The Message To Mr. Komjen Pol. Purn. Ahwil Lutan SH, MBA, MM. and Mrs. Kemala Anggraini Ahwil


Posting dengan judul "The Message To Mr. Komjen Pol. Purn. Ahwil Lutan SH, MBA, MM. and Mrs. Kemala Anggraini Ahwil" ini merupakan isi message yang aku kirim via jejaring sosial untuk profil Fb atas nama Bapak Ahwil Lutan dan Ibu Kemala Anggraini Ahwil, surat ini terkait kasus narkotika yang melibatkan salah satu aktor Indonesia, juga terkait pembahasan hukuman sesuai syariat Islam untuk kasus tersebut. Berikut isi suratnya:

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ua Ahwil, Ua Dini dan keluarga apa kabar? Aku Nyi Raden Siti Rohana (Hana)/ Siti Ruhana binti R. Muhammad Syarif Hidayat D. Aku cucu dari alm. Mayjen Pol. Purn. Husein Djajadiningrat dan almh. Lily Waliyah; serta aku keponakan dari alm. Brigjen Pol. Drs. Hendy dan Dra. R. Siti Fatimah (Tintin). Uncle and auntie, I am afraid that I’ve never met both of you and your family. Sejauh ini, alhamdulillah, Na sudah beberapa kali bertemu keluarga Ua alm. Irjen Pol. Purn. Firman Gani dan Ua Fifi S. Kaboel, sayang Na sepertinya belum sempat bertemu keluarga Ua Ahwil. Semoga suatu saat nanti, Allah mempertemukan Na dengan Ua Ahwil, Ua Dini dan keluarga.

Ua Ahwil dan Ua Dini, maafin Na tiba-tiba menghubungi Ua kemudian curhat dan bermaksud meminta bantuan terkait pemberitaan mengenai kasus narkotika yang melibatkan aktor Indonesia bernama Tjie Wei Kuang/ Roger Danuarta. Na pernah bertemu dia dalam sebuah kegiatan pembuatan sinetron, dan meskipun kami beda agama, Na rasa Na pernah mencintai dia. Saat ini, Na mungkin sudah mencintai orang lain namun Na masih sayang sama Roger, dalam artian Na masih peduli dan prihatin atas apa yang dia alami. Melalui pesan ini, yang ingin Na pertanyakan adalah terkait pemberitaan, terutama pemberitaan yang Na dapatkan melalui internet, mengenai hasil persidangan untuk kasus yang melibatkan Roger, yakni mengenai masa hukuman serta mengenai penolakan permohonan rehabilitasi yang diajukan oleh pihak Roger.

Pertama, mengenai lamanya masa hukuman, berdasarkan pemberitaan, terdakwa dapat dijatuhi hukuman sekitar 4 tahun penjara. Menurut hemat Na, hukuman 4 th – 12 th penjara bagi pengguna/ pengkonsumsi narkoba adalah terlalu lama karena sepengetahuan Na, berdasarkan hukum Islam, pengkonsumsi khamr (termasuk narkoba) dihukum dengan hukum cambuk/ dera sebanyak 40-80 kali dera. Na pikir, hukuman cambuk tidak akan menghabiskan waktu hingga bertahun-tahun, mungkin hanya menghabiskan waktu dalam hitungan jam. Berikut terjemahan hadits mengenai hukum cambuk/ dera:

1805. Dari Saib bin Yazid r.a. katanya: Di masa Rasulullah saw. Dibawa kepada kami orang yang meminum minuman yang memabuk dan di masa pemerintahan Abu Bakar dan permulaan pemerintahan Umar. Kami berdiri memukul orang itu dengan tangan, terompah dan mantel kami. Tetapi di akhir pemerintahan Umar, dipukulnya orang minum itu empat puluh kali. Dan setelah melampaui batas dan bertambah jahatnya dipukulnya delapan puluh kali. Sahih Bukhari IV Hal. 94.

Selanjutnya, mengenai penolakan permohonan rehabilitasi, berdasarkan pemberitaan, alasan penolakan tersebut adalah karena hakim khawatir akan terganggunya persidangan akibat jauhnya jarak antara tempat persidangan di Jakata Timur dengan Lido sebagai tempat rehabilitasi. Yang ingin Na tanyakan adalah, benarkah jika majelis hakim memberikan putusan penolakan terhadap permohonan rehabilitasi yang diajaukan oleh seorang (non Muslim) terdakwa kasus narkotika, padahal –berdasarkan pemberitaan- kondisi kesehatan terdakwa di bawah normal (dalam keadaan tidak baik) sebagai efek dari narkoba yang ia gunakan?

Sumber: Tempo.co; Liputan6. Com; KapanLagi.com; tabloidbintang.com.

Menurut pendapat Na, daripada diperlakukan tidak semestinya, seperti berlama-lama ditahan di penjara serta proses rehabilitasi dipersulit, bila terdakwa kasus penggunaan narkotika merupakan seorang pria Yahudi atau Nasrani, lebih baik dihukum sesuai Al kitab: Imamat 10: 9-10; Ulangan 21: 20-21. Hanya saja, yang Na harapkan adalah bukan pada hukuman yang tertera dalam ayat Al kitab tersebut, hukum mati,  tetapi lebih kepada upaya kaum Muslimin dalam mengajak/ menyeru mereka untuk masuk dan memeluk Islam, karena jika seorang non Muslim yang bersedia untuk masuk dan memeluk Islam, maka ia dapat dibebaskan dari hukuman atas –semua- kesalahannya. Atau bila seruan ke dalam Islam bagi para non Muslim yang melakukan pelanggaran tidak berjalan sesuai harapan, minimal dapat diberlakukan hukuman sesuai syariat Islam.

Khususnya kepada Ua Ahwil, Na mohon penjelasan, nasihat dan bantuan dari Ua Ahwil terkait hal yang telah Na sampaikan. Mohon koreksi bila terdapat pendapat Na yang keliru, terutama pendapat yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Na sangat berharap tegaknya hukum yang adil sesuai syariat Islam.

[Ua Ahwil dan Ua Dini, Na sempet khawatir pemberitaan terkait kasus narkotika yang melibatkan aktor yang Na maksud, dipolitisir oleh pihak-pihak tertentu. Hal lain terkait pemberitaan tersebut adalah, saat Na mengetahui pemberitaan kasus tersebut, terutama ketika awal-awal, sempat membuat Na berulang kali menangis hingga Na sempat beberapa hari sakit demam. Astaghfirullahaladzim. Sementara itu saat Na masih concern pada pemberitaan kasus narkotika tersebut, pada tanggal 05 April 2014 (05 Jumadil Akhir 1435 H) di rak di tempat penyimpanan barang-barang, di rumah keluarga di Sukabumi, Na menemukan buku “TAKTIK DAN TEHNIK PENYIDIKAN KEJAHATAN NARKOTIKA/ DRUG ENFORCEMENT HANBOOK” DEA-USA, DITERJEMAHKAN OLEH MR/MRS AHWIL LUTAN DIBANTU KAMSI. Di dalam buku tersebut terdapat sepucuk surat dari Ua Ahwil yang ditujukan kepada Ua Hendy terkait buku tersebut. Foto buku dan surat terlampir:

 


Ket: Foto surat diedit, diblur pada bagian cap.
Saat menemukan buku tersebut, entah kenapa tiba-tiba terpikir bahwa mungkin suatu saat Na harus menghubungi Ua Ahwil terkait kasus yang telah Na ceritakan. Ua maafin Na udah baca buku di atas yang terbatas untuk kepentingan POLRI beserta Na baca isi surat yang pernah Ua Ahwil kirim ke Ua Hendy terkait buku tersebut. Na sudah meminta izin untuk membaca buku tersebut kepada keluarga alm. Ua Hendy, alhamdulillah, diizinkan.



Oia Ua Ahwil dan Ua Dini, suatu kali, sudah cukup lama, Na pernah membaca buku yang sepertinya buku tersebut diberikan oleh Ua Ahwil kepada Ua Hendy. Dulu, Na belum terlalu memahami isi buku tersebut. Belakangan Na melihat ulang buku tersebut, nampak di bagian dalam buku tersebut terdapat sedikit memo berupa tulisan tangan yang tulisannya: “Kepada KBP. Drs. Hendi”, dilengkapi tanda tangan Ua Ahwil. Buku tersebut, semacam mini biografi, yang berisi kumpulan catatan harian Ua Ahwil ketika bertugas sebagai duta besar RI untuk Mexico, Honduras, Costa Rica dan Panama.

Hanya saja, terkait narkotika, Na baru benar-benar ngeh bahwa Ua Ahwil memiliki spesialisasi terkait penanganan kasus narkotika setelah Na membaca buku  yang fotonya tercantum dalam pesan ini; serta setelah Na check profil Facebook atas nama Ua Ahwil; juga setelah Googling mengenai profil Ua Ahwil. Beberapa hari lalu, saat searching di internet, Na sempat membaca ulang (secara skimming) posting isi buku “Dari Trunojoyo 3 ke Calle Julio Verne 27” via sebuah blog, hendrarp.blogspot.com. Saat itu barulah Na menyadari bahwa dalam buku tersebut terdapat sekilas informasi terkait narkotika, terlebih buku tersebut sarat informasi bermanfaat, khususnya informasi mengenai sejarah, politik, ekonomi dan budaya yang terdapat di Indonesia dan di beberapa wilayah di Amerika Tengah.



->Semoga informasi yang ada dapat digunakan oleh kaum Muslimin khususnya dalam upaya terkait syiar Islam.
 

Na berusaha untuk berkomunikasi dengan Ua Ahwil terkait permasalahan narkotika dan hukum khususnya terkait hukum Islam setelah sedikit mengetahui rekam jejak Ua Ahwil, setelah ngeh bahwa Ua Ahwil memiliki spesialisasi dalam bidang penanganan narkotika juga setelah Na menyadari adanya gelar SH yang mengikuti nama Ua Ahwil. Na berharap dapat mendiskusikan hal yang beberapa waktu ini cukup menjadi bahan pemikiran Na, khususnya terkait hukum Islam.

Ua Ahwil dan Ua Dini, Na sangat berharap bahwa hukum yang adil sesuai syariat Islam -termasuk untuk kasus khamr (juga narkotika)- dapat ditegakkan. Mudah-mudahan Allah menegakkan syariat Islam di muka bumi ini. Semoga Allah meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.]

Ua Ahwil dan Ua Dini, sebelumnya Na bermaksud memohon maaf karena message ini akan Na publikasikan. Na juga memohon maaf kepada semua keluarga maupun keluarga dari keluarga Na yang namanya tercantum di message ini, sementara Na tidak meminta izin atas pencantuman nama anggota keluarga (saudara-saudara) Na tersebut. Na mohon izin dan pengertiannya. Syukron..
Sekian pesan dari Na, Na ucapkan terima kasih atas perhatian Ua Ahwil dan Ua Dini. Salam baktos untuk putra, putri serta cucu Ua Ahwil. Semoga Allah senantiasa melindungi, memberkahi dan merahmati Ua Ahwil dan keluarga. Aamiin.

Wallahu’alam.

Wassalamu’alaikum wr. wb.
Nyi Raden Siti Rohana (Hana)/
Siti Ruhana Binti R. Muhammad Syarif Hidayat D.




 

Merenung: Mengenai Capres dan Cawapres

Mengenai capres dan cawapres: Misalkan putra Bapak Soemitro Djojohadikusumo dan ketua PAN bersinergi, sepertinya Abi mendukung mereka dan aku mendukung keputusan Abi. Insyaa Allah. Wallahu'alam.

11.05.14 -> 11 Rajab 1435 H
Revisi:
09.07.14 -> 12 ramadhan 1435 H

Ramadhan 1435 H:



Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Al Ma’aidah (5): 51
 

Awalnya aku berpikir untuk terlibat dalam pemilu setelah Abi aku melarang aku untuk golput dikarenakan menurut ulama apabila banyak golput dikhawatirkan parlemen dikuasa kafir. Setelah Abi aku menyatakan hal tersebut, aku memutuskan untuk menuruti nasihat Abi. Sedangkan tulisan renungan di atas yang judulnya telah aku revisi dari sekedar "Merenung" menjadi  "Merenung: Mengenai capres dan cawapres", dibuat sebagai upaya musyawarah secara terbuka dikarenakan saat itu aku melihat kaum Muslimin masih banyak, terutama para Muslim yang tergabung dalam salah satu partai yang aku dukung saat pileg, yang terlihat masih bingung dalam menentukan arah koalisi.

Setelah koalisi terbentuk, awalnya aku masih aga ragu dalam menentukan pilihan capres dan cawapres yang akan aku dukung dikarenakan berbagai pertimbangan. Saat itu, hal tersulit bagi aku untuk mengambil keputusan  adalah mengenai isu pelanggaran HAM yang menyeret nama capres yang ingin aku dukung. Terkait permasalahan isu pelanggaran HAM yang aku maksud, aku tidak terlalu ngeh hal tersebut dikarenakan saat terjadinya kasus yang menjadi penyebab timbulnya isu tersebut aku masih belum terlalu mengerti, mungkin saat itu aku masih SD. Namun, menurut hemat aku saat ini, bila capres yang aku maksud tidak terlibat kasus tersebut, itu merupakan hal yang baik. Hanya saja, SIAPA PUN yang memang terlibat dalam kasus penghilangan nyawa orang terutama pada kasus yang aku maksud, hendaknya bertanggung jawab dengan cara melakukan islah dengan keluarga korban, dengan membayar diyat, kecuali jika keluarga korban memaafkan.

Ada pula, hal lain yang menjadi pertimbangan sebelum aku mengambil keputusan untuk mendukung capres yang aku maksud, yakni mengenai latar belakang keluarga capres yang ibu dan saudara laki-lakinya adalah non Muslim. Aku mengetahui hal ini awalnya dari Abi aku, kemudian ada pula salah satu senior aku saat kuliah yang memberitahukan hal yang intinya serupa, menganai saudara capres yang non Muslim. Bagi aku pribadi, perbedaan agama keluarga capres tidak menghalangi capres tersebut untuk mencalonkan diri sebagai presiden selama capres tersebut seorang Muslim terlebih apabila ia dikenal dekat, maupun peduli dan berkorban untuk Islam dan umat Islam. Terkait hal ini, aku terpikir sebuah contoh, seorang ustad mualaf yang dikenal sebagai pakar ekonomi syariah yang menurut kabar orang tua ustad tersebut non Muslim bahkan ada saudara-saudaranya juga non Muslim, mengenai keluarganya yang non Muslim tidak mengurangi kepercayaan aku kepada ustad tersebut bahwa ustad tersebut adalah seorang Muslim dan memang memiliki ilmu pengetahuan yang memadai dalam bidang ekonomi syariah.

Namun demikian, tentunya aku bermaksud mengajak saudara laki-laki dari capres yang aku maksud serta keluarga dari ustad yang aku maksud yang beragama non Muslim untuk masuk dan memeluk Islam: "Pa Hashim Djojohadikusumo dan keluarga non Muslim dari ustad Muhammad A. Syafi'i, maukah anda semua untuk masuk dan memeluk Islam?" Semoga Allah mengaruniakan hidayah kepada Pa Hashim Djojohadikusumo dan keluarga non Muslim dari ustad Muhammad A. Syafi'i untuk masuk dan memeluk Islam. Aamiin.


679. Dari Abu Said Abdurahman Ibn Samurah r.a, dia berkata: “Rasulullah saw bersabda kepada saya: “Hai Abdurahman Ibn Samurah, janganlah engkau meminta jabatan karena apabila kamu diberi jabatan tanpa meminta maka kamu akan ditolong dalam melaksanakannya, dan apabila kamu diberinya karena meminta maka jabatan itu sepenuhnya diserahkan kepadamu. Apabila kamu bersumpah atas suatu sumpah lalu kamu melihat ada yang lebih baik selain dari sumpah itu maka kerjakanlah yang lebih baik itu dan bayarkanlah kafarah sumpahmu.” (HR. Bukhari – Muslim) Tarjamah Riyadush Shalihin Jilid 1. Hal. 638

681. Dari Abu Dzar ra dia berkata: “Saya berkata: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak memberi jabatan kepada saya?” Beliau langsung menepuk tangannya ke atas pundak saya, kemudian beliau bersabda: “Wahai Abu Dzar sesungguhnya engkau ini lemah dan jabatan itu adalah amanah, pada hari kiamat ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan hak jabatan yang menjadi kewajibannya.” (HR. Muslim) Tarjamah Riyadush Shalihin Jilid 1. Hal. 638

Awalnya aku sempat bingung apakah aku akan mendukung capres yang aku dukung saat ini atau capres lainnya. Setelah aku melakukan diskusi dengan Abi, aku memutuskan untuk tidak mendukung capres dari partai lainnya dikarenakan aku berharap capres dari partai lainnya yang aku maksud menyelesaikan jabatannya sebagai seorang gubernur, terlebih apabila jabatan gubernur itu tidak diselesaikan maka kemungkinan wagubnya yang merupakan seorang non Muslim akan naik menggantikannya, sedangkan dalam Islam terdapat larangan bahwa kaum Muslimin dipimpin oleh non Muslim.
Aku bersimpati kepada gubernur yang aku maksud karena gubernur ini sebagai capres PRIA MUSLIM yang diusung partainya, namun setelah menyadari bahwa kemungkinan adanya pemimpin daerah non Muslim jika saat ini ia meninggalkan tugasnya sebagai gubernur, dengan demikian, aku mendukung gubernur yang aku maksud untuk tetap sebagai seorang gubernur. Disamping hal yang sudah aku sebutkan, aku pun khawatir terhadap pemberitaan mengenai kemungkinan capres dan cawapres yang memerintahkan pelarangan pemberlakuan syariat Islam untuk wilayah-wilayah maupun sektor-sektor yang belum menerapkan syariat Islam.
Selain hal di atas, perlu dijelaskan pula bahwa berdasarkan hadits Rasulullah saw seorang Muslim dibolehkan untuk membatalkan sumpahnya dan mengambil jabatan yang lebih baik dengan sebelumnya membayar kiffarat sumpah. Namun demikian khususnya untuk kasus gubernur DKI yang aku maksud, menurut hemat aku pembatalan sumpah jabatannya tidak dapat berlaku dikarenakan kondisi yang membahayakan umat Islam yakni apabila saat ini Pa gubernur meninggalkan jabatannya kemungkinan wakil gubernur yang beragama non Muslim yang menggantikannya, menjadikan non Muslim sebagai pemimpin adalah hal yang terlarang dalam ajaran Islam. 
Selain itu aku baru ngeh bahwa dalam Islam pemimpin itu harus kuat setelah membaca terjemah hadits di atas, maka diharapkan seorang pemimpin Muslim itu kuat, dan menurut hemat aku sepatutnya seorang pemimpin tidak berada di bawah kendali orang lain terlebih dibawah kendali seorang wanita dalam menjalankan pemerintahannya. 


Kembali mengenai capres dan cawapres yang aku dukung dari koalisi baju putih, aku menetapkan untuk mendukung capres yang aku maksud setelah mendengarkan penjelasan Abi aku yang intinya capres beserta cawapres yang aku maksud, lebih cenderung membela Islam dan umat Islam. Aku semakin yakin setelah membaca visi misi pasangan capres dan cawapres tersebut, terkait ekonomi syariah dan pelaksanaan ibadah umat Islam. Dengan demikian, aku memutuskan untuk mendukung Pa Prabowo Subianto dan Pa Hatta Rajasa.

Namun demikian, aku himbau kepada koalisi merah putih untuk dapat menegakkan keadilan di jalan Allah, kemudian untuk tidak menyakiti hati rakyat terkait anggota koalisi yang terlibat kasus korupsi. Terkait hal tersebut, aku mohon pihak koalisi merah putih untuk tidak menampilkan para pembesar yang disinyalir terlibat kasus korupsi. -> Meskipun pembesar tersebut berasal dari partai yang aku dukung. Rasulullah saw bersabda yang intinya suatu umat menjadi sesat tatkala para pembesar mencuri (termasuk korupsi) mereka tidak dihukum sedangkan saat rakyat kecil mencuri, rakyat tersebut dihukum. Dengan demikian jika para pembesar yang memang terbukti bersalah atas kasus korupsi, aku harap pemerintah dapat menjatuhkan hukuman yang adil sesuai syariat Islam.

Lalu, aku pikir baiknya lambang partai atau apa pun bukanlah lambang makhluk bernyawa, atau lambang yang tidak dianjurkan dalam Islam. Baiknya, misalkan koalisi "Merah Putih" mungkin akan lebih baik jika lambangnya bendera merah putih.

Siapa pun kelak yang menjadi presiden dan wakil presiden, aku harap mereka dapat menegakkan syariat Islam. Para capres dan cawapres terlebih setelah terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, seyogianya ingat bahwa kepemimpinan mereka akan dipertangungjawabkan di hadapan Allah.

Semoga Allah meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Catatan pilpres 2014 (1435 H). Catatan pindahan dari salah satu kolom di blog aku. Catatan ini masih mungkin untuk mengalami revisi setelah dipindahkan ke posting ini. Berikut isi catatannya:



Mengenai dukungan aku untuk capres dan cawapres no 1: Aku dukung Pa Prabowo dan Pa Hatta awalnya atas saran Abi, aku menuruti saran Abi. Menurut pendapat Abi, mereka cenderung untuk membela Islam dan umat Islam. Kemudian aku semakin yakin setelah aku baca visi misi mereka, terdapat mengenai kemungkinan untuk dapat tetap menerapkan ekonomi syariah kemudian ada program tabungan haji. Aku pikir, setidaknya capres dan cawapres tersebut peduli untuk menuliskan dalam visi misi mereka hal yang terkait syariah dan upaya mempermudah pelaksanaan salah satu rukun Islam.

Hanya saja ada hal yang tidak aku setujui yakni terkait pajak, aku tidak menyetujui pajak, aku berpikir mengenai kemungkinan pajak diganti dengan zakat. Untuk umat Islam, membayar zakat sesuai nisab berdasarkan syariat Islam. Sedangkan bagi umat non Muslim, dalam Islam terdapat jizyah (pajak keamanan/ perlindungan) yang harus dibayarkan oleh non Muslim. Namun sehubungan salah satu misi aku setelah menegakkan kalimat tauhid adalah membantu Nabi Isa Almasih as yang akan menghapuskan jizyah maka aku berpikir untuk tidak memungut jizyah. Hanya saja, kepada umat non Muslim, dimungkinkan adanya pungutan kharaj, cukai atau bea sewa tanah pertanian dan industri.

Aku harap capres dan cawapres yang aku dukung peduli dan mau menegakkan hukum/ syariat Islam, syariat Islam dalam berbagai aspek kehidupan: hukum, pendidikan, ekonomi, seni, olah raga, kesehatan, pertahanan dan keamanan dsb.

Oia aku mengapresiasi konser musik Islami yang diadakan pasangan capres dan cawapres no 1 dengan mendatangkan musisi Maher Zain. Sayangnya aku ga bisa nonton. Semoga para musisi dan seniman Muslim semakin maju berkarya di jalan Allah.

-> Anw, ternyata konser tersebut ditayangkan di tv, aku nonton tayangan konser Maher Zein saat di rumah Umi aku. Alhamdulillah, konsernya terlihat berjalan dengan lancar berikut nampak sederhana namun mengesankan; penampilan penyanyi dan pengiringnya bagus; penontonya terlihat tertib: kebanyakan penonton berpakaian putih, penonton wanita banyak yang berjilbab, tinggal beberapa penonton termasuk istri dari Mr. penggagas konser yang sebaiknya menyesuaikan untuk berpakaian lebih menutup aurat; kemudian baiknya penonton pria dan wanita diberi pemisah.

Aku ucapkan terima kasih kepada penyelenggara konser tersebut. Untuk para penyelenggara yang beragama Islam, aku ucapkan: jazakallah. Semangat terus berjuang di jalan Allah! Semoga Allah meridhai.

Oia aku dan Umi berdo'a untuk penggagas konser tersebut yang beragama non Muslim, Mr. Hary Tanoesodibjo, juga istrinya, Mrs. Liliana Tanoesodibjo, yang turut menghadiri acara tersebut: Semoga Allah mengaruniakan hidayah kepada mereka untuk masuk dan memeluk Islam. Aamiin.

-> Mohon maaf atas ketidaknyamanan dikarenakan tulisan ini mengalami berulangkali revisi.

Semoga Allah meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.

03.07. 14 -> 06 Ramadhan 1435 H
Revisi:
030405.07. 14 -> 0708 Ramadhan 1435 H

Wallahu'alam.


Kabarnya Pa Gubernur DKI umroh ya?
Aku berdo'a: Semoga Allah tetap mengamanahkan tugas gubernur DKI kepada Pa Jokowi. Aamiin. Aku maunya gubernur DKI tetap Pa Jokowi karena ia seorang Muslim, aku tidak setuju jika Pa Jokowi digantikan oleh wagub DKI yang non Muslim. Berdasarkan ajaran Islam, kaum Muslimin tidak boleh dipimpin oleh non Muslim.

Pa Gubernur beserta istri, Ibu Iriana, kalo di Makkah tolong doakan ya: Semoga Allah menegakkan syariat Islam di Indonesia dan di muka bumi ini. Kemudian jangan lupa tolong doakan juga wagub DKI, dan saudara laki-laki dari capres no 1 serta salah satu pengusaha station televisi beserta keluarga mereka dapet hidayah untuk masuk dan memeluk Islam. Semoga Allah mengaruniakan hidayah kepada Pa Basuki Tjahaya Purnama, Pa Hashim Djojohadikusumo dan Pa Hary Tanoesodibjo beserta keluarga mereka untuk masuk dan memeluk Islam. Aamiin.

Terima kasih atas perhatiannya.. Syukron Pa Gubernur beserta istri.

Semoga Allah meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.

06.07.14 sore -> 10 Ramadhan 1435 H
Revisi:
07.07.14 -> 10 Ramadhan 1435 H

Wallahu'alam.

Terkait pemberitaan mengenai pengangkatan khalifah Islam: apabila memang khalifah Islam telah diangkat atau diba'iat, alhamdulillah, aku menyambut baik hal tersebut. Hanya saja saat pilpres ini, insya Allah, aku bermaksud untuk memilih Pa Prabowo Subianto dan Pa Hatta Rajasa sebagai pemimpin Indonesia dengan alasan yang telah aku sebutkan di atas dan telah aku jabarkan dalam salah satu posting dalam blog aku. Mudah-mudahan khalifah Islam dapat memahami situasi dan kondisi aku dan kaum Muslimin di Indonesia. Semoga Allah memberikan jalan keluar terbaik menurut-Nya untuk kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.

-> Aku akui, situasi politik Indonesia bahkan dunia begitu membingungkan, aku khawatir terjadi manipulasi sampe aku berpikir: Semoga kartu pemilu aku ga ada yang nyabotase, demi Allah, waktu itu aku nyoblos capres dan cawapres No. 1: Pa Prabowo Subianto dan Pa Hatta Rajasa.

Astaghfirullah, Ya Allah, ampuni aku. Untuk semua yang terkait pemilu, maafin aku jadi su'udzon.

Semoga Allah melindungi dan meridhai aku dan kaum Muslimin di dunia dan akhirat. Aamiin.

09.07.14 -> 12 Ramadhan 1435 H
Revisi:
1011.07.14 -> 1315 Ramadhan 1435 H
  
Wallahu'alam.


Terima kasih aku ucapkan kepada berbagai pihak keluarga, ulama, teman-teman, dosen-dosen, para politisi, masyarakat pada umumnya serta berbagai pihak yang tidak dapat aku sebutkan satu per satu yang telah membawakan inspirasi untuk penulisan maupun revisi tulisan ini. Semoga Allah mengaruniakan hidayah-Nya kepada para non Muslim yang membawakan inspirasi untuk tulisan ini untuk masuk dan memeluk Islam. Semoga Allah mengaruniakan taufiq dan hidayah-Nya kepada aku dan para Muslim yang membawakan inspirasi untuk tulisan ini untuk bertaqwa kepada Allah. Aamiin.


09.07.14 -> 12 Ramadhan 1435 H
Revisi:
1011131517.07.14 -> 1315171921 Ramadhan 1435 H

Wallahu'alam.
 

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.