Menuju Menggambar dan Melukis Sesuai Syariat Islam



Menuju Menggambar dan Melukis Sesuai Syariat Islam

Tulisan ini terkait foto buku melukis dan foto lukisan bunga yang beberapa waktu lalu aku share di Fb:

Terjemah hadits:

1691. Dari Ibnu Mas’ud ra, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya manusia yang paling berat siksanya nanti di hari kiamat adalah para tukang gambar.” (HR. Bukhari-Muslim) Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 2. Hal: 665.
1689. Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Setiap tukang gambar berada di neraka, setiap gambarnya akan diberi nafas (jiwa), sehingga ia menyiksanya di neraka Jahannam.” Ibnu Abbas berkata: “Jika memang kamu harus menggambar, maka gambarlah pepohonan, dan apa yang tidak mempunyai ruh (nyawa).” (HR. Bukhari – Muslim) Ibid. Hal: 664.
Keterangan foto, dari kanan ke kiri: Buku “Chinese Brush Painting” -> Edited, penghilangan ciri-ciri makhluk bernyawa. Lukisan bunga: karya Siti Ruhana. Inspirasi: Buku “Chinese Brush Painting”. Diarahkan oleh: Bapak Yusuf Junaedi (Guru Seni Rupa).

Cerita/kisah:

Tulisan yang berhubungan dengan seni melukis ini tidak menceritakan berbagai jenis aliran lukis atau gambar yang aku suka secara spesifik. Juga tidak menceritakan berbagai karya-karya gambar maupun lukisan yang pernah aku buat, hanya menceritakan salah satu lukisan yang pernah aku buat. Serta belum memuat penjelasan yang lengkap mengenai hukum Islam untuk melukis atau menggambar.


Mengenai Buku “Chinese Brush Painting”:

Buku tersebut adalah buku yang dibeli oleh Ua aku, Siti Fatimah (Tintin). Beliau membelikan buku tersebut karena di keluarga aku terdapat beberapa anggota keluarga yang memiliki hobby menggambar maupun melukis serta beliau memang memiliki perhatian terhadap seni. Terima kasih, Ua untuk bukunya.

->Supaya adil, di posting terkait kaset “Keith Martin” terdapat kata-kata sebagai berikut “Hanya untuk dijual di Indonesia.” Sementara untuk buku “Chinese Brush Painting” yang aku tidak sempat bertanya buku tersebut dibeli di mana, di dalam buku tersebut tertulis kata-kata sebagai berikut “This edition produced for sale in the U. S. A. its territories and dependencies only.”

Btw, saat aku kecil aku menggambar atau melukis tanpa membaca teori, aku hanya mendengarkan arahan dari guru-guru gambar atau lukis aku. Aku biasa menggambar atau melukis dengan melihat objek lalu mengingat-ingat dalam kepala lalu menuangkan sesuai selera aku. Seringnya aku melukis mengekspresikan apa yang aku rasakan atau harapkan mengenai apa yang aku lihat dibandingkan menggambarkan secara tepat dan akurat objek yang aku lihat. Kadang-kadang aku juga suka meniru gambar orang lain sebagai sarana latihan, saat aku meniru gambar orang lain, aku berusaha membuat gambar aku serupa karya aslinya. Sayangnya aku jarang meniru karya lukis orang lain, lukisan orang lain biasanya hanya sebagai inspirasi untuk karya-karya lukis aku. -> Terdapat perbedaan antara menggambar dan melukis. Saat beranjak besar, pengalaman mengajarkan aku mengenai pentingnya orisinalitas karya. Pernah suatu ketika aku meminta tanda tangan seorang pelukis untuk menandatangani gambar aku karena aku telah meniru gambar yang ia buat, walaupun tidak sampai tuntas, maka pada gambar aku tersebut terdapat dua tanda tangan, tanda tangan sang pelukis dan tanda tangan pribadi aku beserta keterangan untuk memperjelas status karya. Uniknya, aku baru ngeh belakangan bahwa berbagai hal penting dan mendasar terkait pola kebiasaan dalam melukis seperti yang aku jabarkan ternyata dijelaskan dalam buku yang aku maksud: “Chinese Brush Painting”.
Buku tersebut tentunya menjabarkan teknik-teknik melukis ala Cina atau Tiongkok. Dijelaskan mulai dari media, alat-alat lukis, objek lukisan juga cara melukis.

Menurut pendapat aku sebagai orang yang dulu sangat suka menggambar dan melukis, isi buku tersebut menarik, menginformasikan hal mengenai teknik melukis khususnya teknik melukis ala Cina. Hanya saja mungkin aku harus berhati-hati terhadap filosofi dan simbol-simbol Cina yang tidak sesuai syariat Islam, serta gambar-gambar makhluk bernyawa. Sekarang aku tidak menyetujui pembuatan gambar makhluk bernyawa, karena dalam Islam terdapat larangan untuk membuat gambar atau lukisan makhluk bernyawa, kecuali mungkin jika sangat terpaksa. Alhamdulillah, untungnya, dalam buku tersebut terdapat gambar-gambar menarik yang bukan makhluk bernyawa seperti pemandangan tanpa makhluk bernyawa juga bunga-bungaan dan buah-buahan.

Mengenai lukisan bunga (yang aku buat):

Lukisan bunga tersebut dibuat pada saat aku SMP, setelah aku melihat-lihat isi buku “Chinese Brush Painting”. Seingat aku, waktu itu seperti spontanitas ingin menggambar bunga, meniru gambar bunga yang ada pada buku tersebut. Aku akui bahwa lukisan karya aku secara teknik sangat biasa, malah tidak dapat disebut sebagi lukisan dengan teknik “Chinese painting” karena dulu aku tidak menggunakan kuas Cina. Saat itu, di rumah keluarga aku belum ada kuas Cina, kuas-kuas Cina baru dibeli oleh salah satu saudara aku ketika aku sudah jarang melukis. Maka ketika itu untuk menggambar bunga tersebut aku menggunakan kuas Picasso. Walaupun demikian, lukisan tersebut adalah salah satu lukisan yang sangat berkesan bagi aku karena ada hal di balik lukisan itu yang menurut aku special, yakni perenungan aku saat menyelesaikan tepatnya saat mengerjakan koreksi untuk lukisan tersebut.

Saat itu, aku memperlihatkan karya aku kepada guru seni rupa aku, Bapak Yusuf Junaedi, walaupun sepertinya aku pernah bercerita kepada guru aku mengenai buku-buku lukisan yang ada di rumah keluarga aku tetapi saat itu aku tidak memperlihatkan buku asli yang menjadi bahan inspirasi bagi karya aku tersebut. Bahkan waktu aku berusaha meniru lukisan yang aku maksud, aku tidak mencari tahu nama bunga dan jenis bunga yang aku tiru apalagi mencari informasi mengenai dimana, bagaimana bunga yang cantik tersebut tumbuh apalagi filosofi atau simbolisasi mengenai bunga tersebut. Ketika itu, guru aku menyatakan hal yang intinya bahwa lukisan aku seperti bunga terbang atau bunga mengambang di udara karena tidak ada tangkai penopang maupun tangkai utama sehingga beliau menyarankan agar aku menambahkan lukisan tangkai pada bunga tersebut. Setelah aku sadari ternyata memang saran guru seni rupa aku tersebut benar adanya.

Btw entah kapan waktunya, waktu liat lukisan bunga tersebut aku juga sempat teringat mengenai saat awal lukisan tersebut dibuat dan berpikir mengenai bunga terbang atau bunga mengambang seperti di acara sulap. -> Apa karena liat orang terbang/ mengambang di udara, David Copperfield? Di memori aku juga ada pesulap wanita, aku lupa siapa, yang pernah aku lihat mempertunjukkan sulap “bunga terbang” atau bunga mengambang di udara. Sulap atau magic yang sekarang aku tidak setujui keberadaannya, karena sulap seperti demikian dapat mengarah ke sihir atau magic yang hal tersebut terlarang dalam Islam; kemudian hal tersebut mengingatkan aku mengenai zaman Firaun; setelah itu mengingatkan aku pada seorang yang dulu merupakan magician, Deddy Corbuzier, aku pernah mengalami sesuatu yang saat itu menurut aku menakjubkan dengan bantuan orang yang aku maksud walaupun kami berada pada jarak yang berjauhan. Sekarang magician yang aku maksud telah menjadi seorang host ternama, aku lebih suka ia jadi host, terlebih jika guest starnya berpakaian syar’i dan tema perbincangannya juga sesuai syariat Islam. Semoga ia menjadi seorang Muslim, kemudian memandu berbagai acara syar’i. Lalu mengenai David Copperfield, semoga Allah mengaruniakan hidayah kepadanya untuk masuk dan memeluk Islam. Kemudian mengenai pesulap wanita yang aku maksud, jika ia Muslim semoga ia memiliki profesi yang lebih baik dan menjalani kehidupan secara syar’i. Aamiin.

Kembali ke lukisan bunga yang aku maksud, akhirnya aku menuruti saran guru aku, aku memberi goresan berupa tangkai pada lukisan bunga aku. The most special part is, selama aku melukiskan tangkai pada bunga tersebut aku memutuskan untuk memberikan warna hijau yang lebih tua dari tangkai yang telah ada, memberikan warna hijau pekat untuk menciptakan kesah kuat dan kokoh. Aku memilih untuk menuangkan warna hijau tersebut atas dasar kontemplasi yang intinya jika suatu saat aku punya pacar dan sempat memiliki hubungan yang mengambang bahkan putus, namun kemudian aku memiliki kesempatan untuk kembali lagi dengan pacar aku tersebut, kami balikan lagi, aku akan menjaga hubungan kami dengan sebaik mungkin, dengan sangat baik, agar kami tidak akan pernah putus lagi, tapi kami menikah dan bersama selamanya. Tangkai tersebut melambangkan cinta aku dan kekasih aku, cinta yang kuat dan kokoh, cinta abadi.

-> Mohon maaf* pembaca dan pemerhati, tangkai bunga pada lukisan aslinya tidak seperti yang aku gambarkan dalam lukisan aku, karena nampaknya bunga tersebut jenis bunga merambat.

->Sekarang aku ga setuju pacaran karena dilarang dalam Islam, yang ada dalam Islam adalah ta’aruf.

->Kontemplasi tersebut mungkin hadir karena saat itu aku dan cinta pertama aku, kaka kelas aku, sudah tidak satu sekolah dengan aku, ia telah lulus dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Saat itu aku berharap bisa kembali berada di sekolah yang sama dengan cinta pertama aku tersebut. -> Setelah aku lulus, kami kembali satu sekolah, aku memilih sekolah dimana cinta pertama aku bersekolah, sayang hubungan kami tidak seperti yang aku harapkan.


->Dulu aku belum zaman punya kekasih beda agama sama aku, jadi kontemplasinya masih simple. Rules: Dalam Islam, Muslimah wajib menikah, dalam ikatan pernikahan, dengan sesama Muslim. 
Oia pada waktu itu aku sedang jarang memberikan nama terlebih tanggal pada gambar atau lukisan aku karena gambar maupun lukisan aku kebanyakan dibuat di buku gambar yang telah aku tuliskan nama pada sampulnya. Hanya untuk lukisan bunga ini, herannya aku membubuhkan nama aku beserta tanggal: 28.08.00. -> Walaupun sekarang aku tidak merayakan ulang tahun, tanggal 28.08 sempat mengingatkan aku pada tanggal lahir seorang yang aku cintai saat ini.
FYI, aku kembali ngeh dengan gambar ini setelah aku memutuskan untuk berhenti mencintai orang yang saat ini aku cintai, saat itu aku pernah mengirimi ia message via jejaring sosial dengan isi pesan implisit singkat terkait upaya aku untuk berhenti mencintainya. Berdasarkan record yang aku punya, pesan tersebut dikirim pada September, 3 2010, namun ternyata aku belum bisa berhenti mencintainya. Aku belum dapat berhenti mencintainya ditambah aku liat lukisan bunga tersebut yang mengingatkan aku dengan kontemplasi yang aku buat juga tanggal yang tertera pada lukisan tersebut mengingatkan aku pada orang yang aku cintai. Maka meskipun nampaknya orang yang aku cintai tersebut tidak peduli dengan aku, namun sampai saat ini aku masih tetap mencintainya.
Setelah kejadian itu, saat melihat lukisan bunga yang aku maksud, aku terinspirasi memikirkan hal yang lebih mendalam dibanding perenungan aku ketika aku SMP. Perenungan tersebut yakni, jika suatu saat aku punya kekasih lalu kami sempat berpisah, dan kami diberi kesempatan oleh Allah untuk kembali bersama, maka aku akan menjaga cinta kami dengan sangat baik, dengan sebaik-baiknya, mencintai dengan setulus hati karena Allah Ta’ala. Menikah dan bersama selamanya dii jalan Allah. Aku mengibaratkan cinta aku dan kekasih aku seperti bunga dengan tangkai yang kuat dan kokoh yang akarnya menghujam ke tujuh lapis bumi, serta batang, bunga dan daunnya mencapai tujuh lapis langit bahkah hingga sampai ke arsy, ke singgasana Allah, selama cinta kami di jalan Allah. Namun jika cinta kami tidak di jalan Allah, aku tidak segan-segan memotong tangkai, lalu mencabut akar, kemudian membakar akar, tangkai dan bunga tersebut untuk aku jadikan pupuk untuk bunga lain agar lebih indah. Pemikiran mengenai cinta, terutama cinta yang kuat dan kokoh di jalan Allah sangat membekas di sanubari aku.

Hal yang mengejutkan bagi aku terkait lukisan bunga tersebut sempat terjadi setelah aku memiliki pemikiran seperti yang telah aku jabarkan, aku liat gambar bunga yang mengingatkan aku pada lukisan bunga yang pernah aku buat serta mengingatkan aku pada lukisan bunga ala Cina. Gambar bunga yang aku maksud aku liat di home jejaring sosial aku, gambar tersebut berasal dari account atas nama orang yang pernah aku cintai, seorang aktor yang pernah aku temui lebih dari satu dekade lalu, Roger Danuarta. Lukisan bunga tersebut dipublish dalam rangka Imlek. Waktu liat gambar tersebut, “deg”, kaget, surprised campur sedih. Aku merasa surprised karena aku suka gambar bunganya bagus, indah, dan membangkitkan memori mengenai lukisan bunga seperti yang telah aku jelaskan; kemudian aku ga menyangka account atas nama orang yang pernah aku cintai tersebut mempublish gambar bunga yang aku maksud bukan gambar ala Cina lainnya. Sedihnya karena gambar bunga yang indah itu digunakan untuk event kemusyrikan, dalam gambar tersebut juga terdapat symbol yang tidak sesuai syariat Islam, semestinya seluruh aspek gambarnya sesuai syariat Islam. Aku sempat berulangkali nangis saat melihat gambar bunga tersebut dari page orang yang pernah aku cintai itu.

Sejauh ini, terlebih belakangan, aku pikir ga akan ada pria yang akan dengan mudah membuat aku minimal sedikit memalingkan cinta aku dari orang yang aku cintai, Tex Saverio, namun ternyata ada seorang pria, bukan orang baru dalam kehidupan aku, orang yang pernah aku cintai, meski awalnya aku ga sadar telah mencintai dia, Roger Danuarta, yang bisa menggoyahkan cinta aku kepada orang yang aku cintai. Sepertinya kesabaran aku untuk mengajak orang yang aku cintai untuk masuk dan memeluk Islam mulai menipis sehingga aku mungkin sedikit membagi cinta atau rasa sayang aku kepada orang yang pernah aku cintai yang pastinya juga ingin aku ajak untuk masuk dan memeluk Islam.

Selama beberapa tahun belakakngan, aku mencintai Tex Saverio karena aku memang mencintai dia karena Allah Ta’ala, benar-benar berharap dia mau masuk dan memeluk Islam, kemudian aku sangat berharap dia dia membuat pakaian syar’i, dan jika ia mau bersama aku, tentunya aku sangat ingin bersama dia dalam suka dan duka, dalam susah dan senang, di dalam Islam. Namun, jika ia tidak ingin bersama aku, tidak mengapa tapi aku tetap sangat berharap ia mau masuk dan memeluk Islam. Kemudian selain hal tersebut, aku mencintai orang yang aku cintai ini juga untuk menguji kesabaran dan ketahanan diri, menguji sampai sejauh mana kesabaran aku dan ketahanan diri aku mengajak orang yang aku cintai tersebut untuk masuk dan memeluk Islam, dan menguji kesabaran dan ketahanan aku dalam menghadapi setiap tindakan dan perilaku, termasuk tindakan dan perilaku yang menentang Islam, yang dilakukan oleh orang yang aku cintai tersebut. -> Aku harap suatu saat dia terlebih aku berhenti membuat berbagai tindakan dan perilaku yang tidak sesuai syariat Islam.
Ada rasa kecewa tehadap diri sendiri karena ternyata aku kurang tahan uji, perhatian dan cinta aku masih dengan mudah dapat dipalingkan dari orang yang aku cintai, namun di sisi lain, aku masih menyayangi orang yang pernah aku cintai. Berikut ada rasa sesal karena aku akui sedikit banyaknya aku membagi rasa cinta ataupun rasa sayang aku untuk kedua pria tersebut, yang semestinya hal tersebut tidak aku lakukan karena sebelumnya aku telah memutuskan untuk memilih salah satu dari mereka. Terlebih ada rasa bersalah karena kedua pria yang aku cintai dan aku sayangi ini adalah non Muslim, maksudnya adalah masih banyak pria Muslim di dunia ini kenapa aku sibuk ngurusin dua pria non Muslim ini?

Sempet terpikir hal seperti ‘Kenapa ya dulu aku ga menggambar atau melukis pohon kurma di tengah padang pasir aja, mungkin urusannya lebih mudah, dengan pria Arab MUSLIM.’ -> Menghibur diri.

Buat Roger dan Tex: Walaupun mungkin kalian ga peduli sama aku, atau kalian nganggap aku fan aneh kalian, aku tetep mau bilang: Hei, Tex maafin aku udah membagi cinta ataupun rasa sayang aku, sampai saat ini aku masih belum mau nyerah mencintai kamu, terlebih masih belum mau nyerah ngajakin kamu masuk dan memeluk Islam. Hi Wei, aku masih sayang sama kamu tapi mungkin kamu udah tahu alasannya sehingga aku ga bisa berbuat banyak, maaf*aku udah ganggu kehidupan kamu, namun demikian aku tetep berharap kamu mau masuk dan memeluk Islam.

-> Dengan berbagai keanehan yang ada, aku sempet mikir seperti ‘Ini orang-orang kafir dan musuh-musuh Allah ngerjain aku: bajak komputer, tanya qorin, intai via satelit dll.’, ‘Ini si Iblis pasti ikut campur.’, ‘Licik banget sih si Iblis, dia udah tau sepak terjang manusia, idupnya udah lama sebelum Nabi Adam, sedangkan aku baru lahir 28/29 tahun yang lalu’. Tapi aku musti inget bahwa semua yang terjadi adalah atas izin Allah, tinggal bagaimana aku menyikapinya di jalan Allah, semoga Allah melindungi dan meridhai aku di dunia dan di akhirat. Aamiin.
Mudah-mudahan  Allah mengampuni aku dulu yang kerap membuat gambar atau lukisan makluk bernyawa. Sekarang aku berusaha menggambar untuk ibadah kepada Allah, mentaati aturan Allah. Semoga Allah meridhai aku di dunia dan di akhirat.

Related to Chinese

Sehubungan tulisan yang aku buat ini berhubungan dengan hal bernuansa Cina, maka aku bermaksud menyampaikan hal sebagai berikut:
1415. Dari Auf bin Malik r.a., katanya: Saya datang menghadap Nabi s.a.w waktu peperangan Tabuk dan beliau dalm kemah dari kulit, lalu beliau bersabda: “Hitunglah enam tanda kiamat: Wafatku, menaklukkan Baitul Makdis, banyak orang mati sebagai kambing diserang penyakit, banyak harta sehingga seorang diberi seratus dinar, ia merasa jengkel (merasa sedikit) dan fitnah. Tiada satu rumah orang Arab pun yang tiada dimasukinya perdamaian yang ada antara kamu dan Bani Asfar (bangsa kulit kuning) mereka menipu lalu mereka dating kepadamu di bawah delapan puluh bendera; di bawah tiap-tiap bendera terdapat dua belas ribu tentara.” Sahih Bukhari III. Hal: 168.
Yang akan aku soroti dari hadits di ats adalah bagian “…,Tiada satu rumah orang Arab pun yang tiada dimasukinya perdamaian yang ada antara kamu dan Bani Asfar (bangsa kulit kuning) mereka menipu lalu mereka datang kepadamu di bawah delapan puluh bendera; di bawah tiap-tiap bendera terdapat dua belas ribu tentara.”

Setelah aku melakukan diskusi dengan Abi Bani Asfar adalah orang berkulit kuning diantaranya adalah Korea, Jepang, Thailand bahkan Indonesia namun yang paling utama adalah orang Cina dan keturunannya.

Awalnya waktu baca terjemah hadits tersebut aku pengen nangis terkait dari kecil sampe dewasa banyak orang yang mengira aku berasal dari bangsa yang dalam hadits disebut Bani Asfar (bangsa kulit kuning) hususnya orang Cina. Oia waktu aku kecil ada yang pernah bilang aku seperti orang Jepang. Aku terlahir dengan muka aga oriental ditambah mungkin dulu saat mulai beranjak dewasa aku menggunakan produk yang mengandung pencerah terlebih saat itu aku belum istiqomah berhijab, maka banyak orang mengira aku keturunan Cina. Kemudian ketika beranjak dewasa pernah pula saat aku tidak berhijab ada seorang pria yang bertanya “Kamu gerejanya dimana?” Bahkan setelah mengenakan jilbab pun masih saja ada orang yang mengira aku suster non Muslim. Naudzubillahimindzalik ada yang pernah memanggil aku Mei-Mei, atau salah satu sahabat aku pernah manggil aku putri Ling-Ling. -> Kayak nama Panda ya? Sebelum mikirin orang lain, aku mikirin diri sendiri, takut tergolong ke dalam bani Asfar yang jahat. Aku sampe sempet bertanya kepada Abi aku yang intinya mengenai banyaknya orang  yang mengira aku berasal dari Bani Asfar, kenapa terutama dulu banyak yang mengira aku keturunan Cina? Abi aku biasanya menjawab singkat yang intinya, mungkin orang Indonesia keturunan Cina. -> Sepertinya kalo jawabannya ini, dari zaman sekolah sampe kuliah pun diterangkan, tapi bukan jawaban tersebut yang aku harapkan.
Seumur hidup aku, walaupun aku keturunan Arab, namun belum pernah ada yang menyatakan bahwa aku mirip orang Arab. Malang sekali. Malah banyak yang mengira aku keturunan Cina, sehingga terjadilah krisis identitas. Bahkan aku sempet mebuat curhatan, yang saat ini telah direvisi dan masih mungkin mengalami revisi, yang berisi asusmsi sebagai berikut:

[Dari dulu aku bener-bener penasaran kenapa secara fisik aku terlihat oriental, mungkin ga sih memang ada darah Cina? Menurut keluarga Papa aku siy, kemungkinan keluarga aku ada keturunan Cina, tapi aku ga percaya soalnya ga ada bukti otentik mengenai hal ini. Yang ada mah kake moyang aku orang Sunda sama Arab.  Kalo menurut keluarga Mama, keluarga aku orang Sunda, kakek moyang Mamaku berasal dari Kuningan. Oia menurut cerita, kake moyang aku tersebut melarikan diri dari Kuningan ke salah satu daerah terpencil di Sukabumi karena merupakan buronan penjajah Belanda. Kakek moyang aku tersebut tidak mau diajak bekerja sama dengan Belanda sehingga Belanda memburunya hingga ke tempat yang jauh (jarak Kuningan-Sukabumi jauh bo kalo jalan kaki atau naek kuda, zaman dulu kan belom musim mobil seperti sekarang, rakyat belum musim pake kendaraan bermotor.) -> Beda sama keluarga Papa aku yang kebanyakan duduk di kursi pemerintahan, sebagai wedana atau hofd penghulu pada masa penjajahan Belanda, ga heran keluarga Papa aku memiliki gelar Raden. -> Ada yang bilang para Raden penghianat bangsa. Tapi sejauh yang diceritakan oleh keluarga aku siy, dulu para kakek moyang aku memimpin dengan baik dan tetap mencintai bangsanya. -> Kalo menurut salah satu ustad, Raden itu terkait kata ridho, yang maksudnya adalah semoga Allah meridhai. Aamiin.

Kembali ke keluarga Mama yang berasal dari Kuningan. Aku belum lama ini membaca ulang buku “Babad Cirebon” (buku cerita sejarah yang menurut aku sangat dipenuhi cerita mengenai kejadian-kejadian yang berada diluar jangkauan akal, kemungkinan sebagiannya merupakan kiasan). Dari buku tersebut, aku mendapat informasi bahwa Kuningan adalah nama putra dari Syekh Syarif Hidayatullah atau dikenal dengan Sunan Gunung Djati dengan istrinya yang berasal dari Champa (ada pula yang menyatakan dari Tiongkok), Putri Ong Tien, Putri yang ditemui oleh sang Syekh di sebuah kerajaan saat sang Syekh berkunjung ke negeri Champa (Kamboja) -ada pula versi cerita yang menyatakan menuju ke negeri Tiongkok- untuk menyebarkan ajaran Islam. Setelah Sang Syeh kembali ke tanah air (kerajaan Cirebon), Putri tersebut menyusul ke Cirebon untuk menemui Sang Syekh karena ternyata sang Putri jatuh cinta pada sang Syekh. Setelah sang Putri memeluk Islam, maka Sang Putri dan Sunan Gunung Djati menikah dan dikaruniai putra (putra ajaib) yang bernama Pangeran Kuningan yang dalam cerita tersebut ia merupakan cikal bakal daerah Kuningan.
Tapi aku ga terlalu yakin sama cerita babad  itu, soalnya banyak hal-hal yang bisa bikin aku bilang “ajaib yaa…”. Tapi di tengah keraguan itu, terdapat suatu hal yang mengherankan yang membuat aku berpikir bahwa cerita tersebut ada yang memang benar. Aku meyakini bahwa kehidupan ini merupakan sejarah yang berulang, bahkan terkadang aku menyebutnya sebagai sejarah yang berulang dengan versi yang berbeda dan lebih baik. -> Semoga berulang di jalan Allah, dalam ridha Allah. Aku tahu mengenai kehidupan merupakan sejarah yang berulang setelah membaca sebuah buku yang kalo aku tidak salah (aku lupa baca di buku apa) menerangkan mengenai sebab Al-Qur’an berlaku sepanjang masa hingga akhir dunia.

Nah, kaitan sejarah yang berulang dengan aku dan kake moyang aku adalah, aku bingung nyeritainnya soalnya ribet, tapi aku bakal berusaha: Nama ayah aku Muhammad Syarif Hidayat mirip dengan nama kake moyang kami, dan Syarif Hidayatullah. Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati yang merupakan putra hasil pernikahan antara ayah yang berdarah Arab dan Ibu yang berdarah Sunda menikah dengan Putri Ong Tien yang merupakan seorang Champa. Papa aku yang yang memiliki darah Arab (berdasarkan silsilah, Abi merupakan keturunan dari Syekh Syarif Hidayatullah yang memiliki darah Arab, keturunan Ali bin Thalib ra dan Fatimah ra, yang bisa diartikan sebagai keturunan Nabi Muhammad Saw.) menikah dengan Umi aku yang nenek moyangnya berasal dari Kuningan (tempat pangeran Arya Kemuning yang konon ibunya berasal dari Cina).

-> Sepertinya silsilah Umi sama Abi aku bertemu pada kake moyangnya sama, Syekh Syarif Hidayatullah.

Sementara itu, Paman aku, adik dari Mama yang memiliki julukan Jati Agung (ada nama Jati-nya seperti halnya Sunan Gunung Djati), setelah sebelumnya pernah menikah dengan perempuan Sunda, kemudian beliau kembali menikah dengan Bibi aku yang merupakan Tionghoa-Sunda bermarga Ong. -> Sunan Gunung Jati menikah dengan perempuan bermarga Ong.

Syekh Syarif Hidayatullah berdakwah menyebarkan agama Islam dengan ilmu dan hikmah. Sementara Papa berdakwah dengan ilmu: bahasa dan eksakta, manthiq serta seni. -> Terpikir ‘gen Arabnya kuat’. Sedangkan Paman aku berdakwah melalui jalur ilmu, hikmah serta ekonomi- bisnis. -> Terpikir ‘gen Cinanya mendominasi’. 

Entah kenapa mengamati fenomena ini, aku merasakan contoh mengenai kebenaran bahwa 
kehidupan adalah sejarah yang berulang. Dengan fenomena ini juga, aku menolak konsep reinkarnasi. Aku tidak menyetujui bahwa satu ruh atau jiwa yang bereinkarnasi menjadi wujud manusia lain, atau menjadi tumbuhan atau hewan karena dalam ajaran Islam, hanya Allah yang mengetahui mengenai ruh, sedangkan manusia diberi pengetahuan mengenai hal tersebut hanya sedikit. Disamping itu, ruh yang telah meninggal ada di sisi Allah. kaitan penolakan aku tidak menyetujui reinkarnasi dengan fenomena sejarah yang berulang adalah, aku melihat bahwa sejarah mengenai skenario kehidupan Syekh Syarif Hidayatullah tersebut diperankan oleh dua tokoh yang berbeda yang hidup dalam periode yang sama, Papa aku dan paman aku. Menurut aku siy sejarah yang berulang ini seperti halnya film atau drama yang tema ceritanya sama tapi jalan ceritanya bisa berbeda sesuai kondisi atau zaman ketika film atau drama tersebut dibuat. Contohnya film mengenai Cinderella yang terdiri dari berbagai versi dengan setting berbeda sesuai zaman yang diperankan oleh artis yang berbeda dan memiliki latar belakang yang berbeda pula. Atau misalnya film Hellen Keller yang terdiri dari versi jadul dan versi baru yang diperankan oleh artis yang berbeda.

-> Kecuali film Cinderella versi hewan (fabel). Dulu mungkin ada kaum yang dikutuk menjadi kera, namun untuk zaman ini, orang tidak ada yang berubah wujud menjadi binatang, hanya perilakunya mungkin seperti perilaku binatang dengan wujud manusia. 

Oia aku memiliki keyakinan bahwa sejarah berulang dengan versi lebih baik (menurut aku, aku ga tau gimana menutut Allah?), semoga kehidupan yang berulang tersebut berulang di jalan Allah. Terlihat dari fenomena tersebut bahwa Papa menikahi Mama, perempuan yang sejak lahir dan keluaranya pun Muslim. Demikian pula Paman aku, menikahi Bibi aku yang merupakan Muslimah (ayah Bibi aku memeluk Islam sebelum menikah dengan ibu Bibi aku), jadi Papa dan Paman aku telah dimudahkan oleh Allah untuk menikah dengan perempuan-perempuan yang sejak lahir merupakan seorang Muslim. Lain halnya denga Syekh Syarif Hidayatullah yang harus menikah dengan Putri yang sebelumnya non-Muslim. -> Jadi musti da’wah dulu.

Disini ada sesuatu yang menurut aku rumit, karena percampuran darah sudah semakin beragam, contonya Paman aku, adik dari Mama merupakan keturunan Kuningan, yang diduga keturunan China juga Arab, menikah denga Bibi aku yang bermarga Ong. Paman dan Bibi aku ini dikaruniai satu anak laki-laki.]

->Related to Marga Ong, kenapa di kepala aku terkoneksi ke memori: Gepuk Nyonya Ong, group band “Wong”, Baim (Muhammad Ibrahim) Wong, Vera Wang, Jesslyn Wang, dan Wong Fei Hung. Semoga yang disebut namanya oleh aku ini, yang masih hidup, apabila mereka non Muslim, Allah mengarunikan hidayah untuk masuk dan memeluk Islam. Dan jika ia Muslim, Allah mengarunikan taufiq dan hidayah untuk bertaqwa kepada-Nya. Aamiin.
Sehubungan dalam silsilah keluarga aku tidak tertulis bahwa kakek atau nenek moyang (langsung) aku ada yang merupakan orang Cina, serta cerita di atas masih berupa hypothesis, yang musti dilakukan penelitian lebih lanjut khususnya bagi aku seperti misalnya mungkin tes DNA, untuk memastikan adanya gen Bani Asfar dalam tubuh aku, maka aku memilih untuk tidak menyatakan bahwa aku keturunan Cina. Aku lebih memilih menyatakan bahwa aku keturunan kulit hitam atau sekarang disebut Negro atau Afrika, hal ini lebih dapat dipertanggungjawabkan karena sebagaimana diketahui umum, orang Arab merupakan keturunan Hajar/ Hagar yang merupakan seorang kulit hitam. Hanya tepatnya aku menyatakan bahwa aku adalah seorang Indonesia keturunan Arab dan Persia, mungkin sedikit Israel.

Aku bermaksud meminta maaf* kepada orang-orang Cina dan keturunan Cina juga orang Jepang karena aku pernah menggunakan nama yang merupakan ciri khas segolongan orang Cina maupun cirri khas panggilan sapaan akrab bagi perempuan Jepang yakni kata “Chan”, hal ini aku lakukan supaya orang-orang termasuk orang yang aku cintai mengira aku memang keturunan Cina. Maka bagi semua pihak termasuk orang yang aku cintai khususnya bagi para pemilik marga Chan or (Tan), aku menyampaikan permohonan maaf* yang sebesar-besarnya. Sedangkan, kepada orang Jepang, aku ingin menjelaskan bahwa aku menggunakan nama Chan karena waktu itu aku juga sedang menyukai artis-artis, drama dan music asal Jepang, dan aku pikir lucu kalo pake panggilan Chan seperti orang Jepang memberikan panggilan akrab pada perempuan.

->Untuk kata Chan ini, ingatan aku terkoneksi ke memori mengenai aktor Jackie Chan, lalu seorang murid aku bermarga Tan: Putra Tanuwijaya, kemudian public figure Harry Tanusudibjo, Mey Chan, Wenda Tan, lalu nama Mamanya orang yang aku cintai: Viona Tan, dan lainnya. Untuk nama-nama yang aku sebutkan, yang beragama non Muslim, semoga Allah mengarunikan hidayah kepada mereka untuk masuk dan memeluk Islam. Aamiin.

->Sedangkan untuk panggilan Chan versi Jepang, memori aku mengingat diri sendiri dan teman-teman aku yang pernah memanggil aku dengan sebutan “Hana Chan”. Kemudian teringat karakter kartun yang tidak ingin aku bahas karena aku khawatir terkait adanya larangan menggambar makhluk bernyawa.

Kemudian untuk nama Cina, Sim Soen Lay, yang muncul di statement aku, itu dikarenakan faktor keluarga aku belum mengganti nama atas kepemilikan stand meter listrik. Aku tinggal di wilayah yang sebagian penduduknya adalah keturunan Cina dan sebagian lagi pribumi.

Meskipun katakanlah aku bukan orang Cina, tapi aku suka pria dari keturunan Cina awalnya karena aku memang suka dengan cowo Cina karena banyak dari mereka yang menurut aku cute, lalu dulu juga aku ngerasa bahwa aku pengen punya kekasih yang secara fisik tidak terlalu jauh dari aku, berwajah oriental. -> Mungkin ada yang bilah hal semacam ini "Narcissuss". Bahkan aku pernah meminta kepada kedua orang tua aku untuk dapat bersekolah di sekolah Katholik terkemuka di Sukabumi yang mana di situ terdapat banyak pria keturunan Cina. Hanya saja walaupun Abi aku membolehkan aku bersekolah di sekolah yang dulu merupakan tempat ia bersekolah tersebut, Umi aku melarang keras ide aku terutama terkait kekhawatiran beliau mengenai aqidah dan akhlak aku sebagai Muslimah, Umi khawatir akan efek buruk jika aku terlalu banyak berada dalam lingkungan sekolah yang orang-orang di dalamnya kebanyakan adalah non Muslim. Umi yang pernah mengenyam pindidikan sekolah Islam juga di pesantren menginginkan aku masuk pesantren atau minimal masuk sekolah Islam, Umi berharap aku berada dalam lingkungan sekolah yang orang-orang di dalamnya seluruhnya Muslim atau minimal mayoritasnya Muslim. Aku menurti nasehat Umi tersebut dengan memilih sekolah negeri tempat cinta pertama aku bersekolah.

-> Dulu aku sempet bingung pilih sekolah di sekolah Katholik yang saat itu aku pikir keren atau di sekolah negeri favorit bareng sahabat aku atau di sekolah negeri favorit tempat cinta pertama aku bersekolah. Namun berdasarkan diskusi yang aku lakukan denga Abi dan Umi, supaya adil juga: Abi mengizinkan aku bersekolah di sekolah Katholik sedangkan Umi mengharapkan aku pesantern atau bersekolah di sekolah Islam, akhirnya aku memilih sekolah negeri tempat cinta pertama aku bersekolah.

Lucunya, saat aku berusaha mematuhi perintah orang tua aku terutama Umi aku dengan cara bersekolah di sekolah negeri yang mayoritas guru maupun siswanya adalah Muslim, aku jatuh cinta kepada seseorang yang awalnya aku pikir dia seorang Muslim Sunda keturunan Arab terlebih seseorang ini posturnya mirip cinta pertama aku. -> Selain faktor bahwa postur seorang tersebut mirip dengan cinta pertama aku, terdapat motif lain yakni aku bermaksud menuruti nasehat Umi, bergaul dengan Muslim, maka saat itu aku berniat untuk memiliki kekasih keturunan Arab, atau Sunda-Arab karena umumnya orang Arab beragama Islam. Namun seiring berjalannya waktu saat di sekolah tersebut, aku mulai tahu bahwa orang yang saat itu merupkan kecengan aku tersebut adalah non Muslim, Nasrani, aku shocked. Belum lagi saat di luar sekolah, di salah satu lokasi syuting sinetron, aku bertemu aktor keturunan Cina non Muslim, Roger Danuarta, yang setelah pertemuan itu, aku tidak langsung menyadari bahwa aku sangat suka bahkan mencintai dia.

Dilanjut lagi saat awal kuliah, aku semakin dekat dengan non Muslim, kaka kelas aku, yang menjadi kecengan aku semenjak aku di bangku kelas 1 SMU tersebut, yang ia kemudian menjadi orang yang pernah sangat aku cintai. -> Dulu aku berpikir untuk melanjutkan perjuangan aku untuk bersama dengan orang yang pernah sangat aku cintai tersebut setelah aku ketemu aktor yang sudah aku sebutkan sebelumnya. Dulu saat orang yang pernah sangat aku cintai tersebut berkunjung ke rumah, dia bercerita mengenai banyak hal termasuk hal yang sangat penting yakni mengenai agama dia yang bukan Islam, hanya ada satu hal penting yang tidak ia ceritakan yakni mengenai suku bangsa dia. Hingga suatu kali saat aku melakukan kunjungn balasan ke rumah orang yang pernah sangat aku cintai, yang berwajah Sunda-Arab tersebut, aku berkenalan dengan keluarganya. Aku melihat ibunya sangat cantik seperti keturunan Arab, namun aku sangat kaget ketika melihat wajah ayah dari orang yang pernah sangat aku cintai tersebut, ayahnya seorang keturunan Cina. Saat itu ada rasa ingin marah kepada orang yang saat itu aku cintai tersebut, kenapa dia ga bilang kalo dia non Muslim keturunan Cina?, tapi saat itu aku menahan diri terlebih aku ga berdaya soalnya orang yang pernah aku cintai tersebut menurut aku tampan dan aku mencintai dia. Namun belakangan aku sadari bahwa aku ngga berhak marah sama orang yang pernah sangat aku cintai tersebut, karena sampai saat ini aku pun ga pernah bilang sama dia kalo aku keturunan Arab. Terlebih aku mendengar kabar bahwa dengan perantara pernikahan, dia mendapat hidayah masuk Islam.

Kemudian saat aku kuliah, aku pernah sangat menyayangi seorang pria non Muslim keturunan Palembang. Menurut berbagai literature yang aku baca, orang asli Palembang adalah keturunan Cina, bahkan Palembang sendiri diambil dari nama seorang Panglima Cina Muslim, benarkah? Semoga Allah mengaruniakan hidayah kepada orang yang pernah sangat aku sayangi dan pernah menyayangi aku sebagai temannya tersebut untuk masuk dan memeluk Islam. Aamiin.

Kemudian mengenai orang yang pernah sangat aku cintai, seorang aktor non Muslim, Roger Danuarta, udah ada beberapa tulisan aku mengenai dia, namun ada hal yang aku ingin sampaikan, aku heran kenapa aku bisa nangis mikirin dia padahal dia bukan kekasih aku. Aku sedih karena orang yang pernah aku cintai tersebut agamanya bukan Islam, kemudian aku sedih karena ayah dia udah meninggal, setelah itu aku sedih liat perjalanan cinta dia, dikhianati kekasih, ngga jadi nikah, terjerat drugs, ditambah mungkin ada seorang fan dia yang bukannya meringankan beban dia malah menambah kisruh situasi, kayaknya berat dan menyakitkan kalo jadi dia. Sabar ya, Wei. Semoga kamu mendapat hidayah iman Islam.

->Umi aku seorang yatim piatu, dan Umi aku pernah bilang bahwa aku harus sangat menyayangi setiap orang yang ayah/ibu atau ayah dan ibunya sudah meninggal, apalagi jika yatim/piatu atau yatim piatu itu kekasih aku. Umi aku menyatakan ini saat aku bersama seorang yang pernah sangat aku sayangi dan nampaknya pernah sangat menyayangi aku, ia seorang yatim piatu.
Sejauh ini, aku berusaha menuruti nasihat Umi agar aku sangat menyayangi setiap orang yang ayah/ibu atau ayah dan ibunya sudah meninggal, apalagi jika yatim/piatu atau yatim piatu itu kekasih aku. Namun jika seorang yatim/piatu atau yatim piatu tersebut memerangi Islam terlebih dia non Muslim, mungkin aku akan membenci dia.

Oia aku masih kecewa dengan tidak berlakunya hukuman sesuai syariat Islam untuk pelanggaran yang dilakukan oleh orang yang pernah aku cintai tersebut. Untuk itu, aku hanya bisa berharap dia mau masuk dan memeluk Islam.

Kemudian, mengenai seorang yang saat ini aku cintai, seorang desainer, Tex Saverio. Belakangan aku pikir situasi aku dan dia semakin tidak kondusif, mungkin salah satunya karena perilaku aku, terlebih karena penentangan yang aku lakukan terhadap karya-karya dia yang menurut pendapat aku kebanyakan karyanya menentang Islam dan berpotensi menjadi contoh buruk bagi kaum Muslimin. Padahal awal kami kenalan, kami kenalan baik-baik, aku yang terlebih dahulu menghubungi dia. Berikut record komunikasi perkenalan kami yang dilakukan via Facebook:

March 26, 2009
  • Hi..
Hi Rio,

Makasi ya uda confirm.. Oia aku liat profile km di majalah CANTING edisi Desember 2005.. Design2 sm baju2nya keren..!!

Sukses terus ya Rio..

Salam,
Hana
March 29, 2009
  • Hi hana. Thanx yah.. :)smile
    Muudah2an nanti ada koleksi baru yang bisa di liat di majalah lagi. hehe..
    Tc Hana..
Dulu pertama ngeliat karya dia berupa busana  yang tidak menutup aurat aku biasa aja malah memuji karya dia, astaghfirullah, namun belakangan setelah aku ngeh mengenai wajibnya berpakaian menutup aurat, aku sangat sedih, bahkan waktu awal aku pengen ninju dada dia, pengen bunuh dia walaupun dia adalah orang yang aku cintai. Aku akui dia mungkin dibantu teamnya pandai dan mahir dalam membuat pakaian, namun aku menghimbau kepandaian dan kemahirannya dipergunakan di jalan Allah.

Anw, sometimes aku berpikir kalo orang yang aku cintai ini perhatian, meluangkan waktu buat ngisengin/ ngerjain aku atau balik merangin aku lewat karya-karya. -> Ini aku geer.
Hal yang sering bikin aku nangis, terutama dulu, adalah karena orang yang aku cintai ini adalah non Muslim, kemudian membuat karya yang tidak sesuai syariat Islam, lalu aku liat kehidupan dia yang nampak glamour serba mewah, bukan itu yang aku ingin, aku ngerasa aku udah salah mencintai orang, aku berharap yang sederhana dan tentunya syar’i. Semoga orang yang aku cintai mau masuk dan memeluk Islam, kemudian membuat pakaian yang syar’i. Aamiin.

Kepada berbagai pihak terutama orang yang pernah aku cintai, Roger Danuarta dan orang yang masih aku cintai, Tex Saverio, beberapa hari belakangan ini aku membuat sesuatu yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, upload foto-foto lalu nge-tag tanpa memberi penjelasan, *maafin ya..
Aku juga kepikiran perasaan kekasihnya Roger maupun kekasihnya Tex dengan perilaku aku semacam ini, khawatirnya mereka punya kekasih, cewe, dan aga sedih atau mungkin aga terganggu dengan perilaku aku ini. Aku ga bermaksud merebut kekasih orang, seinget aku sejauh ini aku ga pernah meminta orang yang aku cintai atau sayangi meninggalkan kekasihnya. Aku biasanya pengen kekasih aku mencintai kekasihnya juga mencintai aku. Sebenernya ini khusus untuk pria Muslim, aku pengen pria tau bahwa mereka benar-benar berhak untuk mencintai dan memiliki serta dicintai dan dimiliki oleh empat orang wanita yang menjadi istrinya. Aku bersyukur dan bangga jika ada pria yang dapat berusaha terlebih mewujudkan hal tersebut di jalan Allah.

-> Kecuali jika kekasih dari kekasih aku itu pria, atau mungkin jika kekasih dari kekasih aku adalah seorang wanita tetapi agamanya bukan Yahudi, Nasrani maupun Islam lalu wanita tersebut tidak mau pindah agama ke dalam 3 agama yang aku maksud terutama Islam, maka aku akan meminta kekasih aku meninggalkan kekasihnya tersebut.

*Aku tidak minta maaf untuk melarang kemusyrikan, kekafiran, maksiat dan kemungkaran lainnya, aku meminta maaf untuk setiap perilaku aku yang tidak sesuai syariat Islam.

->Sejauh ini, kedua orang tua aku melarang aku mencintai orang yang pernah aku cintai, Roger Danuarta dan juga orang yang aku cintai saat ini, Tex Saverio, terutama karena mereka non Muslim. Hanya saja aku pernah mendengarkan ceramah bahwa dalam Islam, terdapat larangan bagi orang tua untuk memaksakan siapa yang harus dicintai oleh anak perempuannya. Namun jika terkait dengan perbedaan agama aku dan orang yang aku cintai, aku akui orang tua aku benar. Hanya sampai saat ini aku masih berharap orang yang pernah aku cintai dan juga orang yang aku cintai mau masuk dan memeluk Islam.

->Terkait menunggu orang yang aku cintai, pastinya aku menetapkan batas waktu.

FYI, aku sangat kecewa terhadap ayah dari istri kakek moyang aku. Alkisah ayah dari istri kake moyang aku tersebut kabarnya merupakan seorang raja Tiongkok, ia berkuasa dan berkelimpahan, sayangnya ia menolak ajakan kake moyang aku untuk masuk dan memeluk Islam. Sang raja malah mengerjai kake moyang aku yang mengajak ia beserta rakyatnya untuk masuk dan memeluk Islam. Aku kecewa karena seorang raja yang memiliki pengaruh dan kekuasaan tidak menggunakan anugerah tersebut di dalam Islam, di jalan Allah. Untungnya, walaupun sedikit, tapi masih ada rakyat yang mau masuk Islam, termasuk salah satu anak dari raja tersebut, istri kakek moyang aku. Alhamdulillah.

Saat ini aku ga mau orang-orang yang pernah aku cintai/ sayangi atau orang yang masih aku cintai/sayangi terlebih mereka yang nenurut aku ibarat raja-raja yang memiliki pengaruh, memiliki banyak penggemar menjadi seperti raja yang aku kisahkan yang menolak Islam. Aku ga mau mencatat dalam sejarah, baik sejarah yang aku tulis terlebih sejarah dalam kitab catatan milik Allah, bahwa orang-orang yang pernah aku cintai/ sayangi atau orang yang masih aku cintai/sayangi terutama yang merupkan keturunan Cina adalah bagaiakan raja-raja bodoh yang pernah hidup yang menolak Islam sebagai agama mereka. Aku mau orang-orang yang pernah aku cintai/ sayangi atau orang yang masih aku cintai/sayangi terutama yang merupkan keturunan Cina tercatat sebagai ibarat raja-raja yang menerima Islam sebagai agama mereka, raja-raja Muslim yang cerdas dan bertqwa kepada Allah. Aku berharap demikian karena hanya Islam agama yang diridhai Allah.

Catatan:
Berikut adalah potongan-potongan curhat aku yang telah mengalami revisi mengenai “My Beloved Race”, Chinese, termasuk Indonesia-Cina or Cina-Indonesia, yang aku buat beberapa tahun lalu (2011). Dinamain “My Beloved Race” soalnya terinspirasi dari pengalaman aku yang kerap mencintai atau menyayangi pria dari kalangan –keturunan- Bani Asfar ini, aku mencintai atau menyayangi para pria dari kalangan Bani Asfar biasanya bukan karena harta benda atau materi yang mereka miliki tetapi karena fisik maupun sesuatu yang aku ga tau namanya, mungkin chemistry, pokonya aku suka aja. Dulu aku membuat curhatan ini sebelum ngeh terjemah hadits mengenai Bani Asfar. Tone tulisannya aga tinggi, isinya sebagai berikut:
Di kepala aku ada beberapa persepsi negatif mengenai perilaku orang-orang Cina dan ada salah satu perilaku mereka yang menurut aku lebih jahat daripada mencuri.
Aku mempunyai simpulan seperti di atas, nampak sentimen terhadap orang Cina, soalnya menurut aku, banyak orang Cina yang suka licik, jahat, hobby judi, dan ngga sopan -> Untuk bagian ga sopan, aku pernah denger cerita dari beberapa pekerja yang pernah bekerja pada orang-orang Cina, inti ceritanya kira-kira: ada orang Cina yang berani nunjuk pake kaki trus beberapa orang Cina bicaranya kasar sama para pekerjanya. -> Walaupun ga kejam kayak beberapa orang Arab. Anw selain denger cerita dari orang lain, aku pernah liat sendiri seorang nenek tua Cina bersikap dan berbicara kasar sama para pekerjanya. Abis itu, orang Cina banyak yang menghalalkan segala cara, hobby makan riba sama judi, banyak mafia (triad). -> Di pikiran mereka sepertinya yang paling penting duit. Bahkan ada kebiasaan, mati aja dibawain duit-duitan. Hello, orang mati kaga perlu duit sama barang-barang, apalagi kalo cuma duit-duitan sama replika barang. Lagian, malaikat kaga bisa disogok pake duit, apalagi Tuhan. Orang meninggal hanya perlu doa.
{Pas aku nulis soal orang Cina mati suka dibawain duit-duitan sama barang-barang, ga lama berselang, ada berita di TV One tentang orang Cina di Malaysia yang memburu replica IPAD 2 untuk keluarga yang telah meninggal dunia.
Aku mikir: Orang mati dibawain replika IPAD 2, mau pura-pura Fesbukan ma internetan di alam kubur?
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. [Ali Imran (3): 91]

12. Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya. Dan sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka. (Ad-dailani). 1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad. Halaman 61.

Anw sekarang-sekarang aku suka pengen nangis kalo denger berita non Muslim meninggal, aku sedih karena yang meninggal tersebut meninggal dalam keadaan kafir. Aku mengkhawatirkan keadaan orang-orang kafir tersebut di akhirat nanti, di dunia mereka bisa hidup senang, nah di akhirat? Jangankan di akhirat, baru sampe alam kubur aja, gimana nasib mereka? Menurut beberapa keterangan yang pernah aku baca dan denger, orang-orang Islam aja tetep dapet siksa kubur dan siksa akhirat kalo ga bener-bener taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Gimana sama orang kafir?

รจ Buat yang ga percaya sama siksa kubur dan siksa akhirat karena sekarang belum ngeliat pake mata kepala sendiri, tunggu aja sampe ngeliat dan ngerasain sendiri. Semoga Allah melindungi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasulullah dari siksa kubur dan siksa akhirat. Amin.
…,}
Hal yang menurut aku sangat menyimpang dan mengkhawatirkan dari kepercayaan orang Cina selain kebiasaan menyertakan replika uang dan barang-barang saat kematian adalah memuja kepada selain Allah untuk mendapatkan harta kekayaan. -> Menurut aku, menyekutukan Allah untuk mendapatkan kekayaan merupakan perilaku yang lebih jahat daripada mencuri yaitu pesugihan.
Memang, ga cuma orang-orang Cina yang  melakukan hal tersebut, tapi setau aku, sudah rahasia umum kalo orang Cina tuh banyak  yang seperti itu, melakukan segala cara termasuk memuja jin, setan atau iblis (terutama dengan pergi ke gunung atau kelenteng tertentu) untuk mendapatkan harta kekayaan. Perumpamaannya, orang-orang Cina tuh udah kena wabah penyakit, penyakit menyekutukan Allah demi materi. Naudzubillahimindzalik. Semoga Allah melindungi aku dan kaum Muslimin dari hal yang demikian. Amin.
Aku mau kasih saran buat orang-orang Cina yang masi melakukan kemusyrikan tersebut, mending berenti aja dari melakukan pemujaan seperti itu, serta kalo yang masih non-Muslim, aku tawarkan untuk masuk dan memeluk Islam. Memang mungkin dengan melakukan pemujaan kepada jin, setan atau iblis, para pemuja tersebut di dunia akan mendapat keuntungan dan harta yang berlimpah, tapi aku yakin di akhirat kelak para pemuja kepada selain Allah akan menjadi orang yang paling merugi, apabila tidak berhenti dan tidak bertaubat kepada Allah.
Ga perlu khawatir akan menjadi korban atau tumbal jika berhenti dari pemujaan sesat tersebut, bertaubatlah dan pasrahkan semua kepada Allah, kekuatan hanya milik Allah. Jika memeluk agama Islam, kalaupun harus mati setelah bertaubat dari pemujaan tersebut, mudah-mudahan mati dalam keadaan membawa iman/ tidak kafir/ musyrik.
Selain dari pemujaan, ada masalah lain yang mengkhawatirkan yang kerap dilakukan oleh kebanyakan orang Cina (serta orang Yahudi juga orang Batak) yaitu riba.
Orang-orang yang makan (mengambil) riba[174] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[175]. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu[176] (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. [Al Baqarah (2): 275]

 [174]. Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. Riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. Riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya. Riba yang dimaksud dalam ayat ini riba nasiah yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman jahiliyah.

[175]. Maksudnya: orang yang mengambil riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan.

[176]. Riba yang sudah diambil (dipungut) sebelum turun ayat ini, boleh tidak dikembalikan.

18. Rasulullah Saw melaknat orang yang mengambil riba, yang menjalani riba dan kedua orang saksi mereka. Beliau bersabda: “Mereka semua sama (berdosanya).” (HR. Ahmad). 1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad. Halaman: 133.
Kebanyakan orang Cina sama orang Yahudi ga jauh beda. Aku bikin tulisan ini bukan karena aku membenci orang Cina, justru mungkin karena aku peduli sama orang-orang Cina. Aku cuma benci sama beberapa kelakuan jahat atau menyimpang (menurut ajaran Islam) yang sering mereka lakukan. Memang, orang-orang Cina tersebut kebanyakan non-Muslim, dan punya kepercayaan, keyakinan serta budaya yang berbeda dengan apa yang terdapat dalam ajaran Islam.
Yang aku khawatirkan adalah, perilaku mereka yang tidak sesuai dengan ajaran Islam tersebut mempengaruhi dan menjadi contoh yang buruk bagi umat Islam. -> membuat replika, membuat hio atau pekerjaan di bank (yang menerapkan sistem riba) kemungkinan besar melibatkan banyak orang Islam. -> Ini kelemahan orang Islam, belum bisa benar-benar membangun sistem perekonomian yang sesuai syariat Islam. Semoga Allah memberikan hidayah untuk dapat hidup lebih sesuai dengan aturan Islam serta semoga Allah melimpahkan maghfirah dan rahmat-Nya kepada kaum Muslimin. Amin.
Oia aku beberapa kali denger pernyataan kalo orang Cina itu pelit. -> Bahasa halusnya itungan. -> Satu sen pun diitung dan bisa jadi masalah. Teringat Paman Gober dan Mr. Crab. -> Ada juga yang mengatasnamakan ‘profesional’ jadi ga mau kasih harga murah, padahal untuk kepentingan sosial dan untuk rakyat kecil.
Tapi aku pernah ketemu beberapa orang Cina yang sepengetahuan aku, mereka baik dan pemurah, ngasi potongan harga gede-gedean. Kemungkinan besar potongan harga diberikan supaya orang yang diberi harga murah menjadi konsumen tetap atau menjadi pelanggan. Kalo menurut aku siy hal tersebut wajar, selama saling menguntungkan, ga ada yang merasa dirugikan serta fair, ga ada penipuan. -> Maksudnya siy, aku ga setuju sama teori opresi. Semoga setelah jadi pelanggan tetap, penjual tetap bersikap baik pada konsumennya, salah satunya dengan ga menaikan harga sembarangan.
…,
(Btw, selain harga murah, yang bikin aku tertarik untuk belanja di sebuah toko adalah keramahtamahan pemilik maupun pelayannya. Aku bete kalo ketemu orang Cina jutek apalagi sama Muslimah berkerudung. -> Pengalaman pribadi, ada perempuan Cina yang sebelum aku pake kerudung dia ramah, tapi pas aku udah pake kerudung eh ngeliat sebelah mata pun ngga. Masya Allah. Biasanya aku males balik lagi ke sebuah toko kalo yang punyanya atau pelayannya judes atau ga ramah. Bahkan kadang aku tega, bakal bilang sama rekan-rekan atau saudara aku buat ngga belanja di toko yang pemiliknya adalah orang Cina jutek non-Muslim, aku bakal menyarankan rekan-rekan atau saudara untuk belanja di toko pribumi atau di toko orang Cina non-Muslim tapi ramah.
Aku baru ngeh bahwa di Islam memang ada aturan untuk tidak terlalu ramah terhadap non-Muslim kecuali terhadap non-Muslim yang sudah memiliki perjanjian untuk tidak mengganggu dan menyakiti kaum Muslim atau memang meminta perlindungan kepada kaum Muslimin.)
Anw aku juga nemuin orang Cina yang setau aku baik dan perhatian dengan cara misalnya memberikan kue, baju, atau uang ketika menjelang lebaran (Idul Fitri), ada juga yang ngasih dodol Cina pas sebelum Imlek, sayangnya aku ga setuju perayaan Imlek. Selain itu ada juga yang pernah memberikan cenderamata berupa buku karangan mereka. Padahal seinget aku, keluarga aku tidak meminta hal tersebut. Mungkin ada satu dan lain hal yang membuat mereka berbaik dan bermurah hati misalnya karena keluarga aku merupakan langganan toko atau biro jasa tertentu milik orang-orang Cina tersebut atau karena memang keluarga aku memiliki hubungan baik dengan beberapa diantara mereka. Tapi aku liat sisi positifnya aja, orang-orang Cina itu keingetan ngasih bingkisan atau hadiah buat keluarga aku juga udah suatu yang patut diapresiasi. -> Karena bisa aja mereka  itu ga peduli walaupun misalnya sama pelanggannya. -> Kalo di kuliahan, mungkin bakal dibahas mengenai reward yang diberikan supaya seseorang tetap bekerja atau tetap berbelanja di tempat si pemberi reward, tapi di sini aku ga mau bahas mengenai itu, aku hanya berharap aku dan manusia saling menghargai, terutama menghargai yang dilakukan di jalan Allah.
Berikutnya mengenai agama, aku punya persepsi kalo banyak orang Cina agamanya ga jelas, ibaratnya: hari ini Kong Hu Chu, besok bisa pindah jadi Budha dan seminggu kemudia bisa jadi Kristen. -> Pindah agama seenaknya. -> Kesannya banyak orang Cina bakal memeluk agama mana aja yang menguntungkan mereka, terutama secara materi. -> Selain itu, aku berfikir sepertinya banyak orang Cina yang punya prinsip: “Kamu boleh masuk agama mana aja, asal jangan Islam.” Aku berfikir demikian karena dari sekian banyak orang Cina, cuma sedikit yang mau masuk Islam. Ada juga yang nampakya ga betah memeluk agama Islam jadi pindah agama lagi, padahal memeluk agama Islam itu menguntungkan, terutama di akhirat kelak. Mudah-mudahan Allah memberikan maghfirah serta rahmat-Nya kepada orang-orang Cina yang mau masuk Islam, yang mau memeluk Islam bahkan yang mau memperjuangkan Islam. Semoga Allah menjadikan mereka orang-orang yang beruntung di dunia maupun di akhirat. Amin.
Selain beberapa sisi negatif dari kebanyakan orang Cina, menurut aku, banyak juga sisi positif dari orang-orang Cina pada umumnya, seperti: tekun; ulet; cerdas; cerdik; pandai berniaga/ berdagang; pandai berhitung*, pekerja keras; teliti; professional; saling menyokong dan membantu: kebanyakan memiliki ikatan persaudaraan yang kuat (that’s why triad exists -> bagian saling menolong dan persaudaraan yang kuat memang bagus, tapi kalo udah saling tolong menolong dan bersaudara dalam kejahatan siy jadi ga bagus. -> Anw, mungkin keluarga aku ada yang pernah nerima barang atau uang dari mafia ataupun cukong, mudah-mudahan pemberian-pemberian tersebut merupakan hadiah bukan suap.); dan jumlah mereka (orang-orang Cina) sangat banyak, tersebar di berbagai tempat di dunia. -> Buat aku, jumlah keluarga yang banyak itu bagus, aku setuju sama pepatah banyak anak banyak rezeki.   
[*FYI aku ga pandai berhitung (sayang sekali, padahal Papa aku guru Matematika dan Fisika), tapi aku suka kalo liat orang-orang yang pandai berhitung. Related to orang Cina pandai berhitung: Waktu kecil aku pernah liat seorang Babah Cina di sebuah toko di Sukabumi-> lupa nama tokonya, ngitung pake sempoa, tangan Babah itu bergerak dengan secepat kilat*; abis itu, waktu tanggal 16.09.09 -> aku buka diary dulu, aku liat seorang Koko di sebuah restoran di Senayan City, lagi ngitung pake kalkulator, tangan Koko itu mengoprasikan kalkulator dengan kecepatan cahaya*, aku sampe heran ngeliatnya -> *cepet banget maksudnya, versi hiperbola; selain itu, suatu kali di rumah, aku, Papa sama adik-adik nonton acara Bukan Jalan-Jalan Biasa di Tv One, acaranya menayangkan profil cowo Cina juara Matematika yang berdomisili di Jerman; trus pas lagi mampir ke rumah salah seorang penjahit baju, aku sama ade aku liat sekilas acara Hitam Putih di Trans 7, yang menampilkan cewe Cina ngitung cepet banget tanpa menggunakan alat bantu hitung. -> Kekuasaan Allah, anugerah dari Allah untuk orang-orang Cina itu, mudah-mudahan orang-orang yang pandai berhitung itu ga lupa sama Allah Swt gara-gara sibuk berhitung. Aku sih berharap mereka dapat bersyukur kepada Allah Swt yang udah memberikan kepandaian tersebut.]
{FYI, hari ini (26.06.11) aku buka buku catetan materi kuliah-> isinya catatan berbagai macam materi kuliah, serta beberapa catatan lainnya dari sekitar tahun 2006-2008 -> tadinya aku mau nyalin catatan aku mengenai Allah dan kalam Allah, tapi aku liat materi kuliah Sejarah Kebudayaan Indonesia (SKI), jadi aku baca dulu deh catatan tertanggal 11 AGUSTUS 2006 tersebut. Dalam catatan aku itu, aku lupa nulis nama dosen mata kuliah tersebut, tapi di catatan-catatan sebelumnya ada tulisan mengenai nama dosen mata kuliah tersebut, dosennya bernama Mas Anto/ Pa Widyonugrahanto.
Isi catatannya mengenai  MASA MADYA (MASUKNYA PENGARUH ISLAM), berdasarkan catatan tersebut  terdapat beberapa teori masuknya Islam ke Indonesia diantaranya TEORI GUJARAT, TEORI PERSIA, TEORI MEKAH, TEORI ARUS BALIK dan TEORI CINA. Berhubung tulisan ini mengenai orang Cina, jadi aku mau sedikit memparaphrase catatan mengenai masuknya Islam ke Indonesia berdasarkan teori Cina: 
·         Ditemukannya 2 naskah kuno di kelenteng SAM PO KONG*, Semarang dan kelenteng TALANG di Cirebon.
*SAM PO KONG = CENG HO (Cina Muslim)
·         Adanya baju koko, songkok yang berasal dari Cina,
·         Adanya pesantren yang mengajarkan ilmu agama dan mempelajari bela diri seperti Shaolin di China,
·         Adanya tokoh Islam di Indonesia yang bernama Jin Bun (Raden Fatah) dan Bong Ang (Sunan Bonang) -> Aku ga yakin mengenai nama Cina para tokoh ini (aku khawatir kalo waktu itu aku salah nulis informasi tersebut), jadi aku Googling. Mengenai Raden Patah atau Jin Bun, memang banyak artikel yang berisi informasi bahwa beliau keturunan Cina. Sedangkan mengenai Sunan Bonang, dalam beberapa artikel di internet (dan berdasarkan buku sejarah yang pernah aku baca), Sunan Bonang atau Maulana Makdum Ibrahim merupakan keturunan Arab.
·         Terdapat kata sunan yang asal katanya dari SUHU (guru) dan NAN (Selatan: seperti Nan-yang)
Hal yang aku sebutkan di atas merupakan paraphrase dari catatan kuliah aku mengenai teori masuknya Islam ke Indonesia berdasarkan teori Cina. -> Anw, berdasarkan catatan di atas, Islam masuk ke Indonesia salah satunya dengan cara disebarkan oleh orang-orang Cina, namun sayang sekali saat ini orang-orang Cina di Indonesia kebanyakan non-Muslim. Kapan atu ya orang-orang Cina non-Muslim sadar kayak para kake moyangnya yang menyebarkan Islam?

->Demikian potongan curhatnya.

-> Aku juga mau bahas seni yang dibuat oleh orang-orang Cina, banyak dari mereka yang sepertinya memiliki rasa keindahan atau rasa seni yang tinggi. Sayang mungkin banyak hasil karya yang belum sesuai sayriat Islam. Kemudian kenapakanh sekarang banyak barang bajakan buatan Cina? Lalu mengenai filososfi, banyak filososfi menarik, hanya banyak pula filososfi yang cenderung menyesatkan, tidak sesuai syariat Islam. Lalu, aku pikir sepertinya terdapat pergeseran, dulu orang-orang Cina terlihat sangat mementingkan kekuatan fisik, dengan berkembangnya Kung Fu, namun nampaknya sekarang mereka lebih mengandalkan kekuatan otak terutama untuk bisnis. Selanjutnya aku pikir orang Cina seringnya tidak menjajah dengan tentara perang namun menajajah melalui jalur ekonomi.

-> Kemudian aku mau bahas mall. Di tulisan ini tertulis nama mall Senayan City, tapi aku mau kasih tau pembaca bahwa mall yang paling berkesan buat aku di Jakarta adalah Mall Taman Anggrek, dulu aku suka food court dan tempat Ice Skating-nya. Sekarang aku lihat via tv nampaknya lingkungan TA sudah berubah, lebih mewah, membuat aku takut. Aku pikir, banyak orang Cina juga tak sedikit orang Arab terkait bisnis mall maupun aktifitas yang berada di mall, property atau pembuatan bangunan tinggi lainnya. Aku harap pembangunan gedung-gedung tinggi, terutama aparteman termasuk mall dihentikan. Pertama karena adanya larangan bermegah-megahan, kemudian bangunan tersebut berdampak buruk bagi lingkungan. Selain itu, himbauan bagi kaum Muslimin untuk dapat menahan diri dari sering mengunjungi mall, dan dapat melakukan kunjungan ke berbagai pesantren atau silaturahim terhadap ulama.

->Selanjutnya mengenai komunis yang identik dengan Cina.

Kisah terkait komunis: Keluarga aku sangat khawatir dengan komunis karena berdasarkan cerita saksi hidup ketika zaman komunis di Indoneisa, keluarga Abi aku yang ayahnya merupakan seorang Polisi Republik Indonesia, diperintah oleh pihak komunis untuk membuat lubang letter “L” di tengah rumah yang fungsinya untuk memudahkan penguburan keluarga kake/kel Abi aku tersebut, jadi mungkin rencananya satu keluarga ditembaki lalu dimasukkan ke dalam lubang di tengah rumah tersebut. Kake aku tidak menuruti perintah komunis tersebut, dan bersyukur bahwa kel kake aku/ kel Abi aku diselamatkan oleh Allah. Alhamdulillah. Keluarga kami tidak ingin hal semacam itu apalagi hal yang lebih buruk terjadi. Naudzubillahimindzalik.

Aku sedih dengan apa yang menimpa Muslim etnis Uighur, Xinjiang. Akibat tekanan komunis, Muslim Uighur tidak dapat dengan bebas menjalankan ibadah selayaknya kaum Muslimin pada umumnya beribadah.  Aku berdo’a Allah menyelamatkan Muslim Uighur di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Semoga ideologi komunis di Cina, di Rusia dan dimanapun dapat digantikan dengan aturan Islam. Aamiin.

->Dulu aku heran dengan kesan perilaku negatif yang ditunjukkan oleh banyak orang Cina. Tapi setelah membaca hadits yang aku sebutkan mengenai Bani Asfar yang disebut akan menipu dalam kata lain jahat dan licik, maka aku tidak lagi heran. Tapi masa sih ga ada gitu jagoan hebat masa kini yang berjuang mati-matian membela Islam dan umat Islam, berjihad di jalan Allah, dari kalangan Bani Asfar (khususnya orang Cina dan keturunannya)?
-> Aku sadar betul jika perilaku keseharian aku di “audit” pasti masih banyak kekurangan. Tapi sambil memperbaiki diri, aku tetap ingin saling nasihat menasihati di jalan Allah. Semoga Allah meridhai.

Selain mengenai orang Cina, aku mau sedikit membahas bahas orang Arab dan orang Sunda. Orang Arab itu terkesan banyak yang kasar, bahkan ada ada yang kejam, namun ada pula yang baik itu baik banget. -> Jika  berdasarkan hadits, orang Arab akan binasa (celaka) jika banyak yang jahat. Kemudian orang Sunda, walaupun tidak semua, namun orang Sunda memiliki kecenderungan terkesan santai kurang sigap, diwakili tokoh ternamanya“Kabayan” (dan “si aku”); sangat suka bercanda, kurang bersatu ‘aing-aingan’ tapi orang Sunda mostly cenderung ramah.
Dalam tulisan ini terdapat muatan mengenai seni lukis, drama, fashion, bisnis dll, semoga kelak seluruh hal tersebut dan seluruh aspek kehidupan dapat berjalan sesuai syariat Islam. Aamiin.
Saat ini karya-karya aku mungkin banyak yang melampaui batas, namun aku berharap suatu saat aku dapat membatasi diri dan karya-karya aku, karena Allah tidak suka makhluk-Nya melakukan hal yang melampaui batas yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Buku: Sahih Bukhari
Media lainnya: Wikipedia, Republika, dan Republika Online, TV One, Metro Tv, TRANS 7: Hitam Putih, MNC Group: RCTI, Global Tv.

Terima kasih kepada semua pihak baik Muslim maupun non-Muslim yang telah membawakan inspirasi, juga yang membangkitkan memori mengenai beberapa poin penting, hingga terselesaikannya tulisan ini. Alhamdulillah.

Semoga Allah mengaruniakan hidayah-Nya kepada para non Muslim untuk masuk dan memeluk Islam. Semoga Allah mengaruniakan taufiq dan hidayah-Nya kepada kaum Muslimin untuk bertaqwa kepada Allah. Semoga Allah meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Wallahu’alam.
121314151617192021.08.14 -> 18192021222526 Syawal 1435 H
Revisi:
24.08.14 -> 30 Syawal 1435 H
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

0 komentar: