Roger Danuarta



Tulisan ini terkait isi surat yang aku maksudkan ditujukan khususnya kepada seorang yang dikenal sebagai aktor bernama Roger Danuarta yang beberapa waktu lalu (19.01.2014 -> 17 Rabiul Awal 1435 H) aku kirim via Facebook. Message ini juga aku kirim ke Abi aku; lalu paman aku: paman asli aku, anak dari adik nenek aku dari pihak ayah.Beliau merupakan seorang penyanyi namun belakangan, sepengetahuan aku, beliau kerap mensyiarkan Islam; selanjutnya kaka sepupu aku dari pihak ayah; kemudian adik laki-laki aku; dan salah satu dosen aku, dosen yang karakter beliau sering mengingatkan aku akan Abi aku, beliau salah satu dosen pembimbing aku dalam pembuatan skripsi (skripsi yang tidak aku selesaikan); juga kepada seorang yang masih aku cintai. Aku mengirim surat yang aku maksud ke beberapa orang selain Roger dengan pertimbangan seperti yang tertera di dalam isi surat yang di share melalui tulisan ini.

Sebelumnya aku menyampaikan permohonan maaf khususnya kepada kaum Muslimin atas beberapa hal dalam isi surat yang tidak sesuai syariat Islam, lebih tepatnya aku memohon maaf atas perilaku aku yang tidak atau belum sesuai syariat Islam. Aku takut kepada Allah, aku mensyiarkan Islam, melarang maksiat dan kemungkaran tetapi pribadi aku sendiri belum dapat dijadikan teladan. Aku khawatir di hari penghakiman nanti Allah bertanya terkait surat ini, terkait apa yang aku lakukan, Allah bertanya kepada aku dengan pertanyaan seperti mengapa aku sedemikian ceroboh dan tidak cerdas sehingga berani melanggar syariat. Mungkin aku akan menjawab kepada Allah “Karena saat itu aku mencintai Roger Danuarta dan Tex Saverio.” Aku sangat takut Allah murka kepada aku dengan jawaban aku, namun aku sadar bahwa aku tidak dapat berbohong di hadapan Allah Yang Maha Mengetahui yang lahir dan yang batin. Semoga Allah mengampuni aku di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Kemudian aku juga bermaksud memberikan penjelasan mengenai beberapa hal dalam surat tersebut diantaranya:

Firman Allah yang aku maksud di dalam surat tersebut mengenai keadaan dan relasi orang beriman dan orang kafir terutama terkait keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah terjamah surah Ali Imraan (3): 119 dan Al Maa’idah (5): 82.  

-> Relasi Muslim dan non-Muslim dapat saja berupa permusuhan maupun persahabatan, bagaimanapun relasinya aku akan tetap berusaha mengajak para non-Muslim untuk masuk dan memeluk Islam karena hanya Islam agama yang benar dan diridhai Allah, hal ini dijelaskan dalam surah
Ali Imraan (3): 19.

Lalu, terdapat kekeliruan lain yakni dalam message aku menulis "sekitar 10 tahun lalu", semestinya dari akhir 2003 sampai awal 2014 adalah 10 tahun lebih, atau memasuki 11 tahun. 

Sedangkan yang dimaksud dengan YARSI pada message yang aku kirim adalah Universitas YARSI. Aku harap setiap perguruan tinggi negeri maupun swasta hususnya perguruan tinggi swasta Islam dapat menerapkan kurikulum sesuai syariat Islam, melaksanakan pendidikan sesuai syariat Islam.  

Sementara  itu di dalam surat, aku mengungkapkan hal yang intinya penyebutan nama seseorang yang aku maksud "Roger" terkesan berat dikarenakan aku merasa kagok menyebutkan (terutama di dalam benak) saat menuliskan nama tersebut terlebih apabila dituliskan secara terus-menerus sebagai sapaan. Penyebutan kata yang dianggap berat  ini seperti dalam pelajaran tata bahasa Arab dikenal dengan istilah tsikol atau berat. Adapun memang ada penyebutan namanya yang terdengar dan terasa sangat ringan "Ojey" seperti yang tertulis di beberapa akun jejaring sosial atas nama seseorang yang aku maksud, hanya saja aku tidak ingin menggunakan penyebutan tersebut dengan alasan seperti yang tertera di dalam surat yang aku muat dalam tulisan ini. Seperti dalam pelajaran tata bahasa Arab, peringanan dalam penyebutan tersebut dikenal dengan istilah khifah atau ringan.

Kemudian aku menyadari terdapat kekeliruan dalam penggunaan istilah, kekeliruan gramatikal juga kekeliruan pengetikan seperti: Ketidaktepatan penggunaan istilah “live” yang semestinya menggunakan istilah “face to face” atau kata "live" yang aku maksud adalah “direct” maka semestinya “met directly” atau bertemu secara langsung. Lalu kekeliruan penggunaan kata felt yang semestinya adalah fell, dengan demikian maka kalimatnya menjadi “morover I felt that there were so many guys I fell in love with at that time,..”. Selanjutnya kata suma yang semestinya cuma.

Sedangkan mengenai dua assistant tidak tetap yang sebelumnya merupakan assistant tetap di keluarga aku yang sudah aku anggap mereka sebagai paman aku dan penasihat aku. Dulu, paman aku yang aku maksud, seorang Sunda, Muslim, adakalanya bertanya mengenai kabar dan berbagai kegiatan aku sehingga aku bisa bercerita mengenai beberapa hal terkait kehidupan pribadi aku termasuk memberitahukan beliau bahwa aku mencintai seorang pria yang beda agama dengan aku, khalayak mengenalnya sebagai seorang desainer, di beberapa tulisan aku menyebutnya sebagai "you know who". Mengetahui hal ini, beliau menyatakan pernyataan yang intinya adalah sangat baik jika dapat mengajak orang yang aku cintai untuk dapat masuk Islam. Oia paman aku tersebut juga pernah dengan telaten membuatkan obat tradisional dan menyediakan bubur daging selama aku sakit parah cukup lama beberapa tahun lalu. Mungkin beberapa faktor ini yang membuat aku, secara personal, bisa bercerita banyak kepada paman aku tersebut. Sedangkan paman aku seorang China-Indonesia(Sunda), Muslim, adalah tempat aku bertanya mengenai permasalahan agama Islam yang berhubungan dengan tata cara beribadah seperti beberapa hal terkait tata cara shalat dan bacaan-bacaannya.

Aku menggunakan istilah China-Indonesia jika seseorang memiliki darah China (Tionghoa) dari garis ayah atau dari garis ayah dan ibu. Kemudian istilah Indonesia-China aku gunakan untuk merujuk seseorang yang memiliki darah China (Tionghoa) hanya dari garis ibu. Aku terbiasa mengingat bahkan menyebutkan suku bangsa atau ras seseorang, karena bagi aku, disamping faktor internal dan eksternal lainnya, darah dan gen merupakan karunia Allah yang umumnya membawa pengaruh yang signifikan pada pribadi seseorang. Namun demikian yang musti aku tanamkan adalah apa pun ras seseorang yang terpenting adalah ketaqwaannya kepada Allah.

Melalui firman-Nya, Allah menyatakan bahwa Ia melebihkan ras tertentu, Bani Israil, di atas seisi alam. Hanya saja apa pun ras seseorang yang terpenting bagi Allah adalah ketaqwaan hamba-Nya tersebut. Berkaitan dengan isi surat aku yang dimuat dalam tulisan ini yang menyebutkan mengenai keluarga Bani Israil di Indonesia, yang aku maksud adalah keluarga Bani Israil Muslim di Indonesia. Harapan aku adalah bahwa sebagai bangsa yang telah dilebihkan oleh Allah, maka sudah sepatutnya setiap orang dari Bani Israil masuk dan memeluk Islam, dan para pria keturunan Bani Israil Muslim dimana pun berada dapat menjadi pemimpin dalam menegakkan agama Allah (Islam), pemimpin dalam meneggakkan hukum dan syariat Islam di muka bumi ini, pemimpin dalam ketaqwaan kepada Allah. Aamiin.  

Kemudian, Nabi Isa Almasih as, nabi berdarah Israil, akan diturunkan kembali untuk menegakkan syariat yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad saw. Menurut hemat aku, sudah semestinya Bani Israil adalah kaum yang paling bersemangat dan terdepan dalam membantu Nabi Isa Almasih as dalam menegakkan hukum dan syariat Islam di muka bumi ini.

Sementara terkait dalam kehidupan aku, aku kerap mencintai dua orang pria atau lebih, aku akan selalu berusaha untuk tidak mendua dan selebihnya, namun berusaha untuk dapat menentukan pilihan. Terkait Roger, mengenai rasa suka maupun cinta yang aku rasa, aku tidak bermaksud sengaja melukai hatinya, hanya saja aku harus dapat memilih, saat ini aku sangat berharap dia mau masuk dan memeluk Islam seperti aku sangat berharap seorang yang masih aku cintai mau masuk dan memeluk Islam. Jika seorang yang masih aku cintai tidak mau masuk dan memeluk Islam, maka aku wajib meninggalkannya. Atau jika seorang yang masih aku cintai masuk dan memeluk Islam namun tidak ingin bersama aku, maka aku akan mencari penggantinya. Semoga Allah mengaruniakan hidayah kepada Roger dan Tex untuk masuk dan memeluk Islam. Aamiin.

-> Mohon maaf mungkin sebelumnya terdapat penjelasan yang terkesan ambigu yang saat ini  telah aku perjelas. Semoga aku mencintai orang yang aku cintai karena Allah, di jalan Allah. Aku pasrahkan semua kepada Allah.

Jika Roger ataupun Tex, atau siapa pun pria non-Muslim yang tidak mau masuk dan memeluk Islam bahkan malah menentang bahkan memerangi Islam dan umat Islam, maka bagusnya dia atau mereka mati saja! 

Kemudian aku mempublikasikan surat ini di blog selain karena pertimbangan yang telah aku tulis di surat, aku juga berusaha untuk tidak seperti misalnya orang yang menyatakan diri selibat namun ternyata menghamili para biarawati, atau orang yang melarang zina tapi ternyata merawanin anak orang, atau orang yang terbukti melakukan hal asusila disaksikan banyak tetapi menyangkal perbuatannya. Atau kasus lainnya seperti orang-orang yang sudah menikah tetapi istri atau suaminya tidak diakui. -> Tentunya, istri atau suami yang dinikahi dengan cara yang baik/ ma'ruf sesuai syariat Islam, bukan istri atau suami dari hasil merebut dari istri atau suami orang. Menurut Abi aku, berasarkan ajaran Islam, merebut suami atau istri orang adalah termasuk perbuatan fasik. 

Aku tidak ingin melakukan kemungkaran lalu tidak mengakui dan tidak meminta maaf serta tidak betaubat. Semoga Allah mematikan aku dalam keadaan bertaubat, taubat yang diterima oleh Allah.

Oia, di surat aku menyatakan hal yang intinya bahwa Roger cocoknya sama Agnes tanpa aku mencari informasi apakah masing masing dari mereka sudah memiliki pasangan, aku pikir tindakan aku tersebut keliru, aku meminta maaf khususnya kepada Roger dan Agnes terkait hal tersebut. Aku hanya bisa mendoakan mereka, semoga Allah mengaruniakan hidayah kepada Roger dan Agnes untuk masuk dan memeluk Islam. Aamin.

Selanjutnya, aku adalah orang yang sangat mendukung dan sangat menganjurkan poligami (poligini) hanya saja poligami harus dilakukan dengan cara yang baik/ ma'ruf sesuai syariat Islam.

Anw saat sebelum, ketika serta setelah proses menulis message tersebut, ada perasaan sedih, a lil bit stressed, senang juga tenang, campur aduk. Kemudian, agar aku merasa terhibur, saat itu aku banyak mendengarkan lagu dari berbagai radio di Sukabumi seperti: Menara, NBS, Fortuna, Air Langga, SMS, Megaswara, Citra Lestari, dan lainnya, tentunya aku berusaha keras memilah milah lagu yang aku dengar. Aku bersyukur waktu tau ada radio-radio yang sedikit demi sedikit berusaha mensyiarkan Islam, kemudian aku seneng banget pas ada radio yang menyiarkan lagu berbahasa Arab. Hanya saja, kemudian perlahan-lahan aku berusaha mengurangi frekuensi mendengarkan radio secara sengaja agar tidak addict, paling hanya sesekali aku mendengarkan radio. Namun demikian, aku mengucapkan terima kasih kepada seluruh radio yang siarannya, lagu-lagunya, aku simak pada masa-masa yang menurut aku tidak mudah terkait apa yang aku rasakan saat itu. Aku menghimbau agar seluruh radio di Sukabumi bahkan di Indonesia dapat menjadi sarana untuk mensyiarkan Islam, sarana untuk mensyiarkan tegaknya syariat Islam. Aamiin.

Sekali lagi aku memohon maaf atas berbagai kekeliruan aku. Namun demikian aku tidak memohon maaf atas tindakan aku melarang kekafiran, kemusyrikan dan kemaksiatan, termasuk melarang konsumsi babi, kapitalisme, dan melarang berbagai kemungkaran lainnya. Aku memang melakukan kekeliruan, hanya saja aku akan berusaha memperbaiki diri dan tetap berusaha menyeru diri sendiri dan orang lain untuk menyembah hanya kepada Allah. Kemudian berusaha menyeru diri sendiri dan orang lain untuk ta'at kepada Allah dan rasul-Nya.

Aku mengucapkan terima kasih, syukron, kepada semua pihak, Muslim maupun non-Muslim, baik yang aku kenal maupun yang tidak aku kenal yang secara langsung maupun tidak langsung telah membawakan inspirasi untuk perbaikan tulisan ini.

Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah kepada aku dan kaum Muslimin untuk menjadi pribadi yang bertaqwa. Semoga Allah mengaruniakan hidayah kepada para non-Muslim untuk masuk dan memeluk Islam. Aamiin.
 
Penjelasan di atas dibuat pada:
07.02.14 -> 07 Rabiul Akhir 1435 H
Revisi:
1113.02.14 -> 1113 Rabiul Akhir 1435 H
30.04.14 -> 30 Jumadil Akhir 1435 H

Asyhaduanlaailaahaillallah Waasyhaduanna Muhammadarrasuulullah

Berikut isi suratnya:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang

Salam sejahtera bagi yang mau mengikuti hidayah (Islam)

Hi, Roger sebelumnya aku mau ngucapin makasi uda approve. Apa kabar? Aku Hana, aku pernah ketemu kamu di lokasi syuting ‘Sebatas Impian’, sekitar 10 tahun lalu. Mungkin kamu ga inget. Aku nulis message ini karena pengen membicarakan atau menceritakan beberapa hal sama kamu, dan yang terpenting dari pesan ini adalah aku bermaksud mengajak kamu masuk dan memeluk Islam.

Pertama-tama aku mau cerita mengenai tanda tangan. Saat aku ketemu kamu (tahun 2003), aku sempet minta tanda tangan kamu (dan juga beberapa artis lainnya), tanda tangan2 ini pernah aku muat di salah satu tulisan aku, sayangnya saat ini tulisan tersebut masih harus direvisi, ini tanda tangan kamu yang aku maksud:





Aku masih aga inget gesture kamu waktu ngasih tanda tangan itu. Oya, dulu aku pikir tanda tangan itu sweet banget, ada lambang “love”nya. -> Mengenai lambang “love” itu, aku mikirnya kurang lebih: Roger kan artis jadi dia kasih banyak cinta buat para fans. Anw aku ga tau alasan sebenernya kenapa kamu kasih lambang itu di tanda tangan kamu?


Hanya saja mungkin sejak kamu ngasih tanda tangan itu, selama bertahun-tahun, sejak SMU, aku selalu menuliskan lambang hati/ cinta di hampir seluruh tanda tangan dan paraf aku. Aku baru berhenti menggunakan lambang itu di tanda tangan aku sekitar tahun 2010.

Oia dulu aku panggil kamu Kaka, sekarang aku panggil kamu apa ya? Kata “Roger”, rasanya terlalu berat kalo kata “Ojey” kayak anak-anak banget. Berhubung kamu non-Muslim, aku panggil kamu “Wei” aja ya, boleh? Is that your Chinese name? -> Aku lupa tau nama China kamu dari majalah atau tabloid apa. Aku baru mau manggil kamu Kaka lagi kalo kamu seorang Muslim.

Lanjutin lagi ya ceritanya, awalnya aku cuma liat kamu di tv dan seinget aku, menurut aku, kamu good looking tapi sepertinya aku ga nge-fan sama kamu, saat itu aku suka banget sama Irwansyah dan Jupiter Fortisimo. Aku kumpulin gambar-gambar mereka (pin up dan potongan2 gambar dr majalah), sekarang udah ngga lagi. Tapi perasaan aku berubah sejak aku ketemu kamu. Saat itu, aku ga nyangka bisa ketemu kamu secara live. Waktu itu, aku diajak sama sanggar B-Pro tempat aku les acting di Sukabumi buat jadi pemain figuran sinetron di Jakarta, dulu aku seneng aja walaupn aku ga tau siapa aja artis yang bakal aku temui di lokasi syuting, buat aku yang penting pengalaman, disamping menurut aku dulu, kegiatan tersebut menyenangkan. Ternyata, di salah satu lokasi aku ketemu kamu. Kesan aku waktu pertama liat kamu, aku ga suka warna rambut kamu bagian yang seperti di-bleaching, tapi aku suka kamu saat itu yang terlihat good looking, nampak baik hati dan kalem, juga aga pendiem.

Aku ga inget pastinya dalam berapa hari aku ketemu kamu, yang pasti cuma sedikit hari. Abis itu, sampe saat ini kita ga ketemu lagi. Walaupun cuma sekitar 2 kali ketemu? (dengan durasi cukup panjang buat liat kamu), entah kenapa saat itu aku terkesan sama kamu, padahal seinget aku ada beberapa artis cowo yang aku temui, termasuk artis-artis cowo yang aku temui di satu lokasi syuting lainnya. Wei, aku bersyukur banget kepada Allah, Allah mempertemukan aku sama kamu bukan di pub atau tempat aneh lainnya tapi di YARSI, tempatnya orang-orang Islam.

Kamu tau, Wei waktu aku harus ga ketemu kamu lagi itu rasanya sakit banget, sangat sakit. Tapi saat itu aku masih remaja, bawaannya masih seneng-seneng morover I felt that there were so many guys I felt in love with at that time, jadi sakitnya ga dirasa, bahkan mungkin ga sadar kalo sakit yang aku rasain saat ga lagi ketemu kamu itu karena saat itu aku suka atau mungkin lebih dari suka sama kamu. -> Qo bisa ya aku ga nyadar saat suka atau mencintai seseorang? Jadi inget, salah satu temen aku pernah bilang kira-kira “terkadang kita hanya enggan mengakui bahwa kita mencintai seseorang”.

Belakangan, aku baru bener-bener sadar kalo aku suka kamu saat aku nulis tulisan aku mengenai seni peran dan di situ ada cerita mengenai kamu. Bahkan aku baru bener-bener ngeh mengenai banyak hal setelah aku publish tulisan itu. Misalnya, walaupun aku bukan “Meteor Garden” freak, ga selalu nonton serialnya, tapi dulu aku suka banget sama karakter Hua Che Lei (Vic Chou), kemudian aku ketemu kamu pemeran Hua Che Lei versi Indonesia di sinetron “Siapa Takut Jatuh Cinta”, sineton yang juga aku ga terlalu mengikuti ceritanya. -> Saat Allah mempertemukan aku sama kamu, aku ga bersyukur, ga bersyukur kepada Allah udah mempertemukan aku sama pemeran Hua Che Lei walaupun versi (China) Indonesia. Yang paling aku sesali adalah, dulu aku tidak sempat atau tidak tergerak untuk mengajak kamu untuk masuk dan memeluk Islam.

Kemudian, aku baru sadar selama bertahun-tahun aku nulisin lambang “love” di tanda tangan aku, kemungkinan besar itu bentuk represi dari rasa suka aku sama kamu.


Setelah aku nulis tulisan itu, aku berulang kali nangis, baru sadar bahwa selama beberapa waktu ini, aku suka sama kamu tapi aku ga menyadari hal ini dan ga terlalu peduli sama kamu. Oia walaupun udah sekitar sepuluh tahun, belakangan aku masih bisa ngerasain rasa sakitnya saat aku ga bisa ketemu kamu lagi, sakit banget. It’s kinda headache and heartache, blended. Bahkan mungkin rasanya lebih dari itu, terutama pas akhir-akhir bulan Desember ’13 (Shafar 1435 H) lalu, jadi aku berkali-kali nangis deh. -> Sebagai Muslim semestinya aku nagisin dosa-dosa aku. Aku hanya bisa berserah kepada Allah.dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,’ [Asy syu’araa’ (26): 80].

Kemudian waktu account Fb atas nama Roger ‘Ojey’ Danuarta approve friend requet aku, Januari ‘14 (Rabiul Awal 1435 H), aku deg-degan banget, jantung aku berdegup keceng, entah kenapa. Trus abis itu aku nagis susah berhenti, selama beberapa hari aku shocked and upset. Campur aduk deh prasaannya. Inget kamu, berikut aku berpikir gaimana bisa bicara sama kamu kemudian gimana cara bicara yang terbaik karena saat ini aku mencintai seseorang. -> Kalo sama seseorang ini, dari awal aku sadar suka/ mencintai dia. Maksudnya aku baru sadar aku suka kamu, pengen ngajak kamu masuk dan memeluk Islam tapi aku ga mau menghianati orang yang aku cintai. Allah beserta Rasul-Nya, Muhammad Saw, melarang aku berhianat. Sampai saat aku menulis tulisan ini, aku masih mau menunggu orang yang aku cintai tersebut masuk dan memeluk Islam, aku masih berharap bisa bersama dia, jika ia mau bersama aku, apabila dia seorang Muslim. Tapi jika dia tidak mau menjadi Muslim, tidak mau membuat pakaian sesuai syariat Islam, aku membuat keputusan bahwa penantian aku, rasa cinta aku buat dia, selesai. Mengenai kebersamaan aku dengan seorang yang aku cintai, aku pasrahkan kepada Allah, yang terpenting buat aku adalah aku berusaha keras dan bersungguh-sungguh mengajak seorang yang aku cintai tersebut untuk masuk dan memeluk Islam. 

Sebagai manusia, aku perlu temen diskusi, termasuk mengenai persoalan yang aku pikir cukup menyita perhatian aku ini. Di rumah, biasanya aku share soal kekasih sama orang yang udah aku anggap salah satu penasehat aku, aku anggap sebagai paman aku, beliau orang Sunda. Tapi saat aku  mau share, paman aku itu sedang tidak berada di tempat. Untungnya, alhamdulillah, ada lagi salah satu orang yang juga udah aku anggap salah satu penasehat aku, juga aku anggap sebagai paman aku, beliau orang China-Indonesia(Sunda). Biasanya aku jarang share soal kehidupan cinta aku sama beliau karena segan, seringnya aku hanya bertanya mengenai persolan-persoalan agama Islam. Akhirnya aku cerita panjang lebar kepada beliau, dan beliau memahami bahwa aku sangat menyesal karena sebelumnya Allah pernah memberikan aku kesempatan bertemu kamu, tapi aku menyia-nyiakan kesempatan itu, dulu aku tidak mengajak kamu untuk masuk dan memeluk Islam. Paman aku itu ngeliat aku aga shocked dan sedikit tertekan, jadi beliau menyarankan agar aku lebih santai, persoalan ini tidak perlu terlalu dijadikan beban, sambil tetap berusaha dan berdo’a kepada Allah Swt. Aku juga cerita sama Umi (Mama), beliau becandain aku terkait tipikal cowo-cowo yang aku sukai. Tapi yang Umi harapkan adalah sekarang aku tidak seperti dulu, Umi berharap aku sungguh-sungguh dalam mengajak seseorang –siapa pun itu, terlebih jika orang tersebut orang yang aku cintai- ke dalam Islam. Kalo Abi (Papa) aku, mengenai persoalan ini, dia cool aja.

-> Aku hanya bisa memasrahkan hal ini kepada Allah. Semoga aku bisa mencintai dan membenci karena Allah, serta mencintai dan membenci di jalan Allah.

Wei, tempat kamu kena banjir?

->Actually, aku pengen nanyain ini sama seorang yang aku cintai tapi aku khawatir aku bukan orang yang berarti bagi dia untuk diberi jawaban/ respons. -> Saat nulis ini aku ga enak hati karena ada beberapa message Fb yang belum aku bales, bukan bermaksud tidak menghargai para pengirim message, tapi karena keterbatasan aku sehingga aku harus membuat skala prioritas. Mudah-mudahan aku bisa melakukan sesuatu yang diridhai Allah bagi para pengirim message untuk aku.

Terkait berbagai bencana, aku khawatir banget Allah sedang marah kepada manusia akibat kekafiran, kemusyrikan dan maksiat yang dilakukan oleh manusia sehingga Ia menurunkan berbagai bencana. Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah kepada aku dan kaum Muslimin untuk bertaqwa kepada-Nya dan semoga Allah memberi hidayah kepada para non-Muslim untuk masuk dan memeluk Islam. Aamiin.

Belakangan, dalam rangka mau mengajak kamu masuk Islam, aku sempet –berulang kali- Googling mencari info mengenai kamu. Aku liat salah satu akun twitter atas nama kamu, ada retweet yang inti kata-katanya akhirnya “..., He died for me.”  Wei, itu siapa yang mati demi kamu atau demi seseorang? Judas? Isa Al-Masih kan masih hidup, Allah mengangkat beliau ke langit, lalu Allah akan kembali menurunkan beliau ke bumi.

dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya[379]. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.  [An Nisaa (4): 157]
[378]. Mereka menyebut Isa putera Maryam itu Rasul Allah ialah sebagai ejekan, karena mereka sendiri tidak mempercayai kerasulan Isa itu.[379]. Ayat ini adalah sebagai bantahan terhadap anggapan orang-orang Yahudi, bahwa mereka telah membunuh Nabi Isa a.s.

1090. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: “Demi Allah yang diriku dalam genggaman-Nya! Sesungguhnya akan turun kepadamu Ibnu Maryam menjadi hakim yang adil. Maka dipecahnya salib, dibunuhnya babi, dihapuskannya pajak, dan harta kekayaan akan melimpah ruah, sehingga tidak seorang jua pun yang mau menerima.” (Terjemah Hadits Shahih Bukhari Jilid II. Page: 287)

Kamu bisa bayangin, Wei, kalo misalkan kamu mencintai seseorang dan kamu pengen banget ketemu orang yang kamu cintai tersebut, menurut sebagian orang, orang yang kamu cintai tersebut udah mati tapi menurut sebagian orang lagi dan berdasarkan sumber terpercaya, orang yang kamu cintai tersebut masih hidup. Gimana perasan kamu? -> Ini aku curhat, pengen ketemu Isa Al Masih pas beliau diturunkan lagi ke bumi menegakkan kembali ajaran Rasulullah Muhammad Saw.

Kemudian ada salah satu akun twitter atas nama kamu juga, aku sempet liat 2 akun twitter atas nama kamu. Retweetnya mengenai mencuri sepeda lalu minta maaf. -> Terpikir soal hukum Islam, jika mencuri sepeda, kalo kasus belum sampai ke pemimpin Islam mungkin bisa minta maaf, diselesaikan secara kekeluargaan, tapi kalo kasus udah sampai ke pemerintah Islam, musti dijalankan hukum potong tangan.

Topik pembicaraan selanjutnya, kemudian aku dapet info bahwa selain acting, kamu juga menyanyi lalu belakangan kamu jadi desainer. Bagian info mengenai kamu jadi desainer aku mikir kira-kira ‘Iya gitu? (Roger jadi desainer)’, ‘Jokes macam apa lagi ini?’, ‘Beritanya hoax kali ya?’, ‘Ini setting-an apa ya?’ Aku rada-rada ga percaya, kamu jadi desainer. Dan aku ga nyangka, kamu punya minat yang sama sama orang yang aku cintai dan sama aku juga, walaupun mungkin tingkatan -tekad untuk- minat kita tsb beda-beda. Tapi kemudian, salah satu sahabat aku yang pekerjaannya berkaitan dengan bridal di Jakarta, menginformasikan bahwa kamu memang jadi desainer.

Kemudian aku juga baca info bahwa kamu buka resto. Btw, foods and beverages di resto kamu hallal kah? Wei, aku menghimbau semua makanan dan minuman bahkan proses pokonya everything di resto kamu hallal, hallal dan baik (hallalan thayiban).

Dan aku pengen ngasih pandangan mengenai resto “NO pork”. Dibanding resto babi, resto “NO pork” itu sudah merupakan suatu hal yang jauh lebih baik, tapi bagi aku sekedar “NO pork” belum cukup karena semua proses, bahan, everything musti hallal dan baik (hallalan thayiban). 

Anw, aku lebih setuju kalo kamu bisnis dibanding bermain film yang tidak Islami atau menyanyikan lagu kekafiran. Aku juga menghimbau diri sendiri, kamu dan orang-orang untuk meninggalkan hedonisme dan kapitalisme. Jika mau bermain film dan menyanyi, baiknya bermain film dan menyanyi di jalan Allah swt.

Oia Wei, pernah beberapa waktu lalu aku iseng denger lagu Ost Meteor Garden “Qing Fei De Yi” dari computer temen aku, aku mau denger lagu itu karena lagunya bukan lagu bernada slow mellow. Tapi entah kenapa pas denger lagu itu, tiba-tiba aku inget kamu dan aku nangis susah berhenti. Aku heran padahal itu lagu nadanya ngga mellow berikut aku ga ngerti Harlem Yu bilang apa, aku ga ngerti bahasa China, tapi aku nangis denger lagu itu. Pas aku Googling cari translationnya, ternyata itu lagu sedih. ‘Coba kalo lagu dengan nada seperti itu liriknya lirik mengenai kesetiaan sesuai syariat Islam atau menyemangati perjuangan sesuai syariat Islam.’

Kemudian beberapa waktu lalu pernah juga aku tiba-tiba mewek pas denger lagu “I Need a Girl” P. Diddy, entah kenapa denger lagu itu aku inget kamu. Apa kamu pernah maen sinetron yang soundtrack-nya lagu itu? Mudah-mudahan lagu itu bukan suara hati kamu. -> Becanda. ‘Maunya sih ada lagu judulnya “I Need a Wife” tapi liriknya ga vulgar, pokonya sesuai syariat Islam.’

-> Aku ngeh ada beberapa lagu yang pernah share belum sesuai syariat Islam, maaf.

-> Actually, I guess I am not a movie or sinetron freak. Namun demikian terkadang aku masih nonton sinetron atau film. Tapi sekarang aku sering berpikir jika pun terpaksa harus ada film atau sinetron, film atau sinetronnya musti mendidik dan sesuai syariat Islam.

[Aku pikir baik penyanyi, actor/artis, desainer, semua, termasuk aku, yang bergerak di bidang seni semestinya hidup di jalan Allah, berkarya sesuai syariat Islam. Begitu pula setiap orang, termasuk aku, yang tidak bergerak di bidang seni, sudah semestinya hidup di jalan Allah.]

Oia Wei, aku sedih liat tayangan kamu sedih saat ayah kamu meninggal. I am sorry to know that. Namun demikian aku tenang saat tau di samping kamu ada seseorang, kekasih kamu saat itu, Sheila, yang aku rasa saat itu dia bisa menghibur kamu.

Dulu aku sempet liat tayangan waktu kamu sama Agnes, waktu kamu sama Shandy, juga waktu kamu sama Sheila. And aku paling suka liat kamu sama Agnes. -> Ini salah satu hal lain yang bikin aku dulu ga terlalu peduli sama kamu, entah kenapa dulu –mungkin masih sampe sekarang- aku mikirnya ‘Roger itu cocoknya sama Agnes’. Nampaknya karena aku pernah ngeliat tayangan kamu sama Agnes, dan saat ngeliat tayangan itu aku mikir seperti ‘What a lovely couple they are’, you two guys looked so lovely.

Sampe sekarang aku masih mikir ‘Roger cocoknya sama Agnes’ (bukan sama aku) selain karena pernah liat tayangan kalian yang terlihat sebagai pasangan yang lovely, mungkin juga karena ngeliat dari berbagai tayangan mengenai Agnes yang cenderung heboh, energic, sementara kamu cenderung lebih kalem.

Sampe sepertinya dulu aku berimajinasi kalo aku punya kekasih, aku pengen aku sama kekasih aku ibarat Roger Danuarta dan Agnes Monica. Upss… Tapi aku malah ketemu kamu (kita dipertemukan oleh Allah), dan belakangan aku baru nyadar aku suka sama kamu, or even more than that. -> Bagian aku suka (bahkan lebih dari suka) sama kamu sepertinya aku salah. Astagfirullah. Sekarang aku pikir aku lebih baik tetap menyimpan memori bahwa kamu terlihat cocok sama Agnes. Namun aku tetap meyakini bahwa jodoh sudah diatur oleh Allah swt.

Mmm.. aku dulu sempet kagum sama Sheila, dia terlihat perempuan tegar, sayang ketegarannya bukan di jalan Allah. Kemudian kalo liat Shandy, ngingetin sama temen aku, seorang Muslimah, temen SMU aku, kami juga kuliah bareng tapi beda jurusan, she was a singer, sekarang temen aku tersebut udah nikah seperti halnya Shandy. 

Anw sekarang siy aku ga setuju pacaran, tapi aku setuju ta’aruf lalu menikah di jalan Allah. Dan pasangan yang jadi tauladan aku sekarang adalah pasangan Rasulullah Muhammad saw dan Khadijah r.a., pasangan Rasulullah Muhammad saw dan Aisyah r.a., atau pasangan Ali r.a. dan Fatimah r.a.


Wei, mungkin aku bisa minta tolong sama kamu buat bilang ke Agnes dan mungkin Sheila untuk berpenampilan yang baik, sopan dan tertutup? Aku berharap Agnes, Shandy dan Sheila mau masuk dan memeluk Islam. Semoga Allah memberi kamu dan Agnes, Shandy dan Sheila hidayah untuk masuk dan memeluk Islam. Aamiin.

Eh iya, aku ga seperti dulu, sekarang jarang nonton infotainment, dan sekarang aku menetapkan yang boleh aku tonton di infotainment adalah berita tentang orang sakit, orang nikah (terutama yang pestanya wajar kalo ada sih sederhana atau sesuai syariat Islam), orang meninggal, orang pergi umrah atau haji (orang beribadah sesuai syariat Islam), orang yang membuat prestasi di jalan Allah, dan orang yang pindah agama (khususnya pindah agama ke dalam Islam). -> Tapi ada yang kadang masih aku tonton walaupun tidak terkait beberapa hal yang aku sebut, aku masih nonton selama beritanya masih dalam batas wajar apalagi kalo beritanya mengenai hal baik, yaitu berita tentang orang yang pernah aku sukai banget dan keluarganya, salah satu keluarga Bani Israil di Indonesia.

Aku menghindari atau minimal sangat mengurangi nonton infotainment mengenai berita cerai, pacaran, berantem bukan di jalan Allah, berita ulang tahun, hedonisme, bid’ah (perayaan Maulid, Rajab, Muharram, tahlilan bagi orang meninggal, haul dan mungkin masih ada yang lain), kekafiran (perayaan hari besar umat agama lain) dan musyrik.

Wei, aku penah iseng pindah-pindah channel tv di rumah saudara terdekat aku, dan aku liat ada artis Korea yang mukanya ngingetin aku sama kamu, nama artisnya K-Will kalo ga salah. Pas aku liat artis itu aku heran, ‘Ini orang mukanya kayak –muka- Roger Danuarta tapi qo namanya kayak –nama- pelawak.’ -> Pelawak yang aku maksud, maafkan aku. [Berharap kaum Muslimin menggunakan nama Islami.]

Btw, sepertinya aku ga bisa mengangguk setuju kalo kamu dibilang mirip sama seseorang yang aku cintai. Kamudian aku benci kalo orang yang aku cintai/ orang yang pernah aku cintai dan orang yang aku cintai/ orang yang pernah aku cintai bersaing secara tidak sehat, apalagi kalo suma soal bisnis; terlebih aku benci banget jika orang yang aku cintai/ orang yang pernah aku cintai (sayangi) dan orang yang aku cintai/ orang yang pernah aku cintai (sayangi) bersatu dalam kekafiran. -> Aku hanya bisa berdo’a sesuai syariat Islam untuk hal ini, atau kemudian aku bikin tulisan-tulisan, tulisannya berusaha dibuat sesuai ajaran Islam.

Kemudian, aku ga setuju sembarang pajang foto, tapi aku sempet liat beberapa foto kamu, walaupun ga perlu nge-click atau nge-zoom karena fotonya terpampang jelas, yang mau aku bahas adalah foto kamu megang pistol, posisi menembak. Itu adegan film? Cuma mau bilang foto itu ngingetin sama masa kecil aku, mungkin SD, aku sering menghabiskan waktu aku menembak bersama Abi (Papa) aku, nembak pake senapan. -> Kami ga bisa semena-mena pake pistol. Pernah suatu kali Abi aku sekali nembak, bisa membunuh dua burung. Aku kagum liat hal itu. Aku ga ngerti gimana Abi melakukan itu? Mungkin burung yang satunya jantungan kali. Kemudian nasihat hal yang tertanam di benak aku, Abi aku ngelarang aku nembak burung gereja karena ga boleh dimakan terkait tipe kaki burung gereja bukan jenis kaki hewan yang boleh dikonsumsi di dalam Islam, aku hanya boleh nembak burung pipit. Kalo udah dapet buruannya, aku musti bisa membersihkan (bulu dan jeroan), abis itu ngasih bumbu trus menggoreng hasil buruan.

-> Aku baru tahu belakangan bahwa berdasarkan syariat Islam, salah satu yang diperintahkan untuk dilatih, terutama bagi cowo, adalah memanah. Manfaatnya mungkin seperti menembak, melatih untuk fokus.

Wei, aku juga liat info Fb terkait buku Sun Tzu, aku baca buku itu juga Wei, aku ga inget buku mana aja yang udah aku baca dengan serius? Ini foto buku-bukunya:



Oya di waktu aku ambil foto buku-buku itu, aku penasaran liat-liat lagi buku-bukunya sekilas, dan pas aku buka salah satu bukunya, aku baru ngeh kalo ada karakter bernama “King Wei”, King Wei sedang meminta petuah kepada Sun Tzu mengenai beberapa strategi perang.

Berpikir yang isinya jika dijelaskan adalah sebagai berikut: ’Qo bisa ya pas banget, di tulisan (message) yang udah sejak beberapa hari aku buat, aku manggil Roger –yang sepertinya menyukai Sun Tzu- dengan sebutan “Wei” (aku manggil “Wei” karena setau aku itu nama Chinanya Roger) terus –saat tersebut- aku buka halaman bagian percakapan orang yang bernama King Wei bertanya pada Sun Tzu mengenai strategi perang’. -> Pertanyaan yang mustinya ga ditanyain, karena aku udah tau jawabannya, ini takdir Allah.    

Wei, strategi mana yang paling berkesan buat kamu, memanfaatkan kelemahan musuh untuk mengalahkannya? atau menunggu sampai musuh menemukan tujuan hidupnya, baru kita menyerang? -> Poin terakhir, aku baru inget pas waktu lagi liat-liat sekilas. Atau strategi lainnya?

Anw walaupun aku baca strategi perang Sun Tzu, tapi aku ga terlalu ngeh dan mungkin ga terlalu peduli strateginya, aku berperang lebih banyak berdasarkan insting atau bahkan berdasarkan perasaan, pake pikiran juga. Aku akui teori Sun Tzu ada yang sesuai dengan syariat Islam, seperti teori kesehatan yang intinya “lebih baik sedikit makan”.

-> Oia Rasulullah Muhammad saw pun memerintahkan untuk menuntut ilmu bahkan sampai ke negeri China, tentunya selama ilmunya tidak melanggar syariat Islam. Tapi aturan perang terlebih aturan hidup yang wajib dan berusaha keras aku pelajari saat ini untuk aku patuhi dan laksanakan adalah aturan Allah swt dan rasul-Nya yang tercantum dalam Al Qur’an dan Al Hadits. 

Wei, aku ngerasa aku lagi perang sama para non-Muslim bahkan para Muslim yang mencoba menentang tegaknya hukum dan syariat Islam. Bahkan aku ngerasa aku lagi perang sama kamu, juga sama dia (seorang yang aku cintai). Oia bahkan aku mikir para cewe cantik dan para cowo tampan, seperti kamu juga dia (seorang yang aku cintai) adalah “trap” buat aku, mungkin kalian bisa aja dipake buat menggali banyak informasi mengenai aku, mencari kelamahan aku, tapi aku ga takut, Wei. Anything else I should tell you about myself?

Allah sudah memberitahukan di dalam Al Qur’an bahwa –kebanyakan- orang kafir senang jika melihat orang beriman dalam kesulitan. Orang beriman suka (sayang) kepada orang kafir tapi orang kafir tidak suka (tidak sayang) kepada orang beriman. Kemudian adakalanya orang kafir jika di depan orang beriman menyatakan beriman padahal di belakang orang beriman, mereka mengingkari bahkan memusuhi. Walaupun demikian, Abi aku cukup sering mengingatkan salah satu firman Allah dalam Al Qur’an yang intinya bahwa kaum yang persahabatannya paling dekat dengan orang beriman adalah orang Nasrani. -> ‘Orang-orang Nasrani, kapan mau masuk Islam?’

[Actually I am so sad to know this, tapi aku pasrah kepada Allah, semoga Allah menolong aku dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.]

Wei, aku memang suka bahkan mungkin mencintai kamu tapi aku musti siap membunuh kamu atau melihat kamu terbunuh jika kamu menyerang Islam dan umat Islam. Minimal, aku musti punya perasaan sanggup untuk membunuh setiap kafir yang menentang Islam, walaupun dia adalah orang yang aku cintai, walaupun itu kamu atau dia (seorang yang aku cintai saat ini). Aku berterima kasih jika kamu tidak menyerang Islam dan umat Islam. -> Bagusnya kamu dan dia masuk dan memeluk Islam.

Kemudian aku sadar benar, message atau tulisan aku ini belum sesuai syariat Islam, mudah-mudahan kedepannya aku bisa menulis sesuai syariat Islam. Semoga Allah Yang Maha Pengampun menagmpuni aku. Satu hal, walaupun message ini belum sesuai syariat Islam, sampai mati pun aku akan berusaha untuk tetap di dalam Islam, berusaha untuk menegakkan hukum dan syariat Islam. Semoga Allah menghidupkan, mematikan dan membangkitkan aku dalam keadaan Islam.

Aku ga tau account yang aku kirimi message ini account pribadi Roger Danuarta atau bukan, kalo memang iya, alhamdulillah, kalo bukan, aku harap ada seseorang yang menyampaikan ini sama Wei (Roger). Message/ tulisan ini panjang ya, tapi sepertinya ini belum seberapa dibanding tulisan aku mengenai seorang yang aku cintai.

Oia kemungkinan besar message ini akan aku publikasikan, aku takut Allah tidak suka jika dalam hal ini aku mengambil kamu yang seorang non-Muslim sebagai teman setia yang aku menceritakan berbagai hal sama kamu. Aku juga kirim surat ini ke account Abi (Papa) aku; Paman aku , semoga beliau menjadi salah satu keluarga yang semangat berjihad di jalan Allah; salah satu sepupu aku, pemilik buku-buku Sun Tzu di atas, yang baik disadari atau tidak sejak kecil dia mengajari aku “war and survival”, syukron A, alhamdulillah; lalu adik aku yang selama ini banyak bantu aku; kemudian salah satu dosen aku, walaupun aku tidak menyelesaikan kuliah aku, tapi aku masih inget bahwa dulu dosen aku ini yang banyak mengajari aku teknik menulis, telaten memeriksa tugas-tugas termasuk tulisan-tulisan aku dan termasuk salah satu dosen yang perhatian sama para mahasiswa terkait prestasi akademik juga bisa diajak share soal hobby, seni, dan sebagainya. -> Assalamu’alaikum Bapa, apa kabar? Maaf Pa, tiba-tiba aku datang untuk merepotkan. [Berharap setiap kampus di Indonesia bahkan dunia menerapkan pendidikan sesuai syariat Islam.] 

Aku menyertakan para Muslim dalam perjuangan aku karena Allah melarang aku dan kaum Muslimin berjuang dengan meninggalkan orang-orang beriman, wajib berjuang di jalan Allah bersama orang-orang beriman. Selain itu, aku kirim juga mesage ini ke account seorang yang aku cintai. -> Allah dan rasul-Nya melarang aku berhianat.

Wei, aku berusaha untuk tidak lagi mencintai kamu, pertama karena kamu non Muslim, kedua ngga sepantasnya aku mencintai dua pria, kamu (Roger “Wei”) dan dia (Tex “Rio”). Dan ketiga, kalo misalkan mau mencintai kamu kayaknya aku musti bilang (permisi) dulu sama Agnes juga izin (pamit) sama seorang yang aku cintai. -> Yang paling terakhir ini aturannya aga aneh dan ribet.

’Roger dan Tex disingkat jadi RoTex, qo kayak merek sendal –hitam- berduri –tajam- ya?’ -> Just kidding, no hard feeling. Semoga Allah memberi kalian hidayah untuk masuk dan memeluk Islam. Aamiin.

Wei, sebenernya aku suka ngerasa aku lebay, ga masuk akal, masa aku suka sama kamu sampe sedemikian rupa kemudian aku mencintai seseorang dan berharap bisa bersama seseorang tersebut padahal kalian public figure sedangkan aku orang biasa, you guys are somebody while I am nobody. Liat kalian aku suka inget pepatah “Gelas dan artis bla.. bla.. bla..”, aku benci pepatah itu soalnya kemungkinan besar memang demikian. Tapi aku pasrahkan kepada Allah, kemudian tetep yakin bahwa aku, dia dan kamu wajib dan butuh menyembah hanya kepada Allah, kemudian taat kepada Allah dan rasul-Nya.

Aku bersiap diri, kaum Muslimin mungkin ada yang kecewa dengan dikirimnya message ini ke kamu, terkait mungkin message ini bukan contoh yang baik bagi umat Islam. Oia Wei, kamu punya istri atau kekasih? Kalo iya, aku aga khawatir kekasih kamu sedih atau ga nyaman karena kamu dapet message sedemikian rupa dari aku. Kemudian, sepertinya aku juga khawatir seorang yang aku cintai kecewa aku kirim message seperti ini buat kamu.

Wei, karena kamu termasuk public figure, maka supaya adil, seperti pada tulisan aku mengenai para public figure yang pernah aku sukai atau cintai dan seorang public figure yang masih aku cintai, aku juga bermaksud menuliskan terjemah firman Allah di dalam Al Qur’an mengenai larangan mencintai atau mengidolakan seseorang secara berlebihan:

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu 106) mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.


Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami berlepas diri dari mereka, sebagaiman mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka. [Al Baqarah (2): 165-167]
106) Yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang menyembah selain Allah. 

dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah.
[Al Muddatstsir (74): 5]
           

Siksa Allah amat pedih bagi orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka melalui tulisan ini, aku pengen ajak kamu (Roger/ Wei) dan keluarga masuk dan memeluk Islam. Jika kamu Muslim, mungkin kita masih bisa berteman sebagai sesama Muslim. Aku pengen bilang sama kamu dan keluarga: Maukah kalian masuk Islam? (Would you all like to be Moslems?). Actually, aku pengen ajak semua orang non-muslim masuk dan memeluk Islam, tapi aku ga kan maksa, jika tidak bisa memaksa, namun jika bisa memaksa, aku akan maksa.  Mengajak seseorang atau orang-orang untuk masuk dan memeluk Islam ini sesuai dengan perintah Allah yang tertera dalam surah Ali Imran yang terjemahannya adalah sebagai berikut:

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi 190): “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka memeluk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. [Ali ‘Imran (3): 20]

190). Ummi artinya ialah orang yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan ummi ialah orang musyrik Arab yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian yang lain ialah orang-orang yang tidak diberi Al Kitab.

Aku ingin melaksanakan salah satu kewajiban aku sebagai Muslim yakni menyeru diri sendiri dan orang-orang untuk menyembah hanya kepada Allah, serta  taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mengajak orang-orang untuk masuk dan memeluk Islam (call people into Islam). Semoga Allah meridhai aku dan kaum Muslimin di dunia maupun di akhirat. Amin.

Mudah-mudahan, orang-orang yang pernah membaca tulisan aku ini, dapat menjadi saksi di hadapan Allah di akhirat kelak bahwa aku pernah mengajak orang lain untuk masuk dan memeluk Islam. Amin.

Wallahualam.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.



0 komentar: