y anak2 tak perlu make up pun sudah cute.
.
Dalam Islam, anak" memang dianjurkan untuk lincah/bnyk bergerak. Aku pikir, di samping mempelajari B. Arab, Al Qur'an & Al Hadits, menari merupakan aktivitas yg cocok untuk anak perempuan (yg belum baligh), laki-laki lebih tepat mempelajari seni pedang/bela diri. Tari Bali yg dilakukan ANAK PEREMPUAN ketika menyambut Raja Arab merupakan contoh baik dlm melestarikan budaya bangsa; begitu pula tari Dayak Kenyah cocok bila dibawakan anak wanita; juga berbagai tarian dari daerah lain.
.
Muslimah baligh bisa saja menari di hadapan mahrom namun tidak di hadapan bukan mahrom serta tidak dipublikasikan. Di berbagai event termasuk pernikahan, Muslimah baligh lebih baik menyanyi/memainkan alat musik. Oia ada tarian pria yg aku juga memaklumi, tarian pria Arab, even Mr. Trump had already done it; kemudian tarian yg sesekali dilakukan pasangan menikah di tempat private.

...,"

Ketika peristiwa itu, aku hanya ingin menari dengan pria yg aku -sangat- sukai, walaupun ada pengganti tetapi bukan pria yg aku -sangat- sukai, maka aku memilih untuk tidak menari. FYI dulu aku menari diiringi lagu "Speak Up Mambo" (Album "The Manhattan Transfer"), lagunya lucu, riang, tapi ternyata ada lirik yg mengisahkan mengenai lotre, dalam Islam, lotre & judi adalah hal yg sepatut'y dihindari.

Sedikit berkisah:

Almarhumah nenekku dari pihak Abi & beberapa saudaranya merupakan para penari khususnya penari topeng. Ketika beliau hidup, beliau sempat bercerita kepadaku intinya bahwa tari Jaipong yg banyak dipentaskan di kala aku kecil dan mungkin sampai kini umumnya adalah tari yg dahulu kala disebut Tari Tayuban, tari sedikit erotis untuk menghibur rakyat khususnya para pria hidung belang. Tarian -Jaipong- Tayuban tsb biasanya dipentaskan di malam hari (di bawah pepohonan). Karena Tari Jaipong yg sesungguhnya (asli) itu tidak vulgar tetapi sopan lemah gemulai & dipentaskan di istana atau di kalangan para bangsawan.

Semoga Allah mengampuni dosa2 & menerima iman Islam almarhumah nenekku. Aamiin.


Menari kala SD:


Seingatku: acting sebagai backing vocal & backdancer. Aku, anak wanita paling kiri, mengenakan topi merah berhiaskan bunga matahari, kaos bertuliskan USA bergambar bola basket (USA basketball), short pants jeans rumbai-rumbai, kaos kaki & sepatu hitam. Oia anak pria yg punya julukan "Pacar Hana Waktu SD" (kayak'y ini julukan dari Mama/Umi), adalah anak pria berbaju hitam paling depan, pemeran sang vokalis. Tapi kecenganku saat itu (yg kemudian ketika dewasa sempat menjadi kekasih "cinta lokasi"-ku), anak pria di tengah, memegang replika gitar merah. 'Anyway itu goong qo exist amat ya?'

Mungkin aku, teman & sahabat wanitaku pernah juga dalam sebuah sandiwara saat kenaikan kelas berperan sebagai backing vocal entah sekaligus backdancer mengiringi peran teman2 priaku yg tergabung dalam sebuah group band. Dalam pertunjukan itu, aku bersama seseorang yg ketika itu entah sudah mendapat julukan "Pacar Hana waktu SD" atau belum, dan yg pasti ikut serta pula salah satu kecengan aku saat itu. Aga heran, ada masa dimana aku sehari-hari lebih sering bermain bersama "kecengan"ku, dia lebih sering ada di deket aku, kenapa yg dapet julukan "pacar" aku malah temennya ya? (Ini dulu kami, terutama anak-anak prianya, belum baligh jadi aga sulit jika dikategorikan pacar-pacaran). Anw kalo diinget2 lg sebenernya ga heran juga, jadi, sang "pacar Hana waktu SD" ini, dia & keluarganya sangat mendukung kebersamaan kami (aku sama dia), orang tua'y dulu nampak jodoh2in kami, kadang manggil aku "calon mantu". Kalo sang "kecengan masa lampau", keluarganya, menganggap kami anak2 pada umumnya, temen biasa: mereka ga tau isi hati kami, atau aku, wajar sih soal'y aku ga bilang ke mereka (paling bilang sama adik/sahabat), aku belum terlalu ngerti juga, masih kecil, pas udah gede sih -karena kami seagama- ga usah bilang2 juga langsung bertindak, baik dengan maupun tanpa izin ortu/keluarga kami.

Oia jadi inget, dalam satu event, Hari Pendidikan Nasional*, anak-anak sekolah se-(Sukabumi) berkumpul di lapangan Merdeka, dan waktu itu, sang "pacar Hana waktu SD" ngecengin seseorang yg beda sekolah dengan kami, cewe itu cantik banget (jauh lebih cantik dari aku), cantik'y cantik wanita India, artis India Sri Devi. Dan sang "pacar Hana waktu SD" nampak suka banget (kalo bahasa orang dewasa'y jatuh cinta) sama cewe itu, wajar lah aku juga mengakui kecantikan'y. He couldn't stop talking about her, about how beautiful she is and so on and so on. Waktu itu aku gimana ya? cemburu, iya, cemburu, tapi aku nyadar diri, muka aku ga secantik cewe itu, aku ga sekeren cewe itu trus aku dan sang "pacar Hana waktu SD" sering banget berantem meskipun aku lebih sering memilih diam (sahabaku yg sering membelaku), walaupun akhirnya mau ga mau kami musti baikan, berikut yg aku kecengin kan teman dari sang "pacar Hana waktu SD", ada 2 orang: sama yg satu aku deket sama dia kalo di sekolah/di kelas; sama yg satunya lagi aku deket sama dia kalo di rumah (keluargaku), ini sang "kecengan masa lampau". 'Astagfirullah, baru nyadar, aku mengulang kisah cinta kayak gini berapa kali ya sepanjang hidup aku? (Semoga tidak terulang lagi).'

Tapi karena satu & lain hal, sang "pacar Hana waktu SD" & si cewe cantik tidak bersama. Aku dan sang "pacar Hana waktu SD" juga sang "kecengan masa lampau" tetap bersama sampai SMP, tapi aku & sang "pacar Hana waktu SD" entah kenapa jarang sekali, hampir tidak pernah, saling sapa (baru saling sapa kembali dengan baik bahkan selayaknya calon/mantan kekasih yg sangat baik yakni ketika kuliah). Hanya pernah kami aga berdebat di medsos namun itu hal wajar. Adakalanya jika tak sengaja bertemu, kami tetap saling sapa. Oia, aku pernah bertemu dengan ia dan keluarga kecilnya, ia dan istrinya bersikap baik & menyenangkan. Istrinya seorang Medan-Sunda, cantik berkulit putih selayaknya orang Tionghoa. Putrinya cantik, semoga menjadi anak shaleha. Aamiin.
Sedangkan aku & sang "kecengan masa lampau" tetap sering bersama saat SMP, kadang pergi ke sekolah bareng, bahkan kami satu SMA (di sini kami menjalin hubungan spesial meski sangat singkat), sama "kecengan masa lampau" ini, aku sangat jarang bahkan hampir tidak pernah berantem, walaupun ada masalah berat seolah dunia aman, damai & tentram, masalah teratasi, termasuk saat ia dikabarkan telah menikah & memiliki istri, hanya pasca "cinta lokasi" kami saat Praktek Kerja Lapangan (PKL), kami sempat renggang, ia menjaga jarak terkait ia memiliki kekasih (adik kelasku saat SMA), namun kemudian setelah ia lebih dewasa ia dapat bersikap lebih dewasa & bijaksana dari sebelumnya, meskipun ia juga memiliki kekasih (adik kelasku semasa SD), ia tetap bisa bersikap sangat baik & menyenangkan. Oia kala itu aku sedang/masih patah hati terkait pria yang pernah aku cintai (yang sebagian keluarga kami mengira kami akan menikah), terutama juga masih merasa kehilangan pria yang pernah aku sayangi yang kami sangat banyak menghabiskan waktu bersama. Saat ini kami jarang bertemu namun jika tak sengaja bertemu biasa'y kami saling menyapa walaupun dengan sapaan singkat.

*Sekarang aku tidak merayakan banyak hari peringatan/dirgahayu, lebih menantikan perayaan hari Idul Fitri & Idul Adha. Perayaan di luar sunnah yg aku ada kalanya masih bersedia menghadiri adalah perpisahan & kenaikan kelas.

'Musti ceritain tarian India niy. Huph. Take a deep breath.'

Reminder: Bukan mahrom harap dilarang semena2 bersentuhan, bukan mahrom jaga jarak. Wanita Muslimah SINGLE/janda boleh menggoda Muslim kekasih/suami orang dengan tujuan poligami, tetapi untuk merebut, terlarang.


Sekelumit Mengenai Tari India:

Waktu kecil (jauh sebelum peristiwa "cemburu" sama perempuan cantik mirip artis India), aku sering menemani salah satu anggota keluargaku menonton film India, adakala'y mungkin aku menikmati menonton film India, hanya aku cenderung tidak menyukai tarian serta busana sexy warna-warni mencolok terlebih lagu India yang mirip dangdut.
Oia ketidaksukaanku terhadap film India diperparah oleh adegan: Polisi datang terlambat. Aku ingat bahwa kakekku & saudara2ku merupakan para anggota kepolisian, setahuku mereka adalah termasuk para Polisi terbaik.

-> Sewaktu TK aku mengenakan pakaian menari yang berwarna-warni, & seingatku aku merasa aga bahkan sangat tidak nyaman dengan busana sexy (terlebih saat kemben'y turun) di depan umum, yang membuat aku -sangat- nyaman menari ketika itu adalah pria partner menariku, pria yang amat aku sukai.

-> Waktu aku kecil, Abiku melarang anak-anak'y mendengarkan dangdut, "dangdut haram", kebanyakan tidak mendidik, Abi mengarahkan kami untuk menyukai Jazz yang secara musikalitas lebih mendidik atau minimal pop. Tapi setelah besar, kami boleh memilih untuk mendengarkan dangdut/tidak, bahkan Abi suka melihat -para- penyanyi dangdut yang cantik (meskipun mereka tidak menyanyi/bergoyang, suka melihat kecantikan mereka).

Aku heran mengapa anggota keluargaku tsb sangat menikmati menonton film India, dan aku baru menyadari bahwa beliau adalah penari, adalah hal yang wajar bila penari menyukai film berisi musik & tarian. Oia entah kenapa dari kecil aku suka melihat wanita India mengenakan kain sari & kerudung putih. Kemudian waktu dulu, aku & kawan-kawan seperti'y kadang iseng "Iindiaan", meniru adegan menari India di TAMAN yang penuh pepohonan hijau. Abiku berpendapat bahwa gerakan tari India itu mengandung unsur seni, ga asal goyang/vulgar tapi ada unsur "ballet" ala Timur; lalu gendang lagu India berbeda dengan gendang dangdut yang sering terkesan "tak senonoh" (terlebih dangdut koplo), gendang India terdengar lebih artistik. Artist film India ada beberapa yang aku ingat hanya kadang aku masih ada kesalahan dalam menuliskan nama mereka, diantaranya: Sri Devi, Kajol Devgan, Shahruk Khan, Khritic Krosan, dll. Anw menurut pendapat Abiku para wanita India itu kelihatannya banyak yang cantik & halus sikap maupun perasaannya, terlebih, umumnya mereka setia.
Kembali mengenai tari, mungkin memang tari India mengandung unsur seni, hanya tetap saja dalam Islam pria & wanita tidak boleh sembarang menari.

->Ingat hijab syar'i. Wanita usahakan tidak mengenakan busana & kerudung warna mencolok, sedapat mungkin gunakan warna gelap seperti hijau tua & hitam atau warna terbaik: putih.

Masih menari kala SD:


Ketika SD menari bersama teman & sahabat wanitaku. Foto (edited), kanan: temanku, Tati; tengah: aku, & kiri: sahabatku, Heni. Aku mengenakan kaos pendek bergambar baju bertuluskan "jeans", celana panjang jeans (waktu SD, aku belum berhijab), watch: Louis Arden. Aunty-ku yg ketika itu mengajari kami menari untuk event kenaikan kelas, meskipun busana'y modern namun tarianya berusaha memadukan dengan budaya lokal (tradisional). Waktu itu, bila aku tidak keliru, kami menari -menggunakan media- bambu (tari bambu).

Terkait Menari Semasa SMP

Kala SMP aku tidak terkait dengan aktifitas menari karena ketika itu aku awalnya mengikuti ekstrakulikuler Palang Me rah Remaja (PMR), kemudian fokus dalam merintis klub Seni Rupa, menggambar & melukis, bersama Guru Seni Rupa & teman-teman seangkatanku.

FYI, sekitar usia 13 tahun, aku pergi ke sebuah tempat di Sukabumi, yang kabar'y "cafe" tetapi ketika aku dan kedua orang tuaku memasuki tempat tsb, ternyata tempat itu serupa diskotik/pub/bar. Lampu ruangan yang temaram dilengkapi cahaya warna-warni khas lampu diskotik; ruangan dengan asap rokok; terpajang berbagai minuman beralkohol. Ketika itu aku menyaksikan festival/perlombaan musik yang diikuti oleh putra dari sahabat karib Abiku, seorang gitaris jazz handal, Tionghoa, Muslim membawakan salah satu lagu Abi bersama rekan-rekan se-band'y. Ketika itu aku hanya berdiam diri di dekat sound sistem, kepala aku "puyeng" melihat lampu disko kelap kelip berikut mendengar suara musik yang kencang di dekat telinga diperparah menghirup -kumpulan- asap rokok yang menyesakkan dada. Waktu itu tidak ada acara "melantai".

-> Minuman beralkohol haram. Hukum cambuk untuk konsumsi khamr.


Temanku, berinisial "NRS" (Bule) menari India saat perpisahan SMP angkatanku, ia menari dengan baik. Background'y ada alat music & sound sistem dari "Sayagi", studio musik milik keluarga Remi/Remy "Wong" (Mitsutani). Anw sepengetahuanku, temanku ini sekarang sudah berhijab, alhamdulillah. Semoga ia dapat istiqomah berhijab syar'i demi ridha Allah. Aamiin.

Sekelumit Mengenai Tari India:

Waktu kecil (jauh sebelum peristiwa "cemburu" sama perempuan cantik mirip artis India), aku sering menemani salah satu anggota keluargaku menonton film India, adakala'y mungkin aku menikmati menonton film India, hanya aku cenderung tidak menyukai tarian serta busana sexy warna-warni mencolok terlebih lagu India yang mirip dangdut.
Oia ketidaksukaanku terhadap film India diperparah oleh adegan: Polisi datang terlambat. Aku ingat bahwa kakekku & saudara2ku merupakan para anggota kepolisian, setahuku mereka adalah termasuk para Polisi terbaik.

-> Sewaktu TK aku mengenakan pakaian menari yang berwarna-warni, & seingatku aku merasa aga bahkan sangat tidak nyaman dengan busana sexy (terlebih saat kemben'y turun) di depan umum, yang membuat aku -sangat- nyaman menari ketika itu adalah pria partner menariku, pria yang amat aku sukai.

-> Waktu aku kecil, Abiku melarang anak-anak'y mendengarkan dangdut, "dangdut haram", kebanyakan tidak mendidik, Abi mengarahkan kami untuk menyukai Jazz yang secara musikalitas lebih mendidik atau minimal pop. Tapi setelah besar, kami boleh memilih untuk mendengarkan dangdut/tidak, bahkan Abi suka melihat -para- penyanyi dangdut yang cantik (meskipun mereka tidak menyanyi/bergoyang, suka melihat kecantikan mereka).

Aku heran mengapa anggota keluargaku tsb sangat menikmati menonton film India, dan aku baru menyadari bahwa beliau adalah penari, adalah hal yang wajar bila penari menyukai film berisi musik & tarian. Oia entah kenapa dari kecil aku suka melihat wanita India mengenakan kain sari & kerudung putih. Anw pakaian pria India sering'y sopan, seperti atasan tunik & bawahan Muslim, adakala'y menggunakan turban penutup kepala juga. Kemudian waktu dulu, aku & kawan-kawan seperti'y kadang iseng "Iindiaan", meniru adegan menari India di TAMAN yang penuh pepohonan hijau. Abiku berpendapat bahwa gerakan tari India itu mengandung unsur seni, ga asal goyang/vulgar tapi ada unsur "ballet" ala Timur; lalu suara/bunyi gendang lagu India berbeda dengan bunyi gendang dangdut yang sering terkesan "jahil/(mengajak) tak senonoh" (terlebih dangdut koplo -pen.), bunyi gendang India terdengar lebih artistik. Artist film India ada beberapa yang aku ingat hanya kadang aku masih ada kesalahan dalam menuliskan nama mereka, diantaranya: Sri Devi, Kajol Devgan, Shahruk Khan, Khritic Krosan, dll. Anw menurut pendapat Abiku para wanita India itu kelihatannya banyak yang cantik & halus sikap maupun perasaannya terlebih kebanyakan dari mereka setia. Kesetiaan penting tapi tidak perlu sampai mati sati, semoga Allah mengaruniakan kepada para non Muslim India hidayah iman Islam. Aamiin.

Sedikit kisah, bagian sejarah hidupku yang ingin aku tuliskan, sejujurnya aku sempat sangat cemburu terhadap aktris Indonesia ternama yang cantik bak bintang film India. Aku cemburu terkait pria yang ketika itu sangat aku cintai, aktor Muslim Tionghoa ternama. Sehubungan aku tidak terlalu paham mengenai kisah cinta mereka, aku hanya bisa mendoakan semoga Allah memberikan yang terbaik untuk mereka. Oia semoga aktris cantik yang aku maksud dapat beristiqomah dalam berhijab terutama hijab syar'i dalam ridha Allah. Aamiin.

Kembali mengenai tari, mungkin memang tari India mengandung unsur seni, hanya tetap saja dalam Islam pria & wanita tidak boleh sembarang menari.

->Ingat hijab syar'i. Wanita usahakan tidak mengenakan busana & kerudung warna mencolok, sedapat mungkin gunakan warna gelap seperti hijau tua & hitam atau warna terbaik: putih.

Foto atas (sensor), SPANSA Prima Cheerleaders. 

->Wanita terlebih pria Muslim baligh sepatutnya tidak sembarang menari.

Foto itu diambil saat aku perpisahan SMP, tahun 2001. Ketika itu, aku berfoto/memfoto teman-teman juga beberapa orang "sangat penting" bagiku kala itu, diantaranya: Seseorang berinisial "B.P.", teman seangkatanku yang sempat aku cintai namun nampaknya ia tidak memiliki perasaan yang sama denganku (this "tragedy" was ever made me upset); lalu adik kelasku yang sempat aku sukai, seorang yang tidak terlalu tinggi, cute, putih, & bermata aga sipit; kemudian teman pria seangkatanku yang tidak aku kenal namun menurutku ia teman pria seangkatanku yang terkeren & paling tampan, Jeoffry Jare(t/d) Kumolontang, artist yang paling representatif menggambarkan ketampanannya adalah Steve Immanuel (Yusuf Iman).

Terkait cinta, seingatku waktu SMP aku ga punya kekasih/ pacaran secara resmi tapi ada adik kelas yang sempat mrnganggapku sebagai kekasihnya dan ada beberapa pria yang dekat denganku serta ada pria yang aku sangat mencintainya, sebut saja cinta pertamaku. Mereka tidak ada hubungan dengan dance maksudnya bukan dancer.

Oia, sepertinya ada yg belum aku ceritakan, aku pernah diupayakan untuk dijodohkan dengan teman pria seangkatanku saat SMP, berinisial Z.B. Mama "ZB" & Mama (Umi)ku berteman baik. Aku lupa saat berusaha dijodohkan itu saat kami SMP atau SMA. "ZB" tetmasuk pria teman seangkatanku yang cukup popular, ia tinggi, kurus, terbilang putih/kuning, nice looking, seorang Muslim. Sebelumnya "ZB" adalah kekasih dari teman sekelasku, salah satu teman seangkatanku yang cantik & pintar, sangat popular di sekolah (actually, temanku ini teman sejak SD, hanya ketika SD aku pindah sekolah), jika aku tidak keliru ia anak drumband & cheerleaders. Mereka berpacaran selama beberapa lama, according to me, they were one of the cutest & sweetest couples I've ever seen, seingatku panggilan sayang mereka itu "Mama & Papa", sayangnya mereka putus. Aku aga kaget ketika tiba-tiba Mama "ZB" dan Mama (Umi)ku berupaya menjodohkan kami meskipun mereka tidak memaksa kami. Aslinya, aku tidak menyangka, "ZB" yang sebelumnya memiliki kekasih super keren, cantik & popular tiba-tiba diupayakan dijodohkan denganku yang biasa saja. Hanya waktu itu aku masih senang main & masih mencintai seseorang yang aku sebut cinta pertamaku dan bagiku dulu "ZB" pun to young to be enganged, dia juga mungkin mencari wanita yang lebih dari aku dalam berbagai hal. Testimoni dari "ZB" untuk aku yg disampaikan oleh Mama "ZB" melalui Mama (Umi)ku: "Hana itu waktu SMP culun, udah SMA qo cantik banget ya?" Aku sedikit shocked mendengar itu tapi dibawa senyum aja. Oia saat akhir SMP, aku sempat meminta "ZB" untuk foto sebagai kenang-kenangan, ia menyanggupi, di fotonya ia nampak sangat ceria, thanks ""ZB". Anw aku & "ZB" akhirnya hanya berteman.

Seingatku Mama "ZB" sangat baik. She had ever given me some cute & lovely stuffs. "ZB"'s Mom knew that I like sweets (so much), and she had ever sent me cookies made from noodle covered with chocolate & poured with the sweet, small, colourful decorations. I was so happy & grateful for her kindness, I felt so much loved by "ZB"'s Mom. Mama "ZB" maafin aku ya. Miss you. Semoga Allah senantiasa memberkahi & merahmati. Aamiin.

Anw saat SMP, di mata pria, tanggapan mereka mengenai aku berbeda-beda, ada yang menganggap aku cupu, ada yang menganggap aku lucu (cute) & childish. It might be we are not lovers yet now I am thankful & grateful for every man moreover everybody who trully loves me eventhough I am ugly or look like a geek.

Terkait Menari Ketika SMA



Ketika SMA, aku bukan anggota Cheerleaders/SMANSA Dance Art (SDA), aku merupakan anggota English Conversation Club (ECC) selama beberapa waktu & untuk waktu yang lama, aku aktif di Komunitas Seni Rupa (KSR) 186, namun begitu, aku seringkali bersahabat dengan anak-anak Cheers. Ketika kelas 1, teman sebangkuku, sahabatku, merupakan anggota Cheers, in my opinion, ('Ta) she was a beautiful & talkative girl; sewaktu kelas 2, teman sebangkuku, sahabatku juga, merupakan ketua SDA, as far as I know, ('Ny) she was amazing: beautiful, smart & kind; dan ketika kelas 3, aku adakala'y satu bangku dengan sahabatku yang menjadi anggota My Star (Dancing Club), for me, ('Ka) she was a nice looking, active, energic & caring person.

Di foto di atas (sensor), merupakan foto gabungan anggota Cherrs angkatanku & angkatan di bawahku dalam formasi tidak lengkap, yang aku beri sticker simbol love merupakan sahabatku, teman sebangku ketika kelas 2 SMA. Alhamdulillah, beberapa temanku yang dahulu merupakan anggota Cheers, kini mulai berhijab bahkan sepertinya ada yang telah berusaha untuk istiqomah berhijab. Semoga aku & mereka dapat beristiqomah untuk berhijab syar'i demi ridha Allah. Aamiin.

Aku sudah pernah membahas kisah ini, namun ingin aku bahas ulang. Saat awal SMU, kembali aku akan dijodohkan dengan teman seangkatanku, kali itu ayah teman seangkatanku yang merupakan seorang Polisi yang berusaha menjodohkan kami. Anw nama ayahnya sudah seperti nama belakang presiden Indonesia ke-7. Namun karena satu & lain hal, perjodohan kami tidak dilanjutkan. Setelah wacana perjodohan kami yang kemudian batal tsb, seringkali setiap kami bertemu di sekolah, teman seangkatanku yang berinisial G.A.P. ini lebih dahulu menyapaku dengan sapaan "Hai, mantan calon tunangan."; dan aku pun menjawab dengan jawaban serupa "Hai juga, mantan calon tunangan." atau "Apa, mantan calon tunangan?" 
Ketika akhir SMU, aku sempat berfoto bersama "mantan calon tunangan"ku & teman-teman lainnya, dia, aku, kami nampak ceria, hanya aku aga tidak fokus terhadap seseorang ini & juga situasi saat itu, malah salah satu temanku seangkatanku yang cantik*, anggota cheerleaders, yang nemplok di badan pria ramah & lucu yang sempat diwacanakan bahwa aku & ia akan dijodohkan namun akhirnya kami hanya berteman.

->Musti'y ketika saling menyapa, kami mengucap "Assalamu'alaikum" & "Wa'alaikumsalam".
->Bukan mahrom jaga jarak.
->Kami waktu itu santai, seolah tunangan itu sebuah candaan, bukan sesuatu yang serius padahal kami semestinya memandang tunangan atau khitbah merupakan sesuatu yang serius & sakral (bagian dari ibadah, ketaatan kepada Allah). 

Lalu, dulu aku sangat khawatir teman-temanku yang merupakan para anggota Cheers terutama sang ketua Cheers yang merupakan sahabatku terjebak cinta pria-pria playboy. Pernah ada seorang pria "Don Juan" ternama yang mampir ke sekolahku, teman-temanku termasuk sahabatku yang piawai dance tsb terlihat senang & excited saat dikunjungi salah satu pria ganteng & populer di kotaku. Dulu, aku heran dengan ketabahan teman-teman cheersku , teman-temanku nampak tetap terlihat ceria, bersemangat, memukau & mempesona saat menghadapi para pria player. Sebaliknya, aku benci setengah mati dengan pria playboy yang biasa disebut buaya darat, hidung belang atau "Don Juan". Ada tahap dimana mendengar nama seorang player ternama aku "alergi" apalagi melihat wajahnya, males (meskipun cakep). Dulu aku takut banget sama playboy, kalo ada "makhluk jenis itu" biasanya aku langsung kabur. 
Mungkin, aku banyak berubah setelah bertemu aktor non Muslim satu itu, dibanding dengan kemarahan, aku lebih berusaha menghadapi dengan mengedepankan cinta/kasih (meskipun kadang tetep ada jutek bahkan marahnya), intinya aku ga takut lagi sama playboy, berusaha menghadapi dengan sewajarnya. 
Oia aku malah "terjebak" bersama -mantan- playboy yang pernah punya predikat "The man I hate the most in this world", aku "terjebak" selamanya bersamanya, karena ternyata kami kerabat dekat bahkan dapat dikatakan bersaudara. Pria popular yang sebelumnya aku belum mengetahui bahwa ia saudaraku ini sepertinya pernah menjalin kedekatan (sekitar tahun 2002) dengan sahabatku yang merupakan ketua ekskul dance sekolah, sejauh ini aku tidak sempat bertanya mengenai hal ini; yang pasti, aku sempat jatuh cinta kepada pria ini (teman/sahabat maafin aku ya). Aku ingin mengenal lebih jauh pria ini sekitar tahun 2005, namun kami baru kenal pada akhir 2007 (awal 2008), ia menyempatkan diri mampir ke rumah orang tuaku, sejak itu kami berhubungan baik. He is a very nice boy, he treated me nicely, in some amazing ways, meskipun setelah tahu kami bersaudara, aku/kami memilih untuk menjadi saudara. I am happy to see him happy, seems he has a happy marriage, alhamdulillah.
Oia saudaraku yang merupakan pemain musik ini berteman baik dengan "the dancer", seorang penari yang juga pernah menjalin kedekatan denganku (kisah mengenainya diceritakan pula dalam tulisan ini).

Btw terkait playboy, dulu aku adakalanya berpikir bahwa seorang saudaraku yang aku anggap kakaku sendiri termasuk playboy, aku lupa apa aku pernah membicarakan hal ini atau member I nasihat? Hanya aku pribadi saat itu tidak terlalu merasa ia playboy karena aku hampir ga pernah ngerasa kehilangan dia, sering ada untuk aku, adiknya, bahkan kerap hadir saat aku membutuhkan bantuan, a great brother. Oia waktu kakakku yang berkali berganti kekasih melihatku pulang ke rumah dengan beberapa pria yang berbeda, dia bilang inti'y aku "brengsek" atau "kurang ajar".

'Ternyata playboy benci playgirl ya?'

-> Aku suka pria mencintai dan dicintai banyak wanita tapi aku tidak setuju pria mempermainkan wanita, aku setuju poligami.


Kemudian, mengenai adik kelasku anggota cheerleaders, ia adalah mantan kekasih dari pria kaka kelas kami yang awalnya tidak aku cintai (karena aku mencintai sahabatnya yang ketika itu berbeda agama denganku), namun kemudian pria Muslim ini malah pernah memiliki predikat "The man I love the most in this world". Aku memiliki foto adik kelasku yang aku maksud, namun aku tidak memampangya di blog ini karena saat aku membidiknya, ia belum mengenakan seragam cheers lengkap, sedang sibuk membuat pompom (aku suka wajahnya di foto yang nampak cantik & ceria). Menurut pendapatku, di antara para wanita yang aku ketahui merupakan mantan kekasih dari pria yang pernah sangat aku cintai, adik kelasku ini, secara fisik adalah wanita yang aku merasa aku hampir setipe dengannya, namun ia lebih cantik, sedikit lebih tinggi & tubuhnya lebih proporsional. Saat aku mengambil foto adik kelasku tsb, kemungkinan ia sudah menjadi mantan kekasih dari pria yang saat itu baru mulai aku sukai. Aku senang bahwa ketika itu kami akur bersikap bersahabat meskipun aku mengetahui bahwa adik kelasku ini merupakan salah satu mantan kekasih dari pria yang ketika itu sedang menjalin kedekatan denganku. 

-->FYI, meskipun aku pernah menangis karena pria yang pernah sangat aku cintai ternyata, sebelum kami saling mengenal, ia pernah menjadi kekasih dari salah satu sahabatku (aku menangis karena menyesalkan bahwa ketika aku & pria yang aku maksud terbilang menjalin kasih, ia tidak bersikap terbuka, mungkin ia bermaksud menjaga perasaanku sedangkan aku mengharapkan & sangat menghargai kejujuran), namun demikian sejatinya aku sangat senang & bersyukur bila dapat saling bersikap baik bahkan berteman akrab/bersahabat dengan para wanita yang pernah/masih dicintai oleh pria yang pernah/masih aku cintai.

-> Kembali mengingatkan diri sendiri & kaum Muslimin bahwa wanita terlebih pria Muslim baligh sepatutnya tidak sembarang menari.

"The Dancer"


Belakangan aku menyadari bahwa dalam Islam terdapat batasan mengenai menari termasuk bagi pria, hanya melalui tulisan ini aku bermaksud menyatakan bahwa seorang pria yang pernah sangat aku sayangi, an Indonesian-Chinese, Muslim, (meskipun hubungan kami tidak berakhir baik) aku harus mengakui bahwa ia dapat menari dengan sangat baik, he looked sexy when he's dancing, (aku melihat banyak pria lihai dalam menari namun aku tidak melihat hal yang aku maksud di semua pria), I would say that he danced heavenly, MashaAllah. Mungkin ia bagus jika mempelajari Taichi.

Anw wanita yang aku beri simbol love adalah salah satu sahabatku yang memperkenalkan aku pada pria yang pernah menjadi seseorang yang spesial bagi aku.

Awal perkenalanku & sang dancer adalah ketika salah satu sahabatku mengikuti dance club di Sukabumi, My Star. Dan ternyata, sang dancer yg tidak satu sekolah denganku merupakan kawan sekaligus partner para ex kaka kelasku ketika SMU yg ketika itu merupakan musisi, ada pula yg merupakan pemain sinetron. Waktu itu, aku melihat bahwa sang dancer menari dengan baik namun tak ada niatan dariku untuk mendekatinya karena aku sedang dekat dengan mantan kaka kelasku sebut saja mahasiswa terkait bisnis; kemudian dekat juga dengan mantan kaka kelasku yg merupakan pemain basket yg saat itu merupakan seorang non Muslim; lalu sempat berusaha dekat dengan mantan kaka kelasku, pria yg saat itu pernah/masih aku cintai yg merupakan mahasiswa desain; berikut mulai menjalin kedekatan khusus dengan mantan kaka kelasku yg kala itu merupakan mahasiswa komunikasi.

Hanya seiring berjalannya waktu, ada hal yg membuat aku dekat dengan sang dancer. Moment yg sangat aku ingat, suatu kali di rumahku, para kaka kelasku yg merupakan pemusik sempat nge-jam di ruang musik yg ada di rumah keluargaku, kemudian kami berbincang di ruang tamu. Ketika itu aku menyukai kaka kelasku, seorang Indonesia-China, Muslim, ia cute, aga pendiam, seorang gitaris, ia satu universitas denganku meskipun berbeda kampus. Hanya saja aku sangat ragu untuk mencintainya karena ia adalah mantan kekasih sahabatku kala SMP. (Sedikit shocked bahwa di media sosial akun'y berteman dengan akun pria yg aku cintai saat ini, sang aktor Muslim).

Lalu ketika itu aku pun menaruh hati kepada salah satu teman dari sang dancer juga para mantan kaka kelasku, namun sahabatku mencintai pria yg aku maksud maka aku mengurungkan niatku untuk mencintai sang keyboardis ini.

Kembali mengenai sang dancer, kala itu, di rumahku semua yg sedang berkumpul di ruang tamu keluargaku duduk di kursi, termasuk aku, namun tidak demikian dgn sang dancer, ia duduk santai di lantai, di samping tempat dudukku. Ketika itu obrolan kami terkait kekasih/mantan kekasih, ia bercerita mengenai mantan kekasihnya, mantan kaka kelasku. Dari ceritanya, ia nampak sangat kagum, nampak masih menyimpan rasa suka terhadap wanita hitam manis terbilang cantik bertubuh sintal, berkerudung namun tetap terlihat energic yg aku hapal benar. Sedangkan aku kala itu, saat awal kuliah, tidak -lg- mengenakan kerudung bahkan di hadapan khalayak terkadang aku mengenakan "you can see", maaf untuk kekeliruan tsb.

Saat ia bercerita mengenai mantan kekasihnya tsb, sejujurnya aku sangat ingin menangis karena ada masa, beberapa tahun sebelumnya, demi wanita tsb aku dengan sukarela maupun terpaksa harus melepaskan atau setidaknya "memenjarakan" cinta yg aku miliki terhadap seorang pria yg waktu itu sangat aku cintai (yg aku sangat ingin untuk menjadi kekasihnya tapi ternyata ia menjadi kekasih dari kaka kelas wanitaku ini). Sambil mendengarkan ceritanya aku aga membatin 'Kenapa sih harus dia (perempuan itu) lagi?' (ketika itu aku belum terlalu bisa mengekspresikan hal terkait poligami), namun aku tetap berusaha sabar mendengar ceritanya seraya melihat gesture'y yg nampak masih mengaggumi & menyayangi mantan kekasihnya tsb. 

Seiring berjalan'y waktu, meskipun kami berbeda kota, kami kian sering berkomunikasi via SMS, sesekali via telfon. Aku sadar bahwa ia unik, ia adalah ia, namun beberapa sifatnya mirip dengan sifat pria yg sangat aku cintai ketika itu, yg juga berada di kota yg berbeda denganku. Mereka pria yg ramah, lembut, perhatian & penyayang. Sangat sabar dalam menyimak berbagai ceritaku. Ketika itu aku nyaman bersama sang dancer dan aku tidak ingin begitu saja kehilangannya sehingga meskipun aku mencintai pria yg kala itu aku cintai yg juga membuat aku merasa nyaman bersamanya, aku tidak memberitahukan keduanya terkait hubungan rumit yg kami jalani. Oia, ketika itu aku juga menjalin kedekatan khusus dengan salah satu mantan kaka kelasku saat sekolah yg masuk di universitas yg sama denganku (ia superb, juga membuat aku nyaman bersama'y, pria yg aku sayangi, namun aku merebut perhatian'y dari salah satu sahabatku, mantan kekasih'y yg masih sangat mencintai'y). "Kaka bertiga & kaka yg lainnya juga salah satu sahabatku, maafin aku."

Semoga Allah merahmati, mengampuni dosa2 & menerima iman Islam mantan kaka kelas wanitaku yg aku ceritakan di tulisan ini yg kabarnya meninggal disebabkan kecelakaan lalu lintas. I love you, Teh! May Allah love you too.

Waktu itu aku kerap meminta dengan manja kepada sang dancer untuk mengajariku menari, aku ingin menari bersamanya, tepatnya diajari menari olehnya. Seingatku, ia menyanggupi dengan menyatakan inti'y "Ayo aja", atau"Sok aja" BUT dunno why I didn't move my body. Aku ngerasa ngga terlalu bisa/berbakat menari padahal dari TK sudah diajari menari. Kemudian, aku sedikit khawatir dengan kontak fisik dengan pria bukan mahrom. 'Mungkin aku aga khawatir juga kami keasyikan lalu kami jadi lebih dari menari.' Meskipun tanpa kami menari pun kontak fisik bisa saja terjadi. -> Stop. Kita kembali pada aturan bukan mahrom harap dilarang semena2 bersentuhan, bukan mahrom jaga jarak.

Aku dekat dengan pria ini dari mulai aku sedang tidak lagi mengenakan kerudung bahkan berbaju aga sexy hingga aku kembali berusaha mengenakan busana Muslim & kerudung.* Sayang sekali, lebih dari satu kali, setelah kami tidak lagi menjalin komunikasi, aku tak sengaja bertemu dengan sang Dancer (style'y mengingatkan aku pada desainer non Muslim yg aku cintai kala itu), namun aku mungkin juga ia terlihat canggung dan kami tidak lagi saling menyapa. "Ya Allah, maafin kami (aku & sang dancer)."

*Oia aku kembali mengenakan busana Muslim & kerudung karena aku sadar mengenai perintah menutup aurat dalam ajaran Islam, kemudian termotivasi oleh Umiku. Berikut banyak orang termasuk para pria yg pernah aku cintai/sayangi yg terbiasa melihatku mengenakan seragam Muslim & kerudung khususnya ketika di sekolah. Dilengkapi dengan seorang pria, teman tapi ada kekhususan tersendiri, yg bertanya dengan cara yg sangat baik mengenai kemungkinan aku untuk mengenakan busana Muslim & kerudung.

Catatan: Bagi pria Muslim, no piercing, bracelet & necklace.


Dance dadakan, saat kuliah:

Event "Japanese Invasion"

"Senin, 27 Maret '06

   ...,

   Eh tau ga? pas di tengah2 acara kan ada games, trus aku 'ditarik' gt bwt maju ke stage,,, ya udah sih maju aja, siapa takut! Mau tau, aku disuruh ngapain? Gile man... disuruh 'jejibgkrakan' ala Hyde kalo lagi nyanyi, sumpah ya, metal abis!!!

   Sebenernya malu sih,,, secaranya ada my Literature Sweetheart No. 5 _____ (sensor -pen., nama mahasiswa sastra Russia), Edan dunx, gw berani mati dengan 'mempermalukan diri' di depan kecengan... He". Tapi ga pa pa lah, semua'y kebayar sama applaus meriah dari 5 milyar audiens (sumpeh lho...!).

   Yup... poko'y: "ada buaya maen kasti, Gw gaya itu pasti!!! Hwa... kakak.. kaka, jayus! Intinya sih aku menang di game 'jejingkrakan' tadi, ngalahin 2 kontestan laen'y. Hadiah'y dapet komik, voucher makan, voucher foto plus voucher nge-net gretiyz! Alhamdulillah.

   ...,"

Maaf, bahasa di diary aku yg berlebihan. Semesti'y aku ga sembarang menari meski mendapat hadiah. Oia waktu itu aku menuliskan 5 milyar audience, aku bercanda. Kemudian pantun yg aku tuliskan merupakan kata-kata salah satu host di event tab. Pengingat bagi diri sendiri & kaum Muslimin untuk menghindari berdusta walau hanya becanda kemudian hindari gambar/lukisan makhluk bernyawa.

Masih sewaktu kuliah:


'Ini gara2 dua2'y anak komunikasi & kedua'y orang yg pernah dicintai sahabatku (kemudian satu persatu dari mereka menjadi sangat dekat denganku, dekat yg tidak sewajarnya, ini membuat aku cukup heran).' -> Salah satu'y aku berusaha dengan sungguh2 agar ia tetap menjadi kekasih sahabatku; satu lain'y aku menyarankan ia untuk kembali bersama sahabatku sebagai kekasih tetapi aku menggodanya agar ia juga dapat selalu (sering) bersamaku selayaknya kekasih. Anw sahabatku juga kemudian jadian dengan mantan kecenganku. Jadi terbilang adil. Maaf, cerita sebelum'y aga error, akibat lupa. Untung'y Allah tidak akan menghukum jika kita melakukan kesalahan karena lupa. Aku persingkat cerita'y: 

Aku cenderung aga memilih-milih untuk pergi ke suatu tempat/event, biasanya aku pergi dengan pria yg aku cintai/sayangi yg sudah aku kenal bahkan dikenal oleh keluargaku, itu pun biasanya ditemani sahabat wanitaku. Inti'y cerita'y seorang pria menitipkan handphone serta dompet, barang2 berharga, menaruh kepercayaan yg besar kepada wanita yg dicintai saat akan ber-'ajojing' diantara para pria ketika menonton konser musik grunge/metal sedangkan sang wanita bersama -para- sahabatnya menunggu di area yg aman aga jauh dari panggung itu mungkin saja bahkan pernah terjadi.

Part ini, maaf, ga ada hubungannya dengan dancing tapi music (ia suka musik, terkadang bermain musik, kami juga pernah nonton beberapa acara musik termasuk music underground) & sport tapi kepalang aku tuliskan saja kisah yg ingin aku ceritakan: "Hanya, ia memang aga berbeda dari hampir seluruh pria yg pernah aku cintai/sayangi, ia memang memberikan kepercayaan yg besar kepadaku & amat terbuka, aku boleh "ngacak-ngacak" maupun "ngobrak-ngabrik" isi handphone'y, begitu pula denganku, aku memberinya kebebasan untuk melakukan hal yg sama. Jika aku melihat ada SMS dari -para- wanita terutama yg namanya terdengar spesial baginya, aku pura2 ngga liat atau membaca pesan-pesan'y sambil berusaha adem-adem aja, atau paling kalo memang penasaran, aku tanya baik-baik (aku memang cenderung suka bila pria yg aku sayangi/cintai serius mencintai/menyayangi beberapa wanita). Oia dulu terkadang aku "menitipkan" sesuatu yg amat berharga kepada'y, adik priaku, jika sedang berkunjung menemuiku. Beberapa hal ini, diantaranya: kejujuran, saling percaya & saling melindungi, dulu yg membuat aku sangat nyaman bersamanya. Sayangnya, aku "mengambil alih" ia dari sahabatku yg meskipun tali kasih mereka sudah putus namun ketika itu sahabatku masih sangat mencintainya & masih ada pula rasa sayang dari pria yg aku sangat sayangi kala itu meskipun rasa sayangnya/rasa cintanya sudah terbagi, sebelumnya/waktu itu, aku pun adalah wanita yg disayangi mungkin dicintai & mencintai satu atau dua teman yg dikenal baik oleh pria yg ketika itu sangat aku sayangi ini."

-> Hp -jadul- aku mungkin saja dipinjam oleh orang yg sedang membutuhkan, namun aku tidak nyaman jika hpku digunakan sembarang tanpa seizinku apalagi jika bukan oleh anggota keluarga/kekasih aku.

Musik & hiburan diharapkan dapat sesuai syariat Islam.

Kutipan dari posting Instagramku:

"... Dancing With Butterflies"

"Oia aku bermaksud b'cerita yg mungkin u orang lain tdk penting. Waktu kecil aku sangat suka menonton serial putri Huan Zhu. Scene favorit aku itu saat sang putri menari bersama kupu2. Adegan itu sangat membekas di ingatan hingga suatu hari ketika aku yg merupakan mahasiswi jurusan Sastra Inggris, sedang berada di area panggung kampus tiba2 dihampiri sepasang kupu2 putih yg membuat aku menari b'sama mereka di "Blue Stage" tsb (udah serasa jd putri Huan Zhu). Saat itu yg menyaksikan hal tsb adl para mahasiswa Sastra Sunda & bbrp anak pecinta alam, ada yg nampak takjub menyaksikan kejadian tsb, terlebih aku ketika itu, terkejut, senang, heran & tidak mengerti. Inti'y: subhanallah.
.
Setelah peristiwa itu aku bbrp kali kmbli menari b'sama kupu2. Dari kecil aku penasaran mengenai menari dgn kupu2, ternyata aku pernah membaca info'y pada artikel terkait mantan pria yg pernah aku cintai, sang desainer. Seneng bgt waktu baca artikel itu, sayang'y, seingatku aku ga sempat cerita ini (via messages) sama ssorang tsb.
.
Itu kata "zhu" maksud'y bukan "babi" (tapi "mutiara"?). Teringat 'Nabi Isa Almasih as akan membunuh babi.' Oia dlm Islam wanita baligh tidak boleh sembarang menari.
.
Semoga Allah mengaruniakan kepada para non Muslim hidayah iman Islam. Semoga Allah mengaruniakan kepada kaum Muslimin taufiq & hidayah untuk bertaqwa. Aamiin.

...,"

Japanese & Korean Singers & Dancers (Boybands)

Para penyanyi pria yg sangat jago dalam menari yg biasa dikenal dengan sebutan boyband pernah menaklukan panggung hiburan dunia, aku sempat mengalami masa keriuhan dimana kepiawaian seni olah vokal dipadukan dengan kelihaian seni olah tubuh memukau banyak mata. Oia biasanya para anggota boyband selain penyanyi & penari, mereka juga aktor. Sehubungan dalam Islam wanita terlebih pria tidak boleh sembarang menari, sekarang aku tidak setuju boyband, tetapi setuju band, memadukan kepiawaian olah vokal & keterampilan tangan dalam memainkan berbagai jenis alat musik, hanya saja aku bermaksud bercerita terkait boyband yg semasa aku kuliah, pernah sangat aku gandrungi & kagumi. Berikut kisah atau kutipan kisahnya dari diaryku (bbrp nama sedikit mengalami sensor & penulisan mengalami proses editing):

Catatan salah satu sahabatku:

"Eh,, eh,, blkngn ni aku,, Hana & Cinthya lg gila sm Japun things.. brawal dr Hanadan & My Boss My Hero.. Kmudian smpe skrng msh brlnjt (blm akan berakhir) ke DVD concert2 Johnny's People.. dmn kakkoii cowo2 (tibalik,, punten) brkmpl & menghibur qta smua.. & membuat pusing & membuat "Bunga" kita gila krn jatoh cinta sm Ueda (kyknya cupid salah memanah dh..!).. aduwh.. si enenk lg pngn bgt ketemu cowo kawaii itu (tp please dh.. Ueda!?).. Smntr aku ma Hana jg sk ngekhayal bs ketemu mrk & pacaran (bhkn Hana udh prnh talak 3 sm Kame tp blkan lg.. & kecewa berat sm selingkuhannya, Bakanishi, krn trnyt si doi adlh piala bergilirnya Kame & Ueda.. DEMO.. Hana mlh jatuh cinta sm selingkuhan suami & selingkuhannya..?? binun kan!? Sama..)"

Astagfirullah, itu cerita kalo orang bule bilang sih "Knock knock to the wood", atau menurut orang Sunda "Amit-amit jabang bayi", kl orang Islam bilang'y "Naudzubillahimindzalik", jangan sampai terjadi, terutama mengenai selingkuh apalagi cerita'y macam selingkuhan aku adalah selingkuhan suamiku (cowo gay), tidaaak! Anw bagian talak 3 tapi balikan lagi, keren & menyentuh, tapi sayangnya ga bisa kayak gitu kalo beda agama (untuk nikah aja, kalo ga seagama terlarang).

Aku baru tahu belakangan bahwa Akanishi Jin sudah menikah dengan salah satu artis cantik Jepang, mereka juga sudah memiliki buah hati. Senang'y (ureshii kata ne~). Semoga Allah memberi mereka hidayah iman Islam. Aamiin.

Anw makasi bnyk untuk sahabatku yg sudah menuliskan kisah tsb, terutama kisahku & "mereka". Untuk nama2 Johnny's artists yg tercantum di atas, harap maklum, kalo cerita kami terkesan ada yg keterlaluan, terkait pria gay, perilaku sebagian dari mereka saat itu membuat kami berasumsi bahwa mereka gay. 

->Dalam Islam, yang terbukti melakukan homosexual hukumannya adalah hukuman mati.

'Oia untuk Kamenashi Kazuya, maaf ya kita musti, bukan cerai, tapi putus, aku harap kita tetep bisa berteman. Buat Ueda Tatsuya juga Akanishi Jin, aku harap kita temenan aja, gpp ya? Makasi banyak pernah bikin aku sangat senang, bersemangat bahkan ada kebahagian tersendiri saat mencintai kalian. Semoga Allah mengaruniakan kepada kalian hidayah iman Islam. Aamiin.' -> Meskipun menghayal, menghayal'y berusaha aga diperbaiki.

Curhatan versi aku:

"27 Sept 2007

     Waaah... Girls Day lagee!! Buka bareng ceritanya... Mumpung bulan Ramadhan, kita luangin waktu bwt ngumpul2 lagi. Oia ternyata kali ini gathering'y di t4 aku, senang-nya. Smiley. Tadi pagi siy kita nonton My Boss My Hero. Nagase Tomoya & Tegoshi Yuya, tp berhub macet2 DVD Room'y jadi blom kelar nontonnya... Oia qt jg nonton konser countdown Johnny's 04-07... Cowo2 di citu kakoii.
     News... Kattun, V6... dh sebulan ini aku lg adore anak2 Johnny's, aakh kenapa ada creatures sekeren itu di bumi ini?! Huhuhu mau ketemu Akanishi Jin kalo ngga Ueda Tatsuya, demo KAMENASHI KAZUYA siy sebenernya yg paling pengen aku temuin... gpp deh cuma di dalem mimpi doang juga. Daydreaming emot(icon). Ada partner in crime niy, Atieh, temen aku nonton plus triak2 GJ kalo liat film2 or konser2 yg ad ank2 Kattun, News or pria2 Johnny's-nya!"

-> Musti'y aku bilang "Subhanallah" atau "MashaAllah" ketika menyaksikan makhluk-makhluk super keren itu.

Semoga Allah mengaruniakan kepada mereka hidayah iman Islam. Aamiin.

Curhatan aku versi kocak & aga menggila:

(Masih terkait curhatan 27 Sept 2007 & curhatan2 sebelum'y)

"Lanjutin lagi.. Yo... Yo... ma man, camu back!!

Teman2 tau tak, aku sedang menulis dengan pena yg ada lampu disconya kelap-kelip (Merlion* ballpoint -pen.)... Ooh so sophisticated. Amazed emot(ticon). Trus sayup.. sayup -dr speaker (suara lagu -pen.)- aku denger aa Tackey sm Tsubasa manggil2 gitu 'Hana ... Hana ..." (Apa cinta?!, cini ..., come to mama ...). Aku tuh mau comment ataw cerita gitu tentang kehidupan Angels hari ini....

Ambar (Aw -pen.) gambarnya kawaii, kamu teh ternyata berbakat nya?! Off. Semoga 'tembok' Berlin gak dibangun untuk ke-dua kalinya, jd kita bisa tetep sama2.. halaah2. Btw dh d Rebonding (Rebornding -pen.) niy, keren..... Finally terlaksana jg wlp ksan'y janjian sm 'beliau' satu itu. Piss.
-Ueda Kun where are you??-
Atieh (RIW -pen.), jgn lupa sama aku, teman gegeloan & gegejean pas liat Yamapi, Kame dkk... Tp tolong ya dijelaskan mksd KOIBITO wa KAME-KUN, artinya "ngajak gelut" bukan?! Wha.. Kame kan Jaka Tarub yg akan mengambil selendang quw!! End. Eta bahasa Jepangna lumayan oge, ajarin atuwh... Kalo dh resmi aktif di Kattunesia bagi2 info sm klip na!! Ci Atieh curiga2 mulai pedophile?! Yabu Kota used to mirip ***** (sensor, nama "mantan" aku, waktu itu status'y belum "mantan" -pen.), cape deh... Tapi kata Atieh ganteng cenah -Iya sih-. Sad emot(icon) (sad that I wasn't with my beloved man at that time -pen.).
Cinthya (CT -pen.) juga suka Jepang2 tp belom freak... Dy mah pacar'y Nagase Tomoya vokalis TOKIO yang waktu mudanya teh mirip Tora Sudiro. Eh iya makasi bnyk nya CPU, lengkap dgn DVD Room na, keyboard, mouse plus subwoofer dh ngendong selama berhari2 di tempat aku berikut suka aku bajak buat nntn dorama & konser. Gara2 lappy tos hideung badag (TOSHIBA) aku rusak niy... Trus tadi teh tiba2 meja Dora d'exploler ojol2 "terbang" ke kamar aku, sugoi... (pinjem ya). Makasih ya Cin. Oia catetan: 'AKU MASI NORMAL' jd ga usah takut sama aku. Mw tanya, ari wajah terharunya sebelah mana ya?! 'Sakaki Kun' "I Love You" -Kata Ibiet- Eh.. Eh.. iya tau Cin aku mah cuma ngasih warning aja, nampaknya ada yg ngecengin pacar kamu tuwh... Hoho.
Ibiet (SS -pen.) mulai mengenal dengan baik salah satu Johnny's -dan nampaknya mulai jatuh cinta (ngarang)- sm Nagase Tomoya, & yang paling membahagiakan adalah; Ibiet mengakui bahwa Yamapi ganteng!!! Wlp dy bilang **** jelek. Sad emot(icon). Btw nuhun nya dh mau nginep di kmr aku, secara (deket)... Oh nya etah Bahasa Sunda) kade bertemu dengan guru yg menyesatkan! Ken Hiray teh yg mana ya? Stop. Mba yg satu ini belum terkontaminasi sama Johnny's tp dy ngeh sama Tackey siy... Ntuz (FSN -pen.) teh lg tikelay manah cnah sm Kaka Tua, Kordes'y pas KKN.. Poko'y Cianjur kota kenangan. Nampaknya sudah tidak bisa berpaling ke lain hati, tapi aku akan berusaha keras u/ memperkenalkan makhluk2 Johnny's kpd Tatus, Ganbarimas!!! Ya ya yah... Hi! Say!7!

*hindari gambar & bentuk/patung makhluk bernyawa.
"Mantan"ku yg satu itu (yg bukan dancer, tapi sebut saja pebisnis), maaf ya terbawa2 di kisah ini.
Oia itu aku cerita Johnny's artist bercampur dengan cerita keseharian kami saat kuliah, sepertinya aku gagal fokus ceritain para artis'y, "split reality", mungkin gara2 aku, salah satu sahabatku & temen2ku pernah ketemu para aktor & aktris tanah air serta kru & sedikit bekerja bareng mereka.

Cerita versi salah satu sahabatku:

"Okt 05, 2007                              Malem2

Hai.. hai.. hai..!
...,
Oia,, aku ketuleran Hana.. phedophil,, heuheu.. Mksdnya,, aku mulai melirik anak2 kawai dr Johnny's Jr. Hana mah mending da suka nya sama Tegomasu,, 87-an gitu lahirnya.. Nah.. ari aku?? 90-an aja gitu..! Parah ya!!
Skrg aku lg suka c kawai.. Yabu Kota (Ya - Ya - Yah) ando Kei Inoo (J.J. Express).. Mereka teh cenah skg trgbg di Hey!Say!JUMP,, boyband debutan baru-nya Johnny's.. Indah-nya mereka ber 2 jd se-boyband!! heuheu.. DEMO,, skrg teh Yabu (udh gede) nmpk beda & gmn gtu.. Pkonya ga bikin aku suka dh..! Kalo Kei mah tmbh kawaii aja nampaknya. Soshite.. Spt yg Hana blngin,, aku jg lg cinta sama Suju (Super Junior),, boyband Korea yg personilnya 13 orang!! (sa-RT diajak nyanyi jigana..) Mereka main di film Flower Boys.. trs kmrn malem pas ngenet sm Hana,, aku niat aja nyari2 mereka (profile & gmbr).. Soredewa.. aku akhirnya dpt nama c Kakoi yg mean di film itu -Sujun- namaewa... Lee Dong Hae!
Huhuhu,, dy syapanya Dong Wook-oppa ya!? nmpk beda aja ketang gaya & sifatnya. Oia,,, c Ki Bum jg kakoi.
...,"

-> Islam membolehkan wanita Muslimah single/janda menyukai/mencintai pria Muslim yg lebih muda (seperti Khadijah ra & Rasulullah Muhammad saw); juga pria Muslim menyukai/mencintai Muslimah yg lebih muda bahkan anak-anak (misalnya Rasulullah Muhammad saw & Aisyah ra).

Cerita aku versi serius:

"27 Okt '07

     Aku salut sama Kame Kun, di umur 21 th dy dah terkenal di seluruh dunia -anggap aj ky gt- soal'y profile'y dll masuk internet, tinggal ketik aja nama'y true klik, keluarlah info2 ttg dy dr Wikipedia or seabrek sumber2 laennya. Besides dy tuh multi talented bgt bisa nyanyi, actingnya ok, dance-nya keren, akrobatnya juga lumayan pokonya berprestasi deh ampe dy masuk jajaran artis papan atas Jepang. Kame kun memang entertainer sejati!! apalagi kalo dy dh ngeluarin jurus2 maut yg bisa 'memanah' (istilah'y Atieh) audiens. Sugoi.

     Ups... Kata'y mau ngelupain?! Tapi qo malah disebut-sebut terus & diinget-inget sisi kerennya, ya makin susah dilupain tapi tak apa, moga Kame Kun bisa jadi salah satu motivator untuk sukses, ok! Ganbarimasu.

"01 December 2007

     Btw skrng aku lebih suka Ueda Tatsuya daripada Kamenashi Kazuya. ..., Poko'y watashiwa Ueda Tatsuya ga suki desu!! Pengen ketemu sm Ueda... bisa ga ya?! -Sblm umur 25 ktmu Ueda?- Hope so. Btw tmn KKN (Kuliah Kerja Nyata -pen.) aku -******/*****- mirip Ki Bum."

Oia harapanku untuk bertemu Ueda sebelum usia 25 tahun tidak tercapai, tapi Allah mempertemukan aku dengan saudaraku yg menurut pendapatku, ia hampir mirip Ueda Tatsuya (Ueda versi Indonesia-China), subhanallah. Oia aku ada cukup banyak foto bersama dalam kebersamaan yang sangat menyenangkan, at least kami berulang kali satu frame, dengan pria yang aku pikir mirip Kim Ki Bum. Bersyukur untuk segala karunia-Nya. Alhamdulillah.

"Long time no write                 19/04/08

     Udah ganti taun niy,, ada perkembangan apa ya ttg aku... Yang jelas sekarang aku lagi suka sama Junichi Okada, salah satu personel V6 (Baru ngeh gitu deh...). Aku ampe nangis2 di warnet pas baca profile'y, perjuangan dia gigih bgt buat bisa jadi kayak sekarang ini. Trus aku juga baru tau Nagano Hiroshi (personel V6 juga) pernah meranin character hero, DAIGO MADOKA, Ultraman Tiga! Pantesan setiap aku liat dia, aku ngoceh ke Atieh & temen2 kalo muka bapak satu itu tuh familiar banget."

"29.08.08
...,

FYI, qo aku deg2an ya liat Tegoshi Yuya di video clip 'Ai Ai Gasa', pdhl dy di citu kaya cewe banget... Malahan sm aku aja cantikan dia, tapi knp ya aku suka? Ambar, Ibit sm Githa siy udah stress aja liat Tegoshi di video clip itu. Biasa'y aku dek-dekan kl liat Ueda Tatsuya, cwo yg kayak cewe juga, lemah gemulai gmn gitu.. Qo semakin cwo itu kaya cewe, malah semakin menarik ya bwt aku?? Btw aku dikatain aneh gara2 suka sama Tegoshi yg cewe banget.

Oia aku juga baru berfikir kalo Matsumoto Jun sangat menarik setelah liat video Arashi yg 'One Love' berulang-ulang... Di situ dia keren, style'y trus suaranya yang cempreng qo kedengerannya jadi lovely banged?! Haha..

Btw kapan ya aku punya (cowo, dicoret) suami se-kakkoi mereka??? mau banged!! Heu.. I'm crazy over Johnny's Boys..."

"I finally knew why I like Tegoshi in this clip, it is because Tegoshi reminds me of Tex Saverio! (A designer whom I like a lot)."

Secara fisik, yang mengingatkanku pada Matsumoto Jun adalah seorang yang aku cintai kala catatan itu dibuat, pengajar sekaligus pelakon drama, lambaian tangan/ "dadah-dadah" ala Matsumoto Jun sambil bilang "We are waiting for you"-nya mengesankan. Oia terkait suara cempreng terdengar sangat lovely, sempet senyum sendiri waktu baca itu & the name that came first to my mind was Baim Wong, the name of "the actor", seingetku dulu aku jatuh cinta atau minimal suka sama dia itu gara2 wajah & suara'y yang menurutku unik, kemudian teringat aktor yang pernah aku temui, rekan dari aktor yang sebelumnya aku sebut, mungkin inti'y seperti yang pernah aku tuliskan di beberapa tulisan sebelumnya, aku menyukai suara aktor ini tapi sehubungan aku berpikir bahwa dia lebih cocok dengan penyanyi ternama itu terlebih kami beda agama jadi aku merepresi rasa suka yang aku rasakan, rekannya sebagai aktor ternama dari ras yang sama namun seagama denganku lah yang menjadi subtitusinya; serta tentunya teringat pria yang ketika catatan itu dibuat, aku masih sangat mencintainya meskipun ketika itu kami sudah tidak lagi menjalin kebersamaan, setelah hampir 4 tahun kami menjalin kedekatan (kami tidak resmi jadian & tidak pula resmi putus); juga mantan pria yang pernah sangat aku sayangi, the dancer, yang bagiku mereka memiliki suara "khas".

Btw ada juga junior kampus yang pernah tersenyum lebar ala Ryo Nishikido, aku yang tadinya ga terlalu ingin tersenyum sampai refleks membalas senyumannya dengan senyum lebar nan riang gembira.

Dalam Islam, pria tidak boleh menyerupai wanita, wanita tidak boleh menyerupai pria. Terima kasih untuk setiap orang termasuk yg nama-nama'y tercantum di tulisan ini yg sudah berdandan sebagaimana mesti'y (pria berdandan ala pria, wanita berdandan ala wanita, terutama dengan busana syar'i).


Joget ketika zaman kerja:

"19 June 2010, Saturday:

Ke acara Gebyar Kreativitas Anak Paud: Lomba nyanyi pelangi2, Puitisasi terjemah surah Al-Ikhlas.

Joget dangdut sampe lemes ... Haha sm tutor2 PAUD."

Seingatku waktu itu mendapat nomor gratis dari salah satu provider meskipun tujuan utama aku menari waktu itu bukan untuk mendapat hadiah, dari beberapa waktu sebelum'y aku sudah menari-nari geje di tengah lapangan mengajak serta rekan-rekan untuk menghilangkan stress & supaya heboh, astaghfirullah. Oia waktu aku joged di lapangan Merdeka sempat ada yg merekam, tayangan rekaman aku menari yg hanya sekilas tsb beredar dalam bentuk VCD secara terbatas.

Kembali, wanita maupun pria tidak boleh sembarang joged/menari. Aku bukan penggemar dangdut, hanya lagu dangdut tertentu yg aku dengarkan, ketika itu aku sedang stress akan marak'y korupsi & manipulasi dari kalangan rakyat, birokrat, pejabat & pemerintah. Semoga sekarang tidak ada lagi korupsi, semua shaleh dan shaleha, bertaqwa kepada Allah. Aamiin. [Korupsi potong tangan].


Untuk semua pria Muslim/Mualaf yg pernah aku cintai/sayangi juga para sahabat Muslimahku yg telah menikah, semoga bahagia selalu, sakinah, mawaddah wa rahmah. Aamiin.

Oia aku pernah "kodein" seorang aktor ternama non Muslim, sebut saja "RD" bahwa aku sangat ingin menari bersamanya. (Dia bukan penari tapi Johnny's artist, maksud'y artist: aktor & penyanyi, anak'y mendiang Mr. Johnny Danuarta).
Tidak dengan semua pria aku ingin menari, entah kenapa terpikir untuk menari dengan aktor yg pernah aku temui itu. Harus aku akui, aku pernah merasa sangat menyayangi seseorang yg aku temui di masa remajaku tsb, aku sampe pernah pake acara sakit demam berhari-hari segala, entah shocked, demam cinta, apa demam rindu atau semuaya. Tapi sepertinya aku berlebihan, dia selebritis aku bukan terlebih kami beda agama. Semoga Allah mengaruniakan kepadanya hidayah iman Islam. Aamiin.

-> Konsumsi minuman beralkohol & narkoba, dalam Islam hukumannya hukum cambuk.

Menurut pendapatku, untuk kategori umum, star of dance -wanita- itu Agnes Monica, terutama perjuangan & kesetiannya di dunia dancing, hanya aku pikir sang penyanyi go international tsb sepatutnya membuat setiap karyanya sesuai atau menyesuaikan aturan Islam, termasuk dancenya. Anw aku lebih suka Agnes menyanyi sambil memainkan alat musik, bagiku dia terkesan lebih anggun.

Sedangkan untuk kategori anak2 superstar of dance itu Romaria. Gerak tubuhnya itu lucu, memukau, lentur, gemulai & lihai. Untuk anak2 aga sedikit leluasa berkarya selama dalam batas kewajaran (berpatokan pada aturan Islam)

Banyak catatan ceritaku terkait menari yang muncul atau dimunculkan semasa aku mencintai sang aktor Muslim yang sekarang aku masih -berjuang untuk tetap- mencintainya. Mengenai siapa sang aktor yang dimaksud, ga perlu pake inisial ya, namanya sudah terpampang.

Oia kalo sekarang aku mau bikin cerita "ajaib" macam dulu, aku maunya ceritanya aku jadi pacar/kekasih dari seseorang ternama bukan penari tapi artist (aktor) & pebisnis, Muhammad Ibrahim atau Baim Wong, dia Johnny's artist juga (maksudnya artist putranya Mr. Jhonny Wong). Ceritanya meskipun aku suka rewel, bawel, bikin kesel, nge-bete-in, jengkelin bahkan bikin sedih, kecewa & emosi jiwa tapi aku berusaha jadi salah satu kekasih yg baik, menyenangkan & setia untuk seniman tampan ternama tanah air ini; kemudian meskipun kadang aku "goreng adat" & "pikakeuheuleun" tapi selalu berusaha menjadi salah satu istrinya yg baik, shaleha, jujur, sabar, penyayang, perhatian, menyenangkan, membahagiakan & setia terhadap suami & anak2nya. Para istri lainnya adalah istri yg cantik, baik, shaleha, cerdas, menyenangkan, membahagiakan & setia terhadap suami & para anak kami. Semua istrinya membantu suami'y dalam mengurus rumah tangga, mendidik anak-anak & melakukan pekerjaan yg ditugaskan oleh suami'y. Sang suami meskipun sibuk dengan karir & bisnis namun tetap sabar, perhatian, penyayang, rajin shalat, membaca Al Qur'an, dan berusaha mempelajari B. Arab, menjadi imam yg baik untuk keluarga. Teman2 & sahabat2 sang tokoh utama & para istrinya adalah kawan2 & karib kerabat Muslim yg baik, penyayang, perhatian & setia, shaleh & shaleha, bertaqwa. Sedangkan rekan & teman akrab kami yg merupakan para non Muslim, mendapat hidayah iman Islam, menjadi Muslim yg baik, shaleh & shaleha, bertaqwa. Kisah berakhir di surga, semua -Muslim- masuk surga dalam ridha Allah.

[Maaf, bagian ini aku ga bikin cerita selingkuh, yg ada poligami & kesetiaan, di jalan Allah].

Sekarang aku sesekali menari tapi sejauh ini tidak di hadapan khalayak, menari biasa'y dengan lagu pop, jazz atau R & B untuk menggerakan badan dan mengupayakan suasana yang riang.

Ada satu lagu yang sempat aku dengarkan, the song titled "Bonanza", I danced happily with that song. Anw thanks to Andre, salah satu sahabat dari seorang pria yang pernah sangat aku sayang (one of the best men I've ever met), yang memberikanku lagu ini beserta beberapa lagu lainnya.
The song inspires me to tell a little story about "belly dance". I never seen that belly dance directly but I have ever seen the photographs of a woman performing belly dance in a night club. I don't remember exactly whether that belly dance was performed at a night club in Germany or America, the photographs owned by one of my big family members, who was a Policeman, sent for the duties to some countries. Kembali mengenai menari, belly dance is forbidden in Islam, except that belly dance is performed in front of our own husband.

Anw that "Bonanza" song makes me think to become a good bitch for my husband in the future, insyaAllah, the song encourages me to be braver to dance, for once in a while, in front of my husband.

(Desember 2017/Robiul Akhir 1439 H) Adik kecilku yg cukup pandai menari sedang liburan smester dari pesantren, dan ia membawa beberapa video boyand Korea untuk berlatih menari. Tentunya sekarang aku tidak menyetujui boyband, aku setuju dengan vocal group tanpa tarian atau band, tapi adikku berusaha memperkenalkan mereka & aku bersikap lunak terhadap adik yg jarang aku temui ini. Hanya aku sempat berkata pada'y inti'y "Oh tidaaa, pria2 tampan racun dunia. Aku udah insyaf dari pria2 boyband & mencintai artist dicukupkan pada Baim Wong (yg bukan anggota boyband)."
Adikku bercerita mengenai betapa tampan/gantengnya mereka yg bagiku awal'y wajah mereka nampak sama semua. Dan Abiku yg melihat kami sedang menyaksikan & mengobrol terkait boyband, tiba-tiba berkomentar inti'y "Muka kayak mereka mah banyak, tuh ncek-ncek (pria keturunan China) di -pusat- kota Sukabumi.", aku & adik tersenyum. Lalu komen Abi berlanjut "Dari semua pria -boyband- itu yg paling cakep ya Baim Wong". Aku berpikir 'Haaah, qo Baim Wong?', 'Qo dia lagi sih, emang'y ga ada apa nama cowo lain yg bisa disebut? (Abi & Koko Ibra, maafin aku)'. Tapi pas aku pikir-pikir lagi, komentar terakhir Abi bagus, buat aku, mengajarkan kesetiaan bila menyukai/mencintai seseorang, kalo kata orang Sunda "supaya tong galideur" (supaya jangan jelalatan/berpindah-pindah hati). Abi sih masih memaklumi adikku menyukai pria-pria Korea, syukur jika bisa mengajak mereka memeluk Islam.
Oia ada satu lagu yg diputar dari laptop yg membuat aku yg tadinya tak bergeming, sibuk memainkan gadget, secara tiba2 refleks menggerakan badanku (tertarik untuk menari), ketika itu aku tidak melihat video'y & tidak mengetahui apa pun tentang lagu itu, menurut adikku lagu tsb dibawakan Exxo berjudul "Lotto" (Lagu mengenai apakah ini? 'Judi termasuk sabung ayam, haram'). Esoknya aku & adikku menari dengan video dancing practice from Exo. Terkait dance, meskipun dalam Islam, pria kurang baik bila sembarang menari, adikku & aku memiliki penari berbeda yg gerakan tari'y menarik perhatian kami, adikku menyukai Kai sedangkan aku menyukai seseorang yg menurut adikku bernama Oh Sehun. Setelah itu kami sempat menari nari lagi. "Ya Allah, maafkan kami". 
Our father (Abi) told us that a boyand did a great job by performing "Sabo ra mi" song, then we checked it on YouTube and we found that it might be Exo K the ones meant by our father. Just like Abi's opinion, according to my sister & I, they were amazing singing also playing guitar, without dancing, for that Spanish song. (Thanks my lil' bro for remembering that this song is related to Spain).
Btw aku mulai ngeh wajah para anggota boyband ini & TERNYATA, muka beberapa dari mereka mirip dengan para anggota boyband/artist (aktor) yg pernah sangat aku sukai (make up juga mempengaruhi), misal'y Kai mirip Akanishi Jin (ex Kattun); Sehun/Chanyeol mirip aktor Wu Chun; D.O. di salah satu video clip mirip Morgan Oey; Chanyeol (lagi), mirip Wallace Hwo & Roger Danuarta mungkin. Oia, adik kecil aku jatuh cinta banget sama salah satu dari mereka dan rasa'y itu IBARAT (dalam versi lebay): Aku punya mantan kekasih terindah, cakep, & tanpa disadari adikku, ia memilih kekasih yg wajah'y mirip mantan terindah aku itu & adik aku sayang banget sama kekasih'y (yg mirip mantan kekasih aku), its like "kasuat suat" (apa ya B. Inggris'y?), poko'y pengen nangis, bring back old memories, feel sad til wanting to cry. Pengen'y sih bilang "Baim Wong mana Baim Wong?" tapi ga usah kali ya, nyadar diri, giliran sedih manggil Baim Wong, giliran senang, aku seolah-olah lupa sama dia.
Btw aku ga terlalu hafal nama pada anggota Exo (moreover I saw the video during they were still "so many"), lalu Googling-lah aku dan dari situs resmi SM Entertainment, aku mendapatkan nama2 ini: Suho, Baekhyun, Chanyeol, D.O., Kai, Sehun, Xiumin, Lay and Chen. 
Seperti'y masih banyak nama boyband yang belum aku we but kan.

Semoga Allah mengaruniakan kepada para non Muslim Korea hidayah iman Islam. Aamiin.


Ingin sedikit bercerita mengenai adik perempuanku yang sangat menyukai dance, ia belajar menari modern sejak kecil. Ada pengalaman lucu & berkesan yang sempat ia ceritakan kepadaku saat aku memperlihatkan fotonya ketika ia akan tampil menari untuk kenaikan kelas sewaktu ia SD. Kala itu ia sangat bersemangat, so excited, ingin menari mengenakan busana sexy berwarna pink dengan rok mini jeans, ia tak sabar ingin segera tampil menari di panggung bersama sahabatnya, namun, setibanya di panggung, ternyata tiba-tiba saja rasa MALU & RISIH menyergap saat harus menari dengan pakaian yang agak terbuka sedangkan banyak pasang mata memperhatikannya, namun begitu, seperti yang biasa orang dewasa katakan, ia berusaha bersikap profesional dan tetap menari dengan riang serta dihiasi senyuman. Oia busana menari yang dimaksud adalah yang terpampang di foto, bila aku tidak keliru, itu oleh-oleh dari saudaraku sepulang berkunjung dari Arab. FYI, aku tidak menyangka adikku memiliki perasaan tidak nyaman menari dengan baju terbuka padahal ia ketika itu masih kecil, mungkin perasaan yang sama seperti yang pernah aku rasakan.

Ada beberapa hal yg masih bisa diceritakan terkait kisah mengenai adik aku menari, hanya aku sedang tidak mood menceritakannya, yg pasti, aku mengizinkan ia berlatih menari di rumah namun aku meminta adikku untuk tidak sembarang menari.

Waktu itu aku ga mood nulis salah satu'y karena adikku kirim DM ke Sehun Exo, message'y terkait karir entertainment. Heran'y, aku cemburu, aneh, kalo dipikir-pikir padahal Sehun kan ga kenal aku, terlebih "pacar"* aku kan aktor Muslim satu itu. Btw lebih rempong lg waktu aku baru ngeh kalo adikku, tanpa bilang ke aku, dia DM-in "pacar" aku, aku ngomel2, padahal isi message'y tanya soal bisnis. Itu karena kami sudah membuat perjanjian tertentu yang inti'y bila aku akan menghubungi orang yang disukai oleh adikku atau adikku akan menghubungi orang yang aku sukai, untuk berbagai hal termasuk bisnis, kami harus saling memberitahu. Haish, ada-ada aja kite (kami).

*Pakai tanda kutip karena belum tentu ybs mau jd pacar aku & aku sedang tidak ingin memaksa (wlp adakala'y aku maksa).
-> Oia, maaf, belakangan, aku pribadi lebih berusaha untuk mencari pasangan yang berasal dari suku Quraisy khusus'y Bani Hasyim. Sedikit aku bahas, dulu aku sempat memilih untuk mencintai pria non Muslim (untuk diajak ke dalam Islam) tanpa berpikir untuk -kembali- mencintai pria Muslim, namun suatu hal terutama Abi dan aktor Muslim ternama satu itu, menyadarkan aku untuk kembali mencintai pria yang seiman (pria Muslim). Kemudian, setelah aku sadari lebih lanjut, aku ingin berusaha mencintai dan mengutamakan pria Muslim yang merupakan keturunan Rasulullah Muhammad saw. Mencintai keluarga & keturunan Rasulullah saw merupakan bagian dari ajaran Islam. Kemudian, aku juga betmaksud mendahulukan pria Muslim yang merupakan keturunan suki Quraisy khusus'y Bani Hasyim untuk menjalankan sunnah, seperti Ali ra &  Fatimah ra. Namun bila memang tidak aku tidak berjodoh dengan keturunan Rasulullah saw, maka aku berharap berjodoh dengan pria Muslim yang diridhai Allah. Semoga Allah meridhai. Aamiin.

->Semoga musik juga lagu, tari, dan berbagai hiburan dapat sesuai syariat Islam.
-> Semoga dapat bersama-sama berupaya menanggulangi pembajakan.

FYI, waktu kecil aku suka menari bersama para Polisi dan keluarga besar Polisi tapi seingatku, aku belum pernah menari bersama pada tentara & keluarga besar mereka. Sambil menulis & recaling pengalaman masa kecil, aku sempat sekilas melihat salah satu video Tari Komando dari salah satu Batalyon tentara mungkin maksudnya baik, agar lagu pengiring Tadi Komando lebih Islami (dibanding dahulu), hanya saja, lagu untuk latihan sedapat mungkin bukan lagu "Allahi Allah" (menyebut-nyebut nama Allah sambil dijogetin rasa'y kurang pas untuk adab penyebutan asma Allah), namun bisa lagu "Suci Dalam Debu" versi Reggae. Dalam lagu tsb ada lirik yg bisa menyemangati untuk berperang "Kerena cinta lautan berapi pasti akan ku renang jua." didasari cinta tanah air, cinta Islam, karena Allah, medan pertempuran bak lautan berapi pun akan rela diterjang & disebrangi dengan niat demi ridha Allah.


Catatan: Lately aku ga setuju hubungan ga jelas termasuk hubungan "kaka-adik" (dalam tanda kutip), karena aku berulangkali mengalami hubungan "kaka-adik" yg berakhir cemburu, bahkan cemburu berat, saat salah satu jatuh cinta pada orang lain, terutama saat si wanita menjalin kasih/mencintai pria lain. Pria dibolehkan memiliki kekasih serius lebih dari satu dengan tujuan menikah & poligami. Jika wanita & pria -bukan sedang akting/sinetron/film- terutama yg seagama, sudah sering berkomunikasi intens, sering berduaan (sering mengobrol/chat, makan, jalan apalagi tidur bareng) baiknya status hubungan diperjelas, sebagai pasangan kekasih, diakui sebagai kekasih ya, jangan sampai tak diakui, saling mengakui sebagai pasangan kekasih dengan tujuan menikah & setia (pria tetap boleh poligami). Tentu'y tidak -semena2- menggoda apalagi merebut kekasih terlebih istri/suami orang. 
Mungkin ada saja pria yg -pernah- menjalin kedekatan denganku lalu bersikap tidak jelas, namun aku memohon maaf bila yg bersikap "geje" itu aku, aku yg tidak mengakui seseorang sebagai kekasih namun bersikap selayaknya pasangan yg menjalin kasih.
'Semoga aku bisa menjalin hubungan yang jelas, sah sesuai syariat Islam.'

#BukanMahromJagaJarak #Dilarang-Semena2-Rebut2Kekasih/Istri/SuamiOrang #Kesetiaan
.
#Syahadatain 
#ArabicGrammar
#SyariaLaw (Including Syar'i: Economics, Clothes&Hijab, also Polygamy)
#KhilafahIslamiyyah
#RidhaAllah

Penulisan tulisan ini dimulai sejak beberapa tahun lalu. Maaf, saat ini yg aku ingat pastinya untuk penulisan tulisan ini adalah tanggal terbaru:

262931.10.2017 -> 071012 Shafar 1439 H
04050610141719.11.2017 -> 1516172126282930 Shafar 1439 H
(21)23262729.11.2017 -> (03)04050810 Robiul Awal 1439 H
070809.12.2017 -> 192021 Robiul Awal 1439 H
19202131.12.2017 -> 01021213 Robiul Akhir 1439 H
0104.01.2018 -> 131617 Robiul Akhir 1439 H
17.01.2018 -> 01 Jumadil Awal 1439 H
29.01.2018 -> Jumadil Awal 1439 H
31.05.2018 -> 16 Ramadhan 1439 H
0111.06.2018 -> 1727 Ramadhan 1439 H