Haramnya Tato


Dari Abdullah bin Mas’ud Radiyallahu Anhu, Rasulullah bersabda:

“Allah melaknat wanita yang membuat tato (pada kulitnya) dan wanita yang meminta dibuatkan tato, yang mencukur alisnya dan wanita yang meminta direnggangkan giginya untuk mempercantik diri, yang mereka semua merubah ciptaan Allah.” (Muttafaqun Alaih) [Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah, Penerjemah M. Abdul Ghoffar, Fiqih Wanita Edisi Lengkap. Pustaka Al-Kautsar, Jakarta: 2008.]

->Tato yang diharamkan merujuk pada tato permanen atau rajah.

Tulisan ini  sudah lama aku buat, sekitar tahun 2010, hanya aku aga kesulitan merampungkan kisahnya. Orang yang membawakan inspirasi untuk tulisan ini adalah seseorang yang saat awal tulisan ini dibuat, aku sebut dia intinya sebagai seorang yang sangat aku cintai, kini aku sebut "that person". Hanya aku benar-benar tergerak menuliskan mengenai larangan tato setelah ada seorang bintang lapangan hijau yang tangan kanannya bertato. (Tatonya) “it boy” ngingetin aku sama tokoh utama tulisan ini, yang dulu waktu pertama aku tau dia, kelihatannya tangannya bersih dari tato tapi sayangnya belakangan tangan kanannya terlihat dihiasi tato. Berikut kisahnya:

Ada bintang baru di dunia persepakbolaan (aku nulis ini bukan karena aku nge-fans sama “it boy” itu), adik aku yang perempuan suka banget sama bintang baru lapangan hijau tersebut. Kalo ada tayangan mengenai sang bintang di tv, adik kecilku itu suka berisiiiiik, nampak seneng dan berbinar-binar sambil berceloteh berikut ngikutin gesture sang bintang, ditambah dengan aturan yang diproklamirkan oleh adikku itu, agar siapapun tidak memindahkan channel tv sampai tayangan mengenai sang bintang selesai ditayangkan. Dan parahnya, adik kecilku itu dulu tidak suka tayangan infotainment, yang dia suka adalah film untuk anak-anak. Adikku suka protes kalo aku sesekali nonton acara infotainment, tapi semenjak sang bintang muncul di acara infotainment, adikku jadi rajin menonron acara infotainment, untungnya adikku hanya mau menonton tayangan yang ada info mengenai sang bintang dan rekan-rekannya. Kalo tayangan mengenai sang bintang dan rekan-rekannya sudah selesai, biasanya dengan segera adikku memindahkan channel.

Karena adik kecil aku sering menonton tayangan mengenai sang bintang, lama-lama adik kecilku pun menganggap tatonya sang bintang itu keren dan mulai berimajinasi punya tato, nampak dari sikapnya yang terlihat bangga waktu mengenakan kaos tangan tiga perempat yang bagian lengan kanan kaosnya terkena lunturan, lunturannya itu ngebentuk fragmen-fragmen abstrak yang memang masuk akal kalo diibaratkan atau diimajinasikan sebagai tato. Waktu itu Mama (Umi) aku menegur my lil’ sista, kurang lebih seperti ini “Sayang, qo baju kena lunturan dipake sih? Jangan dipake dong, kecuali kalo mau tidur.” Lalu adik kecilku dengan bangga menjawab “Ga apa-apa dong, Ma… kan biar kaya si ‘bintang lapangan’, tangannya ada tatonya”. Aku yang juga ada bareng Mama (Umi) and my lil’ sista langsung berteriak di dalam hati “Tidaaaaa!”

è FYI ada efek negatif sekaligus positif dari televisi dan artis/ public figure, efek negatifnya adik aku yang saat itu masi tergolong anak-anak, meskipun dalam Islam usianya saat itu sudah memasuki usia baligh (10 tahun), mulai mengidolakan seseorang hanya karena ketampanannya yang dia liat melalui televisi. Efek positifnya dia terpacu untuk membuat karangan (walaupun penempatan huruf kapital dalam tulisannya masi belum tepat), menuliskan apa yang dia lihat dan rasakan dalam bentuk karangan meskipun hanya satu paragraph. Saat itu adik aku juga sudah bisa menuliskan alasan dia menyukai seseorang beserta kritik untuk orang yang dia sukai itu. Beserta adik aku tidak lupa menuliskan mengenai Mama tepatnya penampilan sang Mama dari orang yang ia kagumi, penampilan memakai penutup kepala, nampak seperti wanita Muslim berkerudung. Aku pribadi terpikir menulis karangan seperti itu yang berisi ungkapan perasaan suka dalam bentuk paragraph yang terdapat unsur: what, who, why (also where,when and how) berikut terdapat kritik untuk orang yang disukai sepertinya baru pas kuliah. -> Telat banget ya? -> Waktu SMU aku lebih suka mengekspresikan perasaan suka aku terhadap seseorang melalui gambar dan info singkat yang tidak berupa paragraph utuh.

Kembali mengenai tato, alhamdulillah, setelah berulang kali diberitahu, adik kecil aku paham bahwa tato terlarang dalam Islam. Prestasi si bintang lapangan bisa menjadi contoh, tetapi jangan sampai tatonya juga dicontoh oleh para penggemar. Anw bintang lapangan muda bertato itu sempat membuat aku bertanya-tanya dengan pertanyaan berikut ‘si bintang lapangan itu Muslim bukan ya?’ Bintang lapangan muda tersebut merupakan seorang Arab-Belanda.
Source: Wikipedia.

Beralih ke pengalaman aku terkait tato. Dari kecil aku tidak suka melihat orang bertato khususnya pria bertindik dan bertato. Buat aku, kesan orang bertato adalah jahat, berandalan lalu tidak taat terhadap agama/ berani melanggar aturan agama terutama bagi yang beragama Islam. Kesan ini muncul mungkin karena di keluarga aku memang terdapat larangan bagi seluruh anggota keluarga yang pria untuk ber-piercing (tindik) dan bertato, larangan bertato juga berlaku bagi seluruh anggota keluarga yang wanita. Namun demikian waktu kecil awalnya aku tidak anti dengan tato temporer, karena saat itu adakalanya aku pake tato temporer atau tato tempel. Ada masa ketika kecil aku dan adik aku senang jika memakai tato tempel hadiah dari premen atau makanan ringan, dulu rasanya keren saat mengenakan tato tempel. Tetapi hal tersebut tidak diamini oleh keluarga aku, terutama salah satu saudara aku yang merupakan anggota kepolisian yang sekarang sudah menghadap Illahi. Saat beliau masih hidup, meskipun beliau intel tetapi beliau bukan intel yang berdandan ala preman, dan beliau selalu menegur kami jika kami kedapatan mengenakan tato, alasannya adalah kulit kami akan terlihat kotor dan nampak seperti penjahat atau berandalan. Aku berterima kasih atas didikan baik yang beliau terapkan, semoga Allah mencurahkan rahmat dan maghfirah-Nya kepada beliau. Aamiin. Selain saudara aku yang kini almarhum, yang sering melarang kami bertato adalah Umi, Umi menjelasakan lebih detail bahwa Umi khawatir dengan memakai tato tempel tersebut dapat menjadi kebiasaan yang terbawa hingga besar yang dapat saja menginspirasi kami mengenakan tato/ rajah permanen, sedangkan dalam Islam tato dilarang, Allah melarang tato. Hal ini sangat membekas dalam ingatan kami, bahwa tato terlarang, haram, Allah melarang tato.

Kemudian, yang membuat aku tidak suka orang bertato khususnya pria bertato adalah mungkin waktu kecil aku pernah meliat preman pasar atau preman terminal yang bertato, pernah meliat residivis bertato yang pernah mencuri di rumah yang aku tempati atau mungkin pernah diganggu preman bertato yang sedang mabuk. Yang pasti pengalaman tidak menyenangkan yang masih aku ingat dengan baik berkaitan sama cowo bertato terjadi sekitar tahun 2007 di bus ekonomi jurusan Sukabumi-Bandung. Waktu itu aku -ditemani adik laki-laki aku – harus berangkat sangat pagi sekali, dan bus paling pagi adalah bus ekonomi bukan bus AC, bus ekonomi memang rawan dan tidak senyaman bus AC. Sebelum pintu tol Padalarang, ketika aku dan adik aku akan turun dari bus untuk melanjutkan perjalanan untuk menaiki bus berikutnya menuju Jatinangor, tiba-tiba di dalam bus yang penuh sesak itu, aku melihat ada seorang laki-laki di dekat pintu belakang yang dengan santai dan berhati-hati merogoh kantong celana adik aku dan berusaha mengambil hand phone  (hp) yang ada di kantongnya tersebut. Adik aku saat itu sedang membawa monitor komputer yang cukup besar dan berat, tidak sadar bahwa hp-nya sedang dalam proses berpindah tangan. Saat melihat kejadian tersebut, tiba-tiba Allah memberikan kekuatan kepada aku hingga tangan aku reflex berani memukul tangan pencopet itu, laki-laki tinggi, hitam dan kekar dan aku meliat tangan pencopet itu bertato! Ada beberapa tato dengan ukuran yang bervariasi, mungkin tanda komunitas atau entahlah yang jelas pencopet itu kaget, melepaskan tangannya yang udah berhasil megang bagian atas hp adik aku, dia juga terlihat marah. Aku pun kaget campur kesal dan langsung menarik adik aku sambil berkata “Cepet turun! Cepet turun!” (saat itu aku khawatir si pencopet melakukan serangan balik, bisa berabe kan…), adik aku yang sedang repot membawa beban berat terlihat heran melihat sikap aku yang sangat tergesa-gesa dan emosi, adik aku tidak menyadari akan apa yang sedang terjadi, untungnya adik aku menurut untuk segera turun dari bus.

->Pantas saja, kernet bus bercerita dengan suara kencang mengenai pencopet di bus seolah-olah memberikan isyarat peringatan kepada para penumpang. Kernet tersebut menceritakan hal yang intinya bahwa kerap terjadi pencopetan di bus namun pihak bus tidak berani menggagalkan apalagi menangkap pencopet karena biasanya bus akan dilempari oleh komplotan pencopet hingga mengalami kerusakan biasanya pada bagian kaca maupun badan mobil.

Alhamdulillah, aku dan adik aku selamat dari gangguan pencopet bertato tadi, termasuk hp adik aku pun masuk lagi ke dalam kantong celananya seperti semula. Setelah turun aku segera minta adik aku mengamankan hp-nya supaya disimpan di tempat yang lebih aman, sambil aku menceritakan apa yang telah terjadi. Aku dan adik aku sangat bersyukur diselamatkan oleh Allah. Semoga Allah selalu menyelamatkan aku dan seluruh keluarga aku dimanapun kami berada, di dunia maupun di akhirat. Aamiin yaa rabbal alamin.



Kalung, Gelang, Piercing, dan Tato

1639. Dari Ibn ‘Abbas ra, dia berkata: ”Rasulullah saw melaknat orang-orang laki-laki yang menyerupai perempuan 333 dan orang perempuan yang menyerupai laki-laki.”
Dalam satu riwayat: “Rasulullah saw melaknat orang laki-laki yang meniru perempuan dan perempuan yang meniru laki-laki.” (HR. Bukhari)
333 مُخٓنّٓثadalah laki-laki yan berlagak banci menyerupai perempuan dalam gerakan dan ucapan-ucapan-nya
[Imam Nawawi, Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 2, hal. 637]


Tato mungkin awalnya memiliki fungsi terkait kepercayaan, namun sepertinya sekarang terdapat perluasan bahkan pergeseran fungsi tato, banyak orang merajah atau mentato tubuh sebagai bagian dari fashion. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai tato, aku bermaksud membahas mengenai kalung, gelang dan piercing. Aku membahas mengenai kalung, gelang dan piercing ini dikarenakan aku berpikir bahwa pria meskipun mungkin ini tidak terjadi pada semua pria dengan kalung, gelang maupun piercing namun aku berasumsi bahwa pria yang mengenakan kalung, dilengkapi gelang, memiliki kecenderungan untuk mengenakan piercing, dan pria yang mengenakan kalung, gelang, dan piercing memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk bertato. Dalam Islam, tidak dibenarkan pria mengenakan kalung, gelang dan piercing ini karena hal tersebut menyerupai wanita.

Terkiat kalung, gelang dan piercing ini, aku teringat pria-pria yang pernah aku sukai, sayangi atau mungkin aku cintai:



“The Extraordinarily Sweet Boy” and “The Hero”

Seperti saat di SD pertama aku bersekolah, di SD kedua aku bersekolah, aku pernah sangat menyukai dua orang pria teman aku. -> Ternyata dari SD aku kerap suka terhadap dua pria. Pria pertama adalah teman aku seorang Sunda, ia cukup pandai, iasangat jago dalam berbagai permainan anak-anak, ia baik dan trampil. Dia pernah mengajari dan membantu aku, dengan SABAR, membuat kriya semacam bunga dari pita, anyaman, bintang dan bacang dari sedotan, in favor of that, I thought that he was an extraordinarily sweet boy, and till today, I never forget this memory. Pria berikutnya, teman aku dan teman dari “the extraordinarily sweet boy”, seorang pria Jawa-Sunda, sepengetahuan aku, pria ini baik, pintar, jago dalam permaianan anak-anak, bisa bela diri, aku juga suka pria ini. Pria ini cenderung menjaga aku, sabar menjaga aku. Saat SD itu, ada saat dimana jika aku ditanya mengenai pacar, diam-diam aku suka sebut nama “the extraordinarily sweet boy” atau nama temannya yang aku sebut “my hero” (ups). -> One thing that may be people especially the people around me should know that aku dan “the extraordinarily sweet boy” dari kecil sampai saat ini hanya berteman, tetapi dengan “the hero or my hero” yang sedari kecil kami berteman baik, dulu ia kerap main di rumah keluarga aku, ketika beranjak dewasa kami sempat menjalin kasih, kami cinlok (cinta lokasi) dalam suatu kegiatan sekolah SMU. Oia saat kami menjalin cinta sesaat itu, aku ragu apakah pria yang aku maksud telah memiliki kekasih, seorang wanita adik kelas aku, dan sepengetahuan aku ada pula wanita lain yang mungkin –sangat- mencintai pria ini. Siapapun wanita kekasih dari pria yang aku maksud saat itu, mungkin salah satu adik kelas aku, aku minta maaf ya. I am sorry for “borrowing” your boy friend -at that time- for a night and a few days without your permission..

->Kita kembali ke soal tindik. Beberapa waktu lalu, saat aku mengunjungi rumah salah satu assistant dari saudara aku, ternyata aku bertemu “the extraordinarily sweet boy” who has become a guy, dan aku kaget ternyata sekarang berpiercing. Mengetahui hal tersebut aku kecewa dan aku sempat langsung mengutarakan ketidaksetujuan aku yang aku maksud kepada teman masa kecil aku tersebut. Aku senang dan bersyukur dia tidak marah, dia menjawab dengan baik-baik, ramah dan santun. Alhamdulillah. Sedangkan, pria teman aku sedari kecil hingga dewasa, mantan teman spesial aku, kami masih berteman hanya aku tidak ngeh apakah stylenya berunbah pula menjadi berpiercing, semoga saja tidak.


->Yang perlu diluruskan dari cerita ini adalah, waktu kecil aku tidak ngeh jika pacaran itu terlarang dalam Islam, dulu aku hanya tau pacaran terlarang untuk anak-anak, pacaran itu untuk orang besar/ dewasa, padahal  semestinya waktu kecil aku tahu dalam Islam tidak ada pacaran tetapi yang ada ta’aruf dan menikah sesuai syariat Islam. Serta ketika beranjak dewasa, keltika sudah mengetahui mengenai larangan pacaran dalam Islam, semestinya aku tidak menjalin cinta lokasi dengan gaya layaknya berpacaran, tapi sepatutnya aku menjaga diri sesuai syariat Islam. Semestinya, tidak ada -upaya- perselingkuhan. Jalan hidup aku mengenal dekat beberapa pria benar-benar menginspirasi aku mengenai poligami, hanya yang aku maksud tentunya poligami sesuai syariat Islam.



“A Nice Friend”


Kemudian seorang pria teman SMU aku, mungkin dia seorang Sunda-Jawa, sepengetahuan aku dia baik, pintar, ia anak teater. Jika aku tidak keliru dia juga sempat mengikuti ekskul English Conversation Club, dan aku tidak yakin apakah selain dua ekskul yang aku maksud, dia pernah mengikuti ekskul bela diri Merpati Putih. Waktu awal sekolah adakalanya dia mengajak aku mengobrol, hanya tidak ada yang terlalu serius antara aku dan pria ini, namun demikian ketika kelas 3 SMU dia adalah salah satu pria yang aku sempat memintanya untuk berfoto bersama berdua, kemudian saat perpisahan SMU, pada 06.06.2004, aku meminta izin untuk memotret dia untuk kenang-kenangan dikarenakan saat kelas satu SMU aku sempat menyukai dia. Dari foto saat perpisahan tersebut terlihat bahwa teman aku yang aku maksud mengenakan kalung, aku baru ngeh belakangan saat menngarap tulisan ini. Foto dari foto yang aku maksud aku aku lampirkan dalam tulisan ini. Foto telah diedit untuk penghilangan ciri-ciri makhluk bernyawa. Buat seseorang yang juga teman aku, yang berfoto di sebelah teman aku yang aku maksud dalam part ini, maafin ya aku foto kamu tidak aku ikut sertakan. -> Teman yang aku maksud adalah salah satu mantan kekasih dari salah satu sahabat terdekat aku dahulu yang kisahnya terkait tato termuat dalam tulisan ini.


-> Yang perlu diluruskan dari cerita ini adalah sepatutnya aku tidak begitu saja berfoto berdua dengan bukan muhrim terlebih baiknya aku membatasi pengambilan foto makhluk bernyawa.



“An Awfully Sweet Smiled Boy”

Kemudian seorang yang sepertinya pria  Sunda, ia anak basket, aku lupa apa dia juga anak teater, yang pasti dia anak pecinta alam. Aku pernah sangat menyukai pria ini meskipun secara fisik dia bukan tipikal pria yang biasanya aku sukai, pria tinggi, kurus, putih, pria yang merupakan adik kelas aku ini adalah seorang tidak terlalu tinggi, berkulit gelap, awalnya aku suka dia karena senyumnya, manis banget, lalu pria ini menurut aku mukanya “nyunda” (sangat Sunda), a sweet Sundanese. Oia kabarnya adik kelas aku ini merupkan seorang model. Hal yang sangat mengejutkan adalah saat perpisahan aku, ia dan bandnya perform, ternyata ia adalah vokalis sebuah band hardcore metal. -> Jenis lagu yang teman aku saat kuliah menyebutnya lagu kumur-kumur dan aku menyebutnya lagu muntah-muntah. Buat adik kelas aku yang aku maksud, maaf ya, di album foto aku, aku komenin foto kamu lagi nyanyi dengan komen yang intinya bahwa “kamu salah minum obat.”
Foto di atas adalah foto dari foto aku bersama adik kelas yang aku maksud, saat itu ia mengenakan kalung juga gelang. Aku pun mengenakan anting yang membuat aku nampak anak brandal. Foto diunggah sebagai barang bukti, foto aslinya diambil pada 06.06.2004 sekitar pukul 23 atau pukul 11 malam. Foto telah diedit untuk penghilangan ciri-ciri makhluk bernyawa.


Anw mungkin saat itu adik kelas aku ini memiliki kekasih wanita yang juga adik kelas aku, buat siapa pun kekasih pada saat itu dari adik kelas aku yang aku maksud, maafin ya aku saat itu suka sama kekasih kamu dan meminjamnya untuk foto bareng. Kemudian saat itu, aku sedang dekat dengan seorang pria, yang sekarang merupakan mantan pria yang pernah sangat aku cintai. Ia yang merupakan mantan kaka kelas aku yang saat sekolah ia mengikuti ekskul basket dan taekwondo, saat itu menghadiri acara malam perpisahan aku hanya tidak sampai larut malam. Aku menyukai adik kelas aku ini mhngkin karena aku mencari tipe yang secara fisik berbeda dari pria yang sedang dekat dengan aku saat itu. yang sekarang merupakan mantan pria yang pernah sangat aku cintai. Mantan pria yang pernah sangat aku cintai ini fisikly bertubuh proporsional, tinggi, cukup putih dengan wajah agak oriental, seorang Sunda Muslim. Buat seseorang I used to call him Abang, Abang maafin aku, Abang ngga ada aku malah foto berdua sama cowo lain. -> Selama bersama pria ini, aku sudah merasa terbiasa dan tidak mempermasalahkan, jika ada beberapa wanita lain yang mencintainya atau bahkan yang ia cintai.


-> Btw, biasanya aku aga marah atau bete jika tanpa sepengetahuan aku, (siapa pun) pria yang aku cintai menjalin kedekatan dengan wanita lain, tapi jika pria yang aku cintai sebelumnya memberitahu bahwa ia mencintai dan dekat dengan wanita lain, biasanya aku setuju saja bahkan mendukung baik secara langsung maupun tidak langsung. Hanya sekarang, aku berharap setiap hubungan kasih dapat berjalan sesuai syariat Islam termasuk poligami sesuai syariat Islam.

->Yang harus diluruskan dari cerita di atas adalah: Aku senang adik kelas ini punya bakat bermusik, hanya aku pikir baiknya ia beserta kawan-kawannya membawakan lagu pop atau nasyid, lagu sesuai syariat Islam. Kemudian semestinya aku berhijab syar'i. Lalu sepatutnya aku dapat membatasi pergaulan aku dengan para pria bukan muhrim, termasuk baiknya aku tidak sembarang berfoto berdua dengan bukan muhrim, semestinya aku berinteraksi sesuai syariat Islam. Selanjutnya, untuk event sekolah, seperti pergelaran seni dan perpisahan ada baiknya jika pada setiap event tersebut, para siswa senantiasa didampingi orang tua/ wali siswa. Setiap event sekolah khususnya sekolah dengan siswa mayoritas Muslim, sepatutnya sesuai syariat Islam. Semestinya tidak ada pacaran, HTS-an atau serupa itu, dilarang pula ada perselingkuhan. Jalan hidup aku mengenal dekat beberapa pria benar-benar menginspirasi aku mengenai poligami, hanya yang aku maksud tentunya poligami sesuai syariat Islam.




The Dancer

Pria yang pernah aku sayangi ini adalah seorang Muslim Tionghoa yang awal aku kenal dia saat akhir SMU, dia bergerak di bidang seni, seorang dancer. Aku dan pria yang pernah aku sayang ini beda sekolah, salah satu sahabat aku saat itu, Rika Oktariani, yang memperkenalkan aku dengan pria ini. Awal aku mengenal pria yang pernah aku sayang ini, meskipun dia anak gaul, stylenya seperti pria Muslim kebanyakan, polos tanpa kalung, maupun anting, hanya saat menulis tulisan ini, aku sempat check fotonya dan ternyata ia mengenakan gelang. Pria yang pernah aku sayang ini beberapa kali main ke rumah aku bersama kawan-kawannya, waktu itu, di rumah aku, kami ngobrol, main music (nge-jam), makan, seru-seruan. 

Ada saat dimana aku dan orang yang pernah aku sayang ini tinggal berbeda kota, aku suka banget bercerita kepada pria ini, bercerita melalui sms atau telfon, ia ramah dan menyenangkan. Suatu kali saat aku pulang ke Sukabumi, kami memutuskan untuk jalan bareng, dan saat ia menjemput ke rumah aku, di teras depan rumah keluarga aku, saat kami kembali bertemu, aku schocked setengah mati, ia yang selama ini aku kenal stylenya sewajarnya tiba-tiba berubah, berkalung dan berpiercing, dengan anting yang berkilau-kilau seperti berlian. Sementara saat itu aku sedang mulai mantap untuk mengenakan kerudung meskipun belum syar’i. Rasanya ingin menangis menyaksikan pria yang pernah aku sayang tersebut stylenya berubah sedemikian rupa, tapi saat itu tidak mungkin aku menangis, aku khawatir keluarga aku mengira aku kenapa-kenapa, and at that time I didn’t want to ruin our day or may be our date. Hanya, saat itu aku yang biasanya mengajak teman-teman atau pria-pria yang dekat dengan aku untuk mampir ke dalam rumah bertemu orang tua atau keluarga aku, kali itu sebaliknya, aku buru-buru mengajak pria yang pernah aku sayang ini angkat kaki dari rumah karena khawatir ada anggota keluarga aku yang melihat perubahan mencolok dari pria yang pernah aku sayangi tersebut. Oia sempat cukup terkesima dengan pria yang pernah aku sayang ini, karena di saat pertama kali aku melihat perubahan drastisnya, berkalung dan berpiercing, dia mengenakan baju bergambar Mickey, karakter animasi favorit aku, dulu. Maka saat itu stylenya adalah casual namun dilengkapi gelang, kalung dan piercing yang berkilauan. Untungnya, saat itu aku tidak melihat ada tato di bagian tubuh yang dapat terlihat dari pria yang pernah aku sayang tersebut.

-> Dulu keluarga aku strick banget, sedapat mungkin temen-temen maupun sahabat apalagi kekasih aku, teman-teman maupun sahabat apalagi para kekasih adik aku dan sepupu-sepupu aku tidak aneh-aneh, tidak bergelang, berkalung apalagi berpiercing terlebih bertato, kalo ada yang aneh-aneh biasanya ada yang merazia dan menegur.
FYI dulu aku suka banget karakter Mickey Mouse, dan sebelum pengalaman mengagetkan terkait perubahan pria yang pernah aku sayang yang pada saat itu berpakaian Mickey, ada pengalaman yang masih aku ingat terkait Mickey. Saat aku main ke rumah salah satu sahabat aku (perempuan), bertepatan saat hujan lebat, aku kehujanan dan pakaian aku basah. Kemudian kaka pria dari sahabat aku, yang dulu entah kenapa pernah sangat perhatian terhadap aku, memberikan bajunya yang bergambar Mickey, agar aku berganti dengan baju Mickey yang kering tersebut, menghindari masuk angin. Aku berterima kasih, hanya saja saat itu aku tidak menerima baju tersebut. Aku lupa saat itu aku memilih basah-basahan atau meminjam baju sahabat perempuan aku. Saking suka Mickey, aku dipertemukan dengan pria-pria yang aku tidak mengira mereka juga berpenampilan terkait Mickey. Btw, dulu aku sangat suka Mickey, untungnya tidak terpikir untuk membuat tato Mickey.

Singkat cerita sampai tulisan ini dibuat hubungan silaturahim aku dan pria yang pernah aku sayangi tidak berjalan terlalu baik, silaturahim kami putus begitu saja. Meskipun kami pernah tidak sengaja bertemu dalam beberapa event, kami tidak pernah saling sapa. Ada satu hal yang aku masih membuat sedikit kurang nyaman terkait pria yang pernah aku sayang ini. Jika pria yang pernah aku sayangi ini baca tulisan aku ini, aku mau bilang “Aa maafin aku ya, sepertinya ada saat dimana aku deket sama Aa tapi aku deket juga sama beberapa pria lain dan aku ngga bilang sama Aa.” “Maafin aku juga selama ini aku ngasih Aa julukan Aa “Piercingnya Ngga Nahan”, aku harap Aa ngga pake kalung maupun piercing serta mudah-mudahan dijauhkan dari tato rajah.” Aamiin.

->Umur pria yang pernah aku sayangi ini lebih tua dari aku, dia berdarah Sunda-China (Tionghoa), tapi aku ngga mau menyapa dia dengan sapaan koko maunya bilang Aa, mustinya aku menyapa dia dengan sapaan akhi.

Bagi aku adalah hal yang tidak masuk akal jika dua orang, sama-sama Muslim, yang pernah sangat dekat tapi saat bertemu tiba-tiba tidak saling sapa. Aku pikir adalah wajar jika tetap saling sapa, hanya saja mungkin pria dan wanita bukan muhrim tetap harus menjaga jarak sesuai syariat Islam. Aku tidak mau ada permusuhan antara aku dan pria yang pernah aku sayangi, terlebih kami sesama Muslim.

-> Selain no gelang, no kalung dan no piercing, ada beberapa hal lain yang harus diluruskan dalam part cerita mengenai aku dan sesorang yang pernah aku sayang ini seperti misalnya, pergaulan pria dan wanita bukan Muhrim seharusnya berjarak (dibatasi), tidak ada nge-date, yang ada ta’aruf. Mengenai menari, beberapa anggota keluarga di keluarga besar aku, baik pria maupun wanita adalah para penari, mereka penari tradisional handal. Hanya terkait menari ini, pria Muslim tidak dibenarkan nge-dance atau menari, sepertinya bela diri lebih baik atau olah raga atau olah fisik sesuai syariat Islam. Jikapun terpaksa menari, hanya sesekali menari bersama istri, dan bukan untuk tontonan. Wanita Muslimah yang ingin menari pun tarian, pakaian dan berbagai aspeknya harus sesuai syariat Islam. Baik pria maupun wanita Muslim sebaiknya berpenampilan syar’i. Lalu, kaum Muslimin sedapat mungkin menghindari gambar makhluk bernyawa.



The Musician

Pria yang pernah aku sayangi, Jeremia Edward Michael Simorangkir, seorang Batak-Palembang, aku pernah liat fotonya nampaknya dia merayakan Imlek, ia seorang non Muslim . Aku kenal pria ini saat kuliah, saat aku kenal pria ini aku tau pria ini sudah memiliki kekasih dan sebelum dekat dengan aku, pria ini sebelumnya merupakan teman dekat salah satu sahabat aku saat itu. Pria ini nice looking dan care. Meskipun kami beda agama, dia Kristen sedangkan aku Islam, dan dia telah memiliki kekasih, kami pernah sangat dekat bahkan aku kenal dengan kekasihnya tapi kekasihnya tidak mempermasalahkan kedekatan kami. Kenangan aku bersama pria ini cukup banyak, kami makan bersama, belajar bareng, jalan-jalan, merhatiin dia main music dan adakalanya aku menemani dia manggung di event musik. Style dia saat manggung aga rocker atau bishounen, tapi dalam keseharian cenderung bergaya casual mengenakan kalung, sebuah cincin menjadi gantungan kalungnya. Saat itu aku tidak keberatan dia mengenakan kalung selama kalungnya bukan kalung salib. Dari dulu aku tidak suka jika pria non Muslim yang akau sayangi apalagi yang aku cintai mengenakan kalung salib. 

Hanya suatu kali, setelah aku mengenal dia cukup lama, dia tiba-tiba meminta aku untuk mengizinkan dia berpiercing, aku aga kaget, namun saat itu tidak terlalu sport jantung seperti sebelumnya karena pria ini meminta persetujuan aku terlebih dahulu. Tentunya aku melarang bahkan seingat aku, aku merajuk kepada pria ini agar tidak bertindik. Kemudian pria ini bercerita bahwa sebelumnya dia pun sudah meminta izin kepada kekasihnya dan kekasihnya pun tidak memberikan izin terkait permintaanya untuk berpiercing. Ternyata aku dan kekasihnya satu suara menolak ide aneh mengenai tindik tersebut, maka saat itu dia memutuskan untuk mengurungkan niatnya, aku dan juga kekasihnya sangat senang waktu dia membatalkan niatnya untuk bertindik.
Setelah kejadian permintaan tindik itu, aku diantar beberapa saudara aku sempat bertandang ke daerah rumahnya, saat itu aku janji untuk bertemu dengan pria ini di daerah sekitar rumahnya, dia tinggal di salah satu kota besar Indonesia, dan aku lihat di wilayah sekitar rumahnya ada tempat tato. Saat melihat tempat tersebut, aku tiba-tiba deg-degan, aku takut banget, lalu berpikir kira-kira ‘Kemaren-kemaren dia minta izin buat ditindik jangan sampe ntar-ntar dia minta izin buat ditato.’Untungnya selama aku dekat dengan “The Musician” tersebut, permintaan untuk bertato tersebut tidak pernah terlontar, alhamdulillah. Dulu aku berpikir, it’s okay to be in love with or care more for non Moslem boy or guy, selama pria non Muslim tsb tidak bersalib, tidak berpiercing, dan tidak bertato, selama tidak aneh-aneh, tidak macam-macam.

->Yang semestinya diluruskan dari part ini selain mengenai larangan terkait gelang, kalung, piercing dan tato, adalah: pria yang pernah aku sayangi dan kekasihnya, yang sekarang menjadi istrinya, adalah non Muslim jadi aku harap orang yang pernah aku sayangi dan istrinya mau memeluk Islam. Kemudian pergaulan Muslimah dengan non Muslim terlebih dengan pria non Muslim sepatutnya sangat dibatasi.


Gara-gara peristiwa-peristiwa di atas, belakangan aku sempat berpikir ‘Jangan-jangan aku cewe yang membawa pengaruh buruk kepada pria-pria yang aku cintai ataupun aku sayangi’, changing a boy/ a guy into a bad boy/ a bad guy or making a bad boy/a bad guy getting worse, aku khawatir jika hal tersebut memang demikian. Semoga Allah menjadikan aku wanita shaleha yang dapat memberikan pengaruh baik kepada lingkungan sekitar aku. Aamiin.




The Designer

Dulu aku menyebut pria tersebut dengan sebutan yang intinya adalah seorang yang sangat aku cintai, sekarang aku juluki sebagai “that person”, seorang desainer ternama Indonesia, Tex Saverio, seorang non Muslim. Waktu pertama liat profil dia di majalah, salah satu hal yang aku suka dari dia selain senyumnya yang manis, nampak ramah, adalah stylenya, meskipun dia seorang desainer, namun tidak terlihat tato ataupun piercing, nampak simple and CLEAN, aku suka sangat. -> Apa saat itu piercing dan tatonya ngga diperlihatkan ya? Dunno. Saat itu “that person” mengenakan kalung, sehubungan bukan kalung salib maka dulu aku tertarik dengan si perancang muda tersebut. Dulu mungkin aku aga risih namun tidak terlalu mempermasalahkan jika pria mengenakan kalung selama bukan kalung salib. -> Jika sejak awal dia mengenakan atribut salib, mungkin dia hanya akan menjadi pria yang aku lihat sepintas lalu di majalah, kemungkinan besar aku enggan mencari tahu lebih lanjut informasi mengenai dia.

Setelah bertahun-tahun berlalu, sejak awal aku melihat profil perancang muda tersebut di majalah, aku mencoba mencari informasi mengenai desainer muda tersebut, aku mencoba berkenalan dengan “that person” via jejaring sosial Facebook. Setelah beberapa waktu pasca perkenalan kami, terjadi perubahan pada style pria yang saat itu sangat aku cintai tersebut. -> Why should the tears almost fall down when I was writing this part?  Dia mulai mengenakan piercing dengan atribut salib, hal ini membuat aku terkejut dan sedih. Kemudian ada pula fotonya yang memperlihatkan dia mengenakan gelang. -> Ini merupakan pengalaman kedua kalinya, aku mendapat KEJUTAN (yang tidak diharapkan) dari pria yang memiliki kesan khusus bagi aku.
Sekarang aku tidak setuju apabila pria bergelang, berkalung dan berpiercing. Oia jika pria yang aku cintai atau aku sayangi mengenakan piercing atau kalung dengan atribut salib bisa jadi aku ngadat. Adakah di dunia ini pria yang punya pengalaman diamuk sama Mba/ Ceu Siti gara-gara piercing, kalung maupun atribut salib?
Semoga Allah mengaruniakan kepada desainer yang aku maksud hidayah iman Islam. Aamin.




The Actor

Pria ini dulu sempat aku sebut intinya sebagai seorang yang aku sayang, sekarang julukan untuk dia adalah “this person”, actor ternama Indonesia, Roger Danuarta, seorang non Muslim. Aku pernah ketemu dia di lokasi pembuatan sebuah sinetron. Aku hanya ingin mengungkapakan bahwa aku kaget liat dia mengenakan kalung karena saat aku pertama ketemu pria ini rasanya dia tidak mengenakan kalung. Semoga dia tidak semakin aneh, ga usah pake kalung pun dia sudah nampak oke. -> Baru aja aku nulis harapan agar “this person” ini tidak  semakin aneh, aku sempet liat dia dengan make up fantasi di sebuah sinetron yang karena satu dan lain hal aku jarang bahkan aku hindari untuk aku tonton. Anw, aku suka muka “this person” yang terlihat sewajarnya dan tidak aneh, good looking.
Semoga Allah mengaruniakan kepada aktor yang aku maksud ini hidayah iman Islam. Aamiin.

Aku sadar, saat menulis tulisan ini aku belum menjadi wanita yang baik, shaleha dan bertaqwa, namun sehubungan dalam kehidupan aku, pria-pria yang pernah maupun masih aku sayangi atau cintai, mereka berkalung, bertindik bahkan bertato dan mereka berdarah China/ Tionghoa maka aku sempat berpikir ‘Ya Allah, kenapa orang-orang (pria-pria) Cina aneh-aneh?’
Sehubungan aku harus berkata benar dan adil, aku melakukan recalling ternyata beberapa pria non Chinese (hanya ini bukan suatu yang umum) yang pernah aku sukai ada di antara mereka yang mengenakan kalung, bahkan ada yang mengenakan piercing.

->Oia tidak semua pria bisa aku nasehati langsung agar tidak berkalung, bergelang, bertindik dan bertato. Hanya aku harap, siapa saja pria khususnya para pria Muslim yang telah membaca tulisan ini, aku harap dapat MENGERTI dan MEMAHAMi bahwa  berkalung, bergelang, bertindik dan bertato terlarang bagi pria.
Dalam Islam, tato juga terlarang bagi wanita, hanya wanita dibolehkan mengenakan cincin, gelang, kalung, dan piercing (anting) dari emas maupun bukan emas selama tidak berlebihan. Wanita sebaiknya tidak semena-mena menindik bagian tubuh. Sedangkan pria hanya dibolehkan mengenakan cincin, itu pun cincin tidak boleh terbuat dari emas, baiknya cincin berbentuk maskulin, baik pula jika mengenakan batu mulia selama tidak berlebihan.

812. Dari Abu Musa al-Asy’ari ra: bahwa Rasulullah saw bersabda: “Diharamkan pakaian sutera dan emas atas kaum laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi kaum wanitanya.” (HR. Tirmidzi, dia berkata: “Hadits Hasan Shahih”) Imam Nawawi, Tarjamah Riyadush Shalihin Jilid 2, hal. 95.



Tato / Rajah
Aku ingin menyebutkan beberapa tokoh yang tubuhnya dihiasi tato, diantaranya:



Berry Manoch (Muhammad Al Fatah)

‘Subhanallah walhamdulillah walaailahaillallah wallahuakbar. Ya Allah, terima kasih, bertambah lagi satu orang Islam di muka bumi ini.’

Dulu, aku takut gimana gitu kalo liat public figure satu ini (Berry) di tv karena dulu aku tau dia non Muslim, bertato berikut aliran musik yang bagi aku musik keras, rock atau metal aku ngga ngerti, bagi aku sosok Berry Manoch dahulu dan musiknya itu menyeramkan. Oya aku tau mengenai “Saint Loco” dari salah satu sepupu aku.
Dulu saking takut sama Berry, sampai-sampai waktu dia kena musibah yang mencederai wajahnya, aku cuma bisa nonton tayangannya sambil bingung, aku tidak ingat pasti waktu nonton tayangan itu aku sedang sehat atau sakit, jika tidak salah saat itu aku sedang sakit cukup parah, yang pasti saat itu ada rasa iba sama Berry, tapi bingung juga harus menyikapi seperti apa karena dulu dia non Muslim, tatoan (nampak berandalan) dengan aliran musik yang bagi aku angker, pokoknya saat menyaksikan musibah itu rasanya ‘complicated’ banget, sulit dijelaskan. Aku tidak terlalu ingat apakah saat itu aku sempat berdoa kepada Allah agar Allah mengaruniakan kepada Berry hidayah iman Islam.

Ketika membaca artikel bahwa Berry masuk Islam aku seneng banget, takjub dan aga ngga nyangka. Aku bersyukur, tapi sempet bertanya-tanya “Bener ga ya Berry masuk Islam?” Dan aku keceplosan melontarkan pertanyaan ini di hadapan Abi aku, lalu marahlah Abi aku, Abi menyatakan hal yang intinya mustinya aku membuat pertanyaan yang lebih bermutu, tidak usah heran jika ada orang yang pindah agama ke dalam Islam, zaman sekarang sudah lumrah atau hal yang wajar jika orang pindah agama ke dalam Islam. Abi bilang semestinya aku menyatakan pernyataan dan pertanyaan yang intinya seperti ‘Hebat ya pemusik itu masuk Islam, kira-kira tokoh mana lagi ya yang bakal masuk Islam?’ -> Yes, you’re right, Daddy! Thanks. Alhamdulillah.

Wajah Berry terlihat sudah sembuh dari luka, jikapun hal ini dilakukan dengan operasi plastik hal tersebut sepertinya dibolehkan selama niatnya bukan untuk mengubah ciptaan Allah demi mempercantik diri, tetapi untuk menghilangkan bekas luka dan mengembalikan kondisi wajah ke bentuk semula. Di pemberitaan mengenai Berry yang menjadi Muslim, terlihat wajah Berry bercahaya, masya Allah. -> Bagi aku, salah satu aturan Islam yang paling sulit adalah memalingkan pandangan dari melihat bukan muhrim yang wajahnya rupawan. Astaghfirullah.

Buat Ka Berry, maafin aku ya sempat bertanya-tanya mengenai ke-Islaman anda, semoga Ka Berry istiqomah dalam iman Islam sekarang dan selamanya, dunia dan akhirat, untuk meraih ridha Allah. Oia Ka Berry, nama barunya Muhammad Al- Fatah bagus banget namun maaf aku harus sampaikan bahwa aku tidak setuju dengan nama “Beery” (dengan double “e”), reminds me of “Beer” or “Bir”, minuman memabukkan. Hanya panggilan Berry (huruf “e”-nya satu, dengan double “r”) mungkin tidak mengapa, pikiran aku terkoneksi ke Strawberry, Raspberry, Mulberry, nama buah-buahan. Jadi nama barunya cukup Muhammad Al-Fatah. Sayang banget aku belum tahu nama panggilan yang Islami untuk Ka Berry (di kepala aku terbayang nama-nama panggilan seperti yang ditujukan kepada para pria Muslim di zaman Rasulullah dan nama-nama panggilan para mujahid Daulah Islam).


-> Astaghfirullah, maaf, aku membaca ulang buku Dr. Abdullah Nashih Ulwan ternyata beliau berpendapat yang intinya bahwa nama Muslim dengan menggunakan nama tumbuhan itu kurang baik karena kurang berwibawa bagi Muslim. Jadi apa dong ya nama panggilannya? Oia aku pernah lihat username salah satu jejaring sosial kaka Berry ada tulisan “call me bee”, apa panggilannya jadi Abu Nakhlah? Nakhlah aku ambil dari Bahasa Arab: nakhlatun (lebah). Boleh ga ya? Setau aku dalam Islam ada julukan atau sebutan yang baik seperti “singa padang pasir”.


Mengenai musik, mungkin ga ya Ka Berry pindah aliran musik ke nasyid atau minimal pop dan jazz sesuai syariat Islam? Oia Saint Loco juga namanya nampak Nasrani gimana gitu, sepertinya musti mengganti nama  dengan nama Islami. “Ini personel-personelnya yang non Muslim juga bagusnya ganti agama, menjadi Muslim.’


Beberpa waktu lalu aku sempet search lagu-lagu Saint Loco, aku suka lagu kedamaian yang jika dibandingkan dengan lagu-lagu “SL” lainnya, lagu ini cenderung bernada tenang. Ada lagu-lagu “SL” yang pesannya bagus mengenai kedamaian dan kasih. Dalam lagu “kedamaian” ada klausa “tak ada air mata, tak ada kesediahan” sepertinya hal ini tidak mungkin terjadi di dunia, hanya mungkin terjadi di surga, hanya saja kedamaian mungkin terjadi di dunia ini, as far as I know, saat nabi Isa Almasih as turun kembali kelak, untuk menegakkan kalimat tauhid, menegakkan syariat Islam, atas izin Allah, dunia akan dipenuhi kedamaian.

Anw damai dapat berarti “no stress” atau tidak ada kerisauan, aku pernah mendapatkan informasi mengenai penelitian terhadap sapi, sapi yang diperdengarkan lagu-lagu keras cenderung tidak memproduksi air susu dengan baik, mereka cenderung stress sedangkan sapi yang diperdengarkan lagu-lagu yang menenangkan cenderung terhindar dari stress dan menghasilkan air susu yang banyak. Mungkin orang akan berpendapat, seperti “Oh itu kan sapi, kita manusia”, untuk hal tersebut aku akan menceritakan kisah nyata yang terjadi di lingkungan aku, ada seorang ibu dari kalangan berada yang kerap nampak lemah gemulai namun ketika ia mengandung, sang ibu tersebut keranjingan mendengarkan musik dengan lagu-lagu keras seperti rock dan metal. Singkat cerita, anaknya kemudian lahir, saat anaknya mulai tumbuh dan memasuki usia sekolah untuk anak usia dini, sang anak yang merupakan seorang anak laki-laki, anak yang tampan, tersebut cenderung agresif, dan melakukan tidakan seperti mendorong dan memukul anak-anak lainnya, cenderung bersikap opresif, baik terhadap anak-anak yang lebih besar terlebih terhadap anak-anak yang lebih kecil. Semoga seiring berjalannya waktu, sang anak akan berubah menjadi anak baik dan shaleh. Aamiin.


->Di lingkungan aku banyak anak-anak, sehingga cukup banyak kisah menarik terkait anak-anak. Sambil nulis teringat salah satu video clip “SL” yang banyak anak kecilnya, mereka lucu. Aku nonton tidak terlalu fokus, nonton sambil aga ragu karena merupakan video makhluk bernyawa, hanya saat itu aku berpikir daripada nonton video vulgar, video  yang berisi anak-anak dan sopan adalah lebih baik, hanya tetap belakangan aku lebih tenang jika menonton video lagu, apalagi jika lagu dan penyanyinya sudah dikenal, videonya cukup berupa tulisan lirik.


Maka menurut pendapat aku, setiap lagu mengenai kedamaian dan kasih baiknya bernada slow, menenangkan dan mendamaikan. Kemudian apabila kita bersungguh-sungguh ingin dunia ini dipenuhi kedamaian , cinta dan kasih sayang mungkin salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu membuat perubahan adalah dengan mengganti lagu-lagu keras dengan lagu-lagu bernada slow atau lagu dengan nada yang menenangkan dan mendamaikan sesuai syariat Islam. Paling selain lagu bernada lambat yang patut dikembangkan adalah lagu-lagu bernada cepat atau hentakan seperti mars yang memacu semangat berjuang di jalan Allah.

Source: Dream.com, Wikipedia.



Zain Malik

Aku lupa tau dari mana mengenai One Direction, hanya aku tahu mengenai Zain Malik bertato dari seorang yang dulu merupakan salah satu sahabat terdekat aku, saat itu sahabat terdekat aku tersebut bercerita yang intinya bahwa salah satu personel boyband 1D beragama Islam namun ia bertato dan tatonya yang menggunakan huruf Arab menarik perhatian para fansnya. Aku seneng saat tahu ada musisi Muslim yang mendunia hanya aku tidak setuju dengan tato dan boyband, boyband  yang pada umumnya adalah gabungan pria yang bernyanyi sambil menari, tidak sepatutnya pria menari, tidak perlu menari jika bernyanyi.

Anw dikabarkan bahwa publik figure dunia dengan tato berbahasa/berhuruf Arab diantaranya. Angelina Jolie dan Rihanna. Semoga Allah mengaruniakan kepada Angelina Jolie dan Rihanna hidayah iman Islam. Aamiin.

-> Mau menggunakan bahasa Arab, bahasa Aramik, bahasa Hebrew, bahasa Sanskrit, bahasa Urdu, bahasa isyarat, atau bahasa apapaun itu, tato tetap haram.

Zain Malik kabarnya keluar dari 1D, aku harap Zain dapat bermusik bukan dalam boyband, bermusik sesuai syariat Islam.  Zain yang seorang Muslim, sorry aku suka gengges, keselnya bisa tiga kali lipat, jika menyaksikan orang –keturunan- Arab bandelnya kebangetan atau badungnya melebihi kebanyakan orang non Arab. Menjadi seorang Arab atau keturunan Arab Muslim mempunyai tanggungjawab moral tersendiri karena nabi umat Islam, Nabi Muhammad saw, manusia terpuji berakhlak agung, manusia pilihan, adalah seorang Arab. Zain, we, Arabs or Arab descendants, moreover we are Moslems should encourage eachother in Allah’s path. Hope that Zain will find a new job or career that is appropriate with syaria law, may Allah give you rahmat, taufiq and hidayah to be taqwa. Aamiin.

Source: popstartats.com


Tex Saverio



Sebelumnya aku telah mengulas bahwa desainer ternama Indonesia ini mengenakan piercing dan kalung, maka aku akan sedikit mengulas bahwa dia pun mengenakan tato. Waktu pertama aku tau dia bertato, aku nangis, marah, kesal (emosi jiwa aja pokonya). Bahkan aku sempet curhat di diary aku sampe berhalaman-halaman, mengungkapkan kekecewaan aku sehubungan pria yang saat itu sangat aku cintai bertato, hanya berhubung curhatnya terlalu panjang jadi aku batalkan sebagian besar curhatannya dengan cara menyobek-nyobek kertas-kertas yang berisi curhatan yang aku maksud (sepertinya ini efek samping emosi jiwa). Aku hanya menyisakan sedikit curhatan mengenai perubahan –permanen- dari pria yang saat itu sangat aku cintai, curhatannya sebagai berikut:

“06.11.2009
Yg Na rasain di tgl
04.11.2009

            Hari itu (04/11) Na sedih sangat! Setelah beberapa lama (± 7 hari) ga buka Fb, Na buka Fb.. Liat Home, Notifications (My) Profile -> Tex Saverio’s Profile -> Intinya siy ini, pengen tau kabar terbaru Tex, sbg orang yg paling Na cintai (the most beloved person of mine).
            Ternyata dia genti profile picture dan aku sempet comment di dalam hati ‘how cute he is’ sambil rada2 heran ‘itu gambar apaan ya yang “menghiasi” fotonya?, editan hiasan frame’y unik’. Terus aku liat foto laennya, -> aku jadi tau kalo Tex ber-tattoo!! Jadi hiasan unik yg aku liat di foto sebelumnya tuh ternyata tattoo yg dilukis di bagian kanan Tex!!!”

Revisi:
09.04.2015 -> 19 Jumadil Akhir 1436 H.

->Baru-baru ini curhatannya sedikit direvisi, terutama untuk penulisan huruf besar dan huruf kecil, serta pengeditan informasi agar lebih akurat.


Foto di atas adalah foto saat pertama kali ia memamerkan tatonya, aku simpen foto waktu awal dia bertato. -> To Tex: Hey, aku minta fotonya ya, thanks. Waktu awal sang desainer pamer tatonya dengan pose seperti yang terlihat di atas. Aku sempet mengira jika gambar di fotonya merupakan hiasan frame foto atau hiasan apalah itu, tidak menyangka bahwa itu tato. Ketika awal, aku pun tidak ngeh bahwa tatonya bergambar phoenix.
-> Foto di atas telah diedit ulang dari foto sebelumnya. Terlebih foto diedit untuk menghilangkan ciri-ciri makhluk bernyawa.

Sempurna sudah kejutan dari pria yang saat itu sangat aku cintai tersebut, kejutan yang tidak aku harapkan: gelang, piercing salib, tato phoenix dilengkapi dengan kalung salib. Pernyataan dengan tanda kutip: “What a perfect surprises you gave me, boy.” -> Innalillahi.

Oia ada hal yang sempat membuat aku terharu, yakni saat pria yang saat itu sangat aku cintai tersebut, via jejaring sosial, menyatakan hal semacam janji terhadap teman-temannya bahwa dia tidak akan menambah lagi tatonya. I was so glad to know that, seemed that day I wanted to write some words for him, the words was: I love you. Tapi saat itu aku berpikir, masa iya aku komen gitu? Sekarang, untuk ke sekian kalinya, aku mau bilang hal yang intinya: Tex, terima kasih untuk tidak menambah tato anda. Kemudian aku meminta anda agar tidak mentato –permanen- orang lain, siapa pun itu.

->Aku pikir ada tato yang dibolehkan, tato temporer, sebagai hiasan tubuh hanya waktu, bahan, pengerjaan, display dan berbagai aspeknya semestinya sesuai syariat Islam.

Yang perlu diluruskan dari cerita di atas adalah: Nampaknya suatu kekeliruan, jika aku mencintai seorang non Muslim. Kemudian, aku jarang-jarang merobek-robek kertas diary, hanya sepatutnya aku tidak membuang-buang kertas, mubazir.


The Chef

Aku liat chef ini di sebuah tayangan acara memasak, pertama liat aku ngga suka bahkan benci sama chef tersebut. Aku akui dia ganteng dan jago masak tapi nampak galak, senga, dan belagu, udah gitu tatoan pula, terlihat brandal. Selama ini aku suka pria yang jikapun ganteng or tampan or cakep or handsome or good looking or gorgeous serta nampak ramah dan terlihat baik. Hanya saja, saat itu di dalam pikiran dan hati aku, terpikir dan terbersit bahwa aku tidak boleh semena-mena membenci seseorang yang dalam hal ini chef yang aku maksud adalah Juna, maka aku pun berdoa kepada Allah supaya, supaya apa ya? aku lupa, mungkin supaya Allah menunjukkan sisi lain dari chef Juna yang bisa aku sukai, supaya aku tidak membenci chef Juna, supaya perasaan aku ke chef Juna bisa lebih baik, intinya seperti itu.

Kemudian setelah berdoa kepada Allah, Allah menunjukki aku melalui mimpi, di mimpi aku chef Juna tidak seperti apa yang selama itu aku lihat di tayangan televisi. Di mimpi aku, chef Juna adalah seorang yang nice, friendly, warm, humble and bisa diajak komunikasi dengan baik. Ternyata ga berapa lama setelah mimpi tersebut, aku liat tayangan chef Juna dalam sebuah tayangan yang jika aku tida keliru saat itu merupakan program baru, acara masak yang judul acaranya menggunakan namanya. Apa yang aku lihat di mimpi tergambar dalam tayangan tersebut, saat itu chef Juna bersama Wulan Guritno dan anaknya. That time I saw Juna I thought like: ‘Yes, that’s Juna, Juna which I saw in my dream, Juna who looks nice, friendly, warm, humble and communicative.’ Sejak saat itu aku suka Juna, tapi tidak dengan tatonya.

Anw ada info yang bermanfaat dari acara masak yang dia pandu seperti hal terkait memisahkan putih dan kuning telur, ‘is it that simple?’, thanks Juna. ->Memisahkan kuning dan putih telur ini tekait pembuatan kue, dulu proses pemisahan ini sometimes bikin aku cukup stressful, karena seringnya bener-bener ga boleh salah/gagal, kesalahan dalam pemisahan akan mempengaruhi cita rasa kuenya.

Anw, mostly I have no idea about some foods he was cooking. Oya salah satu anggota keluarga aku pernah marah-marah gara-gara Juna bilang yang intinya minyak wijen lebih baik dari minyak zaitun, sedangkan zaitun merupakan buah istimewa tertulis dalam Al Qur’an. Aku pun kadang emosi jiwa kalo Juna sudah menyatakan hal-hal yang bertentangan dengan Islam. Berikut aku aga risih jika Juna terlihat flirting, namun aku senang jika Juna terlihat komunikatif namun tetap menjaga jarak dengan wanita bukan muhrim apalagi jika wanitanya berkerudung, baiknya wanita ditemani muhrimnya. Aku sempat sangat menyayangkan, melihat Muslimah bersama muhrimnya (suaminya) namun sang istri malah terkesan tergoda oleh Juna, astaghfirullah.  Aku suka tayangan saat chef ini ditemani seorang aktor pria, tidak ada flirting, dan masakannya pun terlihat simple. Jika program memasak chef’y perform solo pun tak masalah, yang penting masakanya sebaiknya tidak berlebihan dan yang terpenting hallal dan thayib, sesuai syariat Islam, berbagai aspek acaranya pun sesuai syariat Islam.
Semoga kedepannya Juna tidak membuat pernyataan dan tindakan yang bertentangan dengan syariat Islam, dapat membuat pernyataan-pernyataan dan tindakan-tindakan sesuai syariat Islam.

Oya aku sempet nangis liat tato di tangan Juna, tato Bali bergambar bunga. That tattoo reminds me of one of my works which theme is “endless love”. Di salah satu tulisan aku terkait menggambar dan melukis sesuai syariat Islam, aku pernah mengisahkan lukisan bunga yang awalnya aku sebut “bunga terbang”. Sampai tulisan di part ini dibuat, aku belum menuliskan nama Juna di tulisan mengenai lukisan aku tersebut, Juna yang tato bunganya pernah membuat aku menangis karena teringat dengan lukisan yang pernah aku buat tersebut. Oia lukisan tersebut related to my first love, and to the designer “that person” and to the actor “this person”. And I should admit that aku pernah suka banget sama Juna sampe adik aku beberapa kali cengin aku. Astaghfirullah, aku ada-ada aja.

Chef Juna, please jangan tambah lagi tatonya ya. Sehubungan aku baca di Wikipedia bahwa Juna agamanya Kristen, maka aku mau ajak Juna memeluk Islam. “Hey, Juna would you like to be a Moslem?” Semoga Allah mengaruniakan kepada Juna hidayah iman Islam. Aamiin.

Source:
Master Chef, Ala Resep Juna, Wikipedia.


Next, insya Allah, mengenai:


Travis Barker “Blink 182”

I think Travis is well memorized by me because of his tattoos, it was strange to see so much tattoos in his body. Besides, he is easily remembered by me because he is a widely known drummer, I don’t know the reason why I remember him as a great drummer player. Ada penggalan dua lagunya Travis bareng “Blink 182” yang terkenang di memori, sayangnya setelah aku check lagunya terdapat kata-kata yang tidak sesuai syariat Islam, sangat disayangkan bahwa lagu-lagu “Blink 182” jauh dari syar’i. Tidak banyak yang dapat aku sampaikan mengenai Travis. Yet, I wanna say that it might be a marvelous thing if Travis would play Jazz or Swing music. Aku berharap, Allah mengaruniakan kepada Travis dan keluarga hidayah iman Islam. I would gladly invite Travis and his family into Islam, guys would you mind converting into Islam, would you all like to be Moslems?


Julia Perez

-> She inspires me to write about something related to tattoo removal.

Aku nonton tayangan Ka Julia menghapus tatonya, Ka Julia bilang penghapusan tato dengan laser ini mahal. Waktu melihat tayangan tersebut aku berpikir yang intinya ‘Subhanallah. Keren banget Julia Perez, rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mentaati aturan Islam, untuk mentaati perintah Allah.’ Dari keterangan artis ini, aku mendapatkan informasi bahwa  biaya penghapusan tato ini jika dikalkulasikan dapat digunakan untuk membeli mobil, terkesan bahwa Ka Jupe memilih daripada membeli mobil lebih mendahulukan menghapus tato. Pernyataan Ka Jupe membawakan inspirasi bagi aku bahwa lebih baik mengesampingkan kemewahan dunia demi mengutamakan mentaati perintah Allah. 
Saat menonton tayangan tersebut, aku melihat bahwa yang melakukan penghilangan tatonya adalah pria, jika hal tersebut dikarenakan ketidaktahuan atau hal mendesak, semoga Allah mengampuni Muslim yang melakukan hal ini. Hanya baiknya bahwa semestinya ada wanita yang memiliki keahlian dalam menghapus tato, ada wanita yang mempelajari teknik menghapus tato.  Dengan demikian, pria dihapus tatonya oleh pria sedangkan wanita dihapus tatonya oleh wanita tempatnya pun khusus, khusus pria dan khusus wanita.
Alhamdulillah, Ka Jupe sudah sembuh. Ka Jupe, terima kasih sudah mencontohkan mengenai tato removal, untuk tato yang memungkinkan untuk dihilangkan. Ka Jupe makasih juga ya belakangan Ka Jupe kerap mengenakan busana tertutup meskipun belum syar’i, semoga Ka Julia bisa segera mengenakan hijab syar’I untuk meraih ridha Allah. Ka Jupe harap maklum ya, aku cerewet mengingatkan mengenai hijab syar’I, semoga Allah meridhai aku. Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq dan hidayah-Nya serta senantiasa merahmati Ka Yulia Rahmawati. Aamiin.


Justin Beiber

Aku ngeh Justin Beiber bertato saat melihat home Facebook adik aku, aku izin melihat home Fb-nya, ada beberapa page public figure termasuk JB. Aku sedikit ngga percaya Justin bertato, aku pikir dia masih seperti a cute little boy yang aku lihat dulu, ternyata dia sudah berubah, sangat disayangkan. Aku bukan fans JB, hanya pas dulu liat dia, aku pikir dia anak remaja bule yang cute. Kemudian, mengenai music, dia memang mampu bernyanyi. Lagunya yang sempat heppening adalah lagu yang liriknya “baby.. baby.. baby..”, awalnya aku ngga terlalu ngeh isi lagunya hanya yang terdengar jelas adalah lirik yang menggambarkan calling his  “baby” itu kemudian lirik dengan kata “down.. down.. down..” aku pikir itu lagu cinta yang sweet tapi ternyata pas aku check lagu dan liriknya ternyata lagu patah hati, huhu. Ada lagu yang nampaknya memberika semangat, lagu “Never Say Never”, sayangnya lagu tersebut terkesan arrogant, bahkan beberapa youtuber mengomentari bahwa lagu itu sedikit rasis. -> Related to this song, I wanna say that strength comes from Allah, the one and only God.
Oia saat checking vido youtube yang berisi lirik-lirik lagu Justin Beiber, aku sempet melihat video anak kecil dalam sebuah kontes menyanyi, anak itu cute, suaranya bagus dan dia mirip JB, sampai juri dalam kontes tersebut komentar bahwa anak tersebut mirip JB. Saat menyaksikan video itu aku nangis, aku tidak mau anak yang nampak cute, innocent and talented itu suatu saat berubah jadi anak yang terlihat wild, semoga saja anak tersebut dapat menjaga dirinya dengan baik, menjadi anak yang baik. Akan jauh lebih baik jika suatu saat dia menjadi Muslim.
Balik lagi mengenai JB, I am glad that he is talented, yet I think JB do not need to dance, his voice is already attracting people to pay attention on him. I hope he could use his talent in the right path, in Allah’s path. I hope that JB would consider about becoming a Moslem. Hey, Justin, would you like to convert into Islam, to become a Moslem?


Fahrani

Aku ngeh Fahrani ini sebagai seorang model, model yang sudah cukup lama bergelut dalam dunia modeling. Meskipun aku tidak cantik, tidak tinggi seperti para model, dulu aku sempat masuk sanggar modeling (sekedar ingin tahu dan mencari pengalaman), hanya sepertinya aneh jika aku tidak mengetahui model-model ternama Indonesia seperti Karenina (si seribu wajah), Sausan, juga Fahrani. Aku tidak menyangka sekarang tubuhnya dipenuhi tato padahal dulu saat awal-awal ia muncul sepertinya tidak terlihat ada tato. Aku tidak mengetahui banyak mengenai Rani. Aku harap Rani tidak menambah lagi tatonya. Jika Rani seorang Muslim, aku harap Rani dapat berhijab syar’i.
->Aku tidak dapat berkomentar banyak mengenai dunia modeling, hanya aku berharap para model khususnya yang beagama Islam baiknya dapat menolak memperagakan pakaian yang tidak menutup aurat secara syari, sepatutnya hanya memperagakan pakaian-pakian yang sesuai syariat Islam.


Olla Ramlan

Menurut pendapat aku dan salah satu sahabat terdekat aku dahulu, artis ini cantik. Sangat disayangkan ia bertato, hanya aku senang saat ia memutuskan untuk tidak menambah lagi tatonya setelah suaminya melarangnya untuk bertato. Aku kagum terhadap istri yang menurut terhadap suami dalam kebaikan di jalan Allah.
Ka Olla sedapatmungkin, jika memungkinkan tatonya dihilangkan ya. Kemudian, aku harap Ka Olla bersedia mengenakan hijab syar’I untuk meraih ridha Allah. Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq dan hidayah-Nya serta senantiasa merahmati Ka Olla Ramlan. Aamiin.

Selain public figure, ada pula teman maupun seorang yang dulunya sahabat terdekat aku yang mengenakan tato:



Seorang yang dulu merupakan salah satu sahabat terdekat aku.

Aku tahu mengenai seorang yang dulu sahabat terdekat aku ini sejak kecil, sekitar SD, tapi dulu aku belum mengenalnya, ia merupakan cucu dari atasan Umi aku di salah satu sekolah tempat ia mengajar dahulu. Saat itu aku adakalanya mengantar Umi aku ke rumah atasan Umi aku yang merupakan tempat tinggal dari seorang yang saat itu belum menjadi sahabat aku, saat neneknya sudah pensiun, adakalanya aku masih mengantar Umi ke temapat tinggal seorang yang aku maksud ini hanya aku lupa apakah saat itu kami sempat berkenalan. Yang pasti aku baru menganal seorang ini saat SMU, tepatnya kelas 3 SMU, kami teman sekelas dan benar-benar mengenal seorang ini saat kuliah, kami kuliah beda jurusan, namun satu fakultas, satu kampus, satu universitas. Saat itu kami bersahabat dekat, adakalanya aku menginap di tempat kostnya, atau sebaliknya adakalanya ia menginap di tempat kostku, seringkali kami berkumpul di kost bersama sahabat-sahabat lainnya.

Yang aku suka dari persahabatan kami saat itu adalah, jika ada yang tidak kami sukai dari masing-masing kami baik perilaku ataupun ucapan, kami biasanya langsung membicarakan “face to face”, ibaratnya mending “gedor” atau mengetuk pintu kostan atau telfon langsung, bicara langsung. Jadi tidak ada yang namanya “sepet” atau menyindir via jejaring sosial seperti Friendster atau Facebook, yang ada minimal langsung berbalas komen di jejaring sosial, kami sangat meminimalisir berbicara di belakang, kami lebih berusaha terbuka (terus terang). Adaklanya aku dan sahabat lainnya menyatakan sekaligus meminta maaf pada seorang yang saat itu merupakan sahabat terdekat aku ini jika aku atau kami sempat membicarakannya, ia pun demikaian adakalanya ia dan sahabat lainnya laporan sekaligus meminta maaf bahwa ia atau mereka membicarakan aku, masih membekas di memory kenangan seperti misalnya “Nana.. Nana maafin aku tadi aku dan si fulanah ngomongin kamu abisnya aku/kita ngga suka kamu itu begini.. begini.. begini.. (penjelasan menganai hal yang tidak ia atau mereka sukai dari aku)”, jika sudah seperti ini aku biasanya tersenyum, mendengarkan, dan meminta maaf kepada ia dan sahabat lainnya jika memang ada perilaku aku yang keliru. Aku suka persahabatan yang jujur dan terbuka/ terus terang seperti demikian.

Kami sering bercerita atau mengobrol mengenai berbagai hal, seperti interest, pengalaman, film, music, fashion dan berbagai informasi lainnya serta tentunya mengenai kekasih. Aku ingat suatu kali, dia memiliki kekasih non Muslim, seorang Katholik, sayangnya waktu itu aku tidak menjaga seorang yang saat itu merupakan sahabat terdekat aku ini dengan baik saat kedekatannya dengan pria non Muslim tersebut. Sebaliknya, suatu kali aku bercerita kepadanya, bahwa aku menyukai seorang pria Katholik, Chinese, yang saat itu sempat beberapa kali aku lihat di sekitar aku, namun dengan serta merta seorang yang saat itu merupakan salah satu sahabat terdekat aku ini memberi nasihat yang lugas yakni “Nana, stay away from that Catholic” -> I thought it was an amazing advice I got from her. Ia menasihatkan hal demikian mungkin salah satunya karena seorang yang saat itu merupakan salah satu sahabat terdekat aku ini mengetahui bahwa sudah cukup sering menyukai atau mencintai pria non Muslim and actually saat itu aku sedang dekat dengan seorang pria non Muslim dan sedang mencintai seseorang non Muslim yang membawakan inspirasi untuk tulisan mengenai tato ini, the designer, that person. Oia belum lama ini, aku sempat menagis melihat seorang yang dulu merupakan sahabat terdekat aku ini dalam fotonya, ia bersama pria yang tidak aku kenal, padahal sepengetahuan aku dulu dia bersama seorang pria yang sangat ia cintai, seorang pria yang cinta mereka ia perjuangkan dengan perjuangan keras. Seorang yang dulu merupakan sahabat terdekat aku ini dengan sabar menunggu kepulangan pria yang ia cintai yang bekerja di luar negeri sampai akhirnya ia dan pria tersebut dapat bersama, bahkan aku sempat mendengar kabar bahwa mereka memiliki rencana untuk menikah. Aku mungkin tidak mengerti permasalahannya, hanya aku ingin menyatakan hal berikut kepada seorang yang dulu merupakan sahabat terdekat aku ini: Sist, jangan marah ya kalo aku tidak setuju jika kamu mengganti kekasih. It would be pleasant, kind and lovely if you are faithful with your former lover.

Terkait tato, aku tahu dari salah satu yang dulu juga merupakan salah satu sahabat aku, bahwa seorang yang merupakan sahabat terdekat aku ini sekarang bertato. Sahabat yang memberitahu aku tersebut hanya menginformasikan menganai tato tsb, meskipun aku cukup terkejut namun kami tidak membahas panjang lebar, kami berusaha untuk lebih berhati-hati jika membahas mengenai sahabat-sahabat kami. Hanya, aku sekaligus mewakili sahabat aku yang menginformasikan mengenai tato tersebut meminta maaf kepada seorang yang merupakan sahabat aku yang aku maksud bahwa kami pernah menyebut namanya terkait tato: Assalamu’alaikum, ukhti maafin kami ya. Kemudian aku bermaksud menyatakan kepada seorang yang aku maksud pernyataan sebagai berikut: Ukhti, aku kaget kamu bertato, aku udah liat fotonya via Fb. Ukhti, jangan tambah lagi tataonya ya. Aku doakan, Allah melimpahi kamu rezeki supaya ukhti bisa laser tataonya, bisa hapus tatonya. Aamiin.

13. Sesungguhnya Allah Ta’ala menyukai kelestarian atas keakraban kawan lama, maka peliharalah kelangsungannya. (HR. Adailami) Dr. Muhammad Faiz Almath, “110 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad”, hal. 217.

-> Semoga aku dan seorang yang dulu merupakan salah satu sahabat terdekat aku ini dapat tetap bersahabat di jalan Allah, bersahabat untuk meraih ridha Allah.

Ukhti jangan marah ya jika aku mengingatkan untuk tidak berpacaran, untuk menjaga jarak dengan bukan muhrim serta untuk berhijab syari demi meraih ridha Allah. Semoga Allah mengaruniakan kepada aku dan seorang yang dulu merupakan salah satu sahabat terdekat aku taufiq dan hidayah untuk bertaqwa. Aamiin.


Seseorang yang dulu merupakan teman aku.

Seseorang ini merupakan pria teman SMP aku, dan kami kembali stau sekolah saat SMU, kami saling tahu satu sama lain tapi tidak terlalu akrab. Sepengetahuan aku, dulu ia tidak bertato namun kemudian suatu kali ia dan teman-temannya datang ke rumah keluarga aku, jika aku tidak keliru saat itu merupakan acara buka puasa bersama pada bulan Ramadhan, ternyata teman aku ini juga merupakan teman salah satu sepupu aku. Aku kaget saat dari balik salah satu pintu rumah keluarga kami, aku melihat teman aku tsb di bagian badan yang dapat terlihat waktu itu ternyata dihiasi banyak tato. Ketika itu, aku sampai tidak mau menemui teman aku tersebut. Teman aku, maafin aku ya waktu itu aku tau kamu dateng ke rumah aku tapi aku enggan menemui kamu gara-gara kamu bertato, bahkan banyak tatonya. Semoga kamu ngga menambah tato kamu. Semoga Allah mengaruniakan kepada aku dan seseorang yang merupakan salah satu teman aku taufiq dan hidayah untuk bertaqwa. Aamiin.


Aku mau sekali-kali digambar atau tato temporer menggunakan hena.

Karena dari kecil aku suka menggambar, terpikir juga untuk menggambar di tubuh tetapi bukan dengan cara merajah, paling menggambar temporer dengan hena, itupun aku mau sedapat mungkin suami aku kelak yang menggambarnya. Kisah mengenai hal ini, ada di kisah berikut ini:

Btw aku pernah membaca hadits yang isinya mengisahkan bahwa Nabi Muhammad Saw pernah melihat pria bertindik dan bertato lalu beliau bertanya kepada orang yang berada di dekat beliau, pertanyaanya intinya (kira-kira): Apakah si fulan masih suka melaksanakan shalat? lalu orang yang ditanya oleh Rasulullah tersebut menjawab (kira-kira): Masih ya Rasullulah. Lalu Rasulullah berkata lagi yang intinya (kira-kira): Seandainya si fulan tidak pernah melaksanakan shalat maka sudah aku bunuh dia. -> Kurang lebih seperti itu isi haditsnya. Aku tidak ingat melihat atau membaca hadits mengenai hal ini di buku apa, aku sudah coba mencari tapi tidak menemukan. Anyone can help?
Terkait pria atau wanita bertato, jika mereka bukan Muslim, aku doakan semoga Allah mengaruniakan kepada mereka hidayah iman Islam. Jika mereka Muslim tapi shalatnya suka absen, aku doakan semoga Allah mengaruniakan taufiq dan hidayah kepada mereka untuk menegakkan shalat, untuk bertaqwa. Jika mereka Muslim terlebih suka shalat aku doakan semoga Allah mengaruniakan mereka taufiq dan hidayah untuk bertaqwa, semoga mereka diampuni dan disayang Allah. Intinya buat pria dan wanita Muslim yang sudah terlanjur bertato, rajin-rajinlah shalat. Jika bisa dan memungkinkan tatonya dihapus, tapi jika tidak bisa dan tidak memungkinkan ya sudah, yang penting shalat yang rajin dan tatonya jangan ditambah lagi.

->Aduh aku nangis nulis mengenai tato ini, aku inget tato di tangan seseorang, aku ga mau tangan seseorang itu rusak dan berbekas kalo misalkan seseorang itu musti ngilangin tatonya.  Gawat, buku (yang lagi aku pake untuk bahan kutipan mengenai tato) dengan jenis kertas yang sangat putih, punya Ua aku, kena aer mata, biasanya aer mata suka berbekas di kertas, iya ga siy? Mudah-mudahan engga berbekas. -> Sayang sekali ternyata berbekas. Ua ga kan marah, aku cuma sayang aja sama kertasnya. -> Liat kertas kena bekas aer mata aja nangis, gimana kalo beneran liat tangan orang yang aku sukain berbekas akibat menghapus tato ya?



Tato dalam Sudut Pandang Islam

Selain terjemah hadits yang telah tertulis pada awal tulisan ini, penjelasan lebih lanjut mengenai larangan tato berdasarkan syariat Islam, dijelaskan dalam buku Tafsir Wanita: Penjelasan Terlengkap Tentang Wanita Dalam Al Qur’an, karya Syaikh Imad Zaki Al-Barudi. Berikut aku salin penjelasannya:

Tato

Dalilnya adalah; apa yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah bersabda,
“Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta disambungkan rambutnya, dan wanita yang mentato dan yang meminta untuk ditato.”1)
Tato (wasym) adalah; dilakukan dengan cara memasukkan jarum di punggung telapak tangan, atau pergelangan tangan, atau di bibir dan selainnya dari badan wanita, sehingga darah mengalir dan setelah itu diberi celak atau cap sehingga menjadi biru. Setelah itu, kemudian diukir, baik sedikit atau dalam jumlah yang banyak. Baik yang melakukan sendiri, atau meminta orang lain untuk mentatonya, maka itu adalah perbuatan haram.
Mungkin ada seorang ibu yang menato bayinya yang masih kecil, maka yang melakukan itulah yang berdosa dan anak kecil itu tidak berdosa, karena dia belum mengerti tentang apa-apa pada saat itu.


Sedangkan, tempat yang ditato itu adalah menjadi najis. Jika mungkin untuk dihilangkan melalui pengobatan medis, maka hendaknya ia diobati. Jika tidak mungkin, maka hendaknya dioperasi. Jika ia takut bahwa dengan dilakukan seperti itu akan merusak atau membahayakan, atau dia kehilangan fungsi salah satu anggota tubuhnya, atau akan menimbulkan cacat yang parah dalam anggota tubuhnya yang tampak, maka yang demikian tidak wajib untuk dihilangkan. Jika memang resiko yang seperti ini sudah jelas baginya, maka tidak ada lagi dosa, namun jika dia khawatir tidak apa-apa, maka wajib baginya untuk menghilangkannya, dan jika dia menunda-nunda maka dia akan berdosa, baik itu laki-laki atau perempuan. Wallahua’lam.


Demikian inilah yang disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim.


1.                HR. Al-Bukhari: 5937 dan Muslim: 2124.
[Syaikh Imad Zaki Al-Barudi. Penerjemah: Samson Rahman, MA. Tafsir Wanita: Penjelasan Terlengkap Tentang Wanita Dalam Al Qur’an. Pustaka Al-Kautsar: Jakarta, 2006. Hal. 214-215.]

Semoga Allah meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.


Wallahu’alam bishshowab.



Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

16 – 24/12/2010
07/02/2011
122528/04/2011
23.01.2015 -> 02 Robiul Akhir 1436 H.
29.03.2015 -> 09 Jumadil Akhir 1436 H.
04050607080913.04.2015 -> 151617181923 Jumadil Akhir 1436 H.
Revisi dan pengembangan:
1314171819.04.2015 -> 24272829 Jumadil Akhir 1436 H.
2430.04.2015 -> 0511 Rajab 1436 H
06081112151617.05.2015 -> 17181923262728 Rajab 1436 H
25262728.05.2015 -> 070910 Sya’ban 1436 H


0 komentar: