Permohonan Maaf dan Pesan Syi’ar Kepada Pemimpin Negeri



Permohonan Maaf dan Pesan Syi’ar Kepada Pemimpin Negeri

Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dila'nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka. [Q.S. Muhammad (47): 22-23]
-> Dibutakan dan ditulikan mata hatinya. Naudzubillahimindzalik.

607. Dari Iyadh Ibn Himar r.a., dia berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku: “Saling bersikap tawadhu’lah kamu, hingga tidak ada yang bersikap sombong kepada yang lain dan tidak ada yang menganiaya orang lain.” (HR. Muslim) Tajamah Riyadhus Shalihin Jilid 1, hal. 592*

Tulisan ini terkait status Facebook yang pernah aku buat pada sekitar 20.06.2014 -> 22 Sya’ban 1435 H, yang isinya kurang lebih “Ke Pelabuhan Ratu.” -> Aku musti check apa status tersebut masih ada karena aku pikir Facebook aku di hack jadi sering terjadi keanehan. Status tersebut dibuat saat Bapak Joko Widodo mengunjungi Sukabumi dalam rangka kampanye Pilpres. Awalnya aku tidak mengetahui mengenai kunjungan Pa Jokowi ke pasar Pelita Sukabumi, aku baru mengetahui hal tersebut menjelang sore, di tengah perjalanan menuju Pelabuhan Ratu, tadinya saat itu aku tidak berniat mempublikasikan kegiatan aku, beberapa keluarga dan saudara (paman, bibi dan dua sepupu), dua teman-teman adik-adikku juga seorang driver.
-> Aku mengetahui mengenai kedatangan Pa Jokowi ke Sukabumi dari seorang driver/ assistant dari paman aku, a Chinese-Indonesian man, a Moslem. Mr. driver ini sangat berpihak pada Pa Jokowi.

Oia saat itu, istri dari paman aku, tante/ bibi aku juga ikut serta, ia seorang China-Indonesia. Ikut pula sepupu kecil aku, seorang Indonesia-China. -> Muslim.
Aku biasanya menuliskan China-Indonesia jika ayah dan ibu atau ayah seseorang adalah China/ Tionghoa, sedangkan aku menuliskan Indonesia-China jika hanya ibu dari seseorang yang merupakan China/ Tionghoa.   

Kembali mengenai status yang aku buat, aku menulis status tersebut dikarenakan aku keberatan dengan kehadiran Pa Jokowi di Sukabumi, jadi saat itu aku tidak mengucapkan sambutan untuk kedatangan beliau. Aku keberatan dengan kehadirannya dikarenakan, aku tidak menyetujui keputusannya mengangkat para non Muslim sebagai pemimpin daerah maupun wilayah juga terkait berita yang mengabarkan keterlibatan Pa Jokowi dalam kasus korupsi Bus Trans Jakarta, kemudian saat itu aku mendukung pasangan Prabowo dan Hatta.

Intinya saat itu aku sangat kesal kepada Pa Jokowi. Namun, saat di pantai Pelabuhan Ratu, terdapat hal yang membuat aku terkejut. Hal tersebut adalah ketika aku sedang mengambil foto pemandangan pantai. Pada dua foto yang aku ambil ternyata terdapat awan yang membentuk seperti lafadz Allah. Awan tersebut sepertinya berlalu dengan sangat cepat. Berikut foto-fotonya:



->Itu pemandangan asli bukan rekayasa. Proses editing hanya untuk membingkai kedua foto tersebut.

Begitu melihat foto awan tersebut, aku kaget, takjub dengan kekuasaan Allah, subhanallah. Foto pertama yang aku ambil yang berwarna kemerahan mengingatkan aku terhadap Pa Joko Widodo, juga Pa Jusuf Kalla, yang saat itu merupakan Capres dan Cawapres no urut 2. Sedangkan foto kedua yang aku ambil cenderung lebih putih mengingatkan aku pada Pa Prabowo Subianto dan Pa Hatta Rajasa, yang saat itu merupakan Capres dan Cawapres no urut 1. Sedangkan awan yang membentuk lafadz Allah pada kedua foto tersebut mengingatkan bahwa aku, keluarga aku dan para capres dan cawapres adalah sama-sama Muslim, sama-sama menyembah Allah swt.

Setelah melihat foto tersebut, tiba-tiba aku “feeling guilty” sama Pa Jokowi, sebagai sesama Muslim yang menyembah Allah swt. Jadi saat itu, semestinya aku tidak bersikap ignorant terhadap beliau. Maksudnya walaupun saat itu memang aku pergi ke Pelabuhan Ratu untuk urusan keluarga, namun semestinya saat itu aku mengucapkan kata-kata yang baik terkait kedatangan Pa Jokowi ke Sukabumi. Jika aku tidak setuju dengan kebijakan maupun dugaan kasus yang melibatkan beliau aku sepatutnya menyampaikan dengan cara yang baik.

Dengan demikian, terkait status di hari kepergian aku dan rombongan ke Pelabuhan Ratu, aku meminta maaf kepada Pa Jokowi. Pa Jokowi maafin aku ya, maaf juga karena aku minta maafnya telat.

->Mungkin aku keliru, sepenglihatan aku, di sekitar foto lafadz Allah tersebut, ada bentuk awan yang menyerupai makhluk, aku agak khawatir jika itu iblis. Semoga Allah memberikan kepada aku dan kaum Muslimin taufiq dan hidayah untuk memurnikan ketaatan, menyembah hanya kepada Allah. Aamiin.

Namun demikian, aku tetap mengingatkan Pa Jokowi untuk tidak mengangkat non Muslim menjadi pemimpin, atau sedapat mungkin ajak bahkan paksa –para pemimpin daerah maupun wilayah- yang beragama non Muslim untuk masuk dan memeluk Islam, jika mereka tidak mau masuk dan memeluk Islam mohon diganti dengan pemimpin Muslim; lalu aku mengingatkan beliau untuk tidak korupsi dan menindak tegas korupsi dengan hukuman sesuai syariat Islam. Berikut ayat-ayat terkait hal-hal tersebut:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Q.S. Al Maa’idah (5): 51]

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [Q.S. Al Ma’aidah (5): 38]

Tambahan, aku juga meminta presiden dan pemerintah tidak menganiaya rakyat khususnya rakyat kecil dengan menaikkan harga BBM dan berbagai harga barang dan jasa. Pa Jokowi, daripada “mainin” harga BBM, sembako dll, mending memainkan gitar. Dan tentunya, aku mau bilang, Pa Jokowi, aku mohon tegakkan kalimat tauhid dan tegakkan syariat Islam. Terima kasih aku ucapkan kepada Presiden dan pemerintah yang telah melakukan penegakkan hukum yang sesuai syariat Islam, untuk hukum-hukum yang belum sesuai syariat Islam, semoga dapat diganti dengan hukum syariah.

Catatan: Saat pilpres, aku berulang kali meminta petunjuk kepada Allah swt. Alhamdulillah, Allah menunjukki, salah satunya melalui mimpi yang mengisyaratkan bahwa Capres no urut 2 yang terpilih. Hanya saja, meskipun Allah telah memberitahukan hal tersebut, aku berusaha memegang teguh ajaran Islam untuk tidak berhianat, maka aku yang saat itu mendukung Pa Prabowo Subianto dan Pa Hatta Rajasa, tetap mendukung dan memilih Capres dan Cawapres no urut 1 tersebut. Semoga Allah meridhai atas apa yang telah aku lakukan. Aamiin.

Astaghfirullah, aku lupa mengenai hukuman untuk korupsi, jika Pa Pemimpin terbukti korupsi maka hukuman tepatnya adalah potong tangan. Aku juga mungkin musti menjalani hukuman potong tangan jika memang terbukti korupsi. Hiks, sedih. Tapi lebih sedih lagi jika memikirkan jika dipotong tangan secara berulang-ulang di akhirat kelak, hukuman di akhirat dilakukan secara berulang-ulang.

-> Pa pemimpin, kapan kita gabung Islamic State/ Daulah Islamiyah?

Terima kasih, syukron, atas perhatiannya.

*Menurut pendapat aku, sejatinya umat manusia berakhlak seperti yang Allah perintahkan, bersikap rendah hati. Hanya jika situasi saat manusia telah sangat bersikap keterlaluan, seseorang dapat menyatakan pembelaan diri seperti yang dilakukan oleh Shafiyah, salah satu istri Rasulullah Muhammad saw, yang seorang Bani Israil Muslim saat beliau dihina oleh para madunya. Rasulullah saw membolehkan Shafiyah untuk menyebutkan kelebihan dirinya dibanding istri-istri yang menghinanya. Aku pikir privilege ini berlaku bagi kaum Mukminin terlebih bagi Bani Israil Mukmin, Bani Israil sebagai bangsa yang dilebihkan oleh Allah. Terkait penghinaan, kaum Muslimin khususnya penyair diperintahkan mencerca kafir yang menghina/memerangi Islam, kemudian  jika penginaan oleh non Muslim terhadap Islam dilakukan secara terus menerus, maka hukuman bagi pelakunya dapat berupa hukuman mati. Untuk masalah menganiaya orang lain khususnya terkait penganiayaan fisik maka hukumannya dapat berupa diyat maupun qishash, tergantung pada kasusnya. Semoga Allah menjadikan umat manusia khususnya aku dan kaum Muslimin sebagai makhluk yang rendah hati/ tawadhu. Aamiin.

Semoga Allah mengaruniakan kepada para non Muslim hidayah iman Islam, semoga Allah mengaruniakan kepada aku dan kaum Muslimin taufiq dan hidayah untuk bertaqwa. Semoga Allah menegakkan kalimat tauhid dan menegakkan syariat Islam di muka bumi ini. Semoga Allah meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Wallahu’alam.
01.03.2015 -> 11 Jumadil Awal 1436 H.
Revisi:
0304.03.2015 -> 13 Jumadil Awal 1436 H.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

0 komentar: