Dilarang Mengganggu Apalagi Merebut Istri Orang


Dilarang Mengganggu Apalagi Merebut Istri Orang 

14. Barangsiapa yang merusak hubungan pelayannya dengan keluarganya bukanlah dia termasuk dari golongan kami dan barangsiapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia juga bukan golongan kami. (HR. Al Baihaqi). 1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad. P. 254

1591. Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa menipu istri seseorang, atau budaknya, maka ia bukan termasuk gologanku.” (HR Abu Daud).  “Khababa” artinya merusak atau menipu. Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 2 P. 600

1610. Dari Mughirah r.a., Sa’d bin ‘Ubadah berkata: “Kalau saya lihat seorang laki-laki dengan isteri saya, tentu saya pukul ia dengan pedang tanpa maaf lagi.” Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Jangan heran dengan perasaan cemburu Sa’d, karena saya sendiri lebih cemburu dari padanya, dan Allah lebih cemburu dari pada saya.” Ringkasan Shahaih Bukhari Jilid IV hal 16 

Tulisan aku kali ini sangat terkait dengan politik, tulisan lengkapnya sebagai berikut:


Pagi ini (04.02.14 -> 04 Rabiul Akhir 1435 H), aku dengan dijaga oleh adik aku menggunting kemudian menggunting-gunting poter caleg DPRD No. 12 dapil 3 Kec. Gunung Puyuh dan Kec. Warudoyong dari partai GERINDRA, poster yang entah oleh siapa dipampang di tiang listrik di depan –bagian samping- gerbang rumah keluarga besar aku, poster yang memajang wajah Bapa tiri aku.

‘Ya Allah, maafin aku hari ini –selama beberapa menit- berperilaku aga seperti pria.’ (Sedikit menaiki gerbang menggapai poster di tiang listrik dan menggunting-gunting poster tersebut).

Permasalahan utamanya adalah, Bapa tiri aku itu sudah merebut Umi (Mama) aku dari Abi (Papa) aku.




Anw itu tag linenya bagus "Bersatu Tambah Kuat, Bersama Tambah Hebat", tapi masa aku harus bersatu mendukung orang yang udah merebut istri orang? Mustinya adalah bersatu di jalan Allah, termasuk bersatu mencegah kefasikan dan kemungkaran
   
Sebelumnya aku memohon maaf kepada berbagai pihak karena aku pernah menyatakan aku menghindari menonton berita mengenai perceraian namun aku sendiri membuat sebuah tulisan mengenai berita tak sedap tersebut. 

Aku akui aku pun dulu (sekitar tahun 2008) turut bersalah karena terlalu cuek, terlalu sibuk bersenang-senang, serta tidak menindak tegas kemungkaran. Bahkan sebelum aku tahu duduk perkaranya aku mendukung perpisahan orang tua aku dan mendukung pernikahan Umi dan Bapa tiri aku. -> Aku telah meminta maaf kepada Abi aku karena berbagai kekeliruan aku terkait perpisahan Abi dan Umi. Sudah sepatutnya aku bertaubat kepada Allah swt atas berbagai kesalahan aku dalam permasalahan ini.

Setelah aku ngeh kejadian yang sesungguhnya, kemudian setelah aku mempelajari ajaran Islam, aku baru tahu apa yang dilakukan oleh Bapa tiri aku adalah keliru. Di dalam Islam, merebut istri orang lain adalah kesalahan besar. Setelah Bapa tiri aku dan Umi menikah, dan setelah menyadari kekeliruan aku pribadi juga kekeliruan Bapa tiri aku, aku segera memberanikan diri menghadap kepada Bapa tiri dan Umi aku, meminta maaf kepada mereka karena telah meminta mereka menikah. Setelah meminta maaf tersebut aku juga meminta mereka segera berpisah. Saat itu aku berbicara dengan baik-baik, dengan sopan santun selayaknya sedang berdiskusi serius dengan keadaan sangat terkendali bersama kedua orang tua. Aku menunjukkan dalil-dalil hadits mengenai permasalahan mereka, permasalahan kami. 

Beberapa waktu setelah aku menasihati Bapa tiri aku, Bapa tiri aku menyatakan hal yang intinya jika di dalam hati aku, aku tidak suka dengan dia dengan apa yang telah dia lakukan, aku tidak perlu berbaik-baik di hadapannya, ia menyarankan aku untuk tidak bersikap munafik. Sejak saat itu aku kerap menunjukkan sikap tidak suka, malas bertemu dia, ga mau berbaik-baik seperti cium tangan atau beramah tamah terhadap orang yang sudah merebut istri Abi aku. -> Terlebih, Abi aku melarang aku dan juga adik-adik untuk akrab dengan orang yang telah merusak keutuhan keluarga kami.
Bapa tiri aku berjanji akan meninggalkan Umi, sayangnya sampai tulisan ini dibuat Bapa tiri aku tidak menepati janji. 

Oia janji adalah hutang, terkait hutang aku harap salah satu caleg dari partai Golkar dapat segera melunasi hutang pembuatan jingle kampanye. Pertama, memang dalam ajaran Islam hutang haruslah dibayar kecuali jika yang dihutangi merelakan. Kemudian aku menghimbau agar para caleg dari partai apa pun tidak membiasakan berhutang saat kampanye, hal tersebut merupakan kebiasaan/tabiat buruk. Lalu itu caleg partai Golkar jangan malu-maluin kake aku, almarhum kake aku yang purnawirawan Mayjen Polisi dulu merupakan dewan penasihat partai berbendera kuning tersebut.

-> Sambil menulis ini, aku sadar aku pun punya janji terhadap orang lain yang belum ditepati. Astaghfirullahaladzim. Sesuai syariat Islam, janji harus ditepati dan hutang harus dibayar. Semoga aku dapat segera menunaikan janji-janji maupun melunasi (jika ada) hutang aku. Aamiin.

Sebagai informasi, di lingkungan sekitar aku, dan sepertinya di Sukabumi, rebut-merebut istri orang adalah hal biasa, hal yang lumrah terjadi. Para tetangga bahkan orang-orang yang terhitung saudara aku pun ada yang melakukannya, it’s hell on earth. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. 

Kembali pada masalah utama tulisan ini, menurut Abi aku, laki-laki  yang merebut istri orang adalah orang fasik begitu pula perempuan yang merebut suami orang merupakan orang fasik. 

-> Jalan keluarnya adalah bertaubat kepada Allah Swt, menceraikan suami/ istri yang didapat dengan cara tidak hallal tersebut, jika memungkinkan mengembalikan sang wanita/ sang pria- kepada yang berhak (suami asalnya), kemudian tidak mengulangi lagi perbuatan fasik tersebut.

Bagi aku, sehebat apapun seorang pria, bahkan jika dia adalah seorang pemimpin bangsa atau pemimpin dunia, jika dia merebut istri orang -apalagi hingga membuat sebuah keluarga menderita- sedangkan dia tidak bertaubat, itu adalah sebuah kagagalan fatal, kegagalan dan kehinaan dunia akhirat.
Kemudian seorang anak, apalagi ia anak kandung, yang tidak melarang kejahatan bapa/ayahnya merebut istri orang, bagi aku anak tersebut bukan lagi bermental tempe atau tahu tapi bermental got (kotor, bau). Naudzubillahimindzalik.

->Disebut mental tahu dan tempe mah kebagusan karena walaupun mungkin tempe dan tahu terbilang lembek dan murah tapi tempe dan tahu merupakan makanan yang enak dimakan dan bergizi.
Terkait merebut istri orang aku juga menyayangkan sikap public figure berinisial RL, aku sempat membicarakan perilakunya yang menurut aku tidak patut menjadi teladan. Aku membicarakan hal tersebut bersama keluarga juga salah satu sahabat aku. 

Semoga aku, ayah, suami aku kelak, adik-adik aku, sepupu-sepupu aku dan saudara-saudara aku bukanlah perebut istri atau suami orang. 

Jadi, aku copotion dan aku gunting-gunting poster caleg DPRD No. 12 dapil 3 Kec. Gunung Puyuh dan Kec. Warudoyong dari partai Gerindra itu adalah karena aku ga suka Bapa tiri aku yang udah ngerebut Umi dari Abi, aku ga suka orang yang merebut istri orang. Terus aku ga mau Sukabumi dipimpin oleh pemimpin yang tega merebut istri orang. Mengganggu apalagi merebut istri orang lain tanpa hak adalah dilarang dalam ajaran Islam.

Kemudian aku ga suka area terdekat dengan rumah keluarga aku jadi arena kampanye, terlebih area rumah keluarga aku adalah sekolah PAUD, mustinya para caleg berpikir bahwa area sekolah dan sekitarnya tidak cocok dijadikan tempat kampanye parpol.

Oia aku mengakui perbuatan aku, bahwa dari tiang listrik di depan gerbang rumah keluarga aku, selain aku mengenyahkan spanduk bergambar Bapa tiri aku dari partai Gerindra, aku juga pernah mencabut spanduk –mantan- calon walikota Sukabumi dari parta PDI Perjuangan. Kemudian aku mencabut spanduk caleg dari partai Demokrat. Hal ini aku lakukan karena aku tidak mengizinkan area sekitar rumah keluarga aku, terlebih area tersebut masih merupakan area sekitar lingkungan sekolah, dijadikan ajang kampanye parpol.

Dalam kasus rebut-merebut ini, memang ada kalanya wanita sebagai pihak yang bersalah, namun aku lebih menekankan himbauan kepada para pria, para pria harus menjadi orang yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, gentleman dan bertaqwa, mendidik para wanita, menjadi teladan bagi para wanita. -> Menurut aku, kebanyakan wanita, walaupun tidak semua, cenderung mudah dirayu, mudah dibodo-bodoin, atau parahnya mudah didukunin. Adapula wanita yang memang tidak setia kepada suami, wanita yang perlu dididik. Hal ini sesuai dengan hadits yang intinya bahwa wanita lemah akal dan agamanya (dibandingkan dengan pria). -> Sehingga wanita perlu dijaga dan dididik dengan baik oleh pria.

Pesan untuk Abi, adik dan saudara-saudara laki-laki aku, juga untuk seorang yang aku cintai, untuk para mantan kekasih aku, para mantan orang yang pernah aku cintai/ sayangi maupun para mantan orang yang pernah mencintai/ menyayangi aku dari kalangan non-Muslim apalagi dari kalangan Muslim, untuk para pria seluruhnya: Jangan pernah merebut kekasih apalagi istri orang! Buat para pria non-Muslim: Masih banyak cewek single, cantik, dan cerdas di dunia ini. Buat para pria Muslim: Masih banyak cewek single, cantik, cerdas dan sahaleha di dunia ini.  

Sebagai informasi: Rebut merebut istri atau menikahi istri orang lain merupakan hal yang sangat terlarang, hanya saja sepengetahuan aku ada hukum Islam mengenai dibolehkannya menikahi seorang perempuan yang –asalnya- merupakan istri orang lain, diantaranya yakni: jika ada seorang istri beragama non Muslim yang ingin masuk dan memeluk Islam lari kepada pria Muslim, maka istri tersebut boleh dinikahi oleh pria Muslim tersebut dengan terlebih dahulu membayar/ mengganti mahar kepada pria non Muslim yang sebelumnya merupakan suami perempuan tersebut. Kemudian jika ada istri Muslimah lari dan menikahi pria non Muslim, maka si pria non Muslim tersebut boleh diperangi, si istri boleh direbut kembali dengan mengganti mahar kepada pria non Muslim tersebut. Baca: Al Mumtahanah (60) 10-11. 

->Saran aku, jika ada seorang istri beragama non Muslim mau masuk dan memeluk Islam lalu lari kepada seorang pria Muslim, baiknya suaminya yang beragama non Muslim tersebut terlebih dahulu diajak untuk masuk dan memeluk Islam, jika ternyata keduanya (si istri dan si suami) mau masuk dan memeluk Islam biarkan mereka tetap bersama, namun jika sang suami tidak mau memeluk Islam, maka pisahkanlah mereka, lalu jika pria muslim tersebut mau menikahi si perempuan, maka bayarlah maharnya kepada suami terdahulunya.

Untuk sesama Muslim, haram merebut istri sesama Muslim! Jika ada istri sesama Muslim lari kepada pria Muslim, maka pria Muslim tersebut WAJIB mengembalikan si istri kepada suaminya. Aku pikir, hukum musti ditegakkan: Pria-pria brengsek dan bajingan yang mengganggu apalagi merebut istri orang dan ga mau tobat, gebuk aja pake boken atau sabet pake samurai/ pedang.
 
->Allah dan Rasul-Nya tidak keberatan jika seorang suami mempertahankan istrinya dari gangguan pria lain hingga sedemikian rupa.  

Semoga Allah menjauhkan keburukan dari aku dan keluarga juga kaum Muslimin, menggantikan keburukan dengan kebaikan, berkah, rahmat dan ridha-Nya bagi aku dan keluarga juga kaum Muslimin di dunia dan akhirat. Aaamiin.

Ya Allah, karuniakanlah taufiq dan hidayah kepada aku, Bapa tiri aku dan kaum Muslimin untuk bertaqwa kepada Engkau. Aamiin.

Ramadhan 1435 H: Dalam tulisan ini, aku menyatakan hal yang intinya bahwa aku tidak suka jika area rumah keluarga aku yang juga merupakan area sekolah dijadikan ajang kampanye parpol. Dalam hal ini yang aku maksud ajang kampanye dengan memajang spanduk, poster maupun baligho. Hanya saja aku memohon maaf kepada khalayak atas perbuatan aku yang tidak adil yakni aku tidak mencabut spanduk pasangan capres dan cawapres dengan no urut 1: Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, hal ini terutama dikarenakan aku mendukung pasangan tersebut. Selain itu, saat aku bertanya kepada salah satu anggota keluarga aku, masih pada masa kampanye namun setelah sekolah libur, perihal penurunan spanduk tersebut dari sekitar salah satu sisi pagar samping depan di rumah keluarga aku, salah satu anggota keluarga aku menyatakan yang intinya bahwa, tidak perlu menurunkan spanduk tersebut dikarenakan keluarga kami memang mendukung pasangan capres-cawapres tersebut terlebih saat itu telah memasuki waktu libur, salah satu anggota keluarga aku tersebut menyatakan yang intinya bahwa area rumah keluarga kami tetap berfungsi sebagai bangunan sekolah namun bila telah memasuki waktu libur rumah keluarga kami lebih berfungsi sebagai rumah pribadi, jadi keputusan untuk tidak menurunkan spanduk tersebut tidak terkait dengan fungsi rumah sebagai area sekolah namun terkait dengan fungsi rumah sebagai area tempat tinggal pribadi khususnya di saat libur.

 
Hanya saja aku mohon untuk kedepannya siapa pun yang ingin memajang poster, spanduk, baligho atau apa pun itu, mohon untuk meminta izin terlebih dahulu. Anw aku sempat merasa pemasangan spanduk yang akau maksud adalah "ngerjain" atau "ngetest" aku, apakah aku akan menurunkan spanduk tersebut atau tidak. Namun demikian, aku tetap memohon maaf atas tindakan aku yang tidak adil. Semoga Allah meridhai aku dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Wallahu’alam.

04.02.14 -> 04 Rabiul Akhir 1435 H
0407.04.14 -> 0407 Jumadil Akhir 1435 H
Revisi:
082630.04.14 -> 082630 Jumadil Akhir 1435 H
09.07.14 -> 12 Ramadhan 1435 H
03.06.2016 -> 27 Sya'ban 1437 H

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah



2 komentar:



Nyi Raden Siti Rohana Hana mengatakan...

Assalamu’alaikum..

Terkait partai Gerindra: Aku pribadi tidak ada masalah dengan Prabowo sebagai ketua Gerindra. Aku tidak terlau mengetahui track record Prabowo, paling hanya sedikit informasi yang aku ketahui dari saudara aku yang merupakan keluarga militer. Salah satu saudara aku bercerita bahwa Prabowo dihormati di kalangan pasukan militer luar negeri, ia dikenal sebagai pribadi yang rendah hati. Sementara berdasarkan berita-berita di internet, Prabowo dianggap memiliki kasus kejahatan kemanusiaan, namun disebutkan pula bahwa ia kerap membela umat Islam, kemudia ada pula informasi yang intinya bahwa saat masa pelariannya ia mencari suaka bukan ke negara Eropa maupun Amerika tetapi ke negara Timur Tengah khususnya ke negara yang dipimpin oleh salah satu keturunan Rasulullah, Yordania. -> Sepertinya raja Yordania masih saudara aku. Aku menghimbau agar Prabowo tidak mengucapkan selamat untuk hari besar agama lain. Kemudian aku menghimbau Parabowo untuk berusaha mengatasi para bawahan/ kadernya yang non-Muslim, sedapat mungkin diajak ke dalam Islam. Selanjutnya aku berharap agar Prabowo lebih selektif dalam memilih kader sebagai calon pemimpin atau calon wakil rakyat, para kader yang bermasalah terutama yang berpotensi merusak akidah dan moral sebaiknya ditertibkan.

Lalu, mengenai partai Golkar, seperti yang telah aku beritahukan sebelumnya bahwa salah satu kake aku merupakan anggota dewan penasihat partai Golkar. Selain itu, dulu ada pula saudara dekat aku yang merupakan keluarga POLRI merupakan pendukung partai ini, hanya saja belakangan beliau menyadari untuk lebih berpihak pada partai Islam, maka belaiu mendukung PPP.

Kemudian, mengenai partai PDI-P, dulu saat PAN kalah dalam pemilu, Abi aku sempat berpihak pada PDI-P. Hanya saja belakangan Abi khawatir akan merajalelanya kekafiran apabila PDI-P kembali berkuasa, sehingga Abi aku kembali memilih PAN sebagai partai yang cenderung pada keislaman. Aku pribadi bukan pendukung PDI-P, namun demikian, dibanding sebelumnya, akui saat ini partai tersebut setidaknya mengalami perbaikan yakni capres dari partai tersbeut bukan lagi seorang wanita tetapi seorang pria Muslim. Hanya saja aku pribadi khawatir jika PDI-P berkuasa, kekafiran dan kemaksiatan seperti premanisme serta perjudian merajalela.

Serta mengenai partai Demokrat, dulu beberapa diantara saudara aku mendukung partai Demokrat. Anw berdasarkan pendapat salah satu anggota keluarga aku yang bukan pendukung Demokrat, terdapat satu terobosan pada masa pemerintahan SBY yakni pemberantasan korupsi mulai dilaksanakan meskipun belum maksimal. Belakangan saudara-saudara aku sadar akan pentingnya mendukung partai yang cenderung pada keislaman maupun partai Islam, maka mereka memilih untuk mendukung PAN maupun PPP.

Semoga Allah mengaruniakan taufiq dan hidayah-Nya kepada aku, Pa Prabowo, Pa Abu Rizal Bakrie, Bu Megawati, Pa Jokowi, Pa Susilo Bambang Yudhoyono, Pa Hatta Rajasa, Pa Surya Dharma Ali, para kader Gerindra, Golkar, PDI-P, Demokrat, PAN, PPP serta para kader partai lainnya yang beragama Islam serta kaum Muslimin untuk bertaqwa kepada Allah. Semoga Allah mengaruniakan hidayah-Nya kepada para kader Gerindra, Golkar, PDI-P, Demokrat, PAN serta kader partai lainnya yang beragama non Muslim serta para non Muslim untuk masuk dan memeluk Islam. Aamiin.

Aku sengaja menuliskan latar belakang kepartaian keluarga aku hanya sebagai informasi.

Aku menghimbau diri sendiri dan para pemimpin serta kaum Muslimin untuk menegakkan syariat Islam.
Semoga Allah merahmati dan meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Wallahu’alam.

Nyi Raden Siti Rohana Hana mengatakan...

Assalamu'alaikum..

Pendapat aku mengenai capres dan cawapres 2014 (1435 H) dapat dibaca dalam posting yang berjudul "Merenung: Mengenai Capres dan Cawapres"

http://panoramahijau.blogspot.com/2014/05/merenung-mengenai-capres-dan-cawapres.html