Menuju Busana Pernikahan Sesuai Syariat Islam

Menuju Busana Pernikahan Sesuai Syariat Islam

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Q.S. Al Ahzab (33): 59]
[1232]. Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [Q.S. An Nuur (24): 31]

Tulisan kali ini adalah kisah mengenai busana pengantin yang pernah aku imajinasikan, berawal dari yang bertentangan dengan syariat Islam hingga gaun yang aku upayakan agar sesuai syariat Islam. Disamping hanya berimajinasi, aku mengaktualisasikan dengan tindakan berupa membuat beberapa desain busana pengantin, baik hanya berupa gambar maupun ada yang telah dibuat berupa sample. Diantaranya:

Gaun Pengantin Western (Terlarang Bagi Muslim)



Gambar tersebut merupakan gaun pengantin imajinasi aku, dibuat sekitar February 2004. Gambar ini pernah muncul di salah satu tulisan aku. Gaun modern warna putih dengan ornament bunga-bunga, meskipun saat itu aku bingung, bunganya mau warna putih atau merah. Aku terinspirasi menggambar gaun pengantin tsb saat jatuh cinta pada seseorang yang saat itu kecengan aku, waktu itu aku telah lama ngecengin seseorang tersebut (sekitar 3 tahun). Hanya entah kenapa aku baru berani dan baru terpikir, deketin seseorang tersebut setelah aku ketemu salah satu aktor ternama Indonesia, sebut saja namanya: Roger Danuarta. -> Bukan bermaksud menyalahkan aktor tersebut tapi aslinya, setelah ketemu aktor ini, sisi “bad girl” aku bener-bener muncul, sebelumnya aku mungkin udah aga-aga genit gimana gitu. Astaghfirullah.


FYI, sejak kecil dapat dikatakan bahwa aku terbiasa main dengan teman-teman cowo -Tionghoa- non Muslim, kemudian aku inget aku suka genit sama anak-anak cowo para tetangga aku yang Tionghoa non Muslim soalnya saat itu mungkin aku pikir mereka cute. Ketika sudah aga besar, aku biasanya mencari kekasih bukan dari kalangan Tionghoa hal ini aku lakukan mungkin lebih karena cowo Tionghoa kebanyakan non Muslim, dulu aku ga mau ambil resiko, maka aku seringnya mencari kekasih dari kalangan pria pribumi Muslim. 

Seinget aku, waktu kecil aku ngga main dengan para pria Tionghoa Muslim terutama yang usianya di atas aku, ga tau kenapa, tapi aku sempet "mengasuh" para adik/ saudara cowo dari temen aku Tionghoa Muslim yang usia mereka jauh lebih kecil dari aku. Setelah aga besar aku main dengan pria Tionghoa Muslim, tapi saat itu aku udah ketemu cinta pertama aku, jadi ga kepikiran menjadikan pria Tionghoa tsb sebagai kekasih. Setelah besar aku bergaul dengan para pria Tionghoa Muslim, dan salah satunya pernah menjadi orang yang aku sayang. 
->Belakangan aku baru menyadari bahwa aku harus membatasi pergaulan aku baik dengan pria Muslim apalagi dengan pria non Muslim.
->Takdir aku hidup di Indonesia yang banyak terdapat orang Tionghoa, maka aku pasrah dipertemukan dengan mereka. Paling belakangan jika pria yang aku sukai/ sayangi/ cintai dari kalangan Tionghoa tsb non Muslim, maka aku ajak masuk dan memeluk Islam.



Kembali mengenai mantan kecengan aku yang kemudian menjadi mantan orang yang sangat aku cintai. Aku mengenal lebih dekat mantan orang yang sangat aku cintai tersebut melalui sahabatnya, seseorang yang kini statusnya juga sebagai mantan “someone special” buat aku. Aku menggambar gaun pengantin tsb saat aku belum mengetahui bahwa orang yang pernah sangat aku cintai tsb adalah seorang China-Indonesia (Tionghoa), namun saat itu aku -telah lama- mengetahui bahwa aku dan seseorang tersebut beda agama, saat itu dia Nasrani. Saat itu aku belum terlalu peduli dengan agama aku, Islam, ditambah pula mantan orang yang sangat aku cintai beda agama dengan aku, mungkin hal ini yang membuat aku terpikir untuk berimajinasi mengenakan gaun pengantin yang jauh dari syar’i.
Sangat penting: Kabarnya mantan orang yang sangat aku cintai yang aku maksud telah menjadi Muslim, jika hal tersebut benar, alhamdulillah. 


Anw, gaun rancangan seorang desainer ternama Indonesia, sebut saja Tex Saverio yang dikenakan oleh Katnis “Hunger Games”, gaun dengan hiasan menjulang melewati pundak, sempet ngingetin aku sama hiasan di gambar gaun pengantin yang aku buat. Sayang gaun-gaun tersebut tidak syar’i.

Busana Pengantin Muslim (Muslimah)

Dalam Shahihain, diriwayatkan dari Umar bin Khattab ra. bahwa ia telah mengirimkan surat kepada kaum Muslimin yang bermukim di Persia. Dalam suratnya ia mengatakan:
“Jauhilah oleh kamu sekalian bersenang-senang dan pakaian orang musyrik.” [Dr. ‘Abdu ‘l-Lah Nashih ‘Ulwan, Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 1, hal. 192]
->Jauhilah bersenang-senang maksudnya tidak berlebihan dalam kesenangan, kelezatan, kenikmatan, dan kemewahan.

Rasulullah saw bersabda:

“Hati-hatilah kamu jangan sampai mengenakan pakaian orang-orang yang bukan beragama Islam.” (H. R. Ibnu Hibban) [Dr. ‘Abdu ‘l-Lah Nashih ‘Ulwan, Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 2, hal. 299]

780. Dari Samurah ra, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Pakailah yang berwarna putih, karena sesuangguhnya itu lebih bersih dan lebih baik, kafankanlah jenazah kalian dengannya (kain berwarna putih). HR. Nasa’I dan Hakim. Hakim berkata: “Derajat hadits ini shahih.” [Imam Abu Zakariya bin Syaraf An Nawawi, Riaydhus Sholihin: Jilid Pertama, hal. 484.]
789. Dari Ummi Salamah ra, ia berkata: “Pakaian yang paling disukai Rasulullah saw adalah gamis.” HR. Abu Dawud dan Tarmidzi. Tarmizi berkata: “Derajat hadits ini hasan.” Ibid, hal. 487.

790. Dari Asma binti Yazid r.a., ia berkata: “Adalah ujung lengan baju Rasulullah hanya sampai pergelangan tangan.” (HR. Abu Daud, Tarmizi. Tarmizi berkata: “Derajat hadits ini hasan.” Ibid, hal 790.

Sampai tulisan ini dibuat, aku mendesain untuk aku pribadi, namun pernah juga aku mendesain untuk keluarga aku. Belakangan aku mulai membuat gambar/ desain busana pengantin Muslim yang sekiranya dapat aku gunakan terlebih biasanya desain aku pakai untuk syi’ar busana Muslim. Berikut beberapa gambaran busana pengantin Muslim:

Busana Blazer Pengantin Muslim



Busana Blazer Batik Pengantin Muslim



Busana Pengantin Muslimah 1




Sekitar tahun 1435 H, aku liat di toko ada busana yang mengingatkan aku dengan desain karyaku di atas, dikarenakan busana tersebut berwarna putih tersebut nampak anggun dan menarik hati beserta harga busana tersebut tergolong murah, sekitar 160.000,- (maaf, aku lupa tepatnya), maka aku membeli baju tersebut. Busana tersebut berlabel Melissa. Busananya bagus hanya tipis menerawang sehingga aku mesti mengenakan pakaian rangkap maksudnya mengenakan manset atasan putih dan celana longgar putih. Busana tersebut aku lengkapi dengan kerudung syar'i. Berikut foto busananya:


Busana Muslim di atas juga aku beli sebagai pengganti busana Muslim yang diberikan oleh saudaraku kepadaku, sebuah busana Muslim yang bagiku terlihat mewah, sehingga aku menghibahkan busana tersebut kepada salah satu anggota keluargaku, namun demikian aku tetap diizinkan untuk dapat menggunakan busana Muslim berupa gamis putih tersebut saat suatu waktu diperlukan. Ternyata aku mengenakan busana yang dimaksud dilengkapi kerudung syar'i saat pernikahan adik laki-lakiku. Aku mengungkapkan hal ini dikarenakan khawatir menjadi perkara di akhirat kelak karena aku kerap menasihatkan untuk mengenakan busana sederhana (model, bahan, harga dan berbagai aspeknya sederhana sesuai syariat Islam) namun ternyata aku mengenakan busana yang kurang sederhana (bagiku harga busana tersebut sepertinya agak mahal). Berikut foto busana Muslim yang dimaksud:



Busana Pengantin Muslimah 2




Busana Pengantin Muslimah 3

472. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw beliau bersabda  “Celakalah, 367 hamba dinar dan hamba dirham, (celakalah) hamba Qathifah dan Khamishah. Apabila ia diberi ia ridha (rela) dan jika tidak diberi ia jengkel.” (HR. Bukhari)
367. Celakalah orang yang mencintainya, mencari, menimbun dan menjaganya sehingga seolah-olah ia adalah budaknya. Semoga Allah melindungi kita dari penghambaan yang hina ini. Qathifah adalah pakaian yang dihiasi renda-renda yang bergelantungan. Sedang Khamisah adalah selimut persegi empat. [Imam Nawawi, “Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 1”, hal. 486]


15. Rasulullah Saw melarang kami minum dan makan dengan perkakas makan dan minum dari emas dan perak. Beliau juga melarang kami berpakaian sutera dan yang dibordir dengan benang sutera dengan sabdanya, “Itu untuk kaum musyrikin di dunia dan untuk kamu di akhirat.” (Mutafaq’alaih)

[Dr. Muhammad Faiz Almath, “1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad”, hal. 317.]

->Larangan mengenakan sutera dan bordir dengan benang sutera berlaku bagi pria, sementara wanita Muslim (Muslimah) dibolehkan mengenakan sutera dan bordir benang sutera.


Gambar diatas merupakan pengganti gambar sebelumnya yang memuat keterangan yang intinya bahwa busana pengantin Muslim tersebut dihiasi renda bunga-bunga kecil, namun belakangan aku baru mengetahui bahwa dalam Islam renda sebaiknya dihindari. Aku memiliki busana berenda, salah satunya pemberian, sesekali aku gunakan, namun aku berusaha untuk tidak membeli busana atau kerudung berenda. Untuk menghindari renda, berdasarkan saran dari auntie-ku (yang beliau dapat menjahit), renda dapat diganti dengan bordir. Setelah aku check, terdapat hadits yang intinya aturan Islam membolehkan bordir bagi wanita Muslim/Muslimah (selama tidak berlebihan). 

Gambar-gambar busana pengantin di atas dibuat semasa aku jatuh cinta kepada seorang desainer, yang sekarang merupakan desainer ternama Indonesia, Tex Saverio. Sangat disesalkan sampai saat ini sepertinya dia belum pindah agama ke dalam Islam, Tex kapankah kamu mau masuk dan memeluk Islam? Kemudian kapankah kamu mau mendesain busana syar’i?


Busana Pengantin ala Pakaian Tradisional China

Sejak sekitar SD aku suka mengenakan pakaian ala tradisisonal China dengan bentuk baju Muslim. Kemudian ketika SMP, saat awal aku senang menggambar busana, aku mulai mendesain baju dengan model pakaian tradisional China, desain yang aku buat ketika aku SMP yakni satu stel busana yang saat itu aku bermaksud membuat model semi kebaya dengan kerah dan kancing China berwarna hijau. Oia aku lupa menyatakan bahwa ketika perpisahan SMP tsb, aku mengenakan busana tsb dipadankan dengan kain songket berwarna hijau dengan ornamen benang emas. Sebagai saran, untuk benang baiknya benang emas diganti dengan benang yang kesannya lebih sederhana misalnya benang perak.
Kemudian desain busana berwarna ungu dengan model ala cheongsam yang aku buat sekitar SMP/ SMU. Kedua busana tersebut dijahit oleh sahabat Umi aku, Ibu Rissa Anna. Dulu busana tersebut dibuat untuk acara perpisahan SMP kemudian satu lagi untuk pergi ke pesta. Sampai saat tulisan ini dibuat, busana-busana tsb masih aku simpan.
Kemudian beberapa waktu lalu, aku membuat desain atasan batik dengan kerah dan kancing China untuk saudara aku, baju batik tersebut dijahit oleh Rika Boutique.
Hanya sangat disayangkan desain-desain pakaian yang aku buat waktu itu masih belum memenuhi syarat sebagai pakaian Muslim yang baik karena masih ada yang dibuat menerawang, ketat atau kurang panjang, belum syar’i. Berikut foto-foto busananya:



Gambar busana dengan model ala pakaian tradisional China yang aku buat beberapa waktu lalu:



Busana Cheongsam-Gamis Muslim 1





->Gambarnya terlihat cheongsam-gamis, busana samplenya terlihat cheongsam-gaun Muslim.

Desain busana cheongsam gamis Muslim tersebut diinspirasi oleh seseorang yang dulu aku sebut intinya sebagai “seorang yang sangat aku cintai” yang sekarang aku sebut “that person”. Model line kancingnya yang tidak seperti line kancing pakaian pada umumnya aku pikir cocok untuk menggambarkan karakter seseorang tersebut yang sepertinya pemikirannya eksentrik, nampak aga rumit.

-> Penggambarannya aku buat sesederhana mungkin. Sepengetahuan aku, sejauh ini, jika pertama kali belajar menjahit, tidak langsung membuat pakaian dengan model line kancing seperti di atas, berbentuk lengkungan, tapi biasanya membuat kemeja atau blouse dengan jalur kancing lurus vertikal. Maaf, jika aku keliru.

Aku pernah meminta pendapat kepada Abi aku mengenai Tex Saverio, anw pertanyaan standar aku ke Abi adalah intinya “Abi ‘orang itu’ cakep ga?”. Dan Abi aku pernah bilang intinya kelihatannya “that person” cakep, hebat (rancangannya bisa dikenal dunia), dan aga sadis. -> Waktu Abi bilang dia hebat aku ngambek sama Abi karena bagi aku, “that person”  dan team mungkin bisa membawa nama Indonesia ke kancah internasional sayangnya bagi aku hal tersebut berarti “that person”  “hebat” sudah memerangi Islam. Kalo inget perilaku termasuk karya “that person” yang menentang Islam, aku ngerasa aku tu cinta sama dia tapi pengen bunuh dia. Waktu Abi bilang “that person” aga sadis, aku pengen ketawa tapi belakangan aku ngerasa kalo “that person” kayaknya emang rada ‘tegaan’.

->Sejauh ini, aku belum pernah ketemu "that person", paling liat profil dia di berbagai media dan di mimpi.

Aku mau cerita inti mimpi-mimpi aku mengenai “that person”: Kalo di mimpi aku “that person” orangnya sering lempeng, cool, aga pendiem, (sementara aku sering nampak sayang banget sama dia) dia suka nampak ga terlalu sayang sama aku, kadang baik, kadang iseng, aneh dan ngeselin tapi dia suka kerja, segala rupa dia kerjain terutama yang berkaitan dengan baju. Herannya meskipun di mimpi aku kegiatan kami terlihat standar aja, istirahat dan kerja, dan kerja tapi aku nampak bahagia sama dia. Heran, qo bisa aku nampak bahagia sama orang macam itu?
Anw kalo di dunia nyata, aku liat dia kerja terus pasti aku minta dia jangan kerja terlalu ngoyo, rajin boleh tapi ga perlu berlebihan.
Anw, even di mimpi, aku pernah maksa dan merajuk sama dia supaya dia masuk dan memeluk Islam, trus pernah juga aku nanya ke dia “Udah sholat belum?” Masya Allah.

Busana Cheongsam-Gamis Muslim 2




->Gambarnya terlihat cheongsam-gamis, busana samplenya terlihat cheongsam-gaun Muslim.

Desain busana cheongsam gamis Muslim tersebut diinspirasi oleh seseorang yang dulu aku sebut intinya sebagai “seorang yang sangat aku sayang” yang sekarang aku sebut “this person”. Model line kancing yang seperti line pakaian pada umumnya aku pikir tepat untuk menggambarkan karakter seseorang tersebut yang nampaknya pemikirannya lebih mudah dipahami, lebih sesuai pakem yang berlaku.

Oia aku juga pernah tanya ke Abi mengenai “this person”, pertanyaan standar aku “’this person’ cakep ga?” Menurut Abi, “this person” cakep, Abi juga bilang kelihatannya anaknya baik.  -> Me, thinking: ‘Iya, sepertinya baik cuma pernah salah gaul, eh.’ Semoga sekarang dan seterusnya “this person” bisa jadi pria baik-baik. Actually, respons aku ke Abi waktu Abi bilang Roger cakep intinya adalah "Iya dia cakep, cuma sayang dia non Muslim." -> Semoga Roger mendapat hidayah iman Islam.
Herannya, hampir semua keluarga aku nampaknya sayang/ peduli sama “this person”, Umi aku pernah bilang “this person” ganteng, adik aku meminta supaya aku ngebolehin dia temenan di Fb sama “this person”* , kemudian salah satu asisten keluarga aku pun peduli sama keadaan “this person”, yang lebih mengherankan, sepupu aku yang cool dan saklek pun sampe nyempetin nulis status Fb terkait narkoba waktu “this person” kena kasus. ->Mewakili sepupu aku, aku menyatakan permohonan maaf karena status yang aku maksud tidak sesuai syariat Islam.
-> Aku berpikir mengenai “this person”: ‘Hey, kamu berkharisma sekali’. Subhanallah. 

*Aku bilang sama adik aku, boleh temenan di Fb sama “this person” tapi musti add juga “that person". Hal ini intinya supaya adil karena saat itu bahkan sampai saat ini aku pribadi masih belum mengakhiri "janji" aku sama keduanya.  

Aku pernah mimpiin “this person” intinya, di mimpi aku “this person” orangnya baik, “this person” sayang sama aku, aku juga sayang sama “this person”, “this person” orangnya fun, menyenangkan banget, hanya aga kukuh; aku pernah mimpi  aku and “this person” masih muda, penuh semangat, sangat ceria, kami pake baju putih, main di arena bermain, jalan-jalan, seneng banget kayak di surga. Tapi sayang, di mimpi aku sama "this person" tsb akunya masih mikirin seseorang yang pernah aku beri sebutan “keparat ba****” untuk perilakunya yang keterlaluan dalam menentang Islam dan ada hal yang sempat membuat aku sangat kesal. -> Aku musti mengakui bahwa aku pernah berbicara sangat kasar. Jika orang itu masuk Islam, insya Allah, aku bakal minta maaf sama orang itu karena pernah memberikan sebutan untuk dia dengan sebutan yang sangat kasar. Oia aku musti inget-inget, di mimpi  aku sama “this person” pernah bahas mengenai agama, Islam, dan mengenai shalat? Aku inget, aku sempat bicara mengenai shalat.

-> Aku ketemu sama "this person" bukan hanya di mimpi, di dunia nyata pun aku pernah ketemu dia. Oia di mimpi yang aku ceritakan terkait "this person", mimpinya mengenai bermain. Anw di dunia nyata pun sejauh ini "this person" salah satu pekerjaannya adalah bermain, main sinetron. Aku  harap dia bisa bermain sinetron yang minimal berbagai aspeknya sesuai syariat Islam, lebih bagus lagi jika sinetronnya memang sesuai syariat Islam.
-> Maaf, kaum Muslimin, sejauh ini aku berusaha menghindari nonton tayangan mengenai "this person" ini, karena aku khawatir aku makin susah lupain dia, tapi ternyata aku sempet nonton beberapa tayangan wawancara dia, pertama karena, I should admit that I miss him. -> Maaf untuk aku mengungkapkan hal ini. Kemudian, aku mau mencari informasi yang aktual mengenai kedekatan "this person" dengan salah satu artis, maksudnya supaya informasinya jelas langsung dari yang bersangkutan.



Anw, kata Umi dan salah satu sepupu aku, “this person” terlihat sangat cocok dengan artis cantik itu. Aku sama adik aku buatkan ini untuk kalian berdua, dari tanda tangan yang pernah aku minta (maaf ada bagian yang kami edit), berikut fotonya:



Foto di atas judulnya aku maksa Roger Danuarta untuk mencintai Ka Asty Ananta.

Aku baca beberapa artikel dan melihat beberapa wawancara, Roger menyatakan hal yang intinya hanya berteman/ bersahabat dengan Asty Ananta. -> Ada rasa pengen nonjok dada Roger waktu dia ngungkapin hal ini. Anw sekarang aku ngga percaya lagi sama namanya teman atau sahabat antara pria dewasa dan wanita dewasa bukan muhrim dengan kedekatan yang sedemikain rupa.

Wei, kalo aku jadi kamu, aku ngga akan menyia-nyiakan wanita Muslimah, cantik, baik, perhatian, yang sering ada di kala suka dan duka. Maksudnya aku akan masuk dan memeluk Islam dan menikah dengan Muslimah seperti yang aku deskripsikan, kemudian aku minta Muslimah tersebut berhijab syar'i. Hal itu dilakukan sebagai bukti rasa syukur kepada Allah.

Aku berharap Roger Danuarta masuk dan memeluk Islam lalu nikah sama Ka Asty Ananta.

Kembali ke busana pernikahan, tadinya desain busana Cheongsam gamis Muslim itu untuk busana pengantin aku jika aku menikah, insya Allah, tapi aku mau terlebih dahulu membuat samplenya untuk mengetes cocok atau tidaknya jika aku kenakan. Baju samplenya untuk aku pake sehari-hari, maksudnya karena sejauh ini kegiatan aku kebanyakan sehari-hari di rumah seperti membantu keluarga bersih-bersih sekolah, mengajar les, jadi aku sebut busana tersebut pakaian sehari-hari, aku pake pula untuk pergi keluar rumah. Untuk sample aku sengaja pake bahan yang murah Tesa, dan berhubung sample tsb untuk pakaian sehari-hari jadi bajunya dibuat tidak memakai bisban, disederhanakan, hanya teknik menjahitnya saja oleh penjahitnya dibuat sedemikian rupa. Waktu itu aku tidak meminta penjahitnya memberi kain lapisan pada busananya sehingga aku musti mengenakan pakaian rangkap: manset atasan putih atau cardigan dan celana panjang putih.

Maaf, aku musti cari tahu nama ibu penjahit busana-busana tsb. Oia sehubungan waktu itu aku minta  busananya dibuat longgar, dan ternyata bagi aku busananya kebesaran, aku menyerahkan busana tersebut kepada Ibu Yanti (Mama Nisa) untuk direparasi/ diperkecil.
Total pembuatan busana tersebut jika dihitung (bahkan jika lengkap dengan kain pelapis), per busana tidak sampai Rp. 200 ribu. (Hitungan per 2014/ 1436 H).
Kerudung: Rabbani. Maaf untuk foto kerudung itu aku berfoto, aku sedikit mengenakan celak dan untuk alis aku gunakan pinsil alis, mungkin karena akunya genit juga agar mata aku tidak nampak sayu dan mengantuk, tapi foto mukanya sudah diblur untuk menghilangkan ciri-ciri makhluk bernyawa. Terima kasih untuk tidak mengungkit kekeliruan aku tersebut.

->Mohon maaf jika desain pakaian yang aku buat belum syar’i, semoga kedepannya aku dapat menggambar busana Muslim sesuai syariat Islam.

Kalo nikah nanti, insya Allah, aku ngga mau baju mahal, musti terjangkau sedapat mungkin murah, yang penting nyaman dan modelnya cocok buat aku serta yang terpenting syar’i. ‘Ingat di dunia ini masih banyak fakir miskin.’

Pesan dari aku, khususnya untuk kaum Muslimin.

Untuk busana pengantin: Sedapat mungkin mengenakan busana pengantin syar'i yang tidak terlalu mahal.

Untuk pakaian sehari-hari: Mungkin kaum Muslimin masih sering mengenakan kaos dan pakaian selain gamis, so do I. Hanya saja jika kita kaya bisa membeli 1 kaos seharga 2 juta dan sebuah jeans seharga 5 juta, kenapa ga lebih baik uangnya untuk beli 35 gamis yang satuannya Rp 200 ribu lalu gamis tersebut satu atau dua untuk dipakai sendiri sisanya untuk dibagikan ke fakir miskin, untuk meraih ridha Allah. Namun jika kita miskin, daripada berulang kali membeli kaos pendek seharga 20-50 ribu dan jeans ketat seharga 100 ribu, lebih baik uangnya dikumpulkan untuk membeli satu atau dua gamis, lama kelamaan menjadi beberapa gamis, membiasakan diri mengenakan gamis syar’i dalam kehidupan sehari-hari minimal dipakai saat berhadapan dengan bukan muhrim dalam rangka menutup aurat secara syar'i untuk meraih ridha Allah.

->Tidak seperti di Arab, di Indonesia dan banyak negara di dunia, bicara mengenai pemakaian gamis ini aga sulit jika diterapkan pada pria khususnya pria Muslim, tapi setidaknya aku ingin menyatakan, para pria jangan terlihat anti gamis, cobalah untuk mengenakan gamis dalam beberapa kesempatan.

Semoga Allah mengaruniakan kepada para non Muslim yang namanya tertulis di tulisan ini dan kepada seluruh non Muslim hidayah iman Islam. Semoga Allah mengaruniakan kepada aku dan kaum Muslimin taufiq dan hidayah untuk bertaqwa. 

Mohon maaf, dalam tulisan ini telah terdapat perubahan redaksi penyampaian kata atau kalimat dalam rangka perbaikan. Terima kasih, syukron, atas perhatiannya.

Semoga Allah meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Wallahu’alam.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

11.03.2015 -> 21 Jumadil Awal 1436 H.

Revisi:
121416.03.2015 -> 212325 Jumadil Awal 1436 H.
13.12.2015 -> 01 Robiul Awal 1437 H
21.10.2016 -> 2021 Muharram 1438 H


0 komentar: