Cinta dan Olah Raga Sesuai Syariat Islam

“Segala sesuatu yang di dalamnya tidak ada dzikru ‘I-Lah, mengingat Allah, maka ia adalah permainan yang melalaikan, kecuali empat macam: memanah, melatih kudanya, bercumbu dengan istrinya dan belajar berenang…” [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, “Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 2, hal. 343.]

Ahmad dan Abu Daud meriwayatkan dari ‘Aisyah r.a. bahwa ia berkata: Rasululullah mengejarku, maka aku kejar beliau. Dan dalam beberapa lama saya terus unggul dalam setiap kali berlomba, sehingga ketika badanku jadi gemuk, lantas kami berlomba lari lagi, beliau dapat mengungguliku. Maka beliau berkata ‘satu-satu”. [Ibid. hal. 341.]

“Memanahlah dan aku bersama kalian semua” [Ibid. hal. 2, hal. 342.]

24. Ajarkan putera-puteramu berenang dan memanah. (HR. Aththahawi) [Dr. Muhammad Faiz Almath, “1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad”, hal. 245.]





Aerobics - Senam

Ketika kecil aku sangat suka senam tepatnya senam lantai dan senam aerobik. Mamaku (Umi) yang memperkenalkan senam ini kepadaku. Selain Mama (Umi), Neneku (alm.) juga dulu rutin senam bersama kawan-kawannya, para Oma di komplek rumahku, jenis senamnya Senam Jantung Sehat, aku sering melihat bahkan terkadang ikut Senam Jantung Sehat tsb. Juga dulu aku sering mengikuti Mama senam di sanggar senam Mutiara, Sukabumi. Seingatku dulu salah satu lagu senam Aerobik yang sering digunakan ketika senam di sanggar juga di rumah adalah lagu “Isabella”, yang liriknya kira-kira “Isabella adalah kisah cinta dua dunia...”, lagu itu nampaknya di aransemen ulang dengan beat lebih cepat. Kemudian di rumah, Umi mengajariku senam lantai. Aku belajar keras untuk beberapa gerakan seperti gerakan menempelkan kaki ke dagu dengan cara tengkurap lalu melengkungkan tubuh hingga kaki bertemu dagu, lalu gerakan kayang. Di Sekolah Dasar biasanya aku, guru-guru dan teman-teman senam SKJ (Senam Kesehatan Jasmani) ’95 lalu ‘98. Selain itu dulu jika berlibur di rumah dinas saudaraku, di Asrama Polisi, Pusdik Resintel, Megamendung, Bogor, aku biasanya mengikuti senam Sajojo dan Poco-Poco. Oia ada lirik lagu senam yang aku inget banget: “Cuma ngana yang kita cinta, cuma ngana yang kita sayang, cuma ngana suka bikin pusing.” Check lyrics at KapanLagi.com.
Selanjutnya, dulu aku dan auntieku terkadang mengikuti senam atau menonton senam dari video, senam bersama Mba Berty Tilarso. 
Sebenarnya Sajojo dan Poco-Poco adalah tarian, tapi aku aga kesulitan menjelaskannya, intinya wanita sebaiknya tidak sembarang menari kecuali di hadapan mahrom. Pria juga sepatutnya membatasi tarian, berpikir 'Mungkin tarian pasca perang bisa ditolerir?', 'Di Arab ada gerakan seperti tarian untuk pria, menggerakan badan terutama bagian kaki secara terbatas, biasanya hanya disaksikan oleh pria', pria lebih baik melakukan bela diri/gulat. 
Setelah dewasa aku masih melakukan senam aerobik terutama saat mengajar di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini. Kemudian beberapa tahun lalu, di rumah saudaraku, aku terkadang olah raga dengan beberapa peralatan “Fitness/Gym”. Belakangan, terlebih pasca sakit, aku sangat mengurangi senam/olah raga namun setelah kondisiku membaik, tetkadang sedikit demi sedikit aku kembali berolah raga.



Foto kanan: 
Aku berada di antara beberapa murid ketika mengajar di PAUD, sekitar tahun 2008. Dalam foto tsb, ketika suasana istirahat dalam sebuah kegiatan out door di Pondok Halimun, Selabintana, aku mengelus kepala salah satu muridku yang pada saat difoto ia sedang meminum minuman pengganti cairan ion tubuh: Pocari Sweat (walaupun biasanya ia sangat suka minum susu), muridku tsb sebut saja "Ayatasa" (Maqna), ia anak yang cute dan saat itu merupakan salah satu murid terdekatku. Ibunya, mantan asisten sutradara sebuah sinetron, rekanku saat bekerja sebagai sesama pengajar PAUD, memberitahukan kepadaku bahwa anak pria terkecilnya yang lucu tsb pernah suatu kali sulit tidur karena ingin cepat pagi untuk dapat segera pergi ke sekolah dan bertemu "Bu Hana", ia sering kali ingat kepadaku, salah satu ibu gurunya. Pernah suatu kali ia bangun tidur langsung menanyakanku dan ingin menelfonku, dan memang ketika itu ia langsung menelfonku, saat itu sangat pagi sekali, aku masih berada di rumahku yang berdekatan dengan sekolah, muridku tsb menelfonku karena ingin mendengar suaraku, serta saat itu ia ingin segera tiba di sekolah untuk bertemu aku. Hal-hal seperti ini dengan berbagai variasinya berberapa kali terjadi yang dilakukan anak-anak, para muridku, semasa aku mengajar di Pendidikan Anak Usia Dini, benar-benar tingkah polah lucu anak-anak yang ngangenin.
Pada foto tsb, aku memberi tanda pada pakaian olah raga maksudnya untuk menghindari warna terang atau terlalu terang bagi wanita Muslimah yang telah baligh, baiknya memilih warna warna gelap, hijau gelap atau hitam maupun warna terbaik, putih. Anak-anak tidak masalah mengenakan warna pakaian seperti yang ditampilkan.

Foto kiri:
Aku berfoto, di kamar, mengenakan seragam olah raga berwarna mencolok/menarik perhatian, perpaduan merah maroon dan pink sebelum menghadiri sebuah event out door di Taman Wisata Kemuning, Baros (setelah itu ke resto, Chinese's: Ihsan). Bagi Muslimah yang telah baligh, warna seperti warna-warna tsb baiknya dikenakan di dalam ruangan dan hanya di hadapan mahrom. Untuk di luar ruangan/di hadapan bukan mahrom, Muslimah (yang telah baligh) baiknya mengenakan model busana olah raga minimal seperti di foto (atasan dan bawahan longgar, atasannya lebih panjang lebih baik) yang terbilang model busana olah raga syar'i namun warnanya baiknya warna hijau gelap atau hitam atau putih, dilengkapi kerudung menutupi dada, kerudung syar'i. Gambar/simbol makhluk bernyawa harus dihindari.

->Busana senam yang lazim digunakan para wanita dapat digunakan bila ruangan merupakan ruangan khusus untuk wanita. Busana senam atau olah raga, terlebih untuk outdoor, sepatutnya dibuat sesuai syariat Islam.
-> Lagu senam/olah raga sebaiknya dipilih dengan sangat hati-hati karena meskipun hanya didengarkan terlebih dengan gerakan dan konsentarasi, lagu bisa jadi merasuk ke alam bawah sadar, dan dapat mengendap di alam bawah sadar hingga dapat saja berpengaruh pada tindakan/perilaku seseorang. Sebaiknya lagu senam/olah raga merupakan lagu semangat berjuang, lagu-lagu sesuai syariat Islam.


Football (Sepak Bola)

During my childhood, I was so fond of playing football. It was almost everyday I played football with my brother and my friend(s) which usually a boy or boys. Like Irfan Bachdim said “Tiada hari tanpa main bola” (No day without football).  At that time, I often cried when I got kicked or hit (by the ball) or even when I lost the game. Everytime I cried my father would carry me on his arm until I stopped crying, it’s my father the one who could wipe away my tears. My mother sometimes tried to stop my tears yet usually I wouldn't stop crying untill my father persuaded, since my early age I am so close to my father. Anw waktu kecil aku suka "caper" (cari perhatian) ke Papa/Abi.

Anw I have ever fallen in love so deep with someone, my senior at high school, a Muslim, whom I sometimes saw him playing football in the schoolyard.





I forget who was my favorite football player during my childhood? yet after I got bigger I was “in love” with Raul Gonzalez Blanco. He is handsome also he seemed so romantic especially everytime he kissed his wedding ring as the celebration of his success in making a goal. I love -to see- romantic guy precisely romantic husband. I kept his photograph (I got from newspaper), not in my organizer or binder but in my wallet, as if he was my boyfriend, astaghfirullah.
Lately I like Cristiano Ronaldo, it’s because he is gorgeous, a talented football player also he helped Muslim in Aceh and Palestine.
Cristiano also becomes a businessman. He could be the example of one of the athletes who do business. In my oppinion, in time of glory, it's good for athletes to invest their earnings in business, preparing for the future as they grow old, especially the businesses which are based on syari'a law.
Anw, by this time, I am rather difficult to discuss about hotels in syaria law's point of view.

Setelah dipikirkan dan dipertimbangkan ulang, menurutku wanita sepatutnya tidak bermain bola, main bola cocok untuk pria.

Al-Hakim meriwayatkan dari Rasulullah saw. bahwasannya beliau bersabda:
“Apa yang terdapat anatara pusar dan kedua lutut adalah aurat.” [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, “Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam: Jilid 2”, hal. 289.]

‘Uqbah bin ‘Alqamah meriwayatkan dari Ali ra., ia berkata:
“Rasulullah saw. bersabda, “Lutut adalah termasuk aurat.” [Ibid, hal. 290.]


Belakangan, aku biasanya merasa tenang menyaksikan pesepakbola Muslim yang melakukan sujud syukur selepas mencetak goal. Aku sempat bertanya kepada Abiku mengenai sujud syukur pasca goal, menurut Abiku itu hal yang baik.

-> Untuk para pemain sepak bola Muslim, sedapat mungkin saling mengingatkan untuk shalat; kemudian menyempatkan membaca Al Qur'an sesuai kemampuan, alangkah baik bila dapat membaca Al Qur'an setiap hari.
-> Jersey bola sepatutnya dibuat sesuai syariat Islam.
->Untuk kaum Muslimin bila memang menyukai olah raga, selain berolah raga yang memang tren (dan tidak bertentangan dengan Islam), diharapkan dapat berolah raga yang merupakan sunnah seperti berkuda, memanah, berenang, gulat dan lari (termasuk berlari bersama istri).


I am afraid of making so many mistakes, grammatically error or unclear statements, if I write the story in English also due to the timing (in order to tell the story faster), so pardon me if -mostly- I would inscribe it in Bahasa.

Martial Arts (Bela Diri)


Selain sepak bola, waktu kecil, meskipun hanya ikut-ikutan, aku juga suka bela diri. Ini mungkin karena faktor lingkungan, ada anggota keluargaku dan saudaraku yang mempelajari bela diri.

Waktu itu aku suka melihat bahkan mengikuti Abiku berlatih silat di rumah bersama salah satu tetanggaku yang merupakan paman dari teman masa kecil hingga remajaku, temanku ini juga terkadang ikut berlatih silat (ketika remaja, aku dan temanku ini sempat menjalin cinta lokasi).Kemudian, di saat di sekolah dasar pun sempat diajarkan silat sebagai pelajaran muatan lokal. Aku pernah ingin mengikuti les Karate tetapi orang tuaku tidak mengizinkan karena khawatir kondisi fisikku tidak kuat.



Disamping itu, terdapat salah satu sepupu dekatku yang memiliki minat yang besar dalam hal bela diri. Aku suka mendengarkan cerita dan melihatnya memperagakan ilmu beladiri "Bangau Putih" yang ia pelajari. Waktu itu sepupuku mungkin menganggapku terlalu kecil untuk diajak berlatih bela diri jadi terkadang aku agak "dicuekin" jika meminta diajari bela diri tsb, namun ketika aku dewasa, sepupuku yang aku maksud tsb yang telah mengambil aliran bela diri yang berbeda dari sebelumya, setelah dewasa ia mempelajari Aikido, selain ia menceritakan mengenai kegiatannya latihan Aikido-nya, ia pun mempraktekan gerakan-gerakan bela diri tsb di hadapanku dan saudara-saudaraku lainnya, terkadang aku dan mereka menjadi contoh lawan untuk ditaklukkan. Aku suka saat di-"Aikido", seru, aku suka ketika dibanting-banting karena serangan tsb dimaksudkan bukan untuk menyakiti tetapi untuk belajar serta lebih ke seru-seruan. Terkadang sepupuku juga mengajariku memegang boken (pedang kayu). Saat itu, bagiku suasananya bukan suasana serius dan underpreassure (dituntut untuk menghapal berbagai jurus) tapi lebih ke suasana fun.
Hanya kemudian aku tidak lagi menjadi "sparing partner" sepupuku karena sadar kami bukan mahrom, keluargaku mewanti-wanti dengan keras agar kami tidak terlalu dekat apalagi sampai jatuh cinta karena hubungan darah kami sangat dekat, ia sepupuku dari pihak ayah. Saat ini sepupuku sudah menikah, alhamdulillah.

Di samping melihat para anggota keluargaku, salah satunya karena dulu aku suka nonton film Kung Fu China, film-film Shaolin dan film-film yang dibintangi Jet Li dan Jackie Chan. Aku juga menonton series David Carradine and Steven Seagal movies. Kemudian aku menonton film-film silat Indonesia yang dibintangi Berry Prima dan Advent Bangun, kemudian aku menonton “Si Buta dari Goa Hantu dan Wiro Sableng”. Lately, sometime, still, I watched action on tv related to martial arts, I watched Jackie Chan; also I watched Wing Chun martial art movies starred by Donnie Yen, I like that movie so much. I also watched that movies on computer.

Beberapa aktor dan sebagian mereka memang praktisi bela diri yang terkenang di benakku diantaranya:

Steven Seagal
Steven Seagal is my father’s favorite marial arts actor. Seagal seems an Aikido expert.

Jet Li
Jet Li is very special for me, according to me he is a star of martial arts movie. During my chilhood I was so fond of Jet Li because he looked as a serious guy and he successfully transfered the message that Kung Fu is strong but beautiful. I saw his moves and I felt that Kung Fu is not rough and terryfying but beautiful and lovely (yet sometimes it kills). According to me Jet Li was amazing playing role as Kung Fu master, Wong Fei Hung.

Donnie Yen
My sister and I have the same opinion about Donnie Yen, both of us agree that he was awesome playing that tender, beautiful but dangerous Wing Chun movements on screen. Morover, in my opinion, Donnie Yen not only succeeded in playing the MOVEMENTS/STEPS (techniques) of Wing Chun but also succeeded in revealing the SOUL of Wing Chun itself, moreover he beautifully depicted the soul of China, the beauty of China, Chinaman, even at the worst age. Subhanallah.
Because of watching the movies I have mentioned, I love –to see- Wing Chun martial arts. Besides watching the movies, I have ever read the book of Wing Chun.

Anw setelah sempat tertarik dengan bela diri Karate, serta sebelum mengagumi bela diri Wing Chun, aku tertarik melihat Wushu, terlebih ketika menggunakan pedang; dan Tai Chi yang nampak indah dan sangat lembut, halus. Ternyata setelah aku membaca Wikipedia para aktor favoritku, Jet Li dan Donnie Yen, menguasai kedua bela diri tsb, perpaduan bela diri tsb menjadikan gerakan Kung Fu dan Wing Chun menjadi lebih indah, sempurna.

Jackie Chan and Stephen Chow
Jacky Chan is my lil' sister favorite actor of martial arts movie. According to me, Jackie Chan is an actor of “martial arts comedy movie”. I sometime watched Jackie Chan too. While my sister likes Jackie Chan, I used to like Stephen Chow so much, he also plays that “martial arts comedy movie”. I like something extreme, for me, Chow was much more crazy than the actor I mentioned previously.  Both of their martial arts comedy movies, Chan’s and Chow’s, has ever made me laugh or at least smile.

->Dalam Islam dibolehkan tersenyum dan tertawa namun tidak boleh berlebihan.

Aku suka banget melihat Jet Li, Donnie Yen dan para pria China mengenakan jubah ala China, jubahnya seperti gamis yang dikenakan orang Arab. Belakangan aku berpikir bahwa orang China umumnya, terlebih dahulu, yang tidak setinggi orang Arab ternyata cocok mengenakan jubah. Aku sempat ngomel-ngomel terhadap seseorang, seorang desainer, Tex Saverio, saat ini aku sebut dia kekasih aku, terkait jubah China ini. Aku sempat bilang intinya “Udah bener dulu pria China mengenakan jubah kenapa sekarang pria China jarang, ngga pede, untuk –sering-sering-mengenakan jubah lagi?”


Roger Danuarta
Roger ini siapa ya? Bingung bilangnya, yang pasti dia aktor ternama. Aku pernah bertemu dengannya di salah satu lokasi sinetron laga tapi aku ngga inget apa aku liat dia pas take adegan bela diri? yang aku inget aku ada di sekitar dia, minta tanda tangan dia, makan deket dia, liat dia senyum dan aga tertawa, pokoknya dia nampak bahagia. Aku baru ngeh belakangan dia terlihat mengagumkan saat beradegan bela diri, aku nonton beberapa sinetronya, terutama ketika dia masih agak kurus. Roger dikabarkan mempelajari Taekwondo.

Anw perlu disampaikan bahwa mungkin aku berlebihan, aku pernah mengajak aktor ini menikah dalam iman Islam, hanya saja sebelumnya aku juga telah menjanjikan kebersamaan selamanya dalam pernikahan dalam iman Islam kepada pria yang aku cintai, seorang desainer yang aku sukai sebelum ia dikenal khalayak dunia seperti saat ini, seorang non Muslim. Meskipun aku meminta/mengajak menikah di dalam iman Islam, aku keliru mengajak menikah/meminta dinikahi oleh 2 pria. Sebagai informasi, dalam Islam, pernikahan bahkan ajakan menikah adalah suatu yang sakral, sebuah kesungguhan:

42. Ada tiga perkara yang kesungguhannya adalah kesungguhan (serius) dan gurauannya (main-main) adalah kesungguhan (serius) yaitu cerai/talak, nikah, dan rujuk. (HR. Abu Hanifah) [Sedikit mengalami revisi pada diksi].

Penjelasan:
Jadi dilarang bergurau (main-main) dalam ketiga perkara di atas.
[Dr. Muhammad Faiz Almath, "1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad", hal. 235.]

Hanya untuk cerai/talak, khususnya bagi pasangan Muslim, sedapat mungkin dihindari, hal ini berdasarkan hadits berikut:
41. Talak adalah suatu yang halal yang paling dibenci Allah. (HR. Abu Dawud dan Ahmad) [Ibid.]

Terkait pria ini, aku akui aku ada salah, meskipun dia beberapa kali pergi dari kehidupan aku, tapi aku pernah berjanji yang ditujukan pada aktor ini bahwa jika aku "diputusin" (putus komunikasi) dengan desainer itu, aku akan tetap meminta aktor ini untuk masuk dan memeluk Islam, kemudian menikahi aku, tapi aku mengingkari janji itu, setelah aku "diputusin", aku tidak berusaha terlebih dahulu untuk kembali memintanya untuk masuk dan memeluk Islam, kemudian menikahi aku, aku malah minta dinikahi oleh salah satu aktor Muslim terkait aku berusaha menuruti nasihat orang tua aku.

#TanyaktorMuslimitumaunyagimana.


Deddy Corbuzier
Waktu SMP aku kerap melihat Deddy Corbuzier di televisi sebagai pesulap/magician. Salah satu hal yang membuat aku terkenang dengan pria ini adalah ketika adegan sulap “membengkokkan sendok”, aku berulang kali berusaha untuk membengkokkan sendok sandirian, tapi aku tidak bisa, namun dalam satu acara yang dipandunya terkait membengkokan sendok, Deddy Corbuzier mengistruksikan untuk menempelkan telapak tangan pemirsa ke layar kaca, di layar kaca terdapat pula tayangan telapak tangan samg magician yang disorot secara khusus, setelah itu barulah sendok dibengkokkan. Aku pun menempelkan tangan ke layar kaca, tangan aku dan tangan Mas Deddy –seolah- menempel, meskipun terhalang layar kaca, kemudian aku membengkokkan sendok, atas izin Allah, sendoknya bengkok padahal biasanya aku tidak berhasil walaupun sudah berusaha keras. Sejak saat itu, aku terkenang dengan magician ini, pelajaran yang aku ambil adalah sesuatu jika dikerjakan bersama akan lebih mudah bahkan berhasil. Namun belakangan aku tidak setuju magic karena hal tersebut terlarang dalam Islam, untungnya magician yang aku maksud berhenti dari dunia magic dan menjadi host talkshow, alhamdulillah, terima kasih Mas Deddy. Semoga talkshownya bisa dibuat sesuai syariat Islam. Ternyata aku baru mengetahui belakangan bahwa Deddy Corbuzier adalah salah satu praktisi Wing Chun di Indonesia. Oia dengan priansip “sesuatu jika dikerjakan bersama akan lebih mudah bahkan berhasil”, aku berpikir bahwa kalimat tauhid, syariat Islam dan khilafah Islamiyyah akan lebih mudah jika ditegakkan bersama, Mas Deddy mau ikutan menegakkan kalimat tauhid, syariat Islam dan khilafah Islamiyyah? (untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di duia dan di akhirat).

Joe Taslim
Aktor ini sempet bikin aku bete banget gara-gara aktingnya “ngga jadi masuk Islam”, terkait hal kekesalan aku itu, aku sempat curhat melalui tulisan yang dipublikasikan dan tulisan curhat tsb ditujukan khususnya kepada salah satu aktor (Baim Wong). Jadi menurut pendapat aku, daripada main film “urung menjadi mualaf”, Joe Taslim (dan lainnya) lebih baik main film bela diri, terlebih bila filmnya sesuai syariat Islam. Terkait bela diri Joe Taslim, aku ga terlalu ngeh mengenai track record bela dirinya.

Iko Uwais
Aku pernah menonton film laga yang dibintangi Iko Uwais yang kabarnya merupakan atlet pencak silat.


FYI, aku suka Kung Fu/bela diri -terkait- China tapi salah satu yang paling malesin adalah kalo ada barongsainya. (Dimana pun itu) aku ngga suka barongsai China maupun barong Bali, pokonya barong2an, mereka itu SETAN!
Another thought, I wouldn't say that politic is unimportant but for me to much politics will decrease the beauty of Kung Fu (Wing Chun and another martial arts) whereas Kung Fu (martial arts) needs fairness, loyalty/faithfulness, and peacefulness.

Oia maaf, aku kurang suka MMA (Mixed Martial Arts) karena bela diri tsb mencampuradukan banyak jurus dan aliran bela diri, as a Sundanese I call it “pahibut”, “riweuh”, belum aja ada jurus cakar dan jurus jambak kayak -dilakukan banyak- cewe pas lagi berantem (mudah-mudahan ga ada jurus aneh-aneh termasuk 2 jurus yang aku sebutkan). Perpaduan jurus yang berlebihan membuat keindahan Martial Arts menjadi berkurang, kesannya menjadi kekerasan (brutality).

Aku biasanya kagum dengan orang yang menguasai/mendalami bela diri dan menjiwai tidak sebatas soal jurus-jurusnya tetapi menjiwai seluruh aspek terkait bela diri tsb terlebih bila seni bela diri yang dikuasai dapat mengingatkan manusia kepada Allah.

Since my childhood I often felt that I was -like- Chinese, layely my mother said that I have Chinese blood from her, from my ancestor, but then I often think that it was only gossip, because I can't proove it (through the legal documents of my family tree, the record related to my Chinese ancestry is a bit strange). I feel that I am sure that I am an Arab breed because it can be prooven through the legal documents of genealogy. But in order to avoid conflict I often think like 'Okay, it's because I am an Indonesian it might be I am a Chinese ancestry.'


Oia foto tepat di atas part ini dibuat sudah aga lama dalam rangka mengungkapkan ekspresi -kesal- aku terhadap seorang aktor yang aku sukai, juga seorang pria yang aku cintai, seorang desainer, salah satu pemicu'y terkait olah raga yang terlarang dalam Islam: Tinju. Aku terkadang emang mau aja berantem di jalan yang benar tapi sebenernya aku males berantemin mereka soalnya sang aktor orang yang masih aku sayang dan dulu aku ketemu dia dengan cara baik-baik sedangkan sang desainer, aku mencitainya dan kami pun berkenalan via media sosial dengan cara baik-baik, terlebih sebenarnya aku males ribut/berantem sama siapa pun, aku suka hal terkait aman, damai, tenang (terutama sesuai syariat Islam).

->Setiap film dan sinetron semoga dapat dibuat sesuai syariat Islam.

1793. Dari Jabir ra, ia berkata: "Rasulullah saw melarang membawa-bawa pedang dalam keadaan terhunus." (HR. Abu Daud dan Turmudzi, dan ia berkata: "hadits hasan.") [Imam Nawawi, "Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 2", hal. 725.]


Me with Samurai.

Belakangan, aku tidak terlalu setuju bila wanita mempelajari bela diri, aku pikir perempuan lebih cocok belajar menari (tetapi tarian'y dengan gerakan sopan dan tidak boleh dipertontonkan dengan sembarang), menjahit, dan atau memasak/membuat kue. Hanya saja Abiku berpendapat lain, wanita bisa saja belajar bela diri tetapi bukan untuk pertandingan dan tujuan lainnya tetapi murni untuk membela diri dari kejahatan (para pria yang jahat).
Aku menyatakan kepada Abiku hal yang intinya "Aku harap sih para cewe ga perlu cape-cape belajar bela diri, para cowonya aja jangan jahat, bersikap baik, menjaga dan melindungi para wanita di seluruh dunia ini (terlebih dengan cara sesuai syariat Islam)."

Dalam Islam diwajibkan berjihad di jalan Allah, jadi ilmu bela diri dapat digunakan, khususnya oleh para pria, untuk berjihad di jalan Allah. Hanya berjihad/berperang tidak dilakukan di bulan haram kecuali jika diserang.
-> Untuk kabar mengenai pernyataan salah satu pemimpin non Muslimyang mengatakan intinya bahwa orang menyampaikan ayat Al Qur'an untuk melarang memilih pemimpin kafir adalah rasis dan pengecut, maka pria Muslim siapa pun anda, bisa ajak dia berduel, jika dia bersedia duel, silahkan di "bacagi" saja atau tonjok ulu hatinya.
Aku menyatakan hal ini karena pejabat/politikus non Muslim tsb seringkali bersikap keterlaluan terhadap Islam dan umat Islam.
->Setiap -pria- non Muslim yang ingin menjadi pemimpin kaum Muslimin, wajib masuk dan memeluk Islam. Kaum Muslimin dilarang memilih pemimpin kafir, pemimpin kaum Muslimin haruslah pria Muslim. [Q. S. Al Maidah (5): 51.]
Apabila terdapat khususnya pria non Muslim yang memerangi Islam, terlebih ia mau berduel, jika memungkinkan, sesuai As Sunnah diajak berduel menggunakan pedang, hunuskan saja pedang ke tubuh non Muslim yang memerangi Islam.

Kaum Muslimin, maaf, aku melewatkan seruan Aksi Bela Islam 1. Berikut seruan Aksi Bela Islam 2:

Seruan Jihad Fisabilillah: Aksi Bela Islam 2.
Source: Uncle Sam's WhatsApp.
(Edited)


Selengkapnya:

Dalam Islam, olah raga semacam bela diri yang merupakan sunnah adalah gulat namun gulat bukan untuk menyakiti tapi untuk ukuwah Islamiyah.


Wrestling (Gulat)

Abu Daud meriwayatkan bahwa rasulullah saw. gulat dengan “Rukanah”, dan Rasulullah saw. beberapa kali dapat menjatuhkannya. [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, “Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 2, hal. 342.]

Terkait gulat ini, aku teringat seorang pria yang pernah sangat aku cintai, [Mengawali cerita dengan derai air mata], seseorang ini dosenku. Di kampus, sekelompok pria di jurusanku, Sastra Inggris, adakalanya mengadakan pertandingan gulat yang nampaknya gulat untuk persahabatan/kekeluargaan antar mahasiswa dan dosen. Sayangnya saat itu aku sama sekali tidak mengetahui mengenai sunnah olah raga gulat dalam Islam, yang aku tahu, meskipun kabarnya hanya berupa settingan, gulat adalah olah raga keras dan kasar yang biasanya aku lihat dilakukan oleh para non Muslim, aku pernah melihat tayangan "Smack Down", yang pegulat ternamanya salah satunya "The Rock". Mustinya aku berterima kasih sama para pemain wrestling yang telah ikut melestarikan gulat, tinggal diperbaiki peraturannya agar gulat tidak tampak sadis serta busananya mustinya menutupi aurat menyesuaikan syariat Islam atau lebih baik lagi bila sesuai syariat Islam.
Kembali mengenai pria yang pernah sangat aku cintai, ketika itu aku berpikir kira-kira 'Qo bisa-bisanya pria yang sangat aku cintai, pendidikan tinggi, lulusan luar negeri, olah raganya bar-bar?' Saat itu aku benar-benar tidak ngeh bahwa gulat olah raga Islami. Astaghfirullah. Waktu itu aku tidak berani banyak bertanya terkait olah raga gulat tsb dikarenakan meskipun aku sangat mencintai pria yang aku maksud, tapi ia bukan pacar/kekasihku terlebih ia dosenku jadi aku segan terhadapnya. Selain itu, waktu itu aku juga sedang dekat dengan teman seangkatanku, pemusik, seorang non Muslim (ia telah memiliki kekasih, kekasihnya mengetahui kedekatan kami), pria terdekatku saat itu juga sepertinya mengetahui aku ada hati terhadap dosenku yang aku maksud dan kepadanya aku juga membuka cerita bahwa aku menyukai pria yang aku cintai saat ini, seorang non Muslim, desainer.
'Pa dosen dan rekan-rekan juga teman-teman mahasiswa, maafin aku, aku pernah berpikir dan mengira yang tidak sepatutnya terkait gulat.' Semoga olah raga gulat untuk ukuwah Islamiyyah bisa dilestarikan, tetap dilakukan, oleh para pria Muslim untuk meraih ridha Allah.


Table Tennis (Pingpong)



Dulu Abiku sangat senang dengan olah raga pingpong/tenis meja. Abi dulu biasanya main pingpong di rumah, ia memiliki beberapa bad/bet pingpong. Dulu aku sempat mencoba bermain pingpong, sekedar mencoba. Sehubungan sekarang Abi tidak lagi bermain pingpong, jadi bet'y dibagikan, yang tersisa tinggal dua bet, 1 besar, 1 kecil masing-masing memiliki 2 warna, merah dan hitam. Aku heran, kenapa di salah satu bet'y, bet kecil, ada simbol yin and yang, padahal keluargaku kan Sunda, Arab, Muslim jadi biasanya tidak menggunakan simbol seperti itu.


Indonesian Baseball (Kasti)

Waktu SD ada olah raga yang seru banget, kasti (kayak baseball). Dulu seneng banget kalo udah olah raga ini, seneng kalo berhasil memukul bola dengan pemukul kayu lalu lari dan bisa menghindar/lolos dari lemparan bola yang diarahkan lawan ke tubuh kita.



Basketball (Bola Basket)


Paling sulit menceritakan part basket ini, sedih. (Ceritanya jadi terpotong-potong)

Aku tidak tahu sejak kapan aku memiliki ketertarikan pada basket, meskipun bukan pebasket, yang pasti waktu kecil aku nonton film “Space Jam” yang dibintangi Michael Jordan. Nama pebasket yang sejauh ini melekat diingatanku adalah Michael Jordan, Dennis Rodman dan Kobe Briant. Aku ngeh dengan Michael Jordan karena dia memang bintang basket ternama dunia; sedangkan Dennis Rodman, dulu aku main game basket di sega, nitendo dan playstation, pemain favoritku adalah Dennis Rodman karena rambutnya diwarnai dengan warna mencolok sehingga lebih mudah terlihat di tengah lapangan pertandingan ketika karakter tsb dimainkan sebagai jagoanku. Untuk Kobe Bryant, aku ngeh karena salah satu temanku, yang sempat menjadi sahabatku, seseorang yang disebut mirip Agnes Monica, saat SMU kerap bercerita kepadaku bahwa ia menyukai Kobe Bryant.
Dulu aku menyukai salah satu sahabat kaka sepupuku, sangat tampan, tinggi, putih, Muslim ia suka bermain basket sayangnya dia biasa aja bahkan aga cuek terhadapku karena aku terbilang masih kecil, kelas 5 SD, kemudian saat itu, meskipun aku terbilang masih kecil, sahabat lainnya dari kaka sepupuku sangat memperhatikan aku, ia cute, tidak terlalu tinggi, putih/kuning juga Muslim. Kaka sepupuku dan para sahabatnya terkadang bermain basket bersama.
Beberapa tahun kemudian, setelah aku SMU, kelas 2.8, ternyata pria tampan yang aku sukai ketika kecil tsb sempat memintaku untuk menjadi pacarnya tetapi saat itu aku tidak percaya pria dengan paras sangat menawan seperti yang ia miliki mau menjadikan aku sebagai pacarnya kemudian saat remaja itu aku sedang jatuh cinta pada kaka kelasku, seorang pebasket, yang sayangnya ia berbeda agama denganku.

(aku skip dulu ceritanya) mengalihkan cerita:



1691. Dari Ibnu Mas’ud r.a, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaanya nanti di hari kiamat adalah para tukang gambar.” (HR. Bukhari – Muslim)[Imam Nawawi, “Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 2”, hal. 665.]

1689. Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Setiap tukang gambar berada di neraka, setiap gambar yang digambarnya akan diberi nafas (jiwa), sehingga ia menyiksanya di neraka Jahannam.” Ibnu Abbas berkata: “Jika memang kamu harus menggambar, maka gambarlah pepohonan, dan apa yang tidak mempunyai ruh (nyawa).” (HR. Bukhari-Muslim) [Ibid. hal. 664.]

   "Yang perlu menjadi perhatian adalah, bahwa dengan merubah gambar (lukisan) dan menghilangkan ciri-ciri 'makhluk bernyawa' adalah menjadikan gambar (lukisan) itu halal dan boleh memaafkannya. An-Nasa'i dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya meriwayatkan, bahwa Jibril as. mohon izin kepada Rasulullah saw. Maka, Rasulullah saw. berkata kepadannya: 
   "Silakan masuk" Jibril berkata, "Bagaimana aku masuk sedang dalam rumahmu terdapat tabir yang berlukis? Jika memang terpaksa demikian, maka potong kepalanya atau potonglah untuk dijadikan bantal atau hamparan.""

[Dr. Abdullah Nashih Ulwan, "Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam: Jilid 2", hal. 338.]

Belakangan, berdasarkan berbagai hadits, aku berpendapat bahwa membuat berbagai gambar makhluk bernyawa termasuk emoticon makhluk bernyawa dapat mumbuat Allah MURKA dikarenakan hal tsb merupakan upaya menyaingi-Nya selaku Sang Pencipta. Jika manusia masih kekeuh membuat apalagi memajang gambar makhluk bernyawa termasuk emoticon makhluk bernyawa, kenapa ga jadi Firaun aja sekalian?

-> Membuat gambar makhluk bernyawa adalah terlarang/haram, namun dimaafkan bila membuat gambar makhluk bernyawa dengan menghilangkan bagian kepala, hal ini dilakukan dalam kondisi TERPAKSA.
Memotong/menghilangkan gambar bagian kepala bukan berarti lantas gambar bagian kepala (termasuk emoticon makhluk bernyawa) tsb dipajang, ini namanya ERROR. Gambar bagian kepala benar-benar musti dihilangkan, dimusnahkan.
Pembuatan gambar atau sketsa makhluk bernyawa masih dapat dilakukan dalam keadaan terpaksa misalnya untuk sketsa wajah pelaku KRIMINAL/kejahatan yang identitasnya belum dikenali.
Gambar makhluk bernyawa yang sudah terlanjur dibuat, ya sudah, namun jika dapat diupayakan menjadi gambar syar'i atau dimusnahkan itu lebih baik dan sebaiknya orang-orang tidak lagi membuat gambar makhluk bernyawa, menghindari perbuatan dosa diri sendiri dan orang lain terkait hal yang dimaksud, kemudian menghindari MENGERJAI diri sendiri terlebih orang lain untuk menjadikan gambar yang terlarang tsb sebagai hamparan. 
Dalam tulisan ini aku lebih menekankan pada larangan pembuatan gambar, sketsa maupun lukisan makhluk bernyawa. Untuk foto dan video, aku masih memaklumi terutama misalnya untuk barang bukti, foto identitas, foto kenangan event pernikahan, foto keluarga, atau foto reuni (silaturahim), meskipun foto dan video tsb sedapat mungkin dibatasi dan seluruh aspeknya sedapat mungkin sesuai syariat Islam. Kemudian, foto makhluk bernyawa terlarang dipajang di dinding. Foto atau video makhluk bernyawa yang tersebar di media internet dan media masa lainnya sedapat mungkin dibatasi serta seluruh aspeknya sedapat mungkin sesuai syariat Islam.
Misalkan kita tidak dapat membuat karya bukan makhluk bernyawa yang menarik, indah dan sesuai syariat Islam, maka perlu dipertanyakan keartisan atau jiwa seni kita, walaupun karyanya sangat bagus/indah namun bila tidak sesuai syariat Islam maka bagiku pembuat karya tsb belum dapat dikatakan sebagai seniman sejati/true artist.
Apabila kita orang yang benar-benar CREATIVE, TRUE ARTIST (SENIMAN SEJATI) pasti bisa -selalu- membuat gambar, foto, video dan berbagai karya bukan makhluk bernyawa tetapi tetap indah bahkan berdaya jual namun tetap sesuai syariat Islam untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat.
Menyisir rambut adalah sunnah, berpakaian yang rapi saat berjumpa orang lain adalah sunnah, olah raga adalah sunnah, dan menikah adalah sunnah, banyak orang berlomba-lomba/semangat menunaikan sunnah-sunnah tsb, kenapa giliran sunnah larangan membuat gambar/bentuk makhluk bernyawa banyak yang menentang sunnah tsb?
Pengecualian: untuk boneka mainan anak-anak (khususnya untuk anak wanita), hal tsb merupakan hal yang dibolehkan.
Berdasarkan hadits, terdapat keterangan yang intinya manusia dimudahkan oleh Allah sesuai dengan tujuan ia diciptakan, sesuai dengan peranannya di dunia ini (salah satunya dengan bakat yang Allah berikan). Bakat karunia Allah ini diberikan termasuk kepada seniman dan olahragawan. Tak dapat dipungkiri, seni misalnya gambar digunakan dalam dunia olah raga seperti misalnya untuk logo, untuk itu sebagai wujud rasa syukur kepada Allah, seni dan olah raga sepatutnya tidak bertentangan tetapi sesuai dengan syariat Islam untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat.



Al-Hakim meriwayatkan dari Rasulullah saw. bahwasannya beliau bersabda:
“Apa yang terdapat anatara pusar dan kedua lutut adalah aurat.” [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, “Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam: Jilid 2”, hal. 289.]

‘Uqbah bin ‘Alqamah meriwayatkan dari Ali ra., ia berkata:

“Rasulullah saw. bersabda, “Lutut adalah termasuk aurat.” [Ibid, hal. 290.]

Gambar  di atas, aku buat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia, membuat poster/pamflet, ketika aku kelas 2.8 SMU. Gambar sepatunya dibantu salah satu teman sekelasku saat itu Ginanjar Winarta (Sakcal). Gambar aslinya pada foto kanan, waktu itu aku mengumpulkan tugas dengan terlebih dahulu mengcopy gambar lalu aku beri warna, aku lupa warnanya seperti apa. Foto kiri, copy gambar yang aku beri warna dalam rangka mengisi waktu, sayang proses pewarnaan tidak aku selesaikan.
Gambar itu diinspirasi oleh seorang pria yang pernah sangat aku cintai, kaka kelas aku saat SMU, pemain basket, tampan, tinggi, terbilang putih, kurus, ia berbeda agama denganku. Aku seringkali melihatnya bermain basket di lapangan sekolah; seringkali aku ga akan pulang dari sekolah sebelum ia pulang; jika aku tidak dijemput sopir keluarga, aku mengikuti arah jalan ia (bersama sahabatnya) pulang lalu aku mengambil arah jalan pulangku sendiri. Aku tidak mengetahui apakah pria yang pernah sangat aku cintai ini ngeh dengan perilakuku, yang aku ingat setelah berbagai hal yang aku lakukan tsb, aku dicuekin.
Waktu berlalu, aku sempat mendapat kesempatan bertemu seorang aktor (yang sebelumnya telah aku sebutkan), dia bukan pebasket namun dia mempelajari bela diri, aktor tsb non Muslim, setelah bertemu dengan aktor tsb, aku kembali bersemangat untuk memperjuangkan kebersamaanku dengan pria yang pernah sangat aku cintai tsb, meskipun aku tahu kami berbeda agama.
Akhir'y, melalui sahabatnya, aku berkenalan dengan pria yang pernah sangat aku cintai tsb.
Dulu setiap kali aku ingin bertemu dengan pria yang pernah sangat aku cintai ini, aku selalu tidak mengenakan busana Muslim dan kerudung yang biasanya aku kenakan di sekolah. Aku dulu sangat mencintai pria ini dan sangat suka ketika aku mengetahui bahwa aku dan dia memiliki selera fashion yang hampir sama, casual. Aku sering mengenakan busana casual, pernah pula aku mengenakan rok pendek dan kaos super ketat. I loved to seduce HANDSOME or GORGEOUS guys visually, especially if the guys are not Muslims. Semestinya aku bersikap lebih sopan, dan mengenakan busana Muslim syar'i. Aku dan pria yang pernah sangat aku cintai ini pernah menghabiskan waktu bercerita, tertawa bersama hingga aku benar-benar lupa waktu, lupa diri, I was crazy in love with him. I wasn't stay faithful to him because I rather didn't understand about us, it was mostly because we were not in the same religion, besides it was so hard for me to only stick to one guy. Then the "Long Distance Relationship" with my family also the "Long Distance Relationship" with him, was killing me, I mean I couldn't stand in with both LDRs that happened in the same time.
Pria yang pernah aku cintai ini punya janji saat kami masih bersama tapi ia belum sempat menepati, sebenarnya janjinya bukan hal yang berat, hanya terkait hal tsb aku ingin menyatakan 'Aa (Koko) aku minta 1 fotonya dari medsos. Foto yang ada hubungannya sama olah raga basket (yang dari captionnya aku menganggap ia sekarang sudah seagama denganku, Islam.).', jadi lunas sudah janjinya.
Aku minta fotonya untuk "dikenalkan" ke seorang aktor pria Muslim yang menyukai basket yang lately aku meminta dinikahi olehnya. Hal ini juga terkait himbauan untuk tidak membuat dan memajang gambar/lukisan makhluk bernyawa.

Hal yang mengejutkan adalah gambarku menjadi nyata, tetapi sahabat dari pria yang saat itu sangat aku cintailah yang mengenakan baju basket seperti yang aku gambarkan, sahabat dari pria yang aku cintai juga seorang yang tampan, tinggi, putih, Muslim, menyaksikan hal itu aku hampir pingsan di sisi lapangan sekolah, namun kaki aku berusaha untuk tetap tegak berdiri berikut aku berpegang pada palang kayu yang membentang horizontal di antara dua tiang penyangga sekolah. Beberapa tahun kemudian setelah peristiwa itu, ternyata sahabat dari pria yang pernah sangat aku cintai ini juga menjadi kekasih hati aku, pria yang juga pernah sangat aku cintai.

Mengenai pria yang dimaksud, sahabat dari pria yang aku cintai. Ia termasuk tipe pria tampan (dulu mirip salah satu aktor), dan ramah, pemain basket, Muslim. Saat sekolah aku tidak terlalu mengenalnya namun aku adakalanya menyapanya, dan ia merespons dengan sangat baik, ramah dan terkesan hangat. Pria ini adalah pria yang mengucapkan selamat karena aku bisa bebas dari makian terlebih penganiayaan saat terjadi pelabrakan masal di sekolah SMUku, aku tak menyangka pria tampan dan populer sepertinya mau menyapaku. Sayangnya saat itu aku kurang memperdulikannya karena aku jatuh cinta pada sahabatnya padahal ia kaka kelas pria tampan dan populer yang mau memperdulikanku di saat kebanyakan kaka kelas pria tampan dan populer tidak peduli kepadaku (terutama saat tragedi tsb).
Namun demikian, aku mencoba untuk mengenalnya, awalnya karena ingin dikenalkan kepada sahabatnya, pria yang aku cintai saat itu. Hanya saja, lama kelamaan aku jatuh cinta padanya. Momen kebersamaan kami saat itu yang berkesan salah satunya adalah saat itu kami yang menjalani semacam LDR karena kami kuliah di luar kota, saat itu pulang kami pulang ke kampung halaman kami, lalu aku memintanya mengantarku ke toko buku. Buku yang aku beli (dengan uang jajan yang aku sisihkan) adalah buku berikut:


Waktu pria yang saat itu sedang dekat denganku ini melihatku memilih dan membeli buku-buku tsb, ia agak heran dan menyatakan intinya ia tidak menyangka aku membeli buku semacam itu, buku religi, buku Islami. Ia tidak menyangka karena saat awal ia menyapaku ketika kami masih sekolah, aku berkerudung sedangkan saat bersamanya ketika itu aku melepas hijabku bahkan adakalanya aku mengenakan pakaian yang tidak menutup aurat dengan baik (hal ini karena aku sempat mengikuti sanggar modeling dan akting). Aku lupa menjawab apa kala itu hanya saat itu aku berpikir kira-kira bahwa meskipun aku melepas hijabku dan terkadang mengenakan baju aga sexy, aku tetap beriman kepada Allah dan Rasulullah Muhammad saw, aku tetap seorang Muslim, tentunya aku ingin -belajar untuk- menjadi Muslim yang baik dan aku ingin suatu saat aku kembali berhijab bahkan berhijab syar'i. Sekitar satu tahun setelah peristiwa tsb aku kembali mengenakan kerudung meskipun belum syar'i. Baru bertahun-tahun kemudian aku berusaha untuk berhijab syar'i.
Buku terkait tauhid yang fotonya termuat di atas, aku beli karena pria yang aku cintai saat itu, yang belum terlalu aku kenal, merupakan seorang non Muslim jadi aku berusaha untuk lebih mengenal agamaku, Islam, kemudian saat itu aku berpikir bahwa sebelum aku mengajak pria yang aku cintai saat itu ke dalam Islam, aku musti lebih mengenal agamaku.
Buku terkait cinta dalam sudut pandang Islam aku pilih karena saat itu aku sedang jatuh cinta, aku mencintai pria yang berbeda agama denganku tetapi saat itu aku sedang menjalin kebersamaan (mulai menjalin kasih) dengan pria yang seagama denganku yang pria yang aku sayang saat itu memiliki nama yang sama dengan nama nabi dan rasul terakhir umat Islam, Muhammad.
Intermezo: aku membeli buku terkait cinta dengan simbol love itu mungkin masih teringat aktor yang memberiku tanda tangan dilengkapi simbol cinta (love). Berpikir 'Itu aktor kasih tanda cintanya pake hati kali ya, qo nyampe ya ke hati aku?' (eh... salah ya pertanyaannya, berlebihan.) -> Seemed, a bit rude, no? Aktor ini pria yang pernah sangat aku sayang. Harap maklum, teradang aku berpikir, aku cucu keturunan pria-pria paling keren sejagat raya, dunia-akhirat, seperti Muhammad saw dan Isa Almasih mau ngefan, mau sayang sama aktor ini, tapi aktornya ternyata ga sayang sama aku seperti yang aku harapkan (minimal jadi temen aku), ya udah aku ga bisa maksa. Yang sangat penting, aku harap dia mau masuk dan memeluk Islam.
Mengenai kebersamaanku dengan pria yang pernah sangat aku cintai ini, sudah berulang kali aku tuliskan di beberapa tulisanku, panjang jika dikisahkan kembali. Intinya saat bersama pria ini aku merasa salah satu keinginan masa remajaku terwujud, pengen berasa kayak Agnes Monica dan Roger Danuarta.
Meskipun tidak resmi pacaran, aku cukup lama menjalin kedekatan dengan pria ini. Kami sempat pisah, namun ia kembali, dan kami sempat kembali bersama padahal telah ada pria lain yang sanggup menggantikan posisinya, aku bersedia kembali bersamanya karena saat itu aku sangat mencintainya. Aku telah mengetahui keluarganya, mamanya baik, ia memiliki seorang kaka wanita, ayahnya aku tidak terlalu mengenalnya hanya aku pernah bertemu dengannya dalam acara keluarga pria yang saat itu telah menjadi pria yang sangat aku cintai. Ia pun telah mengetahui keluargaku. Beberapa anggota keluarga besarku yang melihat kebersamaan kami sempat mengira aku dan pria ini akan menikah.

Berikutnya mengenai seorang pemain basket yang sempat mengisi hari-hariku. Ia kaka kelasku, ganteng, putih, seseorang yang tidak terlalu tinggi, Muslim. Waktu di sekolah, kami tidak saling mengenal hanya aku ngeh bahwa dia kaka kelas aku, pemain basket dan teater. Suatu hari sepulang sekolah, saat itu aku tidak dijemput sopir keluargaku, aku naik angkot, dan ternyata aku seangkot dengan kaka kelasku ini. Aku sangat senang seangkot dengan salah satu kaka kelas ganteng yang belum aku kenal tsb, saat itu aku sedang jatuh cinta terhadap kaka kelasku yang seagama denganku namun hubungan kami saat itu tidak terlalu baik serta aku pun sangat jatuh cinta kepada kaka kelasku seorang pebasket yang berbeda agama denganku. Terkait rute yang aku tempuh, rumahku, aku yang terlebih dahulu turun dari angkot untuk kembali melanjutkan naik angkot berikutnya (rumah aku dan sekolah berjarak agak jauh, bisa 2 atau 3 kali naik angkot). Saat aku turun dari bagian belakang angkot, aku berusaha memasang senyum paling manis dan berusaha menyapa dengan sapaan paling ramah saat pamit kepada kaka kelasku yang duduk di bagian depan angkot tsb. Aku menyapa dengan isi sapaan yang bunyinya kira-kira “A, duluan ya..” sambil diiringi senyum manis. Adalah sebuah kebiasaan aku sejak kecil menyapa pria tampan, pria ganteng, aku memang aga genit ditambah aku terbiasa melihat para bule (white people) terutama bule pria bahkan berinteraksi dengan mereka yang merupakan relasi keluargaku atau para wisatawan pantai tempat aku sempat tinggal, mungkin itu yang mempengaruhi aku menjadi aga “berani” terhadap lawan jenis. Hanya saat itu aku tetap berusaha menyesuaikan keramahan aku dengan adat ketimuran dan aturan Islam, seperti tidak sembarang memeluk dan mencium bukan mahrom.
Setelah aku menyapanya, aku pikir ia seperti kebanyakan para kaka kelas pria tampan yang ramah (aku sangat suka pria tampan/ganteng dan ramah), ternyata tidak pembaca, aku sudah memasang senyum paling manis, memberikan sapaan paling ramah ternyata ia sama sekali tidak menggubris, malah memasang muka dingin. Rasanya miris, saat itu entah kenapa refleks di dalam hati aku adalah 'Awas ya!' (Udah, geremetan kesalnya kira-kira gitu aja). Hanya saat itu aku pun berpikir ‘Ya sudahlah, toh aku kan punya kecengan, kecengan aku juga ngga kalah ganteng dari kaka ini.’ Aku berusaha melupakan kejadian tsb, aku menyimpan kenangan itu dalam-dalam di file memoryku, sayangnya sepertinya tidak disimpan di bagian recycle bin yang lalu bisa memilih option “empty recycle bin” lalu data menghilang.
Oia mungkin dulu aku berusaha keras ramah mostly terhadap pria tampan atau ganteng hal ini salah satunya karena raut wajah asliku raut wajah judes/jutek, dulu aku tidak mau terlihat jutek di depan para pria khususnya para kaka kelas pria tampan/ganteng. Anw para sahabatku ketika awal SMU menjulukiku "Ratu Jutek".
Sejak saat itu aku tidak terlalu ngeh lagi mengenai kaka kelasku tsb, namun beberapa tahun kemudian saat kuliah, ternyata kaka kelasku ini kuliah di tempat yang sama dengan tempatku kuliah, aku lupa apa reaksiku ketika melihatnya, sepertinya senang bertemu kembali dengan kaka kelas ganteng pebasket dan mungkin berpikir kira-kira ‘Eh, kaka kelas yang waktu itu (waktu sekolah) jutekin aku di angkot’. Ternyata ia mantan kekasih seorang yang saat itu mulai menjadi sahabatku, mereka berdua masih saling menyayangi bahkan mungkin masih saling mencintai. Oleh sahabatku, aku dikenalkan kepada mantan kaka kelasku saat sekolah ini.
Singkat cerita, aku dan mantan kaka kelasku ini menjadi dekat, bahkan sangat dekat. Kami lalui banyak hari bersama termasuk bersama dengan seseorang yang saat itu menjadi sahabat terdekatku, mantan kekasihnya. Banyak kenangan saat aku bersama pria ini. Sepengetahuanku ia sangat perhatian, penyayang dan sabar. Ia sering ada di saat aku membutuhkannya; ia jarang marah, hampir selalu berusaha meredam emosinya terhadapku yang terkadang mengesalkan/mengecewakan; ia rela menukar sehatnya dengan sakitku, maksudnya saat aku sakit ia berdoa kepada Allah agar penyakit yang aku derita dipindahkan ke tubuhnya, dan atas izin Allah, aku sembuh sedangkan ia sakit sementara aku tidak dapat bahkan belum tentu mau melakukan seperti apa yang ia berulang kali lakukan; seumur hidup aku baru saat itu aku menemukan pria sepertinya.
Oia, suatu kali saat kami sedang mengobrol bercengkrama di kostanku, aku sempat bertanya kepadanya mengenai peristiwa yang terjadi saat di sekolah SMU, sebut saja “Tragedi Angkot.” Aku berusaha menceritakan kepadanya segamblang mungkin  (termasuk mengungkapkan unek-unek yang aku rasakan waktu itu) mengenai peristiwa yang aku, tepatnya kami, alami saat sekolah dulu, dan ternyata ia sama sekali tidak mengingatnya. Cukup gawat, tapi reaksinya kali ini sangat menyenangkan dan menenangkan, ia bertanya dengan penuh rasa ingin tahu dan memberondong dengan pernyataan intinya kira-kira: “Oh iya ya..?! Qo aku ngga inget?!”, “Kapan..? Kapan..?”, “Masa sih?”, “Masa Aa bersikap seperti itu sama kamu?” Ia nampak penasaran dan aku berusaha meyakinkan mengenai fakta yang pernah terjadi. Walaupun ia tidak ngeh dengan peristiwa yang aku maksud, ia tetap meminta maaf kepadaku bahwa mungkin saja ia pernah bersikap tidak menyenangkan terhadapku. Lalu dengan lembut ia menjelaskan hal yang intinya bahwa ia tidak terlalu menyukai wanita yang terlalu ramah terlebih genit (meskipun cantik), ia lebih menyukai wanita –cantik/manis- yang sedikit jutek bahkan judes, intinya baginya wanita jutek lebih menantang untuk ditaklukan, bahkan ia memberi contoh nyata wanita yang merupakan tipenya saat itu. Ia juga menambahkan intinya bahwa saat peristiwa tsb (ia kelas 3 SMU), ia memiliki pacar/kekasih, dan ia sangat mencintai kekasihnya tsb sehingga ia tidak mau “genit-genit” dengan wanita lain, ia tidak ingin menghianati kekasihnya, ia berusaha setia terhadap kekasihnya. Kekasihnya saat sekolah, saat itu sudah menjadi mantan kekasihnya, sahabat terdekatku.  Akhirnya, aku mengerti mengapa dahulu ia memasang muka dingin dan jutek terhadapku padahal aku menyapa dengan hangat dan ramah.
Hanya saja setelah mengenalku, sepertinya ia sedikit merubah tipe wanita yang ia sukai, ia mulai menerima –dengan lapang dada- wanita ramah di dalam hidupnya. Disamping itu, aku seringkali menyampaikan hal yang intinya bahwa aku suka pria setia namun aku sangat setuju poligami. Sejak kebersamaan kami, aku melihatnya sebagai salah satu pria yang sangat berbakat untuk berpoligami. There was time where he "owned" his ex-girlfried, also he "owned" his new girlfriend, and he "owned" me at the same time, he also still could handle another girl(s) besides us. Surely there were jealousies yet these could be handled well. Cemburu pasti ada namun dapat diatasi dengan baik. Ia dapat mempersatukan beberapa wanita yang menyukainya, menyayanginya dan mencintainya (yang memiliki ikatan emosional –yang cukup dalam- dengannya), dalam naungannya dalam aman dan damai, atas izin Allah.
Oia aku sangat senang karena aku berimajinasi dapat bermain basket dengan dua pria pebasket yang pernah sangat aku cintai namun imajinasiku tsb terwujud bersama pria ini. Aku tidak hanya menemuinya ketika ia terkadang di lapangan basket kampus, I often met him in my dormitory room. I spent so many times with him, we were together days and nights. Unfortunately, we are not together anymore it was because I was not sure to be with him together forever for he is the ex-boyfriend of my very bestfriend. Aku setuju poligami, namun saat itu ada rasa yang aneh, rasa senang namun sekaligus rasa tidak siap ketika aku harus menjadi wanita yang lebih dicintai/disayangi oleh pria yang aku sayangi/cintai sedangkan aku mengetahui bahwa pria yang aku sayangi/cintai tsb sebelumnya lebih mencintai wanita lain. Daripada aku menyaksikan wanita yang mencintai terlebih dicintai pria yang aku sayangi/cintai menangis karena cemburu (terhadapku), rasanya lebih baik aku yang menangis karena cemburu (terhadap mereka). Aku juga ragu karena saat itu aku adalah orang yang pernah sangat mencintai/dicintai oleh teman-temannya yang ia kenal baik.
[He was a very nice guy to whom another guys I often compared to.]
->Untuk pria dan wanita bukan mahrom sepatunya dapat menjaga pergaulan, tidak boleh berkhalwat, sedapat mungkin berinteraksi sesuai syariat Islam. Bila pun terjadi pelanggaran harus siap dengan konsekuensinya, mempertanggungjawabkan sesuai syariat Islam.

Suatu kali, beberapa tahun saat kami tidak bersama lagi, aku tidak sengaja bertemu dengannya di salah satu event pernikahan salah satu temanku yang masih merupakan saudaranya. Ketika itu aku yang telah selesai dari acara tsb sedang berjalan keluar dari lokasi pernikahan sedangkan ia bersama dua nggota keluarganya baru tiba, baru akan memasuki lokasi. Saat ia bertemu aku, ia masih sama seperti saat  kami masih menjalin kebersamaan, ia masih tersenyum dengan manis, masih menyapa dengan lembut, ramah dan hangat. Ia memintaku untuk menunggunya yang baru akan bertemu mempelai. Aku menyanggupi, hanya saja, baru beberapa detik mungkin menit ia berlalu, ternyata aku tak sanggup menahan tangis, I left him in my friend’s wedding party. Aku pulang, aku tidak ingin menangis di hadapannya. Ketika itu aku menggunakan angkot, di sepanjang perjalanan pulang aku menangis mengingat kebersamaan kami dahulu yang sepatutnya tidak seperti yang telah kami jalani sehubungan ternyata kami tidak bersama dalam pernikahan, saat itu aku berusaha keras menahan tangis namun air mata mengalir deras tak tertahankan hingga para penumpang di angkot menyadari dan memperhatikanku, aku berusaha menghentikan tangisku namun tak bisa. Untuk beberapa lama aku tidak menghubunginya, kami memang telah lama kehilangan kontak. Saat itu, 2011, aku sedang mencintai pria yang masih aku cintai saat ini, seorang desainer, sayangnya ia non Muslim.
Baru dalam jangka yang cukup lama, ketika ia telah menikah bahkan telah memiliki buah hati, aku menghubunginya melalui media sosial Fb, intinya aku meminta maaf untuk kesepakatan yang tidak sanggup aku tepati. Ia merespons dengan singkat, dengan tone yang baik, hanya aku tidak terlalu paham makna pernyataanya, aku harap ia memaafkan aku. Aku pikir dan aku rasa, sebagai sesama Muslim hubungan kami tetap baik, insyaAllah.



Oia sampai beberapa waktu lalu, aku pernah berada dalam suasana ramai yang di situ terdapat pertandingan bola basket di lapangan sebuah sekolah, entah kenapa rasanya kaki aku tak tahan menopang tubuh aku, air mata seolah segera tumpah, again I felt that I was almost fainting, hanya aku tetap berusaha kuat terlebih karena aku sedang menjaga banyak anak murid untuk sebuah event perlombaan mewarnai, aku ga mau para anak didik aku sampai drop mentalnya bila sampai melihat/mengetahui aku pingsan. I finally, passed that day well, alhamdulillah. Tapi esok paginya, di hari off sekolah, tiba-tiba air mata aku mengalir deras dan sulit berhenti.

(skip, again)

Yang diimpikan/diimajinasikan dan kenyataan terkadang berbeda tetapi bisa tetap bahagia selama bersama dengan orang yang seagama (Islam).

Aku mau cerita mengenai orang sangat penting berikutnya, aktor: Muhammad Ibrahim Wong. Ga nyangka waktu tau salah satu aktor favorit aku ini dikabarkan suka basket. Di dunia nyata aku pernah "lompat" dari mobil untuk seorang pebasket, ternyata seorang Tionghoa, yang saat itu merupakan non Muslim, sedangkan di dunia mimpi, aku pernah mimpi loncat/terjun ke neraka untuk menyelamatkan banyak pas foto yang merupakan pengambaran aktor ini dan kawan-kawan selebritisnya, di mimpi tersebut sekaligus aku juga menyelamatkan diriku sendiri dari api neraka. What a beautiful dream I had. Subhanallah. 'Semoga Allah menyelamatkan aku dan kaum Muslimin dari api neraka. Aamiin.'
"Aa, harap maklum ya aku report as spam beberapa gambar/video yang tidak sesuai syariat Islam. Semoga setiap karya yang Aa (dan tim) buat dan share merupakan karya yang sesuai syariat Islam untuk meraih ridha Allah. Aamiin."
"Aa maaf ya waktu aku baca kabar terbaru mengenai Aa dan kekasih baru Aa yang kabarnya seorang non Muslim, aku refleks ketawa, wanita yang dicintai Aa juga harap maklum ya, bukan maksud tertawa di atas penderitaan Aa -dan wanita yang Aa cintai- tapi aku mikirnya 'Ini orang masalahnya dari dulu gitu-gitu aja (beberapa kali orang yang dicintai beda agama), masalahnya -hampir- SAMA KAYAK -masalah- AKU." Aku juga ketawa mungkin saking udah cape nangis, beberapa pria yang pernah atau masih aku cintai/sayangi beda agama sama aku. Aku berdoa kepada Allah, semoga Allah menyelesaikan masalah Aa, masalah aku, masalah orang lain juga yang mengalami kasus serupa, semoga bisa selesai dalam ridha Allah. Semoga Allah mengaruniakan kepada para non Muslim hidayah iman Islam. Aamiin.
Anyway di luar pembahasan olah raga, nama aktor ini sepertinya melekat di benak Umi dan Abi aku karena ia Tionghoa Muslim, dan bagi aku, ia yang seorang publik figur Tionghoa Muslim memang mengesankan, hanya belakangan, jika melihat aktor ini aku pikirannya pengen bisnis, itu JWS butter'y enak dan kabarnya hallal, subhanallah.
-> Apabila aku bermaksud berbisnis dengan siapa pun, semoga bisnisnya merupakan bisnis sesuai syariat Islam agar diberkahi dan diridhai Allah di dunia dan di akhirat.
FYI, dari Instagramnya aku mengetahui bahwa Aa Ibra (Baim) ini mendesain Al Qur'an. Subhanallah. Semoga ia bisa selalu dan senantiasa berkarya sesuai syariat Islam, dengan itu semoga Allah memberkahi, merahmati dan meridhai ia dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.
Sehubungan aku khawatir dengan aqidah-akhlak iman Islam aku apabila terlalu tertarik bahkan terikat hati dengan para pria non Muslim maka aku meminta tolong kepada aktor Muslim ini agar membolehkan aku mengikatkan hati aku kepadanya, ke hatinya, dalam jangka waktu yang tidak aku tentukan, meskipun ia memiliki kekasih. Semoga Allah mengaruniakan kepada para pria non Muslim yang aku memiliki janji dengan mereka dan kepada wanita non Muslim kekasih dari aktor yang dimaksud serta para non Muslim hidayah iman Islam. Aamiin.
Sehubungan para pria non Muslim yg aku memiliki janji dengan mereka memutus komunikasi denganku, terlebih terkait persetujuan orang tuaku, aku agak kesulitan untuk tetap mengajak dan menunggu para non Muslim yang aku maksud ke dalam Islam, untuk itu aku sempat dan masih meminta untuk dinikahi oleh aktor Muslim ini. Aku serius mengenai hal ini, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dalam Islam, pernikahan merupakan suatu hal yang sangat serius.

-> Untuk para pemain basket Muslim, sedapat mungkin saling mengingatkan untuk shalat; kemudian menyempatkan membaca Al Qur'an sesuai kemampuan, alangkah baik bila dapat membaca Al Qur'an setiap hari.
-> Baju basket sepatutnya dibuat sesuai syariat Islam.
->Untuk kaum Muslimin bila memang menyukai olah raga, selain berolah raga yang memang tren (dan tidak bertentangan dengan Islam), diharapkan dapat berolah raga yang merupakan sunnah seperti berkuda, memanah, berenang, gulat dan lari (termasuk berlari bersama istri).

Bow and Arrow (Panahan)

“Memanahlah dan aku bersama kalian semua” [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, “Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 2, hal. 342.]


Actually, tulisan terkait olah raga berdasarkan syariat Islam ini ditulis setelah aku merasa "disemangati" oleh tayangan di televisi yang menayangkan tayangan Presiden Joko Widodo dan putranya, Kaesang, yang berlatih panahan, padahal sebelumnya, aku menyatakan yang aku maksudkan pada seseorang, saat ini sebut saja kekasih aku, Tex Saverio, intinya bahwa aku sedang malas menulis terkait Pekan Olah Raga Nasional (PON), lebih jelasnya terkait gambar dan olah raga sesuai syariat Islam. Namun, melihat tayangan Pa Presiden dan anaknya nampak semangat berlatih memanah (yang dalam Islam merupakan sunnah), aku berpikir kira-kira 'Masa Presiden (dan anaknya) semangat mencontohkan -salah satu olah raga- sunnah, aku rakyatnya ga semangat, ga men-support?', "Terima kasih Pa presiden dan putranya juga televisi yang telah menyiarkan tayangan latihan memanah yang dimaksud."
Tapi ada salah satu hal yang membingungkan bagi aku dan banyak umat Islam, terkait adanya -beberapa- pemimpin dan para petinggi kafir di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Pa Presiden aku mau tanya "Pa Presiden marah ngga kalo kata Abi aku intinya baiknya Indonesia dipimpin oleh militer, yang bersedia menegakkan syariat Islam, supaya bangsa lebih tegas dan terarah? Makasih Pa Presiden." Abi menyatakan intinya bahwa pemimpin diharapkan dari kalangan para pria Muslim anggota militer yang bersedia menegakkan syariat Islam.

->(Pejabat) Memilihkan pemimpin non Muslim untuk mayoritas penduduk Muslim merupakan pemaksaan kehendak melalui kekuatan politik.

Terkait panahan, kisah masa kecil aku terkait panahan, yang pasti waktu kecil aku hanya mengetahui bahwa panahan itu untuk perang zaman dahulu, zaman entah berantah, aku tidak ngeh bahwa memanah itu sunnah. Mungkin dulu aku pernah bermain mainan panahan seperti yang tertera pada foto di atas, atau main panahan yang busurnya terbuat dari lidi dan karet gelang dan anak panahnya dari lidi, aku dulu biasanya bermain bersama saudara-saudara priaku. Dulu di rumah keluargaku terdapat pajangan yang merupakan busur dan anak panah besar dari Irian Jaya, Papua, tetapi ketika kecil tsb aku dan saudara-saudaraku dilarang menyentuh apalagi memainkan panah tsb dikarenakan takut terluka atau tertusuk terlebih sepertinya kami tidak ngeh bahwa panahan itu sunnah yang harus dipelajari/diajarkan khususnya pada anak pria Muslim.
Oia dalam Islam memang dianjurkan untuk berhati-hati dalam membawa panah, khawatir melukai di waktu dan tempat yang tidak tepat.
267. Dari Abdullah r.a. dari Nabi saw., sabdanya: "Barangsiapa masuk ke masjid atau pasar-pasar kita dengan membawa anak panah, hendaklah dipegangnya anak panah iti supaya tidak melukai orang muslim dengan perbuatannya itu." [Penterjemah: H. Zainuddin Hamidy dkk, "Terjemah Hadits Shahih Bukhari Jilid I", hal. 164-165.]

Waktu kecil aku tidak terlalu menganggap bermain panahan sebagai sesuatu yang penting, aku lebih tertarik naik kuda, padahal ada hadits terkait hal ini, terjemahannya sebagai berikut:

Dari 'Uqbah bin 'Amir, ia berkata, Rasulullah saw bersabda:
"Memanah dan menunggang kudalah kalian, dan memanah adalah lebih baik dari menunggang kuda." [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, "Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 2, hal. 287.]

->Aturan Islam mengenai panahan dan berkuda khususnya diperuntukkan bagi pria.


Horse Riding (Berkuda)



In order that ye may sit firm and square on their backs, and when so seated, ye may celebrate the (kind) favour of your Lord, and say "Glory to Him who has subjected these to our (use), for we could never have accomplished this (by ourselves), "And to our Lord, surely, must we turn back!
[Q.S. Az Zukhruf (43): 13-14] [Abdallah Yousuf Ali, "The Glorious Kur'an", page 1326]
-> Lord: God (Allah)

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). [Q.S. Al Anfaal (8): 60]

dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal[820] dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. [Q.S. An Nahl (16): 8]
[820]. Bagal yaitu peranakan kuda dengan keledai.

1302. Dari 'Urwah Al Bariqi r.a.: Nabi s.a.w. bersabda: "pada ubun-ubun kuda itu terletak kebaikan sampai hari kiamat, yaitu pahala dan rampasan perang". [H. Zainuddin Hamidy, "Terjemah Hadits Shahih Bukhari: Jilid III, hal. 115.]

1303. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: Nabi s.a.w. bersabda: "Siapa yang memelihara kuda untuk perang dalam agama Allah, karena percaya Allah membenarkan janjiNya, maka makanan kuda, minuman dan kencingnya menambah berat timbangan amal pada hari kiamat". (Ibid.)


1304. Dari Sahl r.a. katanya: Nabi s.a.w. mempunyai seekor kuda di kebun kami, namanya, Luhaif. (Ibid.)




Waktu aku kecil, auntie-ku adakalanya mengajak anak-anaknya serta aku dan adikku ke Taman Safari Indonesia (TSI). Biasanya di TSI, aku, adikku dan sepupuku naik kuda Ponny, kuda kecil, imut-imut. Seringnya aku menunggangi kuda Ponny putih, meskipun pernah pula menunggangi kuda Ponny putih namun ada warna kehitamannya. Selain itu, aku juga pernah menunggang kuda di daerah Lembang, Bandung. Saat itu, kudanya, kuda pada umumnya yang berukuran besar, kudanya terlihat gagah, jika aku tidak keliru warna kudanya hitam. Sejauh ini naik kuda selalu menjadi hal yang menyenangkan untukku. Bagi aku, kuda sangat berarti terlebih setelah mengetahui keutaman kuda di dalam Islam.

Aku pernah ngambek sama Abi gara-gara pengen dibeliin kuda, astaghfirullah. Abi aku bilang intinya aku musti beli kuda sendiri, sebelum beli kuda aku musti beli kambing/domba dulu (jika bisa jadi penggembala seperti para nabi, kecuali jika aku tidak bisa mengurus kambing/domba maupun kuda baru minta tolong kepada orang lain). Setelah aku cerna nasihat Abi, aku maunya nurut saja sama nasihat Abi yang dimaksud. Dalam Islam, wanita tidak memiliki kewajiban mencari nafkah, namun wanita pun sebaiknya tidak memaksakan keinginannya untuk memiliki suatu hal/benda. Muslimah yang belum menikah atas izin ayah atau istri atas izin suami dibolehkan mencari nafkah hallal sesuai syariat Islam.


Driving: Motorcycles and Cars
Including Motorcycle and Car Racing (Balap Motor dan Mobil)

In order that ye may sit firm and square on their backs, and when so seated, ye may celebrate the (kind) favour of your Lord, and say, "Glory to Him who has subjected these to our (use), for we could never have accomplished this (by ourselves), "And to our Lord, surely, must we turn back!
[Q.S. Az Zukhruf (43): 13-14] [Abdallah Yousuf Ali, "The Glorious Kuran", page 1326]
-> Lord: God (Allah)


Dalam foto di atas, sekitar tahun 1987, aku difoto bersama Mama (Umi), aku didudukkan di atas motor milik Papaku (Abi), motor bebek Yamaha berwarna merah dan hitam, pada platnya terdapat angka 796. Saat itu aku memegang boneka berambut pirang yang mengenakan baju putih beraksen biru. Dalam tulisan ini, aku sekedar memberitahukan bahwa motor bagiku bukan merupakan hal yang asing namun aku pribadi sampai tulisan ini dibuat belum mencoba untuk mengendarai motor, namun aku sering dibonceng, aku lebih suka mengendarai sepeda, hal ini mungkin bermula dari kebiasaan keluarga kami yang tidak mengizinkan anak-anaknya untuk sembarang mengendarai motor. Selagi masa sekolah kami dilarang keras mengendarai motor, terutama anak-anak pria di keluarga kami baru boleh mengendarai motor selepas lulus SMU. Hal ini dikarenakan para orang tua kami khawatir  bahwa terutama anak-anak pria keluarga kami, di masa muda yang penuh rasa ingin tahu dengan semagat dan adrenalin tinggi, melakukan kebut-kebutan di jalanan lalu kecelakaan atau mengikuti geng motor dan terlibat perkelahian atau kejahatan.

Cerita ini dikaitkan dengan cinta aku terhadap pria: sejauh ini, seingatku, aku jatuh cinta atau sayang terhadap pria bukan karena motor atau mobilnya, bukan karena kendaraan yang dia atau mereka miliki. Prinsipku yang berusaha aku tanamkan kurang lebih 'Kecengin bukan motornya atau mobilnya tapi orangnya.' Aku memiliki prinsip tsb karena walaupun aku bukan orang kaya aku merasa memiliki banyak hal atau setidaknya meskipun tidak memiliki tetapi aku bisa merasakan banyak hal yang sebelumnya belum aku rasakan. I often feel grateful of what I have or of what I experienced till I think that I have already had many things except lover especially true love. Having everything in this world would be nothing without having someone who is -our- TRUE LOVE. Since I am a Muslim, my true love must be a Muslim/Mualaf.

Terkait cinta dan motor ini, aku bermaksud bercerita:

Suatu kali di sore hari, saat itu mendung, hujan hampir turun, aku ingin pergi ke suatu tempat, aku meminta seorang pria, yang juga pria terdekatku ketika itu untuk mengantarku. Ia seorang yang ganteng, pemain basket namun ia juga menyukai musik, seorang Muslim. Aku menelfon pria terdekatku yang saat itu aku sayangi tsb, kedengarannya ia sangat excited menerima telfon dariku, aku sangat senang ia menyambut panggilanku dengan sedemikian rupa. Tak perlu banyak basa-basi, aku menyampaikan keinginanku untuk diantarkan olehnya ke tempat yang memang ia mengetahui tempat tsb, tempat yang aku maksud adalah rumah pria-pria yang aku cintai saat itu, -para- pebasket. Meskipun ia mengetahui tempat tujuan kami akan pergi, rumah pria yang dicintai oleh wanita yang ia sayangi yang juga menyayanginya, ia tetap teguh, tegar, dan bersemangat mengantarkan sang wanita, aku. Mendengar keinginan yang aku sampaikan, untuk diantar olehnya, awalnya ia meminta aku untuk ia antarkan dengan menggunakan motornya, sayangnya aku menolak diantarkan dengan menggunakan motor dikarenakan aku memang sudah berencana untuk menggunakan salah satu mobil yang tetdapat di garasi rumah keluargaku, serta saat itu hujan hampir turun, kemudian aku yang cepat sakit saat itu sangat takut kehujanan, aku juga takut dandanan aku berantakan bila kehujanan sedangkan aku ingin bertemu dengan pria bahkan pria-pria yang aku cintai. Dikarenakan aku tidak mau diantar olehnya dengan menggunakan motor, ia sampai memohon agar ia dapat memboncengku dengan motornya. He was begging me to ride with him on his motorcycle for several times, but still I refused his offers. Sementara ia kekeuh berbaik hati ingin mengantarku dengan motornya, aku bersikeras ingin menggunakan mobil milik saudaraku yang merupakan keluarga dekatku, ketika itu saudaraku memiliki beberapa mobil dan aku diizinkan untuk menggunakan mobil manapun yang aku mau yang terdapat di garasi dengan diantar sopir. Aku berpikir intiya untuk apa ada banyak mobil tapi jarang digunakan. I really didn't meant to piss him off. Akhirnya ia mengalah, dengan menggunakan salah satu mobil dan dengan diantar sopir, aku menjeputnya di rumahnya lalu kami pergi ke tempat tujuan. Singkat cerita mungkin hari itu menjadi hari dimana para pria yang aku cintai menyadari bahwa aku bukan tipe wanita setia. Serta sejak saat itu pria yang aku sayangi yang aku maksud tidak pernah lagi mengajakku pergi dengan motornya, ia mengendarai motornya dengan wanita lain, yup he NEVER asked me to ride with him anymore, he rode with another girl(s). But luckily he was still often right there beside me, he was still there for so many times I needed him, and he kept loving me. Waktu dulu aku aga aneh dengan sikapnya yang tidak penah lagi mengajakku untuk berkendara di atas motornya tapi aku tidak terlalu mempermasalahkan karena ia sering berada di samping aku, tetap selalu ada di saat aku butuhkan dan saat itu tetap menyayangi bahkan mencintai aku. Pria yang pernah sangat aku sayang ini termasuk pria yang jujur dan terbuka mengenai relasinya dengan paa wanita. Aku senang bila siapa pun pria yang aku sayang/cintai bisa mencintai atau dicintai oleh beberapa wanita, pada dasarnya aku memang sangat setuju poligami sesuai syariat Islam. Aku tidak lagi bersamanya karena dia telah lebih dulu lulus kuliah terlebih aku tidak yakin untuk bersamanya hal utamanya dikarenakan dia mantan kekasih salah satu sahabat terdekatku.
Oia aku sempat khawatir dandananku berantakan karena kehujanan sedangkan aku akan bertemu para pria yang aku cintai. Padahal kemudian, bersama pria yang pernah sangat aku sayangi ini, baru aku ketahui saat seseorang benar-benar menyayangi atau mencintai kita, dandanan berantakan -karena kehujanan- tidak akan serta merta melenyapkan rasa cinta/rasa sayang, bahkan bangun tidur, belum mandi dan tidak dandan pun jika seseorang benar-benar mencintai dan menyayangi kita, ia akan tetap mencintai dan menyayangi kita. Namun hal ini bukan berarti kita tidak merapikan diri, dalam Islam terdapat aturan mengenai berdandan, berhias dan merapikan diri sesuai syariat Islam.

Beberapa waktu kemudian setelah aku tidak lagi dekat dengan pria yang aku sebutkan sebelumnya, aku dekat dengan seorang pria yang berbeda agama denganku, ia Nasrani. Pria ini memiliki kekasih tepatnya tunangan; dan ia sempat dikagumi oleh salah satu sahabatku; serta ia sempat menjalin kedekatan yang intens dengan salah satu sahabatku lainnya, dulu aku sering melihat keakraban pria ini dengan salah satu sahabat wanitaku yang kabarnya handal dalam mengendarai motor, namun kemudian hubungan mereka merenggang. Entah bagaimana ceritanya, mungkin dengan perantara musik, dia seorang pemain musik sedangkan aku lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang menyukai musik, aku menjadi sangat dekat dengan pria ini. Aku melaju saja untuk bisa terus bersama pria yang aku senang bersamanya dan ia pun nampak senang bersamaku. Dapat dikatakan bahwa aku tidak terlalu menjaga perasaan kedua sahabatku yang aku ceritakan sebelumnya, ‘para sahabatku maafin aku ya.’
Aku dan pria teman dekatku ketika itu tsb banyak menghabiskan waktu bersama yang menyenangkan, obrolan kami nyambung atau setidaknya berusaha selalu connect jika berbicara/bercerita terutama terkait musik, film favorit, lalu fashion style (terutama yang berkaitan dengan musik) dan hal-hal di kampus. Saat itu, aku kerap berkendara menggunakan motor bersama pria teman dekatku yang aku maksud, ia sering menjemputku untuk pergi ke kampus bersama, ia mengajakku ke beberapa tempat, kami menghabiskan waktu bersama secara fun, bahkan kami sempat hujan-hujanan di atas motor. Sebelumnya aku sempat takut sakit bila berkendara dengan motor saat hujan, namun dia menyatakan intinya mungkin itu hanya sugesti negatif dari dalam diriku, sugesti negatifnya harus dihilangkan, yakin lah aku akan baik saja. Meskipun demikian, saat berkendara dalam hujan rintik atau gerimis, ia memakaikan jas hujan, jas hujan motor yang kami kenakan bersama, aku berlindung di bawah jas hujan di balik punggungnya, kemudian sambil memegang kendali motor ia kerap menanyakan keadaanku dengan pertanyaan seperti “Kamu ga apa-apa kan?”, “Kamu baik-baik aja kan?”, selain itu pernah saat hujan lebat, ia meminggirkan motornya, kami menepi; kami sedikit bercerita, kami tidak bisa terlalu banyak bercerita di tengah suara hujan deras di luar ruangan; ia menghisap rokoknya yang baru ia beli, biasanya ia berusaha tidak merokok di hadapanku hanya karena saat itu udara dingin; sedangkan aku mengemut permen, jika aku tidak keliru permen yang ia belikan untukku (saat itu aku sudah mengakhiri ekspresi diri melalui merokok). 
Selama bersama pria ini aku sedang jarang berolah raga, olah raganya naik motor, dibonceng di atas motor (Oh ini bukan olah raga ya?).
Anw pria teman dekatku saat itu yang aku maksud, selain memiliki kekasih (tunangan), dan menjadi teman dekatku, ia pun sempat menjalin kasih dengan salah satu juniorku di kampus. Aku suka saat ia terbuka menceritakan relasinya dengan para wanita. Aku sangat suka pria-pria yang bisa jujur dan terbuka mengenai kedekatan mereka dengan para wanita. Bila pria berusaha menutupi (tidak jujur) mengenai kedekatannya dengan para wanita dengan alasan tidak ingin menyakiti hati wanita, justru bagiku hal demikian merupakan hal yang menyakitkan, bagiku hal itu merupakan bentuk ketidakjujuran dan perselingkuhan, hal yang semestinya dihindari. Aku tidak mempermasalahkan pria yang mencintai atau dicintai beberapa wanita dikarenakan pada dasarnya aku setuju poligami (sesuai syariat Islam). 
Begitu pula aku, aku pun berusaha terbuka, meskipun tidak secara seutuhnya,  mengenai perasaan, relasi maupun kedekatan aku dengan para pria. Aku sempat memberitahukannya bahwa aku suka salah satu dosenku (padahal faktanya saat itu aku sangat mencintai dosenku tsb); aku juga menginformasikan bahwa aku sangat menyukai pria yang masih sangat aku cintai saat ini, Tex Saverio, yang saat itu aku baru berusaha mengenalnya melalui jejaring sosial Fb atas nama Tex Saverio. Tex, pria yang saat ini kerap aku sebut sebagai kekasih(ku), adalah pria yang aku sukai sebelum aku mengenal pria teman dekatku ketika itu. Dulu, awalnya aku dan pria teman dekatku saat itu tidak saling mengenal hanya sekedar tahu (nampaknya dia dikenal di kampus, "artis kampus"), meskipun kami satu jurusan, kami beda kelas, hanya sesekali kami sekelas saat kuliah umum, namun beberapa tahun kemudian, setelah pengutamaan jurusan, kami menjadi satu kelas; selain itu aku pun bercerita bahwa aku pernah bertemu seorang aktor, Roger Danuarta, waktu bercerita kepada teman dekat priaku saat itu tsb aku belum ngeh bahwa aku menyukai aktor ini. Hanya ada satu hal penting yang aku tidak ceritakan kepadanya, beberapa lama setelah kedekatan kami, aku tidak bercerita mengenai pacarku/kekasihku ketika itu, yang kami jadian saat aku lama berada di Sukabumi karena sakit, “Lho qo jadi aku yang "selingkuh" ya?’. ‘Seseorang maafin aku untuk peristiwa masa lalu bahwa aku tidak memberitahukan perihal aku –pernah- jadian dengan “seseorang”.’ 'Mantan kekasih, juga, maafin aku yang tidak bercerita prihal seseorang ini.'
Terkait pembahasan motor, saat itu, bagi aku merupakan sebuah pengalaman baru, bepergian sesuka hati dengan pria menggunakan motor, saat di rumah, biasanya gerakku dibatasi, jika akan pergi sesekali menggunakan kendaraan umum, pergi sendiri atau dengan orang yang dikenal oleh keluargaku serta seringnya diantar oleh sopir keluarga besarku saat itu.

->Aku ngeh mengenai misi Kristenisasi, hanya terutama belakangan aku menyadari bahwa sebagai Muslim aku memiliki kewajiban untuk mengajak orang lain untuk masuk dan memeluk Islam.  
->Semestinya pergaulan antara bukan mahrom terlebih antara Muslim dan non Muslim dibatasi. Jika pun terjadi sesuatu antara lawan jenis Muslim dan non Muslim, terutama yang Muslim harus mempertanggungjawabkan perilakunya (kaum Muslimin musti menjadi contoh untuk umat lain) dan tetap di dalam iman Islam, apa pun yang terjadi, selamanya tetap di dalam iman Islam. Sesuai kemampuan ajak orang-orang non Muslim terlebih yang kita sukai, sayangi atau cintai untuk masuk dan memeluk Islam. Untuk setiap orang yang keluar dari Islam, apa pun alasannya, selama nyawa belum sampai kerongkongan, berusaha kerasalah untuk kembali masuk dan memeluk Islam.

Sekedar informasi, motor yang biasa dipakai salah satu anggota keluargaku berwarna biru. Aku sekedar memberi pertimbangan bahwa nampaknya bagus jika pabrik motor memproduksi motor mostly menerapkan warna seperti warna kuda tunggangan, misalnya warna hitam, warna cokelat dan warna putih. Paling dilengkapi warna hijau tua, warna Islami.


'cerita mengenai ojek'

Oia aku ingin menyampaikan bahwa aku tidak setuju pembalap motor wanita, pembalap motor baiknya pria. Serta seperti pesan yang disampaikan oleh sebuah iklan layanan masyarakat yang menggandeng aktor terkait sinetron mengendarai motor, bahwa balap motor sepatutnya hanya dilakukan di SIRKUIT.
Terkait balap motor (motorcycle racing), ada beberapa pembalap internasional yang namanya aku ingat: Valentino Rossi, Marc Marquez dan Lorenzo.
Namun demikian, aku pun mewanti-wanti terkait balap motor ini karena membahayakan nyawa.

->Gunakan helm. Jangan lupa Surat Izin Mengemudi (SIM). Terlebih ingat berdoa sebelum berkendara.
->Untuk kaum Muslimin, khususnya kepada pria Muslim, aku ingin menyampaikan bahwa aku setuju dengan adanya motor untuk sarana transportasi terlebih bila motor bisa digunakan sebagai sarana membantu sesama dalam kebaikan (di jalan Allah), namun ada baiknya untuk dapat pula melaksanakan mengenai sunnah berkuda.


Foto dari foto masa kecil aku saat belum berhijab, aku beri tanda hati-hati karena khawatir saat itu aku sudah memasuki usia baligh yang semestinya sudah belajar mengenakan busana Muslim syar'i. Anw waktu itu, SD, entah kenapa aku sengaja berfoto di depan mobil Toyota Hardtop - Land Cruiser milik saudaraku padahal ketika sudah lebih besar aku paling malas menyengaja berfoto atau bergaya di depan, di sisi maupun di dalam mobil karena aku berpikir intinya kesannya OKB (Orang Kaya Baru) atau Mba-Mba Sales Promotion Girl (SPG) mobil, maksudnya pekerjaan aku kan bukan SPG mobil. Btw pakaian para SPG berbagai produk semestinya busana Muslim syar'i.
Sekarang aku berusaha lebih berbaik sangka terhadap orang-orang yang berfoto di depan, di sisi atau di dalam mobil, aku mikirnya intinya mungkin dia punya rental mobil, perlu buat iklan rentalnya (inspired by two actors); atau mungkin dia pembalap; atau mungkin dia artis/ngikutin artis. 
-> Sebagai nasihat untuk diri sendiri dan orang lain, gambar dan foto makhluk bernyawa terlarang dipajang di dinding ruangan, gambar dan foto makhluk bernyawa di internet dan media massa lainnya sedapat mungkin dibatasi, usahakan menshare gambar dan foto bukan makhluk bernyawa yang sesuai syariat Islam. Foto profil seseorang yang sesuai syariat Islam terutama terkait bisnis/usaha bisa disimpan di DALAM "profile company book". Pembuatan gambar dan foto makhluk bernyawa sedapat mungkin dibatasi; gambar, foto, video dan berbagai karya lainnya diupayakan sesuai syariat Islam.

Meskipun aku tidak memiliki mobil, belum tentu berarti bahwa aku tidak pernah mengendarai atau menyetir mobil. Aku sempat les menyetir di sekolah mengemudi “Soedirman”, Sukabumi. Aku ingat awalnya aku sangat excited belajar menyetir namun kemudian aku agak “ele-elean” pergi ke sekolah mengemudi padahal seingatku guru di sekolah mengemudi yang pernah aku masuki adalah guru-guru yang profesional, sabar, telaten dan care. Ini akunya yang suka badung.
Mengingat instruksi: “Check spion kiri-kanan.” “Jangan lupa mengenakan sabuk pengaman.”, dll.. dll.
Saat aku menyetir, aku memiliki beberapa kelemahan diantaranya: biasanya menyetir dengan sangat lambat ibaratnya“siput” atau “kura-kura”; kemudian aku kurang berani, sering kali aku terlalu mengambil ke kiri jalan, hal ini aku lakukan karena khawatir mengambil jalan terlalu ke kanan lalu keluar garis pembatas jalan dan menabrak atau menyenggol kendaraan lain. Lalu, dalam cerita aku "Ratu Flashback" (banyak alur mundurnya), namun dalam mengemudi, aku kurang suka mundur, aku kurang mahir dalam mengemudi mundur ke belakang.
Aku memasuki sekolah mengemudi dikarenakan dulu aku tinggal bersama saudaraku, anggota keluarga besarku yang saat itu memiliki beberapa mobil, sekitar 6 unit, 1 unit merupakan mobil dinas. Jadi seluruh anak remaja anggota keluargaku terlebih yang pria diupayakan untuk dapat dapat mengemudikan mobil. Beberapa anggota keluargaku terutama para saudaraku yang pria dapat mengemudikan mobil, hanya tingkatannya berbeda, ada yang cukup mahir, ada yang hanya sekedar bisa, namun hal ini bergantung pula dari sering atau tidaknya menyetir, bila intensitas menyetir berkurang maka akan mempengaruhi kemampuan mengemudi, jika intensitas mengemudi bertambah maka biasanya akan semakin mahir mengemudi.  

Related to driving, I want to tell a story about 3 men with whom I grow up with: my own father, my older uncle and my younger uncle.

My father rode a car during his young age, he drove a car he got from his father. Once, the car he drove struck the two-wheeled buggy (delman), luckily there was no victim. Since that time he was hesitated to go down the street, it might be he was absent for driving for days or months but then he still tried to drive again. The tragedy that made him stopped driving was the day he drove and hit against his own driver during parking in our garage. Alhamdulillah, my father and the driver was safe but that accident was a traumatic experience that made my father decided to stop driving cars, forever.

While my older uncle, he often drove cars by himself, he also had a driver or drivers that assisted him. Anw it might be he learned kendo, jujitsu and another martial arts. He drove till the years before he passed away. His health went down especially after a heavy accident he had when he, his wife and a driver who drove the car was on the way home from an occasion out of the town.
I consider him like my father because he was so care of me, he took me and my relatives to some places, he sometimes taught me, and he was so care about the dresses and the shoes' I wore as if I were his own daughter (he didn't have any daughter). 
Sesekali memang sepatutnya menyatakan "tidak tahu" jika memang tidak mengetahui tentang suatu hal/informasi namun uncle-ku ini seringkali mengajarkanku untuk mengurangi memberikan jawaban "ga tau" dan menggantinya dengan tindakan mencari tahu atau "cari tau".

And my younger uncle. During my childhood my uncle often took care of me and my brother. He sometimes took me to ride with him using my father's bicycle, I was so happy at that time. Lately, sometimes my uncle with his driver, takes me and my family out somewhere. Something that I am curious with is that he never wanted to drive a car by himself eventough he has his own car/cars.

Sejauh ini, jika mengemudikan mobil merupakan olah raga, bagiku menyetir merupakan olah raga yang paling melelahkan. Hal ini dikarenakan bagiku menyetir memerlukan kehati-hatian dan tanggung jawab yang sangat tinggi terutama di jalan raya, menyetir berkaitan dengan keselamatan diri sendiri terlebih banyak orang. Kemudian keselamatan kendaraan yang kita kemudikan juga keselamatan kendaraan yang dikemudikan orang lain. Dilengkapi pula mataku yang memiliki minus yang cukup tinggi (sekarang sekitar 5), meskipun berkaca mata, cukup riskan bila mengemudikan mobil.

Terkait cinta dan mengemudikan mobil, aku ingin mengulangi statement yang pernah aku tulis sebelumnya: “Cerita ini dikaitkan dengan cinta aku terhadap pria: sejauh ini, seingatku, aku jatuh cinta atau sayang terhadap pria bukan karena motor atau mobilnya, bukan karena kendaraan yang dia atau mereka miliki. Prinsipku yang berusaha aku tanamkan kurang lebih 'Kecengin bukan motornya atau mobilnya tapi orangnya.' Aku memiliki prinsip tsb karena walaupun aku bukan orang kaya aku merasa memiliki banyak hal atau setidaknya meskipun tidak memiliki tetapi aku bisa merasakan banyak hal yang sebelumnya belum aku rasakan. I often feel grateful of what I have or of what I experienced till I think that I have already had many things except lover especially true love. Having everything in this world would be nothing without having someone who is -our- TRUE LOVE. Since I am a Muslim, my true love must be a Muslim/Mualaf.”


Seingatku, sejak dulu, aku biasanya mengeceng/menggebet pria bukan karena kendaraan, motor atau mobil yang mereka miliki, tetapi seringnya karena paras mereka yang ganteng, tampan atau menarik (minimal menurut aku), menurutku sangatlah wajar tertarik atau terkesan dengan ketampanan seseorang terutama saat pertama kali melihat seseorang, baru kemudian berdasarkan keahlian atau hobby yang mereka miliki misalnya basket, musik, menggambar dll. Adakalanya yang aku ngga ngeh hobbynya tapi ganteng, ya aku gebet. Ketika sekolah aku seringkali menggebet pria-pria tampan pejalan kaki, dulu aku bahagia bila bisa berjalan kaki deket pria yang aku kecengin, bahagia jika bisa seangkot dengan pria yang aku gebet, terkadang aku naik angkot jika sedang tidak diantar jemput sopir keluargaku. Ketika zamanku sekolah, di kampung halamanku, para siswa sekolah belum seperti saat ini yang banyak membawa kendaraan pribadi. Mengenai aturan berkendara ini, aku setuju dengan aturan yang ada bahwa untuk keselamatan, mengemudikan kedaraan bermotor terutama mobil harus di atas 17 tahun. -> Minimal 15 tahun (usia baligh laki-laki), wanita menyesuaikan usia pria.

Ada banyak atau beberapa yang pengen diceritakan terkait kisah cinta dan mobil ini tapi saat ini moodnya susah dapet, some stories were “stabbing my heart”, a bit difficult to tell, but I try:


About someone who was my “first love” in my middle school, a gorgeous volleyball player. Some said that he is good in reading Al Qur'an, he also like music. Once I begged him to make a promise to see each other and we made the deal to meet, I waited for him in the car of my family for minutes even hours yet he didn’t come. I was so upset. 
(I didn't know what actually happened, it might be he came but I didn't notice while that time handphone had not spread widely like nowadays, so I couldn't call him by that time).
Anw once, during my high school, I saw an actor waiting in his car during the shoot of a cinema, that “panorama” might bear the scars I have ever had, I remembered myself during “that waiting”. At that time there was time, during the shoot break, when I also waited for this actor in my mentor's car, I wanted to see him -again- but I didn't see him, I was so curious, yet I thought like 'Nevermind, he is not my boyfriend/my lover and I didn't make any appointment with him'. At that time I was in love with my ex-senior at high school, a basketball player who was not a Muslim. Belakangan aktor ini jadi salah satu "orang sangat penting" dalam hidup aku.

I cant’t forget “that day” during my middle school but I forgive my first love morover after he and his family had ever become a good bussiness partner of my family.
[Masih aga mewek pas nyeritain part ini.]


Selanjutnya, cerita ini ngga sedih tapi seneng. Saat SMP ada salah satu teman yang aku sukai yang terkadang menyetir mobil milik orang tuanya, tapi aku tidak tertarik dengan mobilnya, saat itu aku tertarik dengan keahliannya bermain musik dan mungkin leadership-nya. Dulu ia dan para sahabatnya kerap bermain ke rumahku hanya seingatku aku tidak pernah berkendara menggunakan mobil pribadi dengannya karena aku diantar jemput oleh sopir keluargaku.
Seingatku aku tidak memiliki kenangan khusus bersamanya terkait mobil, 'sambil berpikir, khawatir aku dan teman-teman pernah diantarkan olehnya dan ayahnya', yang aku ingat aku malah memiliki kenangan bersama dia dan teman-teman terkait motor, suatu kali aku dan teman-teman melakukan semacam “kunjungan main balasan” ke rumah teman yang aku sukai ini mungkin sekalian bekerja kelompok. Sepulang dari rumahnya, ia bersama kawan-kawan prianya mengantarkan kami teman-teman wanita, ketika perpulangan kami tsb, ia yang sedikit suka bereksperimen menginstruksikan agar kami berboncengan bertiga di atas motor dengan posisi yang terbilang aneh, aku dan salah satu teman wanitaku menurut saja, aku dan teman wanita yang dimaksud dibonceng olehnya atau oleh temannya? aku lupa, pengemudi motor duduk di depan seperti biasa, sedangkan para penumpang, kami berdua duduk bersebelahan dengan posisi duduk ala wanita, hanya salah satu dari kami menghadapkan badan ke kanan, satu lagi menghadapkan badan ke kiri (tubuh kami duduk berlawanan arah), lalu motor melaju. Posisi demikian diujicobakan ceritanya supaya seimbang atau mencari keseimbangan. Ternyata baru sedikit melaju, motor oleng, sang pengemudi motor menyatakan bahwa membawa penumpang dengan posisi seperti itu kagok, aku pun sempat khawatir terjatuh dari motor hanya aku bawa fun saja bereksperimen bersama teman yang aku suka beserta kawan-kawan, serta teman yang aku sukai tsb menyadari bahwa berkendara dengan motor dengan posisi yang ia instruksikan adalah berbahaya sehingga ia segera menginstruksikan untuk berkendara dengan posisi normal.
 -> Sebagai pengingat diri sendiri dan orang lain, bahwa berboncengan motor bertiga adalah berbahaya.
-> Pergaulan pria dan wanita sedapat mungkin sesuai syariat Islam.
Anw perasaan aku kepada teman SMPku ini, yang sempat menjadi kekasih salah satu temanku mirip artis/penyanyi wanita Indonesia "go international", sepertinya masih dalam taraf suka, saat itu aku telah jatuh cinta dengan cinta pertamaku, kaka kelasku.

Kemudian mengenai pria yang pernah sangat aku cintai, kaka kelasku ketika SMU yang aku sukai karena posturnya mirip cinta pertamaku, ia tampan, seorang pemain basket yang berbeda agama denganku. Saat itu kami tidak lagi menjalin kebersamaan namun ketika aku masih sangat mencintainya, entah sebab apa kami tidak bersama lagi, mungkin karena aku membagi cinta atau ia memang tidak mencintai aku. Kisah sangat sedihnya terjadi ketika suatu kali di dekat rumah salah satu sahabatku yang memang dekat dengan komplek tempat tinggalnya, aku yang sedang menjemput sahabatku untuk suatu acara, menunggu sahabatku di dalam mobil keluargaku. Tak dinyana pria yang ketika itu masih aku cintai ini lewat, berjalan kaki melewati samping mobil yang aku tumpangi, melihat pria yang saat itu masih aku cintai, aku reflex memanggil namanya sayangnya ia tidak menggubris, aku langsung tergerak membunyikan klakson beberapa kali namun tetap ia tidak peduli and than I jumped out of the car, aku segera turun dari mobil, mobilnya agak tinggi jadi dapat dikatakan aku aga loncat dari mobil, dan berlari ke arahnya, sambil agak ingin menangis aku tetap menyapanya, dan ia menjawab dengan dingin bahkan ekspresinya seolah ia tidak pernah mengenalku sebelumnya. I was so sad at that time.
Namun bertahun kemudian ia membuat sesuatu yang sangat mengharukan, one of my family member who was also a basketball player saw him waiting in his car in front of my family's house. I was surprised hearing that information, it was unbelievable. I don't know for sure about what he was doing but I was glad to know if he was still remembering me. Thank you.


Related to someone who was also a basketball player, I have ever ride with him in the car of my family for once without having been planned. I have ever fallin' for him so deep, I was so happy to be with him. I guessed that he had some other girl(s), another lover(s), and for me it was not a big deal, but the worst thing was at that time my heart was splitted up, I also felt affection towards another boy(s). For many times he was with me, I consider him as a sweet, lovely and patient boy. But it might be after he was badly injured because of my affairs, he got change.
Once after I attended a wedding party of one of his family member, he said something like "break-up" statement, his words was like "You may go your way, and do not come back unless you ride a BMW {Actually, I don't remember for sure wheather he was saying BMW or Mercy (Mercedes), for me these two brands often sound similar, I mean speak up the same voice: luxury}. His "break-up" statement was simple but, oh my God, it hurt me badly at that time (there was no BMW nor Mercy in my family garage and the saddest thing was I lose him). By that time I wanted to cry but I restrained for not crying (at least in front of him). I didn't give any argument to fight back, I believed that his changing from a nice and sweet boy to a rude one by that time was exactly because of my faults, I was the one to blame: I love him but I often paid a little attention toward him, I grumbled when he was really upset, and the worst was I often went out with some other guys.
Lately, if I remember his "break-up" line, I won't cry no more but I wanna laugh a bit, it's because I think he was still lovely even when he was getting mad at me, he could still think about the best car that was suited for me to ride. Aftet I examined myself further, I might have ever cried and sometimes get wondering 'Why did he dare to say that "break up" statement at a wedding event, it seemed ironic.' It happened in the early of December 2005. Anw some years later, in 2007, he came back into my life for almost a year before our relationship was really done in 2008.
At first I was not willing to be apart with him, I used to be so deep in love with him, but lately, I realized that not to be with him might be better especially because of his very bestfriend was also my ex-very-beloved guy. And one of his friend was a guy with whom I was with days and nights.
By the way, recently, I realized that BMW and Mercy are the kinds of luxurious vehicles while Islam suggest simplicity, modesty.
Related to BMW car, some years a go one of my big family members got married and we rented some cars, one of them was BMW, I felt a bit afraid seeing that luxurious car. During that time I should choose the car I would ride in, and of course I avoid that pretentious car eventhough I could ride in if I want to, and then I stole a glance at the car that looked simpler, a modest "family car" or Multi Purpose Vehicle (MPV), morever the colour of the car I choosed suited the colour of the dress I wore, white. Ups. I also choosed a car which its colour also suitable for my dress's colour, white, besides its name remains me to a guy whom I love, the car named Terios.
-> At that time I wore syar'i white dress, with batik bolero and a white veil covering the bosom.
Back to me and my beloved someone in past, I have ever contacted him, the point is we are fine, I mean we have forgiven each other, it's for the sake of keeping a good silaturahim as Muslims. Lately, I got an information that my beloved someone in the past had ever had a relation related to business and financial with one of my family members who was also a basketball player.

-> Terkait bisnis dan keuangan, semoga bisnis dan keuangan dapat berjalan sesuai syariat Islam.

Kemudian mengenai seorang pria, seseorang yang usianya lebih muda dariku, ia teman adikku. Ia berasal dari keluarga sederhana, ia tidak memiliki kendaraan namun ia memiliki keahlian mengemudi bahkan ia sempat sangat sabar mengajariku menyetir dengan menggunakan mobil keluargaku, ia bertekad kuat mengajariku untuk kembali menyetir (setelah aku tidak lagi sekolah mengemudi). 
Suatu hari, di malam hari, aku, adikku, dan juga sepupuku serta dirinya harus pergi ke suatu tempat, kami menggunakan Jeep perang milik salah satu anggota keluargaku. Sepulang dari tempat tujuan, aku ingin mengambil alih kemudi sekalian kembali belajar mengemudi. Adikku, sepupuku dan dirinya sepakat bahwa aku mengambil alih kemudi, akhirnya aku membawa mobil tsb dengan arahan khusus dari teman adikku, sedangkan saudara-saudaraku yang juga bisa mengemudi mengawasi. Malam itu aku mengemudi dengan kecepatan yang sangat rendah, aku sangat berhati-hati hingga jarak yang biasanya secara normal ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit, aku tempuh dengan waktu kira-kira 1.5 jam! Dikarenakan untuk menghemat waktu, terlebih saat itu jalan raya sedikit padat, kemudi kembali diambil alih oleh teman adikku. Sejak mengetahui gaya mengemudiku yang lambat, lately aku sebut ala-ala "snail style" or "turtle style", teman adikku tsb semakin bersungguh-sungguh ingin melatihku agar lebih berani, lebih lancar dan lebih cepat dalam mengemudi, he would kindly help me whenever I needed his help for driving, even at 1 am or 3 am he would be willing to accompany me driving go down the street or going somewhere I wanted to. -> Driving with him also accompanied by my brother and my cousin. Unfortunately, I abandoned that good chance. One of the reason was I was too lazy for getting up so early only for learning to drive.
Anw, as far as I know, my brother's friend was a nice, caring and helpful person. I was not sure to always be near him because he was younger than me, also it might be at that time I had someone/some guys who was close to me, someone/some guys who was older than myself (older than me at least for months).
Till this story written, the friend of my brother and his family still have a good relationship with my big family, alhamdulillah, especially he, himself, keeps stay in touch with some of my big family members, whether for education matters or for business things.

If you ask me to ride right now, I can only offer you two directions, hospital or funeral. (Kidding). I mean I am not sure for riding a car again for now, I am afraid of accident that is caused by my own faults.


Mengenai seorang pria yang merupakan teman seangkatanku. I liked some of my friends during Kuliah Kerja Nyata (KKN) because they were nice looking, one of my friend whom I liked so much was a cute guy who was a bit chubby, he was a nice person.  My friends and I have ever been invited to his house, his family’s house,  only for stopping by for a moment before reaching for another destinations. The atmoshpere of his house reminded of my family’s at that time: the photograps of one of the members of the family who seemed to be a military member; the sound of the drum; a naturally cool space; yet it had a big difference, it was cats, he had a lot of cats. That day I had just known that it was his birtday, and his car I was riding in with my friends before then was the birthday gift from his parents. At that time there was time when I took the initiative for acting like “celebrating” his birthday in my own way. I have ever accompanied him driving, while my friends sat on the back of the car, while he was driving we talked about many things like music, film, hobbies and so on. By the time we were in the car, I was accompanying him driving, I remember that he often played his favourite songs which the lyrics was “Why d’ya have to be so cute? It’s impossible to ignore you. Must you make me laugh so much. It’s bad enough we get along so well... “ the song by Imogen Heap. He said that he liked that song so much, he liked the music using the synthetizer, he also liked another types of musics. I felt more excited when he did not hold the rudder, one of my friend replaced him driving while me and him sat at the back of the car together, I was so excited because we could talk closer, calmer, more comfortable and more details. I was so glad to sit next to him. Even when we were using  the “angkot” (public transportation), he sat next to me and I too sat next to him, I was so glad to be near him.
But I was so disappointed when suddenly he declared that he was tied up to a girl, I mean I won't mind if he told me that he had a girlfriend before I tried to know him better. I was dissapointed and a bit upset not because of he had a girl friend, I am glad he had, but it was because he semeed giving up on me whereas I agree if a guy had some girls or wives. Yet, I am wondering if I too made a mistake, I didn't tell him that I was trying to get closer to a friend (a guy who was not a Muslim), we both tried hard to know each other better, to became close friends (eventhough I knew he was enganged); kami dahulu sangat dekat, banyak orang di kampus sempat mengira kami pacaran (kami tidak pacaran hanya kami sering bersikap selayaknya orang berpacaran), dan kedekatan kami ini sepengetahuan dan atas persetujuan tunangannya.

->It is not allowed to hang the photograph on the wall. It’s better for Muslims not to celebrate birthdays because it doesn’t come from  Islam. Every people who are not mahrom should limit their interaction, interact based on syaria law.

Roger Danuarta
Aku membahas aktor ini non Muslim ini karena aku pernah melihat ia di sebuah lokasi shooting sinetron, saat break shooting, ia menunggu di dalam mobilnya meskipun aku tidak terlalu ngeh dengan jenis/merek mobil yang ia gunakan saat itu, saking aku terpesona sama orangnya. Anw belakangan  yang terlintas di pikiran aku terkait chance saat aku bertemu aktor ini dahulu adalah kira-kira 'Dia (Roger) waktu itu punya cewe ngga ya? Dulu aku cuek aja aga genit sama dia tanpa memikirkan apa dia punya cewe atau ngga.' Akhir-akhir ini terutama, meskipun aku setuju poligami, tapi kalo suka/jatuh cinta kepada pria, aku tanya-tanya dulu, atau berusaha mencari tahu apakah si pria telah memiliki kekasih atau istri, aku setuju poligami sesuai syariat Islam tapi ngga setuju rebut-rebut kekasih apalagi suami orang. Rebut-rebut kekasih atau istri orang juga terlarang.
Waktu itu, aku sedih ngga bisa bertemu lagi dengan aktor ini tapi saat itu rasa sedihnya ngga aku rasa saat itu aku punya kecengan, aku juga ngga tau harus menghubungi Roger kemana karena saat itu internet dan media sosial belum seperti saat ini.
Setelah hampir 11 tahun berlalu, aku sempat menghubungi aktor ini via media sosial namun tidak direspon, dan yang mengagetkan adalah saat ia ditemukan tak sadarkan diri di dalam mobilnya dengan jarum suntik menancap di tangannya. Dulu aku pernah liat langsung dia dalam keadaan sadar di dalam mobilnya, tapi aku tidak ngeh jenis mobilnya bertahun kemudian, aku melihat foto/tayangan ia tidak sadarkan diri di dalam mobilnya, kali itu aku ngeh jenis mobilnya karena mobilnya disebut berulang-ulang di berbagai berita. Aku tidak tertarik dengan mobilnya, tapi brand mobilnya, BMW, sepertinya sempet ngingetin aku sama sebut saja mantan "kekasih" aku yang "mutusin" aku dan mengaitkan dengan mobil BMW atau Mercy; aku juga khawatir mengenai keselamatan para pengguna mobil sedan terkait kecelakaan parah yang menimpa beberapa anggota keluarga besarku pengguna mobil sedan. Terkait peristiwa yang menimpa sang aktor, saat itu aku benar-benar shocked, khawatir dengan kondisi sang aktor hingga aku sakit demam sampai sekitar 3 hari lamanya. Anw aku suka saat aktor ini meminta maaf kepada khalayak atas kekeliruan yang ia buat terkait narkoba.
Waktu sang aktor di rehablitasi di BNN, Lido yang tidak jauh dari Sukabumi, aku sangat ingin menjenguk aktor ini sebagai salah satu fans-nya (maunya sih bilang sebagai cewe yang sayang banget sama dia), tapi kedua orang tuaku tidak mengizinkan karena sang aktor adalah pria non Muslim, kemudian aku pun saat itu bahkan sampai saat ini masih mencintai seorang desainer yang juga non Muslim (ia belum pernah aku temui karena belakangan aku kesulitan untuk mendapat izin dari orang tuaku untuk aku menyengaja bertemu tepatnya menemui pria non Muslim). Aktor dan desainer ini pernah aku ajak untuk masuk dan memeluk Islam, dan aku pernah meminta untuk dinikahi oleh salah satu dari mereka.
Aku senang melihat sang aktor sembuh, sehat dan bisa kembali berkarya terutama karya-karya yang menyesuaikan terlebih sesuai syariat Islam.
Beberapa waktu lalu, melalui DM Instagram, aku suka cerita sama Roger mengenai bermacam hal, terutama pas aku sakit, aku pernah minta disemangatin bukan didoakan (biar Roger berdoa untuk dirinya sendiri supaya Allah memberi dia hidayah iman Islam). Aku suka tiba-tiba semangat kalo liat dia. Waktu itu, aku aga enggan cerita sama kekasih aku, sang desainer, karena aku mikirnya dia sibuk dan ga yakin dia mau perhatiin aku, aku belum tau dia, belum pernah ketemu dia. Sedangkan kalo sama Roger, aku udah pernah ketemu dan ngeh meskipun kami sibuk, kami masih tetap bisa have fun (berada dalam suasana yang fun), I could still stay around him, walaupun ga selalu seperti itu. Belakangan sih, aku udah terbiasa cerita sama pria yang aku cintai, sang desainer, termasuk cerita ke dia kalo aku sedih sampe nangis-nangis gara-gara "ditinggalin" sama Roger. Yang biasanya membuat aku sedih adalah sang aktor sering tiba-tiba terkesan pergi dari kehidupan aku, misalnya ia re-arrange pertemanan di Fb hingga akunnya tidak lagi berteman dengan akunku, lalu aku membaca sebuah posting di akun Fb-nya entah untuk siapa namun untuk hal ini aku sempet nangis; akun Instagram aku yang terkesan ia block (awalnya tak ada masalah namun kemudian aku tidak dapat melihat posting di Instagramnya melalui akun Instagramku); lalu setelah aku mengiriminya direct message bahwa Umiku meminta aku untuk tidak 'mengganggu' (menghubungi) aktor ini terkait aktor ini adalah seorang non Muslim, menurut Umi, biar Roger hidup bahagia dan segera menikah, ternyata ia (akunnya) left chat group yang aku buat yang list membernya terdiri dari akun-akun milik: aku, Abiku, adik laki-lakiku, sang aktor dan sang desainer, aku nangis-nangis terkait hal ini.
Umiku ngeh pada Roger dikarenakan ia memang aktor ternama terlebih belakangan wajahnya mulai kerap kembali wara-wiri di televisi, di sinetv-sinetv (sinetron), aku dilarang menghubunginya terutama karena ia non Muslim, kemudian ia aktor (selebritis), sedangkan aku Muslimah dan bukan aktris, kemudian Umi tau aku aga suka bikin "rusuh" kalo dalam masalah kisah percintaan antara aku dan para pria.
Biasanya aku senang melihat sang aktor berakting di tv terutama jika berperan sebagai pria baik-baik, melihatnya seringkali membuat aku tersenyum, namun karena dia "Mr. Leaving", pernah di hadapan salah satu anggota keluargaku aku menyatakan pernyataan yang berbunyi kira-kira sbb: "Bete deh liat muka dia, suka tiba-tiba pergi sesuka hati (terkesan ninggalin aku)". Maunya aku, meskipun sang aktor tidak menyukai aku, aku mau kami tetap berteman, he doesn't need to leave me.

Aku berharap sang aktor dan sang desainer bersedia untuk masuk dan memeluk Islam.
->Hukum dera/cambuk untuk konsumsi minuman beralkohol (khamr) dan narkoba.


Tex Saverio
Awalnya aga bingung nyeritain seseorang ini terkait pembahasan yang sedang aku bahas. Seseorang yang saat tulisan ini dibuat, aku sebut ia sebagai kekasih, awalnya aku suka dia karena dia cute (ganteng tapi ada sisi cantiknya).
 "Seseorang di masa lalu" pernah sambil menyetir, dan aku berada di sampingnya, berulangkali memutar lagu yang berlirik "Why 'd you have to be so cute, ..." hingga aku ngeh lagu tsb, dan aku "menyanyikan" bagian lirik tsb di media sosial saat berkomunikasi dengan salah satu sahabatku, liri lagu tsb aku tuliskan dengan dimaksudkan untuk pria yang merupakan seorang desainer ini. ""Seseorang di masa lalu", maaf, "soundtrack"-nya sempet aku pinjem."
Dalam artikel yang aku baca sekitar akhir tahun 2005/awal 2006, terdapat informasi bahwa Tex Saverio merupakan pemenang Mercedes Benz Fashion Award, waktu aku baca artikel tsb aku tidak terlalu ngeh dengan ajang yang dimaksud, aku lebih fokus pada wajahnya lalu dia sebagai desainer dan busana-busana karyanya. Mungkin ketika itu aku agak ga mau tau terkait mobil terlebih BMW/Mercy seemed that I thought like 'Hell I care with the car' (Ups sorry kasar) karena saat itu aku baru aja "diputusin" sama pria yang sangat aku cintai saat itu gara-gara kisruh percintaan yang ia kaitkan dengan mobil BMW atau Mercy, pokoknya saat itu aku rada ngga paham dan aku berusaha move on dari pria yang pernah sangat aku cintai tsb (yang -move on dari dia itu- susahnya minta ampun).
Aku baru ngeh terkait desainer dan mobil Mercedes ini dari salah satu blog terkait dirinya yang dikelola oleh seorang wanita bernama Astry Rizky (pengen iseng godain mereka: Cie.. Cie.. Tex sama Astry). Aku sempat sangat cemburu melihat mereka berdua, sampe nangis-nangis, tapi sekarang sudah terbiasa melihat kebersamaan mereka. Paling aku ingetin Tex: "Hey kamu kekasih, kalo pegang-pegang -para- Muslimah (single) musti tanggung jawab, masuk dan memeluk Islam, lalu nikahi -para- Muslimahnya."
"Astry, bantu aku, kita saling bantu dalam syiar hijab syar'i ya, semoga Allah meridhai."
Terkait kendaraan yang dimaksud, aku liat itu sebagai pencapaian Tex, aku tidak tertarik dengan kendaraan yang dimaksud karena aku ngecengin Tex-nya bukan mobilnya, di samping itu, mobil yang dimaksud merupakan kategori mobil mewah yang sebaiknya dihindari olehku selaku Muslim (maksudnya jangan sampai khususnya aku pribadi sebagai Muslim terinspirasi untuk ingin memiliki kendaraan sejenis kendaraan tsb).
Meskipun aku suka kesal, marah-marah sama Tex, pernah sampe pengen bunuh dia gara-gara karya-karyanya yang bertentangan dengan syariat Islam, tapi terutama belakangan ada rasa khawatir Tex kenapa-kenapa bila ia mengendarai mobil jenis sedan. Hal ini terkait pengalaman yang dialami para anggota keluarga besarku terkait kecelakaan parah saat mengendarai mobil sedan yang kisahnya termuat di tulisan ini.
Aga dilematis terkait seseorang ini, karya-karyanya beserta timnya dianggap telah membawa nama Indonesia di pentas dunia melalui bidang fashion, hanya saja walaupun terdapat busana yang dibuat menyesuaikan busana sesuai suariat Islam, namun kebanyakan karyanya bertentangan dengan syariat Islam.
Sampai tulisan ini dibuat, aku belum pernah bertemu langsung dengan pria yang aku cintai ini, salah satunya dikarenakan belakangan Abiku melarang aku sembarang bertemu dengan pria non-Muslim. Lately, Daddy's Queen (who is a Muslimah) could not go everywhere her pleases. (Permisi, bukan maksud mengaku-ngaku "Ratu", tetapi Abiku memang memberikan julukan tsb berdasarkan gelar keturunan dari salah satu kerajaan Islam yang pernah ada di Nusantara).
Sempat sangat sedih dan kecewa ketika setelah aku berusaha berkenalan dengannya via message media sosial, maupun melalui surat, dan terjadi komunikasi, lalu suatu kali aku mencoba menghubunginya via telfon, berusaha untuk berbicara langsung dengannya, dan saat itu suara penerima telfon mirip suara pria yang aku cintai ini yang biasanya aku dengar melalui video yang beredar di internet yang sempat aku save, sayangnya sang pria di sebrang telfon mengaku bahwa ia tidak mengenaliku. Waktu itu aku sempet nangis-nangis tapi aku tetap berusaha menghubungi pria yang aku cintai ini via media sosial maupun WhatsApp, meskipun -secara direct- tidak ia respons.
->Di sini aku ingin menyampaikan bahwa memilih kekasih/mencintai pria non Muslim memang keliru, hanya ini dapat dikatakan berbeda dengan memilih pemimpin non Muslim yang memang terlarang dalam Islam. Maksudnya, aku mencintai pria non Muslim dengan maksud untuk mengajak pria non Muslim masuk dan memeluk Islam, bermaksud meminta dinikahi selamanya dalam iman Islam, jika pria non Muslim yang dimaksud tidak bersedia masuk dan memeluk Islam, selamanya dalam iman Islam, tentunya aku tidak bersedia -untuk tetap meminta- dinikahi. Sedangkan untuk memilih pemimpin non Muslim, jika memilih pemimpin meskipun ia non Muslim tetap dilakukan hal tsb merupakan benar-benar kekeliruan yang merupakan pelanggaran syariat Islam.
Orang tuaku sebenarnya tidak menyetujui aku mencintai pria yang merupakan desainer ini terutama karena dia non Muslim, kemudian dia publik figur sedangkan aku Muslimah bukan aktris maupun publik figur. Hanya aku masih bisa selalu berusaha berkomunikasi dengan pria yang aku cintai ini dikarenakan orang tuaku tidak terlalu "sewot", mereka tau tapi antara ngeh dan tidak ngeh dengan pria yang aku cintai ini, salah satunya karena dia jarang terlihat di layar kaca meskipun dia dikabarkan sebagai salah satu desainer ternama dunia.
Aku berusaha berkomunikasi dengan pria yang aku cintai, meskipun mungkin pria yang aku cintai ini adakalanya enggan bahkan memutus komunikasi (jarak yang tidak dekat membuat aku agak intens untuk berusaha menghubunginya, mungkin ini menimbulkan ketidaknyamanan baginya), aku mengira bahwa ia memutus komunikasi setelah aku mengungkapkan bahwa aku memutuskan untuk mengkomunikasikan perihal bisnis terkait seorang aktor.
Anw salah satu orang tuaku, lama-kelamaan, tidak lagi terlalu menentang (cuma kadang marah-marah), aku mencintai pria yang berbeda agama denganku, termasuk mencintai desainer ini, hanya orang tuaku baru setuju aku mencintai bahkan kami bersama apabila pria non Muslim yang aku cintai bersedia masuk dan memeluk Islam. Hanya saja untuk bisa mengajak pria non Muslim yang aku cintai, desainer ini atau siapa pun ia, ke dalam Islam, benar-benar membutuhkan waktu dan proses. Sehubungan dia "mutusin" (komunikasi aku) untuk kedua atau kesekian kalinya, awalnya aku berusaha sabar, namun kemudian aku berusaha ikhlas "diputusin" sama dia. -> Ini ngetiknya sambil nangis. Aku masih sempet mengadress dia "si keparat satu itu."
->Buat kamu yang ngga suka bila kisah cinta diumbar, aku pun ngga suka aurat pria terlebih aurat wanita diumbar. Yang tidak boleh diumbar diantaranya aurat dan -detail- kegiatan bercinta pasangan suami istri.
'Cakep, baik, perhatian, penyayang, jenius, talented, tajir, banyak jasanya, terkenal sejagat raya tapi agamanya bukan Islam kesimpulannya = percuma (terutama untuk yang bersangkutan di akhirat kelak).'
Tentunya aku berusaha mengajak pria yang aku cintai yang merupakan non Muslim ini untuk masuk dan memeluk Islam, memberitahukannya untuk membuat busana bahkan untuk membuat setiap karya menyesuaikan bahkan sesuai syariat Islam. Aku sudah berusaha dan berdoa, aku serahkan hasilnya kepada Allah.


Car Racing/ Formula 1
I am rather difficult to tell about this car racing, I could say that this car racing needs an advance skills and a huge fund.
Anw during my childhood I often joined my brother and my cousins playing Tamiya, the car was like the F1 car.

Rio Haryanto
He is my little sister’s favourite racer. I never imagined before that my sister bought “Rio Haryanto” pencil case. Anw kalo aku berprinsip "Kecengin bukan mobilnya tapi orangnya", maksudnya aku tidak bermaksud ngecengin pembalap ini hanya ingin membahas gambar di kotak pinsil, untuk nmenghindari gambar makhluk bernyawa, baiknya tidak perlu memakai foto Rio Haryanto, cukup gambar mobilnya serta namanya, his name is already powerful. Bagusnya Rio punya nama Islami supaya sesuai As Sunnah.
Anw according to me Rio is cute, yet his name reminds me to the nick name of a guy whom I love. Oia meskipun aku tidak terlalu paham terkait balapan Formula 1, namun aku sengaja tidak menuliskan hal mengenai kecelakaan parah terkait mengendarai mobil, tepat di saat Rio mengikuti balapan. Hal ini dikarenakan aku tidak dapat membantu Rio yang merupakan seorang pembalap MUSLIM dalam mengatasi masalahnya terkait pendanaan balap F1 serta aku tidak ingin tulisanku membuat ia (juga Sean) khawatir terkait kecelakaan, agar ia dan Sean berlomba dengan tenang (meskipun Rio Haryanto dan Sean Gelael belum tentu membaca tulisanku), karena balapan yang ia jalani cukup beresiko. Untung selama balapan tidak terjadi hal buruk, ia juga Sean baik saja, alhamdulillah.

Sean Gelael

Once upon a time during my childhood, some of my big family members who was settling in Riau often bought me some stuffs or foods from the supermarket that I knew from the price tag its name was Gelael. I asked my family about that “Gelael”. One of the members of my family told me that Gelael is the name of a businessman who is the owner of the supermarket, since then I was wondering what was Mr. Gelael looked like. And lately I heard about the racer named Sean Gelael, spontaneously I remember the name I have ever heard during my childhood, I have ever thought that this racer is the son of Mr. Gelael the bussinesman, isn’t he?


Berbagai Kendaraan:

Kendaraan Umum


Saat aku kuliah aku sangat sering menaiki bus. Sejauh ini aku menghindari mobil mewah termasuk Mercedes, namun untuk bus aku sering menggunakan bus dengan merek tsb. Sesekali aku naik kolt untuk mencapai rumah para saudaraku. Di pagi hari biasanya beberapa bis balapan, sedangkan sering kali baik pagi, siang maupun malam colt ngebut seperti sedang balapan. Aku cukup sering naik angkot, dulu angkot ada yang kerap kebut-kebutan namun sekarang jarang, sangat berkurang, alhamdulillah.

Mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi apalagi ugal-ugalan di jalan raya membahayakan. Baiknya balap mobil hanya dilakukan di sirkuit.

Kendaraan Pribadi

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. [Q.S. At Takaatsur 1-4]

8. Di antara kebahagiaan seorang Muslim ialah mempunyai tetangga yang shaleh, rumah yang luas dan kendaraan yang meriangkan. (HR. Ahmad dan Al Hakim).

Biasanya aku suka sesuatu yang halus dan lembut namun sedikit berbeda dengan mobil. Dulu aku sangat suka mobil untuk dikendarai yang terlihat tinggi, dan gagah, meskipun suaranya agak “meraung” mobil yang aku maksud misalnya: Jeep Hardtop dan Terrano, 2 dari beberapa mobil milik saudaraku yang dulu biasanya aku naiki. Suara yang agak keras dan kasar, menderu, tsb sering membantu agar tetap sadar, menghalau kantuk, dan menjaga konsentrasi saat mengemudi atau saat menemani pengemudi berkendara, hal ini membantu dalam menekan resiko kecelakaan. Mobil jenis ini juga biasanya memiliki Air Conditioner (AC) yang tidak terlalu dingin, tidak "mengigit" atau “membunuh”.
Sedangkan untuk mobil yang rendah/pendek, yang cenderung terlihat cantik (meskipun saat ini ada pula yang terlihat sedikit macho) dan mewah serta bersuara halus dan lembut memang membanggakan, hanya sejak kecil aku aga sedikit kurang nyaman dengan mobil jenis ini dikarenakan mobil jenis ini, terlebih jika mobil tsb edisi terbaru, biasanya memiliki AC yang sangat dingin, aku sangat tidak tahan dingin berikut dingin yang dihembuskan bukanlah dingin alami, meskipun intensitas suhu dingin dapat diatur, hanya tetap saja dingin untuk kebanyakan mobil jenis ini dinginnya menusuk.
Biasanya aku sakit seperti mual, pusing/sakit kepala dan nyeri dada setelah berkendara dengan mobil yang ber AC sangat dingin, dalam satu kesempatan aku sampai sempat mengadukan keluahanku ini kepada salah satu dokter ahli paru-paru, dan jawaban sang dokter adalah “Kamu (aku) tidak berbakat menjadi orang kaya!”. (Pengen ketawa ngahahahaha tapi ga boleh ya? Jadi cukup senyum saja. Sempat aga bete ketika aku bertanya serius terkait kesehatan tapi malah mendapat jawaban sedemikian rupa). Selain itu mobil rendah dan terlihat cantik seperti sedan juga berkaitan erat dengan keselamatan jiwa, dengan suaranya yang halus dan lembut berikut badan yang ramping, apabila dipacu dengan kecepatan tinggi terlebih sangat tinggi, biasanya akan membuat kendaraan dan tubuh serasa melayang, hal ini sangat melenakan, mengundang rasa nyaman dan kantuk serta mungkin juga  dapat mengurangi konsentrasi berkendara yang berarti dapat saja membahayakan keselamatan jiwa.

Terkait keselamatan jiwa, terutama dulu aku kerap berkendara menggunakan sedan seperti sebut saja Lancer dan sesekali Chrysler, bukan aku yang menyetir, alhamdulillah, sejauh ini baik-baik saja (hanya pernah tergenang banjir di daerah Pluit, Jakarta Utara), lain hal dengan beberapa anggota keluarga besarku yang berulang kali mengalami kecelakaan parah saat menggunakan mobil jenis mobil sedan yang sama. Beberapa kisah kecelakaan tsb diantaranya anggota keluarga besarku yang ketika itu berkendara sekeluarga menggunakan sedan di siang hari, perjalanan pulang dari Bandung menuju Sukabumi, saudaraku melajukan kendaraan dengan cukup cepat ternyata di depan kendaraan mereka terdapat kendaraan truk besar (Tronton), dan sedan tsb hampir saja masuk ke bagian bawah kendaraan sangat tinggi tsb hanya sang sopir berusaha banting stir menghindari agar tidak terperosok ke dalam bagian bawah Tronton, namun naas tetap terjadi, kendaraan terlempar ke salah satu sisi jalan, ternyata mobil masuk ke dalam jurang, berguling-guling ke dalam jurang, untungnya mobil tidak meledak. Seluruh anggota keluarga meneriakkan takbir:  “Allahu Akbar”, “Allahu Akbar”, “Allahu Akbar”. Dalam kecelakan parah yang dimaksud, para aggota keluarga besarku tsb, mereka sekeluarga, selamat, atas izin Allah, alhamdulillah.
Kecelakan berikutnya, terjadi saat anggota keluarga besarku, para saudaraku bersama dirver, menempuh perjalanan pulang dari Surabaya ke Sukabumi menggunakan mobil sedan dinas Kepolisian, sedan dipacu dengan kecepatan sedang menuju tinggi, namun di sekitar Sumedang mobil mengalami kecelakan parah, tumbukan yang kuat membuat bagian mobil ringsek, senjata/pistol yang ada di dalam mobil meletus, sang sopir koma, salah satu saudaraku mengalami fraktur tulang lengan yang menyebabkan ia harus menjalani operasi sedangkan satu saudaraku yang duduk di bagian depan, alhamdulillah, selamat, hal ini menakjubkan, kekuasaan Allah, saat mobil bagian depan ringsek, sang sopir koma, penumpang di bagian belakang terluka cukup parah namun penumpang di bagian depan yang banyak saksi mata mengira penumpang tsb tewas ternyata selamat, sehat wal afiat, hanya sedikit mendapat luka benturan.
Masih ada beberapa kecelakan kecil terkait sedan, hanya kecelakaan-kecelakaan yang telah aku ceritakan cukup membuat aku tersadar mengenai bahaya kendaran jenis sedan. Untuk itu aku cukup “cerewet” memberitahukan kepada khalayak untuk memilih kendaraan dengan cermat, aku tidak ingin kecelakan yang minimpa anggota keluarga besarku menimpa orang lain maupun diri sendiri, hal yang berbahaya sebaiknya dihindari. Aku lebih menyarankan khalayak khususnya kaum Muslimin untuk memilih kendaraan Multi Purposes Vehicle (MPV) sederhana, hal ini yang pertama untuk keselamatan (walaupun tetap harus ditunjang dengan berkendara secara berhati-hati dan sesuai aturan); kemudian menghindari bermegah-megah yang terlarang dalam Islam; di samping itu kendaraan jenis MPV dapat menjadi sarana menunaikan ibadah untuk berbagi kebaikan kepada sesama dengan cara membawa para saudara atau para tetangga berjalan-jalan.
Anw dulu, sangat menyenangkan dengan bantuan seorang supir, atas inisiatif saudaraku, aku bergantian dengan rekan-rekan dapat membawa anak-anak sekolah PAUD yang dikelola keluargaku, yang para siswanya terdiri dari para siswa-siswi kalangan bawah hingga menengah tsb, berjalan-jalan keliling kota dengan kendaran milik saudaraku. Sayang sekarang kendaraan yang dimaksud telah tiada, hanya pengalaman itu menjadi pelajaran berharga bagiku bahwa kendaraan tidak hanya untuk kesenangan pribadi dan keluarga tetapi dapat menjadi sarana ibadah salah satunya mengajak para saudara atau para tetangga berjalan-jalan, membuat orang lain terutama sesama Muslim bergembira. Semoga Allah meridhai.

Sekedar saran dan masukan, ada baiknya pabrik mobil memproduksi mobil dengan mayoritas warna mobil seperti warna kuda tunggangan misalnya: cokelat, hitam dan putih, dengan warna tambahan warna hijau tua, warna yang Islami.


Surat Izin Mengemudi (SIM)

Pembuatan SIM A sejauh ini sering menjadi momok bagi masyarakat dari mulai testnya yang sulit atau dipersulit, hingga adanya kabar terkait suap untuk memudahkan proses pembuatan SIM ini. Untungnya saat ini pemerintah mulai bertindak tegas dalam memberantas pungli termasuk di tubuh instansi Kepolisian. 


-> Gunakan sabuk pengaman. Jangan lupa Surat Izin Mengemudi (SIM). Terlebih ingat berdoa sebelum berkendara.
->Dalam Islam terdapat larangan bermegah-megahan termasuk dalam hal kedaraan.
->Untuk kaum Muslimin, khususnya kepada pria Muslim, aku ingin menyampaikan bahwa aku setuju dengan adanya mobil untuk sarana transportasi terlebih bila mobil bisa digunakan sebagai sarana membantu sesama dalam kebaikan (di jalan Allah), namun ada baiknya untuk dapat pula melaksanakan mengenai sunnah berkuda.

Swimming (Berenang)


Foto masa kecil: aku bersama adik dan salah satu sepupu laki-lakiku berenang di pemandian/kolam renang Cigunung Indah, Sukabumi. Maaf, saat itu aku mengenakan swim suit yang agak terbuka bukan baju renang Muslim, usiaku mungkin sudah memasuki usia baligh tapi belum menstruasi (jadi belum wajib berhijab), hanya ada baiknya apabila bila telah memasuki usia baligh, dapat belajar mengenakan busana renang syar'i.

Waktu kecil adakalanya bermain air dan -ceritanya- belajar berenang baik agenda sekolah maupun acara bareng keluarga. Belajar main air dan berenangnya di kolam renang umum setelah dewasa aku pernah iseng berenang di salah satu kolam ikan yang ketika itu milik keluargaku aku lupa aku mengenakan busana seperti apa saat itu dan aku tidak ingat apakah aku mengenakan kerudung. Busana renang wanita, atau swim suit, sebaiknya adalah busana renang syar'i.

Sebagai informasi, aku tidak terlalu bisa berenang, namun aku ingin bercerita beberapa hal terkait berenang. Waktu SD biasanya aku, kawan-kawan beserta guru, berenang di Kolam Renang dan Pemandian Cigunung Indah, ketika itu, aku belum mengenakan busana Muslim. Ketika itu adakalanya aku mengantar salah satu sepupu laki-lakiku les berenang di Rengganis; pelatih renangnya saat itu bernama Bang Yadi, sepengetahuanku ia adalah instruktur renang yang baik, sabar, care dan profesional. Alhamdulillah, sepupuku tsb pandai berenang.
Saat SMP, awalnya aku masih mengikuti pelajaran berenang dikarenakan aku belum mengenakan busana/seragam Muslim. Waktu itu biasanya kami berenang di Kolam Renang Rengganis dan Perana. Salah satu guru olah ragaku ketika itu biasanya memberikan julukan bagi gaya berenang yang tidak tepat, misalnya gaya banteng/kebo/gajah ngamuk untuk siswa/i khususnya yang berbadan besar yang berenang dengan gaya yang terlihat ricuh. Sejak kelas dua SMP, aku mulai mengenakan seragam Muslim maka saat pelajaran berenang pun aku berusaha mengenakan pakaian yang menutup aurat. Sewaktu SMP mulai merasa senang ketika jadwal pelajaran renang kelas aku berbarengan dengan jadwal pelajaran renang kaka kelas pria yang aku suka atau para kaka kelas tampan dan populer.
Ketika SMU, aku sudah tidak lagi mengikuti pelajaran berenang yang biasanya diselenggarakan di Rengganis, hal ini dikarenakan aku telah mengenakan seragam Muslim, waktu itu para siswi yang mengenakan seragam Muslim diizinkan untuk tidak mengikuti pelajaran berenang namun harus tetap hadir di area kolam renang terutama sebagai syarat memenuhi daftar kehadiran. The best moment at that time was when my class and the class of a boy whom I was in love with (my senior) were in the same schedule for swimming lesson. I was so happy to see him at the swimming pool area, sometimes I took a glance at him. I wondered whether he noticed that I was there watching at him, I was wondering mostly because at that time I wore hijab while the boy whom I loved, my senior, was not a Muslim, I doubted that he would be interested in a girl wearing hijab.
I believe in Allah's saying about hijab, that hijab protects Muslimah.
When I wore hijab, the boy whom I was in love with seemed making distance and giving respect toward me, but after I unveiled myself (seducing trial toward him, the boy I was madly in love with), it was easier for him to come closer even he was willing to touch me, of course I was so glad at that time but then I knew that we had done wrong. Untuk part "got closer" and "touching" bukan di area kolam renang tetapi di rumah aku, di sekolah dan di lapangan basket. Sesama Muslim selama ia bukan mahrom tidak boleh sembarang menyentuh terlebih antara bukan mahrom yang merupakan Muslim dan non Muslim.

Dulu aku tidak terlalu ngeh bahwa berenang itu sunnah (khususnya untuk laki-laki). Untungnya, alhamdulillah, adik laki-lakiku dari kecil hingga kini termasuk menyukai berenang. Sementara aku, dulu, terutama saat kecil, aku aga malas berenang karena dingin dan -maaf- takut kulitku -semakin- hitam, when I was younger, it might be my skin was black, my family often called me "nyi iteung", iteung here means black (hitam). Actually, now my skin is brown, yellowish-brown. Berbeda denganku, adik perempuan kecilku ketika kecil ia rajin dan semangat mengikuti les berenang. Btw during her childhood my little sister's skin was rather yellowish but then it becomes black/brown, it might be it's genetics.
Anw belakangan, baru aku ketahui bahwa dalam Islam, wanita dilarang memasuki tempat pemandian yang bercampur dengan pria.

Selabintana, Santa, Perana, Rengganis, Cigunung, Water Park Gandasoli. Lainnya: Cibiru, Pesona Pangrango.

Para orang tua ada baiknya mengajarkan anak-anaknya terutama anak-anak pria belajar berenang, hal ini sesuai As sunnah. Hanya bila para orang tua atau siapapun yang hendak belajar berenang, terkait memilihkan atau memilih instruktur renang, untuk wanita baiknya instrukturnya wanita sedangkan untuk pria instrukturnya baiknya pria.
Area kolam dan area lainnya untuk pria dan wanita ada baiknya dibuat terpisah.
Busana/pakaian renang baik pria maupun wanita, sepatutnya sesuai syariat Islam.


Hunting (Berburu)

Mereka menanyakan kepadamu: "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?". Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya. [Q.S. Al Maidah (5): 4]
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang pedih. [Q.S. Al Maidah (5): 94]
Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan. [Q.S. Al Maidah (5): 96]

Waktu kecil, aku sama Abi suka sekali berburu, berburu burung pipit. Di area tempat tinggalku masih terdapat areal persawahan dan banyak pepohonan yang biasanya disinggahi oleh burung-burung. Biasanya aku dan Abi berburu burung yang hinggap di pepohonan.


Berburu yang dilakukan Abi dan aku berkaitan erat dengan menembak.

Shooting (Menembak) 


1090. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: “Demi Allah yang diriku dalam genggaman-Nya! Sesungguhnya akan turun kepadamu Ibnu Maryam menjadi hakim yang adil. Maka dipecahnya salib, dibunuhnya babi, dihapuskannya pajak, dan harta kekayaan akan melimpah ruah, sehingga tidak seorang jua pun yang mau menerima.” (Terjemah Hadits Shahih Bukhari Jilid II. Page: 287)

Aku membaca artikel di majalah “GUNS & HOBBIES” edisi Juni 2005 terdapat artikel mengenai kegiatan berburu di daerah Bengkulu (Utara dan Selatan), ternyata di daerah tsb saat itu sangat banyak terdapat babi hutan. Para pemburu dari berbagai daerah termasuk Ibu Kota berdatangan untuk melakukan kegiatan perburuan. Bunuh saja babi-babinya, dimana pun berada, setelah diburu jangan dimakan maupun dijual tapi dimusnahkan.

Catatan: TNI juara tembak internasional.


Badminton (Bulu Tangkis)

“Badminton dimana-mana, di kota jeung di desa” (Badminon dimana-mana di kota dan di desa), dulu ada lagu seperti ini ya? Waktu kecil aku cukup suka main badminton, dulu raket yang biasa aku pakai terbuat dari kayu, aga berat namun terlihat antik. Jika sudah lama tidak bermain badminton, biasanya lengan akan terasa sangat pegal.

Atlet badminton: Susi Susanti, Alan Budikusuma, Ricky Subagja, Rexy Mainaki, Liliana Natsir, Ahmad Tontowi. Untuk para pebulu tangkis non Muslim, kapankah anda semua bersedia masuk dan memeluk Islam? “Semoga Allah mengaruniakan kepada para pebulu tangkis non Muslim serta para non Muslim hidayah iman Islam.


Lance (Tombak)

Skip

Cycling (Bersepeda)

Sejak kecil aku sudah mulai bermain sepeda, diawali dengan mengayuh sepeda roda tiga seringnya aku bermain bersama saudara-saudara priaku. Setelah beranjak sedikit lebih besar, aku mulai belajar mengendarai sepeda roda dua. Saat belajar bersepeda entah saudara priaku atau teman priaku ada yang kerap menggangguku yakni dengan cara, tanpa sepengetahuanku, mereka menyimpan benda seperti tempat cotton bud yang berpentuk tabung silinder dari plastik di track yang aku lalui, saat benda tsb mengenai ban sepedaku, aku yang belum mahir mengendalikan sepeda menjadi kehilangan kendali, otomatis aku terjatuh dan terkadang terluka. Aku harap tidak ada lagi orang yang mengerjai atau menjahili orang lain terlebih dengan cara membahayakan.
Hal menyenangkan dulu saat bersepeda adalah ketika dibonceng oleh Abiku menggunakan sepeda kumbang, hanya Abiku sangat khawatir aku kenapa-kenapa maka Abiku hanya memboncengku di sekitar rumah. Lain hal dengan pamanku, yang jauh lebih muda dari Abiku, ia lebih berani untuk memboncengku di sekitar komplek rumah bahkan hingga ke jalan raya. Ketika itu aku sangat senang dapat bersepeda bersama Abi dan paman.

Foto: Kanan ke kiri: Sepupu priaku (sepeda hitam), adik laki-lakiku (sepeda abu-abu), dan aku (sepeda putih-hitam). Aku mengenakan kaos Polo Ralph Lauren, 'Mr. Lauren, would you like to be a Moslem?'; jeans (Levi's?); topi Pro Shop (dengan simbol huruf "S" bertanduk seperti simbol satan); snikers: Converse. 
Gambar pada busana dan aksesoris sebaiknya hindari gambar makhluk bernyawa, dan simbol yang tidak sesuai syariat Islam.


Terkait rasa suka, sayang atau cinta aku terhadap lawan jenis dan sepeda. Saat SMP aku sempat menyukai salah satu kaka kelasku, seorang pria yang menawan, putih, beralis agak tebal, tidak terlalu tinggi, ia Muslim. Aku menyukai parasnya yang menarik hati, dan ternyata kabarnya ia anak BMX. Saat sekolah aku hanya bisa memperhatikannya dari kejauhan, aku tidak mengenalnya. Setelah aku lulus SMU, ternyata mantan kaka kelasku saat SMP tsb adalah teman dari salah satu sepupuku yang juga memiliki ketertarikan pada sepeda BMX. Suatu kali sepupuku yang bersekolah di SMP yang sama tempatku bersekolah dulu melaksanakan acara perpisahan sekolah di gedung milik Kepolisian di Sukabumi, aku menghadiri acara tsb mengantar sepupuku sekaligus sebagai alumni aku ingin mengetahui suasana perpisahan saat itu, ketika itu aku mengenakan atasan cheongsam putih dengan sedikit hiasan berwarna pink dan ungu dipadukan dengan panthalon ungu, sayangnya aku tidak berhijab. Ternyata kaka kelas yang aku suka saat SMP yang merupakan anak BMX pun hadir, aku senang melihatnya lagi namun aku tidak dapat berbuat banyak karena aku telah mencintai mantan kaka kelasku saat SMU, seorang pebasket non Muslim (waktu itu aku cintanya sudah sejak lama pada seseorang ini tapi kami belum terlalu kenal baru sekedar tahu), dan aku juga tengah dekat dengan mantan kaka kelasku saat SMU, pebasket Muslim (saat itu kami sudah saling tahu sejak lama dan sudah saling mengenal selama beberapa bulan), untuk itu kala itu aku hanya bisa meminta tolong kepada sepupuku untuk memfoto mantan kaka kelasku tsb yang saat itu berdandan dengan style anak BMX. Mantan kaka kelasku tsb bersedia untuk difoto, fotonya aku simpan sampai kini, hanya aku "crop" fotonya hingga yang nampak tinggal wajah menawannya dengan kaos putih yang masih sedikit terlihat, dilengkapi topi ala anak BMX (sayangnya topinya bergambar kepala tengkorak dan daun ganja, tidak sesuai syariat Islam).

-> Muslimah sepatutnya berhijab syar'i, model terbaik gamis, kerudung menutupi dada, warna sebaiknya warna gelap seperti hitam, hijau tua (warna Islami) atau warna terbaik putih. Pria Muslim bisa saja bergaya casual maupun sporty selama menutup aurat dan pakaiannya sesuai syariat Islam, hanya jangan sampai berantipati bahkan sepatutnya berusaha untuk mengenakan hulah (pakaian two pieces Muslim) dan gamis syar'i sesuai sunnah.

Dulu aku pun senang bersepeda menggunakan sepeda BMX, bukan untuk atraksi tetapi hanya untuk keriangan bersepeda sambil sedikit berolah raga. Waktu itu biasanya aku bersepeda dengan style yang simple, casual and boyish, mengenakan jeans, kaos, snikers dan topi (ketika itu aku tidak berhijab, rambut panjangku digulung dan dimasukkan ke dalam topi). Adakalanya aku bersepeda dengan adik priaku dan salah satu sepupu priaku. Saat itu, seluruh sepeda BMX baik yang asli maupun yang rakitan milik salah satu sepupu priaku, sehubungan ia memiliki beberapa sepeda maka sepupuku tsb membebaskan aku dan adikku untuk meminjam sepedanya. Saat bersepeda itu, aku beberapa kali melihat orang yang nampak sedikit kebingungan menerka apakah aku laki-laki atau perempuan terkait gaya aku yang tomboi. Belakangan, aku menyadari bahwa dalam Islam terdapat larangan bagi pria menyerupai wanita serta sebaliknya bagi wanita menyerupai pria.
Untungnya, BMX meskipun berat tetapi rendah sehingga memungkinkan aku untuk tetap bersepeda dengan aman dan nyaman meskipun mengenakan gamis/jubah syar'i sekalipun. Alhamdulillah.
Ada kisah yang masih terkenang terkait sepeda BMX dan busana hijab syar'i yang aku kenakan. Kisah ini mengenai aku dengan sepeda BMX hitam serta hijab hitam syar'i dan dua remaja pria berseragam sekolah di angkot. Hari itu, aku -yang telah resign bekerja sebagai guru- memanfaatkan waktu jika tidak keliru untuk bersilaturahim sambil sedikit berolah raga, aku bersepeda dengan riang dan santai di jalan raya, kemudian aku mengayuh sepedaku di belakang sebuah angkot yang di dalamnya terdapat dua remaja pria anak sekolah. Aku melihat mereka menatap ke arahku bahkan seolah menontonku bersepeda sehingga aku balik memperhatikan mereka. Aku melihat mereka berdua yang duduk berhadapan di bagian belakang angkot melakukan percakapan, sambil bersepeda dengan tenang aku berusaha membaca mulut dan gesture mereka. Percakapan mereka kira-kira sbb:
Remaja Pria 1: "Eh, liat cewe hijab pake BMX" (Berbicara dengan wajah kaget/amazed).
Remaja Pria 2: "Eh, iya ya." (Expresi heran dan terkesan).
Remaja Pria 1: "Iya." (Ekspresi yakin).
Remaja Pria 2: "Ah, tapi masa sih cewe -berhijab- itu pake sepeda BMX?" (Mulai bertanya-tanya. Started doubting).
Remaja Pria 1: "Iya, cewe hijab itu pake BMX!" (Expresi super yakin).
Remaja Pria 2: "Iya gitu? Bukan sepeda BMX deh kayanya." (Semakin ragu).
Remaja Pria 1: "Iya! Itu sepeda BMX." (Mencoba meyakinkan kawannya).
Remaja Pria 2: "Coba deh kita liat lagi sepedanya." (Mulai mengajak temannya untuk ikut meragukan si sepeda).
Remaja Pria 1: "Itu BMX." (Masih bertahan dengan pendapatnya).
Remaja Pria 2: "Bukan tau, itu bukan BMX. Liat deh." (Semakin mengajak temannya untuk sepakat dengannya).
Remaja Pria 1: "Masa sih? Itu kayaknya BMX deh." (Mulai ikut meragu).
Remaja Pria 2: "Bukan.. Bukan BMX." (Mengutarakan dengan yakin).
Setelah berulang kali percakapan "yes or not" dan "true or false" antara kedua pria tsb, percakapan diakhiri dengan ending kira-kira sbb:
Remaja Pria 1: "Eh, iya ya itu BUKAN BMX."

Komen aku: Doweng! Astaghfirullah.
Penonton (aku) kecewa padahal si remaja pria 1 itu jawaban dan pendapat awal-awalnya benar, aku sempat kagum pada remaja pria 1 itu karena perkiraannya tepat dan ia sempat mempertahankan pendapatnya, waktu itu aku memang menggunakan sepeda BMX. Seingatku, saat itu setelah percakapan mereka tsb aku mengayuh sepeda dengan lebih kencang menyusul angkot tsb meninggalkan dua remaja pria yang telah selesai berdiskusi dengan hasil diskusi yang tidak sesuai harapan(ku). Ketika itu, aku ingin memberitahukan mereka namun situasi dan kondisinya aga kurang memungkinkan untuk itu aku menuliskan mengenai peristiwa yang pernah terjadi tsb di tulisan ini, mudah-mudahan saja adik-adik tsb membaca dan kami dapat memetik pelajaran.
1. Sabar adalah separo iman dan keyakinan adalah seluruh keimanan. (HR. Athabrani dan Al Baihaqi) [Dr. Muhammad Faiz Almath, "1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad", hal. 273.]
Pelajaran yang aku petik adalah selain ilmu, keyakinan yang tak tergoyahkan, keyakinan yang teguh, dalam kebenaran sangatlah penting. Seringkali memang harus mengalah khususnya kepada sesama Muslim, namun adakalanya kita perlu teguh/kukuh dalam mempertahankan kebenaran (khususnya di jalan Allah, mengharap ridha Allah).
Kudu loba ngelehan hususna ka sasama Muslim, ngan sakali-sakali mah kudu neuktreuk di jalan anu bener, ngabela anu bener (hususna di jalan Allah, ngarepkeun rido Allah).

Sayang sekarang seluruh sepeda BMX yang diceritakan di kisah ini, bukan lagi rezeki kami. 
Oia pesepeda BMX ternama yang aku ingat adalah Mat Hoffman. 'Mr. Hoffman would you mind to become a Moslem?'


Foto: Sepeda besar yang adakalanya aku gunakan ketika kecil, bersamanya aku pernah terjatuh ke dalam parit.
Sepeda itu dulu Abi beli untuk Abi, aku dan adik. Sekarang sepedanya jarang digunakan, harus diperbaiki terlebih dahulu. Sekarang, aku pribadi agak ragu menggunakan sepeda tsb karena bukan sepeda wanita dan sepedanya agak tinggi, agak khawatir terjatuh.

Anw pria yang aku cintai saat ini, yang foto masa kecilnya (yang telah aku crop) kemudian aku sandingkan dengan foto masa kecilku, dalam fotonya aslinya ia sedang dibonceng di atas sepeda oleh kakak perempuannya, di foto tsb ia nampak cute. Saat ini, bagiku ia masih terlihat cute, sayangnya ia seorang non Muslim. Seingatku, aku belum pernah mengungkapkan kepadanya perihal keinginanku untuk dapat bersepeda dengannya. Aku malah mengungkapkan dalam salah satu tulisanku bahwa aku ingin bersepeda bersama salah satu aktor non Muslim yang ia nampak sangat tampan saat bersepeda.
[Maunya aku macam-macam saja. Astaghfirullah.]

-> Untuk para pemain pesepeda (termasuk pesepeda BMX) Muslim, sedapat mungkin saling mengingatkan untuk shalat; kemudian menyempatkan membaca Al Qur'an sesuai kemampuan, alangkah baik bila dapat membaca Al Qur'an setiap hari.
-> Pakaian pesepeda (termasuk pesepeda BMX) beserta berbagai aksesorisnya sepatutnya dibuat sesuai syariat Islam.
->Bagi kaum Muslimin, khususnya pria Muslim, selain bersepeda, sedapat mungkin untuk melaksanakan sunnah seperti memanah, berkuda dan berenang.



Skateboarding
Foto: Salah satu sepupuku di atas skateboard. Ini salah satu sepupu terdekatku. 

Salah satu sepupu terdekatku ini dulu termasuk "anak gaul", darinya lah aku mengenal sepeda BMX dan skateboard. Dari kecil kami bersama. Dulu kami memiliki kecenderungan yang sama dalam beberapa hobby dan selera fashion (casual-sporty). Kami beda 3 tahun, walaupun begitu, kami memilih sekolah yang sama, masa Taman Kanak-Kanak ia habiskan di Sumatera sedangkan aku di Sukabumi, hanya dari SD-SMU dan kuliah pun sama-sama di Bandung dan sekitarnya, meskipun kami berbeda universitas. 
Terkait skateboard, kami sekedar iseng ingin mencoba skateboard untuk itu kami hanya menggunakan papan yang terkesan "fancy". Paling, dulu saudaraku ini mengumpulkan miniatur papan skateboard dan aku terkadang memainkan papan-papan skateboard mini tsb dengan jemari.

Di Sukabumi skateboarder yang dikenal pada masaku bernama A Ewink. Aku sempat sekilas mengenalnya, ia seorang skateboarder populer yang ramah. Untuk skateboard ini di kepalaku ada nama Tony Hawk. Aku ngeh nama tsb terkait dulu terkadang aku dan saudara-saudaraku memainkan game skateboarding dengan karakter utama profesional skateboarder ini. 'Mr. Hawk would you like to convert into Islam?'

-> Untuk para skateboarder Muslim, sedapat mungkin saling mengingatkan untuk shalat; kemudian menyempatkan membaca Al Qur'an sesuai kemampuan, alangkah baik bila dapat membaca Al Qur'an setiap hari.
-> Pakaian skateboarder beserta berbagai aksesorisnya sepatutnya dibuat sesuai syariat Islam.
->Bagi kaum Muslimin, khususnya pria Muslim, selain berskateboard, sedapat mungkin untuk melaksanakan sunnah seperti memanah, berkuda dan berenang.


Next, insyaAllah:
Rollerblade/ In Line Skate (Sepatu Roda)

Skipping (Lompat Tali)

Lifting (Angkat Beban)


1691. Dari Ibnu Mas’ud r.a, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaanya nanti di hari kiamat adalah para tukang gambar.” (HR. Bukhari – Muslim)[Imam Nawawi, “Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 2”, hal. 665.]

1689. Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Setiap tukang gambar berada di neraka, setiap gambar yang digambarnya akan diberi nafas (jiwa), sehingga ia menyiksanya di neraka Jahannam.” Ibnu Abbas berkata: “Jika memang kamu harus menggambar, maka gambarlah pepohonan, dan apa yang tidak mempunyai ruh (nyawa).” (HR. Bukhari-Muslim) [Ibid. hal. 664.]





Source:
Olimpiade Rio de Jeneiro 2016: Infotopbola.com
Logo PON 2016: http://999-logo.blogspot.co.id/
Wikipedia
http://panoramahijau.blogspot.co.id/2015/04/haramnya-tato.html


"Olah Raga Ranjang/Kasur"
Olah Raga Edisi Khusus (Private)


Foto: Spring Bed: Guhdo Standard
Sheet (Seprai): Lady Rose


15. Akan tiba satu jaman atas manusia dimana perhatian mereka hanya pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya benda semata-mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah harta mas dan perak. Mereka adalah makhluk Allah yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian yang menyenangkan di sisi Allah. (HR. Adailami) [Dr. Muhammad Faiz Al Math, "1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad, hal. 267.]

“..., Aduh kayak'y apa yang dikisahkan terjemah hadits di atas menimpa aku deh. Sekarang kan lagi Pekan Olah Raga Nasional (PON), trus ada yang aneh masa maskotnya MONYET? Emangnya yang suka olah raga, trus para atlet monyet gitu? Ngeselin deh. Aku mau negur, salah satunya terkait larangan membuat gambar makluk bernyawa tapi lg ga mood. Anw simbol KUJANG-nya udah bagus.
Btw waktu kecil aku sempet suka banget olah raga, sekarang males banget. Tapi sekarang aku mau deng olah raga sama kamu, Tex, “OLAH RAGA RANJANG”. Seinget aku, kamu pernah bilang hal itu ke temen kamu di comment box Fb kamu. Your comment was crazy but funny, had ever made me laugh at least smile. Zina terlarang dalam Islam (mungkin di agama lain juga). Berdasarkan hukum Islam, bila melakukan zina harus bertanggung jawab, pelaku zina yang belum menikah dihukum CAMBUK sedangkan yang sudah menikah dihukum RAJAM.”


Wacana di atas merupakan isi message WhatsApp yang pernah aku kirim dan aku tujukan untuk seseorang, pria yang aku cintai. Untuk terjemah hadits yang aku kirim kepada pria yang aku cintai, yang tidak seagama denganku tsb, berbeda dengan terjemah hadits yang tertera di atas, aku mengirimkan kepadanya terjemah hadits dari salah satu laman di internet, supaya cepat, sedangkan untuk tulisan ini, aku mengutip dari buku. Aku membahas hadits tsb karena saat itu aku sedang malas syiar Islam untuk hal yang berkaitan dengan olah raga (sesuai syariat Islam). Kemudian untuk part: “Btw waktu kecil aku sempet suka banget olah raga, sekarang males banget. Tapi sekarang aku mau deng olah raga sama kamu, Tex, “OLAH RAGA RANJANG”. -> Maaf, pernyataan aku ini terlontar karena memang belakangan aku jarang olah raga, tak serajin ketika kecil, kemudian saat itu aku kesal sama logo monyetnya, aku ga mau disamain sama monyet (atau hewan apapun itu) terlebih logi tsb logo makhluk bernyawa yang terlarang dalam Islam. Maaf pula, pernyataan “Olah Raga Ranjang” itu memang maunya aku olah raga yang dimaksud dengan seseorang yang aku anggap kekasih aku tsb, dan aku ada rasa pengen iseng aja becanda sama seseorang tsb, lalu pengen membahas mengenai pernyataannya yakni “Olah Raga Ranjang”.
Mana bisa aku olah raga ranjang sama seseorang itu, kami belum pernah bertemu, lebih lagi kami belum menikah terlebih pula kami beda agama. Astaghfirullah, aku aneh-aneh aja.

FYI, aku ngeh dalam pembicaraan pria yang dilakukan oleh pria non Muslim yang saat itu sangat aku cintai tiada tara bersama temannya terdapat istilah yang aku temukan dalam buku "Jakarta Undercover" karya Moamar Emka yang pernah aku baca seluruh serinya. Aku menuliskan ini "diingetin" sama aktor Muslim yang belakangan aku memutuskan untuk mengikatkan hati aku kepadanya, ke hatinya. Kepada sang desainer (yg belakangan ia memutus komunikasi denganku), dan sang aktor, aku pernah mengingatkan mengenai busana dan hijab syar'i. Kepada salah satu dari mereka, aku mengingatkan intinya agar kami berusaha berbicara/memberikan statement dengan bahasa yang baik/sopan. Aku aga confused harus bilang apa terkait kehidupan malam, yang pasti dalam Islam pria dan wanita harus membatasi pergaulan dan menjauhi zina. Aku mengingatkan aktor yang aku ikatkan hatiku kepadanya serta untuk seluruh insan seni peran untuk tidak bermain film maupun sinetron yang vulgar, tetapi karya seni sesuai syariat Islam. Bagi para penulis, termasuk aku yang suka menulis pun sepatutnya berusaha untuk membuat karya yang tidak vulgar, tetapi karya seni sesuai syariat Islam. Hal ini berlaku untuk setiap insan seni bahkan setiap orang yang membuat karya, agar membuat karya sesuai syariat Islam. (Ini aku khawatir karena harus mempertanggungjawabkan setiap tindakanku kepada Allah).

Anw istilah “Olah Raga Ranjang” ini bisa jadi bisa digunakan bagi pasangan suami istri sah, hal ini merujuk pada frasa yang tertera pada terjemah Al Hadits yang tercantum pada awal tulisan ini, frasa yang dimaksud adalah “bercumbu -rayu- dengan istrinya”, aku sisipkan kembali terjemah hadits serupa:
Ath-Thabrani, dengan sanad jayyid meriwayatkan dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda:
“Segala sesuatu yang bukan dari dzikir kepada Allah adalah permainan yang melalaikan atau melupakan kecuali empat perkara: berjalannya seseorang antara dua tujuan (untuk) memanah, berlatih menunggang kuda, bercumbu dengan istrinya dan mengajarkan renang/belajar berenang”. [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, “Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 2", hal. 285.]
Bercumbu rayu dengan istri disejajarkan dengan memanah, melatih kuda dan belajar berenang.
Terdapat pula terjemah hadits lain yang maknanya serupa hanya sedikit mengalami perluasan arti/makna untuk frasa dalam Bahasa Arab "wamulaa 'abatuhu ahlahu" atau "wamulaa 'ibatihu ahluhu" yang diartikan dengan "bercumbu rayu dengan istrinya", dan diartikan pula dengan "bermain dengan keluarganya". Berikut terjemah haditsnya:
Dengan isnad jayyid, Ath-Thabrani meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"Segala sesuatu bila tanpa menyebut asma Allah, maka ia adalah senda gurau belaka, kecuali empat perkara: berjalannya seseorang antara dua tujuan (untuk memanah), berlatihnya dalam menunggang kuda, bermainnya dengan keluarganya dan belajar renangnya". [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, "Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam: Jilid 1", hal. 229.]

Kisah terkait foto di atas, itu bukan kamar aku, aku mengambil foto tempat tidur di ruangan tsb karena ruangannya cukup terang, kemudian, ruangan tsb salah satu tempat mengungsi aku sementara karena kamarku ternyata bocor dan lembab, belum sempat diperbaiki.
Terkait spring bed, tempat tidur pegas tsb warisan dari almarhum uncle-ku yang telah aku anggap seperti papiku, dulu pasca beliau meninggal tidak ada yang mau menggunakan tempat tidur yang pernah dipakainya tsb, hal ini lebih dikarenakan beliau diduga meninggal salah satunya disebabkan sihir/santet. Aku bersedia saja menggunakan tempat tidur tsb, aku percaya sihir ada, dan itu terlarang dalam Islam. Semoga Allah melindungi aku dari sihir, serta dari segala keburukan dan kejahatan. Aamiin
Anw setiap spring bed yang aku pernah kenakan pasti membuat nyaman, hanya belakangan aku sering agak khawatir karena Rasulullah saw hanya tidur di dipan yang sederhana.
Kemudian, spreinya hadiah dari Umiku. Aku sempat cukup tersenyum ketika melihat kemasan seprei tsb karena icon seprei tsb adalah aktor yang pernah aku lihat secara langsung dan aku sempat memperhatikan aktor tsb dari siang hingga malam sambil menunggu salah satu sahabatku di lokasi shooting sebuah sinetron, aktor tsb Raffi Ahmad. Di kemasan seprei tsb, sang aktor berpose bersama sang istri, Nagita Slavina. Semoga Allah menjadikan mereka keluarga sakinnah, mawaddah wa rahmah, senantiasa diberkahi Allah. Semoga sang istri bersedia mengenakan hijab syar'i untuk meraih ridha Allah. Aamiin
Oia di booklet sepreinya ada image Christiano Ronaldo dkk dan Lionel Messi dkk. Semoga Allah mengaruniakan kepada mereka hidayah iman Islam. Aamiin.



Foto: Kamar kostan aku waktu kuliah. Atas: kostan ke-2 yang pernah aku tempati. Ranjang di langit-langit dengan kasur Palembang warna hijau. Bawah: kostan ke-3 yang pernah aku tempati. Sahabatku yang telah lebih dahulu lulus menghibahkan beberapa barang yang berwarna biru-hitam, alhamdulillah. Ketika itu sahabatku suka warna merah dan biru sedangkan aku suka warna pink dan hijau (termasuk hijau army).

Sekedar informasi: Aku tak tahan dingin, aku sangat suka selimut tapi aku tidak suka bergonta-ganti selimut pribadi, sesuai ajaran Islam tidak boleh semena-mena menumpuk-numpuk benda termasuk selimut, selimut yang aku pakai saat tulisan ini dibuat adalah selimut yang sama dengan yang aku pakai sejak aku SD, jadi paling sesekali cukerpak (cuci, kering, pakai). Kemudian, aku suka bantal-bantal lucu, biasanya bantal-bantal itu diberi, alhamdulillah. Hanya, belakangan aku kurang setuju bantal dengan bentuk makhluk bernyawa terkait larangan membuat bentuk dan gambar makhluk bernyawa. Aku aga kesulitan mendapatkan bantal lucu tanpa bentuk dan gambar makhluk bernyawa di pasaran, sejauh ini paling musti langsung ke pabriknya (pesan bantal bukan makhluk bernyawa ke home industry bantal lucu). Anw aku pernah mengikuti pelatihan pembuatan bantal boneka, bantal boneka untuk anak-anak. -> Untuk orang dewasa baiknya bantal tidak berbentuk dan bergambar makhluk bernyawa.
Then, aku ngga terlalu suka seprei warna mencolok, membuat mata kurang nyaman. Aku juga kurang suka sprei warna gelap, terlihat suram. Belakangan, aku sangat suka sprei dengan motif bunga atau motif bukan makluk bernyawa yang sederhana, warna spreinya hijau bisa dikombinasikan dengan warna putih atau warna putih polos.

Foto di kosan tsb aku sertakan terkait -maaf- kebersamaan yang pernah aku jalani dengan para pria di kamar tidur. Hal yang aku atau kami lakukan dahulu sebagai bukan mahrom memang keliru, melanggar syariat Islam, hanya dalam tulisan ini ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan khususnya hal-hal yang mempengaruhi pembentukkan pola pikir bahkan karakter/akhlak aku. Foto atas, merupakan foto suasana tempat tidur saat aku kost bersama salah satu sahabat wanitaku dan kami menjalani kebersamaan dengan pria yang merupakan seorang pemain basket, ia lebih tua dariku (aku lebih muda darinya beberapa bulan), ia seorang Muslim.
Tempat tidur di kostan ketika itu aga unik, seakan berada di langit-langit ruangan. Mengenai pria yang ketika itu kerap menghabiskan waktu bersama denganku, only the two of us, maupun dilengkapi salah satu sahabatku, adalah pria yang rupawan, sepengetahuanku ia seorang yang baik, sabar, extremely care, menyenangkan (sangat tahu caranya membuat aku senang), dan visioner.
Bagi aku, sejauh ini agak sulit membuat kontak fisik (bukan kekerasan tapi showing love and affection) dengan pria, aku cenderung menjaga jarak, kecuali aku cinta banget, ibaratnya cintanya udah sampe melewati ubun-ubun bisa jadi aku khilaf sehingga aku membuat kontak fisik dengan pria yang benar-benar aku cintai tsb. Entah itu aku atau pria yang aku cintai yang lebih dahulu membuat kontak fisik.

Rasulullah saw. bersabda, "Kepala salah seorang kalian ditusuk dengan jarum besi lebih baik daripada ia menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya. [Adnan Hasan Shalih Baharits, "Tanggung Jawab Ayah Terhadap Anak Laki-Laki", hal. 398.]

7. Barangsiapa berjabatan tangan dengan perempuan yang bukan mahramnya maka ia dimurkai Allah Azza Wajalla. (HR. Ibnu Baabawih). [Dr. Muhammad Faiz Almath, "1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad, hal. 238.]

Dengan pria yang aku kisahkan ini, yang aku rasakan bukan cinta yang menggila tapi sayang dan percaya (TRUST), aku bersedia menghabiskan siang dan malam bersamanya, berbaring di sampingnya meskipun kami belum menikah, karena aku yakin ia tidak akan meninggalkan aku, lalu aku telah mengetahui keluarganya begitu pula ia telah mengenal keluargaku, terlebih ia Muslim, kami seagama, sesama Muslim.
Yang aku suka dari pria ini adalah ia sabar, sangat jarang marah, jika ia marah, paling ia hanya mempertajam tatapannya, lalu aku terdiam segan, atau apabila aku sangat emosi (marah) disebabkan suatu hal, ia segera pergi meninggalkanku dan kembali dalam beberapa jam kemudian dengan tatapan dan senyum penuh kasih. Seingatku ia tidak pernah membawa pertengkaran ke tempat tidur, di tempat tidur, kami membicarakan hal yang menyenangkan, sesekali tertawa bersama, dan seringkali membicarakan hal serius namun dalam suasana yang santai dan nyaman.
Hal yang mengesankan saat bersama dengannya adalah pengalaman pertamaku aku berbaring di samping pria yang aku sayang yang di sampingnya berbaring pula seorang wanita yang mencintai pria yang aku sayang tsb, kami bercengkrama. Hal mengesankan lainnya adalah, aku, wanita yang menyayanginya lalu mantan kekasihnya yang masih mencintainya dan masih ia sayangi serta kekasihnya, berikut masih ada beberapa wanita lain yang juga memiliki kedekatan emosional dengannya, saat itu kami bisa akur dan cukup akrab di bawah perlindungannya. Kami para wanita yang menyayangi bahkan mencintai pria ini rukun meskipun kami tahu kami menyukai, menyayangi bahkan mencintai pria yang sama. Aku bersyukur bahwa rasa cemburu dapat diatasi. Aku yang sangat setuju poligami menganggap hal tsb sebagai pengalaman yang menakjubkan, subhanallah.
Sesekali aku berkunjung ke tempat kostnya, ke kamarnya, hanya biasanya aku (atau bersama para sahabatku) sekedar duduk santai atau duduk manis dan mengobrol (tidak sampai menginap di kamarnya).
Saat bersamanya awalnya aku tidak mengenakan hijab, sedang menanggalkan hijab, adakalanya aku mengenakan pakaian yang agak terbuka di hadapannya, setelah aku kembali mengenakan hijab, aku dan dia sedikit memberi jarak, kami membatasi kebersamaan kami namun ia sempat menyatakan bahwa ia menyayangiku dan mengisyaratkan agar aku tetap bersamanya, ia ingin tetap bersamaku meskipun saat itu ia memiliki kekasih. Saat itu aku sangat menyayangi pria yang kami sempat menjalani kebersamaan yang sangat intens ini hanya aku masih mencintai pria lain, terutama salah satu kawannya, dan sahabatku pun masih mencintai pria yang saat itu aku sayangi ini, dan ada hal lain yang ketika itu bingung harus berbuat apa.
Setelah aku bertanya kepada Abiku, terkait kebersamaan aku dengan pria yang aku maksud, meski kami tergolong tidak berzina, perilaku yang kami lakukan bisa jadi dapat dikenai hukum cambuk karena kami bukan mahrom berkhalwat secara berlebihan, sering tinggal bareng, ibaratnya kalo ada penggerebegan/razia kami sudah musti dinikahkan saat itu juga.

Foto bawah, kamar kostku tempat aku kerap menjalani kebersamaan dengan seorang pria yang pernah aku sayangi, seorang non Muslim, Nasrani. Pria yang pernah menjadi teman pria terdekatku ini lebih muda dariku, aku lebih tua darinya beberapa bulan. Dia adalah pria yang kerap mengajakku berkendara dengan motornya. Ia biasa menjemputku di tempat kostku.
Di kamar kostku biasanya kami sekedar berbincang, sesekali tertawa bersama, aku memperhatikannya bermain gitar, kami bermain komputer atau laptop, kami membahas karya yang kami buat, dia membuat lagu sedangkan aku membuat gambar (sayangnya gambarnya gambar makhluk bernyawa yang terlarang dalam Islam), oia menurut keterangan mantan teman terdekatku ini, dia pun menyukai menggambar (hanya dia lebih fokus bermusik). Di kamar ini aku pernah bercerita kepada pria terdekatku saat itu bahwa aku pernah bertemu beberapa publik figur termasuk salah satu aktor ternama non Muslim yang sempat aku minta tanda tangannya, pria yang masih aku sayangi, aku juga bercerita sambil memperlihatkan majalah yang berisi profile seorang desainer non Muslim, pria yang aku cintai saat ini.
Hal yang sangat terkenang adalah aku, pria yang pernah sangat dekat denganku ini serta kekasihnya (tunangannya), kami sempat bercengkrama di kamar tsb. Ketika itu, dengan sepengetahuan tunangannya, aku dan pria ini sempat membuat semacam janji, janjinya adalah seandainya aku dan pria ini berpisah, tidak bersama lagi, aku memintanya agar sedapat mungkin dia tidak boleh gemuk, bahkan bila dia telah memiliki anak. Aku pun memintanya memperlihatkan bukti (misalnya melalui foto) di media sosial bahwa dia tetap kurus/tidak gemuk. Aku sampai sempat menyatakan hal seperti "Awas lho ya kalo sampe kamu gemuk." Dia tertawa dan semangat menerima tantangan dariku, kala itu pria ini menyanggupi janji yang kami buat tsb dan aku sempat sangat excited. As far as I know, he keeps his promise, 'Hey there, thank you for keeping the promise'. Sekarang, melalui tulisan ini, aku memberinya keleluasaan untuk tetap kurus atau menjadi gemuk (selama tidak obesitas).
Kekasih dari pria terdekatku saat itu awalnya merupakan seorang Muslimah namun beralih menjadi Nasrani, innalillahi wa inna ilaihi rojiun, aku sedih mengetahui hal tsb.
Pria terdekatku dulu yang banyak orang sempat mengira bahwa dia adalah pacarku ini bagiku dia adalah seorang yang terbuka dan blak-blakan, namun aku akui aku yang biasanya melontarkan komentar sekehendak hati (tapi tetap berusaha sesuai situasi, kondisi, topik dan tema) dan dia berusaha SABAR menghadapi komentarku, bahkan terkadang sahabatku yang membelanya dari serangan komentar "jujur tapi dalem" ala aku. Hanya ada saat ketika aku dan dia yang telah terpisah jarak, kami sempat rusuh di media sosial hal ini terkait aku mengajaknya bahkan memaksanya untuk masuk dan memeluk Islam, kemudian aku tidak menyetujui konsumsi anjing ( dan babi), terkait hal tsb pria ini menentang keras, aku kaget dengan perubahan sikap dan reaksinya yang sangat berbeda dibanding saat kami sedang dekat dan sedang bersama, aku benar-benar terpukul, shocked. Hanya ada hal yang membuat aku terharu yakni, pasca percekcokan hebat yang kami lakukan, secara personal via message box dia sempat meminta agar kami tidak putus silaturahmi (silaturahim). Sayangnya saat itu aku yang masih shocked dengan reaksi keras yang sempat dia berikan, berikut aku yang masih sedih dikarenakan harus tiba-tiba berpisah jarak darinya yang kami telah cukup lama menjalin kebersamaan, ditambah aku yang saat itu mengalami kelelahan yang amat sangat sempat jatuh sakit bahkan jatuh pingsan hingga dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit.
Sehubungan, dia pernah memintaku untuk tidak memutus silaturahim, maka belakangan aku pernah menyapanya di media sosial (menuliskan sesuatu terkait hobby), ia mengisyaratkan reaksi yang baik, hanya kami tidak lagi  berdiskusi seperti dahulu.
Aku sangat ngeh upaya Kristenisasi, hanya bagiku, apa pun yang terjadi, aku ingin tetap di dalam iman Islam, selamanya di dalam Islam. Semoga Allah mengaruniakan kepada mantan teman terdekatku dan kekasihnya yang sekarang merupakan istrinya serta para non Muslim hidayah iman Islam. Aamiin.

Kebiasaan main di kamar bersama para pria awalnya adalah bersama para saudara priaku. Kemudian, aku main di kamar (walaupun mungkin ga di ranjang tapi di lantai) bersama para pria sekitar saat SMP dan awal SMU, main game jadul sega atau nitendo di kamar aku. Kemudian, pernah, atas izin ibunya, aku membangunkan pria yang saat itu sangat aku cintai yang sedang tertidur di kamarnya. Hanya saja aku membangunkannya ditemani pria lain yang aku sayangi saat itu, 'What an afternoon mare he had', 'Aa berdua maafin aku.' Pria yang saat itu aku cintai yang aku maksud, tanpa aku temani, pernah berada di salah satu kamar di rumah keluargaku untuk menunaikan SHALAT. Terakhir, di ranjang bareng pria, sama pacar aku saat itu, bukan sedang olah raga tapi kami pisah ranjang, dia menjenguk dan menemani aku yang sedang sakit sedangkan aku agak menjaga jarak dengan pacarku ketika itu, ia seorang Muslim. Pergaulan pria dan wanita terlebih bukan mahrom sepatutnya dibatasi, diatur sejak dini.

-> Semoga Allah menghidupkan, mematikan dan membangkitkan aku di dalam iman Islam.
->Menurut Abiku, terutama untuk akhlak, zina berbahaya (sedapat mungkin hindari zina), namun ada yang tak kalah berbahaya yakni bergonta ganti pasangan/kekasih. Jadi khususnya pasangan kekasih Muslim sedapat mungkin -bersikap- setia termasuk setia dalam poligami sesuai syariat Islam.
-> Some experiences made me deeply in love with polygamy atmosphere, polygamy concept.

Bisa jadi pembaca ada yang tertarik ada pula yang tidak tertarik dengan berbagai cerita/kisah aku, hanya aku akan bercerita selama aku ingin bercerita dan aku akan diam ketika saatnya diam. Harap maklum jika aku menulis tidak perlu menunggu ditanya terlebih dulu. Semoga siapa pun -bagi yang mau, yang bersedia- dapat mengambil pelajaran baik sesuai syariat Islam dari kisah-kisah/tulisan-tulisan aku.

-> Untuk para olahragawan/olahragawati, atau penyuka olah raga yang merupakan Muslim, sedapat mungkin saling mengingatkan untuk shalat; kemudian menyempatkan membaca Al Qur'an sesuai kemampuan, alangkah baik bila dapat membaca Al Qur'an setiap hari.
->Untuk kaum Muslimin bila memang menyukai olah raga, selain berolah raga yang memang tren (dan tidak bertentangan dengan Islam), diharapkan dapat berolah raga yang merupakan sunnah seperti berkuda, memanah, berenang, gulat dan lari (termasuk berlari bersama istri).

Semoga Allah mengaruniakan kepada para non Muslim di cerita ini hidayah iman Islam. Semoga Allah mengaruniakan kepada aku dan kaum Muslimin taufiq dan hidayah untuk bertaqwa. Aamiin

To be continued.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah
dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

2930.09.2016 -> 272829 Dzulhijjah 1437 H
Revisi dan Pengembangan:
01.10.2016 -> 29 Dzulhijjah 1437 H
020304050607080910111213141516171819202122232425262728293031.10.2016 -> 01020304070809101112131415161718192021222324252627282930 Muharram 1438 H
01020304050607080910111213141516171819202123252829.11.2016 -> 01020304050607080910111213141516171819202123252829 Shafar 1438 H.

0 komentar: