Curhat: Hukum Islam Potong Tangan dan Menjauhi Zina



Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Al Maa’idah (5): 38
1809. Dari ‘Aisyah r.a. bahwa kaum Quraisy amat memusingkan mereka hal seseorang perempuan suku Makhzum yang melakukan pencurian. Mereka mengatakan: “Siapakah yang bisa berbicara dengan Rasululluh saw. (mengemukakan permintaan supaya perempuan itu dibebaskan)” tiada yang berani untuk membicarakan hal itu hanyalah Usamah kesayangan Rasulullah saw.” Lalu Usamah berbicara dengan Rasulullah saw.  dan beliau menjawab: “Adakah engkau hendak menolong supaya orang bebas dari hukuman Allah?”
                Kemudian itu Nabi berdiri dan khotbah, sabda beliau: “Hai orang banyak! Orang-orang yang sebelum kamu menjadi sesat jalan disebabkan apabila seorang bangsawan mencuri, maka mereka biarkan saja (tidak dihukum). Tetapi kalau seorang lemah (rakyat biasa) mencuri, mereka lakukan hukuman kepadanya. Demi Allah! Kalau seandainya Fatimah anak Muhammad mencuri, niscaya Muhammad akan memotong tangannya itu.” Terjemah Hadits Shahih Bukhari IV Page 96

Beberapa waktu belakangan ini, aku banyak berfikir penegakkan hukum Islam untuk mencuri termasuk korupsi yakni hukum potong tangan. Sudah sejak lama aku berpikir, salah satu caranya adalah aku harus rela kehilangan tangan aku sendiri/ dipotong tangan karena pernah terpaksa terlibat manipulasi uang yang mengindikasikan korupsi.
Aku mau banget presiden baru, Jokowi, beserta jajarannya menegakkan hukum Islam. Apa aku musti dipotong tangan bareng Pa Presiden yang terduga korupsi ya? Atau mungkin sekalian potong tangan bareng para mantan presiden yang mungkin terlibat korupsi?
Lately, aku banyak nangis karena kepikiran mengenai kemungkinan bahwa aku musti kehilangan tangan aku, sepertinya tangan kiri aku. Aku berfikir untuk lebih menyukuri dan memperhatikan tangan aku tersebut, mewarnai kuku aku dengan hena, lalu terkadang di jemari kiri tersebut aku sematkan cincin yang biasanya jika pun aku mengenakan cincin, aku cenderung untuk mengenakannya di jemari tangan kanan. -> Meskipun dalam Islam perempuan dibolehkan mengenakan perhiasan, sejauh ini aku bukan cewe yang terlalu suka mengenakan perhiasan berharga terlebih belakangan aku ga tega kalo aku harus pake berbagai perhiasan sementara di luar sana masih banyak fakir miskin dan orang yang kelaparan. 


Foto berikut ini merupakan sisi lain untuk hukuman sesuai syariat Islam, “hukuman potong tangan”.  
 



Aku bersyukur atas karunia Allah berupa tangan yang ada sekarang, hanya perlu disampaiakan bahwa tangan aku seperrtinya tidak sebersih dan seputih di foto tersebut, itu efek kamera. -> Kamera 360 Samsung Galaxy S III Mini (pinjem punya adik cewe aku). Photographer: adik cowo aku. Editor: aku. Foto di atas telah mengalami proses cropping. Foto tersebut merupakan revisi dari foto yang di upload di Fb, karena foto di Fb cropping-nya kurang sesuai dengan anatomi pemotongan tangan utnuk kasus pencurian, mohon maaf atas kekeliruan yang aku maksud.

-> Aku ngeh bahwa sampai tahun 1435 H, di setiap tulisan aku yang memuat foto aku selalu lupa menuliskan merek terlebih tipe kamera, maaf ya.



Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. Al Israa’ (17): 32

Anw selain sedih karena masalah kemungkinan harus kehilangan salah satu tangan aku, aku juga adakalanya nangis karena sejauh ini aku ga bisa bersama dengan orang yang aku cintai maupun orang yang masih aku sayangi, mungkin aku juga harus kehilangan mereka.

->Aku ga pengen berperang di bulan harram, aku cuma mau “gangguin” dikit dua orang cowo, satu seorang yang aku cintai satu lagi seorang yang masih aku sayang. Meskipun aku belum tergolong ke dalam Muslim yang baik, aku tetep pengen mengajak mereka masuk dan memeluk Islam.

-> Suatu kali, aku pernah iseng liat page jejaring social orang yang masih aku sayang, juga sekilas mendengar sebuah pemberitaan yang meskipun aku tidak terlalu memperhatikan pemberitaan tersebut namun hal-hal itu -berikut pemberitaan mengenai penganiayaan yang dilakukan anak-anak- menginspirasi aku untuk bilang: Tex Saverio and Roger Danuarta beserta fans maupun kolega and to the Chinese:

You guys need to know that sepanjang hidup aku, sejak kecil, sudah merupakan hal yang biasa kalo ada cowo yang ludahin aku, caci maki aku, ngelabrak, ngasarin bahkan menganiaya aku, mereka yang dari berbagai suku terutama suku Sunda meskipun sebagian besar akhirnya baikan sama aku. Alhamdulillah.
Hanya yang ingin aku sampaikan adalah: Bagi para pria, siapa pun anda, diharapkan dapat bersikap dan bertutur kata lembut dan sopan santun sesuai syariat Islam kepada wanita, kecuali terhadap wanita yang memang dikhawatirkan nuyuznya terlebih wanita yang menggunakan kekerasan dalam memerangi Islam. Kemudian para pria diharapkan menanamkan sikap lembut dan sopan santun syar’i kepada anak-anak termasuk para anak laki-laki.

Kemudian, bukan hal yang ajaib pula kalo ada dari kalangan cowo warga keturunan, Chinese, mantan orang yang sangat aku cintai, yang misalkan sebelumnya –maaf- belai kepala aku dengan sayang berikut dengan senyum yang manis, makan bareng aku, lalu menghabiskan waktu yang tidak sekejap bareng aku tapi kemudian karena aku bikin salah, mungkin aku bikin seorang tersebut kecewa, hingga tiba-tiba ia “amnesia” sama aku, ketemu muka pun selayaknya kami ga pernah saling kenal. Atau mungkin ada juga cowo Chinese, mantan orang yang aku sayang, yang sempat meluangkan waktu bareng aku, berbagi cerita baik di saat kami dekat maupun di saat kami berjauhan, gandeng tangan aku, makan bareng aku, saling memberikan perhatian tapi tanpa alasan yang jelas kemudian ia tiba-tiba “lupa” sama aku dan “menghilang”. -> Rasanya umumnya cowo dari suku bangsa lain ga begini-begini amat deh, meskipun jika dibandingkan dengan cowo Chinese, para cowo dari suku bangsa lain pun menghabiskan waktu yang bisa dikatakan sama banyak atau lebih banyak bersama aku bahkan dengan kenangan menyenangkan atau mengecewakan yang lebih mendalam.
Tapi ga aku pungkiri, aku beruntung mengenal seorang pria keturunan China yang sepengetahuan aku dia baik.

Maaf, penting dijelaskan, saat aku bersama mantan orang yang sangat aku cintai yang aku maksud, we were so young terlebih kami beda agama. Tapi sekitar tahun 2013/1434 H sepertinya aku pernah ketemu orang yang mirip dia, hanya aku ga yakin karena ga pake kacamata, aku ga ngeh. Lalu setelah 9 tahun berlalu sejak kebersamaan kami dulu, tahun 2014/ 1435 H, aku baru tau, salah satu saudara aku cerita yang intinya mantan orang yang sangat aku cintai yang aku maksud beberapa waktu belakangan pernah melakukan hal yang mengindikasikan bahwa dia masih inget sama aku, hal tersebut bikin aku terharu, pengen nangis dan semakin merasa bersalah sama dia. Belakangan aku mikir mungkin ini efek dari dia pindah agama ke dalam Islam, menjadi Muslim, dia jadi lebih baik, dan faktor usia juga, dia lebih dewasa. Namun aku sadar, seseorang menjadi baik hakikatnya adalah hidayah dari Allah. Actually, aku dari dulu pengen minta maaf sama dia, aku berusaha keras untuk itu, tapi mungkin baru belakangan dia ngeh. -> Aslinya aku bener-bener pengen islah sama mantan orang yang sangat aku cintai yang aku maksud, bukan untuk mengulang kembali kebersamaan kami, aku hanya mau berbaikan, apalagi jika sekarang kami seagama, sesama Muslim.


Kemudian mantan orang yang aku sayang, beberapa waktu belakangan, aku pernah sekitar dua kali –ga sengaja- ketemu di event-event pernikahan misal pernikahan temen, pas ketemu kami ga saling sapa paling liat-liatan. Aku malu/ kagok kalo mau nyapa duluan. Aku juga pengen islah sama  mantan orang yang aku sayang ini, mungkin aku masih aga kesel sama dia. Dari dulu, termasuk saat kami menjalin kebersamaan, aku dan mantan orang yang aku sayang tersebut seagama, kami sama-sama Muslim. ->Astagfirullah, aku lupa, aku cerita kalo mantan orang yang aku sayang tersebut punya salah sama aku hingga aku kesel padahal aku juga ada salah sama dia, dan sama mantan orang yang sangat aku cintai yang diceritakan di atas juga sama mantan orang yang sangat aku cintai yang ga diceritakan di cerita ini. Setelah aku liat lagi catatan harian aku zaman dulu, aku jadi inget lagi bahwa sepertinya ada waktu dimana aku mulai deket sama mantan orang yang aku sayang ini tapi aku ga bilang kalo aku juga lagi deket sama dua cowo lain, (para) mantan orang yang sangat aku cintai, sebaliknya aku juga ga bilang sama dua mantan orang yang sangat aku cintai tersebut kalo saat itu aku juga lagi deket sama mantan orang yang aku sayang ini. Guys, maafin aku…
[Semoga Allah menjadikan aku dan para Muslim yang pernah –sangat- aku sukai/ cintai/ sayangi serta para Muslim yang pernah –sangat- menyukai/ mencintai / menyayangi  aku, sebagai Muslim yang hanif, yang bertaqwa kepada Allah. Aamiin.]

Dan cowo yang sepengetahuan aku, dia baik adalah orang yang udah lama aku kenal. Sekarang dia nampak cenderung Islami. Sepertinya aku musti bilang, bahwa selama beberapa tahun belakangan, ada wacana bahwa keluarga aku bermaksud menjodohkan aku dengan pria ini, sepengetahuan aku ia seorang Muslim yang taat, hanya sampai saat ini aku tidak mengambil keputusan pasti.
Oia buat cowo-cowo non Muslim –keturunan- China yang pernah/ masih aku cintai atau sayangi yang ditakdirkan tapi mungkin merasa terpaksa pernah bareng aku, yang ditakdirkan tapi mungkin merasa terpaksa pernah makan bareng aku; atau yang sukarela dengan senang hati sering bareng aku, sering makan bareng aku; atau bahkan yang belum pernah ketemu aku apalagi makan bareng aku, aku cuma bisa mendoakan semoga kalian mendapat hidayah iman Islam. Aamiin. 
Just wanna say, kayaknya indah ya kalo cowo-cowo –keturunan- China  dan orang-orang China semuanya Muslim. Aamiin.


Anw ada pengalaman menarik masa kecil aku, hal ini terkait orang tua aku yang perempuan, ketika beliau muda, beliau banyak disuakai pria, dan beberapa kali ketika aku dan orang tua aku yang perempuan tersebut keluar rumah, misalnya jalan-jalan atau berbelanja, kami ga sengaja ketemu beberapa pria yang ga aku kenal lalu menyapa orang tua aku yang perempuan tersebut, menyapa dengan sopan dan ramah, mereka bertanya mengenai kabar, tempat tingal, kabar orang tua aku yang laki-laki, atau bertanya mengenai anak bahkan terkadang ada yang menyapa aku. Percakapan aku, orang tua aku yang perempuan dan para pria tersebut biasanya hanya sekejap, dan ketika mereka telah berlalu aku selalu bertanya siapa orang yang mengajak ngobrol tersebut, dan jawabannya adalah mantan kekasih orang tua perempuan aku. Sejak mengalami kejadian tersebut, aku berpikir yang intinya bahwa sangat indah, it’s great that para mantan kekasih masih menyapa dengan sopan mengenai kabar, mengenai keluarga. Oia bahkan aku dan orang tua perempuan aku pernah menghadiri pernikahan dari anak mantan kekasih orang tua perempuan aku, kami tetap menjalin silaturahim sebagai sesama Muslim, alhamdulillah.

-> Saat ini aku memang tidak setuju dengan pacaran, tapi ada baiknya jika memang memiliki mantan pacar atau mantan kekasih, mantan orang terdekat, mantan orang yang disayangi/dicintai, terutama sesama Muslim, yang tidak bermusushan tetapi masih bisa tetap saling sapa (diutamakan cowo lebih dahulu menyapa), bersilaturahim secara syar’i sebagai upaya mentaati sabda Rasulullah untuk tidak memutus tali silaturahim. Hanya saja untuk yang belum pacaran tetap lebih baik jika dapat berusaha untuk tidak pacaran, atau menasihatkan sejak dini kepada para anak untuk tidak pacaran tapi taaruf, sesuai syariat Islam.

Oia sejauh ini aku santai, ikut bahagia menyaksikan pria-pria yang aku cintai menikah, terutama yang menikah secara sah dan syar’i, karena di benak dan pikiran aku, jika memang berjodoh aku masih bisa jadi istri kedua, ketiga atau keempat dari pria Muslim yang aku cintai karena Allah dan semoga yang juga mencintai aku karena Allah. 

->Bahkan mungkin jika situasi mendesak, terpaksa, darurat, dimana jumlah cewe 40 sedangkan jumlah cowo 1 (40: 1) aku masih bisa jadi istri no 39 atau no 40 (kayak no sepatu aku), atau jika jumlah cewe 50 sedangkan jumlah cowo 1 (50: 1) aku masih bisa jadi istri no 49 atau no 50. Take it easy, yang penting suami aku kelak musti poligami di jalan Allah, untuk meraih ridha Allah.

Buat seorang yang masih aku cintai, kapan mau masuk Islam? Baik-baik disana, jangan bikin aku cemburu: Aku ga mau kamu ada affair sama cowo, misal: punya kekasih cowo, IT’S A BIG NO! terlebih karena hal tersebut dilarang Allah. Kemudian buat seorang yang masih aku sayang, kapan mau masuk Islam? Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.
 
->Sehubungan, diinspirasi oleh seorang pembicara di acara talk show tv one yang mengemukakan pendapat yang intinya adalah mengenai tindak tegas terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba, terkait hal tersebut, aku bermaksud menyampaikan bahwa tindak tegas atau hukuman untuk pelaku pengkonsumsi khamr dan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan sesuai syari'at Islam, misalnya hukum cambuk bagi pengkonsumsi khamr maupun narkoba; serta hukum potong tangan atau kaki maupun penjara/pengasingan untuk pengedar narkoba (tergantung jumlah narkoba yang diedarkan). Anw selama ini aku tetep ingat mengenai hukum cambuk untuk pengkonsumsi khamr dan narkoba, hukum cambuk itu mustinya berlaku bahkan untuk aku pribadi terkait pernah mengkonsumsi khamr dan orang yang aku sayang namanya tertulis di tulisan ini yang terkait penyalahgunaan narkoba. Mengenai karier untuk para mantan pengkonsumsi narkoba yang telah mendapat hukuman, karier mereka harus tetap didukung bahkan didikung hingga sukses selama kariernya tersebut sesuai syari'at Islam, hanya perlu dihimbau untuk tidak bermegah-megahan. Sebaliknya, karier para mantan pengkonsumsi narkoba yang telah mendapat hukuman patut dijegal bahkan dihentikan jika tidak sesuai syari'at Islam, kemudian mereka diarahkan untuk berkarier sesuai dengan syari'at Islam serta untuk hidup sederhana secara syar’i.


Mudah-mudahan “My Beloved Race”, Chinese, bisa berubah ke arah yang lebih baik, yang sudah baik menjadi lebih baik terutama lebih baik di jalan Allah. Semoga Allah mengaruniakan kepada para non Muslim China dan keturunannya hidayah iman Islam, dan semoga Allah mengaruniakan kepada aku dan Muslim China dan keturunannya taufiq dan hidayah untuk bertaqwa kepada Allah. Aamiin.

[Mustinya dulu aku mematuhi perintah Allah untuk tidak mendekati zina, menjauhi zina dengan siapa pun dari suku bangsa mana pun.]

-> Terima kasih aku ucapkan kepada semua pihak, terutama seorang yang masih aku cintai and friends, yang sudah membawakan inspirasi, termasuk memotivasi aku untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran aku. Kemudian syukron juga aku ucapkan kepada para alim juga kepada Bapak Abu Rizal Bakrie yang station televisinya menayangkan ceramah yang memotivasi aku untuk beribadah di jalan Allah, mudah-mudahan televisi dan berbagai media informasi milik ybs dapat menjadi saluran yang senantiasa menayangkan informasi sesuai syariat Islam. Terima kasih pula untuk pihak-pihak yang tidak dapat aku sebut satu persatu. mudah-mudahan para non Muslimnya mendapat hidayah iman Islam, sedangkan para Muslimnya mendapat taufiq dan hidayah ketaqwaan. Aamiin.

Maaf, atas penyampaian bagaian curhat aku yang kurang jelas, ga runut, aku ngeh akan kekeliruan tersebut, ini efek dari aku kurang bisa mengatasi rasa sedih aku. Untuk hal tersebut aku sampaikan permohonan maaf. Semoga Allah mengarunikan hidayah kepada para non Muslim untuk masuk dan memeluk Islam. Semoga Allah mengaruniakan taufiq dan hidayah-Nya kepada aku dan kaum Muslimin untuk bertaqwa kepada-Nya. Semoga Allah meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Wallahu’alam.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

21.10.2014 -> 28 Dzulhijjah 1435 H

Revisi:
2425262730.10.2014 -> *01020406 Muharram 1436 H
0110.11.2014 -> 0817 Muharram 1436 H

*Mohon maaf apabila aku sempat keliru dalam menuliskan tanggal pada penanggalan Hijriyah di atas.


0 komentar: