Polisi dan Tentara Wanita Berjilbab

Kewajiban Menutup Aurat Bagi Muslimah  
(Termasuk Bagi Polisi dan Tentara Muslimah)

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Al Ahzab (33): 59]

[1232]. Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.
"Wahai Asma’, jika seorang wanita telah menjalani haid, maka tidak diperbolehkan baginya dilihat kecuali ini dan ini. Beliau mengisyaratkan wajah dan kedua telapak tangannya." (HR. Abu Daud) Syaikh Kamil Muhammad, 2008. P. 693.
Terjemah ayat Al-Qur’an serta dalil Al Hadits di atas merupakan perintah bagi para Muslimah untuk menutup aurat, untuk mengenakan hijab maupun jilbab.

Jadi, Ibu-ibu Polisi wanita dan Tentara wanita yang PEMBERANI, jika ada atasan menghalangi/ melarang penggunaan jilbab maka wajib memberikan nasihat, lebih bagus lagi jika atasan tersebut dinasihati beramai-ramai sambil mendo’akan atasan tersebut agar diberi taufiq dan hidayah oleh Allah untuk mengizinkan penggunaan jilbab bagi para Polwan dimana pun berada.

Pa Presiden, Pa Kapolri, Pa Panglima TNI baiknya menasihati jika ada anggota atau petinggi TNI-Polri menghalagi atau melarang penggunaan jilbab bagi Polisi-Tentara wanita, jika anggota atau petinggi TNI-Polri tetap bersikeras tidak mengizinkan penggunaan jilbab, bagusnya dipindahkan tugaskan saja menjadi non-job. Kemudian, jika ada anggota maupun petinggi TNI-Polri yang menghalagi tegaknya hukum dan syariat Islam, maka pecat atau keluarkan saja dari Kepolisian RI. Kecuali jika ia meminta maaf lalu mengizinkan penggunaan jilbab dan memudahkan bahkan membantu tegaknya hukum dan syariat Islam, bisa saja pangkat atau jabatannya dinaikkan: mengangkat pemimpin pria Muslim yang menegakkan hukum dan syariat Islam, dengan niat dan tujuan berjuang fisabilillah. -> Walaupun sepertinya masih banyak ketidakberesan di tubuh Polri khususnya, namun tidak ada salahnya sedikit demi sedikit TNI-Polri memperbaiki diri serta berusaha menegakkan hukum dan syariat Islam. Demikian halnya dengan diri aku yang juga belum beres, namun ada baiknya sedikit demi sedikit aku memperbaiki diri serta berusaha menegakkan hukum dan syariat Islam.

Anw, sepengetahuan aku menutup aurat sepertihalnya dengan jilbab bukan hanya untuk para wanita Muslim tapi jilbab atau kerudung juga diperuntukan bagi para wanita Yahudi dan Nasrani. Contoh penggunaan jilbab ini terdapat dalam perjanjian lama, dicontohkan oleh Sarah, istri Abraham (Ibrahim) juga oleh Rebekah, istri Ishaq. Jadi, umat Yahudi dan umat Nasrani: Kristen aliran apa pun, gereja manapun -kecuali mungkin GS (Gereja Setan)- tentunya mengimani bahwa Ibrahim dan Ishaq adalah para nabi, maka sepatutnya mereka mencontoh istri para nabi tersebut dalam mengenakan pakaian yang menutup aurat. Umat Islam pun mengimani Ibrahim as dan Ishaq as sebagai para nabi dan rasul Allah, selain itu umat Islam juga mengimani bahwa Isa as dan Muhammad saw merupakan nabi dan rasul Allah. Saran aku, yang paling baik, semoga diridhai Allah, adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani masuk dan memluk Islam kemudian mengenakan pakaian yang menutup aurat sesuai syariat Islam. 

Terima kasih untuk anggota khususnya petinggi Polri yang mengizinkan penggunaan jilbab bagi Polwan, penggunaan jilbab bukan hanya bagi Polwan di Aceh tapi di seluruh Indonesia. Berjilbab di dalam setiap kesempatan, situasi dan kondisi, jilbab menjadi pakaian sehari-hari sesuai syara. Semoga para pemimpin Muslim yang membantu dan memudahkan tegaknya hukum dan syariat Islam, mendapat rahmat dan ridho Allah di dunia dan di akhirat. Amin.

[Actually, saat aku menulis tulisan mengenai Polisi wanita dan Tentara wanita termasuk Polwan mengenakan jilbab, ada rasa ragu terkait pekerjaan Polisi dan Tentara wanita, karena aku lebih setuju jika para wanita berada di rumah, menuntut ilmu terutama ilmu agama Islam: mempelajari Al Qur'an dan As Sunnah, melayani suami, mendidik
anak-anak: mengajarkan Al Qur'an dan As Sunnah kemudian mengajarkan ilmu yang bermanfaat di dunia dan di akhirat, merawat anak-anak dan mengurus rumah tangga. Baik pula bagi para wanita jika di rumah, selain mendidik anak-anak sendiri juga mendidik anak-anak para tetangga: mengajarkan Al Qur'an dan As Sunnah kemudian mengajarkan ilmu yang bermanfaat di dunia dan di akhirat, mendidik mereka sesuai syariat Islam. Terlebih masih banyak Polwan yang berdandan dan bersikap seperti laki-laki, di dalam Islam wanita dilarang berdandan dan berprilaku seperti pria.

Namun demikian, jika suami mengizinkan istrinya untuk bekerja dengan pekerjaan dan penghasilan yang hallal di luar rumah, apalagi dalam bidang yang sama dengan suami (selama para wanita tersebut tidak menjadi pemimpin bagi para laki-laki), serta dapat berakhlak sesuai syariat Islam, maka aku tidak dapat melarang. Hanya saja, aku tetap lebih setuju jika wanita lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat umumnya bagi orang lain, khususnya bagi diri sendiri dan keluarga dengan mengharap rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat.]


Terima kasih, syukron, aku ucapkan kepada Ibu Nisa dan Ibu Romelah (para Polwan) yang sudah bersedia berbincang bersama aku, salah satunya mengenai penggunaan jilbab bagi Polwan. Selanjutnya Aku ucapkan syukron kepada Ua aku, Siti Fatimah (Tintin), yang memberitahukan bahwa Polwan akan diizinkan berjilbab.
Syukron juga aku ucapkan kepada Tante Grace (Ibu Edy) yang menyampaikan informasi kepada Ua aku bahwa Polwan akan diizinkan berjilbab.Semoga Allah menjadikan kami sebagai Muslimah yang bertaqwa kepada Allah, Muslimah yang mukhlish. Amin. 
 
-> Subhanallah walhamdulillah, Kapolri, Pa Sutarman, mengizinkan Polwan di seluruh Indonesia berjilbab, bolehnya Polwan berjilbab ini diberlakukan sejak Rabu, 20.11.13. -> 16 Muharram 1435 H. 


Syukron Pa Sutarman. Jazakallah. Semoga Allah senantiasa merahmati Pa Sutarman. Terima kasih POLRI.

-> Aku terlalu excited hingga memajang gambar satu bintang hijau. Padahal Kapolri kan udah punya banyak bintang kuning. 

-> Setelah terdapat pernyataan penundaan izin pemakaian jilbab bagi Polwan, aku sempet bepikir yang intinya kurang lebih 'Kayaknya kalo izin pemakaian jilbab bagi Polwan seluruh Indonesia tidak jadi disahkan, aku turunin pangkat Kapolri jadi bintang satu lagi. Tapi kalo izin pemakaian jilbab bagi Polwan seluruh Indonesia jadi disahkan mungkin aku kasih Kapolri satu bintang lagi supaya jadi bintang 5. Bisa ga ya kayak gini?' -> Pemikiran ini sepertinya kurang tepat, mustinya jika izin pemakaian jilbab bagi Polwan seluruh Indonesia tidak jadi disahkan, diturunkan satu bintang tapi jika izin pemakaian jilbab bagi Polwan seluruh Indonesia jadi disahkan, dinaikkan satu bintang.

Aku menyayangkan penundaan izin pemakaian jilbab bagi Polwan selain di Aceh. Aku pun sedih tidak dapat berbuat banyak bagi Polwan terkait jilbab ini. Aku berterima kasih kepada para Muslim khususnya para Muslimah yang telah menyatakan kesediaannya untuk membantu para Polwan untuk berjilbab. Menurut Republika Online, Chofifah Indar Parawansa menyatakan hal yang intinya bahwa ia dan banyak Muslimah bersedia membantu Polwan terkait jilbab. Syukron aku ucapkan kepada Bu Chofifah dan para Muslimah yang bersedia membantu Polwan dalam mengenakan jilbab. Jazakallah.

Salah satu sahabat aku, Rika Oktariani Syahputri, yang merupakan seorang istri Polisi pun mengutaran pendapat yang intinya adalah ada baiknya bahwa Polwan di seluruh Indonesia segera mendapat izin untuk mengenakan jilbab, berbuat baik hendaklah tidak ditunda-tunda. Syukron Bu Rika atas pendapatnya.

Aku harap izin pemakaian jilbab bagi Polwan seluruh Indonesia segera disahkan.

Ramadhan 1435 H: Alhamdulillah, anggaran untuk seragam Polwan berjilbab disetujui oleh DPR. Berikut link beritanya: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/14/07/03/n84c06-dpr-dianggap-beri-kelegaan-polwan-ingin-berjilbab  
Semoga anggaran tersebut dapat dipergunakan dengan semestinya di jalan Allah.


Semoga Allah merahmati dan meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Amin.


Sumber:
Al Qur’an digital dan Al Qur’an dan terjemahannya, Depag RI.
Fiqih Wanita: edisi Lengkap. Syaikh Kamil Muhammad ‘Uwaidah. Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M. Pustaka Al Kautsar: Jakarta, 2008.
Agama. Kompasiana. com/2010/08/12/ …
Republika Online


Televisi khususnya TV One. 


Wallahu’alam.

2021.06.13 -> 12 Sya’ban 1434 H



Revisi:
161727.07.13 -> 0920 Ramadhan 1434 H
21.11.13 -> 17 Muharram 1435 H
30.04.14 -> 30 Jumadil Akhir 1435 H
06.07.14 -> 09 Ramadhan 1435 H


Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.