Bulan Haraam (Muharram, Rajab, Dzulqodah, Dzulhijjah)



Bulan haram dengan bulan haram[118], dan pada sesuatu yang patut dihormati[119], berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. [Al Baqarah (2): 194]

[118]. Kalau umat Islam diserang di bulan haram, yang sebenarnya di bulan itu tidak boleh berperang, maka diperbolehkan membalas serangan itu di bulan itu juga.

[119]. Maksudnya antara lain ialah: bulan haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah haram (Mekah) dan Ihram.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah[389], dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram[390], jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya[391], dan binatang-binatang qalaa-id[392], dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya[393] dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. [Al Ma’idah (5): 2]
[389]. Syi'ar Allah ialah: segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-tempat mengerjakannya.

[390]. Arti bulan haram lihat no. [119], maksudnya ialah: dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu.

[391]. Ialah: binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke Ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji.

[392]. Ialah: binatang had-ya yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah.

[393]. Dimaksud dengan karunia ialah: keuntungan yang diberikan Allah dalam perniagaan. Keredhaan dari Allah ialah: pahala amalan haji.



Bulan haraam atau bulan suci bagi umat Islam, dimana pada bulan-bulan tersebut Allah melarang kaum Muslimin untuk berperang kecuali bila diserang. Serta dianjurkan untuk memperbanyak beramal shaleh. Bulan-bulan haraam tersebut yakni:
1. Muharram, 
2. Rajab, 
3. Dzulqodah, 
4. Dzulhijjah

-> Mohon maaf atas kekeliruan pada posting sebelumnya mengenai awal bulan haraam, Rajab 1435 H. Posting tersebut telah aku hapus. Setelah aku memeriksa ulang beberapa almanak Islam, bulan Rajab 1435 H dimulai pada tanggal 30 April 2014 ba'da/ setelah Ashar, pada waktu tersebut diperkirakan telah memasuki tanggal 01 Rajab 1435 H. 

Syukron atas perhatiannya.

Wallahu'alam. 

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Pileg: PAN dan PPP


Sehubungan menurut Abi aku ulama melarang kaum Muslimin untuk golput karena khawatir parlemen dikuasai kafir (non Muslim), untuk itu kaum Muslimin dihimbau untuk bersatu. Dengan demikian, aku mendiskusikan bersama keluarga aku mengenai partai yang akan dipilih, dengan tidak lupa memohon petunjuk Allah swt. 

Dari hasil diskusi, ditarik simpulan bahwa khususnya untuk pileg ini, walaupun Abi aku tidak mengenal para caleg dari partai yang akan beliau dukung, Abi aku bermaksud mendukung Partai Amanat Nasional (PAN). Salah satu saudara aku pun mendukung partai tersebut. Sedangkan aku, adik aku dan saudara aku lainnya, walaupun kami tidak mengenal para caleg dari partai yang ingin kami dukung, kami bermaksud memilih –caleg dari- partai dengan bendera hijau berlambang ka’bah, Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Insya Allah.

-> Aku share tulisan ini di hari H pileg, secara hukum positif, mungkin dianggap melakukan pelanggaran seperti halnya "serangan fajar" pemilu. Namun aku berpikir bahwa berdasarkan berbagai literatur, tindakan yang aku lakukan tersebut tidak melanggar syariat Islam, insya Allah. Tindakan aku ini merujuk pada masa pemilihan khalifah Islam, dukungan kepada para calon pemimpin disampaikan oleh kaum Muslimin secara langsung dan terbuka di hari H pemilihan.

Kali ini, aku pribadi memilih dengan niat mematuhi nasihat Abi, nasihat yang kabarnya berdasarkan pendapat para ulama yakni larangan golput untuk persatuan umat Islam. Mudah-mudahan umat Islam bersatu di jalan Allah. Semoga Allah meridhai aku, keluarga aku dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Ramadhan 1435 H: Aku membaca komentar seseorang yang sayang sekali aku tidak ingat namanya, maaf,  seseorang tersebut berkomentar di salah satu media online yang isi komentarnya intinya pemilihan khalifah itu dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, selain tunjuk langsung ada juga dengan cara musyawarah. Aku berterima kasih atas komentar tersebut. Untuk itu, sejak menyadari hal tersebut, aku berpikir bahwa selain memilih langsung di hari H pemilihan, aku juga menggunakan metode musyawarah. Dalam hal pemilihan pilpres khususnya terkait pilpres 2014/ 1435 H, aku menggunakan metode musyawarah tersebut, musyawarah yang aku lakukan baik dalam forum tertutup maupun forum terbuka. Semoga langkah yang aku tempuh sesuai syariat Islam. Semoga Allah meridhai aku dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Wallahu’alam.

Revisi:
2630.04.14 -> 2630 Jumadil Akhir 1435 H.
09.07.14 -> 12 Ramadhan 1435 H

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Dilarang Mengganggu Apalagi Merebut Istri Orang


Dilarang Mengganggu Apalagi Merebut Istri Orang 

14. Barangsiapa yang merusak hubungan pelayannya dengan keluarganya bukanlah dia termasuk dari golongan kami dan barangsiapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia juga bukan golongan kami. (HR. Al Baihaqi). 1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad. P. 254

1591. Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa menipu istri seseorang, atau budaknya, maka ia bukan termasuk gologanku.” (HR Abu Daud).  “Khababa” artinya merusak atau menipu. Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 2 P. 600

1610. Dari Mughirah r.a., Sa’d bin ‘Ubadah berkata: “Kalau saya lihat seorang laki-laki dengan isteri saya, tentu saya pukul ia dengan pedang tanpa maaf lagi.” Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Jangan heran dengan perasaan cemburu Sa’d, karena saya sendiri lebih cemburu dari padanya, dan Allah lebih cemburu dari pada saya.” Ringkasan Shahaih Bukhari Jilid IV hal 16 

Tulisan aku kali ini sangat terkait dengan politik, tulisan lengkapnya sebagai berikut:


Pagi ini (04.02.14 -> 04 Rabiul Akhir 1435 H), aku dengan dijaga oleh adik aku menggunting kemudian menggunting-gunting poter caleg DPRD No. 12 dapil 3 Kec. Gunung Puyuh dan Kec. Warudoyong dari partai GERINDRA, poster yang entah oleh siapa dipampang di tiang listrik di depan –bagian samping- gerbang rumah keluarga besar aku, poster yang memajang wajah Bapa tiri aku.

‘Ya Allah, maafin aku hari ini –selama beberapa menit- berperilaku aga seperti pria.’ (Sedikit menaiki gerbang menggapai poster di tiang listrik dan menggunting-gunting poster tersebut).

Permasalahan utamanya adalah, Bapa tiri aku itu sudah merebut Umi (Mama) aku dari Abi (Papa) aku.




Anw itu tag linenya bagus "Bersatu Tambah Kuat, Bersama Tambah Hebat", tapi masa aku harus bersatu mendukung orang yang udah merebut istri orang? Mustinya adalah bersatu di jalan Allah, termasuk bersatu mencegah kefasikan dan kemungkaran
   
Sebelumnya aku memohon maaf kepada berbagai pihak karena aku pernah menyatakan aku menghindari menonton berita mengenai perceraian namun aku sendiri membuat sebuah tulisan mengenai berita tak sedap tersebut. 

Aku akui aku pun dulu (sekitar tahun 2008) turut bersalah karena terlalu cuek, terlalu sibuk bersenang-senang, serta tidak menindak tegas kemungkaran. Bahkan sebelum aku tahu duduk perkaranya aku mendukung perpisahan orang tua aku dan mendukung pernikahan Umi dan Bapa tiri aku. -> Aku telah meminta maaf kepada Abi aku karena berbagai kekeliruan aku terkait perpisahan Abi dan Umi. Sudah sepatutnya aku bertaubat kepada Allah swt atas berbagai kesalahan aku dalam permasalahan ini.

Setelah aku ngeh kejadian yang sesungguhnya, kemudian setelah aku mempelajari ajaran Islam, aku baru tahu apa yang dilakukan oleh Bapa tiri aku adalah keliru. Di dalam Islam, merebut istri orang lain adalah kesalahan besar. Setelah Bapa tiri aku dan Umi menikah, dan setelah menyadari kekeliruan aku pribadi juga kekeliruan Bapa tiri aku, aku segera memberanikan diri menghadap kepada Bapa tiri dan Umi aku, meminta maaf kepada mereka karena telah meminta mereka menikah. Setelah meminta maaf tersebut aku juga meminta mereka segera berpisah. Saat itu aku berbicara dengan baik-baik, dengan sopan santun selayaknya sedang berdiskusi serius dengan keadaan sangat terkendali bersama kedua orang tua. Aku menunjukkan dalil-dalil hadits mengenai permasalahan mereka, permasalahan kami. 

Beberapa waktu setelah aku menasihati Bapa tiri aku, Bapa tiri aku menyatakan hal yang intinya jika di dalam hati aku, aku tidak suka dengan dia dengan apa yang telah dia lakukan, aku tidak perlu berbaik-baik di hadapannya, ia menyarankan aku untuk tidak bersikap munafik. Sejak saat itu aku kerap menunjukkan sikap tidak suka, malas bertemu dia, ga mau berbaik-baik seperti cium tangan atau beramah tamah terhadap orang yang sudah merebut istri Abi aku. -> Terlebih, Abi aku melarang aku dan juga adik-adik untuk akrab dengan orang yang telah merusak keutuhan keluarga kami.
Bapa tiri aku berjanji akan meninggalkan Umi, sayangnya sampai tulisan ini dibuat Bapa tiri aku tidak menepati janji. 

Oia janji adalah hutang, terkait hutang aku harap salah satu caleg dari partai Golkar dapat segera melunasi hutang pembuatan jingle kampanye. Pertama, memang dalam ajaran Islam hutang haruslah dibayar kecuali jika yang dihutangi merelakan. Kemudian aku menghimbau agar para caleg dari partai apa pun tidak membiasakan berhutang saat kampanye, hal tersebut merupakan kebiasaan/tabiat buruk. Lalu itu caleg partai Golkar jangan malu-maluin kake aku, almarhum kake aku yang purnawirawan Mayjen Polisi dulu merupakan dewan penasihat partai berbendera kuning tersebut.

-> Sambil menulis ini, aku sadar aku pun punya janji terhadap orang lain yang belum ditepati. Astaghfirullahaladzim. Sesuai syariat Islam, janji harus ditepati dan hutang harus dibayar. Semoga aku dapat segera menunaikan janji-janji maupun melunasi (jika ada) hutang aku. Aamiin.

Sebagai informasi, di lingkungan sekitar aku, dan sepertinya di Sukabumi, rebut-merebut istri orang adalah hal biasa, hal yang lumrah terjadi. Para tetangga bahkan orang-orang yang terhitung saudara aku pun ada yang melakukannya, it’s hell on earth. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. 

Kembali pada masalah utama tulisan ini, menurut Abi aku, laki-laki  yang merebut istri orang adalah orang fasik begitu pula perempuan yang merebut suami orang merupakan orang fasik. 

-> Jalan keluarnya adalah bertaubat kepada Allah Swt, menceraikan suami/ istri yang didapat dengan cara tidak hallal tersebut, jika memungkinkan mengembalikan sang wanita/ sang pria- kepada yang berhak (suami asalnya), kemudian tidak mengulangi lagi perbuatan fasik tersebut.

Bagi aku, sehebat apapun seorang pria, bahkan jika dia adalah seorang pemimpin bangsa atau pemimpin dunia, jika dia merebut istri orang -apalagi hingga membuat sebuah keluarga menderita- sedangkan dia tidak bertaubat, itu adalah sebuah kagagalan fatal, kegagalan dan kehinaan dunia akhirat.
Kemudian seorang anak, apalagi ia anak kandung, yang tidak melarang kejahatan bapa/ayahnya merebut istri orang, bagi aku anak tersebut bukan lagi bermental tempe atau tahu tapi bermental got (kotor, bau). Naudzubillahimindzalik.

->Disebut mental tahu dan tempe mah kebagusan karena walaupun mungkin tempe dan tahu terbilang lembek dan murah tapi tempe dan tahu merupakan makanan yang enak dimakan dan bergizi.
Terkait merebut istri orang aku juga menyayangkan sikap public figure berinisial RL, aku sempat membicarakan perilakunya yang menurut aku tidak patut menjadi teladan. Aku membicarakan hal tersebut bersama keluarga juga salah satu sahabat aku. 

Semoga aku, ayah, suami aku kelak, adik-adik aku, sepupu-sepupu aku dan saudara-saudara aku bukanlah perebut istri atau suami orang. 

Jadi, aku copotion dan aku gunting-gunting poster caleg DPRD No. 12 dapil 3 Kec. Gunung Puyuh dan Kec. Warudoyong dari partai Gerindra itu adalah karena aku ga suka Bapa tiri aku yang udah ngerebut Umi dari Abi, aku ga suka orang yang merebut istri orang. Terus aku ga mau Sukabumi dipimpin oleh pemimpin yang tega merebut istri orang. Mengganggu apalagi merebut istri orang lain tanpa hak adalah dilarang dalam ajaran Islam.

Kemudian aku ga suka area terdekat dengan rumah keluarga aku jadi arena kampanye, terlebih area rumah keluarga aku adalah sekolah PAUD, mustinya para caleg berpikir bahwa area sekolah dan sekitarnya tidak cocok dijadikan tempat kampanye parpol.

Oia aku mengakui perbuatan aku, bahwa dari tiang listrik di depan gerbang rumah keluarga aku, selain aku mengenyahkan spanduk bergambar Bapa tiri aku dari partai Gerindra, aku juga pernah mencabut spanduk –mantan- calon walikota Sukabumi dari parta PDI Perjuangan. Kemudian aku mencabut spanduk caleg dari partai Demokrat. Hal ini aku lakukan karena aku tidak mengizinkan area sekitar rumah keluarga aku, terlebih area tersebut masih merupakan area sekitar lingkungan sekolah, dijadikan ajang kampanye parpol.

Dalam kasus rebut-merebut ini, memang ada kalanya wanita sebagai pihak yang bersalah, namun aku lebih menekankan himbauan kepada para pria, para pria harus menjadi orang yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, gentleman dan bertaqwa, mendidik para wanita, menjadi teladan bagi para wanita. -> Menurut aku, kebanyakan wanita, walaupun tidak semua, cenderung mudah dirayu, mudah dibodo-bodoin, atau parahnya mudah didukunin. Adapula wanita yang memang tidak setia kepada suami, wanita yang perlu dididik. Hal ini sesuai dengan hadits yang intinya bahwa wanita lemah akal dan agamanya (dibandingkan dengan pria). -> Sehingga wanita perlu dijaga dan dididik dengan baik oleh pria.

Pesan untuk Abi, adik dan saudara-saudara laki-laki aku, juga untuk seorang yang aku cintai, untuk para mantan kekasih aku, para mantan orang yang pernah aku cintai/ sayangi maupun para mantan orang yang pernah mencintai/ menyayangi aku dari kalangan non-Muslim apalagi dari kalangan Muslim, untuk para pria seluruhnya: Jangan pernah merebut kekasih apalagi istri orang! Buat para pria non-Muslim: Masih banyak cewek single, cantik, dan cerdas di dunia ini. Buat para pria Muslim: Masih banyak cewek single, cantik, cerdas dan sahaleha di dunia ini.  

Sebagai informasi: Rebut merebut istri atau menikahi istri orang lain merupakan hal yang sangat terlarang, hanya saja sepengetahuan aku ada hukum Islam mengenai dibolehkannya menikahi seorang perempuan yang –asalnya- merupakan istri orang lain, diantaranya yakni: jika ada seorang istri beragama non Muslim yang ingin masuk dan memeluk Islam lari kepada pria Muslim, maka istri tersebut boleh dinikahi oleh pria Muslim tersebut dengan terlebih dahulu membayar/ mengganti mahar kepada pria non Muslim yang sebelumnya merupakan suami perempuan tersebut. Kemudian jika ada istri Muslimah lari dan menikahi pria non Muslim, maka si pria non Muslim tersebut boleh diperangi, si istri boleh direbut kembali dengan mengganti mahar kepada pria non Muslim tersebut. Baca: Al Mumtahanah (60) 10-11. 

->Saran aku, jika ada seorang istri beragama non Muslim mau masuk dan memeluk Islam lalu lari kepada seorang pria Muslim, baiknya suaminya yang beragama non Muslim tersebut terlebih dahulu diajak untuk masuk dan memeluk Islam, jika ternyata keduanya (si istri dan si suami) mau masuk dan memeluk Islam biarkan mereka tetap bersama, namun jika sang suami tidak mau memeluk Islam, maka pisahkanlah mereka, lalu jika pria muslim tersebut mau menikahi si perempuan, maka bayarlah maharnya kepada suami terdahulunya.

Untuk sesama Muslim, haram merebut istri sesama Muslim! Jika ada istri sesama Muslim lari kepada pria Muslim, maka pria Muslim tersebut WAJIB mengembalikan si istri kepada suaminya. Aku pikir, hukum musti ditegakkan: Pria-pria brengsek dan bajingan yang mengganggu apalagi merebut istri orang dan ga mau tobat, gebuk aja pake boken atau sabet pake samurai/ pedang.
 
->Allah dan Rasul-Nya tidak keberatan jika seorang suami mempertahankan istrinya dari gangguan pria lain hingga sedemikian rupa.  

Semoga Allah menjauhkan keburukan dari aku dan keluarga juga kaum Muslimin, menggantikan keburukan dengan kebaikan, berkah, rahmat dan ridha-Nya bagi aku dan keluarga juga kaum Muslimin di dunia dan akhirat. Aaamiin.

Ya Allah, karuniakanlah taufiq dan hidayah kepada aku, Bapa tiri aku dan kaum Muslimin untuk bertaqwa kepada Engkau. Aamiin.

Ramadhan 1435 H: Dalam tulisan ini, aku menyatakan hal yang intinya bahwa aku tidak suka jika area rumah keluarga aku yang juga merupakan area sekolah dijadikan ajang kampanye parpol. Dalam hal ini yang aku maksud ajang kampanye dengan memajang spanduk, poster maupun baligho. Hanya saja aku memohon maaf kepada khalayak atas perbuatan aku yang tidak adil yakni aku tidak mencabut spanduk pasangan capres dan cawapres dengan no urut 1: Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, hal ini terutama dikarenakan aku mendukung pasangan tersebut. Selain itu, saat aku bertanya kepada salah satu anggota keluarga aku, masih pada masa kampanye namun setelah sekolah libur, perihal penurunan spanduk tersebut dari sekitar salah satu sisi pagar samping depan di rumah keluarga aku, salah satu anggota keluarga aku menyatakan yang intinya bahwa, tidak perlu menurunkan spanduk tersebut dikarenakan keluarga kami memang mendukung pasangan capres-cawapres tersebut terlebih saat itu telah memasuki waktu libur, salah satu anggota keluarga aku tersebut menyatakan yang intinya bahwa area rumah keluarga kami tetap berfungsi sebagai bangunan sekolah namun bila telah memasuki waktu libur rumah keluarga kami lebih berfungsi sebagai rumah pribadi, jadi keputusan untuk tidak menurunkan spanduk tersebut tidak terkait dengan fungsi rumah sebagai area sekolah namun terkait dengan fungsi rumah sebagai area tempat tinggal pribadi khususnya di saat libur.

 
Hanya saja aku mohon untuk kedepannya siapa pun yang ingin memajang poster, spanduk, baligho atau apa pun itu, mohon untuk meminta izin terlebih dahulu. Anw aku sempat merasa pemasangan spanduk yang akau maksud adalah "ngerjain" atau "ngetest" aku, apakah aku akan menurunkan spanduk tersebut atau tidak. Namun demikian, aku tetap memohon maaf atas tindakan aku yang tidak adil. Semoga Allah meridhai aku dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Wallahu’alam.

04.02.14 -> 04 Rabiul Akhir 1435 H
0407.04.14 -> 0407 Jumadil Akhir 1435 H
Revisi:
082630.04.14 -> 082630 Jumadil Akhir 1435 H
09.07.14 -> 12 Ramadhan 1435 H
03.06.2016 -> 27 Sya'ban 1437 H

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah