Ulama, yang Utama Bukan Mengurus Golput tapi Menegakkan Hukum dan Syariat Islam



Ulama, yang Utama Bukan Mengurus Golput tapi Menegakkan Hukum dan Syariat Islam

Abi aku menyatakan bahwa menurut para ulama golput dilarang karena khawatir jika kaum Muslimin banyak yang golput maka parlemen akan dikuasai orang-orang kafir. Mungkin hal tersebut ada benarnya hanya saja, menurut pendapat aku para ulama ga perlu terlalu sibuk ngurusin orang-orang golput, baiknya urus dan perjuangkan penegakkan hukum dan syariat Islam. Karena apabila kaum Muslimin tidak golput, memilih caleg/ capres, tapi hukum dan syariat Islam tidak ditegakkan kemungkinan besar hanya akan membuat musuh-musuh Islam berkuasa. Naudzubillahimindzalik. Jadi, persoalan utama ulama dan kaum Muslimin bukan golput tapi (kurangnya/ lemahnya) persatuan dalam menegakkan hukum dan syariat Islam.

Aku mengutip pendapat Dr. ‘Abdu ‘I-Lah Nashih ‘Ulwan yang juga memuat terjemah hadits Rasulullah mengenai pentingnya penegakkan hukum Allah, penegakkan hukum  dan syariat Islam.

“Generasi terdahulu mencapai kebaikan karena melaksanakan peraturan Islam. Sehingga, mereka mencapai puncak pimpinan dan kemenangan. Umat yang datang sesudah mereka, tidak akan menjadi baik kecuali dengan melaksanakan peraturan Islam seperti yang telah mereka lakasanakan.
                …,
Dan benarlah sabda Rasulullah saw. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan Al-Hakim:
… tidaklah penguasa-penguasa mereka berhukum (menentukan hukum) dengan selain yang telah Allah turunkan kecuali musuh-musuh mereka akan menguasai mereka, dan akan punahlah sebagian apa yang ada pada mereka. Dan tidaklah mereka mengabaikan Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya kecuali Allah akan menurunkan siksa kepada mereka.” Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 2. Hal 536-537. 

Inti dari pendapat dan terjemah hadits di atas adalah, bagaimanapun situasi dan kondisinya, jika hukum dan syariat Islam tidak ditegakkan maka Allah akan membuat musuh-musuh Islam, termasuk orang-orang kafir dan musyrik, menguasai umat Islam. Sebagai contoh, jika kaum Muslimin tidak golput tapi mereka memilih pemimpin Muslim yang bergandengan dengan wakil non-Muslim maka apabila jabatan pemimpin Muslim tersebut naik ke jabatan yang lebih tinggi atau dikudeta atau meninggal dunia maka kemungkinan besar wakil pemimpin yang non Muslim akan naik menjadi pemimpin lalu memimpin kaum Muslimin. Naudzubillahimindzalik. 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa’idah (5): 51]

Kaum Muslimin dilarang memilih pemimpin dari kalangan non-Muslim. Dengan demikian, agar Allah memberikan kemenangan pada kaum Muslimin maka kaum Muslimin dilarang memilih pemimpin dari kalangan non Muslim pada tingkat apa pun, kecuali jika sebelum terpilih, calon pemimpin non Muslim tersebut masuk dan memeluk Islam. Kemudian hukum dan syariat Islam wajib ditegakkan.

Kemudian, kaum Muslimin disarankan untuk tidak memilih pemimpin perempuan.

Namun demikian, saran ulama kepada kaum Muslimin untuk tidak golput agar menghindari berkuasanya kaum kafir, ada baiknya aku pertimbangkan. Yang musti aku lakukan adalah shalat istikharah memohon kepada Allah, agar Allah menunjukki aku untuk dapat memilih partai Islam atau partai yang terkait organisasi Islam yang menghindari bid’ah, serta tetap berjuang menegakkan hukum dan syariat Islam. 

Mudah-mudahan dengan terus menerus diusahakannya penegakkan hukum dan syariat Islam, kesadaran manusia akan kebenaran dan keadilan di jalan Allah meningkat, rasa saling percaya tumbuh dan semua dapat memilih/ membaiat pemimpin yang bertekad memimpin di jalan Allah. Semoga dengan tegaknya hukum dan syariat Islam di Indonesia bahkan di muka bumi ini, Allah akan memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin di dunia dan di akhirat, terlebih semoga Allah meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Semoga Allah meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Wallahu’alam.

20.03.14 -> 1819 Jumadil Awal 1435 H
04.04.14 -> 04 Jumadil Akhir 1435 H
Revisi:
0530.04.14 -> 0530 Jumadil Akhir 1435 H
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah





0 komentar: