Hukum Islam untuk Kasus Pembunuhan dan Pelukaan

Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar[853]. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan[854] kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. [Q.S. Al Israa’ (17): 33]
[853]. Lihat no. [518]

[854]. Maksudnya: kekuasaan di sini ialah hal ahli waris yang terbunuh atau penguasa untuk menuntut kisas atau menerima diat. Lihat no. [111} dan [335].
[518]. Maksudnya yang dibenarkan oleh syara' seperti qishash membunuh orang murtad, rajam dan sebagainya.
[111]. Qishaash ialah mengambil pembalasan yang sama. Qishaash itu tidak dilakukan, bila yang membunuh mendapat kema'afan dari ahli waris yang terbunuh yaitu dengan membayar diat (ganti rugi) yang wajar. Pembayaran diat diminta dengan baik, umpamanya dengan tidak mendesak yang membunuh, dan yang membunuh hendaklah membayarnya dengan baik, umpamanya tidak menangguh-nangguhkannya. Bila ahli waris si korban sesudah Tuhan menjelaskan hukum-hukum ini, membunuh yang bukan si pembunuh, atau membunuh si pembunuh setelah menerima diat, maka terhadapnya di dunia diambil qishaash dan di akhirat dia mendapat siksa yang pedih.
[335]. Diat ialah pembayaran sejumlah harta karena sesuatu tindak pidana terhadap sesuatu jiwa atau anggota badan.

Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja)[334], dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat[335] yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah[336]. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya[337], maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. [Q.S. An- Nisa (4): 92]
[334]. Seperti: menembak burung terkena seorang mukmin.

[335]. Diat ialah pembayaran sejumlah harta karena sesuatu tindak pidana terhadap sesuatu jiwa atau anggota badan.

[336]. Bersedekah di sini maksudnya: membebaskan si pembunuh dari pembayaran diat.

[337]. Maksudnya: tidak mempunyai hamba; tidak memperoleh hamba sahaya yang beriman atau tidak mampu membelinya untuk dimerdekakan. Menurut sebagian ahli tafsir, puasa dua bulan berturut-turut itu adalah sebagai ganti dari pembayaran diat dan memerdekakan hamba sahaya.

1825. Dari Abdullah r.a. katanya: Nabi saw. bersabda: "Nanti yang lebih dahulu diadili di antara manusia ialah soal darah (pembunuhan)." Terjemah Hadits Shahih Bukhari, 1992: Jilid IV P. 103.

Hukum Islam Untuk Perkara:

1. Tinju Nabire: Sehubungan di Nabire saat ini masih banyak warga Nasrani, maka bagi umat Nasrani hukum diputuskan berdasarkan Al Kitab (Taurat dan Injil), hukum yg jg tercantum di dlm Al Qur'an, "jiwa dibalas dengan jiwa". Yang dianggap bertanggung jawab atas insiden ini: Penyelanggara; orang yang merusuh; kemudian orang yang tidak sengaja menginjak orang lain hingga tewas/ tidak sengaja membunuh, apabila ia Nasrani maka hukumannya adalah hukum bunuh, "jiwa dibalas dengan jiwa". -> Adalah lebih baik jika keluarga korban memaafkan pelaku. Sedangkan apabila yg menyebabkan orang lain tewas tsb adalah Muslim, hukum ditetapkan berdasarkan Al Qur'an dan Al Hadits (As Sunnah). Keluarga korban dapat menuntut diyat (ganti rugi). -> Diyat penuh dibayarkan oleh Muslim yg dianggap bertanggungjawab kpd keluarga dari korban yg meninggal kemudian Muslim tsb membebaskan pekerja (TKW Muslimah), jika tidak mampu memenuhi ketentuan tsb maka dapat berpuasa selama 2 bulan berturut-turut.

Baca: Q.S. An- Nisa (4): 92

2. LP Tanjung Gusta: Keluarga sipir yg tewas dapat menuntut qishah (pembalasan) atau diyat (ganti rugi). Pemerintah (diwakili Kemenkumham) wajib membayar diyat penuh kpd keluarga dari sipir yg tewas, kemudian menebus TKW Muslimah. Bagi para tahanan Nasrani yg melakukan kerusuhan maka dihukum dengan hukum sesuai hukum Al Kitab (Taurat dan Injil), "jiwa dibalas dengan jiwa", hukum yg juga tercantum dlm Al Qur'an. -> Alangkah baiknya jika keluarga sipir yg tewas memaafkan pelaku. Para tahanan Muslim yg melakukan kerusuhan dapat dituntut oleh keluarga sipir yg tewas untuk membayar diyat penuh. -> Pelunasan diyat dapat dibantu oleh keluarga pelaku. Bagi tahanan yg beragama Islam, apabila tidak mampu membayar diyat, maka diganti dengan berpuasa selama 2 bulan berturut-turut. -> Aku mempertimbangkan kembali keputusan yang aku buat, dan aku pikir membayar diyat dan berpuasa selama 2 bulan adalah terlalu memberatkan para napi Muslim pembuat kerusuhan yang saat kejadian berada dalam ruangan dengan kondisi tidak layak akibat kelalaian negara atau pemerintah. Maka aku putuskan bahwa para pelaku kerusuhan hanya dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan yang lebih layak namun jauh dari LP Tanjung Gusta. 
Baca: Q.S. An- Nisa (4): 92; Q.S. Al Maa’idah (5): 33; kemudian Al Kitab: Ulangan 19: 21
Terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah mengingatkan aku akan keputusan pemindahan tahanan.

3. FPI Kendal: Keluarga korban tewas berhak menuntut diyat. Pelaku wajib menebus pekerja Muslimah (msl dr PJTKI); kemudian membayar diyat penuh* kpd keluarga korban tewas atas kesalahan yg sptnya tidak disengaja namun fatal saat beramar ma’ruf nahyi munkar.
-> Diyat untuk perempuan adalah setengah diyat laki-laki, sayangnya aku belum menemukan hadits shahih mengenai hal ini.
*Kecuali jika kel korban bersedekah. -> Dalam pelunasan diyat, pelaku dapat dibantu keluarga atau ormas tempat ia bernaung. b. Warga yg melakukan pengejaran thdp anggota FPI hingga terjadi insiden yg menelan korban jiwa wajib bertanggung jawab dengan membebaskan TKW Muslimah dan membayar diyat penuh kpd keluarga korban tewas atau berpuasa selama 2 bulan berturut-turut.
Baca: Q.S. An- Nisa (4): 92

Untuk semua musibah, aku ucapkan: Innalillahi wa inna ilahi rojiun.

@Razia: Ormas baiknya lapor Polisi terlebih dahulu. Jika Polisi tidak bertindak, ormas silahkan melakukan razia dengan tindakan yg lebih berhati-hati dan lebih ma'ruf.
@Pemberantasan maksiat: Pemerintah dan aparat semestinya lebih tegas dan serius dalam memberantas maksiat.

Melalui tulisan ini, aku bermaksud meminta maaf kepada Ratna Sarumpaet karena saat aku menonton salah satu program televisi pada saat Ratna Sarumpaet memberikan komentarnya terkait FPI yang intinya “Bubarkan saja FPI!”, aku di rumah balas berkomentar “Bubarkan saja –organisasi- Ratna Sarumpaet!” Aku memohon maaf untuk hal tersebut. Yang aku harapkan adalah aku dan kaum Muslimin bersama-sama berjuang di jalan Allah dan saling nasihat menasihati di jalan Allah. Apabila Ratna Sarumpaet adalah seorang Muslimah, aku berharap semoga ia sebagai tokoh masyarakat dapat memberikan teladan kepada Muslimah lainnya dengan berpakaian menutup aurat sesuai syariat Islam sebagai pelaksanaan ketaatan terhadap perintah Allah dan rasul-Nya. Amin.
4. Sebelumnya aku mengucapkan turut prihatin atas musibah kecelakaan yang telah menelan beberapa korban jiwa maupun korban luka-luka di tol Jagorawi pada Minggu, 08.09.2013 -> 02 Dzulqo’dah 1434 H. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan menerima iman-Islam para korban jiwa  yang beragama Islam. Semoga musibah ini menjadi kifarat atas dosa-dosa bagi para korban luka-luka yang beragama Islam dan semoga Allah memberi kesabaran dan kesembuhan kepada para korban luka-luka dalam musibah tersebut. Semoga Allah memberi kesabaran, ketabahan dan keikhlasan kepada para keluarga korban. Amin.  

Aku bermaksud menyatakan bahwa Abdul Qodir Jaelani bin Ahmad Dhani Prasetyo, dipanggil dengan Dul atau pasca musibah dikenal dengan sebutan AQJ, atau kadang aku menyebutnya AQoJa yang merupakan wasilah terjadinya musibah kecelakaan maut tersebut, wajib dilepaskan dari segala tuntutan hukum. Dikarenakan menurut ajaran Islam, Dul yang berdasarkan berita masih berusia 13 tahun menurut perhitungan penanggalan Masehi, yang berarti menurut  perhitungan penanggalan Hijriyah adalah sekitar 14 tahun, dikategorikan sebagai anak yang belum baligh. Dalam Islam, usia baligh bagi laki-laki adalah 15 tahun. Penetapan usia baligh dalam Islam adalah berdasarkan hadits berikut:
Sebagaimana dasar penetapan usia ialah hadis Ibnu Umar ra.:
“Sesungguhnya Umar mengusulkan Ibnu Umar pada perang Khandaq sedang ketika itu ia berusia empat belas tahun. Maka Nabi Saw. Tidak menerimanya dan beliau baru menerimanya pada perang Uhud, di mana ketika itu ia berusia lima belas tahun.” Ibnu Rusyd, 1995/1416. P. 173.
Hanya saja, Dul tidak diperbolehkan membawa kendaraan bermotor sampai usia yang dianggap mencukupi untuk mengemudi, sampai keahlian mengemudinya dianggap memadai untuk berkendara di jalan raya dan sampai memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). 

[Buat Dul, aku mau bilang: Jangan pacaran ya, nanti taaruf aja lalu nikah. Buat kekasih Dul, aku juga bermaksud menyatakan hal yang sama: Jangan pacaran ya, nanti taaruf aja lalu nikah -> Aku kerap memberitahukan hal demikian kepada adik aku yang seusia dengan Dul dan kemungkinan juga seusia dengan kekasih Dul.
Kemudian aku juga mau bilang, Ayah aku berulang kali menyatakan kepada aku sesuatu yang intinya sebagai berikut:

Bani Israil adalah bangsa yang dilebihkan oleh Allah, dan Bani Israil wajib bersyukur kepada Allah, setelah syahadat, -yang pertama dan utama- dengan cara shalat. 

Dul, shalat selalu ya sesuai syara’, walaupun sedang sakit usahakan shalat sambil berbaring.

Kehidupan Bani Israil itu keras, walaupun demikian, Allah seringkali menolong dan memudahkan Bani Israil dengan melebihkan Bani Israil dengan ilmu maupun harta atau minimal dan lazimnya melebihkan Bani Israil dengan ilmu dimanapun berada.

Mohon maaf, apabila penjelasan aku di atas kurang tepat, aku aga kesulitan menjelaskan ulang mengenai sedikit penjelasan Abi mengenai Bani Israil.

Entah kenapa, membaca kisah-kisah mengenai Nabi-Nabi Bani Israil, melihat kehidupan banyak dari Bani Israil serta menyaksikan apa yang menimpa Dul, dalam usia sekecil itu sudah ditimpa musibah sedemikian rupa, aku berpikir bahwa: I guess my Abi is right, it is not easy being an Israeli, whether you are rich or poor, wherever you are. Yet I’m sure Allah will help us, Allah menolong Bani Israil yang beriman kepada Allah dan Rasululullah Muhammad Saw. Amin.

Aku bermaksud meminta maaf kepada keluarga Ahmad Dhani dan Maia Estianty karena aku sempat bertanya-tanya perihal kecelakaan yang menimpa Dul: ‘apakah berita/kecelakaan ini rekayasa?’, terkait di dunia ini terlebih di televisi sering terjadi rekayasa. 

Aku tidak mengenal Dul, hanya sedikit tahu tentang Dul dari berbagai pemberitaan, tapi aku sempet nangis mengetahui kejadian yang menimpa Dul, sedih.

Aku pun nangis waktu liat Dul pegang tangan bundanya, Maia. Terharu menyaksikan cerminan cinta dan 
kasih sayang antara ibu dan anak serta cerminan betapa seorang anak sangat membutuhkan kehadiran ibunya terlebih di saat-saat sulit. Herannya kenapa aku nagis ya waktu Ahmad Dhani bicara mengenai hal yang ia nasihatkam pada anaknya, Dul, terkait musibah yang menimpa. Mungkin aku merasa hal tersebut sebagai cerminan perhatian dan kasih sayang seorang ayah terhadap anak. Imagining: Abi aku lagi bicara sama aku. Sampe aku ngga sepenuhnya ngeh nasihat Ahmad Dhani buat anaknya tersebut. Semoga nasihatnya sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Amin. Yang pasti ada kata-kata Ahmad Dhani yang membuat aku mengubah diksi dalam tulisan aku ini, beberapa kata “kasus” dirubah menjadi kata “musibah”. -> Aku sempet bingung mengenai diksi tersebut, aku sempat menggunakan kata musibah namun adakalanya aku menggunakan kata kasus. Tapi kemudian aku meninggalkan kata kasus dan mengganti dengan kata musibah pada pembahasan mengenai musibah yang menimpa Dul. Syukron ya Ahmad Dhani.

Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Dul. Amin.]

Sebelumnya aku mengucapkan turut prihatin atas musibah kecelakaan yang menimpa Dul.
Sejujurnya, aku memang kerap sedih, kecewa bahkan marah  kepada Ahmad Dhani dan Maia Estianty karena telah beberapa lama aku berusaha mensyi’arkan mengenai pakaian yang sesuai syariat Islam, sementara Ahmad Dhani kerap mengorbitkan artis-artis dengan pakaian yang berlawanan dengan syariat Islam, begitu pula dengan Maia, salah satu public figure yang kerap berpenampilan jauh dari ketentuan berpakaian yang Islami, namun hal ini tidak boleh membuat aku berlaku tidak adil dalam menetapkan hukum Islam untuk musibah yang menimpa buah hati mereka, Dul.
Honestly, aku berharap Ahmad Dhani dan Maia Estianty rujuk karena Allah seperti aku berharap Abi dan Umi aku rujuk karena Allah. Sedangkan mengenai poligami, aku Muslimah yang sangat menyetujui poligami dengan cara yang ma’ruf, di jalan Allah.

[Aku melihat tayangan ketika hari-hari awal musibah, Maia mengenakan pakaian yang terbilang sopan walaupun belum sesuai syariat Islam. Terima kasih telah mengenakan pakaian yang cenderung sopan dan tertutup. Aku berdo’a semoga Maia dapat secara istiqomah mengenakan pakaian sesuai syariat Islam untuk melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Amin. Perintah menutup aurat sesuai syariat Islam adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada manusia, khususnya kepada para Muslimah.]
Beralih kepada hukum Islam untuk kecelakaan yang tidak disengaja di atas adalah, orang tua dari Dul diserahi tanggung jawab untuk membebaskan beberapa hamba sahaya/ pekerja sesuai jumlah korban tewas dan membayar 2 jenis diyat: diyat pembunuhan dan diyat pelukaan kepada keluarga korban. Diyat pembunuhan diberikan kepada keluarga para korban tewas sementara diyat pelukaan diberikan kepada para korban luka-luka.

Kemudian, aku ingin menyatakan bahwa sepengetahuan aku, Ahmad Dhani dan Maia tidak berhak dituntut untuk secara kontinyu dan berkesinambungan membiayai keperluan hidup dan pendidikan anak-anak dari para korban tewas hingga anak-anak tersebut dewasa. Ahmad Dhani dan Maia hanya boleh dituntut untuk membayar diyat sesuai syariat Islam. Jika memang mampu diyat harus segera dipenuhi/dilunasi, namun demikian jika terdapat kendala, pemenuhan diyat tersebut dapat dilaksanakan atau dicicil dalam waktu 3 tahun.   

Dari pembayaran diyat tersebut mungkin dapat disimpan atau diinvestasikan oleh keluarga korban untuk biaya penghidupan sehari-hari. Sepengetahuan aku, di dalam pemerintahan Islam, negara dan masyarakat sepatutnya bahu-membahu membantu biaya penghidupan anak-anak yatim, fakir maupun miskin, misalnya dengan adanya baitul mal. Kemudian, biaya pendidikan untuk anak –anak yatim, fakir maupun miskin sepenuhnya ditanggung oleh negara dalam bentuk beasiswa atau pendidikan gratis bagi anak yatim terutama pendidikan Al Qur’an dan As Sunnah.

Pembebasan hamba sahaya sepatutnya tetap ditunaikan, sementara diyat dikecualikan apabila korban atau keluarga korban memaafkan atau korban atau keluarga korban bersedekah.

* Pemaafan pada pembunuhan dan pelukaan tidak sengaja ini wajib dilakukan secara kekeluargaan/ musyawarah sebelum perkara dilaporkan kepada khalifah/ pemerintah Islam karena jika perkara sudah sampai kepada khalifah/ pemerintah Islam maka qishash -pada pelukaan yang dapat dilaksanakan qishash- atau diyat wajib dilaksanakan. Hukum Islam ditegakkan.

Aku ucapkan terima kasih kepada pihak Ahmad Dhani yang telah dengan sigap dan tanggap meminta maaf serta memberi perhatian kepada keluarga para korban terutama kepada keluarga dan anak-anak yatim yang ayah mereka menjadi korban tewas dalam musibah kecelakaan maut tersebut. Aku harap musibah kecelakaan ini dapat diselesaikan sesuai dengan hukum dan syariat Islam yakni dengan adanya penebusan para pekerja dan pembayaran diyat sesuai syariat Islam kepada para keluarga korban tewas maupun kepada korban luka-luka, kecuali jika korban atau keluarga korban memaafkan atau bersedekah. Dengan dilaksanakannya hukum Islam, semoga Allah meridhai di dunia dan di akhirat. Amin.

->Mohon maaf atas berbagai kekeliruan sebelumnya yang saat ini telah aku perbaiki.

Aku benar-benar shocked, stressed and depressed waktu tau ada salah satu dari anak keturunan Bani Israil Muslim yang kecelakaan parah terlebih mungkin karena seorang anak tersebut adalah anak dari orang yang pernah sangat aku sukai. Aku berpikir kira-kira ‘Udah mah sekarang Bani Israil Muslim –masih- sedikit, ada yang kenapa-kenapa pula, aku khawatir banget.’ -> Aku sangat khawatir akan kondisi Dul terkait Musibah yang menimpanya, aku sampe nonton berbagai infotainment yang mengabarkan kondisi kesehatan Dul. Aku lega saat Dul membaik, alhamdulillah, aku berharap Dul lekas benar-benar sembuh. Semoga Allah menjadikan Dul, para kakaknya dan adiknya serta anak-anak keturunan Bani Israil yang beragama Islam sebagai anak-anak shaleh dan shaleha, anak-anak yang bertaqwa kepada Allah, anak-anak Muslim yang dirahmati dan diridhai Allah di dunia dan di akhirat. Amin.

Kemudian, aku sempat memikirkan diyat yang kira-kira musti dipenuhi serta pembebasan pekerja yang sepatutnya ditunaikan oleh Ahmad Dhani which shocked me. Aku sempet berfikir ‘Ya Allah, bisa bangkrut Ahmad Dhani kalo begini caranya.’ -> Aku sempat berpikir bahwa musibah ini adalah teguran dari Allah untuk Ahmad Dhani, namun ada rasa khawatir dalam diri aku jika Ahmad Dhani menderita kerugian yang besar secara material. Tapi aku lebih takut lagi jika Ahmad Dhani dan keluarga menderita kerugian di akhirat, jadi aku berusaha menerangkan semampu aku mengenai hukum Islam yang sepatutnya ditunaikan terkait musibah kecelakaan yang menimpa mereka. ‘Ya Allah, tolonglah Ahmad Dhani, Maia Estianty dan keluarga dalam menyelesaikan urusan mereka di jalan yang Engkau ridhai di dunia dan di akhirat. Amin.’

Lalu, aku sangat frustrated karena saat ini (Dzulqo’dah 1434 H) pengetahuan aku mengenai Islam, mengenai hukum dan syariat Islam masih sangat kurang padahal aku seorang Muslim. Namun demikian, aku berusaha belajar dan bersyukur kepada Allah atas ilmu yang telah Ia berikan untuk aku. Alhamdulillah. ‘Semoga Allah menambahkan kepada aku ilmu yang diridhai-Nya di dunia dan di akhirat. Amin.’
Kondisi aku yang shocked, stressed, depressed and frustrated membuat aku sempat sangat kesulitan untuk berpikir baik, berpikir benar. Diperparah dengan keimanan aku yang masih lemah, membuat semua terasa tidak mudah. Aku sepatutnya belajar untuk lebih berpasrah diri kepada Allah swt.
Semoga Allah menyelamatkan, merahmati dan meridhai aku dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Amin.

Intisari Hukum Islam Terkait Pembunuhan dan Pelukaan:

-> Untuk setiap pembunuhan yg dilakukan oleh orang non-Muslim, maka hukumannya adalah hukuman mati "jiwa dibalas dengan jiwa", kecuali jika korban sebelum meninggal memaafkan atau keluarga korban memaafkan khususnya untuk pembunuhan tidak disengaja.

-> Untuk setiap pembunuhan yg dilakukan oleh Muslim: Pembunuhan tanpa hak yang disengaja apalagi direncanakan terhadap Muslim, maka hukumanya adalah hukuman mati. Kemudian untuk pembunuhan sengaja tanpa hak terhadap orang Yahudi dan Nasrani yang memiliki dan menepati perjanjian damai degan kaum Muslimin atau orang Yahudi dan Nasrani yang bukan pelaku kejahatan maka hukumannya dimungkinkan hukuman mati (jika pembunuh membunuh dzimmi dengan sangat keji); atau diyat penuh dan membebaskan hamba sahaya; atau puasa selama 2 bulan berturut-turut (untuk Muslim yang tdk mampu). 

Lalu untuk pembunuhan sengaja tanpa hak terhadap orang non-Muslim, non-Yahudi dan non-Nasrani atau orang Yahudi dan Nasrani pelaku kejahatan -baik kejahatan berupa tindakan kriminal maupun kejahatan terhadap akidah dan akhlak Muslim- maka hukumannya adalah diyat separuh dari diyat Muslim. Sedangkan untuk pembunuhan nampak/ mirip sengaja atau tidak disengaja, maka hukumannya adalah membebaskan hamba sahaya dan membayar diyat (jika korban adalah Muslim); atau membayar diyat terlebih dahulu kemudian membebaskan hamba sahaya (jika korban adalah orang non-Muslim yang ada perjanjian damai dengan kaum Muslimin); atau pada kasus tertentu membebaskan hamba sahaya saja; atau puasa selama 2 bulan berturut-turut (untuk Muslim yang tidak mampu).

Qishash

Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) 
dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.
Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. [Q.S. Al Maa’idah (5): 45-46]
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[421] terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu[422], Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, [Q.S. Al Maa’idah (5): 48]
[421]. Maksudnya: Al Quran adalah ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam kitab-kitab sebelumnya. [422]. Maksudnya: umat Nabi Muhammad s.a.w. dan umat-umat yang sebelumnya.

Qishash atau pembalasan yang setimpal atas perbuatan seseorang terhadap orang lainnya. Qishash dibagi ke dalam dua bagian yakni qishash pembunuhan dan qishash pelukaan.

Qishash pembunuhan dilakukan apabila seorang Muslim dengan sengaja terlebih jika direncanakan dan tanpa hak membunuh Muslim lainnya. Seorang Muslim tidak diqishash karena membunuh orang non-Muslim atau kafir. Sebagaimana hadits berikut ini: Dan diriwayatkan pula dari ‘Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya, bahwa Nabi Saw. bersabda: "Orang mukmin itu tidak dihukum mati karena membunuh orang kafir." Ibnu Rusyd, 1995/1416. P. 143. Seorang Muslim tidak diqishash karena membunuh non-Muslim kecuali jika Muslim tersebut membunuh kafir dzimmi -orang Yahudi atau Nasrani yang memiliki dan menepati perjanjian damai dengan kaum Muslimin atau orang Yahudi atau Nasrani yang bukan pelaku kejahatan- tanpa hak dan dengan sangat keji.

Kemudian qishash pembunuhan ini juga dilaksanakan apabila seorang non-Muslim dengan sengaja membunuh non-Muslim lainnya. Pelaksanaan qishash bagi non-Muslim khususnya Yahudi dan Nasrani didasarkan pada Taurat dan Injil kitab Ulangan pasal 19 ayat 21 yang isinya sebagai berikut:
Maka djangan kamu sajang akan dia, melainkan djiwa diganti djiwa, dan mata akan ganti mata, dan gigi akan ganti gigi, dan tangan akan ganti tangan, dan kaki akan ganti kaki adanja.
Hukum di atas sesuai dan disempurnakan di dalam Al Qur’an surah Al Ma’aidah (5): 45.

Qishash pembunuhan ini dibatalkan apabila korban atau keluarga korban memaafkan.

*Pemaafan pada pembunuhan sengaja maupun tidak sengaja wajib dilakukan secara kekeluargaan/ musyawarah sebelum perkara dilaporkan kepada khalifah/ pemerintah Islam karena jika perkara sudah sampai kepada khalifah/ pemerintah Islam maka qishash atau diyat, terlebih pembebasan hamba sahaya atau puasa selama 2 bulan wajib dilaksanakan. Hukum Islam ditegakkan. -> Aku mempertimbangkan ini berdasarkan hadits Rasulullah Saw. Semoga aku dapat menemukan kembali hadits atau terjemah hadits mengenai ini.

Qishash pelukaan dilakukan apabila seorang Muslim dengan sengaja terlebih jika direncanakan dan tanpa hak melukai Muslim lainnya. Qishash ini tidak diberlakukan pada setiap pelukaan, hanya pada pelukaan tertentu yang kemungkinan besar qishash pelukaan tersebut tidak menyebabkan kematian seperti qishash pada mata, gigi, juga bagian luar kepala dan luar tubuh. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah yang terjemahannya sebagai berikut “Sesungguhnya Rasulullah Saw. menghapuskan qishash pada pelukaan yang sampai menembus ke pangkal otak, pelukaan yang mencopot tulang, dan pelukaan yang sampai ke dalam badan.” Ibid 163

Pelukaan yang tidak dapat diqishash tersebut diganti dengan diyat berat. Sementara pada pelukaan tidak disengaja dikenakan diyat ringan atau sekedar hukumah (biaya pengobatan) tergantung pada jenis luka yang diderita korban.

Qishash pelukaan diberlakukan pula kepada non-Muslim yang sengaja melukai non-Muslim lainnya. Qishash pelukaan bagi non-Muslim, orang Yahudi maupun Nasrani, diberlakukan sesuai hukum Taurat dan Injil yang tercantum pula serta disempurnakan di dalam Al Qur’an seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
Mohon maaf, saat ini (Dzulqo’dah 1434 H), aku sama sekali belum memahami hukum apabila seorang Muslim melukai non-Muslim, baik sengaja maupun tidak sengaja serta hukum bagi kafir non-Yahudi dan non-Nasrani. Mengenai hukum Islam ini, memang ada baiknya bagi aku dan kaum Muslimin untuk bertanya kepada alim atau ulama yang kompeten dalam hal hukum Islam.

Qishash pelukaan dibatalkan apabila korban atau keluarga korban memaafkan atau korban atau keluarga korban menuntut diyat.

* Pemaafan pada pelukaan sengaja maupun tidak sengaja wajib dilakukan secara kekeluargaan/ musyawarah sebelum perkara dilaporkan kepada khalifah/ pemerintah Islam karena jika perkara sudah sampai kepada khalifah/ pemerintah Islam maka qishash -pada pelukaan yang dapat dilaksanakan qishash- atau diyat wajib dilaksanakan. Hukum Islam ditegakkan.

Diyat
Diyat adalah sejumlah harta yang dibayarkan sebagai denda atau ganti rugi atas pembunuhan khususnya pembunuhan tidak sengaja atau atas pelukaan baik sengaja maupun tidak sengaja. Diyat ini memiliki ketentuan yang berbeda-beda bergantung kepada status korban dan status pembunuhan atau pelukaan.
Jenis diyat berdasarkan status korban, misalnya berdasarkan gender: Diyat bagi korban yang merupakan pria Muslim adalah diyat penuh sedangkan diyat bagi korban yang merupakan perempuan Muslim adalah setengah (1/2) dari diyat pria Muslim. -> Aku belum menemukan hadits shahih maupun terjemah hadits mengenai diyat Muslimah ½ dari diyat pria Muslim. Kemudian jenis diyat berdasarkan agama: Diyat non-Muslim atau kafir dzimmi dimungkinkan diyat penuh sementara diyat kafir harbi dan orang musyrik adalah setengah (1/2) dari diyat Muslim. Fuqaha golongan pertama berpegangan dengan hadits yang diriwayatkan dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya bahwa Nabi Saw. bersabda: "Diyat orang kafir adalah separuh dari diyat orang Muslim." Ibid. P. 182.

Jenis diyat berdasarkan status pembunuhan atau pelukaan: sengaja atau tidak sengaja. Pada pembunuhan sengaja lazimnya dikenai qishash (pembalasan), nyawa dibayar nyawa, namun ada kondisi tertentu yang dapat membuat pembunuhan tersebut tidak dikenai qishash namun dikenai diyat misalnya: pada pembunuhan –mirip- sengaja yang korbannya adalah penjahat yang meresahkan. Kemudian diyat pada pembunuhan tidak sengaja juga dikenai diyat.

Sedangkan diyat untuk pelukaan, jika pelukaan dilakukan secara sengaja maka diyatnya adalah diyat berat, 
jumlah diyat tergantung dari kondisi dan area pelukaan. Sementara untuk pelukaan yang tidak disengaja maka diyatnya berupa diyat ringan juga bergantung pada kondisi dan area pelukaan.
Diyat disarankan berupa unta, namun dapat pula berupa emas, perak, dinar, dirham, sapi, kambing atau pakaian. Berikut terjemah hadits serta pendapat para imam dan para fuqaha mengenai hal tersebut:

Diyat Berupa Unta
Abu Daud meriwayatkan dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari kakaknya:
"Sesungguhnya Rasulullah Saw. menetapkan bahwa barangsiapa membunuh dengan tersalah, maka diyatnya adalah seratus unta, yaitu tiga puluh unta betina binti makhadh, tiga puluh unta betina binti labun, tiga puluh unta hiqqah, dan sepuluh unta jantan ibni labun."
“Para ulama tersebut membagi diyat kepada dua puluh lima unta jadza’ah, dua puluh lima unta hiqqah, dua puluh lima unta betina binti labun, dua puluh lima unta betina binti makadh. Sebagaimana diriwayatkan dari Ali ra. dan dikeluarkan oleh Abu Daud.” Ibnu Rusyd, 1995/1416. P. 173.

Diyat Berupa Emas dan Perak atau Dinar dan Dirham
Imam Malik berpegangan dengan penilaian Umar bin Al-Khaththab ra. Terhadap seratus unta dari pemilik emas dengan seribu dinar dan dari pemilik perak dengan dua belas ribu dirham.
Ulama Hanafiyah berpegangan dengan hadis yang dieiwayatkan Umar ra. pula, yaitu bahwa ia menilai satu dinar denga sepuluh dirham. Juga ijma’ fuqaha untuk menilai berat timbangan dalam zakat dengan dirham-dirham.
Imam Syafi’I berpendapat bahwa pada dasarnya diyat itu adalah seratus unta. Adapun penetapan Umar ra. Seribu dinar untuk pemilik emas dan dua belas ribu dirham untuk pemilik perak tidak lain karena jumlah tersebut merupakan harga unta dinilai dengan emas dan perak pada masa itu. Ibid. P. 174
“Diyat-diyat di masa Rasulullah Saw. Adalah delapan ratus dinar dan delapan ribu dirham, dan diyat ahli kitab adalah separuh dari diyat orang Islam. Kakek ‘Amr berkata, “Maka demikianlah keadaannya hingga Umar diangkat menjadi khalifah. Kemudian ia naik berkhutbah dan berkata, “Unta-unta sudah menjadi mahal.” Kemudian Umar menetapkan diyat untuk pemilik perak dua belas ribu dirham, untuk pemilik emas seribu dinar, untuk pemilik sapi dua ratus ekor, untuk pemilik kambing dua ribu ekor, dan untuk pemilik pakaian-pakaian dua ratus pakaian, dan dia membiarkan diyat ahli dzimmah tanpa menaikkan sesuatu pun.” Ibid. P. 175.
12 dinar = 28 gram emas. Ibid P. 106.

Diyat Berupa Ternak dan Pakaian
…,
Abu Yusuf, Muhammad bin Al-Hasan, dan tujuh fuqaha Madinah berpendapat bahwa pemilik kambing dikenai diyat sebanyak dua ribu ekor, pemilik sapi dua ratus ekor, dan pemilik pakaian dua ratus potong pakaian.
…, Juga hadis yang disandarkan oleh Abu Bakar bin Abu Syaibah dari Atha’:
"Rasulullah Saw. menetapkan diyat atas harta orang banyak dalam wujud apa juga harta itu. Atas pemilik unta seratus ekor unta, atas pemilik sapi dua ratus ekor sapi, dan atas pemilik pakaian dua ratus lembar pakaian." Ibid. P. 176.

Diyat untuk Perkara Pembunuhan
Diyat lazimnya dibayarkan kepada keluraga korban pembunuhan yang dilakukan secara tidak sengaja. Jumlah diyat yang dibayarkan adalah 100 ekor unta; atau 2000 ekor kambing; atau 200 ekor sapi; atau 200 lembar pakaian; atau emas; atau perak; atau dinar; atau dirham. Terjemah hadits untuk jumlah diyat ini telah dipaparkan pada penjelasan sebelumnya. Namun diyat untuk perkara pembunuhan dapat pula ditunaikan untuk pembunuhan sengaja atau mirip sengaja misalnya pembunuhan yang korbannya adalah penjahat yang meresahkan atau pembunuhan sengaja yang dilakukan oleh orang gila.

Diyat untuk Perkara Pelukaan
Setelah mempelajari mengenai diyat untuk kasus pelukaan, aku menarik simpulan bahwa yang dimaksud dengan diyat untuk pelukaan adalah sejumlah harta yang dibayarkan untuk ganti rugi atas pelukaan yang diakukan secara sengaja maupun pelukaan yang dilakukan secara tidak sengaja. Terdapat beberapa kategori pelukaan, diantaranya: pelukaan di area kepala, pelukaan di badan dan pelukaan pada anggota badan. Jenis pelukaan ini dispesifikasi lagi ke dalam beberapa jenis, untuk setiap jenis pelukaan tersebut terdapat ketentuan diyatnya. Dalam tulisan ini, dikarenakan keterbatasan pengetahuan aku, aku hanya akan memaparkan sebagian mengenai pelukaan beserta diyatnya.

  • Pelukaan Kepala:
Pelukaan kepala dibagi menjadi 10 bagian, 4 bagian diantaranya adalah:
  1. Mudhihah adalah pelukaan di area kepala yang menampakan tulang kepala atau tulang muka, misalnya tulang kepala: tulang tengkorak atau tulang muka: tulang dahi, pipi, hidung dan dagu. Diyat untuk pelukaan ini adalah 5 ekor unta.
  2. Munaqqilah adalah pelukaan sampai mengeluarkan tulang di area kepala. Aku memperkirakan bahwa pelukaan munaqqilah merupakan pelukan yang trauma atau luka yang ada lebih parah dari pelukaan mudhihah. Diyat untuk pelukaan munaqqilah ini adalah sepersepuluh (1/10) diyat jika terjadi secara sengaja, sedangkan jika terjadi secara tidak sengaja, maka diyatnya adala setengah (1/2) dari sepersepuluh (1/10) diyat.
Contoh perhitungan diyat munaqqilah yang pelukaanya terjadi secara sengaja: 1/10 x 100 unta = 10 unta; 1/10 x 800 dinar = 80 dinar; atau 1/10 x 8000 dirham = 800 dirham; atau 1/10 x 12000 dirham = 1200 dirham; atau 1/10 x 1000 dirham = 100 dinar; atau 1/10 x 200 sapi = 20 sapi; atau 1/10 x 2000 kambing = 200 kambing; atau 1/10 x 200 pakaian = 20 pakaian.
Contoh perhitungan diyat munaqqilah yang pelukaanya terjadi secara tidak sengaja: ½ (1/10 x 800 dinar) = 40 dinar; ½ (1/10 x 8000 dirham) = 400 dirham; atau ½ (1/10 x 100 unta) = 5 unta; atau ½ (1/10 x 200 sapi) = 10 sapi; atau ½ x (1/10 x 2000 kambing)  = 100 kambing; atau ½ (1/10 x 200 pakaian) = 10 pakaian.
  1. Hasyimah adalah pelukaan dengan mematahkan atau meretakkan tulang kepala. Diyat untuk pelukaan ini adalah sepersepuluh (1/10) diyat.
  2. Ma’munah adalah pelukaan yang mengenai pangkal otak. Diyatnya adalah sepertiga (1/3) diyat.
Contoh perhitungan diyat Ma’munah: 1/3 x 100 unta = 33,33 unta, dibulatkan menjadi 34 unta (karena terdapat kelebihan maka ada baiknya dibulatkan ke atas); atau 1/3 x 800 dinar = 266, 67 dinar -> dibulatkan menjadi 267 dinar; atau 1/3 x 8000 dirham = 2666, 67 dirham -> dibulatkan menjadi 2667 dirham; atau 1/3 x 12000 dirham = 4000 dirham; 1/3 x 1000 dinar = 333,33 -> dibulatkan  menjadi 333, 5 dinar; atau 1/3 x 200 sapi = 66,66 sapi dibulatkan menjadi 67 sapi; atau 1/3 x 2000 kambing = 666, 66 kambing dibulatkan menjadi 667 kambing; atau 1/3 x 200 pakaian = 66,66 pakaian dibulatkan menjadi 67 pakaian.
Diyat sejatinya dibayarkan untuk pelukaan yang tidak disengaja. Hanya saja ada jenis pelukaan tertentu yang mengenai tulang kepala atau bagian rawan lainnya, walaupun dilakukan dengan sengaja tidak dilakukan qisash (pembalasan) tetapi cukup membayar diyat karena jika dilakukan qisash pada pelukaan tulang kepala atau bagian rawan tersebut dikhawatirkan terjadi kematian.

  • Pelukaan badan:
Ja’ifah adalah pelukaan badan khususnya yang mengenai punggung dan perut. Diyatnya adalah sepertiga (1/3) diyat.
Diyat mengenai pelukaan anggota badan, termasuk pemotongan anggota badan, didasarkan keterangan dalam surat yang dikirimkan Rasulullah kepada Amr bin Hazm mengenai diyat, terjemahannya adalah sebgai berikut:
“Pada pembunuhan jiwa itu dikenakan diyat seratus ekor unta, pada pelukaan hidung jika terpotong sama sekali dikenakan diyat seratus ekor unta, pada pelukaan ma’mumah sepertiga diyat, pada pelukaan ja’ifah juga sepertiga diyat, pada pelukaan mata lima puluh ekor unta, pada pemotongan tangan lima puluh ekor unta, pada pemotongan kaki limapuluh ekor unta, pada pemotongan tiap-tiap jari yang ada padanya sepuluh ekor unta, dan pada penanggalan gigi dan pelukaan mudhihah lima ekor unta.” Ibnu Rusyd, 1995. Jilid 5 hal 198-198.

Berdasarkan hadits di atas, dapat diketahui bahwa  diyat untuk pembunuhan jiwa adalah 100 unta; diyat untuk pelukaan hidung hingga hidung benar-benar terlepas adalah 100 ekor unta; diyat ma’mumah (pelukaan pada kepala yang telah dijelaskan sebelumnya) adalah 1/3 diyat; diyat pelukaan mata adalah 50 unta; diyat pemotongan tangan adalah 50 unta; diyat pemotongan kaki 50 unta; diyat pemotongan setiap jari adalah 10 ekor unta, dan diyat untuk terlepasnya gigi serta pelukaan mudhihah (pelukaan pada kepala yang juga telah dijelaskan sebelumnya) adalah 5 unta.  

Untuk pematahan tulang rusuk, aku tidak mengetahui adanya hadits untuk diyat atas pematahan tulang rusuk. Diyat untuk pematahan tulang rusuk ditentukan oleh Umar bin Al-Khattab ra. Ketentuannya adalah sebagai berikut: Dari Imam Malik diriwayatkan bahwa Umar bin Al-Khattab ra. Menetapkan satu ekor unta untuk gigi geraham, satu ekor unta untuk tulang rusuk, dan satu ekor unta untuk pangkal leher. Ibid p. 206. Ada pula para fuqaha yang menyatakan bahwa untuk pelukaan yang tidak ada ketentuan diatnya dari Rasulullah, maka hanya diwajibkan hukumah atau menanggung biaya pengobatan luka. 
Jika memang tidak ada hadits mengenai diyat untuk pelukaan berupa pematahan tulang rusuk maka hukuman atau diyat untuk pelukaan tulang rusuk ini baiknya mengikuti sunnah khulafaur rasyidin yang mendapat hidayah Allah. Dengan demikian jika pematahan tulang rusuk itu dilakukan dengan sengaja, maka diyatnya berupa satu ekor unta, seperti menurut Umar bin Al-Khattab ra. Keharusan berpegang pada sunnah khulafaur rasyidin yang mendapat hidayah Allah adalah berdasarkan terjemah hadits berikut ini:
  
157. Dari ‘Irbadh bin Saariyah, ia berkata: “Suatu kali Rasulullah SAW memberi kami suatu nasehat yang sangat menyentuh sehingga kalbu bergetar dan air mata berlinang, kami berkata: “Wahai Rasulullah! Sepertinya ini nasehat perpisahan, berwasiatlah kepada kami, “beliau bersabda: “Aku wasiatkan kalian bertaqwa kepada Allah, serta ta’at dan mendengar perintah pemimpin sekalipun ia seorang budak Habsyi, dan siapa di antara kalian yang diberi umur panjang, kelak ia akan melihat banyak terjadi selisih pendapat! Maka berpeganglah kalian kepada Sunnahku dan Sunnah para khulafaurasyidin yang mendapat hidayah Allah, peganglah erat-erat! (seperti) menggigit dengan geraham, dan hindarilah amalan yang tidak kucontohkan (bid’ah), karena setiap bid’ah menyesatkan.” HR. Abu Daud dan Tirmizi, ia berkata: “Derajat hadits ini hasan shahih”.  P. 131

Jika pelukaan tulang rusuk dilakukan secara tidak sengaja, menurut hemat aku, maka diyatnya setengah (½) dari harga satu ekor unta atau hanya berupa hukumah, menanggung biaya pengobatan luka. Wallahu’alam.
Diyat dikecualikan apabila korban atau keluarga memaafkan atau korban atau keluarga korban bersedekah.
* Pemaafan pada pelukaan sengaja maupun tidak sengaja wajib dilakukan secara kekeluargaan/ musyawarah sebelum perkara dilaporkan kepada khalifah/ pemerintah Islam karena jika perkara sudah sampai kepada khalifah/ pemerintah Islam maka qishash -pada pelukaan yang dapat dilaksanakan qishash- atau diyat wajib dilaksanakan. Hukum Islam ditegakkan.

[Waktu aku mengerjakan tulisan ini, aku takut nanti Allah marah sama aku karena: pertama, aku menulis mengenai tinju Nabire dipicu oleh kesukaan aku sejak kecil menonton pertandingan tinju. Kemudian tinju ngingetin aku sama seorang yang aku cintai, Tex Saverio, yang dikabarkan pernah membuat karya yang temanya terkait tinju. -> Sekarang aku ga setuju sama baju-bajunya yang tidak menutup aurat. Kemudian aku sudah tidak menyenangi lagi menonton tinju karena cenderung mengarah pada kekerasan bukan di jalan Allah. Semoga Allah memberikan hidayah kepada Tex Saverio untuk masuk dan memeluk Islam. Amin.
Ditambah, aku ngeh ada beberapa kasus pelukaan tapi aku cuek aja, atau hanya mendoakan semampu aku, sementara giliran anaknya Ahmad Dhani kena musibah, aku langsung sibuk mempelajari diyat untuk kasus pelukaan. Ahmad Dhani adalah salah satu musisi yang dulu sempat aku sukai dengan kadar yang mengherankan, dulu aku suka banget  sama Ahmad Dhani. Dan mendadak kecewa berat waktu aku baca informasi bahwa Ahmad Dhani mempropagandakan bahwa ia tidak shalat. -> Ini kabar rekayasa bukan ya? Shalat aku masih jauh dari sempurna, namun aku menyadari bahwa shalat sangatlah penting, perintah Allah untuk dilaksanakan. Aku menasihatkan diri sendiri dan Ahmad Dhani untuk mendirikan shalat. Semoga Allah menolong aku dan Ahmad Dhani serta kaum Muslimin untuk mendirikan shalat, menegakkan hukum dan syariat Islam. Amin.

Sementara aku bersemangat untuk mempelajari hukum Islam berupa qishash dan diyat pada pembunuhan, awalnya adalah saat terjadi kasus di LP Cebongan, Sleman.
Aku minta ampun kepada Allah: Ya Allah, ampuni aku. Astaghfirullahaladzhim. Laaillahaillaanta subhaanaka inni kuntu minaddhoolimiin.

Baru kemudian minta maaf kepada manusia: manusia seluruhnya maafin aku atas ketidakadilan yang aku lakukan…
-> Aku tidak meminta maaf untuk melarang kemungkaran, kemaksiatan dan kekafiran.

Adik aku yang kecil menyatakan bahwa ia kasian kepada anaknya Ahmad Dhani dan memprotes pemerintah dengan kata-kata yang intinya: anaknya Ahmad Dhani kecelakaan pemerintah baru deh ngadain razia. -> Razia kendaraan bagi pelajar di bawah umur. Adik aku aga sewot karena ada teman sekelasnya yang beberapa waktu yang lalu mengalami kecelakaan parah saat mengendarai kendaraan bermotor. Jika pemerintah sejak dahulu tanggap mengenai hal ini, ada aturan yang ketat dan tidakan yang tegas kemungkinan kecelakaan pada anak-anak dibawah umur dapat sangat dihindari.

Semua kecelakaan yang telah terjadi merupakan takdir Allah swt, yang dapat dilakukan adalah berdoa kepada Allah dan melakukan penanganan atau penanggulangan kecelakaan dengan baik dan benar sesuai syariat Islam. Sedangkan untuk takdir yang belum terjadi, kita semua: pemerintah serta masyarakat terutama para orang tua sepatutnya bekerja sama dalam pencegahan kecelakaan yakni dengan berdoa kepda Allah swt dan melakukan berbagai tidakan preventif sesuai syariat Islam.]

Terima kasih aku ucapkan kepada para narasumber yang memberikan pandangan mengenai pentingnya perlindungan anak serta para pakar yang menasihatkan mengenai pentingnya peranan orangtua dalam pendidikan, terlebih alim yang memberikan  nasihat mengenai pentingnya parenting sesuai Al Qur'an. Semoga aku dan kaum Muslimin khususnya dapat saling nasihat menasihati berpedoman pada Al Qur’an dan As Sunnah. Amin.

Kepada para non-Muslim Papua dan Sumatera Utara, juga seluruh non-Muslim aku sampaikan ajakan: Maukah kalian masuk dan memeluk Islam?

Saran ini merupakan pengembangan dari ide Abi aku, sebagai bahan pertimbangan: Sehubungan saat ini (Ramadhan – Dzulqo’dah 1434 H) hukum dan syariat Islam belum diberlakukan di seluruh wilayah Indonesia, maka pelaksanaan berbagai hukuman dapat dilakukan di Aceh Darussalam. Untuk menjalani hukuman sesuai hukum dan syariat Islam, pelaku/ penanggungjawab kejahatan yang berupa kesengajaan maupun pelaku/ penanggungjawab kelalaian dan ketidaksengajaan yg menyebabkan hilangnya nyawa orang lain dapat diekstradisi ke Aceh yang sudah mulai menerapkan hukum dan syariat Islam. Semoga hukum dan syariat Islam dapat ditegakkan di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia. Amin. Semoga Allah meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Amin.

Sumber:

Al Qur’an dan Terjemahannya, Depag RI. Dicetak di Medinah Munawwarah, 1412 H.
Al Qur’an dan Terjemahnya (digital). Rajab 1424(September 2003) Website:http://geocities.com/alquran_indo. E-mail alquran_indo@yahoo.com.
Al Kitab. Lembaga Al Kitab Indonesia: Jakarta, 1970.
Bidayatul Mujtahid Jilid 5. Ibnu Rusyd. Penerjemah: Imam Ghozali Said, Drs, MA; A. Zaidun, Drs. Pustaka Amani: Jakarta, Oktober 1995 / Jumadil Ula 1416. (Bidayatul Muhjtahid, 1995. Jilid 5, hal. 106, 169-211.)
Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam jilid 1. ‘Abdu ‘l-Lah Nashih ‘Ulwan, Dr. Asy-Syifa’: Semarang, 1981. (hal. 369-374)
Riyadhus Sholihin Jilid Pertama. Imam Abu Zakariya bin Syaraf An Nawawi.  Penerjemah: Erwandi Tarmizi. Editor: Abu Ziyad Eko Haryanto. Riyadh: Darrussalam. 2008.
Terjemah Hadits Shahih Bukhari I-IV. Penerjemah: H. Zainudin Hamidy – H Fachrudin Hs, H. Nasharudin Thaha – Johar Arifin, A. Rahman Zainuddin M. A. Jakarta: Widjaya, 1992.
Televisi khususnya station-station televisi yang menyiarkan berita (TV One, Global, MNC, Metro, Trans Tv, TV7)
RSPD FM Sukabumi: Radio Silaturahim,.

Terima kasih kepada:

Allah swt. Ya Allah, terima kasih atas nikmat ilmu, dan nikmat iman-Islam. Alhamdulillah.

Rasulullah Muhammad saw. Ya Rasulullah, terima kasih telah menjadi suri tauladan bagi umat. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada engkau, seluruh keluarga dan para sahabatmu. Amin.

Umi. Syukron atas setiap doanya serta terima kasih menjadi teman diskusi; Abi. Syukron telah menjadi guru juga teman diskusi bahkan seringkali menjadi teman debat sengit (tapi setelah itu maaf-maafan); adik-adik yang seringkali membantu aku dan menjadi kawan-kawan bertukar pikiran. Semoga Allah merahmati dan meridhai kita dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Amin.

Ulama; Para pakar: hukum, psikologi, dll; Presiden; TNI-POLRI; Penyiaran: Seluruh Televisi dan Radio, Search Engine beserta konten-konten yang ada di dalamnya, Social Networks dan semua pihak yang menjadi perantara perbaikan tulisan terkait bagian dari Hukum dan Syariat Islam ini.

*Penegakkan hukum dan syariat Islam sepatutnya dimulai dari para pemimpin.
Kepada para pemimpin yang beragama Islam: Untuk Presiden SBY khususnya, untuk para presiden umumnya, untuk para mantan presiden yang masih hidup dan para calon presiden yang sampai Dzulqo’dah 1434 H saat ini belum menegakkan hukum dan syariat Islam, aku harap untuk segera menegakkan hokum dan syariat Islam karena aku khawatir Allah akan menuntut anda di akhirat kelak.
Kepada para pemimpin yang beragama non-Islam: Maukah kalian masuk dan memeluk Islam, menegakkan hukum dan syariat Islam agar Allah merahmati dan meridhai di dunia dan di akhirat. Siksa Allah amatlah pedih bagi orang-orang yang kafir.

Semoga Allah memberi taufiq dan hidayah kepada aku dan kaum Muslim untuk menegakkan Hukum dan Syariat Islam serta untuk menjadi pribadi-pribadi yang bertaqwa kepada Allah. Semoga Allah memberi hidayah kepada para non-Muslim untuk masuk dan memeluk Islam.

*Memeluk Islam menurut aku berarti juga memegang teguh agama Allah termasuk menegakkan hukum dan syariat Islam.

Wallahu'alam.

Ramadhan - Syawal 1434 H

Revisi:
1315181920212426272829.09.13 -> 070910121314151820212223 Dzulqo’dah 1434 H

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.


0 komentar: