Menuju Tegaknya Khilafah dan Syariat Islam (2)


Posting ini berawal dari tulisan di salah satu kolom di blog aku yang isinya dimungkinkan mengalami revisi setiap kali diperlukan.

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Ali Imraan (3): 19
[189]. Maksudnya ialah Kitab-Kitab yang diturunkan sebelum Al Quran.


Rasulullah Muhammad saw telah menubuatkan mengenai tegaknya khilafah Islamiyah di akhir zaman. Nubuat ini pasti terjadi karena Allah Maha Menepati Janji, kemudian Rasulullah saw selalu berkata benar. Sudah menjadi kewajiban aku sebagai Muslim untuk mendukung sesama Muslim yang berusaha menegakkan kekhalifahan Islam. Disamping itu, berdasarkan informasi yang aku baca via internet mengenai selintas biodata khalifah Islam, Abu Bakr Al Baghdadi, kemungkinan besar beliau adalah masih paman jauh aku. Meskipun aku mendukung beliau, tapi aku tidak menutup mata bahwa manusia memiliki kesalahan. Maka dari itu aku bermaksud menyampaikan saran dan pesan kepada Amirul Mu’minin, saran dan pesannya sebagai berikut:
Dearest Uncle Abu Bakr Al Baghdadi, according to Rasulullah’s sayings, I suggest you to avoid women and children assassination. {Except if they are involved in to the battle field fighting jihad armies.}
Yaa Amirol Mu’minin, mata tadhabu ila Induunisiyya?
(Hi Islamic Caliph, when will you come to Indonesia?)


BTP (Beralih Topik Pembicaraan): Walking text di tv One memberitakan bahwa dana perayaan hari kemerdekaan R.I. mencapai miliaran rupiah. Jika memang demikian, menurut pendapat aku, hal tersebut adalah sangatlah tidak pantas, perayaan dengan dana sedemikian banyak sementara masih banyak rakyat Indonesia yang tergolong fakir miskin. Sebuah ironi, di hari kemerdekaan sebuah bangsa terjadi upaya pembunuhan masal/ pembantaian secara tidak langsung dan secara halus. Terlebih dalam Islam tidak diajarkan mengenai perayaan hari kelahiran maupun hari jadi.


Pembicaraan selanjutnya: Beberapa waktu lalu aku memposting foto-foto di jejaring sosial, Fb, namun aku tidak memberi penjelasan. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Khususnya kepada kepada orang yang aku cintai, Tex Saverio dan orang yang pernah aku cintai, Roger Danuarta: *maafin aku ya.. Semoga aku dapat memberikan penjelasan yang baik dan benar –inginnya penjelasan sesuai syariat Islam- untuk posting-posting yang aku maksud. Aamiin.
*Aku tidak minta maaf untuk melarang kemusyrikan, kekafiran, maksiat dan kemungkaran lainnya, aku meminta maaf untuk setiap perilaku aku yang tidak sesuai syariat Islam.


Mengenai kejadian hari ini 16.08.2014 -> (22 Syawal 1435 H)
Innalillahi: Tadi aku sedikit sedih karena tadi sore tiba-tiba frame kacamata aku, sebelah kanan, patah padahal sedang aku pakai. Seinget aku, aku baru mengalami hal demikian. Hal tersebut mungkin terjadi karena frame kacamata’y tidak kuat menopang kaca yg ada di dlm frame, mungkin juga karena kesalahan aku membeli kacamata yang bukan kualitas terbaik. Kacamatanya rusak parah, tidak mungkin dapat diperbaiki, kecuali di recycle. Kacamata yang aku maksud frame’y persegi, dengan bahan yang nampak aga elastis, modelnya tergolong MODERN. Kenangan special mengenai kacamata tersebut adalah: Waktu itu aku beli kacamata ini diinspirasi oleh orang yang aku cintai, Tex Saverio. Aku pernah liat foto dia dkk di masa awal kesuksesannya, dia mengenakan kacamata berbentuk persegi. Aku suka dia pake kacamata tersebut, menurut pendapat aku dia terlihat cocok mengenakan kacamata tersebut, he looked gorgeous with that glasses.
->Aku sempet berpikir bahwa model kacamata MODERN ini mewakili perjalanan cinta aku pada orang yang aku cintai, Tex Saverio: Pertama aku liat Tex, aku liat profilnya di majalah “Canting”. Cara aku dan Tex kenalan cenderung modern, via jejaring sosial yang saat itu lagi “happening”, Facebook. Kemudian, terutama berdasarkan karya-karya serta berbagai hal yang pernah dia posting via berbagai media, aku pikir Tex terkesan sangat modern. Menurut pendapat aku, sejauh ini sebagian besar bahkan hampir seluruh rancangannya walaupun mengangkat tema romantic, classic even traditional tapi tidak terkesan plain, namun terkesan hasil elaborasi maupun modifikasi kekinian. Sedihnya, apa yang aku lihat kebanyakan cenderung memerangi Islam. Innalillahi wa innna ilaihi rojiun.
Alhamdulillah: Untungnya masih ada satu kacamata aku yang dalam kondisi baik. Kacamata dengan frame “cat eye”, modelnya cenderung CLASSIC. Ini kacamata pilihan aku, yang aku beli sudah cukup lama. Kenangan special mengenai kacamata ini adalah: Aku pake kacamata ini waktu ketemu Roger Danuarta dkk.
->Aku sempet berpikir bahwa model kacamata CLASSIC ini mewakili perjalanan cinta aku pada orang yang pernah aku cintai, Roger Danuarta. Walaupun awal-awal aku liat dia di tv dan juga majalah, yet we met directly and I or maybe we acted classically, it’s kinda a lil’ bit weird but funny. Saat itu aku ga sadar bahwa aku sangat suka even mencintai seorang yang merupkan aktor tsb, seinget aku waktu itu ada atmosphere joy, shy, polite, dan meskipun ia terlihat nice tapi aku ga berani sembarang deket-deket aktor itu, walaupun demikian suasana ketika itu tetep berkesan buat aku. Anw aku pikir Roger cowo modern tapi pemikirannya sedikit tradisional, mungkin.
->Oia aku mau bilang bahwa dulu waktu aku ketemu Roger, pakaian aku jauh dari menutup aurat secara syar’i. Astagfirullah.
-> FYI, karena minus mata aku tinggi, sekitar 5, sejauh ini kacamata penting buat aku, alat bantu untuk melihat sesuatu agar lebih jelas.
->Oia kedua orang tua aku ga setuju jika aku mencintai salah satu maupun kedua sebut saja “kacamata” ini (Roger dan Tex). Sekarang perumpamaan buat mereka berdua lebih bagus, sebelumnya aku pernah bilang mereka “sandal hitam berduri tajam” tepatnya sandal jepit hitam berduri tajam, sekarang naik tingkat jadi “kacamata”.
Hal sangat pentingnya adalah aku berharap Allah mengaruniakan hidayah-Nya kepada orang yang aku cintai, Tex Saverio dan orang yang pernah aku cintai, Roger Danuarta beserta kawan-kawan mereka yang non Muslim juga para non Muslim untuk masuk dan memeluk Islam. Aku pun berharap Allah mengaruniakan taufiq dan hidayah-Nya kepada aku juga teman-teman Tex dan Roger yang beragama Islam juga kaum Muslimin untuk bertaqwa kepada Allah. Aamiin.


Lalu mengenai agama Baha’i, aku menghimbau Kemenag R.I. untuk tidak perlu mengizinkan agama baru di Indonesia. Yang ada mustinya pemeluk agama-agama selain Islam yang sudah ada di Indonesia maupun agama selain Islam yang belum ada di Indonesia pindah agama ke dalam Islam atau kembali ke dalam Islam. Hanya Islam agama yang diridhai Allah.
Aku berharap Allah menolong aku untuk menghadapi iblis dan pasukannya agar mereka berhenti menggangu apalagi menyesatkan aku dan umat manusia.
Semoga Allah meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.
Wallahu’alam
1617.08.2014 -> 22 Syawal 1435 H
Revisi:
171824.08.2014 -> 222330 Syawal 1435 H


Kepada Pa Prabowo dan Pa Hatta Radjasa beserta rekan-rekan: Sabar ya..
Anw aku baru tau kalo ternyata Pa Tantowi Yahya cerdas, dapat bermain musik dan berbicara bilingual dengan sangat baik. Subhanallah. Semoga kecakapan berbahasanya dapat digunakan untuk berda’wah dan berjuang di jalan Allah. Semoga kecakapan berbahasanya bertambah: Bahasa Arab. Aamiin.
Berimajinasi ‘Kalo sama Pa Prabowo, aku bilang uncle aci ga ya, kan istilahnya aku sama beliau “sekufu”? Kalo boleh, nampaknya hidup ini indah jika aku, uncle aku yang mantan TNI bergabung dengan uncle aku yang mantan POLRI untuk bersatu dengan uncle aku yang Khalifah Islam. Dengan demikian semoga Allah meridhai. Aamiin.’
->Sepertinya perlu dijelaskan bahwa aku menggunakan istilah “sekufu” karena berdasarkan kabar yang beredar, aku mengira, beliau yang aku maksud bisa jadi masih satu keturunan, keturunan Rasulullah saw. Sehingga terpikir oleh aku bahwa sebelum mengingatkan orang lain, terlebih dahulu aku mengingatkan diri sendiri dan saudara-saudara aku, terlebih saudara-saudara aku baik yang jauh maupun yang dekat yang diberi kelebihan oleh Allah dalam mengkoordinasi khalayak, terlebih saudara-saudara aku yang dapat menjadi teladan bagi khalayak, untuk ikut mewujudkan tegaknya Khilafah Islamiyah.
Semoga Allah menegakkan Khilafah Islamiyah. Semoga Allah meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.
Wallahu’alam
22.08.2014 -> 27 Syawal 1435 H
Revisi:
24.08.2014 -> 30 Syawal 1435 H




Kepada pemerintahan Pa SBY, juga pemerintahan setelahnya, aku menghimbau agar harga BBM tidak dinaikkan. Syukron.
->Feeling guilty, pernah suatu kali untuk beberapa waktu lamanya pemerintah mempertimbangkan mengenai kenaikan BBM, tapi aku diem aja ga kasih masukan untuk mencegah, eh pas giliran BBM’y udah naik aku marah-marah, pake bikin statement dalam salah satu tulisan, statementnya menyerukan demo BBM segala. Astagfirullah. Khusus untuk tindakan ketidakpedulian yang pernah aku sebutkan tsb, aku meminta maaf kepada pemerintahan yang dipimpin oleh Pa SBY. Syukron atas perhatiannya.
Kemudian mengenai bulan harram, keterangan terkait bulan harram termuat dalam: Q.S. Al Baqoroh (2): 194; Q.S. Al Ma’aidah (5): 2; Q.S. At Taubah (9): 36 dll. Sedangkan detail waktu bulan harram yang aku maksud adalah yang berlangsung pada: mungkin ada yang memulai bulan harram sejak tanggal 25.08.2014 sore (01 Dzulqo’dah 1435 H) ada pula yang memulai pada 26.08.2014 sore (01 Dzulqo’dah 1435 H) atau sekitar minggu ke-4 Agustus 2014 (akhir Syawal, awal Dzulqo’dah 1435 H); kemudian September 2014 (Dzulqo’dah 1435 H); Oktober 2014 (Dzulhijjah 1435 H); hingga sekitar akhir minggu ke-3 November 2014 (Muharram 1436 H). Semoga aku dan kaum Muslimin dapat meningkatkan amal ibadah di bulan harram ini untuk meraih ridha Allah di dunia dan di akhirat. Aamiin.
26.08.2014 -> 02 Dzulqo’dah 1435 H
Revisi:
2728.08.2014 -> 0304 Dzulqo’dah 1435 H
Wallahu’alam.




Hari Sabtu ini (30.08.’14 -> 05 Dzulqo’dah 1435 H) aku nyanyi di depan Abi dan beberapa temannya yg masih tetangga aku, aku uda tau mereka sejak aku kecil, mereka adalah: Mang Wawan, Mang Asep, dan Mang Utay. Lagu-lagu yg dibawakan tadi, lagu: lawas, pop, Sunda, dan dangdut. Temen-temen Abi ini bukan pemusik Jazz, jadi hari ini ga Jazzy tapi tetep seneng. Waktu aku nyanyi ada rasa seneng karena uda beberapa lama aku ga nyanyi dengan alat musik dan beberapa sound system, tapi ada juga ragu dan “guilty” karena rasanya aku udah bilang untuk ga semena-mena bernyanyi terlebih di hadapan bukan muhrim, kemudian nyanyi bukan keahlian aku. Aku terdorong untuk nyanyi karena berusaha memilah dan mencontohkan lagu yg sesuai syariat Islam. Anw aku khawatir tadi aku nyanyiin lagu galau maupun lagu yg ga sesuai syariat Islam.
FYI, tadi aku nyanyiin lagu favorit aku kalo nyanyi yakni lagu “Mutiara yang Hilang” ciptaan Agus Muhadi?, lalu 2 lagu Abi aku yakni “Cinta Kita” dan “Kesaksian”. Tadi aku request beberapa lagu ke temen-temen Abi, diantaranya: 2 lagu Ahmad Dhani (lagunya aku ga akan bilang di tulisan ini, ra-ha-si-a, kl mau tau silakan tanya sama temen-teman Abi aku atau kalo ada orang yg -jika ada- memantau dari satelit, atau memata-matai, silakan tanya sama ia/mereka. Maaf ya.); kemudian lagu Bang Haji Rhoma Irama yg “Istri Shaleha” (gara-gara pas aku lagi menghindari lagu galau, aku denger radio, pas lagi pindah-pindah channel, ternyata di frekuensi 95.00 FM Smi aku denger lagu “Istri Shaleha” itu). -> Aku check internet, ternyata lagunya berjudul “Shaleha”. Ada banyak lagu yang dimainkan dan dinyanyikan, salah satu lagu yg paling banyak, berulang kali, dimainkan adalah lagu request-an Abi aku “Kau Selalu di Hatiku”. -> Ada lirik lagu ini yg sejak kecil aku taunya liriknya berbunyi “kasihku hanya untukmu”, yg Abi aku, aku dan keluarga aku di rumah selalu menyanyikannya demikian. Belakangan menurut pendapat aku berdasarkan lirik tersebut, lagu ini sangat tepat jika dinyanyikan oleh seorang istri kepada seorang suami. -> Ungkapan kesetiaan istri pada seorang suami. Namun salah satu teman Abi aku menyayikan lirik ini dengan berbeda yang kemudian aku check liriknya di internet sehingga aku berpikir, lagu ini sangat tepat jika dinyanyikan oleh seorang suami untuk istrinya, hal ini berdasarkan lirik “kasihmu hanya untukku hingga akhir nanti”. -> Perintah atau permintaan seorang suami kepada istri untuk setia hanya kepadanya. Lagu ini bagus, lagu cinta dan kesetiaan, hanya yg menjadi pemikiran aku adalah lirik “padamu bulan padamu bintang saksi yg abadi”, bagian “saksi yang abadi” itu aga aneh karena bulan bintang tidak kekal, akan musnah. -> Aku jadi berpikir mengenai cinta abadi, bisa ga menyatakan cinta abadi untuk mencintai seseorang karena Allah di dunia dan di akhirat? Sambil nyanyi, ada beberapa lagu yg bikin aku berpikir bahkan sesekali bertanya ke temen-temen Abi yg intinya kira-kira: ‘Kira-kira lagu ini baik ngga ya? Boleh dibawain ga ya? Ini lagu galau ya? Lagu ini sesuai ga ya sama syariat Islam?’
Oya, teman-teman Abi membawakan lagu Darso “Dina Amparan Sajadah”. -> Aku musti mengkaji lirik lagu ini. Aku check liriknya di internet. Aku pikir frasa “pangeran anu sajati” kurang tepat jika ditujukan kepada Allah, untuk meng-address Allah lebih tepat jika menggunakan frasa “Pangeran nu Mahasajati”. Anw buat aku dan kaum Muslimin yg suka bermain musik, ingat shalat dan mengingatkan shalat, dirikanlah shalat, aku sedih jika ada yg bermain musik tapi melalaikan shalat. Aku pernah melalaikan shalat salah satunya karena musik, mudah-mudahan hal tersebut tidak terjadi lagi. Terkait kesalahan aku melalaikan shalat karena music, semoga Allah mengampuni kesalahan aku. Semoga aku dan kaum Muslimin dapat mendirikan shalat untuk meraih ridha Allah Ta’ala di dunia dan di akhirat. Aamiin.
Check lirik: Kapanlagi.com.; Musiklib.org
->Anw sejauh ini, di rumah Abi aku sering banyak cowo, kadang temen Abi aku, seringnya temen-temen adik aku. Semoga aku dapat menyikapi hal ini sesuai syariat Islam.
->FYI dalam 1 hari aja, bahkan 1 “scene” kehidupan aku, misalnya hari ini aku nyanyi, masih banyak yg belum sesuai syariat Islam, apalagi dalam banyak dan seluruh aspek kehidupan aku lainnya. Namun aku tetap berharap dapat menjalani seluruh kehidupan sesuai syariat Islam.
Aku berusaha berpakaian sesuai syariat Islam, wlp tadi awalnya aku sempet males pake kaos kaki tapi akhirnya aku pake kaos kaki, ada hal yg temen-temen Abi aku lakuin misalnya nge-check suara dari sound system yg ada di deket kaki aku juga nyanyiin lagu yg bikin aku inget buat pake kaos kaki yg kemudian aku pakai. Aku ga enak kalo bagian kaki aku diliat bukan muhrim padahal aku tahu perintah dari Rasulullah bagi wanita untuk menutup aurat kecuali muka dan telapak tangan yang hal ini berarti termasuk mengenakan penutup kaki di hadapan bukan muhrim. -> Seringnya jika di rumah, aku paling males pake kaos kaki, khusus untuk hal ini aku memohon maaf kepada berbagai pihak karena tidak mencontohkan hal yang syar’i. Semoga kedepannya aku bisa lebih baik lagi, hidup sesuai syariat Islam. Aamiin.
Aku juga berdiskusi dengan Abi dkk mengenai pelaksanaan main music, sesuai syariat Islam, untuk merayakan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, kemudian mengenai perbaikan akhlak bangsa dan penegakkan syariat Islam terutama di Indonesia. Aku akui memperbaiki akhlak dan menegakkan syariat Islam bagi aku sendiri saja sulit, hanya saja perlu terus diusahakan. Lalu, aku ga bisa hanya sendirian memperbaiki akhlak dan menegakkan syariat Islam. Intinya perlu kesadaran dan kebersamaan dalam memperbaiki akhlak dan mengegakkan syariat Islam untuk meraih ridha Allah. -> ‘Berusaha mematri di dalam hati bahwa setiap hal yg aku lakukan berniat dan bertujuan untuk meraih ridha Allah di dunia dan akhirat.’ Aamiin.
Wallahu’alam.

3031.08.2014 -> 06 Dzulqo’dah 1435 H

Revisi:
0305.10.14 > 1011 Dzulhijjah 1435 H 

0 komentar: