Cinta dan Seni Peran Sesuai Syariat Islam


Cinta dan Seni Peran Sesuai Syariat Islam

Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan- syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap- tiap lembah[1089], dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. [Q.S.: As Syu’araa (26): 221-227.]

[1089]. Yang dimaksud dengan ayat ini ialah bahwa sebagian penyair-penyair itu suka mempermainkan kata-kata dan tidak mempunyai tujuan yang baik yang tertentu dan tidak punya pendirian.

Kisah ini awalnya akan aku tulis dalam tulisan aku berjudul “Seni Peran sesuai Syariat Islam”, hanya ternyata tulisan tersebut sudah terlalu panjang, maka tulisan ini aku buat sebagai “sekuel” dari tulisan tersebut. Tulisannya kali ini tidak terlalu banyak membahas seni peran tapi lebih mengulas beberapa hal yang ingin aku sampaikan khususnya terkait cinta. Sebelumnya aku sampaikan permohonan maaf karena banyak dari kisah yang termuat dalam tulisan ini ditulis setelah tulisan ini dipublikasikan di blog ini hanya aku tidak dapat menuliskan detail waktunya di setiap part kisah yang tertulis. Berikut kisahnya:


Mengenai Papa (Abi) aku, ketika aku kecil aku melihat Abi aku sebagai sosok tinggi besar (agak gemuk), sekarang bagi aku beliau terlihat tidak terlalu tinggi, kurus. Aku tidak terlalu suka badan Papa (Abi)ku tinggi besar, ditambah rambut gondrong dan sedikit janggut, karena dulu ada saja anak yang ketakutan bahkan menangis jika melihat Papa (Abi)ku, mungkin terlihat sangar, aku lebih suka Abiku yang sekarang kurus, walaupun tetap berambut gondrong dan sedikit berjanggut (sunnah).
Waktu Papa (Abi)ku muda, banyak orang menyebutnya seperti alm. Didi Petet, 'semoga Allah merahmati alm. Didi Petet. Aamin.', beberapa kali jika sedang berjalan-jalan orang-orang sempat mengira bahwa beliau adalah aktor kawakan yang dimaksud. Sejauh ini, Abi kurang suka menonton sinetron ataupun film, Abiku kurang suka sinetron apalagi yang banyak adegan berlebihan/lebay ga kepuguhan, misalnya ribut, cekcok sesama Muslim, serta fitnah lainnya, walaupun itu sinetron Islami. Meskipun jarang menonton sinetron, Abi aku ngeh terhadap beberap aktor/aktris, misalnya aktor yang paling Abi aku inget sepertinya Baim Wong, kemudian Abi aku ngeh bahwa ada pemain sinetron sebut saja Nikita Willy, yang menurut beliau ia cantik. Oia Abi juga bilang Agnes Monica cantik tapi sepertinya beliau ngeh banget sama Agnes bukan sebagai pemain sinetron tetapi sebagai penyanyi. Abi aku hanya sesekali menonton film, salah satunya film action, beliau senang melihat aksi bela diri aikido Steven Seagal. 'Mr. Seagal, would you like to convert into Islam?'
Abi sering menonton berita, sesekali menonton Metro tv, tetapi lebih sering menonton tv One atau, jika ada, TVRI. Abi orang yang sangat suka musik dan ilmu (terutama B. Arab terutama untuk memahami Al Qur'an dan Al Hadits, B. Inggris, Matematika dan Fisika). Oia Abi aku tidak setuju dengan pemimpin non Muslim, jika pun telah terlanjur terpilih, pemimpin tsb sepatutnya diajak untuk masuk dan memeluk Islam, jika tidak bersedia memeluk Islam, maka ada baiknya kembali memilih pemimpin yang merupakan pria Muslim. Abi aku juga setuju dengan penegakkan syariat Islam dan khilafah Islamiyyah, namun menurut beliau hal ini tidak bisa dipaksakan namun tetap diperjuangkan, saat ini menurut beliau khususnya Muslim Indonesia sepatutnya berterima kasih kepada pemerintah yang telah mengizinkan syariat Islam tegak di Aceh, serta berterima kasih kepada TNI dan POLRI yang telah mengawal tegaknya syariat Islam terutama di Aceh. Mudah-mudahan syariat Islam dan khilafah Islamiyyah dapat tegak di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia.

Sambil menulis, sambil memikirkan, orang yang dianggap terroris padahal mungkin mujahid. 'Apabila memang benar mayatnya wangi (wangi alami), dimungkinkan bahwa ia adalah pihak yang benar. Semoga Allah menerima iman Islam dan meridhai para mujahid di dunia dan di akhirat. Aamiin.'

Abi aku termasuk sangat pandai namun ia memiliki kelemahan mungkin berupa "schizophrenia". Film yang mengharukan terkait skizophrenia yang pernah aku tonton adalah "A Beautiful Mind" yang dibintangi Russell Crowe. "Hi, Mr. Crowe would you like to become a Moslem?' Aku sampe nangis-nangis nonton film ini.

Selain perjuangan sang tokoh dalam menghadapi schizophrenia, hal yang sangat mengesankan dari film ini adalah kesetiaan seorang istri menemani suaminya yang mengidap schizophrenia, meskipun suaminya dalam kondisi terburuk pun sang istri tetap setia mendampingi suaminya, sungguh mengharukan. “Semoga Allah mengaruniakan kepada para pemeran, pembuat, serta pihak-pihak yang terkait dengan film ini yang beragama non Muslim hidayah iman Islam. Aamiin.”
Seperti halnya John Nash, ilmuan peraih nobel yang kisahnya menginspirasi pembuatan film tsb, pada kenyataannya, ia tidak memiliki teman khayalan, scene teman khayalan kabarnya, menurut "Readers Digest", dibuat agar cerita dari film tsb menjadi lebih menarik. Begitu pula Abiku tidak memiliki teman khayalan hanya saja Abiku saat sakitnya kambuh biasanya dapat melihat makhluk-makhluk astral dari mulai lucifer sampai harimau jadi-jadian. Anw aku mempercayai adanya hal gaib, namun sangat tidak setuju takhayul dan khurafat karena hal tsb tidak sesuai syariat Islam. Related to his illness, my father had ever been jailed, karena sempat dianggap membahayakan Abi masuk sel penjara di kantor Polisi, selain itu tentunya Abi pernah masuk Rumah Sakit: Bangsal Perawatan Jiwa. Sejak kecil aku sudah kenyang dengan hinaan, biasanya dari anak-anak sebaya, untukku terkait Abiku, hinaan seperti "bapaknya gila", "bapaknya gila". Dulu, sedih banget diperlakukan demikian, tapi kemudian aku berpikir bahwa aku harus sabar, tegar dan tabah menghadapi kenyataan, besides I'm proud of my father, he might be unwell but he is genius. Sakitnya Abi pernah membuat aku bercita-cita untuk menjadi psikolog atau psikiater tapi ternyata nilai-nilai pelajaran eksakta aku kurang memadai. Namun demikian, aku tidak terlalu penasaran lagi terkait bidang psikologi dan psikiater karena saat kuliah, aku sempat mendapat pelajaran psikoanalisis dan membaca beberapa buku psikologi. Peristiwa psikologis tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari, hanya saat ini aku lebih tertarik untuk mengetahui lebih banyak mengenai hukum Islam.


Anw Abi aku sempat mempelajari silat, namun sepertinya bela diri bukan bakat dan keahliannya, Abi lebih berbakat di bidang musik serta ia tertarik untuk mempelajari dan mengajarkan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Abi menemukan metode untuk mempelajari Bahasa Inggris adan Bahasa Arab. Alhamdulillah.
->Aku pribadi berpendapat bahwa walaupun seseorang menderita depresi, schizophrenia, bipolar disorder, histeria, megalomaniak ataupun penyakit kejiwaan lainnya, ketika ia sadar/sehat semestinya tidak menghalanginya untuk taat kepada Allah dan rasul-Nya. Untuk -berusaha- menegakkan kalimat tauhid, kemudian menegakkan syariat Islam dan khilafah Islamiyyah di muka bumi ini untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat.



Orang yang merekomendasikan  film “A Beautiful Mind” ini kepadaku adalah seorang pria teman kuliahku, sebut saja namanya Hermon, memang demikian nama belakangnya. Ia teman seangkatanku di kampus, seorang yang perhatian dan nampak berwawasan luas, ia mahasiswa sastra Jepang. Saat itu aku sedang sedih, bad mood gara-gara pria yang aku sukai mungkin cintai, senior aku di kampus namun beda jurusan, seorang mahasiswa sastra Rusia. Aku tidak mengenal senior aku ini namun sering kali ada di sekitar aku, dan bila ia ada di dekatku, dari hpnya, ia sering memutarkan lagu “Club Eighties”, “Dari Hati”, entah lagu tsb ia putar untuk siapa namun aku suka berada di dekatnya, sayangnya ia memberikan sikap yang tidak jelas terhadapku. Pokoknya saat itu aku jadi murung, susah senyum, terlihat pucat dan tak bersemangat, udah kayak ayam sakit aja. Teman aku “Hermon” ini sangat khawatir dengan kondisi aku, lalu dengan penuh perhatian menghibur aku, di tengah pertunjukkan musik yang sedang aku tonton bersama para sahabat (sekaligus perayaan ulang tahun salah satu sahabatku) di area “Blue Stage”, Fakultas Sastra, pada 16.04.2006. Sepanjang pertunjukan itu aku ditemani oleh temanku ini, seingatku ada satu waktu dimana aku dan temanku ini aga memisahkan diri dari para sahabatku untuk mengobrol. Ia bertanya mengenai keadaanku, kemudian ia membuat berbagai jokes, ia berusaha keras membuat aku tertawa atau minimal tersenyum. Masih di dalam area pertunjukkan, temanku ini mengajak aku untuk melihat bintang yang bertaburan di langit malam, lalu ia bercerita mengenai bintang, sambil sedih dan bad mood aku tetap antusias mendengar ceritanya yang diiringi dentuman musik yang nyaring, diawali informasinya mengenai bintang dan jenis-jenis bentuk bintang, sampailah kisahnya mengenai film “A Beautiful Mind” yang berhasil membuat aku tertarik untuk menonton film tersebut esok harinya setelah ia rekomendasikan.
Anw malam itu penuh bintang, bahkan saat aku pulang dari menonton pertunjukkan musik tsb bersama sahabat-sahabatku dan teman-teman anak band yang baru saja selesai manggung , kami melihat bintang jatuh. Salah satu temanku saat itu -yang beberapa tahun kemudian menjadi pria yang sangat dekat denganku, seorang Batak, non Muslim- yang awalnya menyadari mengenai bintang jatuh tsb, ia memberitahukan kami dengan suara lantang “Eh... liat, ada bintang jatuh.” Tanpa menunggu komando selesai kami semua langsung “make a wish”. ->Ternyata dalam Islam tidak ada acara “make a wish” seperti yang umumnya dilakukan, yang ada adalah membaca do’a. Berdasarkan buku doa, doa melihat bintang jatuh atau meteor adalah: “Maasyaa-Alloohu, Laahaula walaa quwwata illaa billaahi.” (apa yang dikehendaki Allah, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah) [Nur Cahayanik, “Bimbingan Anak-Anak Berdo’a”, hal. 54]
FYI dulu aga aneh dengan nama temanku, “Hermon”, nama yang tidak biasa aku dengar, nama yang familiar itu “Herman” (kayak nama tetangga aku, nama temen aku dan nama Om aku tepatnya kerabat keluarga aku), dan aku sempat bertanya-tanya  mengenai nama temanku ‘Ini orang nama belakangnya aneh, agamanya apa ya?’ Setelah aku bertanya langsung kepada temanku, ternyata ia merupakan seorang Muslim, alhamdulillah. Belakangan aku lihat nama Hermon terdapat di dalam Injil/Al Kitab. -> Aku ingin mengganti nama belakang temanku, nama “Hermon”aku elipsis, aku ingin memberi dia nama depan  Muhammad atau Ahmad.
Oia saat itu bad mood aku sulit hilang karena sedang menjaga jarak pertemuan dengan pria terdekatku (yang kisahnya tertulis di salah satu part tulisan ini), pria yang aku sayang saat itu, pebasket, anak theater, mahasiswa fakultas komunikasi, seorang bangsawan, Muslim. Saat itu aku sedang jatuh cinta pada pria lain, seniorku yang aku maksud, begitu pula pria terdekat aku saat itu, sedang mencintai wanita lain, teman seangkatanku satu fakultas denganku namun berbeda jurusan. Aku dan pria terdekatku saat itu selalu saling cerita bahkan mengenai kami dan orang-orang yang kami cintai. Setelah beberapa hari aku dan pria terdekatku yang saat itu aku sayangi  tidak saling bertemu, kami ketemuan, ia mengunjungiku di tempat kostku. Ia mengajakku mengobrol, kami bercerita termasuk mengenai hubungan aku dengan seniorku juga hubungannya dan teman seangkatanku yang ternyata tidak berjalan sesuai harapan; ketika itu pria terdekatku yang aku sayangi tsb mencandai aku yang sepertinya terlihat aga murung, setelah kebersamaan kami tsb akhirnya aku bisa kembali merasa senang, nyaman serta dapat kembali tersenyum ceria. 
Saat itu aku sangat menyayangi pria ini hanya saja aku cukup bingung dan risau karena pria ini adalah mantan kekasih salah satu sahabatku, pria yang saat itu masih sangat dicintai oleh salah satu sahabatku. Aku pun merupakan wanita yang pernah sangat dekat, sangat menyayangi bahkan mencintai dan mungkin disayangi dan dicintai oleh teman-teman yang ia kenal baik; aku pernah menjadi sebut saja kekasih salah satu atau dua teman pria yang ia kenal dengan baik.
->Catatan untuk part ini: Dalam Islam tidak ada perayaan ulang tahun. Kemudian, kisah aku di tulisan ini seringkali menggambarkan pergaulan yang tidak Islami antara pria dan wanita bukan mahrom, mustinya pria dan wanita bukan mahrom pergaulannya dibatasi sesuai syariat Islam, termasuk tidak boleh sembarang berdua-duaan apalagi di tempat sepi (berkhalwat). Menurut pendapat Abi aku, bila wanita dan pria bukan mahrom kerap berkhalwat misalnya di kamar bisa saja dikenai hukuman cambuk, ‘aku dan seseorang mungkin mustinya dihukum cambuk ’. Hukum cambuk memang berlaku bagi pelaku zina yang belum menikah. Dalam Islam terlarang semena-mena menuduh seseorang berzina, had zina pun dijatuhkan jika memang terbukti melakukan zina atau pelaku mengakui. Kami tidak berzina tapi  seringkali -maaf- berbaring/tidur bersama sesuka hati di kamar, nampaknya tepat jika dihukum cambuk. Aku harap kedepannya akan ada perbaikan, kehidupan berjalan sesuai syariat Islam, khilafah Islamiyyah dapat tegak untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat. Aamiin.
 

Secara finansial, Abi aku adakalnya ada saat kurang, ada pula saat berkecukupan. Abi sendiri berasal dari kelurga yang berkecukupan, alhamdulillah. Saat Abi dalam masa kekurangan, aku pribadi tetap selalu bersyukur, sejak kecil aku merasa banyak hal dalam hidup aku, termasuk dalam hal materi, yang perlu aku syukuri. Kemudian, waktu kecil aku suka nonton telenovela apa ya judulnya, “Carita de Angel”? yang soundtrack-nya terdapat kata-kata “Apalagi yang kurang kalau kau punya matahari dan udara.”, (waktu recalling, di kepala aku sempet ada nama karakter Carita, Clarita, Chabelita), untuk meyakinkan aku sempet search di internet, ternyata judul telenovelanya "Cinta Clarita". Sejak itu aku seringkali merasa bahwa dengan adanya sinar matahari dan udara yang didapatkan gratis, aku merasa bahagia dan bersyukur kepada Allah, sejak kecil aku ngeh bahwa matahari dan udara adalah milik Allah. Setelah dewasa, rasa bahagia dan rasa syukur kepada Allah atas karunia-Nya berupa sinar matahari dan udara tetap tertanam. Alhamdulillah. Anw rupanya pas aku check lagu yang aku maksud via youtube, ternyata telenovela tsb bukan sepenuhnya untuk anak-anak, kemudian aku baru inget lagi keseluruhan liriknya. 'Yang memberi kesembuhan adalah Allah Ta'ala (Yang Maha Pengasih).'‘Semoga Allah mengaruniakan kepada para pemain telenovela yang aku maksud hidayah iman Islam. Aamiin.’ Sedangkan saat berkecukupan, biasanya ada bagian rezeki yang Abi gunakan untuk sedekah dan ibadah lainnya di jalan Allah. Alhamdulillah. Abi bukan tipe pemboros, ia cenderung hemat.

Anw aku kagum terhadap para anak khususnya dari kalangan kaum Muslimin yang mampu memenuhi kebutuhan orang tua mereka secara materi terutama dari usaha-usaha sesuai syariat Islam, selain memberikan penghormatan dan kasih sayang. Namun aku pun salut terhadap para orang tua khususnya dari kalangan kaum Muslimin yang tidak memberikan beban finasial kepada para anak mereka, malahan para orang tua tsb memberikan limpahan kasih sayang berikut mewariskan harta (namun bukan untuk bermegah-megah) dan ilmu yang bermanfaat, terutama yang sesuai syariat Islam, untuk para anak cucu mereka. Subhanallah.

2. Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik-baik jalan hidup ialah jalan hidup Muhammad, sedangkan seburuk-buruk urusan agama ialah yang diada-adakan. Tiap-tiap yang diada-adakan adalah bid’ah, dan tiap bid’ah adalah sesat, dan tiap kesesatan (menjurus) ke neraka. (HR. Muslim) [Dr. Muhammad Faiz Almath, “1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad”, hal. 55.]

Khususnya di media sosial, sejak beberapa waktu lalu Abi aku sering menasihatkan untuk menjauhi bid'ah, hanya dalam keseharian,  di kehidupan nyata, sejauh ini Abi jarang secara frontal menegur orang untuk tidak melakukan bid'ah dikarenakan khawatir menyinggung sesama Muslim. Malah Abi aku masih menerima pemberian biasanya berupa makanan dari acara bid'ah.

Aku ingin menyatakan bahwa aku pun tidak meyetujui bid'ah seperti "Tahlilan" berhari-hari untuk orang yang meninggal dunia, membaca doa qunut setiap shalat subuh, perayaan "Muludan" (Maulid Nabi), dan perayaan "Rajaban"(Isra Mi'raj); aku juga tidak menyetujui selamatan/syukuran ulang tahun terlebih yang dilaksanakan hampir setiap tahun malah setiap tahun; serta berbagai hal-hal bid'ah yang tidak dicontohkan Rasulullah Muhammad saw. Sehubungan masih adanya kiriman biasanya berupa makanan terkait acara bid'ah yang dikirimkan ke rumah keluargaku, aku sarankan bahwa baiknya tidak mengirimkan apa pun kepada keluargaku dan aku terkait acara atau hal bid'ah serta acara atau hal yang tidak sesuai syariat Islam. Jika ada di antara kaum Muslimin yang benar-benar berbaik hati (bukan ingin mengetes Abi aku dan keluarga atau lebih parahnya ingin menentang Al Qur'an dan As Sunnah), tapi tulus ingin memberi karena Allah Ta'ala, aku menghimbau agar mengirimi kami makanan atau hadiah bukan untuk perayaan tertentu, atau silahkan mengirimi kami makanan saat anda mengadakan pesta pernikahan/akikah atau baik pula mengirimi kami makanan atau hadiah dalam rangka perayaan Idul Fitri dan Idul Adha, semua dilakukan ikhlas karena Allah Ta'ala.

Apabila di luar hari-hari biasa atau hari raya sesuai syariat Islam (Idul Fitri dan Idul Adha), aku pernah mengirimkan makanan misalnya di hari Maulud atau Isra Mi'raj, maka aku tekankan bahwa itu bukan dalam rangka perayaan Maulid atau Isra Mi'raj tapi karena memang ada rezeki yang dapat diberikan pada saat tsb.

-> Makanan hallal dan thayib atau hadiah sesuai syariat Islam.


-> Perayaan hari lahir dalam Islam hanya akikah (yang dilakukan sekali seumur hidup).


Mengenai Mama (Umi) aku. Aku tidak tahu Umiku mirip publik figur siapa? Umiku kadang-kadang nonton film dan sinetron. Umiku suka sama Jason Statham gitu ya? Kalo aktor Indonesia, Umi seneng liat Indra Brugman, kemudian Baim Wong. Komentar intermezo dari Umiku untuk salah satu sinetron yang sedang happening, inti komennya "Cowo-cowo ganteng -beda zaman- dikumpulin di sinetron ini". Harapan aku, semoga seluruh pria tampan/ganteng juga seluruh pria, semuanya baik-baik, tidak mempermainkan wanita, bertanggungjawab terhadap wanita, yang non Muslim mau masuk dan memeluk Islam, yang Muslim dapat mencontohkan prilaku yang baik sesuai syariat Islam. Pandangan Umi mengenai kepemimpinan dan syariat Islam kurang lebih seperti apa yang telah aku ungkapkan pada pembahasan mengenai Abi aku terkait hal serupa.

->Sayangnya Umi meminta berpisah dari Abi, padahal perceraian hal yang dibolehkan namun dibenci Allah. Semoga Allah mengaruniakan taufiq dan hidayah-Nya kepada Umi agar bertaqwa. Aamiin.
->Salah satu faktor terbesar perpisahan kedua orang tuaku adalah pria yang merebut Umi dari Abi aku. Dilarang merebut kekasih terlebih istri atau suami orang.


Kemudian mengenai adik laki-laki aku yang dulu beberapa orang menyebutnya mirip aktor juga bintang iklan, Darius Sinathriya. -> 'Inget ajak Darius dan keluarga masuk dan memeluk Islam'. Sepertinya akan sangat panjang jika membahas mengenai adik aku ini, intinya adik aku orangnya suka shalat, nice looking, cenderung pendiam, dan senang bermain musik, ia dapat memainkan beberapa alat musik namun spesialisasi dan kepiawaiannya adalah bermain bass, alhamdulillah. -> Cinta saudara dan keluarga terutama yang seagama, Islam. Adikku ini suka nonton film apa aja ya? Banyak, tapi ia bukan movie freak. Belakangan sepertinya ia mengurangi menonton film terlebih sinetron. Adikku sempat membuat lagu yang intinya bahwa kebanyakan film Korea seperti so sweet padahal mesum; film India para wanitanya membuka aurat; film Barat termasuk box office, ada adegan "panas". Semoga saja kedepannya setiap karya seni peran dan seluruh karya dapat sesuai syariat Islam. Sangat disayangkan, belakangan aku melihat dia berfoto menyimbolkan “mata satu”, aku sedih melihat hal ini, tentunya aku menasihatinya terkait ketidaksetujuan aku terhadap simbol tsb. Atas nama adik aku, aku memohon maaf atas simbol-simbol yang tidak Islami. Semoga Allah mengaruniakan kepada aku dan adik aku taufiq hidayah untuk bertaqwa, untuk menegakkan kalimat tauhid, menegakkan syariat Islam dan khilafah Islamiyyah untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat. Aamiin.


-> Maaf, di foto-foto tsb aku bermake up malah ada yang bermake-up tebal, semestinya berhias hanya untuk suami. Terkait make up, dulu saat masuk sanggar modeling wajahku sering dijadikan percobaan untuk make up setelah itu aku jadi keterusan suka pake make up namun belakangn kulitku sangat sensitif. Dulu aku pernah mempunyai pengalaman, aku menghabiskan biaya yang bagiku cukup banyak untuk mengobati wajahku yang rusak salah satunya akibat make up. Dulu, meskipun aku tahu kulitku super sensitif, aku tetap suka iseng mengenakan make up, beberapa fotonya pernah di unggah di internet atau sebagai profil picture di media sosial yang sekarang foto-foto tsb telah aku remove. Sekarang aku tidak mau ambil resiko terlebih dalam Islam terdapat perintah untuk berhias hanya untuk suami (atau saat pernikahan, itu pun hiasannya tidak boleh berlebihan), paling aku membenahi wajahku dan bermake up jika kelak suamiku menyuruhku. -> Ini sambil "pusing tujuh keliling" cari merek kosmetik yang cocok untuk muka aku soalnya aku sudah pernah mencoba sangat banyak merek kosmetik. Saat ini aku paling menggunakan baby cream dan baby powder, hanya maaf, aku suka mengenkan khol/kajal (celak) yang sepertinya khol/kajal lebih tepat digunakan bila aku telah menikah.
Di foto tsb aku pun tidak mengenakan busana Muslim, semetinya aku berhijab syar'i,
->Anw, aku upload foto aku pada usia ketika aku mengikuti sanggar acting dan modelling, aku mengenakan kaos bertuliskan "California" di bagian samping kanan, sedangkan di baguan tengah kaos tulisannya "California 8 Here We Come" yang pernah sangat aku sukai saat SMU, dikarenakan aku berulangkali mengalami kesulitan saat hendak memposting hal terkait syiar Islam di internet, misalnya di Facebook dan Google. Intinya saat ini aku harus bersabar menghadapi "Californian forces". Anw di foto tsb aku berpose di depan "tiang RCTI". Semoga Allah mengaruniakan kepada para non Muslim California dan seluruh non Muslim hidayah iman Islam. Semoga setiap tayangan di seluruh station televisi khususnya di negara yang berpenduduk mayoritas Muslim dapat sesuai syariat Islam.
Terkait California yang merupakan salah satu tempat di belahan bumi ini. Sebagai pengingat bagi aku dan kaum Muslimin. Jika memang mampu, sebelum pergi ke berbagai negara, kota atau tempat di dunia ini khususnya dalam rangka sekedar jalan-jalan terlebih yang membutuhkan biaya besar, ada baiknya untuk terlebih dahulu menunaikan ibadah haji. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Muhammad saw terkait pentingnya ibadah haji, dikarenakan bagi yang mampu namun melalaikan ibadah tsb dikhawatirkan akan meninggal sebagai Yahudi atau Nasrani.
6. Barangsiapa memiliki bekal dan kendaraan (biaya perjalanan) yang dapat menyampaikannya ke Baitilahil haram dan tidak menunaikan (ibadah) haji maka bisa saja baginya wafat sebagai orang Yahudi atau Nasrani. (HR. Attirmidzi dan Ahmad) [Dr. Muhammad Faiz Almath, "1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad, hal. 111] Ket: Terdapat penggantian diksi, frasa "tidak mengapa" diganti dengan frasa "bisa saja".
Setelah beribadah haji, jika hendak berkeliling dunia sedapat mungkin seraya syiar Islam.


Mengenai adik kecilku. Di salah satu foto itu, aku menggendong adik kecilku yang bedanya sekitar 14 tahun (Masehi) atau 15 tahun (Hijriyah) denganku, saat itu ia berumur sekitar 3 tahun. Sekarang dia sudah tumbuh menjadi remaja, bigger and almost taller than myself. Saat tulisan ini dibuat, ia masih bersekolah di sekolah Islam, salah satu pesantren modern di Sukabumi. Dulu ketika ia masih ABG, jika ia tidak mengenakan kerudung, beberapa temannya menyebutnya mirip Chelsea Olivia, kemudian aku dan keluargaku pernah menyandingkan wajahnya dengan wajah Nasya Marcella. Alhamdulillah, adik aku sekarang berhijab. Adik kecilku ini sangat suka seni dari mulai seni musik, seni menggambar, seni tari dan seni peran. Adikku juga mempelajari seni bela diri, karate, hanya saja untuk bela diri, aku kurang menyetujui, berdasarkan ajaran Islam, aku berpikir bahwa bela diri bagi wanita baiknya hanya untuk sekedar tahu, yang lebih pantas mendalami bela diri adalah pria, para pria yang bertanggungjawab menjaga keamanan dan keselamatan para wanita dan anak-anak di muka bumi ini. 
Oia suatu kali Abi aku menanyakan pertanyaan super aneh yang pernah aku dengar, pertanyaannya adalah "Hana, gimana kalo Roger Danuarta (masuk Islam/Muslim) terus dia sama adik kamu?" Diberi pertanyaan seperti itu, aku langsung cemberut dan sedih, lalu di dalam hati menjawab intinya kira-kira 'I'd rather kill myself than seeing my sister and Roger Danuarta as lovers.' (Maaf, geremetan lebay, suicide, bunuh diri dilarang keras dalam Islam). Belum lagi, saat liburan adik aku becandain aku kira-kira "Cece.. Cece.. nanti kan aku mau jadi artis, trus nanti aku kenalan sama Roger Danuarta boleh ya?" Aku lupa tepatnya menyatakan apa saja, mungkin "Ntar, kenalin Cece sama dia juga ya?" tapi yang paling aku ingat aku menjawab "Inget buat ngajakin dia masuk Islam ya." 
Terkait tulisan aku mengenai pertanyaan Abiku, aku jadi inget aturan Islam mengenai ipar, intinya ipar -suami/istri dari kakak/adik/sepupu kita (ipar yang bukan mahrom)- adalah kematian, maksudnya harus berhati-hati dengan ipar bukan mahrom, khawatir fitnah yang membinasakan; dan kita baru dapat menikah dengan ipar jika kita dan ipar yang bukan mahrom seagama/sama-sama Muslim, untuk Muslimah berstatus single/tidak memiliki pasangan, dan saudara kita meninggal dunia. Aku pasrah terhadap takdir Allah, semoga takdir yang terjadi yang baik-baik, terbaik menurut Allah, diridhai Allah.
Roger, maaf untuk adik aku yang becandain aku pake bawa-bawa nama kamu. Entah kenapa adik aku ini nampak cukup peduli soal aku yang suka sama Roger. Adik aku sendiri dulu suka banget Mario Maurer, sempet seneng sama Al Ghazali tapi belakangan suka banget sama Jang Geun Suk, lalu Dede "Super Dede" dan Rizky Febrian. 
Ada pengalaman unik adik aku ketika usianya tak jauh dengan usianya saat ia di foto di atas (3 tahun), yakni ketika ia berusia sekitar 4 tahun lebih. Pengalamannya bersama salah satu aktor series "Kiamat Sudah Dekat", Angling Sagaran. Saat itu adikku sangat menyukai aktor tsb hingga ia sangat ingin bertemu sang aktor yang berperan sebagai seorang rocker. Aga sulit menceritakan kronologisnya, tapi akan aku coba, kurang lebih seperti berikut: Suatu kali sehubungan aku mengenal sang aktor sekaligus Musisi, mantan kaka kelas kami waktu SMU dan merupakan anak theater,.yang merupakan sahabat dari kenalan aku saat itu, seorang dancer, Tionghoa, Muslim yang aku mengenalnya melalui salah satu sahabatku, waktu itu aku dan sahabatku bermaksud merayakan ulang tahun salah satu sahabat lainnya dari sang aktor, seorang Musisi, Muslim, pria yang disukai oleh sahabatku, aku pun menyukainya namun aku mengalah untuk sahabatku ini; di samping memang aku ingin bertemu sang aktor yang merupakan mantan kakak kelas aku yang menurut pendapatku ia keren sebagai seorang aktor dan musisi; kemudian aku juga ingin bertemu dengan sahabat lainnya dari sang aktor, seorang Musisi, Tionghoa, Muslim yang merupakan mantan kaka kelasku yang aku sukai hanya saja ia mantan kekasih salah satu sahabat aku; terlebih aku ingin bertemu kenalan aku, dancer yang aku maksud, ia jago dance, terlihat keren saat dance; untuk itu aku mengajak sahabatku beserta sang aktor dn kawan-kawannya ke rumahku. -> Perlu diingatkan bahwa dalam Islam tidak ada perayaan ulang tahun.
Saat aku menyatakan akan mengajak sang aktor -beserta kawan-kawannya- ke rumah, adik kecilku sangat senang dan antusias sampai-sampai ia tidak mau makan sebelum aktor tsb tiba di rumah kami, adikku ingin makan disuapi oleh aktor tsb. Ketika aku dan sang aktor beserta kawan-kawannya tiba di rumah, adikku nampaknya antara percaya dan tidak menyaksikan kedatangan sang aktor, adikku malah "silent", lalu saat ia aku ajak berkenalan dengan sang aktor ia malah menangis. Sang aktor yang mengetahui perihal adik kecilku yang belum makan karena ingin disuapi olehnya nampak excited, bersedia menyuapi adik kecilku, sang aktor nampak care beserta mungkin sang aktor kasihan terhadap adik kecilku yang tidak mau makan kecuali disuapi olehnya. Aku pun mulai mencandai adik kecilku, kira-kira "Ayo, katanya mau makan disuapin A Angling?", tapi taukah pembaca apa yang terjadi, my little sister cried louder, adik kecilku malah menangis semakin kencang. Aku tidak paham dengan apa yang terjadi, adik kecilku tidak mau berhenti menangis, akhirnya adiku kecilku ditangani oleh Mama (Umi), adik kecilku terus menangis hingga kelelahan dan akhirnya tertidur (tanpa sempat makan). Setelah adikku bangun tidur dan sang aktor beserta kawan-kawan telah pulang, aku bertanya kepada adik kecilku perihal mengapa ia menangis, ia aga sulit menjawab pertanyaanku namun lama kelamaan ia mau menjawab, intinya ia menangis karena malu terhadap sang aktor.
686. Dari Ibn Umar ra, bahwa Rasulullah saw pernah melewati seorang dari kaum Anshar yang sedang menasehati saudaranya tentang rasa malu, maka Rasulullah saw bersabda: “Biarkan dia (menasehati saudaranya) karena rasa malu adalah bagian dari iman.” (HR. Bukhari-Muslim) [Imam Nawawi, “Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 2”, hal. 1]
Sepertinya ia shocked melihat aktor yang biasanya ia lihat di televisi tiba-tiba ada di hadapannya berikut bersedia menyuapinya pula terlebih mungkin ia malu terhadap sang aktor pria bukan saudaranya (dalam Islam, orang dewasa menyebutnya sebagai "pria bukan mahrom"). She was surprised and shocked so she started to be silent and then started crying and crying louder when she met her favourite actor, it was funny. Waktu itu aku malu banget sama sang aktor dan kawan-kawan yang sudah berbaik hati dateng ke rumah untuk berkunjung juga menemui adik kecilku yang malah ngadat, tapi sepertinya mereka memaklumi "namanya juga anak kecil".
[Saat itu, aku sedang dekat dengan mantan kaka kelasku, pebasket, Muslim dalam rangka pdkt dengan sahabatnya yang juga mantan kaka kelasku, seorang pebasket, Tionghoa, non Muslim. Mulai dekat juga dengan mantan kaka kelas aku, pebasket, Muslim. Kemudian, aku sempat menyukai teman sang aktor, seorang musisi, Muslim, hanya ia merupakan kecengan sahabat terdekatku saat itu; kemudian aku sempat suka dengan satu teman lainnya dari sang aktor, seorang musisi, Tionghoa, Muslim, namun ia merupakan mantan kekasih salah satu sahabatku jadi aku aga kagok; lalu aku sempat dekat dan sempat jalan dengan salah satu teman lainnya dari sang aktor, dancer, Tionghoa, Muslim.
Adik aku aja sejak kecil sudah tahu malu, ia malu saat bertemu apalagi dekat dan akrab dengan sang aktor (yang jika ia dewasa maka sang aktor menjadi pria bukan mahrom baginya), terus kenapa aku, sang kaka, ngga tau malu akrab bahkan jalan dengan beberapa cowo? Astaghfirullah. 'Semoga kedepannya kehidupan dapat berjalan sesuai syariat Islam.']
Terkait dance, adik aku, udah semangat aja nge-dance-nge-dance sambil nyanyi ala Agnes Monica di depan aku sama Umi, aku bengong liat adik bungsu aku tsb. Nge-dence di depan aku dan Umi ngga masalah tapi jangan sampe dance semena-mena di depan umum yang bukan mahrom karena dalam Islam wanita maupun pria tidak dapat semena-mena menari-nari, lalu aku pesankan kepada adikku untuk menyanyi lagu cinta selamanya, lagu kesetiaan.
Masih berkaitan dengan dance, aku feel guilty sama seseorang, sebut saja si desainer (pengennya sih panggilan spesial aku buat dia saat ini adalah "Si Keparat" tapi sepertinya Abi aku tidak setuju jika aku memberikan julukan tsb untuknya, namun jika ia keterlaluan terutama dalam menentang Islam, aku akan tetap menggunakan julukan itu, sebutan itu tidak berlaku lagi jika ia masuk dan memeluk Islam), waktu itu komunikasi kami masih aga baik-baik saja, dan tanpa sebelumnya bilang-bilang sama si desainer, Tex, aku mengingatkan sang aktor, Roger, mengenai sang aktris sekaligus penyanyi wanita ternama yang pernah dekat dalam kehidupanya, tapi aku malah mengisyaratkan terhadap sang aktor, bahwa aku sangat ingin dance bareng dia, just the two of us; maksudnya kalo sang aktor Muslim dan jadi suami aku, aku pengen banget dance sama dia. Anw suatu kali sang desainer di jejaring sosialnya pernah bahas terkait dance tapi respons aku bukannya seneng malah "ngadat" berikut belakangan aku malah mengisyaratkan untuk dance sama pria lain yang juga aku suka/sayang, mustinya aku berbicara dan bersikap dengan cara yang lebih baik untuk mengungkapkan ketidaksetujuanku atas dance yang saat itu dia sebut tapi bukan tipe dance yang aku suka terlebih dancenya tidak sesuai syariat Islam.
Relasi dance dengan seni peran adalah, dulu aku suka banget nonton berbagai movie "Step Up", aku suka modern dance macam itu, hanya belakangan aku baru mengetahui bahwa wanita maupun pria tidak boleh semena-mena menari. Wanita menari hanya di hadapan para wanita atau pria yang merupakan mahromnya; begitupun pria menari hanya di hadapan para pria atau wanita yang merupakan mahromnya berikut pria dibatasi dalam menari karena dalam Islam, pria tidak dianjurkan untuk fokus mengasah kelenturan tubuh yang mengarah pada kegemulaian namun harus lebih fokus melatih tubuh (jasmani dan rohani) terkait kekuatan, kewibawaan dan ketenangan khususnya untuk peperangan/jihad fisabilillah.

Sabda Rasulullah saw.:
“Orang Mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada orang Mu’min yang lemah…” (H.R. Muslim) [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, “Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 1”, hal. 226]

Kemudian beliau bersabda:
“Ketahuilah, bahwa kekuatan itu adalah memanah. Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah. Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah.” [Ibid, hal. 226-227]

…, “Wahai manusia, kalian harus bersikap tenang karena kebaikan itu bukan dengan cepat-cepat.” (HR. Bukhari dan Muslim meriwayatkannya sebagian) [Imam Nawawi, “Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 2”, hal. 21]
 
Anw aku setuju poligami sesuai syariat Islam, hanya jika aku menikah dalam pernikahan poligami tentunya adakalanya aku perlu waktu berdua saja bareng suami, namun tetap aku pikir nampaknya akan sangat menyenangkan bila dapat berkumpul bareng suami aku dan para istrinya, jika ada anak-anak, juga bersama anak-anak (dalam iman Islam).
Sekedar informasi, selama beberapa waktu belakangan adikku jarang menonton tv, hanya sesekali menonton di rumah bila liburan/sakit, karena ia tinggal di asrama pesantren yang sangat membatasi televisi agar dapat lebih fokus dalam menuntut ilmu.

Oia mengenai aku pribadi, terkait awal aku terjun ke dunia seni peran, sudah aku ceritakan di kisah sebelumnya. Anw aku ga tau aku mirip artis siapa? Kayaknya ngga ada artis yang mau mirip sama aku. Maaf pembaca, keluargaku pernah menyebut aku mirip salah satu artis (aku sampe malu menyebutkan namanya) karena jika dibandingkan dengan aku yang biasa aja, dia terlalu cantik . 'Roger Danuarta dan ka Asty Ananta, inget aku kah, menurut kalian kira-kira aku mirip publik figur siapa?'. Secara pribadi, aku orang yang sangat dominan di rumah; kemudian menurut Umi aku, aku orangnya "exclusive" maksudnya aga susah didekati secara pribadi serta cenderung aga menjaga jarak dengan orang lain; menurut Abi aku, aku cantik tapi aga pemalas/kurang rajin, a bit slow dan suka sakit; menurut adik wanitaku, aku misterius. Anw aku suka menggambar, melukis, menyukai musik, aga menyukai menyanyi dan bermain drum (sayang sekali aku tidak pandai bermain rebana). Waktu kecil, aku pernah belajar bela diri, silat, namun aku tidak berbakat dalam hal tsb terlebih berdasarkan ajaran Islam, aku berpikir seperti yang telah aku ungkapkan bahwa bagi wanita bela diri baiknya hanya sebatas pengetahuan, para pria yang lebih pantas mendalami bela diri, para pria bertanggungjawab untuk menjaga keamanan dan keselamatan para wanita dan anak-anak di muka bumi ini. -> Pria pun disunnahkan untuk olahraga gulat.
Terkait seni peran, aku bermaksud bercerita bahwa dulu aku ikut sanggar acting untuk mengisi waktu dan menambah pengalaman, sejatinya sejak kecil aku adalah anak rumahan, yang seringnya tidak dibiarkan sembarangan keluar rumah tanpa pengawasan orang tua, keluarga atau -para- asistant yang saat itu bekerja di rumah keluarga besar aku. Tetapi saat mengikuti sanggar acting tsb, aku bisa diizinkan pergi bersama salah satu sahabat aku untuk keperluan sanggar acting termasuk untuk menjadi pemain figuran. Saat itu, Papa (Abi) aku bekerja, mengajar di sekolah (aku tidak ingat pastinya beliau mengajar di sekolah mana saja kala itu), Mama (Umi) aku juga bekerja mengajar di sebuah sekolah, dan Umi, dibantu pengasuh, mengurus adik kecil aku yang ketika itu masih balita, jadi Abi maupun Umi tidak bisa mengawasiku apalagi sampai ke Jakarta. Waktu jadi pemain figuran tsb, aku biasanya terharu dengan para pemain figuran lain yang diantar orang tua mereka ke lokasi syuting, saat itu -meskipun hanya sebagai pemain figuran- aku sempat berharap bahwa suatu saat orang tuaku pun bisa mengantar aku ke lokasi shooting, but i was only a dream. Impian aku sekarang sudah berubah, bukan lagi menjadi artis, tetapi menjadi istri pertama, atau istri kedua, ketiga atau keempat, menjadi istri dan ibu shaleha dengan pekerjaan mengajar atau berbisnis terutama di rumah. Belakangan, aku terharu melihat salah satu aktris yang kabarnya sering diantar oleh ibundanya, aku terkesan dengan mereka, I think she (Cut Meyriska) is so lucky that her mother can be there beside her for so many times (even when she is working). Anw kapan ya Cut Meyriska berperan protagonis, jadi istri tua/istri muda yang -dari awal sampe akhir, secara umum tergambar sebagai istri- sabar, baik dan shaleha? Mungkin seperti halnya karakter yang diperankan lawan mainnya, Dewi Sandra, di "Catatan Hati Seorang Istri",  peran artis berhijab tsb sebagai istri yang sabar, tabah dan tegar sangat berkesan di hati. Di sinetron tsb Cut Meyriska pada beberapa adegan nampak terlihat bagus dan cantik mengenakan busana Muslimah, semoga dalam keseharian ia dapat istiqomah berhijab syar'i. Meskipun aku bukan orang yang rajin menonton sinetron/film, aku senang akan adanya film-film Islami seperti "Aisyah (Putri)", dan "Tukang Bubur Naik Haji", namun disayangkan bila terdapat adegan-adegan yang berlebihan atau memberikan contoh yang tidak Islami padahal sinetron tsb tergolong pada kategori sinetron religi Islam. 

Btw, terkait sinetron CHSI yang karakter utamanya bernama Hana, aku memiliki satu kisah, suatu kali ada salah satu orang tua murid di sekolah anak usia dini tempat aku pernah mengajar, tiba-tiba bertanya kepadaku yang saat itu telah resign dari sekolah tsb, pertanyaan yang dimaksudkan untuk bercanda, pertanyaanya: "Bu Hana, Mas Bramnya mana?", aku aga kaget, sedikit bingung dan sempat speechless diberi pertanyaan seperti itu, namun dalam waktu sepersekian detik kemudian aku reflex menjawab "Syuting (shooting)". Lalu aku menambahkan dengan maksud meluruskan, kata-kata yang kurang lebih bunyinya "(Mas Bram) Itu mah di sinetron atuh, Bu." Heran, awalnya aku ngga jawab "di kantor" (seperti pekerjaan yang diperankan sang karakter yang dimaksud) atau "di toko", related to tetangga aku bernama Bram, yang waktu kecil aku kadang genit-genit sama dia soalnya dia cute, kurus, putih, Tionghoa, yang ketika besar aku berpikir bahwa mungkin ia memiliki toko. Oia sepertinya dia pria pertama bukan saudara aku yang sering aku liat sejak aku lahir ke dunia ini (dulu kakeku dan kakeknya berteman baik, kakek kami sering menggendong kami ketika bayi untuk berjemur dan berjalan-jalan di sekitar kompleks tempat tinggal kami); atau refered to pria yang -masih- aku cintai (sepertinya ga perlu ditanya lagi mengenai aku genit-genit sama dia), Tex, sang desainer, yang belakangan kabarnya memiliki store busana. Saat menjawab pertanyaan tsb aku inget Ashraf Sinclair, aktor pemeran tokoh "Mas Bram"; nama karakter tsb juga mengingatkan aku pada tetangga aku waktu kecil yang kisahnya sekilas telah aku bahas, seorang non Muslim; lalu inget kakaknya temen aku, temen aku dulu kadang bercerita mengenai kakaknya, juga non Muslim; keingetan pula pria yang -masih- aku cintai, desainer, "you know who", non Muslim; terlebih aku inget seorang aktor non Muslim, Roger Danuarta, pria yang -masih- aku sayang, aktor yang pernah aku temui di sebuah lokasi shooting sinetron. Silakan ditanyakan perilaku aku pada yang bersangkutan, itu pun jika yang bersangkutan ngeh sama aku. Dari jawaban reflex aku saat itu, nampaknya aku berlebihan, berharap punya suami Roger Danuarta. Astaghfirullah. [Anw aku musti bertanggungjawab atas ucapan/janji yang pernah aku buat terkait sang aktor dan sang desainer, meskipun bagi mereka mungkin tulisan/janji aku hanya angin lalu.]
Di lain waktu, aku musti lebih berhati-hati dalam menjawab candaan seperti demikian, terkait jawaban awal yang aku lontarkan tidak/kurang tepat, padahal dalam Islam terdapat aturan Islam, hadits, yang intinya menyatakan untuk menghindari dusta walaupun bercanda. 'Ya Allah, karuniakanlah kepada para pria non Muslim yang aku maksud hidayah iman Islam. Aamiin.'

Sedapat mungkin sinetron terlebih sinetron Islami tidak mencontohkan perceraian tetapi lebih ke kerukunan dan persatuan (termasuk rujuk) sesuai syariat Islam. Hanya aku ucapkan terima kasih untuk setiap sinetron religi Islam yang para pemerannya, baik pria maupun wanita, telah berusaha berpakaian menutup aurat secara Islami apalagi syar'i, terlebih bila tontonan tsb menyajikan tuntunan seperti berbagai pengetahuan khususnya pengetahuan Islam.

Selanjutnya, aku dari kecil sering sakit, banyak penyakit yang pernah aku derita dari mulai sakit yang ringan sampai dengan sakit yang cukup berat. Aktris Julia Peres dan Pevita Pearce yang dikabarkan menderita tumor menginspirasi aku untuk menceritakan salah satu sakit yang pernah aku derita. Semoga Allah memberikan kesembuhan untuk para artis maupun yang bukan artis yang terkena penyakit ganas dan mematikan seperti tumor dan kanker. Semoga Allah mengaruniakan taufiq dan hidayah-Nya untuk aku, Kak Julia dan Pevita untuk istiqomah berhijab syar’i untuk meraih ridha Allah di dunia dan di akhirat. Aamiin.” Berikut kisah singkatnya: Saat kuliah, aku pernah mengalami sakit, terdapat benjolan di area leher yang sempat membuat aku memeriksakan diri ke dokter, aku diperiksa oleh beberapa dokter dan hasilnya menyebutkan bahwa aku mengalami pembengkakan kelenjar getah bening sehingga aku harus menjalani operasi. Saat itu aku khawatir tapi tetap berusaha tegar dan berusaha “lempeng” (cool) menghadapi penyakit aku tsb, namun sakit yang aku derita saat itu sempat membuat kedua orang tua aku khawatir serta ada salah satu saudara aku yang sampai menangis mendengar kabar aku sakit hingga harus menjalani operasi. Ketika itu aku tidak mau dioperasi, aku takut menjalani operasi terlebih takut efek dari operasi tsb. Akhirnya aku meminta didoakan oleh kedua orang tua aku, kemudian dari jarak jauh, saat itu aku tinggal di luar kota tidak bersama orang tua (aku maksa untuk kuliah di luar kota), Abi aku sangat banyak membacakan shalawat sebagai upaya atau syariat untuk kesembuhanku. Alhamdulillah, aku tidak jadi dioperasi, Allah memberikan kesembuhan kepadaku. Melalui perantara shalawat yang sering dibacakan Abi, Allah Yang Maha Penyembuh memberiku kesembuhan, alhamdulillah.
->Semestinya wanita tidak boleh bepergian tanpa mahrom lebih dari 3 hari. Pada masa Rasulullah saw ada seorang sahabat yang berupaya menyembuhkan orang sakit dengan membaca Al Fatihah, dan atas izin Allah, upayanya berhasil, alhamdulillah, walaupun sepengetahuanku, sahabat tsb bukan tabib yang mengobati setiap orang sakit, tapi keberhasilan upayanya tsb dihargai oleh Rasulullah dan orang yang berhasil ia obati, atas izin Allah. 
Oia saat sakit membuat aku lebih sering mengingat kematian. Belakangan, aku pribadi lebih memilih untuk terlebih dahulu/lebih banyak memohon ketaqwaan kepada Allah baru kemudian memohon kesembuhan dan kesehatan, hal ini aku lakukan karena aku kawatir bila sehat malah membangkang atau melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya, aku ingin sehat dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, bertaqwa kepada Allah untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat.


Kenangan manis aku bersama keluarga terkait seni peran ada yang kilasannya sempat terecord dalam weekly agenda-ku. Kisah singkatnya aku ceritakan dalam tulisan ini sebagai berikut: Terutama setelah aku beranjak besar, aku dan keluarga mungkin termasuk jarang menikmati waktu bersama dengan menonton film, kami memiliki kesibukan masing-masing, hanya suatu kali kami pernah menikmati kebersamaan bahkan Papa (Abi), Mama (Umi), aku dan adik-adik pernah sangat senang hingga tertawa bahagia bersama saat menonton dorama (drama Jepang) berjudul "MY Boss MY Hero" yang dibintangi oleh aktor Jepang Nagase Tomoya dan Tegoshi Yuya. Nagase dan Tegoshi thank you for entertaining me and my family. 'Sayang para pemainnya bukan Muslim dan filmnya bukan film Islami'. Keseruan dalam kebersamaan tsb terjadi pada 09.10.2007 bertepatan dengan 27 Ramadhan 1428 H, sehari setiba aku mudik semasa kuliah, maaf pembaca saat itu keluarga aku error pastinya aku yang mengajak seluruh anggota keluargaku menonton film tsb, jangan ditiru, karena saat itu hari-hari terakhir Ramadhan (termasuk 10 hari terakhir Ramadhan yang pahalanya berlipat ganda juga terdapat malam lailatul qodar malam yang lebih baik dari seribu bulan), kami malah tertawa menonton dorama bukannya i'tikaf di mesjid atau membaca/menelaah Al Qur'an dan Al Hadits atau melakukan kegiatan Islami lainnya untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat.
Ramadhan 2016 -> 1437 H: Awal-awal Ramadhan 1437 H, aku tidak shaum dikarenakan menstruasi. Nah, udah gitu satu pagi di mana umumnya kaum Muslimin menunaikan ibadah shaum Ramadhan, aku malah kirim messege curhat sama seorang aktor, sebut saja Roger Danuarta, curhatnya bahwa aku pengen banget butter produksi dari salah satu keluarga aktor yang aktor tsb namanya juga exist banget di tulisan ini, sebut saja (A) Muhammad Ibrahim (Baim Wong). Aku pengen BELI butternya tapi sehubungan aku tinggal di Sukabumi dan berdasarkan info dari pihak butter yang dimaksud, belum ada delivery untuk wilayah tempat tinggal aku, berikut saat ini aku sedang tidak bisa pergi ke Jakarta, jadi aku cuma kirim salam kenal buat aktor Tionghoa-Muslim dan keluarganya yang aku maksud lalu curhat deh sama aktor Tionghoa-non Muslim yang sedang menjadi bahan pembahasan, aku bilang kalo aku pengen banget butter itu, aku pengen aja cerita dengan style nangis-nangis manja sama sang aktor meskipun kemungkinan curhatan aku ngga direspons. Sejauh ini, aku udah biasa kirim message ke dia dan tidak direspons dengan direct message, dengan cara yang sama seperti yang aku lakukan (direct message via media sosial instagram). Anw di rumah, aku memang sempet nangis-nangis terkait butter tsb mungkin bukan karena butternya tapi lebih karena aktor Tionghoa-Muslim yang aku maksud tapi aku sulit menceritakannya, intinya bukan terkait bisnis tapi terkait cinta.

Mengenai media sosial instagram, akun yang aku buat dengan nama galleryku, "New Hebron", dari awal sign up sudah ada berbagai kendala dan kejanggalan, belum lagi hacker, untuk itu aku memutuskan untuk tidak menggunakan instagram untuk waktu yang tidak ditentukan. Beberapa waktu kemudian, aku membuat akun instagram atas nama pribadi yang aku gunakan untuk mengirim "direct message".

Wanna tell this at least to myself: "Jadi orang biasa yang baik, atau jadi orang ternama yang sangat baik: (berusaha) menegakkan kalimat tauhid, menegakkan syariat Islam dan khilafah Islamiyah." (Baik dan sangat baik bukan berarti diam saja/tidak marah bila ada kejahatan yang bisa dicegah sesuai kemampuan); "It's worthless becoming famous but evil."

->Allah menyuruh kita menjadi pemaaf tetapi bukan berarti kita bisa sesuka hati menjahili/mengerjai orang karena akan dimaafkan.

FYI, terkait bisnis/muamalah aku termasuk konsumen yang cerewet, misalnya musti hallal dan thoyib, ga setuju logo makhluk bernyawa, tanya-tanya pembayaran dengan rekening syariah dan mungkin yang lain sebagainya. Para pebisnis dan pedagang yang berurusan sama aku harap maklum serta yang sabar ya kan aku berharap bisnis/muamalah itu diberkahi, dirahmati dan diridhai Allah di dunia dan di akhirat.

Mengenai usaha rumah makan/restoran di bulan Ramadhan, aku ucapkan terima kasih kepada para pedagang maupun pengusaha tempat/rumah makan/restoran yang di siang hari tetap membuka restorannya namun menutupnya dengan tirai atau penutup lainnya. Terima kasih banyak pula aku ucapkan kepada setiap rumah makan yang menutup restorannya dengan tirai penutup dan hanya melayani "take away", tidak makan di tempat sebelum waktu berbuka tiba, ide sangat cerdas, subhanallah.
Hal ini untuk tidak mempersulit orang yang sedang dalam perjalanan jauh, sedangkan bagi Muslim yang sengaja makan, tidak berpuasa, dengan alasan yang tidak dibenarkan itu harus dirazia. Ini bukan semata masalah orang yang berpuasa tergoda oleh orang yang makan berarti tidak/kurang taqwa, tetapi lebih kepada kaum Muslimin MENINGKATKAN ketaqwaan di bulan Ramadhan dengan menunaikan shaum Ramadhan (untuk meraih ridha Allah) sedangkan bagi para non Muslim agar tidak semena-mena terhadap Islam dan umat Islam, menghormati Islam dan kaum Muslimin, terlebih di bulan Ramadhan.

Si aku ini ya, kan ceritanya kekasih aku tuh si desainer Tionghoa-non Muslim itu terus kenapa aku curhat sama sang aktor Tionghoa-non Muslim yang dimaksud, macam mana pula ini gelagat selingkuh ngga ilang-ilang, di bulan Ramadhan pula, astaghfirullah.

Setelah bulan Ramadhan, aku masih kerap berusaha mengirimi Roger message walapun tidak ia respons. Aku menyatakan ini sekedar pemberitahuan kepada khalayak, aku tidak suka terlihat baik padahal sundal, terlihat setia padahal berkhianat, namun begitu aku tetap berlusaha untuk menjadi baik, sedikit demi sedikit berusaha hidup sesuai suariat Islam.

Anw ingin membahas mengenai polemik PACARAN: Pertama-tama aku harus mengakui bahwa baik ini dianggap maksa atau ngaku-ngaku, aku mau bilang bahwa, saat ini aku pacar Tex Saverio. Hanya saja aku tidak bisa memaksa Tex untuk mengakui aku sebagai pacar atau kekasihnya. Aku menyatakan hal ini dikarenakan Abi aku menganalisis situasi saat ini bahwa banyak orang -termasuk aku- bilang ngga pacaran padahal kelakuan seperti pacaran, lalu Abi menertawakan intinya "Kekasih.. kekasih.., (namanya) pacaran.. pacaran aja, terus istilah kekasih ketinggian, kayak di lagu/di sastra aja." Iya juga siy, mana ada ta'aruf bertaun-taun? Terus salah satu anggota keluarga aku bilang Tex Saverio atau Roger Danuarta mana ngerti ta'aruf. Untuk pernyataan terakhir aku kurang sepakat karena informasi mengenai ta'aruf bisa dengan mudah didapatkan, lalu, aku bertemu Roger sekitar 2x, kami tidak saling mengenal namun dia orang terkenal dan aku sempat menyapanya, hanya selama bertahun-tahun kami tidak pernah bertemu, setelah sekitar 10 tahun lebih berlalu aku beberapa kali mengirim message, salah satunya surat membicarakan pernikahan, aku mengajaknya menikah bila ia bersedia memeluk Islam, kemudian Roger menyatakan di media bahwa dia ketika itu ingin menikah (entah dengan siapa, dia tidak membalas surat aku) namun intinya dia waktu itu tidak mengajak siapa pun pacaran tetapi menikah. Aku jadi berpikir non Muslim juga ada yang mengerti atau mau mengerti konsep ta'aruf. Aku mengajak Roger memeluk Islam, dan mengajaknya menikah bukan main-main, aku serius, aku memang jatuh hati pada pria ini, hanya saat itu bahkan sampai line ini ditulis, aku pun masih menunggu seseorang, aku sebut kekasih aku, Tex, untuk masuk dan memeluk Islam, berharap ia bersedia menikahi aku dalam iman Islam.

Maksudnya yang aku jalani saat ini tidak dapat dikategorikan sebagai ta'aruf, mungkin lebih mengarah ke pacaran, aku masih menunggu pria yang aku cintai atau sayangi memeluk Islam, lalu bersedia menikahi aku. Tentunya aku hanya dapat menikahi seorang pria Muslim/Mualaf dalam satu waktu maksudnya tidak bisa poliandri.
Hanya saja perlu diberitahukan bahwa saat ini aku tidak pacaran seperti dulu, berdua-duaan, berkhalawat dimanapun. Sekarang aku paling kasih message itu juga biasanya keluarga aku tahu atau boleh tau. Kemudian, aku pribadi lebih suka memanggil orang yang aku cintai atau sayangi itu dengan sebutan kekasih, aku ngerasa setiap pria yang aku cintai atau aku sayangi itu keren, they deserved to accept that term, maksudnya aku cenderung menghormati setiap kekasih aku walaupun kadang aku suka ngambek, atau marah-marah, apalagi apabila orang yang aku anggap kekasih itu non Muslim dan berprilaku menentang syariat Islam. Kembali mengenai pacaran, sebutan pacar itu terlalu umum dan bagi aku konotasinya cenderung pada maksiat. Terlebih, aku lebih memilih istilah kekasih untuk pria non Muslim yang aku cintai atau sayangi dikarenakan lebih sesuai dengan terjemah firman Allah Q.S. Al Mumtahanah ayat 7 "Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi diantara mereka. Dan Allah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Namun demikian, aku tetap mengingatkan diri sendiri dan banyak Muslim untuk tidak berkhalwat, untuk tidak mendekati zina.

-> Di awal Ramadhan kaum Muslimin sepatutnya bahagia menyambut Ramadhan sedangkan di hari-hari terakhir Ramadhan kaum Muslimin sepatutnya lebih banyak bersedih karena Ramadhan akan segera berlalu.


Semoga kehidupan aku, dan kehidupan ini kedepannya lebih sesuai syariat Islam. Aamiin.


Cerita cintaku dan seni peran sesuai syariat Islam, dipaparkan dengan panjang lebar dalam tulisan ini.

Mengenai seseorang yang mirip Pierre Roland Christy, pemeran sinetron “Gerhana” seseorang tsb cinta pertamaku. -> FYI, terkait gerhana, baik gerhana bulan (khusuf) maupun gerhana matahari (kusuf), sesuai syariat Islam kaum Muslimin diharapakan agar dapat bertakbir; berzikir; berdoa kepada Allah, termasuk doa memohon perlindungan dari siksa kubur; shalat dan bersedekah.  
Kembali, membahas cinta pertamaku, cinta pertamaku bukan pria pertama yang aku cintai tetapi aku menyebut ia sebagai “cinta pertamaku”. Aku mengenal cinta pertamaku ini saat SLTP, dia kaka kelas aku (2 tahun di atas aku, kelasnya, usianya sekitar 3 tahun lebih tua dariku). Ia seorang yang tinggi, sebagai pria ia terbilang putih, tampan, terlihat sederhana, seorang Muslim. Sejak awal aku melihat kaka kelas aku ini, saat MOS (Masa Orientasi Siswa) aku sudah jatuh hati, secara fisik ia menarik bagiku. Cinta pertamaku ini anggota OSIS, seksi (sie) 1, bidang keagamaan. Ketika aku dan para siswa baru diberi tugas meminta tanda tangan para anggota OSIS, aku sangat bersemangat untuk meminta tanda tangannya, tentunya sangat gembira ketika berhasil mendapatkan tanda tanganya. Sampai tulisan ini dibuat, aku masih menyimpan tanda tangannya juga para anggota OSIS lainnya, tanda tangannya aku beri tanda khusus. Selain anggota OSIS, ia anggota tim volley dan anggota PASSUS (Pasukan Khusus). Aku semakin menyukai bahkan mencintai cinta pertamaku ini saat ia dikabarkan pandai membaca Al Qur’an. Hanya saja, kemudian aku ketahui bahwa cinta pertamaku ini ternyata telah memiliki kekasih (pacar), kaka kelas aku, teman seangkatannya, juga anggota OSIS, seksi (sie) bendahara 1. Mengetahui hal ini, aku bersabar terlebih kaka kelas yang merupakan kekasih cinta pertamaku ini selain cantik (menurutku cantiknya cantik ala India-Indonesia) ia pun sepengetahuan aku baik dan terlihat lembut. Dulu, sesekali aku menyapa kekasih dari cinta pertamaku ini, dan ia menjawab atau tersenyum dengan ramah. Aku sangat rela cinta pertamaku memiliki kekasih secantik dan sebaik kaka kelasku tsb. Aku lupa, apakah aku tetap berusaha mendekati cinta pertamaku walaupun ia memiliki kekasih, yang aku ingat, suatu kali, aku mendengar kabar bahwa cinta pertamaku putus dengan kekasihnya tsb, sehubungan aku mencintai cinta pertamaku ini tapi aku belum terlalu paham mengenai cara melaksanakan konsep poligami, maka aku hanya berpikir intinya cinta pertamaku putus dengan kekasihnya berarti aku bisa mendekatinya. Untuk itu, aku memulai pdkt (pendekatan) pada kaka kelas, cinta pertamaku, ini. Aku kerap menelfonnya selepas pulang sekolah, dia menerima setiap telfon aku dengan sangat baik, kami mengobrol mengenai banyak hal. Di telfon, ia sangat ramah, hangat dan menyenangkan, sayangnya jika bertemu apalagi saat dalam keramaian dia bersikap dingin, bagaikan gunung es. Kami berdua manusia tetapi jika kami bertemu (berpapasan) di sekolah kami berdua bagaikan robot, dua robot yang nampak kaku. Aku tidak mengetahui alasannya bersikap seperti itu, hanya aku berbaik sangka bahwa sikapnya itu sepertinya karena ia bukan tipe pria playboy, aku pribadi walaupun cenderung genit namun seringkali bersikap seperti robot sebagai bentuk proteksi diri dari para pria bukan mahrom, sejak lama aku cukup ngeh bahwa dalam Islam pria dan wanita bukan mahrom tidak bisa semena-mena berdekatan berikut aku agak trauma –maaf- dicium-cium sama orang asing khususnya bule bukan mahrom. Waktu kecil aku merasa tidak nyaman dicium-cium oleh bule kerabat keluarga aku walaupun mungkin tidak mengapa karena aku masih kecil, belum baligh. Namun maksud banyak orang khususnya bule mencium orang-orang yang bukan mahrom mungkin tanda sayang tapi hal tsb terlarang, melanggar syariat Islam. Melanjutkan kembali kisah mengenai cinta pertamaku, walaupun saat bertemu kami kerap bersikap seperti robot, tetapi terdapat hal yang tak terlupakan, biasanya saat ia sendiri, ia sering melihat dan memperhatikan aku dari depan kelasnya yang berada di lantai dua sekolah apabila aku sedang berada di lapangan sekolah, cinta pertamaku seringkali menatap aku dengan tatapan tajam dan mendalam (namun tatapannya terasa hangat), aku tidak mengerti arti tatapannya, saat itu aku hanya bisa sesekali balik menatapnya atau menunduk. Aadakalanya aku yang memperhatikan dia. Kemudian di balik sikap dinginnya ternyata ia sangat perhatian, ia pernah sepertinya marah saat mengetahui aku jalan dengan pria lain, teman sekelasku. Saat itu, beberapa kali aku jalan dengan temanku untuk tugasku sebagai seksi (sie) humas (hubungan masyarakat) mendampingi temanku sebagai KM (Ketua Murid/ ketua kelas), sembari sebenarnya aku memang sengaja bermaksud mengetes cinta pertama aku, apakah ia marah/cemburu bila aku jalan dengan pria lain. Ternyata waktu itu, saat di telfon, cinta pertamaku ini nampak marah dan seperti cemburu, mempertanyakan lebih ke arah menyelidik dan mengintrogasi serta membahas mengenai aku dan sang ketua kelas tsb secara berulang-ulang. Waktu itu aku hanya menyatakan tepatnya menekankan kepada cinta pertamaku hal yang intinya aku dan sang ketua kelas hanya teman, kemudian menjelaskan mengenai tugasku sebagai sie humas yang mendampingi ketua kelas, aku tidak menyatakan maksud aku membuatnya jealous. ‘Aa, maafin aku ngetes –isengin- Aa macam itu.’’Temen aku, maafin aku, kita waktu itu dalam tugas tapi aku sambil isengin pria yang aku cintai.’ Anw feeling cinta pertamaku ini tidak salah terkait aku dan “sang KM” karena di kemudian hari, setelah cinta pertamaku lulus SLTP, aku sempat menyukai sang ketua kelas tsb sayangnya aku bukan tipenya, tipenya adalah salah satu temanku, cantik dan sangat popular di sekolah, disebut-sebut mirip Agnes Monica. Mereka sempat berpacaran, namun demikian aku dan sang ketua kelas yang dimaksud tetap berteman cukup akrab, terlebih pasca mereka berdua putus, dan kemudian di jenjang sekolah berikutnya aku sempat bersahabat dengan temanku yang dikenal cantik ini, tadinya aku sempat kesal dan ingin marah terhadap temanku yang cantik ini karena aku menganggap ia telah menyianyiakan teman pria yang aku suka, 'sang KM', namun saat di SMU itu situasinya adalah teman aku yang cantik tsb, terkait cinta, ia nampak dilukai hatinya oleh kaka kelas kami seorang pebasket, peristiwa ini yang membuat aku dan temanku ini sempat bersahabat, saat itu, aku yang tadinya memendam kesal malah ingin menangis bersamanya. Untungnya ia dapat melewati ujian cinta tsb dengan baik dan tegar. Aku sudah tidak dekat dengan seseorang yang pernah menjadi sahabatku ini, tetapi melalui jejaring sosial, aku pernah melihat sekarang ia terlihat bahagia bersama keluarganya. Alhamdulillah, sempat memiliki teman akrab/sahabat yang menyenangkan seperti mereka.

Kembali mengenai cinta pertamaku, kami tidak pacaran tetapi biasanya aku selalu mengabari cinta pertamaku. Seperti yang aku pernah ceritakan di salah satu tulisan aku intinya bahwa setelah sekian lama kami berkomunikasi via telfon, aku yang biasanya menelfon, suatu kali aku sakit aga parah namun aku tidak sempat mengabari cinta pertamaku ini. Tiba-tiba di saat aku sakit tsb, salah satu sahabat terdekatku mengabari aku bahwa cinta pertamaku jadian dengan salah satu teman seangkatanku yang aku tahu ia salah satu dari beberapa wanita yang menyukai atau mencintai cinta pertamaku. Rasanya bagaikan tersambar petir di siang bolong mendengar kabar cinta pertamaku jadian dengan teman seangkatanku itu, terlebih saat itu kondisi kesehatan aku sedang tidak baik, saat itu aku yang menjelang sembuh malah sakit semakin parah. Saat sembuh dan kembali ke sekolah, aku berusaha tabah dan tegar menghadapi kenyataan bahwa cinta pertamaku telah jadian dengan wanita lain. Disamping itu, aku berusaha akrab dengan teman seangkatan aku, seorang yang cantik, putih dan tinggi, anggota Pasukan Khusus (Passus), Muslimah, yang saat itu merupakan pacar baru cinta pertamaku. Aku berusaha akrab dengan kekasih cinta pertamaku ini, aku berharap ia mengerti, sebagai sesama wanita yang sama-sama mencintai pria yang sama, kaka kelas kami, cinta pertamaku. Hanya saja, teman seangkatanku ini nampaknya tidak mau ada orang lain dalam hubungan mereka, apalagi sepertinya teman seangkatanku mengetahui aku ada hati pada kekasihnya. Aku berusaha bersabar, terlebih ketika mengetahui kabar bahwa cinta pertamaku jadian dengan teman seangkatanku tsb atas “memo”, perintah, sang kaka dari teman seangkatanku yang dikabarkan senior dari cinta pertamaku. Aku yang sejak beberapa lama, saat sakit, tidak berkomunikasi dengan cinta pertamaku, semakin loose contact dengan cinta pertamaku setelah ia jadian dengan teman seangkatanku ini, untuk hal ini aku kembali bersabar. Namun kesabaranku seolah menguap ketika cinta pertamaku putus dengan teman seangkatanku ini karena tiba-tiba saja saat itu santer kabar di sekolah khususnya diantara teman seangkatanku bahwa aku adalah penyebab putusnya hubungan mereka yang singkat, beberapa teman menganggap aku perusak hubungan orang. Kasus ini aga pelik karena saat itu sempat terjadi perselisihan melibatkan para anggota Pasukan Khusus (Passus) terutama para sahabat dari teman seangkatanku (mantan kekasih dari cinta pertamaku) versus aku serta para sahabatku. Anw aku dan para sahabatku merupakan anggota Palang Merah Remaja (PMR). Terkait terputusnya komunikasi aku dengan cinta pertamaku serta perselisihan yang sempat melibatkan banyak teman ini aku pernah merasa benar-benar ingin membunuh teman seangkatanku, mantan kekasih dari cinta pertamaku, rasanya aku ingin membunuhnya lalu menggantungnya di tengah-tengah kelasnya (maaf, pikiran jahat). Bagaimana bisa aku yang telah sekian lama mengenal, melalui telfon, pria yang bersikap baik dan ramah kepadaku, pria yang bersedia mendengar berbagai ceritaku, sekaligus pria yang ia berkali-kali menyatakan bersedia -maaf- memelukku di saat hari hujan, di saat aku kedinginan, pria tsb cinta pertamaku, namun tiba-tiba cinta pertamaku menjadi kekasihnya (teman seangkatanku) yang hal ini sempat membuat aku sakit semakin parah berikut aku kehilangan kontak dengan cinta pertamaku tetapi saat mereka putus dengan serta merta banyak teman memusuhiku dan menuduh aku sebagai perebut kekasih teman seangkatan aku? Saat itu aku sangat marah dan kesal dengan kasus percintaan terlebih melibatkan banyak orang ini, tetapi tidak tahu harus berbuat apa, aku lebih banyak diam, tak kuasa menjelaskan, aku bersyukur dengan adanya sahabat-sahabatku yang mempercayai aku. Belakangan aku merasa kasus yang pernah menimpaku ini belum ada apa-apanya dibanding kasus percintaan yang menimpa para artis, publik figur dan selebritis, yang biasanya memunculkan berbagai reaksi dan opini, melibatkan banyak orang dari mulai orang-orang yang mereka kenal hingga orang-orang yang tidak mereka kenal, termasuk para fans dan haters.
Disamping teman seangkatanku yang telah aku ceritakan, ada pula teman seangkatan aku lainnya yang juga mencintai cinta pertamaku ini. Ia seorang Muslimah yang cantik. Bila aku tidak keliru, kami sama-sama anggota Palang Merah Remaja (PMR). Aku dan teman seangkatanku ini pun pernah perang dingin terkait pria yang sama-sama kami sukai bahkan cintai. Namun kemudian kami saling menyapa, sepengetahuanku ia selalu berusaha bersikap baik. Bahkan ketika kami telah dewasa kami pernah saling berkomunikasi via jejaring sosial, Facebook (Fb), tepatnya terkait pernikahannya dengan seorang pria yang tidak aku kenal. Sekarang temanku ini telah memiliki putri. Alhamdulillah. Semoga menjadi keluarga sakinnah, mawaddah wa rahmah, diridhai Allah di dunia dan di akhirat. Aamiin. Semoga Allah menjaga ukuwah Islamiyyah aku dan teman seangkatanku ini, ukuwah Islamiyyah di jalan Allah, karena Allah, untuk meraih ridha Allah di dunia dan di akhirat. Aamiin.
Kembali mengenai cinta pertamaku yang jika aku tidak salah ia pernah menjadi vokalis band saat “gelar seni” sekolah membawakan lagu milik Slank “Terlalu Manis” dan Ahmad Band “Aku Cinta Kau dan Dia”, dulu aku sangat mencintai kaka kelas cinta pertamaku ini, seingatku ia satu-satunya pria yang nama panggilannya pernah aku tuliskan di salah satu sarung bantal aku. Aku sangat senang saat beberapa sahabat dan beberapa teman mendukung aku ketika aku mencintai cinta pertamaku ini. Salah satu sahabat dan beberapa teman sempat menuliskan beberapa catatan yang berkesan terkait aku dan cinta pertamaku ini, yang tertera dalam salah satu diary aku, salah satu sahabatku menyebutnya “Memory 1999”. Berikut tulisannya: catatan dari salah satu sahabat aku (ditulis secara berbaris dari atas ke bawah) “H: ana namanya, A: nak kelas 3.6 pacarnya, N: ******** yang pasti, A: gamanya Islam.” Kemudian dari salah satu teman aku “*buah itu banyak macemnya. *makan buah duduk di taman. *Hanya cantik siapa yg punya. *Kalau bukan kak *********.” Serta dari satu teman aku lainnya (yang setelah dewasa ternyata ia merupakan salah satu mantan kekasih “sang KM”): “Satu titik, dua koma, Hana cantik, ********* yang punya.” Anw temanku tsb, entah mengapa ia menuliskan sesuatu terkait narkotika setelah pantunnya terkait aku dan cinta pertamaku padahal aku dan cinta pertamaku seingatku tidak terlibat hal terlarang tsb, tapi aku akui temanku ini keren meskipun masih belia ia sudah peduli akan bahaya narkoba terlebih ia mengingatkan aku kepada Allah, temanku menuliskan “N:egara, A:kan, R:untuh, K:alau, O:rang, T:idak, I:ngat, K:epada, A: Allah.”

->Perlu disampaikan bahwa saat itu aku dan cinta pertamaku tidak pacaran hanya dekat, namun aku sangat mencintainya. Tanda 8*&9* (delapan bintang dan sembilan bintang) adalah sensor untuk penulisan nama cinta pertamaku yang bila diartikan nama cinta pertamaku adalah Cahaya Yang Maha Pengasih (Cahaya Allah Yang Maha Pengasih).
->Oia di buku diary aku saat SMP tsb tertulis bahwa cita-citaku adalah berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Sekarang cita-citaku dari hati terdalam adalah menegakkan kalimat tauhid, kemudian menegakkan syariat Islam kemudian menegakkan khilafah Islamiyyah di Indonesia dan di seluruh muka bumi untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat.

Btw jika aku tidak keliru cinta pertamaku ini pendukung partai merah, sementara aku waktu itu ngga suka partai merah karena dulu anggotanya banyak yang nampak preman, garang, liar dan anarkis. Padahal waktu kecil aku suka banget warna merah terlebih bila dipadukan warna hitam. Aku lupa apa aku sempat menceritakan mengenai pengalamanku terkait partai merah kepada cinta pertamaku bahwa aku punya trauma tersendiri terkait partai merah ini yang kisahnya sebagai berikut, dulu, ketika bepergian bersama para saudara saat musim kampanye, saat itu kampanye dari partai orang-orang berkaus merah bergambar kepala banteng, dari dalam mobil terlihat suasana kampanye sangat mencekam, orang-orang yang berkampanye berteriak-teriak garang meneriakkan nama partai atau nomor partai yang diusung mereka, banyak yang berkampanye seenaknya menaiki atau duduk-duduk di bagian luar/di atas mobil-mobil yang sedang dalam perjalanan namun terjebak macetnya kampanye, kadang ada yang menggebrak badan mobil atau kaca mobil memaksa orang-orang di dalam mobil untuk mengacungkan jari tangan tanda dukungan terhadap mereka, it was horrible. Dulu aku sempat berpikir kira-kira ‘Qo ada ya manusia yang perilakunya -garang dan liar- kayak gitu?’ ‘Mereka ngga mikir apa ya kalo mobilnya kegores atau lecet kan benerinya mahal?’(aku tau dari supir keluarga besar aku hal yang intinya jika mobil tergores atau lecet memperbaikinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit). Namun demikian, agak mending jika kita menggunakan mobil warna merah, nampaknya mereka cenderung bersikap lebih “ramah” terhadap mobil warna merah.

Anw aku pernah melakukan hal cukup anarkis, menggulingkan motor milik keluarga aku. Kisahnya bisa dibaca di sini: http://sitiruhanabintimuhammadsyarifhidayat.blogspot.co.id/2016/04/berita-dan-informasi.html

->Sekedar untuk diketahui, seingatku, semasa sekolah aku tidak membahas mengenai mobil pribadi bersama pria-pria yang aku sukai, sayangi, cintai/yang menyukai, menyayangi atau mencintai aku, aku khawatir hal tsb merupakan hal sensitif. Mostly pria yang aku sukai, sayangi, cintai tidak bermobil pribadi. Terlebih saat itu kebiasaan dan prinsip aku adalah “ngecengin (naksir)” orangnya, bukan “ngecengin (naksir)” mobilnya, yang penting ganteng (lebih bagus kalo pintar), dan aku suka, aku mau jalan sama dia/ jadi pacar dia. Sekarang, terkait mobil, menurut pendapat aku, kaum Muslimin baiknya tidak bermewah-mewah termasuk dalam hal kendaraan. Jika kaum Muslimin bermaksud memiliki kendaraan pribadi, mobil/motor baiknya bukan yang mewah tetapi sederhana; (produsen kendaraan bertanggungjawab untuk warna) warna kendaraan mobil/motor baiknya warna sederhana: hitam/putih/cokelat (seperti warna kuda tunggangan) atau hijau tua (warna Islami) ‘Maaf, motor keluargaku warnanya biru’; mobil pengangkut manusia aku sarankan jenis MPV (Multi Purpose Vehicle) sederhana, misalkan mobil keluarga sederhana yang dapat memuat cukup banyak orang (bisa sesekali ajak keluarga, para saudara, para tetangga, para sahabat, teman-teman, anak-anak yatim, para fakir miskin jalan-jalan). Ada baiknya penggunaan kendaraan bermotor dibatasi, pelayanan transportasi umum ditingkatkan. Khususnya kaum Muslimin juga diharapkan jangan sampai memikirkan untuk memiliki kendaraan: mobil, motor bahkan kapal atau pesawat tetapi tidak memikirkan kendaraan yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya untuk dipelihara, yakni kuda.
Kembali mengenai politik, actually, partai lain juga kampanyenya tidak jauh berbeda, tapi biasanya tidak seekstrim partai merah. Waktu itu, aku tidak terlalu tertarik politik karena masih sekolah, namun nampaknya aku lebih suka partai hijau yang cenderung Islami dan terlihat lebih tenang. Sempat tidak menyangka saat mengetahui cinta pertamaku pendukung partai merah soalnya ia terlihat cool, kalem, pintar dan lembut, tapi tetap manly. Aku pun sempat aga takut dan sedikit ngambek saat mengetahui cinta pertamaku nampak mensuport partai tsb, terlebih seingatku ia sempat laporan bahwa ia ikut kampanye partai merah, namun mungkin karena pribadinya seperti yang telah aku sebutkan, aku tetap mencintainya, sangat mencintainya, aku -hampir- tak bisa berpaling darinya. Waktu itu aku sempat nagmbek terkait kampanye juga karena menurut pendapatku masih usia sekolah baiknya tidak ikut berkampanye. Sekarang, gimana ya sama partai merah, ya gitu, soalnya ternyata sejauh ini Abi aku simpatisan partai merah, yang suatu ketika hal ini sempat membuat aku pengen kabur dari rumah (tapi ngga jadi kabur kan ga boleh sembarang kabur dari rumah meskipun kadang-kadang kalo marahan sama Abi karena beberapa hal aku menghindari Abi kadang keluar rumah tapi biasanya pamit dulu), selain itu Abi juga simpatisan partai biru-putih. Aku sempet pengen kabur dari rumah terkait salah satunya aku tidak setuju pemimpin non Muslim, Abi pun tidak setuju pemimpin non Muslim, dalam Islam Muslim tidak boleh mengambil non Muslim sebagai pemimpin. Hanya situasi sudah terlanjur, maka pemimpin tersebut baiknya diajak untuk masuk dan memeluk Islam, jika tidak bersedia masuk dan memeluk Islam maka diganti dengan pemimpin Muslim. Di masa kini, keadaan membaik, banyak orang saat berkampanye di jalan mereka lebih tertib, lebih menggunakan nalar dan kampanye sekarang memang umumnya lebih menonjolkan intelektualitas. Namun demikian, di hati terdalam aku, aku heran melihat partai-partai apalagi partai-partai yang kerap kisruh termasuk partai hijau, partai merah malah cenderung lebih tenang. Terlebih aku tidak setuju partai karena dalam Islam tidak boleh berpartai-partai atau -semena-mena- bergolong-golongan. Teringat bahwa dalam Islam terdapat 73 golongan dan yang masuk surga hanya 1 golongan. Aku pikir golongan terbaik golongan putih, dalam Islam putih warna terbaik. Oia dalam Islam pun tidak dibenarkan membuat gambar makhluk bernyawa. Serta dalam Islam terdapat atauran Islam yang intinya bahwa wanita sebaiknya tidak menjadi pemimpin suatu kaum.
Sehubungan saat tulisan ini dibuat, presiden R. I. berasal dari partai merah (namun ia kerap mengenakan kemeja putih, nampak sederhana, atau batik), aku berharap presiden R. I. dapat menegakkan kalimat tauhid, kemudian menegakkan syariat Islam dan menegakkan khilafah Islamiyyah di Indonesia bahkan di muka bumi ini untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Berbicara mengenai kampanye yang biasanya penuh janji-janji, aku teringat sesuatu terkait aku dan cinta pertamaku, just remaining him: We have ever made a promise, at least deal, but you broke it. I waited for you for minutes or hour yet you didn’t come neither you gave any excuse nor explaination, I was disappointed but I still love you, yes I do still love you. -> Sekarang aku masih mencintainya, namun cintanya sebagai saudara seiman Islam, cinta karena Allah.

Sekedar mengingatkan para mantan “kekasih” aku, para pria yang pernah aku sukai, sayangi dan cintai atau para pria yang pernah menyukai, menyayangi dan mencintai aku, yang pernah memiliki janji dengan aku namun mereka belum menepatinya. Untuk “mantan kekasih” tepatnya pria yang pernah sangat aku cintai yang merupakan mualaf, jika memang ada, mungkin aku bisa menganggap janjinya lunas bahkan aku meminta maaf bila aku tidak dapat memberikan hadiah atas ke-Islamannya. Untuk “mantan kekasih” tepatnya pria yang pernah aku cintai yang merupakan Muslim, mungkin masih ingat bahwa kamu memiliki janji yang belum sempat ditepati. Aku pribadi masih memiliki janji khususnya pada beberapa pria yang pernah aku sukai, sayangi, atau cintai yang ceritanya tertulis di dalam tulisan ini. Semoga aku bisa menepati janjiku atau meminta maaf apabila tidak dapat menepati janjiku.

Saat sedang maupun masih mencintai cinta pertamaku ini (terutama saat SLTP) mungkin aku ada salah, misalnya aku sempat menyukai pria lain diantaranya: Pertama, mungkin sejak SD kelas 5, aku suka salah satu sahabat kaka sepupuku, seorang pria Muslim, 5 tahun lebih tua dari aku, ia terbilang sangat tampan, tinggi, kulit putih yang setelah aku SMA dia meminta aku menjadi kekasihnya hanya saat itu aku ngga percaya bahwa dia yang ganteng banget mau jadi pacar aku yang aku pribadi merasa aku wanita biasa aja terlebih saat itu aku sedang mencintai (masih ngecengin) seorang pria kaka kelas aku yang beda agama dengan aku. Belakangan salah satu sahabat kaka sepupu aku ini menjadi Polisi. Kedua, aku sempat pula menyukai dan dekat dengan salah satu sahabat lainnya dari kaka sepupuku, juga 5 tahun lebih tua dari aku, cute, kulit kuning, mata sipit, tidak terlalu tinggi, seorang Muslim, ia sudah perhatian di saat banyak cowo belum memperhatikan/memberikan perhatian lebih kepada aku (sejak aku masih SD), saat SMP kelas 1 ia meminta aku menjadi kekasihnya namun karena aku telah mencintai cinta pertamaku, maka aku melewatkan kesempatan yang ia berikan bahkan aku sempat berkata tidak sepatutnya terhadapnya hanya saja aku pernah bersamanya dalam satu moment, moment di siang yang cerah, bersama cinta pertamaku -maaf- pelukan baru sekedar wacana namun bersama pria ini, aku merealisasikan hal tsb, aku sempat berada dalam pelukannya saat ceritanya ia mengajari aku gitar. Tapi tetap saat itu aku berusaha aga menjaga jarak karena sadar dalam agama Islam bukan mahrom ga boleh pelukan. Saat itu, tanpa memberitahukan alasan pemilihan lagu yang kami bahwakan, aku meminta agar kami membawakan lagu yang dibawakan oleh cinta pertamaku saat pergelaran seni, lagu Slank, karena saat itu aku sedang dan masih sangat mencintai cinta pertamaku 'Guys maafin aku'. Sahabat kaka sepupu aku ini, menempuh pendidikan akuntansi manajemen dan kini menjadi seorang pegawai bank. 'Semoga keuangan syariah dapat ditegakkan'. Heran: Suatu tragedi terkait -maaf- peluk, sedikit memeluk aku, ini juga terjadi di sekolah oleh kaka kelas aku, seorang Muslim, nice looking, tidak tinggi, cukup populer di sekolah, hanya seingatku peristiwa tsb bukan atas dasar inisiatif aku. Ketiga, secara disengaja atau tidak, aku menyukai dan dekat dengan teman aku seorang anak band (seingatku sahabat dari 'sang KM'), oia saat itu temanku ini dan sahabatnya sangat menyukai Slank. ‘aku meminta maaf kepada cinta pertama aku, teman kaka aku, dan teman aku untuk hal ini.’ Kemudian saat mencintai cinta pertama aku terdapat beberapa pria yang mencintai aku, sayangnya aku tidak dapat membalas cinta mereka. Bahkan mungkin ada yang membawa cintanya hingga akhir hayatnya dalam usia sekolah. Untuk setiap pria khususnya para pria Muslim yang pernah –sangat- mencintai aku di masa SLTP-ku, tetapi aku tidak dapat membalas cintanya/cinta mereka: ‘Maafin aku, semoga Allah mengganti aku dengan seorang atau beberapa istri yang segala-galanya lebih baik dari aku, yang diridhai Allah untuk kamu/kalian di dunia dan di akhirat.’ Untuk seorang kaka kelas aku, yang sepengetahuan aku ia –sangat- mencintai aku, namun maut menjeputnya di usia muda karena sakit ‘Aa maafin aku tidak dapat membalas cinta Aa. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa Aa, mencintai Aa lebih dari Aa mencintai aku, menerima iman Islam Aa. Aamiin.’ Aku masih sering kali menangis apabila membahas cinta mati ini.

Terinspirasi: ‘Ya Allah, aku berharap ada pria yang sangat mencintai aku dan aku pun sangat mencintainya, kami saling mencintai karena Allah hingga maut menjemput kami, bahkan hingga kami dibangkitkan, kami tetap saling mencintai karena Allah. Aamiin. ’ 

Saat SMA, aku, cinta pertamaku, kaka kelas aku dan teman seangkatan aku (para mantan kekasih dari cinta pertamaku) kembali satu sekolah. Di SMA, hubungan komunikasi aku dan cinta pertamaku sudah tidak seperti saat di SLTP, hanya sesekali kami masih saling menatap satu sama lain (hanya saja, kali ini tatapan kami tak lagi hangat tetapi suam-suam kuku, cenderung aga dingin), namun aku bahagia masih dapat melihatnya terlebih ia dalam keadaan baik dan sehat. Di sekolah ini, aku menemukan banyak cinta lainnya. Sedangkan terkait cinta pertamaku, aku sempat melihat cinta pertamaku kembali bersama kaka kelasku yang saat SLTP sempat menjadi kekasihnya, entah kenapa aku merasa bahagia melihat kebersamaan mereka, aku sempat berpikir bahwa mereka cocok bila menikah. -> Sempat menyayangkan saat mengetahui ternyata mereka tidak bersama, namun tetap bersyukur kepada Allah saat mereka terlihat menemukan kebahagiaan masing-masing bersama pasangan dan keluarga mereka.

Terkait teman seangkatan aku, mantan kekasih cinta pertamaku, kami sempat bermusuhan sangat lama, kami memilih SMA yang sama dengan pria yang sama-sama kami cintai, mantan kekasihnya, cinta pertamaku, selama di sekolah tsb kami tidak saling sapa, kami tetap bersitegang. Kami baru kembali saling sapa setelah lulus SMU, mungkin setelah kuliah, saat itu kami tidak sengaja bertemu di angkot, aku bersama Mama (Umi)-ku sedangkan ia bersama Mamanya. Kami sempat saling sapa, jika aku tidak keliru, aku yang memulai membuka pembicaraan. Dari nama teman seangkatan aku ini, aku mengira bahwa ia seorang Batak – Sunda. Pada namanya, aku mengira terdapat nama marga Batak –dari klen yang terdiri dari banyak- Muslim. Meskipun aku dan keluarga bukan orang Batak, tetapi ayahku yang dibesarkan di Medan bersama keluarganya mengajari aku sedikit adat kebiasaan suku Batak, selain itu pergaulan dan pengamatan aku terhadap teman-teman dan orang-orang dan salah satu publik figur dari suku Batak, intinya orang Batak pantang semena-mena bermusuhan, mereka menjunjung persatuan. Dalam Islam tidak ada fanatisme kesukuan, hanya saja sepertinya akan lebih mudah berbicara mengenai persatuan yang kuat dan penuh cinta kasih dengan orang Batak, terkait tradisinya yang telah lama dan tetap bertahan seperti itu hingga kini. Mengenai orang Batak, sangat disayangkan, orang Batak banyak yang merupakan non Muslim. Semoga Allah mengaruniakan kepada para non Muslim suku Batak hidayah iman Islam. Aamiin. Apabila teman seangkatanku merupakan seorang keturunan Batak, maupun bukan, namun kami sesama Muslim, aku benar-benar meminta maaf karena telah bermusuhan dengan cukup sengit dengannya dalam waktu yang sangat lama terkait seorang pria yang sama-sama kami cintai. ‘Teman seangkatanku maafin aku ya, pernah sangat kesal dan marah sama kamu gara-gara pria yang sama-sama –pernah- sangat kita cintai.’ Aku pun berdoa untuk temanku seangkatanku dan kelurganya saat ini, semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah, dalam ridha Allah di dunia dan di akhirat. Aamiin. ‘Buat semua teman aku terkait kasus ini dulu, maafin aku jika aku pernah ada salah sama kalian.’ Untuk salah satu tetangga aku, a Heru, yang merupakan teman dari cinta pertamaku: ‘Aa, maaf ya dulu aku suka merepotkan, titip salam untuk temen Aa satu itu, makasih banyak, A. Jazakallah.’ Terkait persatuan, sebagai Muslim, terdapat hal yang melebihi tradisi kesukuan yakni tradisi Islam yakni persatuan untuk ukuwah Islamiyyah di jalan Allah, karena Allah, untuk meraih ridha Allah di dunia dan di akhirat. 

Setelah cinta pertamaku lulus SMA, aku dan cinta pertamaku benar-benar kehilangan kontak terlebih saat ia dikabarkan kuliah di luar kota nun jauh disana. Namun, belakangan, beberapa tahun lalu, salah satu sahabat aku saat SMA memberi kabar mengenai seseorang yang diperkirakan merupakan cinta pertamaku ini yang kembali berada di kampung halaman. Berikut salah satu sepupu aku yang menjalin bisnis, dagang, dengan seseorang yang aku mengira bahwa ia adalah cinta pertamaku. Maka di awal tahun 2010, aku yang saat itu merupakan seorang tutor/pengajar di sekolah yang dikelola oleh keluarga besarku, bersama sepupu aku dan assistant-nya mengunjungi toko dari rekan bisnis sepupuku, sepupuku dan assistant-nya datang untuk berbisnis sementara aku datang untuk memastikan identitas rekan bisnis, rekan dagang, yang melibatkan keluarga aku tsb. Dan memang rekan dagang saudaraku tsb adalah cinta pertamaku. Aku sangat tidak menyangka, Masya Allah. Kemudian aku pun tidak menyangka ia menjadi pedagang/pebisnis karena mungkin aku sempat berpikir bahwa ia akan menjadi insinyur (ilmuan) atau guru/ustad. Saat pertemuan kami kembali untuk kali pertama, ia terlihat lebih dewasa dengan tubuh lebih berisi, dan sepertinya telah menikah. Dari pancaran wajahnya, ia terlihat senang saat kami dapat kembali bertemu, sayangnya saat awal pertemuan kami tsb kami masih seperti saat SLTP, diem-dieman saat ketemu. Namun ketika pertemuan itu aku sadar bahwa aku telah lebih berani dan dewasa -merasa lebih berpengalaman- dibanding saat kelas 1 SLTP dahulu. Akhirnya aku mencoba membuka pembicaraan dengan cinta pertamaku, ia terlihat ragu dan malu-malu berhadapan dengan aku, bahkan ia terlihat berusaha seolah tidak pernah mengenal aku sebelumnya, aku bertanya kepada cinta pertamaku kira-kira “Aa, dulu kaka kelas aku ya waktu di SMP 1 sama di SMA 1?” dia menjawab kira-kira “Oh ya?” ia memberi jawaban dengan sopan sambil aga menunduk (dalam Islam memang terdapat aturan untuk menahan pandangan terhadap bukan mahrom), meskipun sikapnya membuat aku agak heran, bagi aku cinta pertamaku tetap terlihat lovely. Untung saja waktu itu aku tidak menyatakan “Masa lupa sama cewe yang sempat selalu mengisi hari-hari Aa?”. Setelah pertemuan kembali  untuk pertama kalinya, kemudian aku masih satu kali lagi menemui cinta pertamaku tsb di tokonya, aku datang saat itu untuk “perkara” aku dan cinta pertamaku yang aku pikir belum selesai juga untuk urusan dagang keluargaku, tentunya istrinya mengetahui kedatanganku. Oia, saat itu aku yang mengenakan busana Muslim tetapi tidak syar’i, suka melihat istri cinta pertamaku yang terlihat mengenakan hijab syar’i, alhamdulillah. Saat itu aku sempat menggoda cinta pertamaku, I did another test toward him, aku tunjuk barang ini itu lalu setiap barang yang aku tunjuk aku bilang “Ini diskon ya?”, “Ini juga diskon ya?”, “Yang ini juga diskon ya?” ‘Aa maafin aku kalo test kali itu sedikit merugikan Aa.’ Anw baru kali itu aku melakukan test dengan jenis seperti itu, minta diskon ini itu, saat itu aku iseng hanya ingin mengetahui apa cinta pertamaku masih menunjukkan sikap sayang terhadapku? Masih sabar dan perhatian menghadapi aku? Alhamdulillah, aku sangat bersyukur cinta pertamaku masih bersikap sangat baik terhadapku. Hanya saja kali itu giliran aku, untuk kedua kalinya (setelah sebelumnya, saat masa sekolah, cinta pertamaku bersama teman seangkatanku kemudian ketika itu ia bersama istrinya), aku cemburu. Cemburunya aku ketika itu sempat membuat aku bersungut-sungut, menumpahkan ketidaknyamanan di hati kepada seorang wanita, assistant sepupuku, yang mungkin curhat aku didengar oleh driver juga Mami dari sepupuku yang ketika itu mewakili sepupuku untuk urusan bisnis/dagangnya. Dari sikap istri cinta pertamaku terhadapku, aku merasa bahwa istrinya memiliki pandangan yang berbeda terkait poligami, sepertinya ia tidak seperti aku yang menyetujui poligami, maka sejak saat itu aku lebih memilih menjauh dari cinta pertamaku untuk keutuhan dan kebahagiaan cinta pertamaku bersama istri serta keluarganya. Untuk istri cinta pertamaku “Teh, maaf ya kita tidak sempat berkenalan dan berbincang.” Untuk cinta pertamaku dan seluruh keluarganya “Aa, Teteh dan keluarga maafin aku dan keluarga untuk segala salah dan khilaf. Mudah-mudahan bila suatu saat Allah mengizinkan kita untuk bertemu kembali, semoga kita bertemu sebagai saudara seiman Islam dalam suasana ukuwah Islamiyyah yang penuh berkah, rahmat dan ridha Allah. Aamiin.”

Oya, alhamdulillah, aku merasa lebih nyaman setelah aku bertemu dan berbicara dengan cinta pertamaku, aku hampir tidak pernah lagi dibayangi mimpi-mimpi yang tidak membuat nyaman terkait aku dan dia, terutama mimpi mengenai tempat-tempat, di SLTP maupun di SMA, saat kami saling bertatapan tanpa kata. Terdapat hal yang bagi aku agak sulit aku laksanakan, namun harus tetap aku sampaikan terkait dalam Islam terdapat aturan untuk menahan pandangan, hal ini termaktub dalam firman Allah Q.S. An Nuur (24) 30-31. Kemudian terdapat pula terjemah hadits terkait menahan pandangan:

 8. Rasulullah bersabda dengan membawakan firman Allah dalam hadits Qudsi:
“Pandangan mata adalah panah beracun dari antara panah-panah Iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya.” (HR. Al Hakim) [Dr. Muhammad Faiz Almath, “1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad”, hal. 321]    

Perlu diberitahukan bahwa saat aku betemu dengan cinta pertamaku kali itu, aku masih dekat dengan seorang teman dekat priaku, seorang non Muslim, dan mungkin masih mencintai seorang pria Muslim, kemudian mulai sangat mencintai seorang pria non Muslim lainnya, seorang desainer, yang belakangan kepada seseorang tsb aku sempat menyatakan untuk bersedia menikah dengannya apabila ia bersedia untuk masuk dan memeluk Islam, dan bersedia menikah denganku, selamanya dalam pernikahan dalam iman Islam. 

Waktu menuliskan kisah ini aku sempet nangis karena aku meminta seseorang, seorang desainer, untuk menjadikan aku kekasihnya (seperti yang telah aku sebutkan bahwa aku pernah mengajaknya masuk dan memeluk Islam, dan aku bersedia bersamanya selamanya dalam pernikahan dalam iman Islam) tapi aku malah banyak bercerita di “wilayah” seseorang, seorang aktor, yang juga pernah aku ajak untuk masuk dan memeluk Islam dan aku pun pernah mengajaknya menikah, selamanya dalam pernikahan dalam iman Islam.

->Belakangan, bila ada satu atau beberapa wanita yang juga mencintai pria yang juga aku cintai, dan dia atau mereka terlihat kekeuh dengan berbagai cara merebut perhatian dari pria yang aku cintai (hanya aku berharap tidak ada rebut merebut kekasih terlebih suami milik orang lain), teguh mencintai pria yang aku cintai, aku malah bersyukur bahwa dibanding aku, ada wanita yang lebih mencintai pria yang aku cintai, ada wanita yang mengajariku kesetiaan dan keteguhan hati dalam mencintai pria yang aku cintai. Hanya saja, jika pria yang sama-sama kami cintai berbeda agama dengan kami (Muslimah), sedapat mungkin berusaha mengajak pria yang kami cintai ke dalam Islam. Muslimah hanya dapat menikah dengan Muslim. Hanya Islam agama yang diridhai Allah.
->Seiring waktu berjalan, dari kisah cinta aku bersama cinta pertamaku kemudian beberapa kisah cinta aku beberapa pria, aku belajar bahwa apabila aku dan satu atau beberapa wanita mencintai satu pria yang sama aku berusaha agar terkait rasa cinta, aku mencintai pria yang dicintai beberapa/banyak wanita tsb mencintai dengan tenang dalam iman Islam. Apabila ada sesuatu yang mengesalkan, contoh hal yang membuat aku kesal misalnya bila terdapat wanita yang pernah terlebih masih bersama pria yang sama-sama kami cintai sedangkan sang wanita pernah terlebih masih ada di samping/ “memiliki” pria yang ia cintai juga aku cintai tapi wanita tersebut malah mencaci, memaki, menghina, merendahkan, bersikap angkuh, sombong, bahkan jahat, aniaya/dzalim terhadap aku karena aku mencintai pria yang pernah terlebih masih bersamanya, pria yang ia cintai, wajar bila aku kesal atau marah, mungkin aku pernah berpikir yang intinya kira-kira ‘perempuan ngga berperasaan, kenapa dia ngga jadi iblis aja sekalian’ (maaf, pikiran jahat), namun demikian aku berusaha tetap mencintai pria yang juga dicintai –para- wanita lain tsb dengan tenang dalam iman Islam. Dalam suasana perselisihan atau permusuhan antara aku dan –para- wanita yang sama-sama mencintai pria yang sama, aku harap dia/mereka dapat berusaha berbaik hati, mengerti dan memahami sebagai sesama wanita terutama selaku wanita yang sama-sama mencintai pria yang sama; sedangkan sang pria yang kami cintai, aku harap dapat berperan aktif dengan azzam (tekad) yang kuat untuk mendamaikan kami dalam perlindungan, cinta dan kasih sayangnya. ‘Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah (untuk setiap hal baik terkait bahasan yang sedang aku bahas), kemudian aku mengucapkan terima kasih kepada seluruh wanita yang telah atau berusaha berbaik hati dan memahami sebagai sesama wanita yang mencintai pria yang sama-sama kami cintai; kemudian aku ucapkan terima kasih pula kepada setiap pria yang telah berusaha keras mendamaikan –aku dan- para wanita yang mencintainya saat sedang dalam perselisihan dan permusuhan, mendamaikan dengan penuh perhatian, cinta dan kasih sayang terlebih yang sesuai syariat Islam.’ ’Maaf, apabila aku pun pernah bersikap sebagai perempuan tak berperasaan, berprilaku seperti iblis, berprilaku tidak sesuai syariat Islam.’ Meskipun mungkin aku dan wanita yang sama-sama mencintai pria yang sama pernah bersitegang, berselisih bahkan bermusuhan, aku harap aku dan –para- wanita tsb dapat berbaikan, akur, atau mungkin selayaknya sahabat yang terkadang marahan lalu berbaikan kembali, berulang seperti itu sampai akhiranya ada sahabat-sahabat sejati yang sudah enggan untuk marahan yang ada adalah sikap saling mencintai dan saling menyayangi (karena Allah), lalu bersama-sama mencintai pria yang sama dengan damai, penuh cinta dan kasih sayang karena Allah. Serta tetap saling nasihat menasihati dalam menetapi kebenaran dan kesabaran di jalan Allah, untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat. Aku pribadi tidak bermaksud merebut kekasih terlebih suami orang, namun aku bermaksud menyatakan diri bahwa aku adalah wanita yang setuju poligami dan aku mempropagandakan poligami sesuai syariat Islam untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat.

Beberapa yang musti diluruskan terkait part kisah ini: Aku dan kaum Muslimin berkomunikasi terlebih dengan bukan mahrom sepatutnya sesuai syariat Islam. Tidak sah memeluk lawan jenis bukan mahrom. Peringatan bagi aku pribadi khususnya dan orang lain umumnya: dilarang gonta ganti kekasih, jika telah memiliki kekasih, setialah. Sekarang aku tidak setuju hubungan tak jelas, hubungan ‘seperti kaka adik’, hubungan tanpa status, teman tapi mesra dan pacaran, dalam Islam tidak ada pacaran, yang ada taaruf (saling mengenal) dan menikah sesuai syariat Islam. Poligami sesuai syariat Islam. Sekedar mengingatkan olah raga sesuai syariat Islam: memanah, berkuda, berenang, gulat (khususnya untuk pria) dan lari sesuai syariat Islam. Baiknya di sekolah antara murid pria dan murid wanita dipisahkan tempatnya. Setiap organisasi sekolah dan ekstakulikuler sepatutnya sesuai syariat Islam. Oia Palang Merah Remaja (PMR) lambangnya seperti salib sepatutnya diganti nama dan lambangnya mungkin menjadi bulan sabit atau bintang atau bulan bintang. Pria boleh mengenakan warna mencolok kecuali warna za’fran, wanita sebaiknya tidak mengenakan warna mencolok. Warna pakaian terbaik warna putih. Semoga seluruh Muslimah terkait kisah ini yang belum berhijab, dapat mengenakan hijab syar’i untuk meraih ridha Allah. Semoga aku dan para Muslimah terkait kisah ini yang telah berhijab, dapat beristiqomah mengenakan hijab syar’i untuk meraih ridha Allah. Semoga Allah mengaruniakan kepada para non Muslim terkait kisah ini hidayah iman Islam. Semoga Allah mengaruniakan kepada aku dan kaum Muslimin terkait kisah ini taufiq dan hidayah untuk bertaqwa. Aamiin.  


Berikutnya mengenai teman kecilku, sepengetahuan aku, sedari kecil ia selalu bersikap baik kepadaku, kami satu sekolah dari SD hingga SMU. Temanku ini salah satu pria diantara dua pria yang aku sukai saat di bangku SD karena ia salah satu teman pria yang tidak ikut dalam acara penganiayaan aku sebagai siswi yang merupakan siswi pindahan dari salah satu sekolah yang tergolong sekolah elit dan ternama di Sukabumi. Aku pindah sekolah agar lebih dekat dengan rumah dan Abi aku ingin aku lebih sederhana. Kembali mengenai teman aku, saat kecil, jika aku tidak keliru, ia diajari bela diri namun kemampuan bela dirinya tidak dipergunakan semena-mena apalagi untuk menyakiti wanita. Sejak kami kecil hingga aku dewasa teman aku ini cenderung menjaga aku. Salah satu kenangan yang masih aku ingat, suatu kali saat SMP, aku tidak diantar ke sekolah oleh supir keluargaku karena mobil dan driver-nya digunakan salah satu anggota keluarga aku. Oia driver keluarga aku merupakan salah satu paman dari teman pria aku ini. Saat itu aku memutuskan untuk pergi ke sekolah dengan angkot, namun saat aku menyebrang aku kurang hati-hati, aga meleng entah melamun, until I was almost hit by a truck, aku hampir tertabrak truk teronton, tapi tiba-tiba aku mendengar suara teriakan agak jauh di belakang aku, teriakannya seperti “Hanaaa... Awaaas...!”, saat itu juga aku tersadar bahwa truk mendekat ke arah aku, aku segera menghindar. Ternyata suara teriakan berupa peringatan itu, suara teman masa kecil aku yang aku maksud, ia pun segera berlari ke arah aku dan bertanya “Hana kamu ngga apa-apa?”. Alhamdulillah, saat itu aku selamat. Hal yang membuat aku cukup kaget dan terpukul adalah ketika mengetahui bahwa a woman trapped him until he should marry the woman, padahal saat itu teman pria aku -juga aku- masih duduk di bangku Sekolah Menengah Umum. Aku ga rela teman pria aku ini dikeluarkan dari sekolah sampai akhirnya I kept my mouth shut during my high school, I didn’t tell anyone at school that my childhood friend whom I like has got married to a woman; namun kemudian, mereka sepertinya berpisah. Saat SMU aku juga mengetahui bahwa teman aku ini memiliki kekasih, adik kelas aku, hanya saat itu aku tidak mau ikut campur mengenai kisah kasihnya dengan adik kelas aku tsb karena aku pun sibuk dengan masalah aku dengan pria-pria yang aku sukai/cintai, namun saat kelas tiga SMU aku dan teman pria ini sempat menjalin cinta lokasi, aku tidak pernah mengira bahwa teman masa kecil aku, teman main: main game watch, main loncat tinggi/lompat tali, main “galasin”, main “bentengan” sekaligus teman belajarku ini adalah seseorang yang  sweet and romantic, saat itu kami sempat “mengukur pantai” Pangandaran, at night we walked in the sea shore while holding hands tightly sampai kami lupa kami udah jalan jauh banget dari hotel tempat kami nginep saat Praktek Kerja Lapangan (PKL), the point is we did some sweet and romantic things for a few days. -> Ini aku sebut sebagai “showing affection in the wrong time and wrong place”, karena kami bukan mahram. Salah satu hal yang aku suka dari teman priaku ini adalah cara ia menjaga perasaan aku, aku sebut saja dalam “Peristiwa Pantai Ancol”. Saat itu ada acara rekreasi yang diadakan oleh sekolah SD aku, pihak-pihak yang tidak terkait langsung dengan sekolah dan para alumni boleh ikut dalam acara tsb. Aku ikut dalam acara tsb, dan ternyata teman masa kecil hingga dewasa yang aku maksud yang saat itu berstatus sebagai mantan kekasih -cinta lokasi- aku juga ikut dalam event tsb, ia bersama kekasihnya, salah satu adik kelas aku saat SD. Meskipun saat itu ia bersama kekasihnya, ia dan kekasihnya tidak berusaha terlihat “sweet and romantic” seperti halnya saat aku bersama dia dulu, ia terlihat berusaha menjaga perasaan aku. Aku berterima kasih kepada teman kecil hingga dewasa aku ini juga kepada kekasihnya saat itu, atas sikap mereka yang tidak bersikap “showing affection in the wrong place and wrong time” juga untuk teman pria aku yang telah berusaha menjaga perasaan aku sebagai sebut saja mantan kekasihnya, ‘apa yang kamu, kalian, lakuin bikin aku terharu, sangat, makasih banyak’. Publik figur yang wajahnya bisa mengingatkan aku terhadap teman pria yang aku maksud adalah anak mantan presiden yang merupakan TNI, anaknya yang dimaksud pun TNI, hanya sehubungan ini bahasannya adalah seni peran, agar mudah penggambarannya, aku pikir aktor yang mengingatkan aku pada teman masa kecil hingga dewasa adalah Caesar Hito pemeran sinetron “Anak Jalanan”. I've ever thought that my friend was also “Anak Jalanan”.

Kemudian penganiayaan yang aku maksud adalah penganiayaan yang dilakukan banyak teman pria sekelasku keteika SD yakni dengan "skenario" membersihkan kelas, lantai kelas dibasahi dengan air yang berlimpah lalu tubuhku yang saat itu mungil (kelas 2 SD) diseret sekaligus diarak beramai-ramai, oleh sekitar 8/9 orang teman pria di kelasku, lalu tubuhku dihempaskan hingga tubuh dan kepalaku membentur tembok. Herannya teman-teman priaku tsb nampak menikmati aksi penganiayaan yang mereka lakukan. Akibat aksi sadis tsb aku mengalami luka-luka lebam di sekujur tubuh terutama bagian tubuh dan kepala sebelah kanan. Ketika itu, selama beberapa hari aku tidak masuk sekolah dikarenakan panas demam akibat luka-luka yang aku derita. Mama (Umi)ku saat itu begitu sedih dan marah atas peristiwa yang pernah aku alami hingga beliau mendatangi pihak sekolah untuk mengadukan dengan baik-baik terkait kasus kekerasan yang aku alami. Pihak sekolah bersikap bijak atas peristiwa tsb. Hanya malangnya, ketika aku masuk sekolah kembali, banyak teman priaku malah mengatai aku "anak Mama", "si pengadu" dsb. Sebenarnya, aku tidak perlu mengadu pun pasti orang tua aku akan heran jika melihat sekujur tubuh dan kepala aku luka lebam hingga aku sakit panas demam. -> Kalo zaman sekarang kejadian seperti ini mungkin tidak hanya diadukan ke Mama/orang tua tapi dilaporkan ke kantor Polisi dan Komnas Perlindungan Anak, terutama jika para pelaku kekerasan tidak merasa bahwa tindakan mereka salah dan membahayakan. 'Bagaimana jika peristiwa tsb menimpa diri anda atau buah hati anda?' Perlu diberitahukan bahwa pada masa kekhalifahan, apabila kasus yang terjadi adalah kasus fatal, meskipun dilakukan oleh anak belum baligh, tetap kasus tersebut dapat dilaporkan pada aparat pemerintah Islam yang laporan tersebut diteruskan pada khalifah Islam agar penyelesaian perkara diputuskan secara hukum Islam, walaupun tetap jika pelaku merupakan anak belum baligh yang bertanggung jawab adalah orang tua/walinya. Semoga kejadian buruk atau yang semacamnya apalagi yang lebih buruk, tidak sesuai syariat Islam, tidak terjadi lagi dimanapun.
Sepertinya, sejak peristiwa itu, Umi dan Abi aku bertekad bulat untuk mengajar di sekolahku agar mereka dapat lebih sering mengawasi dan menjaga aku dan adik di sekolah SD tempat kami menimba ilmu.
Namun demikian, tetap di dalam luka ada cinta, aku bersyukur bahwa hidup aku dipenuhi cinta. "Sang ketua geng" penganiayaan atas diri aku saat itu kini menyandang gelar yang diberikan oleh satu anggota keluarga aku, gelarnya adalah "mantan pacar Hana waktu SD". Sebenarnya kami tidak pacaran, malah sampai kelas 6 SD kami selalu bersitegang bahkan salah satu permusuhan kami, ketegangan antara geng pria dan geng wanita kelas aku, sempat membuat wali kelas kami menangis serta beberapa guru lain pun prihatin. Pertikaian biasanya dimulai oleh geng pria, saat itu aku leader geng wanita namun aku termasuk pendiam, entah kenapa waktu itu aku jarang melawan, lebih memilih mengalah atau berkata kepada teman-teman wanitaku dengan kata-kata seperti "udah-udah (jangan melawan geng pria)"/ "biarin aja (mereka)", hanya saja ada salah satu sahabat wanitaku yang sangat pemberani yang selalu melawan tirani dari geng pria, sepertinya sahabatku ini lebih cocok menjadi leader geng wanita di kelasku. Singkat cerita, akhirnya menjelang ujian nasional kami -dipaksa oleh guru-guru terutama wali kelad dan guru agama Islam untuk- berdamai. Kembali mengenai sebutan khusus yang dimaksud, sebutan yang merujuk untuk sosok -mantan- kekasih tsb dialamatkan kepada "sang ketua geng (pria)" karena saat ia berulang tahun, ia dan keluarganya meminta aku berfoto berdua dengannya, dia nampak senang berfoto bersama aku (sementara ekspresi aku saat berfoto berdua bersamanya adalah nampak agak ketakutan serta masih menyimpan luka batin), namun demikian jika aku tidak keliru "sang ketua geng" ini termasuk pada kategori pria-pria pelopor yang berfoto/berpose berdua bersamaku secara khusus; kemudian saat kecil itu kedua orang tua "sang ketua geng" seringkali menyebut aku dengan sebutan "calon mantu". Mama-Papa mantan calon mertua harap maklum ya aku menceritakan kejadian yang pernah aku alami, mudah-mudahan peristiwa yang aku alami dapat menjadi pelajaran bagi semua, hal-hal yang baik bisa diteladani, hal-hal yang buruk patut ditinggalkan. Setelah kami dewasa, "sang ketua geng" ini sempat bersikap sangat baik, I think he acted sweet, suatu kali, setelah aku kuliah, ketika aku sakit di rumah, ia menyempatkan diri untuk menjenguk aku dan membawakan sesuatu untukku. Kemudian, saat kami sama-sama berada di luar kota, suatu malam, ia pernah menelfon aku menanyakan keadaan aku. Saat itu aku sedang berlibur merayakan pergantian tahun bersama teman-teman kuliah kerja nyata, ia -yang ketika itu, jika aku tidak keliru, masih merupakan mahasiswa terkait bisnis dan managemen- pun sedang berlibur di suatu tempat. Sayangnya, terkadang kebiasaan kami "berantem" ketika kecil kadang masih terbawa hingga kini yang terejawantahkan berupa silang pendapat. Hanya saja, apalagi kami sesama Muslim, aku seringkali tetap mengingat bahwa dia pernah berkali-kali berbuat baik kepadaku, mengingat kebaikan yang pernah dia lakukan.Seseorang yang merupakan teman juga saudara seiman Islam ini sekarang telah menikah dan berkeluarga. Aku berdoa semoga keluarganya menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah di dunia dan di akhirat. Aamiin.
Kembali mengenai teman kecil hingga dewasaku, "mantan cinta lokasi" saat Praktek kerja Lapangan saat SMU, aku pernah berfoto bersamanya berikut kawan-kawanku, di foto itu akunya agak bersikap manja terhadapnya, aku menyandarkan kepalaku di bahunya. Saat itu badan aku tidak fit, mulai demam, hanya aku belum mengetahui sakit yang aku derita, saat sakit aku semakin parah, sulit bagi aku untuk bertemu pria yang sempat menghabiskan waktu bersamaku ini, terutama karena kami beda kelas, beda bus pula. Pria ini nampaknya sejak aku kecil hingga aku dewasa seringnya selalu berusaha berbuat baik kepadaku, tapi sepertinya belakangan aku yang cari perkara sama dia, semoga dia ngga marah. Actually, selama ini aku selalu mengingat bahwa ia banyak berbuat kebaikan kepadaku.
Selain dua temanku yang aku maksud, saat SD, aku menyukai salah satu tenan priaku yang dengan sabar mengajariku membuat karya keterampilan tangan berupa hasil karya berbentuk bintang dari sedotan, atau bunga mawar/rose dari pita dan anyaman.

Aku berharap para pria yang pernah dekat dengan aku ini serta semua pria Muslim dapat mewujudkan tegaknya kalimat tauhid, kemudian tegaknya syariat Islam dan khilafah Islamiyyah untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat.

Yang musti dikoreksi dalam part ini adalah dalam Islam tidak ada pacaran, yang ada ta’aruf (saling mengenal), kemudian menikah sesuai syariat Islam. Berdasarkan syariat Islam, pernikahan dini baik untuk wanita tetapi sejatinya kurang tepat untuk pria, dan perikahan pun bukan dengan cara yangtidak dibenarkan dalam syariat Islam. Namun jika terlanjur menikah muda, jangan bercerai, teruskan pernikahan selamanya dalam iman Islam. Bila teman kecil hingga dewasaku mau berbaik hati kembali kepada wanita yang pernah dinikahinnya (bila ia belum bersuami lagi) itu akan lebih baik. No holding hands dengan bukan mahrom. Sepatutnya menjaga jarak dengan bukan mahrom. Dulu aku pribadi kerap merayakan ulang tahun dan tahun baru padahal dalam Islam tidak ada perayaan-perayaan tsb, hari raya dalam Islam hanya Idul Fitri dan Idul Adha. Moment kelahiran, bagi yang mampu, dirayakan beberapa hari setelah kelahiran dengan cara akikah yang hanya sekali seumur hidup.

Mengenai sinetron “Anak Jalanan”, aku terbilang agak jarang menontonnya, hanya dalam obrolan aku bersama keluarga aku, aku sempat berusaha membela sinetron tsb sebagai sarana edukasi yang trendy dan efektif bagi anak remaja khususnya anak jalanan, karena ada adegan yang baik mencontohkan shalat, memerangi miras dan membantu fakir miskin.
Anw aku terharu beberapa tokoh non-Muslim di sinetron ini menyebut nama Allah, kemudian menyebut kata "Alhamdulillah", walaupun mungkin karena dibayar, tapi intinya aku bersyukur dan terharu mereka mau menyebut lafadz Allah, dan tahmid, bisa saja kan seorang aktor/aktris menolak untuk menyebutnya meskipun dibayar. Aku sampe berdoa intinya "Ya Allah, kasihanilah Stephan William dan Natasha Wilona yang udah cape-cape menyebut nama Allah kemudian mengucap Alhamdulillah, karuniakan kepada mereka hidayah iman Islam. Aamiin."
Hanya saja, sepatutnya sinetron tsb meniadakan tayangan aktifitas pacaran, dan meniadakan perkelahian antar genk (namun adegan –belajar- bela diri di jalan yang benar tetap ada) kemudian mengganti dengan tayangan shalat; membaca Al Qur’an; belajar mata pelajaran ilmu pengetahuan; membantu gelandangan, fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan lainnya; atau kegiatan bermanfaat lainnya misalnya: membersihkan sungai Ciliwung, membantu aparat menggerebek tempat prostitusi, judi, narkoba dan tempat maksiat lainnya; mobil dan motornya bukan kendaraan mewah tetapi lebih sederhana, kalo perlu ada genk angkot tapi angkotnya yang aman dan nyaman; para wanitanya mengenakan pakaian menutup aurat syar’i lalu mereka membuat kerajinan atau keterampilan (baju, makanan, kue syar’i) yang hasilnya untuk dijual; atau mungkin ada misi gank yang diberangkatkan untuk perang/jihad di Palestina? Sayangnya suatu kali aku sekilas melihat iklan sinetron tsb dan terdapat tayangan barongsai, melihat tayangan tersebut komen aku simple “dasar setan!”.  Aku juga melihat foto barongsai tersebut di akun Ig salah seorang pemain “AJ”, ini penting, aku pernah mengajak dia, sebut saja Roger, untuk masuk dan memeluk Islam, dan aku pernah mengajak pria ini menikah walaupun sepertinya ia anggap angin lalu. Dalam hal ini, aku ada salah pada bagaian mengajaknya menikah, karena aku mengajak ia menikah tetapi membuat janji yang sama terhadap seoang pria lainnya. Saat melihat foto tsb aku komennya agak panjang, intinya kesal. Rasanya, sekiranya pria tsb kekasih aku, dan dia ada di depan aku, aku mungkin pengen pukul-pukul dada dia sambil mewek, sambil minta dia menghapus foto tsb. Aku benar-benar tidak suka barongsai, simbol kemusyrikan. Aku berterima kasih jika Roger bersedia menghapus foto barongsainya. Aku harap ia tidak memajang/ mempublikasikan simbol-simbol kekafiran dan kemusyrikan.
Aku sempat pula menonton tayangan yang menurutku sangat berkesan di sinetron “Anak Jalanan” ini, yakni ketika ayah sang tokoh utama (Boy) di-PHK, dan mamanya Boy tidak ngomel-ngomel, uring-uringan apalagi marah-marah, mamanya Boy tetap terlihat sabar dan semangat, ia bersedia membantu suaminya bekerja bahkan menyemangati suaminya untuk rajin shalat, rajin berdoa kepada Allah. Huhu terharu banget! Subhanallah.
->Aku teringat nasihat Abiku, apabila suami tidak bekerja (misal karena PHK atau sakit), jangan marah-marah, suruh (minta) aja suaminya banyak-banyak berdoa, zikir, rajin-rajin shalat. Jangan meremehkan doa suami, mudah-mudahan doa-doa suami dikabulkan oleh Allah.

Semoga para pemeran yang merupakan non Muslim dapat mengenakan busana menyesuaikan busana syar’i sedangkan para pemeran yang merupakan Muslim dapat berbusana Muslim syar’i.


Mengenai seorang teman pria yang menurut aku dan salah satu sahabatku, teman aku tsb mirip Teuku Ryan. Teman aku ini seorang Muslim, tampan. Saat itu aku mengenal pria ini selepas SD, tepatnya saat SMP, kami teman sekelas.  Suatu kali, aku sempat berniat mencomblangi salah satu sahabat aku, seorang yang supel dan pandai matematika, dengan teman aku yang aku maksud karena sahabatku menyukai teman kami yang merupakan seorang anak band tsb. Menindaklanjuti niatan mencombalingi sahabatku dengan teman pria tsb, aku kerap menelfon teman pria aku yang good looking ini. Teman pria aku ini menerima setiap telepon aku dengan baik, kami mengobrol seru mengenai berbagai hal, di sela-sela obrolan kami, aku berusaha menggiring pembicaraan agar mengarah ke pembicaraan mengenai sahabat aku yang mencintai teman aku ini, aku berusaha memberitahukan teman pria aku ini bahwa aku sedang berusaha mencomblangi mereka. Hanya saja, waktu demi waktu, telfon demi telefon, entah kenapa kami jadi keasyikan mengobrol -mengenai kami- berdua meskipun aku tetap berusaha melaksanakan niatan awalku. Parahnya, setelah beberapa lama aku menghubungi teman pria aku tsb, aku malah suka dengan teman aku yang merupakan seorang gitaris tsb, aku merasa semakin akrab dengan teman aku ini, pembicaraan kami di telfon semakin seru dan menyenangkan. Sayangnya aku tidak bersikap jujur terhadap sahabat aku bahwa aku pun kemudian menyukai pria yang ia cintai. Hingga suatu hari, saat ulangan umum, sahabatku tiba-tiba tidak berbicara denganku, dikarenakan sikap sahabatku yang berbeda tsb, aku sempat menangis di sekolah tanpa sepengetahuan sahabatku. Menangis dengan aliran air mata yang deras dan sulit terhenti. Saat itu aku bingung dan sedih, walaupun agak merasa bersalah dan agak menyangka bahwa ini terkait teman pria yang ia cintai, yang ternyata aku pun menyukainya. Saat itu aku benar-benar tidak paham dengan apa yang terjadi, sampai akhirnya, selang beberapa waktu kemudian satu sahabatku lainnya memberitahukan hal yang intinya bahwa teman pria yang menjadi bahan “sengketa” antara aku dan sahabatku memiliki rasa yang sama dengan yang aku rasakan. Aku tidak mengetahui kepastian kebenaran kabar bahwa teman pria yang dimaksud memiliki rasa yang sama dengan yang aku rasakan, hanya saat itu ada rasa senang saat mengetahui bahwa pria yang aku sukai dikabarkan juga menyukai aku, tetapi ada rasa sedih dan rasa bersalah terhadap sahabat aku yang mencintai pria yang aku maksud. ‘Sahabat, maafin aku.’ Akhirnya, aku berbaikan dengan sahabatku, kemudian aku tidak terlalu ingat detailnya, yang pasti teman pria yang aku sukai dan yang dicintai sahabatku saat itu akhirnya memilih salah satu teman seangkatan kami, seorang yang cantik, untuk menjadi pacarnya sayangnya hubungan mereka tidak berlangsung lama. Belakangan aku baru mengetahui bahwa teman seangkatan aku yang dimaksud adalah salah satu sepupu jauh aku.  
Saat SMU, aku kembali satu sekolah dengan teman pria aku ini. Saat itu pertemanan aku dan pria ini tidak seperti saat SMP, awalnya kami masih saling sapa bahkan ketika ia memiliki kekasih, salah seorang dari adik kelas kami. Namun kemudian ada saat dimana kami seperti orang yang sebelumnya tidak saling mengenal satu sama lain, walaupun ia sepertinya saat itu sedang tidak memiliki kekasih, telah putus dari kekasihnya, pertemanan kami terasa semakin dingin bahkan membeku, dalam waktu yang cukup lama kami tidak lagi saling menyapa. Ketika itu aku ragu untuk kembali berusaha berteman dengannya, even in time he semeed in troubles. ‘Maafin aku, teman.’Namun, hal yang mengejutkan terjadi saat kami kuliah, kami sama-sama kuliah di luar kota, jika aku tidak keliru, ia mengambil jurusan bisnis management, suatu saat ia tiba-tiba menelfon aku, ia menelfon terkait bisnis. Meskipun waktu itu kami berkomunikasi lebih untuk urusan bisnis, bisnis Islami, namun saat itu aku sangat senang bisa kembali berkomunikasi dengannya. Selama beberapa waktu kami pernah tetap saling berkomunikasi melalui sms, telfon dan jejaring sosial. Pesan sangat penting yang pernah aku sampaikan pada teman aku ini intinya adalah ingat untuk selalu menunaikan shalat.
Anw, ketika sedang menulis tulisan ini, aku iseng membuka diary saat SMU, dan aku sempet bilang OMG (Oh My God) kemudian istighfar berkali-kali (mustinya istighfar dulu), karena saat membaca part tulisan, tulisan dari salah satu temanku yang pernah menjadi sahabatku yang telah aku ceritakan sebelumnya, seorang yang sangat cantik dan populer, disebut-sebut mirip Agnes Monica, ternyata nampaknya ia sempat memiliki relasi spesial dengan gitaris ini. Bingung musti komen apa. Oia aku sempat buka diary-ku saat SLTP terkait tulisan seseorang yang pernah sangat aku cintai, aku menemukan pesan sangat penting dari sahabatku yang supel dan pandai matematika yang aku ceritakan di part ini, kemudian nasihat di diary-ku ketika SMU, dari temanku yang kemudian juga pernah  menjadi sahabatku ini, nasihat sangat penting untukku yang intinya untuk selalu ingat shalat. Alhamdulillah, sejauh ini, aku dan pria yang dimaksud masih berteman. Sepengetahuan aku, sahabatku dan pria yang dimaksud sempat berkomunikasi dengan baik sebagai teman.
Hanya saja perlu diungkapkan bahwa bagi aku, baik dulu terlebih sekarang, dalam bidangnya sebagai musisi khususnya genre Blues, I consider him as a star, one of the sparkling stars. Namun demikian, aku harap teman aku ini tidak menunjukkan simbol-simbol aneh seperti “mata satu” dan simbol-simbol tidak Islami lainnya. Oia aku suka salah satu lagunya yang hadir saat kami sudah beranjak lebih dewasa dibanding saat kami pertama kenal, lagunya mengenai  larangan pacaran, aku setuju dengan lagu-lagu terkait larangan pacaran/hal-hal semacamnya karena dalam Islam memang tidak ada pacaran yang ada adalah ta’aruf (saling mengenal) lalu menikah secara sah, sesuai syariat Islam. Aku bahagia mengetahui bahwa dia telah menikah. Semoga mereka menjadi keluarga sakinnah, mawaddah wa rahmah dalam ridha Allah di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Yang perlu diulas dalam part ini, sepatutnya aku berkomunikasi dengan pria sesuai syariat Islam.



Sebagai informasi: Feel guilty, waktu SMU kelas 3, terutama aku dan salah satu sahabtaku suka ngerjain atau "ngebully" adik kelas aku, Arab. Kami suka ngerjain dia karena dia muka dan poaturnya Arab banget. Padahal aku keturunan Arab dan sahabatku juga mukanya ke-Arab-araban (hanya kl tidak salah sahabatku bukan Arab tapi keturunan Pakistan). Parah banget, aku jahatin sesama -keturunan- Arab terlebih kami sesama Muslim. Dulu, aku dan sahabatku kerap mengejek ia dengan sebutan "Onta", "Onta Arab" atau sebutan tidak selayaknya lainnya, kemudian mengganggunnya bila ia melewati samping kelas kami (biasanya saat ia menuju sentra jajanan saat istirahat). Astaghfirullah.
Adik kelas aku tsb sekarang menjadi publik figur (komedian dan aktor), Bobby, maafin aku sama sahabat-sahabatku yang suka ngerjain kamu, afwan. "Semoga adik kelas aku ini dapat berakting dan berkarya sesuai syariat Islam."
Tulisan mengenai adik kelas aku ini hadir sebagai pengingat bagi aku dan kaum Muslimin agar berusaha untuk tidak mengejek sesama Muslim, tetapi dapat saling nasihat menasihati di jalan Allah, dapat bersikap baik dan saling menyayangi sesama Muslim di jalan Allah, karena Allah.




Waktu kecil, selain nonton series “Satria Baja Hitam”, Kotaro Minami, aku suka banget nonton salah satu film yang dibintangi Syahrul Gunawan, di sinetron tersebut, ia berperan sebagi cowo tampan, baik hati, nampak rajin belajar dan suka shalat. Aku suka banget sama karakter yang diperankan oleh Syahrul di film itu, aku sampe suka berimajinasi yang intinya kalo aku besar nanti aku mau dan harus punya pacar (kekasih) seperti si “Jun”, tampan, baik hati, nampak rajin belajar dan suka shalat. Mungkin, harapan ini sampe masuk ke alam bawah sadar aku.

Keterangan: Sinetron yang aku maksud bukan sinetron Islami, karena cenderung pada takhayul, menceritakan kisah Jin. Aku bersyukur Syahrul Gunawan sekarang tampil lebih Islami dan kerap aku lihat membawakan acara Islami. Alhamdulillah.

Waktu demi waktu berlalu sejak aku suka nonton salah satu sinetronnya Syahrul Gunawan.
Ketika SMP, aku bertemu cinta pertama aku, pria ini, seorang Muslim, sangat berkesan buat aku. Pria ini meskipun mukanya tidak mirip si “Jun” tapi aku pikir, sepengetahuan aku, ia tampan, tinggi, kurus, putih, baik hati, pintar dan rajin shalat. Aku dulu berpikir bahwa artis (actor) yang ngingetin aku sama cinta pertama aku ini adalah Pierre Roland Christy, gara-gara ngingetin aku sama cinta pertama aku tsb aku sampe suka banget sama Pierre. Selain Pierre, ada satu pemain musik international yang ngingetin aku sama cinta pertama aku tsb. Oya, Pierre non Muslim ya, Pierre mau masuk dan memeluk Islam?

Kemudian pas SMU kelas 1, aku suka banget sama kaka kelas aku, ada dua orang kaka kelas yang aku sukai mungkin aku cintai. Yang satu beragama Islam yang satu lagi beragama Kristen. Dengan kaka kelas aku yang Muslim, aku ngga sempet jadian tapi aku ngerasa banyak memori yang sampe saat ini belum aku lupain. Kaka kelas aku tersebut, ganteng (a bit Arabian look), putih, kurus dan tidak terlalu tinggi. Selain karena parasnya yang menarik, dulu aku suka bahkan mencintai kaka kelas aku ini karena meskipun ia bukan anak remaja masjid sekolah, namun aku pernah beberapa kali melihatnya di masjid sekolah. Sayangnya, aku sama kaka kelas aku ini suka perang dingin ga jelas, entah kenapa. Aku inget bahwa suatu kali ia jadian dengan salah satu kaka kelas kami, cantik, manis, semakin cantik karena dia mengenakan kerudung, bertubuh proporsional, berbusana Muslim namun terkesan wanita aktif dan menarik serta sepertinya baik. Hanya yang masih aku ingat adalah suatu kali sahabat-sahabat dari kekasih kaka kelas yang saat itu aku cintai tsb mendatangi kelas aku dengan maksud melabrak aku terkait kaka kelas pria yang saat itu aku cintai tsb, hanya saat itu salah satu teman aku melindungi aku. Saat itu, bagaimanapun, ada perasaan sedih tetapi aku tidak bisa mengadu ke kaka kelas pria yang saat itu aku cintai tsb karena saat itu aku dan kaka kelas pria yang saat itu aku cintai belum dekat (malah sedang perang dingin) dan aku khawatir kaka kelas pria yang saat itu aku cintai lebih membela kekasihnya. Sejak peristiwa itu aku dan sahabat-sahabat (gang/geng) aku jadi kerap mengata-ngatai bahkan mencibir kekasih dari kaka kelas yang saat itu aku cintai tsb. Jika kekasih dari kaka kelas yang saat itu aku cintai tsb melintas di hadapan aku, aku dan geng aku pasti mengeluarkan julukan-julukan aneh untuknya (tapi ga berani keras-keras), padahal kekasih dari kaka kelas yang saat itu aku cintai tsb sepertinya tidak bersalah, tidak ikut-ikutan melabrak aku. Seingat aku, kaka kelas pria yang saat itu aku cintai tsb dengan kaka kelas wanita yang aku maksud menjalin cinta dalam waktu yang singkat.
Kemudian, ada juga wanita lain terkait kaka kelas pria yang saat itu aku cintai ini. Wanita ini teman seangkatan aku, dia cute, aga chubby, sedikit tomboy, chic, fun dan terkesan keren. Kami awalnya tidak terlalu kenal, dan aku sempet kayak diem-dieman sama temen seangkatan aku ini saat kaka kelas pria yang saat itu aku cintai jadian dengannya. Setelah mereka putus, aku dan teman seangkatan aku ini berteman walaupun tidak akrab, dia adalah sahabat dari salah satu sahabat aku, alhamdulillah.


Mungkin gara-gara aku kesal, sempat didatangi ke kelas terkait pria ini, di organizer, aku pernah menuliskan hal sebagai berikut:

"Jum'at, 27-04-02
Oh yach waktu hari apa yach, Rabu mungkin aku tahu k-lo si Robertino udah break ma' ceweknya. Tapi aku biasaxx aza tuh padahal k-lo dulu saatxx ini yang paling dinanti-nanti. Mungkin sekarang aku..."


Di dalam hati sempet mencaci maki diri sendiri pas baca ulang pernyataan tsb, udah ngarepin -hubungan- orang break (ngambang atau putus) trus pas udah break aku malah tidak bertanggungjawab. 'Aa dan kekasih Aa saat itu, maaf atas komen aku yang jahat dan tidak bertanggung jawab.' Untungnya faktanya setelah saat itu aku masih mencintai kaka kelas aku ini, bahkan hingga awal kuliah, aku masih sangat senang bisa berkomunikasi dengannya.

Kembali mengenai kaka kelas wanita yang sebelumnya aku ceritakan. Yang aku sayangkan adalah hubungan silaturahim aku dengan kaka kelas wanita yang aku maksud, kurang baik, entah mungkin karena tidak ada niatan dari aku untuk memperbaiki silaturahim dengannya atau ada sebab lain. Hingga suatu saat, saat aku kuliah, aku mendapat kabar bahwa kaka kelas wanita tsb meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas yang amat parah. Saat itu aku shoked, sedih, menyesalkan mengapa dulu saat sekolah aku tidak berusaha bersikap baik kepada kaka kelas aku tsb.Ya Allah, ampunilah aku, sahabat-sahabat aku dan –mantan- kaka kelas wanita yang aku maksud. Ya Allah, terimalah iman Islam alamarhumah yang aku maksud. Aamiin.

Seingat aku, aku dan beberapa kaka kelas yang pernah mendatangi kelas aku yang aku maksud, sahabat dari almarhumah telah berbaikan, bahkan ternyata salah satunya adalah kaka dari salah satu sahabat aku, alhamdulillah. ->Saat SMU aku termasuk adik kelas yang sering "disinisin" oleh beberapa kaka kelas baik pria terlebih wanita, beberapa kali didatangi ke kelas dan sempat dilabrak. Alhamdulillah, hampir semua dapat diselesaikan dengan baik. Semoga labrak-melabrak dan kekerasan yang semena-mena di sekolah dan dimana pun tidak ada lagi.

Sejak meninggalnya kaka kelas wanita yang aku maksud, saat itu aku masih kuliah, aku merasa harus lebih bersikap hati-hati dan bersabar apabila ada wanita yang juga mencintai pria yang aku cintai. Hal ini memang tidak mudah, berusaha untuk dapat bersabar menghadapi wanita yang sama-sama mencintai pria yang aku/kami cintai apalagi jika wanita yang sama-sama mencintai pria yang aku/kami cintai bersikap galak, judes, dll (sebagaimana halnya aku), tapi sepertinya bersabar musti selalu aku usahakan sehubungan aku pribadi setuju poligami sesuai syariat Islam. Kemudian aku takut bila kembali terdapat rasa bersalah, shocked dan kehilangan seseorang, Muslimah, yang mungkin sebenarnya sangat ingin aku kenal lebih jauh sebagai teman, sahabat bahkan saudara, saudara di jalan Allah. 

Sedangkan, aku dan kaka kelas pria yang saat itu aku cintai tetap melakukan perang dingin selama bertahun-tahun, sampai suatu saat ketika dia telah kuliah, mengambil jurusan terkait design, dia dan teman kampusnya berkunjung ke sekolah dalam rangka memperkenalkan kampus dan jurusannya, saat itu kami baikan. Alhamdulillah. Jika tidak keliru, aku sempat beberapa kali meminta difoto olehnya, sangat disesalkan saat itu aku tidak berhijab. Kemudian, saat aku telah kuliah, aku sempat berkomunikasi dengannya via salah satu jejaring sosial, sekedar chat dan dia memberikan sedikit tips yang membuat aku tesenyum, tipsnya intinya “Biar ngga item, jangan males mandi ya…” (ter-record dalam catatan aku bahwa ia menyatakannya seperti demikian, dengan cara baik-baik). Hal ini terkait curhatan aku mengenai udara Jatinangor yang sangat panas yang membuat kulit aku merana, saat itu aku belum berhijab dan a bit worried kulit aku yang saat itu agak putih (memakai pemutih) menjadi gelap (burned). -> Sepatutnya dulu aku tidak perlu mengenakan pemutih, alami saja dengan kulit kuning atau kuning kecokelatan.

Aku dan teman-teman se-geng aku menamai pria ini “Robertino” hal ini dikarenakan karena aktor Robertino (Abimana Aryasatya) yang mengingatkan aku (dan para sahabat) kepada pria yang pernah aku cintai ini. -> Ka Abimana maafin ya dulu namanya sering banget disebut-sebut bahkan pernah ditulis sama aku dan salah satu sahabat aku di organizer aku. Selain Ka Abimana, Irwansyah juga mengingatkan aku sama pria yang pernah aku cintai ini.

Abu Daud meriwayatkan dengan sanad hasan dari Abi ‘d-Darda’ ra. Ia mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:

Sesungguhnya pada hari kiamat nanti kamu sekalian akan dipanggil dengan nama-nama kamu sekalian dan nama-nama bapak-bapak kamu sekalian. Oleh karena itu, buatlah nama-nama yang baik untuk kamu sekalian. [Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 1. P. 65]

Abu Daud dan An-Nasa’I meriwayatkan dari Abu Wahab Al Jasyimi ra. Ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:

Ambillah nama-nama kamu sekalian dari nama para Nabi, nama-nama yang paling disukai Allah adalah Abdu’l-Lah dan Abdu ‘r-Rahman. Nama-nama yang paling benar adalah Harits dan Hammam,. Sedangkan yang paling jelek adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit). Ibid.

->Anw aku baca sedikit profil kehidupan Ka Abimana di salah satu artikel di internet. Aku turut prihatin dengan peristiwa kehidupan yang mungkin tidak sesuai harapan, semoga Ka Abimana dapat bersabar. Terkait penggantian nama, sehubungan nama Robertino itu sudah sangat melekat di ingatan aku, jikapun aku boleh memberi saran untuk penggantian nama Ka Robertino, aku pilih nama yang Islami, berdasarkan Al Hadits, sesuai syariat Islam. Aku terinspirasi untuk menamai Ka Robertino/Abimana dengan nama Muhammad Yusuf Abdullah (dengan bin tetap nama ayahnya). Rasulullah Muhammad saw adalah pria tampan, taqwa, shaleh yang tidak pernah bertemu dengan ayahnya. Semoga suatu saat Allah mempertemukan Ka Abimana dengan ayahnya. Semoga Allah senantisa merahmati dan memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada Ka Abimana. Aamiin.

->Anw, terkait perang dingin, pernah suatu kali saat pelajaran “Tata Negara”, ibu guru aku tiba-tiba bertanya kepada aku yang saat itu sedang asyik mengobrol, pertanyaanya adalah “Hana apakah yang dimaksud dengan perang dingin?” Aku yang sedang mengobrol bersama teman sebangku aku, kaget setengah mati dan spontan menjawab “Perang di musim dingin, Bu.” Kontan ibu guru dan seisi kelas tertawa, habislah sudah aku saat jam pelajaran tsb jadi sasaran ledekan teman-teman. -> ini kecelakaan sewaktu saja. Mengenai pelajaran “Tata Negara” ini, dulu nilai aku cukup baik, 8, alhamdulillah. Ibu Agnes (Ibu guru pelajaran “Tata Negara”) dan guru-guru lainnya, maafin aku dan teman sebangku aku ya yang suka mengobrol saat pelajaran. Mustinya aku banyak mengunci mulut dan memperhatikan pelajaran. Oya, suami dari Ibu guru ini sahabat Abi aku.


FYI, dulu kertas organizer aku selain berisi kertas bergambar si “White” juga banyak yang bergambar foto Marshanda (sinetron Bidadari), abis menurut aku dia lucu, cantik (sekarang aku lebih suka Chacha jika berhijab apalagi berhijab syar'i sesuai perintah Allah); ada juga gambar Marcelino Lefrandt (ini gimana ya nulis namanya? Pemeran ayah Bidadari) dan Bom-Bomnya (berperan sebagai teman Bidadari).

Aku prihatin atas apa yang menimpa ayah Marshanda, semoga Allah memberi kesembuhan kepada ayah Marshanda, memberi kesabaran kepada keluarganya. Aku setuju dengan beberapa pernyataan Marshanda diantaranya untuk tetap mencintai orang tua walaupun ia bukan orang yang mampu dengan kondisi kesehatan yang tidak baik, kemudian untuk tidak menilai orang hanya dari segi materi. Namun demikian, aku harap untuk tetap saling mengingatkan dalam mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah menjadikan Marshanda sebagai anak yang shaleha. Aamiin.

Aku pribadi saat itu, kelas 1 SMU, sedang -sangat- mencintai kaka kelas aku ini dan kaka kelas aku seorang non Muslim serta dekat dengan beberapa pria, para sahabat priaku. Pertama sebut saja "R9", nama belakang pria ini sama dengan nama belakang pria yang dikabarkan merupakan kekasih Agnes Monica saat tulisan ini dipublikasikan. Sahabat priaku ini berkulit putih, tidak terlalu tinggi, pemain basket; sepengetahuanku ia anak yang baik dan care; ia berasal dari salah satu SMP Katholik namun ia merupakan seorang Muslim. Aku dan sahabat priaku ini dekat, kadang kami saling bercerita, dan ia seringkali aku mintai tolong untuk mengirimkan salam kepada kaka kelas yang saat itu sangat aku cintai ini yang merupakan tetangga dari sahabatku. Hanya, karena aku dan sahabat aku ini dekat, mungkin ada beberapa orang, mungkin termasuk kaka kelas yang saat itu sangat aku cintai ini, mengira bahwa kami pacaran, padahal kami hanya bersahabat. 'Aa maaf, kalo memang dari aku ada niat jahat bikin jelous'. Belum lagi, ada seseorang yang dikabarkan merupakan "senior", alumni, 10 tahun lebih tua dari aku yang kabarnya ia melihat aku ketika sedang berjalan-jalan kemudian pria itu jatuh cinta kepadaku, ia membuktikan cintanya dengan sering menelfon aku, sering mengirimi surat dan puisi cinta, hanya aku tidak mengetahui sesorang tsb yang mana satu. Namun demikian, pria tsb dikabarkan mengancam beberapa pria termasuk sahabatku ini, sahabatku pernah menyatakan intinya dia khawatir bila dekat denganku dikarenakan sahabat priaku ini dan siapa pun pria yang mencoba dekat atau mendekatiku akan dihabisi (dipukuli atau dengan siksaan lainnya) oleh senior kami tsb. Saat itu aku benar-benar tersiksa, "diteror" lewat telfon, dalam satu hari telfon dapat berdering mungkin hingga puluhan kali; surat dan puisi cinta yang bertubi-tubi (dari orang yang tidak aku kenal); terlebih aku tidak bisa dekat dengan sahabat priaku apalagi dengan kaka kelas yang saat itu aku cintai ini. Saking takut dan stress, aku sampai sempat mengalami seperti amnesia, aku seringkali lupa ingatan mengenai banyak hal, hingga para sahabat wanita terdekatku khawatir apalagi Mama (Umi)ku yang juga mengetahui masalahku saat itu cukup ketakutan setiap melepas aku pergi ke sekolah atau keluar rumah. Singkat cerita, aku dan sahabat priaku kembali dekat namun kemudian kami  pisah kelas dan kami tidak lagi dekat hingga akhirnya kami lulus SMU. Hanya, saat kelulusan, dengan background hiruk pikuknya suasana teman-teman kami (dan salah satu mantan kecengan aku ketika SLTP yang kemudian saat itu menjadi salah satu sahabat priaku), aku dan "R9" sempat berfoto berdua , di foto tsb kami nampak seperti pasangan "mau kondangan", bagaikan suami istri yang akan menghadiri suatu pesta, dalam busananya sahabat priaku yang saat itu telah menjadi hanya teman terlihat gagah, ia nampak agak seperti  blasteran "bule", sedangkan aku terlihat seperti wanita Indonesia, wanita Sunda-Jawa sedikit oriental. Maaf, saat itu aku tidak mengenakan kerudung.


-> Sekarang aku lebih setuju busana sederhana terlebih busana Muslim syar'i.Kebaya yang aku kenakan ada bagian yang agak terbuka, serta bahanya ada part yang tipis, mustinya dirangkap serta menggunakan hijab. Warnanya sudah benar, warna terbaik, putih. Model pakaian yang lebih syar'i adalah gamis syar'i. 


Aku sempat mengenalkan teman priaku ini kepada Mama (Umi) yang saat itu mendampingi aku saat perpisahan SMU. Umi senang aku berteman dengan pria ini, menurut Umi temanku ini terlihat ganteng dan santun. Saat ini, temanku sudah berkeluarga, alhamdulillah, aku turut bahagia. Semoga Allah menjadikan keluarga mereka sebagai keluarga sakinnah, mawaddah wa rohmah. Aamiin.

Kemudian sahabat priaku yang lainnya, yang pernah aku ceritakan di salah satu tulisan aku, ia seorang Muslim, tampan, di kalangan teman seangkatan, terutama di kalangan wanita, pria ini populer di sekolah bahkan parasnya yang menawan dikabarkan dikenal hingga ke sekolah negeri favorit yang dianggap saingan kami, sayangnya saat itu dia seorang drug user. Di kelas, kami sangat dekat, aku sering kali bercerita dengannya mengenai berbagai macam hal. Menurut pendapatku sahabat priaku ini baik, ramah, walaupun ia tampan dan tergolong populer tetapi ia mau mengobrol denganku, wanita biasa aja, bahkan seringkali ia yang terlebih dahulu menyapa aku yang -sejak SMP bahkan sampai lulus SMU- kebanyakan teman-teman mengenalku sebagai sosok pendiam. Sejak mengenalnya, aku menjadi semakin suka heran jika menemukan pria yang sok ganteng dan sok terkenal karena sahabat priaku ini sepengetahuan aku, ia tampan dan populer di sekolah tetapi tidak sombong, ia cenderung ramah. Yet, once, he kissed me in front of my classmates when he was high. Rasanya saat itu aku pengen marah, mau nampar tapi ngga bisa. Dia ngga tau kalo aku trauma -maaf- dicium-cium sembarang orang. Kemudian ada hal yang lebih dari trauma yakni dalam Islam tidak bisa semena-mena mencium bukan mahrom. Beberapa waktu kemudian, teman priaku ini jadian dengan salah satu sahabatku. Aku kagum dengan sahabat wanitaku ini, dulu ia begitu setia dan kuat mendampingi sahabat priaku yang merupakan drug user yang dikelilingi berbagai wanita dalam hidupnya. Sahabat wanitaku ini yang mengajak aku terjun ke dunia modeling dan acting.


Fotonya udah kayak suami yang punya dua istri, poligami.

Sejauh ini, aku kehilangan kontak dengan pria yang pernah menjadi sabatku tsb. Sedangkan sahabat wanitaku, setelah beberapa waktu kami loose contact, kami kembali berkomunikasi dan ia telah menikah dengan seorang polisi, sesekali sahabat wanitaku masih mengunjungiku bersama anaknya dan satu sahabat lainnya bersama keluarganya.



Belakangan, aku berpikir, memang pria dan wanita bukan mahrom sebaiknya tidak bersahabat dekat, cukup berteman; jika memang serius saling menyukai atau mencintai baiknya ta'aruf (mengenal) sesuai syariat Islam lalu menikah sesuai syariat Islam. Kemudian aku bersyukur ada pria yang pernah sangat mencintai aku dengan sebegitu dalam, hanya saja saran aku sepatutnya mencintai sewajarnya, telfon, surat cinta dan puisi juga sewajarnya, tidak semena-mena mengancam apalagi menganiaya orang lain kecuali bila melindungi istri dari seseorang yang mencoba merebut sang istri, boleh sampai memukuli bahkan memenggal dengan pedang kepala dari pria yang mencoba merebut istrinya tsb. Oia beberapa anggota keluarga aku, seperti halnya salah seorang yang pernah menjadi sahabat aku, pernah bersekolah di sekolah non Muslim, aku sarankan, ada baiknya Muslim bersekolah di sekolah umum negeri atau lebih baik bersekolah di sekolah Islam. Hukum Islam untuk pengguna khamr dan narkotika adalah hukum cambuk. Setelah dihukum cambuk, pengguna narkoba, baiknya direhabilitasi di pusat rehabilitasi.

 Catatan untuk part ini:
->Setiap film atau sinetron semestinya dibuat sesuai syariat Islam.
->Dalam Islam tidak ada pacaran, yang ada ta’aruf lalu menikah secara sah sesuai syariat Islam.
->Idealnya di sekolah ataupun dimanapun sesama kaum Muslimin tidak ada labrak-melabrak, jika ingin memberi tahu, memberi tahu dengan cara yang ma’ruf.
->Terkait Tata Negara, baik Ilmu Negara maupun Ilmu Tata Negara sepatutnya berdasarkan syariat Islam. Sebaiknya negara ditata sesuai syariat Islam, pemerintahan di seluruh dunia menggunakan sistem khilafah Islamiyah untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat.


Selanjutnya mengenai teman sekelas yang merupakan anak theater, di foto tsb aku yang sedang sakit gejala thypus saat PKL ingin berfoto bersamanya, ia mengenakan jaket tentara, aku tidak menyangka dia yang begitu "jaim" (jaga image) ternyata sweet  ia pernah menuliskan memo sebagai berikut: "Han, sebelumnya aku minta maaf kalo ntar ada kataXX yang nyakitin kamu... Langsung aza ya!" Aku sepertinya sempat menyukainya saat kelas 1 SMU tapi sempat pula jatuh hati pada sahabatnya yang aku berfoto bersamanya, ia mengenakan kaos hitam, aku "nemplok" di bahunya. Saat kelas 3 kami kembali sekelas. Sedangkan pria yang berbaju merah adalah sahabatku yang kami sering saling bercerita hanya saja ia senang membuat aku menangis saat di kelas 3 tsb, tapi bila aku sudah menangis ia akan membujuk aku agar berhenti menangis.

->Busana sepatutnya busana syar'i. Bukan mahrom sepatutnya tidak sembarang berdekatan.  



Saat kelas satu SMU, ada beberapa teman seangkatan yang terlihat menarik khususnya di mataku terutama karena paras mereka tampan salah satunya adalah teman seangkatanku yang merupakan anak theater, parasnya menawan, tinggi, untuk pria kulinya sangat putih. Terlebih ia dikabarkan pandai membaca Al Qur'an. Aku menyukai teman pria seangkatanku ini, hanya dari beberapa temannya ketika SLTP  yang juga merupakan para sahabat aku kala SMU tsb, aku mendapat kabar bahwa teman seangkatan aku ini telah memiliki kekasih, kekasihnya tidak satu sekolah dengan kami. Santer dikabarkan bahwa kekasihnya adalah wanita Muslimah yang cantik, baik, pintar dan berkerudung. Memang para pria yang aku sukai termasuk teman seangkatanku ini belum tentu menyukai aku, namun biasanya aku berusaha mendekati pria yang aku sukai. Hanya dulu, hal yang membuat aku mundur dari menggebet teman seangkatan aku ini adalah informasi bahwa kekasihnya dikabarkan seorang yang BERKERUDUNG dan BAIK. Aku sama sekali tidak mengenal kekasih dari teman seangkatanku ini tapi entah kenapa saat itu ada rasa takut jika sampai menyakiti wanita berkerudung yang dikenal baik oleh teman-temannya yang merupakan para sahabatku tsb. Akhirnya selama di SMU aku tidak terlalu mengenal teman seangkatanku ini secara personal aku cenderung menghindarinya (kalo deket takut jatuh cinta), meskipun saat kelas dua, kelas kami bersebelahan, aku kelas 2.8 ia kelas 2.9, paling aku kerap mendengar kelakarnya bersama teman-temannya. Oia dulu aku paling tidak suka jika mendengar di kelas sebelah aku bercanda dengan cara mengolok-olok orang tua, nama orang tua (ayah) teman seangkatanku ini nampaknya dulu sering terdengar menjadi bahan olok-olok/candaan oleh teman-temannya, olok-oloknya seperti "Pa -sebut saja- Fulan tukang roti." berulang-ulang candaanya seperti itu, tidak ada yang salah dengan pekerjaan tukang roti, pekerjaan yang baik selama seluruh aspeknya hallal dan thayib, sesuai syariat Islam, hanya saja sepengetahuan aku berdasarkan informasi dari sahabat-sahabatku, keluarga teman seangkatanku ini bukan tukang roti tetapi pemilik rumah makan/restoran, terlebih aku ngeh dalam Islam candaan seperti ini terlarang. Dulu sih aku cuma tau candaan seperti itu terlarang dalam Islam, pokonya pamali aja, belakangan aku baru sadar ternyata memang ada haditsnya. Berikut terjemah haditsnya: Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abdu'L-Lah bin 'Amr bin 'Ash bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Termasuk dosa-dosa besar adalah seseorang yang mencela dua orangtuanya". Ia bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah seseorang akan mencela kedua orangtuanya?" Beliau menjawab, "Ya. Ia mencela bapak orang lain, sehingga orang itu (orang lain itu -pen.) mencela bapaknya. Dan ia mencela ibu orang lain, sehingga ia (orang lain itu -pen.) pun mencela ibunya". [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, "Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 1, hal. 429-430]
-> Terinspirasi untuk segera menuliskan terjemah hadits di atas setelah melihat kilasan di instagram, posting mengenai hadits serupa yang dishare oleh account atas nama aktor, bintang iklan dan presenter, Teuku Wisnu (maaf, aku lupa nama barunya yang Islami), suami dari Shireen Sungkar. Terjemah hadits ini aku tuliskan sebagai pengingat bagi diri sendiri dan kaum Muslimin.
Ketika kuliah kami satu universitas namun beda kampus, secara personal aku semakin tidak terlalu mengenal teman seangkatanku ini. Ada kekeliruan besar yang aku lakukan terhadap teman aku ini, kala teman seangkatan aku ini terkena musibah dan ia mengirimi teman-temannya (termasuk aku) messages, memohon support terutama doa, aku saat itu tidak merespons messagenya, teman seangkatanku maafin aku, afwan. Dikabarkan ia kecewa dengan teman-temannya yang tidak ada atau tidak peduli padanya saat ia dalam kesulitan. Namun demikian, ketika (tahun 2010) aku masih bekerja, mengajar di Pendidikan Anak Usia Dini, kemudian aku dan rekan-rekan selesai makan bersama di sebuah rumah makan yang asri di Sukabumi, kami bertemu dengan teman seangkatanku ini, waktu itu ia bersama kekasihnya dan sahabat prianya yang merupakan teman sekelas aku ketika kelas 2 SMU (teman yang pernah cukup akrab dengan aku karena walaupun ia anak theater ia jago menggambar, kami sama-sama suka menggambar). Saat itu terjadi peristiwa yang terbilang konyol yang terjadi padaku, ketika teman seangkatanku dan partners berjalan memasuki rumah makan sedangkan aku berjalan menuju keluar rumah makan, acaraku dan rekan-rekan telah selesai, aku berjalan meleng dan aku terjatuh di depan mantan pria yang aku sukai beserta kekasihnya dan sahabatnya yang juga temanku, juga di hadapan rekan-rekanku, malu sih tapi tapi aku tetep berusaha "lempeng" dan tenang (calm). Aku memang kadang-kadang kurang hati-hati saat berjalan, waktu itu teman seangkatanku agak heran dan mengisyaratkan agar aku berhati-hati, aku senang walaupun ia tidak hafal namaku namun ia bersikap ramah, ngeh terhadapku dan menyapaku, bahkan ia memperkenalkan kekasihnya, meskipun saat itu ia telah menjadi salah satu publik figur (komedian dan bintang film) ternama Indonesia. Saat teman seangkatanku yang merupakan salah satu pria yang pernah ku sukai saat sekolah, memperkenalkan kekasihnya kepadaku, kekasihnya seorang yang cantik dan terlihat ramah, jika aku tidak keliru ia memperkenalkan kekasihnya sebagai calon istinya. Aku senang mengetahui bahwa ia telah menjalin hubungan serius hanya ada terbersit kekecewaan di dalam hati aku yang jika diungkapkan maka kalimatnya seperti berikut, dalam bahasa Sunda: 'Hanas mah -kapungkur abdi- ngelehan kanggo kabogohna nu bageur tur dikurudung naha ayeuna kabogohna teu dikurudung?' (Terjemahan: Yah, padahal -aku dulu-  udah ngalah untuk kekasihnya yang baik dan berkerudung, kenapa sekarang kekasihnya tak berkerudung?). Wanita yang dimaksud bukan kekasihnya yang dahulu saat sekolah tetapi seorang wanita yang juga merupakan seorang publik figur. Teman seangkatan aku dan kekasihnya yang sekarang istrinya, harap maklum ya atas isi hati yang aku ungkapkan ini. Oia sesekali aku menonton tayangan berita atau acara bertemakan "ibu-anak" yang adakalanya dipandu istri (juga anak) dari teman seangkatanku ini, aku suka acara bertemakan "ibu-anak" yang penuh ide dan kreatifitas tsb terlebih ide dan karya yang sesuai syariat Islam. Teman seangkatan aku ini dikenal dengan nama "Omes" mungkin ini nama tenarnya namun aku kurang suka denga nama ini karena merupakan singkatan dari otak mesum yang menurut Islam nama tsb tidak baik, mustinya nama bekennya "Opin" (otak pintar), "Ocer" (Otak cerdik/cerdas), atau "Ojen" (Otak jenius), padahal nama aslinya cukup bagus Ananda Rusdiana mungkin aku ganti menjadi Ahmad Rusdiana. Aku sering keceplosan mengadress-nya dengan nama bekennya hanya selama ini aku lebih senang memanggilnya Rusdi.
Btw sesekali aku menontonnya di televisi, aku tidak setuju jika pria yang pernah aku suka ini -juga para pria- berperan sebagai pasangan mesra bukan dengan pasangan sahnya; sepertinya aku lebih suka jika ia membawakan acara bersama istrinya namun aku berharap istrinya dapat berhijab syar'i. Acara-acara yang dipandunya serta seluruh acara diharapkan dapat sesuai syariat Islam. Semoga aku dan istri teman seangkatanku ini dapat mengenakan hijab syar'i untuk meraih ridha Allah di dunia dan di akhirat. Aku bahagia teman seangkatanku ini bersama istrinya memiliki keluarga yang bahagia, mereka dikaruniai oleh Allah seorang anak yang cantik, semoga anaknya menjadi anak shaleha. Rasanya ingin memberikan nama Islami untuk putri temanku ini, misalnya Aisyah seperti halnya nama istri Rasulullah Muhammad saw, atau mungkin Sarah seperti nama istri nabi Ibrahim. Semoga keluarganya menjadi keluarga sakinnah, mawaddah wa rahmah. Aamin.
Aku bukan bermaksud usil -khususnya- terhadap pria yang pernah aku suka, tapi aku berharap Allah meridhai kami sebagai Muslim jika kami taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mudah-mudahan aku dan keluargaku, ia dan keluarganya serta kaum Muslimin bisa bersama-sama memasuki surga Allah. Aamiin.


Kemudian, mengenai kaka kelas yang pernah aku cintai dan pernah menjadi pria yang sangat aku cintai. Seorang pria (yang aku pikir dia seorang keturunan Arab ternyata keturunan China), tampan, tinggi, kurus, putih, cerdas, popular (anak basket), sayang saat itu dia non Muslim. Kilasan ceritanya sudah banyak ditulis di beberapa tulisan aku. Aku ngga ada ide, pria ini mirip artis siapa, tapi ada bintang iklan shampo, bule, yang idung mancungnya mengingatkan aku sama pria ini. Kenangan yang aku ingat adalah, kaka kelas yang ketika itu aku cintai ini memiliki kekasih, teman seangkatan aku, cantik, agak tomboy, sedikit kalem, seorang Muslimah. Waktu kelas 1, aku bete banget sama kaka kelas yang ketika itu aku cintai ini deket sama temen seangkatan aku tsb, soalnya dia nampak sangat cinta dan setia sama temen aku, tipe pria yang sukar dipalingkan dari kekasihnya, dan temen aku pun nampak sangat mencintai kaka kelas yang pernah aku cintai tsb, sementara aku pun mencintai kaka kelas aku tsb. -> Saat itu aku maunya kaka kelas yang pernah aku sangat cintai ini mencintai kekasihnya tapi juga suka atau sayang sama aku. Saat itu aku tidak patah arang, aku suka berusaha godain kaka kelas yang pernah sangat aku cintai ini misalnya saat kaka kelas yang pernah aku sangat cintai ini lagi di kantin sekolah baik sendiri atau sama sahabatnya atau bahkan sama kekasihnya aku juga nagkring di kantin itu. Ketika kaka kelas yang pernah sangat aku cintai ini dan teman seangkatan aku putus, aku tetep berusaha “gangguin” kaka kelas yang pernah sangat aku cintai ini, aku suka liatin kaka kelas yang pernah sangat aku cintai ini main basket di lapangan sekolah, nungguin kaka kelas yang pernah sangat aku cintai ini sampe pulang sekolah, bahkan ngikutin kaka kelas yang pernah aku sangat cintai ini pulang, maksudnya aku ngambil jalan yang sama dengan jalan yang dilalui kaka kelas yang pernah sangat aku cintai ini, sebuah jalan pintas, kemudian aku melanjutkan perjalanan pulang ke rumah aku, dan hasil dari jerih payah aku tsb adalah: aku dicuekin, sampe dia lulus SMU sepertinya dia “ngga ngeh” sama aku. Saat itu aku sedih.

Hubungan kaka kelas yang pernah aku cintai ini dengan teman seangkatan aku, hanya sebentar, mereka putus karena beda agama. Saat aku suka mengganggu hubungan kaka kelas yang pernah aku cintai ini dan teman seangkatan aku, aku tidak mengenal teman seangkatan aku tsb, hanya sekedar tau. Tapi kemudian saat kami sudah sama-sama menjadi mantan atau wanita yang pernah dicintai atau disayangi oleh kaka kelas yang pernah aku cintai ini, kami saling kenal walaupun hanya sekilas, teman seangkatan aku ini pernah bertandang ke rumah aku, ternyata kemudian ia menjadi teman adik aku. Sayangnya aku belum sempat menyatakan permohonan maaf sama teman aku ini untuk berusaha mengganggu hubungannya dengan pria yang mungkin pernah sangat ia cintai, pria yang juga pernah sangat aku cintai. Saat itu aku telah berusaha membuka pembicaaraan mengenai pria yang mungkin pernah sama-sama kami cintai, hanya saja saat itu teman aku ini memilih untuk membicarakan hal lain. 'Temen aku, maafin aku ya.'

->Aku berharap teman aku Muslimah yang cantik ini juga aku dapat bersedia berhijab syar’i untuk meraih ridha Allah.

This is why dulu aku bawa-bawa foto (potongan gambar) Jupiter dan Irwansyah kemana-mana, di dalam organizer. Jupiter yang non Muslim mewakili rasa suka aku sama kaka kelas yang pernah aku cintai yang merupakan non Muslim, sedangkan Irwansyah mewakili rasa suka aku sama kaka kelas aku yang pernah aku cintai yang merupakan seorang Muslim.


Yang harus diperbaiki dari part ini adalah: Dalam Islam tidak ada pacaran, yang ada ta’aruf lalu menikah secara sah sesuai syariat Islam.

Mengenai kaka kelas yang pernah sangat aku cintai yang dikisahkan di atas, kisahnya masih akan berlanjut, hanya aku akan menuliskan terlebih dahulu kisah mengenai seorang aktor Indonesia ternama, good looking, tinggi, putih, Chinese, sangat disesalkan saat ini dia non Muslim. -> Semoga suatu saat dia pindah agama ke dalam Islam.

Seperti yang telah dikisahkan di tulisan sebelumnya bahwa dulu aku mengikuti sanggar acting “Bina Profesi”, Sukabumi.  Di sanggar tersebut aku berlatih acting dan mendapat kesempatan untuk melihat langsung pembuatan sinetron sekaligus diberi peluang untuk menjadi pemain figuran pada salah satu sinetron. Terdapat kisah yang mungkin belum aku ceritakan sebelumnya terkait hal ini, suatu malam di bulan Desember 2003 (nama bulan Hijriyahnya apa ya waktu itu?), sebelum aku mengetahui bahwa aku akan menjadi pemain figuran dalam sebuah sinetron, aku bermimpi bertemu seorang actor, salah satu pemeran sinetron “Siapa Takut Jatuh Cinta”, actor di mimpi aku tersebut adalah Jonathan Frizzy. Di mimpi aku itu, aku ketemu Jonathan di tempat yang nampaknya kantor manajemen artist. Entah kenapa aku mimpiin Ijong (Jonathan), padahal di sinetron STJC yang dapat dibilang dulu jarang aku tonton itu, Ijong bukan actor yang paling aku favoritkan, aku lupa lebih suka sama siapa, bingung, semua cowonya cakep, tapi mungkin saat itu aku paling suka Steve Emmanuel (Yusuf Iman).

-> Astaghfirullah, sedikit shocked saat proses revisi tulisan ini, aku menyadari sesuatu yakni sepertinya selama ini aku suka Steve/ Yusuf Iman tapi jarang aku ekspresikan, namun demikian secara tidak sadar aku melakukan identifikasi psikologis terkait aktor ini yang identifikasi ini mungkin dapat diperkirakan oleh pembaca dengan membaca tulisan ini, meskipun mungkin apa yang aku lakukan tidak sejauh yang dilakukan Steve bersama pasangannya. Semoga Steve dan mantan pasangannya tidak mengulangi kesalahan mereka. Untuk Steve yang melakukan kesalahan (yang aku maksud) sebelum ia masuk Islam, semoga dengan ia menjadi Muslim, Allah mengampuni dosa-dosanya. Hanya untuk mantan pasangannya, Muslimah, yang pernah hidup bersamanya, tindakannya yang dalam hal ini tergolong pada zina, berdasarkan hukum Islam dapat menyembabkan ia mendapat hukuman rajam. Anw aku lupa bilang that I am so glad to know that Steve becomes a Muslim/Mualaf. His new name, Yusuf Iman, sounds cool, a syar'i name.  I hope he is doing well. Semoga Allah senantiasa menjaga, melindungi, merahmati dan mengaruniakan taufiq dan hidayah-Nya kepada Yusuf Iman. Aamiin.    

Dalam versi asli STJC yang dibintangi oleh para aktor dan aktris Taiwan, "Meteor Garden", aku suka karakter Hwa Ce Lei yang diperankan oleh Vic Chou. Dalam serial STCJ, karakter Lei diperankan oleh Roger Danuarta.

Kisahnya dilanjutkan kembali, beberapa hari setelah mimpi ketemu Ijong itu, aku diajak untuk berperan sebagai pemain figuran di Jakarta. Saat itu sangat pagi sekali kami berangkat dari Sukabumi, sekitar jam 4 pagi, menuju lokasi syuting di Jakarta. -> Jam segini banyak artisnya masih pada tidur mungkin ya, abis pada shooting sampe larut. Di lokasi shooting itu, kami sempet menunggu aga lama. Sekitar waktu brunch, bermunculanlah para artis salah satunya Ka Asty Ananta dan yang lainnya. Aku senang bisa ketemu langsung, Ka Asti, Ka Vonny, Ka Daud, Santana, dan yang tidak disangka-sangka, aku bisa ketemu langsung Roger Danuarta! Entah kenapa waktu ketemu Roger aku seneeeng banget. Mungkin salah satunya karena saat itu bahkan selama ini di file memory aku, Roger Danuarta dan Agnes Monica menempati posisi sebagai the cutest and the sweetest couple I’ve ever seen. I saw something between them, may be love, chemistry or something I don’t know what it was? They looked adorable and lovely. -> Eh, kenapa aku musti nangis ngetik ini. Seperti yang pernah aku tuliskan di salah satu tulisan aku, waktu liat kebersamaan mereka aku jadi berpikir kalo suatu saat aku punya pacar aku pengen banget seperti Roger dan Agnes, terlihat cute and lovely.

->Aku agak sedikit kesulitan bercerita mengenai Agnes Monica ini. Oia aku suka lagunya yang berjudul "(I am) Generation of Love", cocok dinyayikan oleh para non Muslim. Hanya kurang pas bagi umat Islam, khawatir kaum Muslimin malas berperang di jalan Allah padahal masih banyak umat Islam yang tertindas seperti di Palestina. Dalam Islam dibolehkan membenci, seperti membenci kekafiran, kemusyrikan, kemaksiatan, bid'ah, membenci di jalan Allah. Aku mungkin galak terhadap Agnes apalagi jika ia berpose atau berpakaian sexy, berpakaian yang bertentangan dengan syariat Islam. Bahkan beberapa waktu lalu aku mengomentari iklan shampo yang dibintangi Agnes sebagai berikut "Agnes ngapain sih lo begitu-begitu (berpose dan berpakaian sexy)?" Aku komen sambil agak memperagakan posenya. Agnes, maaf agak kasar, harap maklum ya, aku ngga suka pose dan baju sexy bukan pada tempatnya, yang bertentangan dengan syariat Islam. Oia terima kasih untuk berpakaian sopan dan tertutup. Aku harap, Agnes dapat berpakaian sopan dan tertutup, menyesuaikan syariat Islam, terutama di bulan Ramadhan. Tapi terkait cinta, aku kadang sedih liat Agnes, terutama terkait Roger. Mungkin aku salah atau berlebihan tapi aku melihat pada Agnes ada kesedihan dan luka mendalam terkait pria yang pernah sangat aku sayangi ini. Terkait pria yang aku maksud, aku sampe pernah -beberapa kali- mimpiin Agnes Monica, ternyata sepertinya itu karena aku suka sama salah satu mantan kekasihnya, seseorang yang aku maksud. Semoga Allah mengaruniakan kepada Agnes Monica hidayah iman Islam. Aamiin.

Anehnya, waktu itu kalo Roger lagi ga ada take, mata aku suka nyariin dia gitu “Kemana sih Roger?”. Cie..cie.. -> Ups ketaun deh. Aku seneng kalo ada Roger, seneng kalo pas makan ada Roger. Tapi saat itu aku juga ngeh kalo Roger itu artis (actor) cocoknya sama artis lagi, aku bukan artis jadi aku ngga cocok sama Roger, saat itu di kepala aku juggling asumsi ‘Roger kan cocoknya sama Agnes’. Berikut saat itu aku sedih banget tiap liat Roger, tiap liat Roger ada rasa seneng banget tapi juga pengen nangis, aku sedih karena aku inget sama pria yang saat itu masih sangat aku cintai, kaka kelas aku yang aku perjuangkan dengan sedemikan rupa tapi dia “ngga ngeh” sama aku, terlebih saat itu aku sangat sadar bahwa aku beda agama sama Roger dan pria yang saat itu sangat aku cintai.

Oia waktu liat Roger menurut pendapat aku dia itu tampan, mempesona, meskipun aku sedikit heran dengan tubuhnya yang terlihat tidak kurus serta bagian warna rambutnya yang terlihat putih (bleaching). Saat itu, ketika bertemu Roger yang badannya terlihat tinggi besar berserta berambut gondrong, di alam bawah sadar aku mungkin aku teringat akan postur Papa (Abi)ku ketika aku masih kecil, tinggi besar berambut gondrong, hanya seperti yang telah aku jelaskan, dulu ada saja anak yang ketakutan bahkan menangis jika melihat Papa (Abi)ku dengan posturnya tsb.
Dan entah kenapa aku ngerasa seneng dan aman deket Roger, seperti yang aku pernah bilang di salah satu tulisan aku yang intinya bahwa saat itu aku ngerasa dia sepertinya tidak akan semena-mena menyakiti aku. Awalnya saat itu aku aga takut dan ragu untuk mengenal pria non Muslim namun sejak aku bertemu Roger sepertinya rasa takut dan ragu itu sirna, saat itu aku jadi lebih berani.
Belakangan aku berpikir kenapa bisa ngerasa gitu ya? Dan setelah aku pikirkan ulang mungkin ini terkait masa kecil aku berinteraksi dengan para non Muslim (khususnya non Muslim Tionghoa). Aga sulit menceritakannya, hanya intinya menyenangkan. -> Aku bener-bener inget ini setelah berpapasan dengan salah satu teman masa kecil aku, seorang pribumi, yang sempat menjadi teman spesial aku. Anw mantan teman spesialku ini dulu sempat mempelajari bela diri dari pamannya, Papa (Abi)ku pun sempat belajar bela diri kepada paman dari mantan teman spesialku ini.
Di kisah sebelumnya terkait seni peran, aku pernah bercerita mengenai foto yang diberikan oleh sahabatku, foto sahabatku juga kawanku bersama pemeran utama wanita di lokasi shooting sinetron, di foto tsb juga terdapat sosok Roger yang nampak tidak terlalu jelas. Di foto terlihat ada orang-orang yang telah aku sebutkan juga para kru sinetron, suasananya terlihat ramai namun Roger nampak menyendiri dan lonely di tengah keramaian. ‘Wondering that was he alright?, Wondering what he was thinking or worrying about?’, entah sudah berapa kali aku menangis jika melihat atau mengingat foto tsb. Ada satu iklan yang pernah aku tonton, iklan tsb iklan makanan yang ceritanya mengenai berakhirnya shooting sehingga si karakter pria dan si karakter wanita tidak bisa bertemu lagi, namun sepertinya mereka sempat berpamitan, iklan tsb dibintangi oleh aktor Korea, Song Jong Ki. Aku musti bertanya dulu kepada adik kecilku terkait nama bintang iklan yang dimaksud. Iklan yang aku maksud juga sempat membuat aku sedih terkait aku tiba-tiba ngga bisa ketemu Roger lagi (tanpa sempat pamit). Anw kenapa kah kalo liat aktor Korea, Lee Min Ho, aku inget Roger?

->Aku berharap, setiap iklan terlebih di negara berpenduduk mayoritas Muslim dapat dibuat sesuai syariat Islam.

Roger, maaf ya aku pernah bilang tentang “badan lemari”, aku memang cenderung suka Roger dan pria lainnya, termasuk pria yang aku cintai saat ini, Tex, berbadan kurus atau berisi tapi tidak berlebihan.


Semoga Allah mengaruniakan kepada Song Jong Ki, Lee Min Ho dan para non Muslim hidayah iman Islam. Aamiin.

[Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [Ali Imraan (3): 85]

Aku berusaha untuk menceritakan masa kecil aku terkait hal yang aku maksud. Masa kecil ini kemudian aku kaitkan dengan masa dewasa aku.

Waktu kecil, hingga tulisan ini dibuat, aku tinggal di daerah yang penduduknya campuran antara penduduk pribumi: Sunda dan sempat terdapat pula penduduk pendatang (Padang, Aceh dan Batak) serta penduduk Tionghoa.

Aku dulu sering main bersama Angela G. Hutabarat (Angie), Batak, Protestan. Kemudian, dua sahabat wanita aku Ira dan Dea, ayah mereka meninggal dunia saat mereka masih kecil, mereka Tionghoa, Mualaf. Aku menghimbau diri sendiri dan para sahabat wanita aku ketika kecil ini untuk dapat berhijab syar'i untuk meraih ridha Allah. Ada pula teman-teman terdekat pria, pribumi Muslim, sebut saja inisialnya As dan A.S., yang satu sering membuat aku menangis tapi kemudian kami berbaikan dan bermain kembali, berulang-ulang seperti itu; satu lagi teman bermain dan belajar (pelajaran sekolah) yang selalu membuat aku tersenyum dan  menjaga aku bahkan hingga aku dewasa. Terima kasih untuk kebaikan yang telah dilakukan teman-teman aku yang Muslim. Asykurukum, jazakallah.

->Astaghfirullah, kenapa ada, teman aku yang inisialnya seperti inisial Bapa tiri aku, perebut istri orang? Aku memang terang-terangan ngga suka sama bangsat, perusak rumah tangga orang, macam dia.
Semoga Allah menjauhkan para pria di keluarga aku, para pria yang pernah aku sukai, sayangi, cintai dan yang pernah menyukai, menyayangi, maupun mencintai aku dan seluruh pria dari semena-mena merebut kekasih apalagi istri orang. Aamiin.

->Pengingat terkait pertemanan dan persahabatan, pertemanan terutama pertemanan antara pria dan wanita apalagi setelah baligh sepatutnya dibatasi agar jangan sampai mendekati zina, sepatutnya pertemanan berjalan sesuai syariat Islam.

Sepertinya aku pernah menyampaikan hal yang intinya bahwa ketika kecil aku aga genit terutama terhadap anak-anak para tetangga aku yang merupakan keturunan China (Tionghoa). Ada kalanya, dari agak kejauhan, aku memanggil nama mereka misalnya: Bram, Sammy (mungkin Samuel?), Erik, Willy (William?) dan Anthony. Mereka non Muslim, dan aku tidak dekat dengan mereka, bahkan sekarang aku malu jika bertemu beberapa diantara mereka.

Selain itu ada beberapa non Muslim yang sempat bermain bersama aku. Ada foto-foto yang pernah aku lihat di rumah keluarga besar aku yang kemudian rumah ini dimiliki oleh aunty aku, foto-foto menunjukkan kebersamaan aku ketika kecil bersama teman-teman/ kaka-kaka yang sempat bemain bersama, mereka para pria dan wanita dari kalangan para Muslim maupun non Muslim: Di foto tersebut ada aku dan kaka Muslimah Tionghoa, Teh Tia, dan kaka Muslimah pribumi Teh Dian/Nia, lalu kaka non Muslim, Ci Maya. Ada kaka Muslim, sepupu aku Aa Adhi, dan Aa siapa ya? (Aa maaf aku lupa namanya?) dan kaka non Muslim, Ko/A Yahya. -> Dari kecil aku cenderung membedakan panggilan untuk orang yang lebih tua dari aku, biasanya untuk kaka-kaka Muslim aku memanggil Teteh dan Aa sedangkan untuk kaka-kaka non Muslim aku memanggil dengan sebutan Cici dan Koko. Untuk kaka-kaka yang aku sebut namanya ini, maaf ya. Di foto itu nampak sedang dan setelah perlombaan di rumah keluarga besar aku, sepertinya perlombaan 17-an. Pada foto tsb, terekam bahwa meskipun aku saat itu masih kecil (mungkin TK) tapi aku pikir penampilan aku "ngga banget", mengenakan celana super pendek dan kaos, kaosnya tidak masalah tetapi celana pendeknya jika aku tidak keliru warnanya merah, terlihat annoying, karena terlalu pendek, kemudian muka aku nampak mengenaskan, kelelahan dan kecapaian sehabis menggambar. Di salah satu foto terlihat aku sedang berkarya di samping Ci Maya. Anw belakangan kenapa aku berpikir "Kenapa Ko Yahya ngingetin aku sama Deddy Corbuzier ya?" Di foto yang aku maksud, Koko mengenakan seragam sekolah merah putih, berbeda dengan muka aku yang terlihat kelelahan, muka Koko terlihat alert mengenakan seragamnya. Waktu kecil sepertinya aku sempet heran kenapa Koko (pernah pula aku memanggilnya Aa) Yahya ini namanya nama nabi tapi kenapa agamanya bukan Islam? Belakangan aku mendengar kabar bahwa Koko Yahya ini menjadi Muslim, semoga kabar ini benar.

->Mencintai tanah air dibolehkan, hanya harus sesuai syariat Islam. Dalam Islam tidak ada perayaan hari kemerdekaan, hari raya hanya Idul Fitri dan Idul Adha.

Kemudian dulu beberapa teman main terdekat aku diantaranya Lestari dan Simon, mereka kakak beradik, Tionghoa, non Muslim, Katholik. Lestari cantik tapi aga badung sedangkan aku dari kecil aga cengeng namun demikian seingat aku rasanya Lestari tidak pernah membuat aku menangis paling kadang membuat aku aga kesal tapi kemudian kami bermain kembali, dan dulu aku dan adik cukup dekat dengan Simon, kaka dari Lestari, Simon seusia dengan aku, ia juga sepertinya dulu tidak pernah membuat aku menangis, kami sering bermain bersama dalam suasana yang menyenangkan. Belakangan aku ingin tahu perihal nama Simon, lalu aku membaca Al Kitab (Injil), milik keluarga aku, ternyata di dalam Al Kitab, tertulis kisah bahwa Simon adalah salah satu sahabat terdekat Yesus (Isa Almasih as). Aku tidak tahu kisah itu benar atau tidak, namun saat membaca kisah tersebut aku sangat senang karena apabila seorang yang bernama Simon adalah memang sahabat Isa Almasih as., aku merasa bahwa aku beruntung, alhamdulillah, apabila Allah mentakdirkan aku memiliki kehidupan serupa/mirip kehidupan Isa Almasih as, alhamudlillah. Oia ayah Simon beberapa tahun belakangan merupakan Mualaf, alhamdulillah. Dikabarkan pula bahwa Simon sekarang telah menjadi Muslim, aku berharap hal ini benar adanya.

->Aku senang dan bersyukur, alhamdulillah, saat tulisan ini dibuat, di keluarga besar aku pernah ada (yang kemudian meninggal dunia) atau masih ada yang bernama Muhammad, Ahmad, Isa, Maryam, Fatimah, Hasan, Husen, Aminah, Aisah (Aisyah), Djenab (Zainab). Semoga kelak di keluarga aku nama-nama yang pernah/masih ada tetap ada kemudian ditambah nama-nama seperti Ali, Khadijah, Shafiyah, Hafshah, dan Mariyah seperti halnya keluarga Rasulullah Muhammad saw. -> Nama-nama sesuai Al Qur'an dan As Sunnah, semoga nama dan akhlak dapat sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah.

Lalu ada beberapa orang di masa kecil aku yang mengingatkan aku pada dua orang yakni orang yang sempat aku sebut sebagai seorang yang aku sayang, Roger Danuarta, dan orang yang sempat aku sebut sebagai seorang yang aku cintai, Tex Saverio Gunawan. Karakter-karakter bernama Dany yang merupakan para pria Tionghoa mengingatkan aku sama Roger Danuarta yang bila ia non Muslim menurut aku ia cocok punya panggilan "Dany" kependekan dari Danuarta "Dan" lalu diberi akhiran huruf "I" atau "Y". ->Panggilan ini juga diinspirasi saat aku membuka situs BNN terkait kasus yang pernah menimpa Roger Danuarta. Sedangkan karakter-karakter bernama Gunawan mengingatkan aku pada Tex Saverio Gunawan. Karakter tersebut adalah kaka pria Tionghoa Muslim, yang nama belakangnya adalah Gunawan dan kedua kaka wanitanya yang aku ketahui sejak kecil, namun saat kecil kami tidak akrab, setelah aku agak besar aku cukup akrab dengan "Aa Gunawan" ini dan sangat akrab dengan salah satu kaka perempuannya yang merupakan guru les aku. Kemudian, Deny, Dany, Leo, Lucky beserta adik perempuan mereka Wulan, mereka Tionghoa, jika aku tidak keliru dulu mereka adalah non Muslim. Aku dulu pernah bermain bersama mereka walaupun kebersamaan aku dan mereka tidak sedekat kebersamaan aku dengan Simon dan Lestari. Jika aku tidak keliru, ayah Deny, Ko Hary, dan ayah Simon, Ko Edy, adalah kakak beradik. Belakangan Deny dan adik-adik beserta ayah dan ibu mereka dikabarkan menjadi Muslim. Jika memang benar demikian, alhamdulillah. 

->Menurut pendapat aku, alangkah baiknya apabila para Muslim dan Mualaf dapat menggunakan nama-nama sesuai syariat Islam. Aku ucapkan terima kasih untuk para Muslim dan Mualaf yang namanya telah sesuai syariat Islam, alhamdulillah. 

Lalu Koko Dany dan adiknya Fany, mereka Tionghoa, non Muslim, Nasrani; dan Koko Gunawan, ia Tionghoa, seorang Budha. Mereka adalah murid les Mama (Umi)ku. Seingatku, awalnya mereka les di rumah aku namun kemudian Umi menjadi guru les privat di rumah mereka. Aku suka ikut Umi mengajar, seringnya les Bahasa Inggris tsb diadakan di rumah Koko Dany dan Fany, rumah Koko Dany di daerah Pecinan Sukabumi, dekat Vihara. Oia dulu rumah Koko Dany terletak di samping pejagalan dan tempat pemeliharaan babi, aku suka penasaran intip tempat itu, aku pernah melihat babi-babi yang sedang berada di kubangan, tempatnya terlihat sangat kotor dengan bau yang tidak sedap, untungnya sepertinya sekarang pejagalan dan kandang babi tersebut telah tiada. Anw sejak kecil aku diberitahu oleh orang tua aku bahwa berdasarkan ajaran Islam, babi haram. Teringat terjemah hadits mengenai kelak Isa Almasih as akan diturunkan kembali untuk membunuh babi.

1090. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: “Demi Allah yang diriku dalam genggaman-Nya! Sesungguhnya akan turun kepadamu Ibnu Maryam menjadi hakim yang adil. Maka dipecahnya salib, dibunuhnya babi, dihapuskannya pajak, dan harta kekayaan akan melimpah ruah, sehingga tidak seorang jua pun yang mau menerima.” (Terjemah Hadits Shahih Bukhari Jilid II. Page: 287)

Anw dulu aku suka sama Koko Dany soalnya Koko cakep, tinggi, putih dan kurus, aku suka liatin Koko pas belajar, kalo aku udah bosen liatin Kokonya aku baca buku; kemudian pas les kembali, aku liatin lagi Koko Dany dan kalo udah bosen aku baca buku lagi atau melakukan hal lain, pokonya berulang-ulang seperti itu. Seingat aku, dulu aku sering duduk satu meja sama Koko Dany tapi kami hampir tidak sapaan, paling aku mengobrol sedikit dengan adiknya, Fany. Fany cute, ramah, dulu ia model cilik. Dulu Mama dan Papa Koko Dany dan Fany sibuk, berdagang, mereka juga hampir tidak pernah menyapa aku. Mama dan Papa Koko Dany nampak rajin banget bekerja, berdagang, tapi dulu aku suka kasihan sama Koko Dany dan Fany karena orang tua mereka terlihat sangat sibuk, jarang di rumah seringnya di toko. Tiba-tiba terlintas 'Semoga Koko Dany bukan pemain Barongsai'.

->Entah kenapa, ada saat ketika mengingat kisah mengenai Koko Dany ini aku sempet nangis.

Sementara Koko Gunawan ia seorang yang cukup tinggi, chubby, berkulit aga cokelat, ia murid kesayangan Mama aku karena Koko Gunawan sangat pandai dan tekun. Seingat aku, seperti halnya dengan Koko Dany, walaupun kami kerap duduk satu meja, aku juga hampir tidak pernah mengobrol dengan Koko Gunawan. Sesekali aku ikut Umi "home visiting" ke rumah Koko Gunawan, rumah Koko Gunawan masih di sekitar Pecinan Sukabumi. Papa Koko Gunawan sudah meninggal, Koko tinggal bersama Mamanya, sepengetahuan aku Mamanya Koko Gunawan baik, lembut, perhatian dan penuh kasih, ia suka menyapa aku, dan biasanya ia memberi aku snacks atau makanan-makanan ringan. Oia Koko Dany dan Koko Gunawan yang aku kenal saat kecil aga kebalikan dengan "Dany" dan "Gunawan" yang aku kenal saat dewasa (maunya aku juga memanggil mereka Koko/Kaka tapi aku udah cup baru bilang Kaka atau Koko sama mereka, insyaAllah, bila mereka masuk dan memeluk Islam.). Hanya saja mengenai Mama mereka, sejauh ini aku belum mengenal mamanya "Dany" (Roger), tapi aku pernah mengirimkan salam perkenlan buat keluarga Roger tentunya including buat Mamanya Roger. Mamanya Roger, titip Roger ya jangan sampe badung lagi, semoga ia kembali menjadi dan tetap baik dan baik-baik juga sederhana. Terima kasih Mama Roger. Sedangkan dengan Mamanya "Gunawan", aku juga belum mengenalnya hanya saja aku pernah melihat-lihat profil Facebooknya. Mamanya Tex, makasih ya udah mengizinkan profil Fb-nya diakses oleh aku, dan maaf aku sempet copy foto keluarga kalian tanpa izin. Mengenai foto, disayangkan dalam foto tersebut terdapat keluarga Tex yang mengenakan pakaian yang tidak menutup aurat dengan baik. Aku tidak tahu foto tersebut dapat diakses oleh siapa saja, jika foto tersebut dapat diakses publik (pria) sepatutnya foto tersebut tidak dipajang, ada baiknya bila memajang foto keluarga yang busananya lebih tertutup. Mama Tex, harap maklum jika aku pernah memaki-maki anak anda, "Tex Saverio Gunawan", dengan kata-kata kasar dikarenakan anak anda "hebat", "super sekali", penentangannya terhadap Islam dan aturan Islam, innalillahi. Mamanya Tex, Tex, nampaknya memang hebat dan super sekali dalam berkarya, berbakat dan berprestasi, hanya tolong nasehati Tex supaya Tex jangan aneh-aneh, kemudian agar Tex baik-baik dan lebih sederhana. Terutamanya agar Tex jangan menentang aturan Islam. Terima kasih Mama Tex.

Oia Mama aku membuat makanan, kue: cookies, yang tadinya akan aku berikan untuk Tex Saverio Gunawan, namun sehubungan aku terlalu banyak berpikir dan khawatir mengenai proses pengirimannya, kahawatir kuenya hancur, lalu kue yang wadahnya telah aku beri isolasi dan hiasan pita tsb aku diamkan, lama-lama aku khawatir mubazir, akhirnya aku makan kuenya bersama beberapa kawan. Oia aku kaget banget ketika membaca buku hadits dan ternyata terdapat aturan Islam terkait larangan mengambil kembali pemberian. Terjemah haditsnya sebagai brikut:

1619. Dari Ibn 'Abbas ra, bahwasannya Rasulullah saw bersabda: "Orang yang menarik kembali pemberiannya bagaikan anjing yang menelan kembali muntahnya." (HR. Bukhari-Muslim) [Imam Nawawi, "Tarjamah Riyadhus Shalihin: Jilid 2", hal. 621.]

Saat mengetahui hal ini, aku lalu meminta maaf mengenai hal ini kepada Tex, kemudian mengganti dengan pemberian yang lain.

Hal ini juga yang mungkin menjadi faktor aku menyukai beberapa pria, saat kelas satu SD aku menyukai dua pria, yang satu teman sebangku aku R2 dan satu lagi teman aku G1. R2 anaknya baik, perhatian dan bersikap dewasa sedangkan G1 baik namun tetap seperti anak-anak pada umumnya. Ketika aku pindah sekolah, aku khawatir tidak pamit terhadap mereka, "teman-teman maafin aku jika dulu aku tidak sempat berpamitan, ikhlasin aku ya.' Saat itu aku juga suka terhadap kaka kelas aku yang 5 tahun lebih tua dari aku, tetanggaku, J1, sepengetahuan aku ia baik, dewasa dan sabar, suka mengajariku Matematika. Namun ia pindah, mengikuti orang tuanya yang dialihtugaskan.

Seingatku, waktu TK aku hanya menyukai satu pria, R1, he was the one and only boy whom I like a lot.
->Selain mempelajari Bahasa Inggris, sebagai bahasa komunikasi (hablum minannas) yang sejauh ini diakui iternasional terlebih untuk syiar Islam secara global, kaum Muslimin tentunya wajib mempelajari Bahasa Arab kemudian apabila telah menguasai Bahasa Arab, maka sunnah, jika sanggup, mempelajari Bahasa Ibrani/Bahasa Yahudi (Hebrew).

->Semoga imlek, barongsai, kekafiran, kemusyrikan, maksiat dan kemunkaran lenyap dari muka bumi ini.

Beberapa pedoman berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sebagai pengingat khususnya untuk aku dan kaum Muslimin:


“(Ialah) Al Qur’an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya)      supaya mereka bertaqwa.” [Az Zumar (39): 28]    

“Alif, laam, raa741). Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Qur’an) yang nyata (dari Allah). Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” [Yusuf (12): 1-2]”  

1920. Dari Zaid bin Tsabit r.a. bahwa nabi saw. menyuruhnya supaya mempelajari tulisan Yahudi, sehingga saya menuliskan untuk Nabi Saw. surat-surat beliau (untuk orang Yahudi) dan membacakan surat-surat Yahudi, apabila mereka berkirim surat kepada beliau. ["Shahih Bukhari Jilid IV", hal. 156]

->Menurut pendapat aku, makna mempelajari tulisan Yahudi tersebut bisa juga diperluas sebagai mempelajari bahasa Ibrani atau bahasa Yahudi, tentunya untuk kepentingan syiar Islam termasuk untuk penegakkan hukum dan syariat Islam.  


Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. [Q.S. Al Israa’ (17): 32]

6. Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan perempuan (bukan mahram) karena yang ketiganya adalah syetan. (HR. Abu dawud) [Ibid, hal. 238]

7. Barangsiapa berjabatan dengan perempuan yang bukan mahramnya maka dia dimurkai Allah Azza wajjalla. (HR. Ibnu Baabawih) [Ibid.]  

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [Q.S. An Nuur (24): 31]

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Q.S. Al Ahzab (33): 59.]

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. [Q.S. An Nisa (4): 3] 


780. Dari Samurah ra, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Pakailah yang berwarna putih, karena sesuangguhnya itu lebih bersih dan lebih baik, kafankanlah jenazah kalian dengannya (kain berwarna putih). HR. Nasa’I dan Hakim. Hakim berkata: “Derajat hadits ini shahih.” [Imam Abu Zakariya bin Syaraf An Nawawi, Riaydhus Sholihin: Jilid Pertama, hal. 484.] 

785. Dari Amru bin Huraits ra, ia berkata: “Sepertinya aku melihat Rasulullah SAW, beliau memakai sorban berwarna hitam dan mengulurkan dua sudut sorban tersebut diantara dua bahunya.” HR. Muslim.
Dalam riwayat yang lain “Rasulullah SAW berkhutbah kepada manusia sedangkan beliau memakai sorban hitam.” [Ibid, hal. 485.]
 
Ambillah nama-nama kamu sekalian dari nama para Nabi, nama-nama yang paling disukai Allah adalah Abdu’l-Lah dan Abdu ‘r-Rahman. Nama-nama yang paling benar adalah Harits dan Hammam,. Sedangkan yang paling jelek adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit). [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, "Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam: Jilid 1". hal. 65]

14. Barangsiapa yang merusak hubungan pelayannya dengan keluarganya bukanlah dia termasuk dari golongan kami dan barangsiapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia juga bukan golongan kami. (HR. Al Baihaqi). [Dr. Muhammad Faiz Almath, "1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad", hal. 254] 
  
“Bukanlah dari golongan kami, orang yang menyerukan fanatisme kesukuan. Bukan dari golongan kami, orang yang berperang untuk fanatisme kesukuan. Bukan dari golongan kami orang yang mati dalam fanatisme kesukuan.” (HR. Abu Daud). [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, “Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam: Jilid 2, hal. 301]

->Maksud frasa “fanatisme kesukuan” yang dalam hadits aslinya dalam bahasa Arab adalah “a’shobiyyah” yang berati fanatisme keluarga, golongan, termasuk pula fanatisme kesukuan, kebangsaan/nasionalisme. Fanatisme-fanatisme tsb terlarang dalam Islam.

22. Barangsiapa menolak ketaatan (membangkang) dan meninggalkan jama’ah lalu mati maka matinya jahiliyah, dan barangispa berperang di bawah panji (bendera) nasionalisme (kebangsaan atau kesukuan) yang menyeru kepada fanatisme atau bersikap marah (emosi) karena mempertahankan fanatisme golongan lalu terbunuh maka tewasnya pun jahiliyah. (HR. Annasai). [DR. Muhammad Faiz Almath, “1100 Hadits terpilih : Sinar Ajaran Muhammad”, hal. 181.]

6. Demi yang mengutus aku dengan hak. Allah tidak menyiksa orang yang mengasihi dan menyayangi anak yatim, berbicara kepadanya dengan lembut dan mengasihi keyatiman serta kelemahannya, dan tidak bersikap angkuh dengan apa yang Allah anugerahkan kepadanya terhadap tetangganya. Demi yang mengutus aku dengan hak. Allah tidak akan menerima sedekah seorang yang mempunyai kerabat keluarga yang membutuhkan santunannya sedang sedekah itu diberikan kepada orang lain. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Ketahuilah, Allah tidak akan memandangnya (memperhatikannya) kelak pada hari kiamat. (HR. Athabrani) [Dr. Muhammad Faiz Almath, "1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad.", hal. 256]  

1694. Dari Ibnu Umar ra, ia berkata: “Jibril berjanji kepada Rasulullah saw akan mendatanginya, lalu dia tidak segera datang sehingga menggelisahkan Rasulullah saw, maka keluarlah Rasulullah, lalu Jibril segera menghampirinya dan mengadu kepadanya seraya berkata: “Sesungguhnya kami tidak akan masuk ke dalam rumah yang didalamnya terdapat anjing atau gambar.” (HR. al-Bukhari) [Imam Nawawi, Riyadhus Shalihin Jilid  2, hal. 666]

->Malaikat tidak memasuki rumah yang terdapat anjing dan gambar (gambar makhluk bernyawa dan gambar yang tidak sesuai syariat Islam).

1698. Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa memelihara anjing, maka sesungguhnya pahala amalnya akan berkurang setiap hari sebesar satu qiraath, kecuali jika yang dipelihara itu anjing untuk berburu, atau penjaga tanaman dan ternak.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat Muslim yang lain disebutkan: “Barang siapa memelihara anjing selain untuk berburu, penjaga ternak dan tanaman, maka pahalanya akan berkurang dua qiraath setiap harinya. [Imam Nawawi, Terjemah Riyadhus Shalihin Jilid 2, hal. 669]
 

Semoga Allah mengaruniakan kepada para non Muslim yang aku kisahkan dalam kisah ini dan seluruh non Muslim hidayah iman Islam. Semoga Allah mengaruniakan kepada aku dan para Muslim yang aku kisahkan dalam kisan ini dan kaum Muslimin taufiq dan hidayah untuk bertaqwa. Aamiin.]


Anw waktu dulu aku ketemu Roger, aku tidak menyadari mengenai kemampuan bela dirinya yang baik, dan baru belakangan ini aku sempat tonton beberapa film yang dibintangi Roger, terutama saat badan Roger sedikit kurus, aku baru sadar bahwa kemampuan bela dirinya mengagumkan. Subhanallah.

Sejak Allah mempertemukan aku dengan Roger, aku bertekad untuk bisa bersama-sama dengan pria yang saat itu masih sangat aku cintai. Aku waktu itu berpikir yang intinya bahwa aku bisa ada di deket Roger (dengan suasana yang fun), aku bisa makan bareng Roger (juga para artis dan para kru lainnya saat itu), masa aku ga bisa deket, ga bisa makan bareng pria yang saat itu masih sangat aku cintai. Semangat tingkat tinggi buat kembali memperjuangkan kebersamaan aku dengan pria yang saat itu masih sangat aku cintai, yang saat itu kuliah di Jakarta. Soundtrack in the theater of my mind saat itu adalah salah satu lagu Ahmad Dhani yang liriknya berbunyi “Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta kepadaku, beri sedikit waktu biar cinta datang karena telah terbiasa.”

"Mas Dhani yang lagunya yang aku maksud pernah bahkan seringkali menyemangati aku, bahkan di mimpi pun aku menyayikan lahu itu -untuk seseorang-, aku minta tolong kontes/pemilihan para penyanyinya diperhatikan agar para penyanyi wanita Muslimah dapat berhijab syar'i, penyanyi non Muslim menyesuaikan aturan Islam. Terima kasih atas perhatiannya. Aku berharap seluruh aspek bermusik dan berkarya seni dapat dilaksanakan berdasarkan syariat Islam."

Anw saat itu di lokasi shooting, aku musti berulang kali ‘touch up”, genit, cape deh. Oia waktu itu, aku inget minta tanda tangan Roger di bawah teriknya mentari di kota Jakarta. Jadi belakangan kalo di radio atau dimanapun ada lagu Vidi Aldiano yang “Di Bawah Langit Ibu Kota.”, aku inget sama Roger. Huhu. -> Sepertinya artis biasa ngasih lambang love sama orang/fans yang meminta tanda tangan mereka. Dan sejak aku minta tanda tangan Roger, tanda tangan aku berubah, terinspirasi sama apa yang sudah dia tuliskan bersama tanda tangannya buat aku, lambang love. Tapi belakangan tanda tangan aku kembali diubah, sepertinya supaya ngga inget terus sama Roger.

Part sedihnya adalah, waktu tiba-tiba aku ngga bisa ketemu Roger lagi, soalnya masa aku jadi pemain figuran di sinetron itu sudah habis. Saat itu, aku sediiih banget tapi ngga aku rasa, disamping aku lagi semangat buat kembali memperjuangkan pria yang saat itu masih sangat aku cintai dan aku masih mencintai kaka kelas yang diceritakan di awal cerita ini. Oia beberapa waktu lalu, waktu itu aku liat tayangan mengenai kesetiaan sepasang kekasih, kekasihnya ada yang sakit bahkan ada yang sampai meninggal dunia dengan didampingi pasangannya, mengharukan. Setelah tayangan tsb aku liat tayangan Roger berkomentar, dia terlihat cute, komennya intinya "Dipisahin dari kekasih itu rasanya itu gimana gitu ya?" Saat itu sih di depan tv aku jawab sambil senyum (senyum aga jengkel) dengan jawaban kira-kira "rasa strawberry atau rasa cokelat.", senyum karena liat muka dan ekspresinya yang cute, jengkel berikut heran 'Kenapa pria setampan dia, pria yang aku sayang, bisa-bisanya bikin pertanyaan atau pernyataan "super cerdas" kayak gitu?', dan belakangan aku pengen bilang (sama Roger) kira-kira "Lo pikir dipisahin dari lo tuh rasanya rasa strawberry atau rasa cokelat, rasanya SAKIT TAU!" Roger belum tentu berpikir seperti yang aku pikirkan, itu hanya ungkapan kekesalan aku. Sampai tulisan ini diketik, aku sih masih suka nangis kalo inget pas ga bisa ketemu Roger lagi. Anw bagaimanapun aku bukan tipe wanita yang ceria setiap saat, aku itu tipe wanita yang suka menangis, suka ngambek. Roger, jangan galak atu lah. Ceritanya calling Agnes Monica "Agnes, help me to cope with this guy!" Astaghfirullah, aku minta tolong lupa bilang terima kasih, "Thank you, Nes."

Beberapa waktu setelah ketemu Roger. Aku baikan sama kaka kelas pria yang saat itu masih aku cintai yang sempat perang dingin sama aku, saat itu aku masih SMU sedangkan pria yang saat itu masih aku cintai sudah kuliah mengambil di luar kota. Seperti yang telah aku kisahkan, kami baikan saat ia dan teman-teman kampusnya mengadakan kunjungan ke sekolah. Sebelum aku baikan dengan pria yang saat itu masih aku cintai aku semangat buat kenalan sama seseorang, mantan kaka kelas aku yang sekarang statusnya merupakan salah satu mantan pria yang pernah sangat aku cintai, pria ini sahabat dari pria yang saat itu sangat aku cintai yang ketika itu beda agama sama aku. Kaka kelas aku ini tampan (Sunda tapi dulu aga oriental), tinggi, proporsional, putih, pintar, popular (anak basket dan taekwondo), sepengetahuan aku, ia baik dan rajin shalat. Aku berusaha kenalan dengan mantan kaka kelas aku yang saat itu telah kuliah mengambil jurusan terkait bisnis management pertanian, awalnya karena aku ingin dikenalkan dengan sahabatnya, pria yang saat itu sangat aku cintai. Tapi ternyata, aku malah jatuh cinta dengan pria ini. Astagfirullah. Pria yang sejak masih di sekolah memang telah bersikap ramah dan baik kepadaku, salah satu pria tampan dan populer di sekolah yang memberikan perhatian kepadaku di saat kebanyakan pria tampan dan populer lainnya tidak mempedulikan aku. Satu hal yang mambuat aku surprised adalah banyak teman, baik teman aku maupun temannya, menyatakan bahwa salah satu pria yang pernah sangat aku cintai ini mirip aktor Syahrul Gunawan. Subhanallah. Aku dan pria yang pernah sangat aku cintai ini tidak pacaran, beberapa orang ada yang menganggap kami pacaran, kami saling sayang, bahkan aku pernah sangat mencintainya. Beserta, di hadapan kawan-kawannya dia pernah mengakuiku sebagai harimnya (saat itu aku senang ia menganggapku demikian, hanya belakangan aku baru ngeh bahwa semestinya harim sebutan untuk istri). Pria yang pernah sangat aku cintai ini sepengetahuan aku perhatian, sabar, penyayang hanya agak playboy while aku mungkin playgirl. Aku sudah pernah mengulas cerita mengenai pria ini di beberapa tulisan aku termasuk kedekatannya dengan para wanita. Salah satu hal yang membuat aku benar-benar merasa astonished and grateful, memuji Kemahakuasaan Allah, adalah karena salah satu impian aku di masa kecil terwujud, aku punya kekasih (orang yang aku cintai) wajahnya mirip si “Jun” (Syahrul Gunawan), dilengkapi dengan sifatnya yang mostly seperti yang aku imajinasikan. Ditambah lagi, saat aku bersama pria ini ada momen kebersamaan kami yang bikin aku merasa seperti yang aku impikan, bagaikan Roger Danuarta dan Agnes Monica, entahlah pokonya dengan pria yang pernah sangat aku cintai ini “feel” itu dapet banget yang sama pria lain “feel” itu ngga aku dapetin. Dulu ada anggota keluarga besar aku yang mengira bahwa aku akan menikah dengan pria ini. Dan sampai beberapa waktu lalu, ada tetangga yang pernah melihat kebersamaan kami, sempat bertanya mengenai kebersamaan aku dengan pria yang pernah sangat aku cintai ini. Sayang sekali, role modelnya Roger sama Agnes, jadi sekarang aku dan pria yang pernah sangat aku cintai ini ngga sama-sama deh… Ups, bukan itu maksudnya. Kami tidak bersama memang takdir dari Allah. Kemudian justru jika sekarang kami bersama malah aneh kan kisah awal kami adalah saat itu aku mencintai sahabatnya. Maksudnya harusnya aku cari role model yang mereka adalah Muslim, yang saling mencintai karena Allah selamanya di dunia dan akhirat, misalnya Yusuf a.s dan Julaikha, Ibrahim a.s. dan Sarah juga Hajar; Muhammad saw dan Khadijah, Aisyah, Syafiyah dll.

Setelah aku tidak lagi dekat dengan pria yang pernah sangat aku cintai ini, aku cukup banyak nangis, bahkan mourn selama bertahun-tahun karena merasa kehilangan pria yang pernah sangat aku cintai ini. Namun demikian, hubungan kami berakhir baik, alhamdulillah. Sekarang ia telah berkeluarga, aku bahagia melihat ia bahagia bersama istri dan keluarganya. Semoga Allah senantiasa memberikan kepada ia dan keluarganya taufiq, hidayah, berkah serta rahmat-Nya. Aamiin.

Terkait aktor dan presenter Syahrul Gunawan, aku sempat mendengar kabar mengenai persoalan yang menimpa keluarganya, Abi aku sempat nampak kaget tidak menyangka, aku pribadi cenderung menjauhi berita yang tidak ingin aku dengar tsb, bukan bermaksud tidak peduli tetapi aku tidak setuju perceraian. Aku sempat check instagram salah satu aktor favorit aku yang aku maksud, mencari tahu mengenai kebenaran berita yang beredar dan bila ternyata memang "kenapa-kenapa", aku bermaksud memberikan support untuk RUJUK. Anw di Ig aktor tersebut aku melihat istri dari sang aktor terlihat sangat cantik dengan hijab. Semangat rujuk A Arul dan Teteh (maaf, aku tidak hafal namanya). Semoga Allah memberkahi.

Anw, waktu melihat Ig-nya aktor yang aku maksud, aku sempat merasa, tidak sanggup melihatnya, senyum dan roman aktor tsb benar-benar mengingatkan aku sama mantan kekasih aku. Besides jadi inget sang aktor, RD dan sang designer, TS. Pokonya ada saat di hari itu aku jadi nangis-nangis, beserta di hari itu, setelah melihat wajah tampan aktor yang bukan mahrom aku tsb, hafalan aku, surat pendek, ayat Al Qur'an, Al A'la, ada yang sempat hilang, tiba-tiba lupa, blank, padahal biasanya ingat, astaghfirullah, tapi setelah berusaha keras mengingat-ingat, akhirnya teringat kembali, alhamdulillah. Aku akui, via internet, aku memang sering melihat foto-foto seseorang yang aku anggap sebagai kekasih aku yang aku pernah mengajaknya untuk memeluk Islam dan berharap bisa menikah dengannya dalam iman Islam, adakalanya melihat foto-foto seorang yang sempat aku ajak memeluk Islam dan dengannya sempat pula aku membahas pernikahan dalam iman Islam, serta adakalanya -sengaja/tidak- melihat berbagai foto tidak sesuai syariat Islam yang tersebar di internet sebagai karya seni atau iklan atau tayangan para pria bukan mahrom maupun tayangan tidak sesuai syariat Islam misalnya di televisi (intinya aku sudah banyak dosa), hanya kali ini ada pengalaman berbeda seperti yang aku ceritakan. Aku mengungkapkan hal terkait hafalan Al Qur'an tsb tidak bermaksud berniat buruk terhadap sang aktor dan presenter yang aku maksud atau siapa pun, aku akui hafalan Al Qur'anku memang kurang baik hanya untuk beberapa surat pendek atau ayat aku mencoba mengafalnya meskipun tidak sempurna bacaannya. Kemudian, aku ingin mengungkapkan bahwa aku pernah mendengar seorang ustad berkata yang intinya bahwa apabila melihat sesuatu yang bukan haknya, tidak menjaga pandangan, dapat menghilangkan sekian persen hafalan Al Qur'an, mendengar pernyatan tersebut, di dalam hati, aku aga bertanya-tanya, terbersit 'Ah, masa iya sih?', 'Iya, gitu?' dan ternyata hal tersebut bagiku terbukti memang benar, subhanallah. 
-> Sebagai informasi, aku sangat setuju wanita berhijab dengan warna gelap misalnya hitam, atau warna terbaik, putih, hijabnya hijab syar'i. Terkait instagram dan foto, dalam Islam terdapat larangan membuat gambar makhluk bernyawa, namun aku memaklumi foto misalnya foto pernikahan atau sesekali foto keluarga, lebih baik memajang foto-foto bukan makhluk bernyawa, yang berbagai aspeknya sedapat mungkin tidak berlebihan (termasuk jumlah fotonya tidak berlebihan) serta sepatutnya sesuai syariat Islam. Aku harap pemerintah dapat tegas menertibkan berbagai konten yang beredar di internet dan seluruh media masa. Aku mengucapkan terima kasih kepada setiap pihak yang telah mempublikasikan hal-hal yang sesuai syariat Islam, apabila pihak tsb Muslim, semoga Allah memberkahi, merahmati dan meridhai. Aamiin.

Catatan untuk part ini: Dalam Islam tidak ada pacaran, hubungan dekat nampak "kakak-adik" antara pria dan wanita bukan mahram atau HTS dan serupa ini, dilarang mendekati zina, yang ada adalah ta'aruf sesuai syariat Islam. Terkait olah raga, olah raga basket dan bela diri sepertinya tidak mengapa selama seluruh aspeknya sesuai syariat Islam, namun demikian aku berharap kaum Muslimin lebih semangat untuk menggalakan olah raga sesuai As Sunnah seperti: memanah, berkuda, berenang, dan gulat sesuai syariat Islam. Semoga pendidikan, olah raga, bisnis dan pengelolaan keuangan serta seluruh aspek kehidupan dapat berjalan sesuai syariat Islam.



Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. [Q.S. Al Baqoroh (2): 221]

Sedangkan mengenai pria yang pernah sangat aku cintai yang saat itu beda agama dengan aku, seingat aku pria yang pernah aku godain dia tapi aku dicuekin sepertinya memang tipe pria yang cenderung setia, soalnya dia aga keki waktu tau ada orang terdekatnya yang menampakkan gejala tidak setia, dan saat ada teman aku yang sepertinya sangat menyukai pria yang pernah sangat aku cintai ini, dia cenderung cuek padahal teman aku tsb cantik dan populer. Aku dan pria yang pernah sangat aku cintai ini akhirnya sempat dekat, kami tidak pacaran, tetapi apa yang aku harapkan seperti bisa deket sama dia, melewati waktu bersama dengan fun bareng dia (bahkan ada saat kebersamaan kami yang sempat membuat aku lupa bahwa kami hidup di dunia ini bukan hanya kami berdua), dan makan bareng dia sudah tercapai. Alhamdulillah. Sepertinya, aku membuat harapannya kurang detail dan kurang fokus jadi kurang lebih hanya seperti itu kebersamaan kami, ada lebihnya deng, aku kenalan sama keluarga dia dan dia juga kenalan sama beberapa anggota keluarga aku. Dulu aku serius mencintai pria ini, bahkan tanpa aku ungkapkan kepada pria yang pernah sangat aku cintai ini, aku berharap dapat menikah dengannya, hanya saja saat itu aku tidak sungguh-sungguh untuk mencapai hal tersebut (pernikahan) terlebih aku tidak yakin untuk menikah dengannya dikarenakan tentunya karena kami beda agama, aku ngeh dalam Islam terdapat larangan keras Muslimah menikahi pria non Muslim, kemudian saat itu aku masih memikirkan mengenai sekolah, kuliah dan sebagainya.

Aku dan pria ini secara resmi tidak pacaran, awalnya seperti "kaka-adik", namun mungkin ada saat-saat beberapa orang melihat kami layaknya seperti pasangan kekasih, kurang lebih seperti itu hubungan kami dulu. Karena kebersamaan kami dulu, suatu kali aku sempet pengen nangis waktu berkunjung ke SMU almamaterku, kemudian, salah satu guru olah raga dengan perhatian menanyakan mengenai masih/tidaknya kebersamaan aku dengan pria yang pernah sangat aku cintai tsb yang saat guruku menanyakan hal tsb aku dan pria yang pernah aku cintai yang dimaksud, sudah tidak lagi dekat, tidak lagi bersama. Yang pasti, saat aku mencintai pria yang pernah sangat aku cintai yang saat itu beda agama dengan aku, aku banyak banget nangis, nangis karena kami beda agama. Dikabarkan pria yang pernah sangat aku cintai ini kini telah menjadi Muslim dan ia telah menikah. Jika memang demikian, alhamdulillah. Rasanya aku ingin mengucapkan terima kasih yang banyak kepada istri dari pria yang pernah sangat aku cintai ini apabila ia yang telah mensupport pria yang pernah sangat aku cintai ini untuk masuk dan memeluk Islam. Aku berdoa, semoga Allah senantiasa memberkahi dan merahmati ia dan keluarganya. Aamiin.

Dulu, hubungan aku dengan pria ini berakhir dengan tidak baik. Aku khawatir kebersamaan aku dengan para pria yang pernah ada dalam kehidupan aku termasuk pria yang pernah sangat aku cintai ini, harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak, jika itu terjadi, untuk perkara agama yang saat itu dia adalah non Muslim, tentunya dia salah, namun terkait perkara cinta, jika dipersidangkan di hadapan Allah, kemungkinan aku akan berada di pihak yang kalah dan pria yang pernah aku cintai ini berada di pihak yang menang dikarenakan aku menggoda dia, aku yang menyatakan suka (maksudnya mencintainya), kemudian aku tidak mengajak pria yang pernah sangat aku cintai ini ke dalam Islam, ditambah berbagai "perselingkuhan" yang aku lakukan. Untuk itu, dalam tulisan ini, aku memilih untuk menyatakan permohonan maaf kepadanya: "Aa, maafin aku ya."

Aku sadar hidup bukan hanya di dunia saat ini, tapi juga di akhirat kelak, aku berharap hubungan aku, di dunia ini dengan semua pria yang pernah aku sukai, cintai, sayangi, ataupun yang pernah menyukai, mencintai dan menyayangi aku terutama dari kalangan Muslim tetap baik sesuai syariat Islam sehingga di akhirat kelak semoga hubungan kami tidak ada permusuhan, baik dalam ridha Allah.  

Kebersamaan aku dengan pria ini menjadi pelajaran bagi aku, aku tidak ingin mengatakan seandainya aku dulu melakukan ini maka mungkin akan seperti ini, hal ini terlarang dalam Islam, hanya saja aku berusaha mengoreksi diri. Jika pengalaman yang aku alami dijadikan sebuah studi kasus, yang seharusnya aku lakukan, sesuai syariat Islam adalah: Pertama, tidak mencintai non Muslim dan tentunya tidak menggoda pria non Muslim, lebih mengutamakan pria Muslim. Atau opsi kedua, jika aku mencintai pria non Muslim maka sepatutnya aku mencintai pria tsb karena Allah, kemudian bersungguh-sungguh mengajak pria non Muslim yang aku cintai untuk masuk dan memeluk Islam. Jika pria yang aku cintai tidak bersedia masuk dan memeluk Islam, maka sepatutnya aku memilih pria Muslim. Namun, jika pria yang aku cintai bersedia masuk dan memeluk Islam maka dapat diupayakan untuk menikah dan berada dalam pernikahan dalam iman Islam. Untuk kasus seperti yang pernah aku alami, jika pria non Muslim yang aku cintai bersedia masuk dan memeluk Islam, sedangkan aku mengetahui bahawa ia memiliki mantan kekasih Muslimah yang juga pernah sangat mencintainya dan mantan kekasihnya tersebut dalam kondisi single; kemudian ada teman aku, Muslimah, yang juga sangat mencintainya, yang juga single, maka sepatunya aku menyarankan pria yang aku cintai untuk kembali mencintai kekasihnya dan mencintai teman aku yang juga mencintainya dan bila perlu masih menganjurkan satu wanita lain yang mungkin dia cintai atau mencintai dia (jika pria dan wanita di dunia ini berjumlah 1 berbanding 50 maka aku akan menginzinkan dia menyukai, menyayangi atau mencintai banyak wanita, tidak lebih dari 50), dengan tujuan untuk menikah dalam iman Islam, poligami sesuai syariat Islam.  

'Ini cinta, bukan permainan, jika pun cinta adalah permainan maka sepatutnya dimainkan dengan sungguh-sungguh namun demikian cinta bukan untuk dipermainkan, sepatutnya mencintai sesuai syariat Islam, karena cinta ini di akhirat kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.'

Selain pria-pria yang pernah aku cintai yang telah aku ceritakan, yang muka mereka ada yang mirip Syahrul Gunawan, Robertino/Irwansyah, ada pula seorang pria yang pernah aku sukai yang mirip Irfan Hakim. Pria yang aku maksud juga merupakan kaka kelas aku saat SMU. Waktu dulu, saat di sekolah, kami aga menjaga jarak, hanya kami sempat saling komunikasi via telepon, kami berdua pernah berusaha untuk menjalin kedekatan namun ternyata kami tidak pernah bersama sebagai kekasih. Btw aku pernah meminjam buku tahunannya, buku tahunan siswa angkatanya. Dari buku tahunan inilah aku mendapatkan alamat dan nomor telepon para kaka kelas aku yang sekarang menjadi para mantan pria yang pernah sangat aku cintai. Semoga Allah merahmati mantan kaka kelas yang aku maksud. Semoga Allah mengaruniakan taufiq dan hidayah kepada aku dan mantan kaka kelas aku yang aku maksud untuk bertaqwa kepada Allah. Aamiin.  

Terkait presenter Irfan Hakim, aku ucapkan terima kasih kepada Irfan hakim dan keluarga untuk syiar Islam misalnya busana Muslim dan sunnah berkuda.
Anw aku sangat suka melihat busana Muslim berwarna putih, terlebih bila busananya syar'i.

Keterangan: Dalam Islam tidak ada pacaran, hubungan dekat seperti "kakak-adik" antara bukan muhrim, atau HTS-an atau yang serupa itu, dilarang mendekati zina, yang ada adalah ta'aruf sesuai syariat Islam. Terkait olah raga, olah raga basket sepertinya tidak mengapa selama seluruh aspeknya sesuai syariat Islam, namun demikian aku berharap kaum Muslimin lebih semangat untuk menggalakan olah raga sesuai As Sunnah seperti: memanah, berkuda, berenang, dan gulat sesuai syariat Islam. Semoga pendidikan, olah raga dan berbagai aspek kehidupan dapat bejalan sesuai syariat Islam.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. [Q.S. Al Israa’ (17): 32]

Belakangan aku tidak setuju dengan berbagai jenis film atau sinetron siluman karena mendekati mistis dan takhayul. Salah satunya sinetron bertemakan siluman tsb adalah “7 Manusia Harimau”. Waktu pertama tahu ada sinetron 7 MH, aku tidak setuju, aku tahu bahwa bintang utamanya Samuel Zlgwyn tapi aku santai saja, tidak berniat menegur, lagi pula terdapat beberapa sinetron dengan tema serupa. Lain halnya ketika salah satu bintang ternama Indonesia, Roger Danuarta, ikut membintangi sinetron tersebut, aku tiba-tiba mendadak “galau”, resah tingkat tinggi pokoknya, astaghfirullah. Tidak menyangka bahwa aktor yang pernah bertemu langsung di sebuah lokasi syuting, orang yang sempat aku sebut sebagai seorang yang aku sayang sekarang aku sebut “this person” ini ikut membintangi sinetron siluman yang tidak aku setujui tsb, meskipun, ternyata aku pun baru ngeh belakangan bahwa aku bertemu dengan bintang yang dimaksud dalam pembuatan sebuah sinetron siluman. Innalillahi. Beberapa nama pemeran sinetron yang aku maksud diantaranya: Amar Zoni, Boy Hamzah, Juan Christian, Shanaz Sadiqah, Ranti Maria, dan Ochi Rosdiana. Btw aku ga setuju pacaran tapi aku sedih kalo ada pasangan terutama sesama Muslim yang menjalin kasih lalu putus, kenapa ngga nikah aja?

Aku sangat tidak nyaman dengan sinetron siluman yang bertemakan “Manusia Harimau” tsb karena seperti yang telah aku sebutkan sebelumnya, yang intinya siluman dan mistis semacam itu merupakan takhayul. Kemudian, aku ingat seorang pria yang pernah sangat dekat dengan aku, yang berdasarkan kabar dari sumber-sumber yang dapat dipercaya, pria tsb mantan manusia harimau, ini aneh tapi nyata. Dikabarkan bahwa saat ia masih memiliki ilmu harimau yang ia dapatkan secara otomatis yang mungkin disebabkan karena keturunan, ia menjadi pribadi yang cenderung keras, adakalanya jika kekuatan siluman harimaunya muncul sedangkan kondisinya sedang lemah lalu ia tidak dapat menguasai diri, ia melakukan hal yang membahayakan seperti ia pernah meninju tembok sekolah hingga tanggannya berlumuran darah. Oia pria ini merupakan kaka kelas aku di salah satu jejanjang sekolah, saat sekolah, aku aware bahwa dia kaka kelas aku, tetapi kami tidak saling mengenal. Aku mendapat berbagai cerita mengenai pria ini dari dirinya sendiri dan dari beberapa teman dan para sahabat terdekat aku saat kami kuliah. Untungnya, saat aku mengenal pria ini, saat awal kuliah, ia telah membuang ilmu harimaunya walaupun dulu masih ada kemampuan-kemapuan mengherankan yang masih tersisa. 
Maaf, ini foto adik-adik aku: Vicky, Nadia (manusia) dan harimau. Ini bukan mistis.

Saat aku dekat dengan pria yang dikabarkan mantan manusia harimau ini, sepengetahuan aku, pria ini baik, sabar, perhatian, pengertian, gentle. I guess, he was an amazing guy. Salah satu kenangan bersama pria ini yang masih aku ingat terkait film adalah suatu kali di suatu sore menjelang petang, di kosanku dan sahabatku (seingatku sahabatku saat itu sedang pulang ke rumahnya), pria yang saat itu aku sayangi ini datang berkunjung dan berinisiatif menonton dvd “Constantine” yang dibintangi oleh Keanu Reeves. Actually, sejauh ini aku tidak menyukai film-film fiksi alien atau film-film makhluk-makhluk asing apalagi yang wujudnya aneh, tetapi saat itu aku agak penasaran dengan film tersebut sehingga aku ikut menonton, hanya saja, menit demi menit berlalu, aku tidak memahami film tsb dan tidak tertarik untuk melanjutkan menonton film tsb, bahkan aku sangat mengantuk, hingga tertidur disamping pria yang saat itu aku sayangi ini. Untungnya, pria ini sedikitpun tidak marah saat aku tidak menemaninya dalam keadaan terjaga untuk menonton film hingga selesai. Saat aku terbangun dari tidur yang lelap, ternyata aku sendiri, masih di tempat semula aku tertidur, di hadapan komputer, namun dengan kepala yang disangga bantal empuk dan dibalut selimut lembut dan hangat, dengan suasana kamar yang terang, jendela dan pintu kamar yang telah tertutup rapat, tirai yang telah tertutup rapi, dilengkapi dengan alunan musik yang merupakan lagu-lagu cinta romantis dengan volume yang menyamankan telinga. Ternyata hari sudah beranjak malam. At that time I was so glad and grateful to Allah karena pria yang saat itu aku sayangi ini tidak pulang ke kosannya dengan meninggalkan aku sendirian di kamar yang gelap, dengan pintu dan jendela terbuka, sepi dan dingin di malam hari, tetapi pria ini pergi, untuk kembali, dengan sebelumnya membuat aku mendapatkan suasana yang nyaman, aman, bahkan romantis. Saat kami bertemu kembali, aku bertemu dengannya dengan perasaan yang sangat senang, exicted, dan merasa disayangi, dilindungi, diperhatikan bahkan dicintai, walaupun saat itu aku tidak berani menyatakan perasaan-perasaan tersebut kepada yang bersangkutan, takut dikira aku kegeeran. Deep in my heart, I thanked this guy for having been so gentle and romantic. Namun demikian, belakangan, aku berpikir bahwa, hal yang aku maksud, tergolong romantis yang tidak tepat, karena kami bukan muhrim, sepatutnya perilaku romantis seperti demikian atau yang lebih baik dari hal yang aku alami, dilakukan oleh pasangan yang memang muhrim, pasangan suami istri sah sesuai syariat Islam.

->Terdapat cerita mengenai bantal dan selimut, aku bukan tipe orang yang suka beronta-ganti bantal dan selimut, sejauh ini, sampai tulisan ini dibuat, seringnya aku mengenakan selimut yang aku pakai sejak Sekolah Dasar (SD), sesekali cukerpak, cuci, kering, pakai lagi. Dalam Islam terdapat larangan bermewah-mewah dan mengumpulkan barang termasuk selimut secara berlebihan.

Terkait film “Constantine”, aku berharap, semoga Allah mengaruniakan kepada para pemeran film tersebut hidayah iman Islam. Aamiin.

Singkat cerita, mengenai hubungan aku dengan pria mantan manusia harimau tsb, kami pernah sangat dekat, I used to call him as my guardian angel. I had spent so many days and nights with him, even (sorry) I’ve ever slept with him, (maaf) maksudnya seringkali aku berbaring di sebelahnya, jika ia tertidur, aku pun tertidur di sampingnya begitupula sebaliknya; saat kami terjaga, biasanya kami mengobrol atau bercerita. Btw, aku sempat lupa apakah pria ini anak teater atau bukan tetapi ketika aku melakukan recalling jika aku tidak keliru ia adalah anak teater, kemudian aku ingat bahwa dulu ia cukup menyukai salah satu cabang olah raga dan ia dapat bermain musik. Aku dan salah satu sahabatku yang merupakan mantan kekasihnya, sepakat bahwa ia mirip artis/publik figur bernama Rio yang aku tidak dapat menyebutkan nama lengkap artis/publik figur tsb. Saat itu, aku tidak semena-mena dekat dengan pria ini, aku berani dekat sedemikian rupa dengannya bukan semata karena dia tampan dan bangsawan tetapi lebih dikarenakan kami sama sama Muslim, sepengetahuan aku, ia berprilaku baik dan santun, kemudian sedikit banyak, aku sudah agak mengetahui mengenai dirinya dan keluarganya. Namun demikian, kembali aku sampaikan, hal yang aku lakukan bersama pria ini tergolong pada pelanggaran syariat Islam, apa yang kami lakukan masuk ke dalam kategori mendekati zina,dalam Islam terdapat larangan mendekati zina.

Catatan: Terkait olah raga, olah raga basket sepertinya tidak mengapa selama seluruh aspeknya sesuai syariat Islam, namun demikian aku berharap kaum Muslimin lebih semangat untuk menggalakan olah raga sesuai As Sunnah seperti: memanah, berkuda, berenang, dan gulat sesuai syariat Islam. Semoga pendidikan, olah raga, seni serta seluruh aspek kehidupan dapat berjalan sesuai syariat Islam.

->Permisi aku sampaikan informasi terkait hukum Islam, yang kalangan umum kebanyakan telah mengetahui: Dalam Islam, pelaku zina dikenai hukuman hanya terdapat syarat-syarat tertentu seseorang dikenai had/hukuman terkait zina. Hukum Islam untuk pelaku zina adalah: bagi pelaku zina yang belum menikah dihukum dengan hukum cambuk, sedangkan bagi pelaku zina yang saat melakukan zina ia berstatus sebagai seorang yang telah/pernah menikah maka pelaku dikenai hukum rajam.
->Jika memang perbuatan aku yang telah aku ceritakan patut mendapatkan hukuman cambuk, maka aku bersedia dihukum cambuk untuk tegaknya syariat Islam, demi meraih ridha Allah di dunia dan di akhirat.

Oia sebagai informasi, saat tulisan ini dibuat, aku dan pria yang dimaksud sudah tidak dekat, namun demikian, hingga saat ini, hubungan kami masih baik sebagai teman dan saudara seiman Islam, alhamdulillah. 'Aa, terima kasih masih mau berteman sama aku, syukron, jazakallah khoiron.' Aku berdoa semoga Allah senantiasa memberikan rahmat-Nya kepada pria yang aku maksud dengan keluarganya. Semoga pria ini dapat membimbing istrinya untuk berhijab syar’i. Semoga Allah mengaruniakan kepada aku, pria yang aku maksud serta keluarganya taufiq dan hidayah untuk bertaqwa. Aamiin.

Anw pria yang aku maksud ini adalah mantan kekasih salah satu sahabat aku. Secara sengaja atau tidak sengaja, pasti aku telah melukai sahabat aku karena dulu saat aku sangat menyayangi pria ini, sahabat aku pun saat itu masih sangat mencintai pria ini. Bayangkan rasanya jika pria yang sangat kamu cintai ternyata menyayangi/mencintai sahabat yang sangat kamu percaya atau dengan kata lain jika kekasih yang sangat kamu cintai mencintai sahabat yang sangat kamu percayai. Bagaimana pula jika kamu, wanita, mencintai pria yang dicintai oleh sahabatmu. Ada hal-hal yang dinyatakan maupun tidak dinyatakan oleh sahabat aku terkait kekecewaannya terhadap sikap pria yang aku maksud juga terhadap sikap aku. Hanya saja, sampai saat ini aku masih bersahabat dengan sahabat aku yang aku maksud, alhamdulillah. Sahabat aku ini teman satu sekolah, hanya saat sekolah aku tidak terlalu mengenalnya, waktu di sekolah, temanku merupakan anak teater, kami baru saling mengenal dengan akrab ketika kuliah. Sepengetahuan aku, sahabat aku yang aku maksud, baik, dan penyayang. Bahkan salah satu testimoni dari pria yang pernah sama-sama kami sayangi atau bahkan kami cintai untuk sahabat aku ini intinya adalah “Ia bukan perempuan biasa." Perlu disampaikan pula, atas izin Allah, pria yang aku maksud dapat "menaklukan" aku dan sahabatku juga satu atau dua wanita lainnya sehingga kami berada di bawah perlindungannya dalam suasana kebersamaan yang rukun, damai, hangat dan akrab. Alhamdulillah.
Hal yang masih melekat dalam ingatan adalah ketika ia berlutut dan meraih salah satu tanganku lalu ia menyatakan hal yang intinya bahwa ia -sangat- menyayangi aku, ia menyatakan hal ini di depan kekasihnya (kenalaku), kekasihnya yang nampak sangat mencintainya dan setia; juga di hadapan mantan kekasihnya (sahabatku), wanita yang saat itu masih sangat mencintainya; serta disaksikan beberapa teman terdekat kami. Sayangnya saat itu aku diam membisu, bergeming, aku sangat setuju poligami namun ketika dihadapkan pada kenyataan seperti itu I got so confused.
Oia sepertinya lebih dari sekali aku nampak dekat yang tidak semestinya, dengan pria yang dicintai oleh sahabat aku ini, walaupun kali berikutnya bukan merupakan kesengajaan yang aku lakukan. Buat sahabat aku yang aku maksud, maafin aku, selalu. Ada saat, aku masih nangis saat menuliskan ini, walaupun rangkaian peristiwa yang aku ceritakan terjadi bertahun-tahun lalu. Sahabatku, meskipun kita ngga sedekat dulu, aku berterima kasih karena kamu masih mau bersahabat sama aku, syukron, jazakillah khoiron. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada aku dan sahabatku ini. Semoga Allah senantiasa mengaruniakan taufiq dan hidayah-Nya kepada aku dan sahabatku agar kami selalu bertaqwa kepada Allah. Aamiin. 

->Bagi pria, hindari mencintai kekasih apalagi istri sahabat. Tegasnya dilarang mencintai kekasih apalagi istri sahabat, dilarang suka sama kekasih apalagi istri orang. Sedangkan untuk wanita, jangan mencintai sahabat dari kekasih kita apalagi sahabat dari suami kita.
->Anw aku pribadi setuju poligami, jadi bagi aku, jika kekasih/suami aku mencintai sahabat maupun bukan sahabat aku tetapi memang single, terlebih Muslimah shaleha, bagi aku tidak mengapa, aku berharap dapat dipoligami sesuai syariat Islam.


Mengenai salah satu teman aku, teman seangkatanku ketika kuliah, berbeda jurusan denganku (ia jurusan kedokteran), yang pernah sangat aku sukai, seorang Muslim. Publik figur yang –pernah- mengingatkan aku kepada temanku ini adalah aktor dan penyanyi Korea, Kim Ki Bum, dan musisi Indonesia yang juga pernah berakting, Ahmad El Jalaluddin Rumi. Aku suka temanku ini dikarenakan menurutku dia cute, menyenangkan, enak diajak mengobrol. Kemudian sepertinya aku juga suka dia karena suasana rumahnya ‘homy’, mengingatkan aku sama rumah keluargaku saat itu. Terlebih aku merasa aman dekat dia dikarenakan dia warga sipil namun kakeknya nampaknya anggota militer, seperti halnya aku, kakeku adalah anggota militer. Aku dan temanku ini, bersama kawan-kawan lainnya, sempat banyak menghabiskan waktu di dalam mobil dari mobil pribadi milik teman-temanku sampai pernah pula menggunakan angkot terkait program kuliah kerja nyata yang sedang kami jalani saat itu. Kadang aku menemani dia mengobrol sambil menyetir kendaraannya, namun saat itu aku paling suka saat dia tidak sedang memegang kemudi, kami duduk di bangku tengah, aku bisa duduk di dekat dia sambil banyak bercerita dan dia pun bisa berkonsentrasi bercerita dan menimpali ceritaku, kami bercerita mengenai banyak hal termasuk mengenai film, aku sempat bercerita kepadanya bahwa ketika itu aku suka film terkait psikologi. Ia merupakan penggemar film, ia sempat merekomendasikan beberapa film diantaranya: “Eternal Sunshine Of The Spotless Mind”; “The Butterfly Effect”; “Identity”; “Vanilla Sky”; “The Number 23”; “Science Of The Sleep”; “Little Miss Sunshine”; “Lords Of The Dogtown”; “Eurotrip”; “Analize That”.
Oia sepertinya aku bercerita kepada pria ini bahwa aku pernah melihat langsung aktor asal Bandung Raffi Ahmad, lalu pria ini pernah menunjukkan kepadaku rumah dari aktor Ringgo Agus Rahman dan jika aku tidak keliru juga jalan ke rumah aktor dan host, Raffi Ahmad, di Bandung.

Dia salah satu pria yang bisa membuat aku menangis sangat sedih namun yang akan selalu aku ingat adalah bahwa ia adalah salah satu pria yang dapat membuat aku tersenyum ceria dan sangat bahagia. Kami saat ini tidak lagi berkomunikasi, namun aku berharap kami tetap berteman, menjalin persaudaraan sebagai sesama Muslim. Alhamdulillah, ia telah berkeluarga. Aku berharap aku juga istrinya dapat mengenakan hijab syar'i untuk meraih ridha Allah. Aku berdoa agar ia dan keluarganya selalu dalam berkah, rahmat dan lindungan Allah. Aamiin.

->Sepatutnya dulu aku aga membatasi pergaulan, lebih menjaga jarak wanita dan pria bukan mahram.


Lalu mengenai teman seangkatanku ketika kuliah yang juga pernah aku sukai, seorang Muslim. Menurut orang-orang, ia mirip aktor Junior Liem. Aku agak kesulitan bercerita mengenai pria ini. Yang pasti dulu aku suka pria ini karena nice looking, dan aku suka saat dapat berada di sampingnya ketika ia sedang benar-benar terluka. Aku bukan bermaksud senang ketika ia bersedih, aku hanya merasa walaupun aku tidak dapat membantunya, aku merasa berarti saat ia memilih untuk duduk disampingku, di kelas, saat dia berada dalam masalah yang besar serta kesedihan yang mendalam akibat pembunuhan sadis yang menimpa ibunda yang ia sayangi. ‘Semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan menerima iman Islam almarhumah. Aamiin.’
Saat ia duduk di samping kiriku saat itu, aku prihatin dan sedih atas musibah yang menimpanya, kemudian aku agak bingung karena di samping kananku juga duduk pria teman dekatku saat itu (yang kisah mengenainya juga dibahas dalam tulisan ini), sayangnya pria yang aku maksud non Muslim.

->Hukum Islam untuk kasus pembunuhan (qishas).

Oia kabarnya Junior Liem telah memeluk Islam? Bila memang demikian, alhamdulillah, semoga istiqomah dalam iman Islam. Selamat atas pernikahannya dengan Putri Titian: barakallahulaka wa baraka ‘alaika wa jamaa bainakuma fikhoir.
Semoga aku dan Putri Titian dan berhijab syar’i untuk meraih ridha Allah. Aamiin.


Masih terkait seni peran, setelah beberapa lama dekat dengan pria yang aku ceritakan sebelumnya, setelah kami tidak lagi dekat karena ia telah lebih dulu lulus kuliah, terlebih aku ngerasa kagok karena ia mantan kekasih sahabatku dan pun pernah menjadi orang yang dikasihi teman baiknya, untuk itu aku kemudian sempat dekat dengan seorang pria, Jeremia Edward Michael Simorangkir, ia nice looking, suku Batak-Palembang, sayangnya ia Non Muslim, Kristen. Ia seorang pemusik, kaitannya dengan seni peran adalah pria ini tahu aku suka "Ksatria Baja Hitam", jadi selama kami dekat, ia seringkali membawakan aku movie "Ksatria Baja Hitam" dengan berbagai versinya. Berulang kali saat weekend, pria ini datang ke kosan aku membawakan movie "Ksatria Baja Hitam" dan atau membawakan lagu-lagu yang sekiranya ia ingin aku mendengarkannya. Biasanya ia berkunjung dengan dandanan casual, sepertinya usai mandi sehingga nampak rapi, segar dan wangi. Sedangkan aku, dan biasanya bersama sahabat atau sahabat-sahabat yang menginap, saat ia datang masih dalam keadaan santai, bermalas-malasan sambil memainkan komputer/ laptop, dalam keadaan belum mandi padahal matahari sudah beranjak mulai meninggi dan biasanya kamar aku masih berantakan. Aku dan pria ini terbilang pernah sangat dekat, belakangan aku berpikir bahwa aku yang seorang Muslimah dan ia yang seorang non Muslim, berdasarkan ajaran Islam, menjalani kedekatan yang dapat dikategorikan melampaui batas kewajaran bergaul antara Muslim dan non Muslim. Kami kerap jalan bareng, makan bareng, lalu ceritanya belajar bareng; bahkan aku dan dia kerap bermain bersama di kamar kosan aku, main komputer, atau aku memperhatikan ia bermain gitar, aku pun pernah bermain di kamarnya/di kosannya, main laptop bersamanya, mencoba bermain drum dan melihatnya bermain drum, menonton tv bersama; di samping itu, aku juga beberapa kali menemaninya manggung (perform). Pria ini termasuk salah satu pria yang aku dan ia bisa lupa diri bahwa kami sedang berada di keramaian saking asiknya menikmati kebersamaan. 'Qo bisa-bisanya ya aku dulu begitu? Astaghfirullah.' Beberapa orang khususnya para yunior di kampus sempat mempertanyakan, apakah kami pacaran? Saat itu kami lebih banyak diam dan tersenyum. Faktanya, kami merupakan teman dekat. Aku pribadi mengetahui bahwa dalam Islam tidak ada pacaran. Pria ini saat itu mempunyai kekasih, tepatnya tunangan, namun tunangannya ini sepertinya tidak mempermasalahkan kedekatan kami bahkan adakalanya kami bercengkrama bersama. Ia juga saat itu dekat dengan seorang wanita, yunior aku. Berbeda dengan pria non Muslim pernah sangat aku cintai, yang aku ceritakan sebelumnya, ia tidak berusaha memperkenalkan aku pada agamanya, Nasrani, sedangkan pria yang pernah sangat aku sayang ini, terasa sekali dia membawa misi Kristenisasi, dia misionaris, dia berhasil mengajak kekasihnya yang merupakan Muslimah untuk berpindah agama menjadi non Muslim. Aku sangat menyayangkan hal ini. Ketika itu dia sering menceritakan berbagai kegiatannya di gereja, berbagai pelayanan dan seringkali dia berbicara lalu dikaitkan dengan agamanya, saat itu aku hanya memperhatikan setiap ceritanya, melihat foto-foto atau menonton video kegiatannya di gereja, dan dia sangat terbuka mengenai kegiatan keagamaannya sedangkan saat itu aku sendiri tidak terlalu terbuka kepadanya bahkan aku cenderung tertutup mengenai kegiatan keagamaan aku. 

->Semoga Allah mengaruniakan kepada pria yang pernah sangat aku sayangi ini dan tunangannya yang sekarang menjadi istrinya juga keluarganya hidayah iman Islam. Aamiin.

Dulu, secara fisik maupun emosi mungkin aku terlihat -sangat- dekat dengan pria yang pernah sangat aku sayangi ini, tetapi tetap secara fisik aku berusaha menjaga jarak dengannya, maksudnya sedapat mungkin aku menghindari menyentuh dia, dan aku pun berusaha agar dia tidak menyentuh aku. Hal ini aku lakukan  karena dalam Islam terdapat larangan mendekati zina terlebih dia berbeda agama dengan aku, mungkin pria yang pernah sangat aku sayangi ini juga mengerti bahwa dalam agamanya terdapat larangan zina. Aku khawatir dosa zina, kemudian jika terjadi "sesuatu" urusannya akan sangat ribet karena kami berbeda agama. 

Anw saat dekat dengan pria yang pernah sangat aku sayangi ini, aku mencintai seorang Muslim, pria ini terkait seni peran/drama, hanya kami tidak memiliki hubungan spesial sebagai kekasih; lalu aku pun berkenalan via jejaring sosial dengan seorang desainer yang pernah aku sebut sebagai seorang yang sangat aku cintai, Tex Saverio, yang memang aku sukai sejak lama (sejak akhir 2005/2006). Aku menyatakan kepada pria yang pernah sangat aku sayangi ini bahwa aku menyukai seseorang desainer bernama Tex Saverio.

->Atas permintaan teman aku ini untuk tidak memutus yang ia sebut "silaturahmi", maka aku dan teman pria ini masih berteman. Hanya saja sekarang aku tidak setuju hubungan teman dekat, HTS, nampak "kaka-adik", dan hubungan tak jelas lainnya antara pria dan wanita bukan mahram baik antara sesama Muslim apalagi dengan bukan Muslim. Dalam Islam ada ta'aruf (saling mengenal tapi bukan pacaran) kemudian menikah secara sah sesuai syariat Islam.

Mengenai desainer yang aku maksud, Tex Saverio, seorang desainer internasional asal Indonesia (China Indonesia) aku pernah menyatakan intinya bahwa publik figure yang mengingatkan aku akan desainer tersebut adalah penyanyi anggota boybad sekaligus aktor Jepang, Tegoshi Yuya. Kemudian banyak orang menyebutnya mirip penyanyi juga anggota boyband serta aktor asal Korea, Jaejong. Aku suka semangatnya walaupun ia dikabarkan tidak menyelesaikan sekolah SMU-nya, ia tetap gigih berkarya khususnya dalam bidang fashion. Hanya saja, disayangkan karyanya banyak yang bertentangan dengan syariat Islam. Mudah-mudahan suatu saat pakaian yang ia buat adalah pakaian syar’i. Aamiin.

Ada cerita yang cukup panjang mengenai desainer ini, hanya di sini aku ingin mengulas beberapa hal terkait pria yang mungkin masih aku cintai ini. Aku melihat foto-fotnya bersama para selebritis terkait seni peran seperti Pevita Pearce dan Raline Shah. Aku pernah cemburu melihatnya bersama seorang bernama Astry, sepertinya penulis, Muslimah. Kemudian, sangat cemburu dan kesal jika melihatnya terlalu akrab dingan pria, pria yang aku cemburui adalah Joe Fredy (pria ini terlihat sangat dekat dengan Tex, padahal setahu aku adiknya Tex bernama Day). Anw aku menentang LGBT. bersama Aku penah menegur perancang busana ini karena terlihat berpose memegang beberapa wanita terlebih yang sepengetahuan aku para wanita tsb Muslimah.

Kemudian, suatu malam, belum terlalu malam, aku menelfon sang desainer. Sebelumnya aku pernah menelfon sang desainer di saat jam kerja, hanya ketika itu aku hanya berbicara dengan salah satu staffnya. Malam saat aku menelfon tsb, seorang wanita yang mengangkat telfon menanyakan hal yang intinya relasi aku dengan sang desainer, aku menyatakan bahwa aku teman dari desainer ini, saat itu aku bingung harus bilang apa karena melalui message bahkan secara terbuka di internet aku telah meminta sang desainer, pria yang aku cintai, untuk masuk dan memeluk Islam, kemudian aku memintanya menjadikanku sebagai kekasihnya tetapi sepertinya pria yang aku cintai ini tidak memberikan kejelasan, aku berpikir bahwa pria yang aku cintai ini tidak  menginginkan aku menjadi kekasihnya. Saat itu, aku menelfon ingin membicarakan beberapa hal, wanita yang mengangkat telfonku mengalihkan telfonnya kepada seorang pria, suara pria di seberang telfon terdengar seperti suara pria yang aku cintai yang pernah aku dengar dari beberapa video mengenai dirinya. Pria itu menanyakan beberapa hal terkait identitas aku, setelah aku berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaannya, pria di seberang telfon malah menyatakan ia adalah security dari kantor sang desainer, dan beberapa kali menyatakan bahwa ia tidak mengenalku. Saat itu suara aku di telfon sudah seperti mau menangis. Kemudian aku agak heran, kenapa "security" which is worker dan owner (sang desainer) suaranya sama, beberapa respons dari sebrang telfon terdengar saklek tetapi kenapa suara "hallo" yang berulangkali dari sang "security" terdengar agak seducing, suara "security" tsb tidak selazimnya seorang security yang tegas. Sang "security" menyatakan tidak mengenal aku, saat itu aku meminta no telfon pria yang aku cintai, sang desainer, tetapi sang "security" menyatakan bahwa ia tidak bisa memberikan nomor telfon sang desainer, namun ia meminta aku menelfon kembali saat jam kerja. Saat itu aku keburu kesal, marah, ngga mood, mungkin sang "security" ngeh hal tsb. Setelah kejadian itu, aku beberapa kali menangis. Sebelum peristiwa dengan pria yang masih aku cintai ini, bukan sekali aku mengalami kejadian lebih parah, beberapa pria yang pernah sangat aku cintai, bahkan kami pernah menjalin kebersamaan, saat kami bertemu kembali, ada yang menunjukkan atau sekedar mengesankan bahwa mereka nampak seperti tidak mengenal aku, walaupun kemudian mungkin ada yang kembali sadar dari "amnesia parsialnya"nya, kembali mengingatku. Meskipun kejadian yang tidak aku harapkan terjadi kembali, aku benar-benar sedih, kesal dan marah diperlakukan demikian -anggap saja- oleh pihak pria yang masih aku cintai terlebih ia non Muslim. Aku tidak bermaksud merendahkan profesi security, karena dulu pun aku memiliki kake angkat yang merupakan seorang security, hanya aku kecewa kenapa aku bermaksud bebicara dengan Tex Saverio tetapi telfonnya malah dialihkan ke security?
At that time I needed some help at least I needed someone to talk to. Dengan peristiwa itu, aku jadi berpikir bahwa dia bukan tipe orang apalagi kekasih yang bisa ada di saat aku sedih atau kesulitan.
Mungkin pihak Tex bercanda but at that time I was not in the mood for jokes.
Sejauh ini, aku belum mood untuk kembali menelfonnya apalagi jika untuk sekedar dikecewakan. Anw beberapa waktu kemudian aku beberapa kali berusaha miss call dia via jejaring sosial [sembari tetep ngga setuju agamanya yang bukan Islam serta karya-karya yang bertentangan dengan syariat Islam namun cukup terharu dengan foto-foto bukan makhluk bernyawa yang nampaknya berusaha menyesuaikan dengan syariat Islam].

Untuk mengobati rasa sedih, kesal, dan marah yang aku rasakan terhadap pria yang masih aku cintai yang dikabarkan merupakan desainer ternama tidak hanya di Indonesia bahkan hingga dunia internasional, aku teringat ayat-ayat Al Qur'an mengenai nabi Isa Almasih yang merupakan seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat, ia juga bukan orang yang sombong lagi celaka. Nabi Isa Almasih yang akan kembali diturunkan ke muka bumi.
"(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)," [Q.S. Ali Imran (3): 45]
Bagi aku, pemimpin, pejabat, publik figur, selebritis ternama, siapa pun ia, bahkan diri aku pribadi, bila bersikap tidak sepatutnya seperti belagu, songong dan sombong, maka bagi aku, anda bukan siapa-siapa/belum ada apa-apanya dibanding nabi Isa Almasih a.s. dan rasulullah Muhammad saw (orang-orang yang benar-benar baik dan terkemuka di dunia hingga akhirat).


806. Dari Mu'az Ibn Anas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa meninggalkan (kemewahan dalam) pakaian karena tawadhu' kepada Allah, padahal ia mampu untuk berpakaian mewah maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan para makhluk hingga Dia memberikan hak memilih dari baju iman yang manakah dia ingin memakainya." (HR. Tirmidzi, dia berkata: Hadits Hasan) [Imam Nawawi, "Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 2, hal. 92]


…, Imam Ahmad telah meriwayatkan (5/205) dengan hasan lighairih dari hadits Usamah dia berkata, “Rasulullah memberikan pakaian asal Mesir yang agak (kurang -pen.) tebal. Kain itu diberikan sebagai hadiah oleh Dahyah Al-Kalbi. Maka saya pakaikan kain itu buat istriku.” Maka Rasulullah bersabda, “Kenapa kamu tidak memakai pakaian yang kuberikan padamu itu?”, Saya katakana: wahai Rasulullah saya pakaiakan pakaian itu untuk istriku! Rasulullah  Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Suruh dia untuk memakai pakaian dalam di bawah pakaian itu, sebab saya khawatir kain itu menggambarkan bentuk tulangnya.”1)
  1. HR. Imam Ahmad: 5/205 dengan sanad hasan. [Syaikh Imad Zaki Al-Barudi, “Tafsir Wanita: Penjelasan Terlengkap Tentang Wanita Dalam Al Qur’an”, Pustaka Al Kautsar, 2006, hal: 624.]
797. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Kain (sarung, pakaian) apa saja yang berada dibawah kedua mata kaki maka berada di neraka." (HR. Bukhari)

799. Dari Ibn Umar ra dari Nabi saw beliau bersabda: "Isbal itu ada pada sarung, gamis (kemeja panjang) dan surban, maka barangsiapa menyeret sesuatu karena sombong (ada rasa bangga, pent.) maka Allah tidak akan melihat kepadanya pada hari kiamat." (HR. Abu Daud dan Nasa'i dengan sanad sahih)

Ket: ..., Ibn Hajar menjelaskan bahwa sengaja memanjangkan adalah kesombongan.
[Imam Nawawi, "Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 2, hal. 82-83]

Oia terkait beberapa artikel mengenai pria yang masih aku cintai ini, aku tidak setuju, pria yang masih aku cintai ini mendesain busana couture. Tentunya dulu aku sangat megagumi jenis busana ini, jenis busana yang indah dan mewah, aku sampai pernah melukiskan jenis busana ini dalam salah satu lukisan yang pernah aku buat, kemudian tentunya pernah menggambarkan jenis busana ini dalam beberapa gambarku. Terkait seni peran dan busana couture, dulu aku sangat suka menonton film-film yang para karakternya mengenakan busana couture, salah satu film yang dulu aku suka terkait fashion haute couture adalah film yang sayang sekali film ini bukan film Islami, "The Duchess", yang diperankan oleh Keira Knightley. 'Semoga Allah mengaruniakan kepada Keira Knightley, para pemeran, pembuat serta seluruh non Muslim terkait film tsb hidayah iman Islam. Aamiin.'
Sayangnya belakangan aku mengetahui bahwa couture merupakan jenis busana mewah yang bermewah-mewah/bermegah-megah adalah hal yang terlarang dalam Islam. 
Mengenai busana yang panjang, aku memiliki gamis tepatnya gaun yang panjangnya hingga menyapu lantai, aku mersa khawatir hal tersebut isbal yang terlarang dalam Islam, namun aku malas memotong baju-baju tsb. Aku sering mengenakan baju-baju terlalu panajang tsb, dan ternyata beberapa kali baju tsb terkena jari-jari motor, ada saat dimana satu kali aku harus dibantu oleh beberapa pria untuk mengatasi busana aku yang terkena jari-jari motor tsb. Peristiwa tsb terjadi di wilayah yang diketahui sebagai salah satu basis partai merah. Alhamdulillah, terima kasih untuk para bapak yang pernah menolong aku, jazakallah khoiron. Dalam Islam tidak ada partai, semoga kaum Muslimin dapat bersatu padu di jalan Allah. Kembali mengenai busana yang terlalu panjang, saat naik mobil, termasuk mobil angkutan umum, busana terlalu panjang itu ribet, mustinya panjang busana semata kaki lalu mengenakan kaus kaki. Dalam Islam busana terlalu panjang memang terlarang untuk menghindari kesombongan, namun di samping  tersebut ternyata ada hikmah lain yakni terkait keselamatan.

Anw aku menceritakan peristiwa yang menimpa aku ini kepada desainer yang sedang aku bahas dalam part ini. Aku mengingatkan dirinya hal yang intinya untuk meng-upload foto-foto khususnya foto-foto busana yang menyesuaikan syariat Islam khususnya di bulan Ramadhan. 'Mustinya aku bilang sama Tex, foto-foto busananya pake dummy (boneka peraga) tanpa kepala aja, busananya menyesuaiakan syariat Islam terlebih di bulan Rammadhan.'

1360. Diriwayatkan dari Al Bara r.a. nabi Saw bersabda kepada Hassan (penyair) r.a, “Cercalah mereka (orang-orang kafir), dan jibril akan menyertaimu.” [4: 435- S.A.] [Imam Az-Zabidi, “Ringkasan Shahih Al-Bukhari, hal. 560]

->Hai kekasih (refers to Tex Saverio), taukah kamu apa yang aku tulis di daily planner aku tertanggal 25.05.2016 (19 Sya'ban 1437 H), aku tulis setelah aku baca artikel-artikel di internet mengenai fashion show tunggal perdana kamu yang menampilkan karya-karya kamu yang "Oh No" (maksudnya karya-karya yang bertentangan dengan syariat Islam). Berikut kutipan tulisannya "Ternyata, menurut berita, malam ini fashion show tunggal perdana "Si Keparat", Tex Saverio, musuh sekaligus kekasih aku."
Karya buatan tangan memang patut diapresiasi, namun karya-karya tersebut untuk non Muslim musti menyesuaikan dengan syariat Islam, dan untuk kaum Muslimin musti sesuai syariat Islam.


Rasulullah saw. bersabda:

Allah melaknat khamr beserta peminumnya, penuangnya, pembelinya, pemerasnya, yang membantu memeraskannya, pembawanya dan yang mengangkutkannya”. H.R. Abu Daud. [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, "Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 1, hal: 250]
Fashion shownya Tex Saverio terkait minuman keras, maka "Kekasih kamu bagusnya dihukum cambuk deh, termasuk semua yang terlibat dengan miras/khamr tsb." 'Imagining aku dihukum cambuk berjajar bareng Roger Danuarta*, Tex Saverio dan seluruh "mantan kekasih", mantan pria yang pernah aku sayangi/menyayangi aku; atau yang pernah aku cintai/mencintai aku yang pernah terlibat khamr maupun narkotika, supaya adil.'
*Tapi untuk kasusnya yg lalu, Roger udah dihukum cukup berat jadi dia cukup melihat saja hukum cambuk, kecuali bila terkait lagi hal serupa, atau terkait khamr dan narkoba, baru kemudian dihukum cambuk.

Di hati terdalam aku, walaupun ini tidak mudah, aku ingin berusaha untuk tidak membuat ataupun mencontohkan kemewahan dan pelanggaran syariat Islam. Berharap bisa hidup sederhana sesuai syariat Islam dan dalam seluruh aspek kehidupan dapat mentaati syariat Islam.


472. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw beliau bersabda  “Celakalah, 367 hamba dinar dan hamba dirham, (celakalah) hamba Qathifah dan Khamishah. Apabila ia diberi ia ridha (rela) dan jika tidak diberi ia jengkel.” (HR. Bukhari)
367. Celakalah orang yang mencintainya, mencari, menimbun dan menjaganya sehingga seolah-olah ia adalah budaknya. Semoga Allah melindungi kita dari penghambaan yang hina ini. Qathifah adalah pakaian yang dihiasi renda-renda yang bergelantungan. Sedang Khamisah adalah selimut persegi empat. [Imam Nawawi, “Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 1”, hal. 486]

Nabi salallahu alaihi wa ssalam bersabda:
Emas dan sutera dihalalkan bagi kaum wanita umatku dan diharamkan bagi kaum laki-lakinya. [Al manhaj.or.id]

-> Terjemah hadits di atas, aku cantumkan terutama ditujukan sebagai pengingat untuk aku baru kemudian untuk orang-orang lainnya, termasuk sang desainer.

Sang desainer dikabarkan merambah sepak terjangnya hingga desain emas, aku pun tidak menyetujui hal ini karena akan semakin menjauhkan pria yang masih aku cintai ini dari kesederhanaan. Dalam Islam, emas sebaiknya dihindari bagi pria, menurut pendapat aku, pekerjaan terkait emas bagi pria baiknya seperti penambang emas, penjual emas (yang membayar zakat ketika jatuh nisab kemudian sebagian hasil penjualannya untuk beribadah/bersedekah di jalan Allah) atau investasi emas (dinar). Investasi emas yang aku maksud bukan untuk menumpuk kekayaan, bermewah-mewah atau untuk pamer tetapi investasi emas untuk ibadah haji, investasi emas untuk pendidikan anak di sekolah Islam/ home schooling Islami dan investasi emas untuk membantu fakir miskin, ingat untuk membayar zakat bila telah jatuh nisab.
-> Penambangan emas, bukan milik asing namun sepatutnya milik bersama kaum Muslimin. Saran aku, jika ia ingin tetap mencoba desain di bidang perhiasan, mungkin bisa mencoba perhiasan perak, sekiranya ia Muslim dan ia suami aku mungkin aku mau bilang hal yang intinya kira-kira "Would you mind if I accompany you to Kota Gede, Yogyakarta? I've ever been there looking for silver crafts and picking some of them." Beserta beberapa anggota keluarga besar aku ada yang bergerak di bidang batu akik dan batu mulia, mungkin aku bisa membantu ide desain untuk memadukan silver dan bebatuan tsb. 
->Penggunaan perak ini bukan untuk tujuan bermewah-mewah tapi hanya untuk keindahan sekedarnya sesuai syariat Islam, terlebih khususnya bagi kaum Muslimin, Muslim pria, masih banyak yang perlu disadarkan mengenai aturan Islam tentang larangan penggunaan emas. Salah satu kasusnya, masih banyak pasangan pengantin/pasangan menikah yang menggunakan cincin pernikahan pria yang terbuat dari emas yang hal tsb terlarang dalam Islam, maka solusinya adalah mensosialisasikan cincin pernikahan untuk pria dari perak, cincin polos atau dapat pula, sesuai sunnah, menggunakan batu akik atau batu mulia. 
->Wanita diperbolehkan menggunakan emas, hanya baiknya tidak berlebihan. Kemudian, baiknya desainer emas adalah wanita.
Atau jika ia ingin bergerak di bidang desain tas, mungkin ia bisa bekerja sama dengan pengrajin tas dari Aceh, memajukan tas etnik khas Indonesia. Fashion memang saling berkaitan antara satu bidang fashion dengan bidang fashion lainnya seperti: busana, sepatu, tas, make up, aksesoris, dll, namun bagi aku, ia menjadi desainer busana pun sudah suatu hal yang mengesankan, hanya pengetahuannya di bidang desain busana, terlebih desain busana yang menutup aurat, ditambah dan dibagikan. Terkait pentingnya ilmu, selain menjadi desainer busana, aku berharap ia menjadi tutor desain, tentunya tutor desain busana sesuai syariat Islam.
->Sejauh ini, sepengetahuan aku, ia telah membagikan pengetahuan terkait bisnis fashion. Harapan aku, ia menjadi seorang Muslim, kemudian menjadi desain busana syar'i serta menjadi tutor desain busana syar'i dan bila ia bersedia, ia membagi ilmu pengetahuan terkait bisnis busana syar'i. Sebagian hasil bisnisnya tentunnya untuk dipergunakan dalam rangka ibadah di jalan Allah, seperti bersedekah dan berhaji, untuk meraih ridha Allah di dunia dan di akhirat.
Wajah pria ini cukup berbeda dibanding saat pertama kali kami berkenalan. Saat pertama kali kami berkenalan wajahnya sering terlihat ceria mempesona, namun belakangan ia terlihat murung dan serius. Sebenarnya aku ingin melihatnya bahagia, tapi bukan bahagia dengan cara memerangi Islam, tetapi bahagaia dengan cara yang tidak bertentangan dengan syariat Islam tepatnya bahagia di dalam Islam, sesuai syariat Islam.

Sepertinya semestinya aku sadar bahwa pria yang aku cintai ini tidak pernah mencintai aku. Dia salah satu pria, selain sang aktor yang pernah aku ajak masuk dan memeluk Islam dan aku ajak menikah, yang aku beritahu alamat rumah keluarga aku dan no telfon adik laki-laki aku, untuk memudahkan menghubungi aku mungkin untuk sekedar memberitahukan dengan baik, benar dan jelas bahwa ia tidak dapat memenuhi janjinya (sang desainer memiliki janji yang belum ia tepati) atau bahkan menyatakan bahwa ia tidak/tidak pernah mencintai aku. "Semoga Allah mengaruniakan kepada desainer yang aku maksud dan keluarganya hidayah iman Islam. Aamiin.

Aku tidak setuju boyband, aku lebih setuju band yang berbagai aspeknya tidak melanggar syariat Islam. Aku juga berharap seni busana dan setiap seni dapat dibuat atau dilaksanakan tidak bertentangan dengan syariat Islam, sedapat mungkin berdasarkan syariat Islam. Semoga para non Muslim ini mendapat hidayah iman Islam.

-> Pengalaman aku menjalin kedekatan dengan non Muslim membuat aku ingin membahas kasus terkait larangan zina. Hal yang aku bahas khususnya terkait masalah yang mungkin saja dihadapi wanita Muslimah, zina terlarang dilakukan dengan sesama Muslim maupun dengan non Muslim, namun bila ternyata terlanjur terjadi dan sang wanita mengalami kehamilan, maka jangan pernah menggugurkan kandungan, lahirkan anak/buah cinta/buah kasih (tepatnya buah nafsu) tersebut, besarkan, didik anak dalam cinta, kasih sayang dalam iman Islam, sang wanita juga anaknya jangan sampai bersama/menikah dengan pria non Muslim yang menghamilinya/ayah kandung si anak jika si pria tersebut tidak mau masuk dan memeluk Islam, tidak mau selamanya berada dalam pernikahan yang sah dalam iman Islam. Apabila si pria mau masuk Islam dan menikah dengan si wanita namun ternyata si pria murtad, kembali pada agamanya, dan tidak mau diajak kembali ke dalam Islam, maka bercerailah. Bisa kembali menikah jika si pria bersedia untuk kembali masuk dan memeluk Islam. Intinya, apa pun yang terjadi tetaplah berpagang teguh dalam iman Islam, berharap dihidupkan, dimatikan dan dibangkitkan dalam iman Islam, dalam berkah, rahmat dan ridha Allah swt di dunia dan di akhirat.

Selama kebersamaan aku dengan pria terkait film "Ksatria Baja Hitam" ini, ada masa aku mengalami sakit parah yang mengharuskan aku tinggal di Sukabumi. Anw saat itu aku masih kuliah tetapi aku juga bekerja bersama keluarga besar aku. Dalam masa tersebut, aku masih menyayangi pria yang aku maksud, namun aku telah mencintai Tex Saverio, dan pada saat itu pula aku memiliki kekasih, kami memutuskan untuk resmi berpacaran. Aku memutuskan untuk resmi berpacaran dengan pria yang aku maksud setelah sebelumnya aku berulang kali melewatkan kesempatan yang ia berikan untuk menjadi kekasihnya (pacarnya). Aku pun berjanji pada diri sendiri, apabila suatu saat ia kembali meminta aku untuk menjadi kekasihnya, maka aku menyetujuinya. Sempat dilema berat saat setelah bertahun-tahun berlalu, kami kehilangan kontak, tenyata pria yang dimaksud hadir kembali dalam hidup aku dan kembali meminta aku untuk menjadi kekasihnya sementara saat itu aku sudah memutuskan untuk berhenti pacaran terkait larangan pacaran dalam Islam. Saat itu aku benar-benar bingung antara menepati janji aku pada diri sendiri untuk menjadi kekasihnya atau tidak menjadi kekasihnya terkait larangan pacaran dalam Islam. Akhirnya saat itu aku memilih untuk menjadi kekasih dari pria yang aku maksud dan aku sadar pacaran merupakan kekeliruan karaena dalam Islam yang ada adlah ta'aruf lalu menikah. Pria yang merupakan mantan kekasih aku ini adalah seorang Muslim, menurut kawan-kawanya ia disebut mirip artis entah Vicky Nitinegoro atau Vino G. Bastian. Kami kenal sudah sangat lama, ia teman satu sekolah saat SMP, kami juga satu sekolah ketika SMU hanya saat itu ia pindah ke luar kota, saat kami berkomunikasi kembali, aku baru mengetahui bahwa ia lulusan kuliah terkait bisnis dan managemen. Saat aku sakit tersebut dia sempat menunggui aku di kamar tempat aku istrirahat yang berada di samping kantor aku bekerja saat itu terkait pendidikan (saat sakit tsb aku merupakan staff pengajar, beberapa waktu kemudian, setelah aku sembuh, aku berpindah divisi sebagai staff keuangan), saat itu kami sempat sedikit mengobrol. Hubungan kami berlangsung sangat singkat. Saat kami pacaran, aku tidak menceritakan kedekatan aku dan teman pria aku, serta aku tidak bercerita bahwa aku mencintai pria yang namanya sudah aku sebutkan, setelah kami putus aku baru menceritakan sekaligus meminta maaf kepada mantan kekasih aku, perihal desainer yang aku cintai. Saat itu, meskipun kami telah putus, kami masih saling berkomunikasi. Pria ini berusaha keras mempertahankan kebersamaan kami, agar kami tetap bersama, hanya aku yakin untuk tidak pacaran karena pacaran terlarang dalam Islam, kemudian aku ragu untuk tetap bersamanya selamanya dalam ikatan pernikahan, padahal saat itu Abi aku menyetujui jika aku menikah dengan pria yang aku maksud. Oia kami sudah kenal lama, hanya aku tidak mengenal keluarganya, paling aku sempat mengirim salam untuk mamanya dan keluarganya, sedangkan mantan kekasih aku ini pun hanya sempat berkenalan dengan Abi aku dan salah satu sepupu aku.

Catatan: Untuk kesekian kalinya perlu diulang, dalam Islam tidak ada pacaran yang ada ta'aruf dan menikah secara sah sesuai syariat Islam, terdapat larangan mendekati zina. Sepatutnya pria dan wanita bukan mahram tidak berdua-duaan, menyepi, terlebih di kamar.



Terdapat nama-nama publik figur yang aku agak sulit menuliskan cerita mengenai mereka, namun aku coba untuk menuliskan mengenai mereka yang merupakan musisi namun terjun pula ke dunia seni peran, mereka adalah Ahmad Al Ghazali dan Ahmad El Jalaluddin Rumi. Aku pribadi juga atas nama adik-adik aku pernah berusaha membuka komunikasi dengan mereka, khususnya Al, sewaktu terdapat kabar mengenai musibah kecelakaan yang menimpa adik mereka Ahmad Abdul Qodir Jaelani (Dul), aku dan adik-adik prihatin atas musibah tsb. Aku pribadi memang menyukai salah satu dari ketiga kakak-beradik tsb dan sepengetahuan aku, saat itu, adik wanitaku juga menyukai salah satu dari mereka. Adikku saat itu menyukai Al, mungkin karena Al tampan dan berbakat dalam musik. Menurut pendapat aku Al memang tampan, ia juga berbakat dalam musik, dan ia terlihat mengesankan dalam kilasan tayangan suatu film yang ia nampak melakukan adegan bela diri (martial arts). Sayang sekali kemudian adikku tiba-tiba berpindah hati, ngefans berat terhadap aktor Thailand, Mario Maurer, kemudian belakangan ia terlihat sangat menyukai penyanyi sekaligus aktor Korea, Jang Geun Suk. Beralih pembicaraan, aku pribadi diam-diam suka dengan adik dari Al yakni El karena El mengingatkan aku akan pria yang pernah aku sukai mungkin cintai, kemudian ia juga terlihat kalem, lalu ia berbakat dalam musik, selain itu ia juga terlihat menarik saat aku sesekali melihat tayangan sinema yang pernah dibintanginya yang ia berperan sebagai pria yang pandai merangkai kata puitis namun tetap nampak maskulin dengan kempuan bela diri. Rasa suka aku terhadap El bertambah saat mendengar kabar bahwa El rajin shalat. ‘Al juga El, maafin aku atas sikap-sikap aku yang tidak Islami.’ ‘Tex Saverio, maafin aku waktu itu aku sempet genit-genit –secara tersurat- sama Al dan secara –terisrat- sama El.’Al dan El dikabarkan sudah memiliki kekasih, aku memng tidak setuju pacaran, dalam Islam tidak ada pacaran, hanya saja jika telah memiliki kekasih yang seagama jika sudah memiliki kekasih terlebih seagama, setialah, semoga bisa segera menikah. Dul juga, kalo udah punya kekasih, sedapat mungkin setia tapi tidak pacaran, saling menunggu sampai tiba saatnya menikah. Jika sanggup poligami, poligami sesuai syariat Islam. Al, El, Dul, bantu aku mengkampanyekan untuk bersikap baik dan tidak mempermainkan wanita. Harap bantu memberantas bid'ah, syirik dan khurafat juga. Maaf, aku merepotkan, terima kasih. Anw, do you guys have any idea to uphold syaria law and khilafah Islamiyyah? 

Catatan: Setiap film, musik, foto, video, tayangan dan berbagai karya seni lainnya sebaiknya dibuat berdasarkan syariat Islam. Pergaulan terlebih pergaulan antara Muslim dan non Muslim patut dibatasi sesuai syariat Islam. Sepatutnya tidak ada penyebaran agama lain selain Islam, hanya Islam agama yang diridhai Allah.


14. Barangsiapa yang merusak hubungan pelayannya dengan keluarganya bukanlah dia termasuk dari golongan kami dan barangsiapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia juga bukan golongan kami. (HR. Al Baihaqi). [Dr. Muhammad Faiz Almath, "1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad", hal. 254.]


->Hal yang aku alami ini mengingatkan aku mengenai perkara yang belakangan sepertinya cukup sering terjadi yakni merebut kekasih dalam hal ini istri/suami orang. Hal ini bagi aku merupakan perkara yang berat, aku khawatir akan menjadi perkara yang pelik di akhirat kelak. Naudzubillahimindzalik. Aku bermaksud menyampaikan bahwa, aku prihatin dengan hal tersebut. Baiknya seorang Muslim yang telah melakukan tindakan merebut istri/suami orang, wajib bertaubat kepada Allah, kemudian meminta maaf kepada pihak yang ia dzalimi, sedapat mungkin mengembalikan istri/suami yang telah direbut kepada istri/suami terdahulu (terutama jika mereka belum bercerai).

Anw berdasarkan hasil diskusi aku dengan Abi, terkait aturan Islam, bila perebut telah menikah dengan istri/suami hasil menggasab/merebut milik orang lain syarat taubatnya, pertama wajib bertaubat kepada Allah, kemudian meminta maaf kepada pihak yang telah ia dzalimi. Lalu terdapat beberapa pertimbangan berikut:

->Apabila pihak perebut adalah pria single, duda atau berstatus suami lalu menikah dengan istri yang merupakan hasil merebut milik orang lain, maka si perebut wajib menceraikan istrinya yang didapat dari hasil merebut untuk dikembalikan kepada suaminya terdahulu.

->Apabila pihak perebut merupakan wanita single/ janda bukan dari hasil cerai karena selingkuh, atau bukan janda dipaksa/memaksa meminta cerai kepada suami terdahulu, tetapi misal janda cerai mati, maka dapat saja tidak perlu untuk menceraikan suami yang ia dapat dari hasil merebut, yakni dengan mengembalikan kepada istrinya yang terdahulu (jika mereka belum bercerai, jika telah bercerai, perebut sepatutnya menganjurkan agar pasangan -yang rumah tangganya ia rusak- dapat kembali rujuk), lalu dipoligami sesuai syariat Islam.

->Apabila pihak perebut merupakan janda hasil cerai karena selingkuh, atau janda dipaksa/ memaksa meminta cerai kepada suami terdahulu, maka sepatutnya menceraikan suami yang ia dapat dari hasil merebut, lalu mengembalikan pria yang ia rebut kepada istrinya yang terdahulu (jika mereka belum bercerai, jika telah bercerai, perebut sepatutnya menganjurkan agar pasangan -yang rumah tangganya ia rusak- dapat kembali rujuk), kemudian pihak perebut kembali pada suaminya yang terdahulu apabila memang seagama, atau jika terpaksa misalnya suami terdahulu tidak mau menerima kembali, maka menikahlah dengan orang baru yang memang seagama (yang bukan hasil dari mengambil hak milik orang lain, yang didapat dengan cara sesuai syariat Islam).

Aku tidak setuju dengan perceraian yang semena-mena karena perceraian merupakan hal yang dibolehkan namun dibenci Allah, tetapi untuk hal ini, orang yang mengambil istri/suami orang lalu menikah, hal tsb seolah-olah tindakan yang benar tapi sepertinya justru melanggar bahkan melecehkan syariat Islam, untuk itu diharapkan dapat segera bertaubat, sebagai saran, bentuk taubatnya seperti yang telah aku jelaskan di atas. Dengan demikian, semoga Allah mengasihani, merahmati dan meridhai taubatnya.

Kembali mengenai manusia harimau, selain itu, di keluarga besar aku sendiri, sepertinya terdapat beberapa manusia harimau, it’s weird but real. Ilmu manusia harimau ini, atas izin Allah, disinyalir ada disebabkan kami keturunan Raja Padjadjaran. Saudara-saudara aku yang diuji oleh Allah dengan ujian berupa ilmu harimau ini, mendapatkan beberapa kemampuan tanpa harus mempelajari.  Beberapa kemampuan mereka diantaranya adalah: dapat melihat jarak jauh yang diluar jangkauan mata manusia pada umumnya, tanpa bantuan alat; adaklanya tiba-tiba menguasai bela diri pencak silat buhun dengan gerakan yang sempurna dan sangat indah padahal saudara aku tersebut belum pernah mempelajari ilmu bela diri tsb; dapat mendeteksi anggota tubuh seseorang, biasanya keluarga yang sedang sakit dengan merasakan sakit yang sama pada bagian anggota tubuh yang juga dirasakan oleh si sakit; adakalanya tiba-tiba menguasai bahasa Sunda zaman dahulu yang saat ini sudah tidak lazim digunakan. Awalnya aku seringkali khawatir sendiri menyaksikan keanehan-keanehan demikian, walaupun tidak terlalu shocked karena sebelumnya aku pernah bertemu pula dengan pria “mantan manusia harimau” yang juga oleh Allah diberi beberapa kemampaun yang tidak biasa dan dapat “di-aktifkan” atau “di-non-aktifkan”, hanya yang paling aku khawatirkan adalah bahwa terdapat hal-hal yang dikhawatirkan masuk ke dalam kategori tahayul dan musyrik. Semoga Allah senatiasa melindungi aku, saudara-saudara aku, dan pria yang pernah aku sayangi dari tahayul, musyrik serta kemungkaran lainnya. Aamiin.

Masih terkait film manusia harimau, aku sempet uring-uringan dan dengan sepengetahuan anggota keluarga aku, aku mengirim messages Fb kepada dua orang yang aku sempat membuat “janji aneh” pada mereka, Roger Danuarta dan Tex Saverio, messages yang aku kirim perihal ketidaksetujuan aku saat Roger ikut berakting dalam film siluman terkait manusia harimau. Saat itu, aku belum menjelaskan secara detail alasan ketidaksetujuanku terkait sinetron atau film siluman. -> "Janji aneh" yang dimaksud yakni aku bersedia menikah dengan salah satu dari mereka, Roger Danuarta atau Tex Saverio, apabila mereka memeluk Islam kemudian bersedia menikahi aku, menikah dan dalam pernikahan sesuai syariat Islam di dunia dan di akhirat. Melalui tulisan ini, aku bermaksud menjelaskan bahawa aku bersikap demikian -tidak menyetujui sinetron-sinetron/film-film siluman- dikarenakan, hal yang paling utama, terkait siluman merupakan hal berbau takhayul yang melanggar syariat Islam. Selebihnya, hanya sebagai informasi bahwa “manusia harimau” mengingatkan aku pada seseorang yang kisahnya sudah aku tuliskan di tulisan ini; lalu mengingatkan aku dengan beberapa anggota keluarga aku, terutama salah satu saudara aku, yang kisahnya juga telah aku ulas dalam tulisan ini. Aku tidak ingin tahayul dan kemusyrikan dilestarikan dalam keseharian termasuk dalam sinetron/film. Aku berharap kehidupan berlangsung sesuai syariat Islam.

Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. [Q.S. Al Anfaal (8): 58.]

->Aku tidak akan -semena-mena- berkhianat dan mengingkari janji terkait pernikahan yang aku maksud. Hanya saja ada kekhawatiran tersendiri bagi aku terkait mereka terutama karena mereka non Muslim, aku sulit untuk mempercayai orang yang bukan beragama Islam, aku mengembalikan mengenai perjanjian tersebut kepada mereka, maksudnya misalnya seperti jika mereka tidak bersedia memeluk Islam dan tidak bersedia menikahi aku, aku merelakan mereka. Serta jika ternyata aku tidak dapat memenuhi janjiku, maka aku sepatutnya membatalkan dengan cara yang ksatria di jalan Allah. InsyaAllah. 

-> Beberapa waktu lalu (sekitar awal bulan 02.2016/Robiul Akhir 1437 H) aku menulis message via jejaring sosial, meminta Tex untuk menjadikan aku, bukan pacar, tetapi kekasihnya, aku masih mau menunggunya untuk memeluk Islam, serta terkait janji yang pernah aku ungkapkan. Tentunya aku meminta agar ia memberitahukan perihal keinginan aku tsb kepada, jika ada, istri atau kekasihnya. Hanya hal ini pun masih aku pikirkan kembali. Aku telah meminta maaf kepada Roger untuk janji yang pernah aku ungkapkan. Aku sempat menasihatkan Roger untuk kembali pada Agnes (jika ia tidak memiliki kekasih), atau masuk dan memeluk Islam dan menikah dengan ka Asty Ananta. Aku pun sempat mengungkapkan hal yang intinya bahwa bila aku tidak bersama Tex, aku meminta agar ia mencintai aku dalam iman Islam.

Masih terkait cinta, beberapa waktu belakangan, seiring berjalannya waktu, aku sempat menyaksikan berbagai kabar kedekatan Roger Danuarta dengan Ka Asty Ananta. Aku pikir, jika Roger mau memeluk Islam, ia cocok dengan Ka Asty. Bahkan mommy (Umi) aku yang melihat kebersamaan Roger dan Ka Asty menyatakan istilah dalam Bahasa Sunda yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia intinya mereka terlihat sangat cocok. Sehubungan dalam Islam tidak ada pacaran, jadi redaksinya adalah jika Roger bersedia memeluk Islam, nampaknya sesuai bila menikah dengan Ka Asty Ananta. Oia aku belum bosan untuk mengingatkan diri sendiri dan Ka Asty untuk berhijab syar'i demi meraih ridha Allah di dunia dan di akhirat.
 

Selama revisi tulisan ini, aku sempet melihat-lihat akun instagram milik Tex Saverio dan Roger Danuarta. Ada hal yang ingin aku respons terkait salah satu posting Roger di Ig, yang reaksi spontan aku terhadap posting itu intinya sbb: 'Nah, iya, Wei, kayak gitu.' Posting ini terkait foto iklan rental mobil milik Samuel Zlgwyn, dari pada film siluman, aku lebih setuju dengan bisnis rental mobil, selama mobilnya bukan mobil mewah, misalnya mobil keluarga yang bukan dalam kategori mobil mewah. Warna mobil pun sedapat mungkin bukan warna kemewahan, tetapi warna yang simple/sederhana. Dalam posting itu, Roger nampakanya membantu mengiklankan bisnis temannya. Pesan aku: Bagi Muslim sepatutnya berbisnis sesuai syariat Islam, dan kaum Muslimin saling membantu sesama Muslim sesuai syariat Islam, sedangkan bagi non Muslim minimal seluruh aspek bisnisnya menyesuaikan dengan syariat Islam, syukur-syukur jika bisnisnya memang dapat sesuai syariat Islam.  

Terkait mobil, suatu kali aku pernah melihat foto Roger Danuarta yang nampaknya sedang mengendarai mobil mewah, saat melihat foto tersebut, aku membatin kira-kira 'Ini cowo cakepnya belah mana ya?' (padahal waktu aku ketemu dia langsung dia terlihat tampan) dan aku tidak tertarik dengan kendaraannya. Tapi suatu kali aku sekilas melihat video Roger bersepeda, dia terlihat sangat tampan dan sangat menarik, hingga membuat aku rasanya ingin bersepeda dengannya. Imajinasi berlebihan, astaghfirullah. Hanya saja terkait video tsb semestinya pakaian yang ia kenakan lebih menutup aurat dan rambutnya lebih baik gondrong. Oia terkait sepeda, khususnya kaum Muslimin yang senang mengendarai sepeda, ada baiknya sepeda bukan sepeda mewah tetapi sepeda sederhana.



Terkait foto, dari kanan ke kiri: sepupuku, adikku dan aku bersepeda BMX. Dulu aku kerap bersepeda BMX, bukan untuk atraksi hanya untuk  kesenangan dan keriangan bersepeda. Aku pernah bersepeda bersama adik dan salah satu sepupu aku, sering pula aku bersepeda sendiri. Sepeda BMX-nya milik salah satu sepupu aku, sepeda BMX-nya ada yang memang asli ada pula yang rakitan, dulu ia memiliki beberapa sepeda BMX, sepupu aku tsb selalu berbaik hati meminjamkan sepeda-sepeda BMX-nya kepada aku dan adik. Oia aku sempat bersepeda BMX dengan dandanan tidak menutup aurat bahkan berdandab seperti pria, padahal hal tsb (tidak menutup aurat serta wanita berdandan menyerupai pria atau sebaliknya) dilarang dalam Islam. Kemudian aku juga pernah mengenakan atribut yang tidak Islami, seperti topi dengan lambang "S" bertanduk (seperti satan) yang hal ini terlarang dalam Islam. Namun kemudian, belakangan aku bersepeda BMX hanya jika ada keperluan sangat penting, sesekali aku bersebeda mengenakan celana panjang longgar dan atasan; kemudian aku pernah bersepeda BMX menggunakan gamis/hijab syar'i, meskipun sepertinya banyak orang yang keheranan dengan busana aku saat mengayuh BMX tsb, tapi aku suka dan nyaman bersepeda dengan gamis/hijab syar'i.
->Aku dan adik punya satu sepeda (sepertinya sepeda gunung), Abi aku yang membeli, hanya aku sangat jarang menggunakan sepeda tsb dikarenakan bukan sepeda wanita, bagi aku sepeda tsb terlalu tinggi dan besar walaupun lebih ringan dikayuh. Dulu, aku seringkali terjatuh bahkan terluka menggunkan sepeda tsb padahal dulu aku tidak mengenakan hijab. Karena jarang digunakan, sepedanya rusak. Sedangkan menggunakan sepeda BMX meskipun berat tetapi lebih aman dan nyaman karena sepeda BMX lebih kecil dan lebih pendek. Aku tetap bisa menggunakan sepeda tsb meski berhijab syar'i. Saat tulisan ini dibuat, aku sudah tidak lagi menggunakan sepeda-sepeda BMX tsb, sepupuku tidak lagi memiliki sepeda BMX. Namun demikian berhijab syar'i berusaha tetap dikenakan, insyaAllah.
Salah satu pria yang aku ingat terkait sepeda BMX adalah salah satu kaka kelas aku ketika SLTP, sebut saja "F" atau "V", ganteng, anak BMX, aku sempat menyukainya karena parasnya yang menarik sayangnya mungkin dia tidak  ngeh dengan aku, namun kemudian ternyata kaka kelas aku tsb menjadi teman/kenalan salah satu sepupu aku yang aku maksud ketika ia sempat bermain bersama anak-anak BMX. Aku sempat meminta sepupu aku untuk memfoto pria tsb, sampai saat ini aku masih menyimpan satu fotonya.
Terkait seni peran, sesekali aku menonton sinetron GO BMX. Diperankan diantaranya oleh Okke Oktavianus dan Armando Jordy. Sinetronnya menarik ada ajaran kebaikan dan kesederhanaan, mengingatkan shalat, bekerja keras, 'jahatnya semoga insyaf' kemudian sepertinya harus lebih di tambah scene membaca Al Qur'an, belajar ilmu pengetahuan, dan berbagi kepada fakir miskin serta para wanita di film tsb baiknya berhijab syar'i. Ada baiknya jika para pemain sepeda BMX tsb dapat mengenakan pakaian Muslim syar'i. Saran aku pula, sepertinya tepat bila sinetron tsb diputar setelah Isya (sekitar pukul 19.30) karena biasanya setelah magrib banyak digunakan oleh Muslim untuk membaca Al Qur'an atau berzikir hingga Isya.

Berbicara mengenai mobil dan sepeda yang merupakan kendaraan, aku teringat untuk menyampaikan bahwa bagi kaum Muslimin yang memang mampu atau memiliki harta berlebih, ada baiknya untuk memelihara kuda, yang dahulu merupakan kendaraan. Kuda digunakan untuk jihad fisabilillah, kuda juga berfungsi sebagai perhiasan. Keberkahan memelihara kuda berlaku hingga hari kiamat:

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). [Q.S. Al Anfaal (8): 60]

dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal[820] dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. [Q.S. An Nahl (16): 8]
[820]. Bagal yaitu peranakan kuda dengan keledai.

1302. Dari 'Urwah Al Bariqi r.a.: Nabi s.a.w. bersabda: "pada ubun-ubun kuda itu terletak kebaikan sampai hari kiamat, yaitu pahala dan rampasan perang". [H. Zainuddin Hamidy, "Terjemah Hadits Shahih Bukhari: Jilid III, hal. 115.] 

1303. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: Nabi s.a.w. bersabda: "Siapa yang memelihara kuda untuk perang dalam agama Allah, karena percaya Allah membenarkan janjiNya, maka makanan kuda, minuman dan kencingnya menambah berat timbangan amal pada hari kiamat". (Ibid.)

1304. Dari Sahl r.a. katanya: Nabi s.a.w. mempunyai seekor kuda di kebun kami, namanya, Luhaif. (Ibid.)

Anw ada kisah mengenai Samuel yang belum aku ungkapkan tapi saat ini (20.12.2015 atau 08 Robiul Awal 1437 H) aku ngga mood mengisahkannya soalnya kisahnya termasuk kisah sedih. Beberapa waktu kemudian (31.01.2016 atau 20/21 Robiul Akhir 1437 H). Sejak beberapa lama aku tidak setuju pacaran karena pacaran tidak sesuai syariat Islam, namun mau tidak mau, sengaja atau tidak aku jadi mengetahui informasi artis yang biasanya telah lama pacaran atau menjalin kasih salah satunya Samuel Zlgwyn dengan salah satu artis cantik. Aku pikir Samuel akan menikah dengan artis tsb, tapi ternyata sang wanita dikabarkan menikah dengan pria lain. Saat aku mengetahui kabar pernikahan artis wanita tsb dengan salah satu anggota salah satu band ternama aku bukannya bahagia, aku malah nangis, aku menyayangkan ketidakbersamaan artis wanita yang aku maksud dengan Samuel, kemudian aku inget Samuel, pria yang dikabarkan telah lama menjalin kasih dengan artis tsb. -> Waktu menuliskan ini, aku masih sempet nangis. Entah kenapa aku nangis buat Samuel, dia kenal ama aku aja ngga, aku juga belum pernah ketemu aktor tsb, hanya adik aku yang wanita pernah melihat langsung aktor sekaligus bintang iklan tsb di sebuah taman permainan. Sejauh ini, mungkin bagi aku tidak mudah untuk setia, namun demikian aku tetap heran dan bingung dengan hubungan Samuel dan artis wanita yang aku maksud, mereka seagama, sama-sama non Muslim, lama menjalin kasih tetapi sang wanita malah menikah dengan orang lain, aku jadi bertanya-tanya, dimana kesetiaan? dimana kesetiaan? dimana kesetiaan? ->Untuk artis wanita dan pasangannya yang aku maksud, maaf aku mengungkapkan hal ini, harap maklum. Oia semoga Samuel dengan kekasihnya saat ini, Franda, dapat segera menikah. Sejauh ini, pasangan selebritis yang di dalam hati aku sepertinya turut berbahagia mengetahui bahwa mereka telah lama menjalin kasih lalu menikah adalah Glenn Alinskie dan Chelsea Olivia. Sangat disayangkan mereka non Muslim. Semoga Allah mengaruniakan kepada Samuel, Franda, artis wanita yang aku maksud dan pasangannya, serta Glenn Alinskie dan Chelsea Olivia hidayah iman Islam. Aamiin.

Aku ingin mengucapkan terima kasih untuk Gracia Indri yang aku beberapa kali melihatnya membawakan acara di bulan Ramadhan 1437, ia terlihat mengenakan pakaian yang sopan berupa kaftan/gamis terlebih yang berwarna putih. Sepertinya mengenakan kain kudung penutup kepala lebih baik. Semoga Allah mengaruniakan kepada Gracia Indri dan keluarganya hidayah iman Islam. Aamiin.

->Aku berharap semoga kekafiran, kemusyrikan, tahayul, bid’ah, khurafat, kemaksiatan dan kemungkaran lainnya dilenyapkan dari dunia ini, berganti dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Sebagai informasi, aku pernah menanyakan terkait kejanggalan “manusia harimau” ini kepada saudara aku yang merupakan seorang Ustad, menurut saudara aku tersebut, keanehan-keanehan tsb sebaiknya dihindari, karena memang dikhawatirkan melanggar aturan Islam. Kemudian Ustad pun menyatakan hal yang intinya bahwa mengenai Padjadjaran, mengetahui sejarah boleh, hanya jangan sampai terbawa pada kehidupan masa lalu, tapi lihatlah ke depan, melangkah ke depan. Meskipun kerajaan Padjadjaran telah tiada, menurut pendapat saudara aku tersebut, Padjadjaran dapat diredefinisi sebagai menyusun manusia agar berjajar, bersatu dalam shaf-shaf yang rapi untuk membentuk kehidupan yang madani tentunya kehidupan madani yang Islami, sesuai syariat Islam.


Aku sempat menonton sinetron “Centini”, waktu itu aku terkadang menonton sinetron tsb karena sang pemeran utama seringkali berpenampilan sopan, menggambarkan sosok pramuwisma yang baik dan santun. Beberapa nama pemeran sinetron “Centini”: Dewi Perssik, Lian Firman, Jonathan Frizzy, Wina Zulfiana, Baim Wong, Vonny CorneliaSalwa AzisGiovanni L.TobingFanny Fadillah dll. Sorce: Wikipedia.
Semoga bila ada sinetron seperti ini, para pemeran yang merupakan non Muslim dapat mengenakan busana menyesuaikan busana syar’i sedangkan para pemeran yang merupakan Muslim dapat berbusana Muslim syar’i.

Aku adakalanya masih menonton sinetron, salah satunya “Anugerah Cinta” yang Roger Danuarta ikut berakting dalam sinetron tsb. Dalam sinetron tsb tokoh utamanya terlihat sangat sabar. Hanya ada banyak tokoh yang jahil/jahatnya keterlaluan, melelahkan nontonnya. Kemudian, hampir seluruh tokoh wanitanya berbusana minim, tidak menutup aurat dengan baik. Baiknya sinetron ini lebih banyak mencontohkan kebaikan dan kesederhanaan, karena orang kaya pun dapat saja gaya hidupnya bersahaja/sederhana. Semoga jalan ceritanya lebih baik dan semoga para pemeran yang merupakan non Muslim dapat mengenakan busana menyesuaikan busana syar’i sedangkan para pemeran yang merupakan Muslim dapat berbusana Muslim syar’i.
Catatan: suka peran dokternya, baik. Dokternya diperanin sama Roger Danuarta. Paling bete kalo ada dokter atau perawat yang galak atau jutek, udah kita sakit digalakin atau dijutekin, rasanya pengen mati aja, eh harusnya pengen cepet sembuh. Semoga ga ada peran PHU (Perusak Hubungan Orang) ya.
FYI ini bukan sinetron tapi beneran: “Roger makasi ya, sengaja/ngga, kamu suka bikin aku senyum dan semangat saat aku sakit. Tex tau qo soal hal ini.”
Hanya saja, sebagai pengingat bagi aku dan kaum Muslimin, Muslimah baiknya diperiksa oleh dokter Muslim, kecuali terpaksa atau tidak ada dokter lagi.



Selanjutnya mengenai film “Assalamu’alaikum Beijing” yang dibintangi Morgan Oey dan Revalina Estemat. Menurut pendapat aku, film ini termasuk film yang baik dan menghibur, walaupun terdapat hal-hal yang tidak aku setujui, seperti adanya tarian yang memang merupakan budaya setempat, hanya saja budaya tsb bukan budaya Islami. Para aktor dan aktris dalam film ini juga memainkan peran masing-masing dengan baik. Film ini juga berhasil mengobati kekecewaan aku setelah adanya film Islami tapi sangat mengecewakan seperti film yang bertemakan “ga jadi masuk Islam”, untunglah karakter utama pria di film“Assalamu’alaikum Beijing” ini diceritakan masuk Islam, alhamdulillah. Semoga tokoh utama film ini yang merupakan non Muslim benar-benar mendapat hidayah Allah untuk masuk dan memeluk Islam. Aamiin.

Dulu Revalina termasuk artis favorit aku yang beberapa fotonya sempat aku kumpulkan. Semoga Reva dapat mengenakan hijab syar’i untuk meraih ridha Allah. Kemudian Morgan Oey,  dulu merupakan salah satu personel favorit aku dalam sebuah boyband. Sekarang aku tidak setuju boyband terlebih karena biasanya mereka menari-nari, dalam Islam, sebaiknya pria tidak menari-nari. Aku lebih setuju band musik, penampilan dan berbagai aspeknya sepatutnya sesuai syariat Islam.
Kembali mengani film, ada jenis film Islami yang bagi aku sangatlah mengecewakan salah satunya yakni film bertemakan menentang poligami. Astaghfirullah. Berharap di dunia ini ada yang membuat film mengenai dukungan bahkan propaganda poligami sesuai syariat Islam.

-> Aku harap, film-film yang ada dapat dibuat sesuai syariat Islam. Seluruh aspek kehidupan dapat berjalan sesuai syariat Islam.

Tulisan ini dibuat sejak beberapa waktu lalu dengan maksud seperti yang telah aku jelaskan di atas, hanya tulisan ini terpacu untuk segera dipublikasikan setelah terdapat seorang artis wanita yang meminta maaf kepada sesama artis, yang dahulu merupakan sahabatnya, yang dikabarkan telah ia dzalimi. Aku sempat sekilas menyaksiakan tayangan tersebut dan aku sempat meneteskan air mata, sedih, terharu. Aku tidak tau motif/niat asli artis tersebut meminta maaf, hanya sebagai sesama Muslim, aku harus berhusnudzon, berprasangka baik, bahwa artis tersebut telah berbuat baik dengan meminta maaf kepada orang yang disinyalir merupakan Muslimah yang telah ia sakiti. Aku berpikir bahwa begitulah sikap seorang bangsawan terlebih ia Muslim memang seharusnya bersikap baik dan ksatria sesuai syariat Islam. Mungkin apa yang aku sarankan terkait perkara yang dialami artis tersebut dapat dipertimbangkan, untuk hal yang sesuai syariat Islam semoga dapat dilaksanakan. Aku mengingatkan diri sendiri dan artis yang aku maksud untuk dapat istiqomah berhijab syar'i guna meraih rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat.

->Oia aku pribadi masih khawatir dengan perilaku aku yang belum baik, hanya aku teringat salah satu saudara aku yang menasihatkan bahwa bangsawan tidak berhianat, maksudnya bangsawan tidak boleh berhianat, harus setia dalam kebenaran. Dalam Islam, sesama Muslim tidak boleh saling menghianati.

Terkait film yang berkaitan dengan seni dan para artis. Aku sering sedih dan bingung melihat perilaku banyak artis yang diri mereka dilihat atau diperhatikan oleh banyak orang tetapi akhlak mereka tidak dapat menjadi teladan di jalan Allah. Kadang, aku juga sedikit kecewa jika salah satu anggota keluarga aku marah kepadaku jika aku berprilaku nakal, aneh, atau maksiat, beliau menyatakan kepadaku “Kamu bukan artis jadi kelakuan jangan kayak artis!”, pas giliran aku berusaha berbuat baik di jalan Allah sesuai kemampuan aku, berulangkali beliau terlihat kurang mensupport. Giliran ada artis yang kerap berbusana sexy lalu melakukan hal baik macam sedekah, beliau menyatakan pernyataan dan pertanyaan yang intinya “Ada orang yang terlihat seperti ahli maksiat tetapi masuk surga, ada orang yang terlihat seperti ahli ibadah tetapi masuk neraka. Mungkinkah orang ini?” Astaghfirullah. Aku jadi ingin melontarkan pertanyaan retoris, memangnya hanya artis yang bisa maksiat dan bisa sedekah? Memangnya mesti sedekah cash puluhan bahkan ratusan juta dulu baru bisa memasukan seseorang ke surga? Aku setuju sedekah, tetapi aku tidak setuju maksiat.
Menurut pendapat aku, walaupun pernyataan Rasulullah Muhammad saw benar adanya, bahwa intinya “Banyak orang (Muslim) yang sepertinya terlihat ahli maksiat tetapi masuk surga, banyak orang (Muslim) yang terlihat seperti ahli ibadah tetapi masuk neraka”, namun demikian manusia juga sepatutnya mengetahui bahwa terdapat ancaman-ancaman dan siksa Allah untuk para pelaku maksiat, jadi walaupun kita tidak dapat menjadi manusia sempurna, kita khususnya kaum Muslimin sepatutnya berhati-hati dari perbuatan maksiat, karena kita tidak mengetahui pasti apakah kita akan masuk surga atau masuk neraka terlebih dahulu. 

->Sedapat mungkin aku melakukan amal ibadah untuk meraih ridha Allah. Hanya saja, dalam berkehidupan adalah wajar untuk saling menghargai kebaikan di jalan Allah, belajar untuk saling menghargai kebaikan di jalan Allah sepatutnya dimulai dari keluarga.

Mengenai neraka, beberapa waktu lalu aku pernah bermimpi aneh, aku berada di tepi jurang neraka yang hawanya sangat panas (bahasa Sundanya: ngaheab), api neraka merah dan orange menyala mengalir lambat namun sangat melimpah.  Di dalam aliran api tersebut, aku melihat kumpulan foto para artis, banyak artis, dan foto artis yang paling atas (tokoh utamanya) adalah -maaf- Baim Wong. Aku sedih melihat hal tersebut, dan walaupun dalam keadaan takut dan gentar melihat bara api neraka yang menyala dan membara, demi menyelamatkan Aa Baim Wong dan kawan-kawan artisnya, aku rela terjun ke neraka! Masya Allah. Aku terjun ke neraka sambil berteriak-teriak meminta tolong, dan ternyata tidak ada seorangpun yang menolong, kecuali Allah. Tahukah pembaca, ternyata ketika aku menerjunkan diri ke dalam neraka dan menginjakkan kaki aku di atas lahar dan bara api neraka sambil terus meminta pertolongan, mungkin semestinya aku meminta pertolongan kepada Allah swt, ternyata api neraka tersebut menjadi dingin, dan sama sekali tidak melukai tubuh aku sedikitpun, alhamdulillah, sampai akhirnya aku berhasil menyelamatkan foto Aa Baim Wong beserta foto-foto seluruh artis yang ada di dalam gojolak api tersebut. Oia walaupun di dalam mimpi tersebut, atas izin Allah, neraka apinya telah menjadi dingin dan tidak membakar tubuh aku, tetap saja, aku sangat buru-buru ingin keluar dari neraka yang apinya tidak lagi membahayakan bagi aku, karena tetap saja, neraka terlihat sebagai tempat penyiksaan yang mengerikan dan memilukan hati.

Mimpi yang benar dari Allah, sedangkan mimpi yang salah dari setan. Hanya aku sempat heran kenapa diantara sekian banyak foto artis yang aku berusaha selamatkan dari neraka, tokoh utamanya musti Muhammad Ibrahim Wong (Baim Wong), padahal saat mimpi tersebut aku masih sayang sama seseorang aktor dan masih mencintai seorang desainer, mereka non Muslim, yang aku tidak perlu sebut nama mereka mungkin orang bisa mengetahui.

Sesungguhnya Allah adalah baik, tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang yang beriman dengan apa yang diperintahkan kepada para Rasul." [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, "Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 2", hal. 416.] 

6. Demi yang mengutus aku dengan hak. Allah tidak menyiksa orang yang mengasihi dan menyayangi anak yatim, berbicara kepadanya dengan lembut dan mengasihi keyatiman serta kelemahannya, dan tidak bersikap angkuh dengan apa yang Allah anugerahkan kepadanya terhadap tetangganya. Demi yang mengutus aku dengan hak. Allah tidak akan menerima sedekah seorang yang mempunyai kerabat keluarga yang membutuhkan santunannya sedang sedekah itu diberikan kepada orang lain. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Ketahuilah, Allah tidak akan memandangnya (memperhatikannya) kelak pada hari kiamat. (HR. Athabrani) [Dr. Muhammad Faiz Almath, "1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad.", hal. 256.] 

-> Aku seram dengam ancaman Allah di dalam Al Qur’an, lihat At Taubah (9): 68, yang intinya bahwa orang munafik dan orang kafir kekal di dalam neraka jahannam. Ya Allah, selamatkan hamba dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat.
->Terima kasih aku ucapkan kepada para artis terutama artis Muslim yang telah bersikap baik terlebih sikap yang sesuai syariat Islam. 
-> Maaf, terkait terjemah hadits di atas, redaksi untuk pernyataan ini aku revisi sebagai berikut: Aku menghimbau bahwa untuk artis atau siapapun Muslim yang berniat baik bersedekah, sedapat mungkin sedekah adalah hasil dari usaha yang hallal dan thayib sesuai syariat Islam, mudah-mudahan dapat bersedekah karena Allah di jalan Allah, semoga Allah menerima sedekahnya dan semoga sedekahnya menjadi wasilah untuk meraih taufiq dan hidayah-Nya agar bertaqwa kepada Allah.
Hendaknya patut diperhatikan pula mengenai terjemah hadits yang menerangkan bahwa sedekah hendaknya diutamakan kepada keluarga/saudara Muslim yang membutuhkan baru kepada orang lainnya yang membutuhkan. Semoga Allah meridhai di dunia dan di akhirat.
-> Para artis Muslim khususnya Muslimah diharapkan dapat mengenakan hijab syar'i untuk meraih rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat. Para artis non Muslim diharapkan dapat mengenakan pakaian sopan, menyesuaikan dengan aturan Islam.
-> Aku berdoa untuk diri aku (yang bukan artis) dan seluruh artis Muslim yang namanya tertera dalam tulisan ini maupun yang namanya tidak tertera dalam tulisan ini serta kaum Muslimin seluruhnya: Semoga Allah mengasihani kita yang penuh dosa ini. Semoga Allah mengaruniakan taufiq dan hidayah-Nya untuk kita semua agar bertaqwa kepada Allah, untuk meraih ridha Allah di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Yang pasti, aku pikir manusia tidak dapat bermain-main dengan neraka yang dikabarkan panasnya 70 kali lipat panas api di dunia bahkan lebih. Hanya Allah yang mengetahui pasti mengenai orang yang telah pasti masuk surga, meskipun, Allah memberitahukan dalam Al Qur’an dan Al Hadits mengenai segelintir nama-nama orang tertentu yang memang mereka ditetapkan untuk memasuki surga. Sedangkan kaum kafir diberitakan ditempatkan di neraka:

"Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." [Al Baqoroh (2): 39]

"Demi Zat Yang jiwa Muhamamd berada di tangan-Nya, tidaklah seorang pun dari umat ini, baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar tentang (risalah)ku, kemudian ia mati dalam keadaan tidak beriman kepada risalah yang aku diutus dengannya, melainkan ia akan menjadi penduduk neraka." (HR. Muslim no. 218)  [Al Ilmu, 04, Akidah 1437 H/2015 M]


2. Perbuatan dosa mengakibatkan sial terhadap orang yang bukan pelakunya. Kalau dia mencelanya maka bisa terkena ujian (cobaan). Kalau menggunjingnya dia berdosa dan kalau dia menyetujiuinya maka seolah-olah dia ikut melakukannya. [Dr. Muhammad Faiz Almath, “1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad”, hal. 128.]

Terkait dosa dan maksiat, jika perbuatan dosa dan maksiat dibiarkan merajalela, kehidupan akan semakin kacau dan dapat membuat Allah murka, dengan demikian menurut pendapat aku maksiat haruslah diberantas, syariat Islam ditegakkan untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat.


Terjemah Al Qur'an sebagai pengingat khususnya bagi diri sendiri terkait mencintai sesuatu atau seseorang yang tidak sesuai syariat Islam:

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu 106) mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.

Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka. [Al Baqarah (2): 165-167]

106) Yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang menyembah selain Allah.

dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah.
[Al Muddatstsir (74): 5]

->Sebenarnya sejak lama sangat banyak yang ingin aku sampaikan, hanya kemampuan aku terbatas termasuk untuk merangkai kata-kata terutama agar tulisan sesuai syariat Islam. Aku menyetujui pernyataan yang pernah dinyatakan oleh salah satu dosen aku bahwa "writing is pain", namun demikian aku pun berpikir bahwa "writing is often a pain killer." Hanya saja aku butuh waktu yang panjang untuk menulis. Terima kasih untuk yang telah membawakan inspirasi namun belum atau tidak dapat aku sebutkan satu per satu. 
Terima kasih aku ucapkan diantaranya kepada berbagai akun Belajar Tauhid (Facebook), berbagai station televisi khususnya yang menayangkan film dan sinetron.
Aku juga mengucapkan terima kasih kepada para aktor maupun aktris yang telah berusaha apalagi yang telah berusaha keras menyiarkan Islam, menyiarkan kalimat tauhid serta syariat Islam. Oia aku tentunya tidak menyetujui terkait para aktris (bahkan diri sendiri yang bukan artis) bila berkerudung namun tidak/belum syar'i, namun aku kerap berpikir 'Aku harus berterima kasih sama mereka, masih untung mereka mau mengenakan baju Muslim dan kerudung.' hanya saja sebagai pengingat bagi diri sendiri, para aktris dan para Muslimah, kerudung itu harus menutupi dada sesuai perintah Allah, kemudian dalam Islam terdapat larangan mengenakan warna zafran (warna kuning kunyit, warna kuning mencolok, warna yang juga terlarang untuk pria Muslim), sedapat mungkin hidari pula warna mewah lalu warna mencolok yang dapat menarik perhatian kaum pria. Aku pribadi lebih memilih warna gelap, kain polos warna gelap atau batik warna gelap, warna favorit aku saat ini hitam serta (warna terbaik dalam Islam), putih. Sedapat mungkin aku dan kaum Muslimin berbusana Muslim syar'i.

Semoga Allah mengaruniakan kepada para non Muslim hidayah iman Islam. Semoga Allah mengaruniakan kepada aku dan kaum Muslimin taufiq dan hidayah untuk bertaqwa kepada Allah. Semoga Allah menegakkan kalimat tauhid, kemudian menegakkan syariat Islam dan khilafah Islamiyyah di muka bumi ini dalam berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Wallahu’alam.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
 



13141516.06.2015 -> 25262729 Sya’ban 1436 H.
07.08.2015 -> 21 Syawal 1436 H.
1718.12.2015 -> 06 Robiul Awal 1437 H.
Revisi:
1920232431.12.2015 -> 0708111219 Robiul Awal 1437 H.
293031.01.2016 -> 18/19/20/21 Robiul Akhir 1437 H.
0102030407.02.2016 -> 21/22/23/24/25/27/28 Robiul Akhir 1437 H. 
10131923242526.02.2016 -> 0102051015161718 Jumadil Awal 1437 H.
010203040506070809.03.2016 –> 2123242526272829 Jumadil Awal 1437 H
0918232425.03.2016 -> 010914151617 Jumadil Akhir 1437 H
0108.04.2016 -> 232430 Jumadil Akhir 1437 H
152229.04.2016 -> 071421 Rajab 1437 H
06.05.2016 -> 28 Rajab 1437 H
192023242526272829.05.2016 -> 1317181920212223 Syaban 1437 H
010203.06.2016 -> 2627 Sya'ban 1437 H
101115161718202122242728.06.2016 -> 05060711111121315171923 Ramadhan 1437 H
17181929.07.2016 -> 131424 Syawal 1437 H
121321.08.2016 -> 091119 Dzulqodah 1437 H
21.10.2016 -> 21 Muharram 1437 H






0 komentar: