TNI - POLRI dan Petugas Keamanan Yang Bertaqwa Kepada Allah Swt


TNI - POLRI dan Petugas Keamanan Yang Bertaqwa Kepada Allah Swt

Tulisan ini dinspirasi oleh berita mengenai seorang Polisi yang terjun ke dunia keartisan dengan mencontohkan hal yang tidak Islami kemudian seorang Polisi tersebut memilih untuk disersi, aku sangat menyayangkan adanya Polisi yang disersi juga mencontohkan berkesenian yang tidak Islami. Menurut aku, mantan Briptu ini memang memiliki bakat seni, namun seyogianya diarahkan agar dapat berkesenian sesuai syariat Islam. Namun demikian, aku ucapkan terima kasih, syukron, kepada mantan Polisi tersebut karena pernah memberi contoh untuk hadir dalam majelis ilmu agama Islam.

Oia wajah mantan Briptu itu sempat mengingatkan aku terhadap seorang Polisi, orang Sunda, yang pernah mendampingi salah satu saudara aku –yang sekarang sudah almarhum- saat menjabat sebagai perwira tinggi Polisi, seorang Polisi tersebut sampai hampir kehilangan nyawanya ketika berada dalam tugas mendampingi saudara aku tersebut. -> 2 orang yang menurut aku mirip hanya saja satu disersi, satu lagi -sampai sejauh ini- tetap berdedikasi sebagai Polisi. Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada aku, mantan Polisi dan seorang Polisi yang aku maksud untuk bertaqwa kepada Allah. Mudah-mudahan Allah merahmati dan meridhai aku, mereka dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Amin.

Jika ada aparat yang memang ingin menghibur sesama aparat atau menghibur masyarakat baiknya hiburannya merupakan hiburan yang tidak berlebihan sesuai syariat Islam, seperti nyanyian yang membangkitkan semangat untuk terus berjuang dalam melakukan kebaikan serta menegakkan kebenaran dan keadilan di jalan Allah.

Terkait berita, ada pula berita mengenai pembakaran kantor Polres oleh beberapa anggota TNI. -> Aparat keamanannya aja banyak yang brutal, ga heran kalo masyarakatnya banyak yang barbar. Menurut aku, kekerasan memang boleh dipakai tapi digunakan di jalan Allah, untuk menegakkan kalimat tauhid, meneggakkan agama Allah.

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. [Q.S. At Taubah (9): 29]
[638]. Jizyah ialah pajak per kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari orang-orang yang bukan Islam, sebagai imbangan bagi keamanan diri mereka.

Setiap kali hendak melepas pasukannya, Rasulullah saw selalu menasihatkan:
“Aku nasihatkan kamu agar bertaqwa kepada Allah, agar selalu berbuat baik terhadap orang yang bersama kamu dari kaum Muslimin, berperanglah dengan Nama Allah, dalam jalan Allah, terhadap orang-orang kafir dengan Allah, dan jangan kamu berhianat (mungkir janji), jangan keterlaluan, jangan membunuh anak-anak dan wanita, juga orang-orang yang sudah tua, jangan pula membunuh orang yang mengucilkan diri dalam tempat-tempat ibadah, jangan merusak pohon kurma, jangan memotong tumbuh-tumbuhan, jangan kamu meruntahkan bangunan.” Kehidupan Nabi Muhammad SAW dan Amirul Mukminin Ali Bin Abi Thalib R. A. Hal. 346
-> Meruntahkan mungkin maksudnya meruntuhkan bangunan.

Keterangan mengenai hal di atas sesuai terjemah hadits adalah sebagai berikut:
 


Larangan membunuh orang tua renta, anak-anak dan wanita adalah sebagai berikut:
 
Riwayat Anas bin Malik dari Nabi Saw., beliau bersabda: “Janganlah kamu membunuh orang yang sangat tua, anak-anak, dan orang-orang perempuan. Dan janganlah kamu berkhianat.” (HR. Abu Dawud)
[Ibnu Rusyd, 1995 (1416 H). Jilid 2: Page 317]


Rasulullah saw pernah menebang dan membakar pohon kurma milik orang-orang Yahudi dikarenakan penghianatan yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi.
 

1133. Dari Abdullah r.a. dari nabi s.a.w: “Sesungguhnya beliau menebang dan membakar pohon kurma Bani Nadir, yaitu kebun di Buairah. Hasan berkata: Hinalah kaum keluarga Bani Luai karena terlalu banyak melakukan pembakaran di Buairah.1Sahih Bukhari III P. 9

1 Bani Nadir ialah orang Yahudi yang berkhianat. Penebangan ini dilakukan karena siasat perang.
 
Larangan membunuh non-Muslim yang sedang berada di tempat ibadah mereka serta larangan menghancurkan tempat ibadah mereka adalah sebagai berikut: 
  

Riwayat Malik dari Abu Bakar ra., dia berkata: “Kamu akan mendapati orang-orang yang menyangka bahwa mereka mengabdikan diri kepada Allah, maka biarkanlah mereka dan tempat ibadah mereka.”
[Ibnu Rusyd, 1995 (1416 H). Jilid 2: Page 317


Abu Bakar mengatakan:
“Janganlah kamu menebang pohon dan merobohkan bangunan”
[Ibnu Rusyd, 1995 (1416 H). Jilid 2: Page 322]



Kekerasan digunakan dalam situasi yang memang mengharuskan untuk diberlakukannya kekerasan tersebut, tapi bukan dengan maen bakar-bakaran gedung. Aku memohon maaf kepada banyak fihak atas pernyataan yang pernah aku nyatakan yang intinya mengenai ketidaksetujuan aku terhadap perang*, aku baru ngeh bahwa dalam Islam terdapat perintah untuk berperang demi menegakkan kalimat tauhid, meneggakkan agama Allah. Kemudian aku juga memohon maaf kepada beberapa pihak atas pernyataan aku mengenai berperang atau kekerasan dengan segala cara, sepatutnya aku memberikan pernyataan mengenai tata cara melakukan kekerasan atau berperang sesuai syariat Islam.

*Dulu aku mikir yang intinya di dunia ini ga boleh ada perang, dunia ini harus damai. Padahal sepatutnya aku memahami bahwa dunia ini baru akan damai, perdamaian dunia baru akan tercipta, jika nabi yang berasal dari Bani Israil, Nabi Isa Al Masih, diturunkan kembali oleh Allah swt ke muka bumi untuk meneggakkan kalimat tauhid, menegakkan agama Allah, menegakkan syariat Islam. Itu pun sepertinya terjadi perang terlebih dahulu, baru kemudian semua atau banyak orang beriman, syriat Islam tegak dan keadaan dunia menjadi damai atas izin Allah swt. Mudah-mudahan ketika zaman Nabi Isa kelak, semua orang masuk dan memeluk Islam, jadi tidak perlu ada pajak maupun jizyah, yang ada adalah zakat. Semoga terjadi demikian. Amin.

Coba Polisi dan Tentara mencontohkan mengaji Al Qur’an bersama kemudian bersiin pantai dan sungai-sungai. Aparat negara langsung memberikan contoh yang baik sesuai syariat Islam kepada masyarakat Indonesia, jika ada yang mengatakan “Kan ini bukan negara Islam.” Aku bisa bilang “Kan ini bukan negara kafir (Nasrani dan Yahudi), mayoritas penduduknya Islam jadi wajar kalo pake aturan yang berasal dari agama Islam.”
Btw, ade aku dan aku sempet heran sama lambang tengkorak yang pernah aku liat sebagai hiasan dinding tanda mata dari Brimob. Kenapa lambangnya mesti tengkorak? Kalo aku heran kenapa ada lambang burung gagak terus macan kumbang kemudian harimau, bahkan Indonesia lambangnya burung garuda. -> Berdasarkan video yang pernah aku tonton, lambang-lambang sepert ini merupakan lambing-lambang Masonik. Hal ini terkait adanya larangan pembuatan gambar dan bentuk makhluk bernyawa. Mudah-mudahan lambangnya bisa diganti dengan lambang yang bukan merupakan bentuk makhluk bernyawa dan bukan hal yang menyeramkan, lambang yang sesuai syariat Islam.

Hari ini (080511) aku liat di tv, acara ceramah, ada seorang Tentara quro (membaca Al Qur’an) dan beberapa Tentara marawis-an (qosidah/gambus). Alhamdulillah. -> Tentara-tentara tersebut dari Kodam 3 Siliwangi. -> Denger kata Siliwangi keingetan kake moyang aku, kake moyang aku itu Muslim bukan ya. Jika ia non-Muslim aku mohon maaf kepada semua fihak karena ada moyang aku yang non-Muslim, jika ia Muslim, alhamdulillah.
Selain itu, beberapa kali di tv, acara ceramah, aku juga liat para anggota Brimob marawis-an. Alhamdulillah.
                                                                                                                                     
Ada contoh baik lain dari anggota Polisi, aku kutip dari tulisan aku berjudul “Poligami”:
“Anw waktu tanggal 02.02.2012 atau 09 Rabiul Awal 1433 H aku nonton berita mengenai seorang suami yang bekerja sebagai Polisi di Medan yang bertindak mencegah perselingkuhan dengan melakukan tindakan tegas terhadap pria lain yang bersama istrinya. -> Menurut aku, tindakan suami yang dibantu rekan-rekannya (beberapa Polisi) tersebut merupakan wujud da’wah dalam bentuk nyata.”

Aku sering mendengar bahwa banyak Polisi suka main atau mempermainkan perempuan, semoga tidak terjadi lagi hal demikian. Semoga Polisi, Tentara dan para petugas keamanan lainnya dapat menjaga dan melindungi perempuan sesuai syariat Islam. Selain itu, aku juga sering mendengar mengenai istri simpanan atau praktek poligami yang dilakukan khususnya oleh para Polisi. Aku sangat mendukung praktek poligami namun demikian sudah sepatutnya berpoligami dengan jujur, sebisa mungkin poligami atas izin istri tua, memberitahukan mengenai poligami yang dilakukan baik terhadap istri tua maupun istri muda. Dan jangan korupsi untuk alasana apa pun termasuk untuk poligami! Dalam hal poligami ini selain dituntut untuk berusaha bersikap adil, para Polisi diharapkan dapat bersikap jujur dan ksatria, bertaqwa kepada Allah. 

Sedangkan contoh baik bagi anggota masyarakat dari anggota TNI, terekam dalam diary aku tertanggal 14.01.2012 -> 20 Safar 1433 H. Isinya adalah sebagai berikut:
“ …, TRUS ADA BERITA TENTARA BAGI2IN POHON2 (JATI, DAMAR, MERANTI) DLL KEPADA MASYARAKAT” -> Maksud tulisan aku adalah adanya para anggota TNI yang membagai-bagikan bibit pohon Jati, Damar dan Meranti kepada masyarakat. Alhamdulillah. ‘Bagi-bagiin bibit pohon buah-buahan juga kayaknya bagus ya.’
Anw semestinya TNI dan POLRI tidak perlu dipisah, seperti dahulu ABRI, namun ABRI yang menegakkan hukum dan syariat Islam.
Ya Allah, ramatilah masyarakat Jawa Barat dan Banten, rahmatilah rakyat Indonesia, serta rahmatilah kaum Muslimin di dunia maupun di akhirat. Amin.

[Oia aku concern sama aparat keamanan negara terutama Polisi Indonesia karena beberapa anggota keluarga dan saudara aku ada yang masih dan ada yang pernah bekerja di Kepolisian Republik Indonesia, yang pernah bekerja di kepolisian diantaranya: Alm. Mayjen Pol. R. Mohammad Husein Didin Djajadiningrat (Kake aku), Alm. Brigjen Pol. Drs Hendy (Ua aku), Alm. Kombes Pol. Edi Permadi (juga masih termasuk Ua aku), dan Alm. Irjen Pol. Firman Gani* (juga merupakan salah satu yang aku panggil Ua). -> Mudah-mudahan banyak orang mendoakan kebaikan untuk mereka. Aku pernah membaca beberapa komentar di internet mengenai para jendral yang telah meninggal dunia, terkait hal ini, aku bermaksud menyatakan terjemah hadits sebagai berikut:
1572. Dari ‘Aisyah ra, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Janganlah kalian mencaci maki orang yang telah mati, karena sesungguhnya mereka telah mendapatkan balasan dari apa yang mereka perbuat!” (HR al-Bukhari) Riyadhus Shalihin Jilid 2 P. 585

Semoga Allah memberikan maghfirah dan rahmat-Nya kepada para almarhum serta menerima iman-Islam para almarhum. Amin.

*Buat keluarga Ua Firman, maafin keluarga aku sampai saat ini belum datang menemui, namun demikian doa teriring dari kami di Sukabumi.

Beberapa keluarga dan saudara aku yang pernah menjadi Polisi sudah dipanggil oleh Allah swt., namun sampai saat aku menuliskan tulisan ini, alhamdulillah ada pula saudara aku yang merupakan pensiunan atau pernah bekerja sebagai Polisi yang masih diberikan nikmat umur oleh Allah swt. Selain itu, ada pula saudara aku yang masih bekerja sebagai Polisi. -> Maaf, aku ga sebut nama-nama saudara aku tersebut di tulisan aku ini. Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada aku dan para saudara aku tersebut untuk bertaqwa kepada Allah. Amin.

Banyak pengalaman menyenangkan berkaitan dengan para anggota Kepolisian beserta para PNS POLRI dan keluarganya. Sangat menyenangkan:

è Bersekolah di TK Kemala Bhayangkari 6 Sukabumi. Dulu aku dan adik bersekolah di TK ini. Saat itu aku bangga banget pake baju Polisi, serasa gagah dan jagoan (pembela kebenaran). Waktu itu daripada topi Polisi yang bagian atasnya berwarna cokelat, aku lebih suka topi Polisi yang bagian atasnya berwarna putih, topi Polisi Lalu Lintas. 

Anw saat kalimat ini ditulis (Maret 2013/ Jumadil Awal 1434 H) di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini yang awalnya didirikan orang tua aku kemudian dikelola oleh saudara aku, terdapat siswa-siswi yang atas inisiatif masing-masing mengenakan seragam Polisi walaupun namun hanya segelintir anak, kebanyakan siswa-siswinya -hampir 99%- menggunakan “baju loreng”(baju Tentara).
-> Masya Allah, iklan TNI AD secara terang-terangan menunjukkan diri sebagai “mata satu”. -> Aku berdoa bahwa Allah dan Rasul-Nya pasti menang melawan Dajjal. Amin.   
                                            
Menurut pendapat aku sekarang, sudah semestinya dibuat seragam Polisi-Tentara yang menutup aurat sesuai syariat Islam, Polisi-Tentara perempuan mengenakan jilbab, termasuk seragam Polisi untuk anak-anak, hal ini guna memperkenalkan pakaian sesuai syariat Islam sejak dini.
Aku memohon maaf karena dulu aku sering tomboy, mudah-mudahan sekarang dan seterusnya aku bisa bersikap selayaknya perempuan. Amin. Aku pikir baiknya tidak perlu ada petugas keamanan wanita selain Polisi dan Tentara.

Aku pun ingin memberi masukan bahwa latihan untuk Polisi-Tentara wanita sebaiknya tidak sama persis seperti latihan Polisi-Tentara pria, Polisi-Tentara wanita dikhususkan pada pelatihan keterampilan dan keahlian seperti memasak, menjahit, menangani luka-luka serta membuat obat-obatan alami. 

1639. Dari Ibn ‘Abbas ra, dia berkata: ”Rasulullah saw melaknat orang-orang laki-laki yang menyerupai perempuan 333 dan orang perempuan yang menyerupai laki-laki.”
Dalam satu riwayat: “Rasulullah saw melaknat orang laki-laki yang meniru perempuan dan perempuan yang meniru laki-laki.” (HR. Bukhari) Riyadhus Shalihin jilid 2 hal. 637.
333 مُخٓنّٓثadalah laki-laki yan berlagak banci menyerupai perempuan dalam gerakan dan ucapan-ucapan-nya.

[Walaupun aku belum bisa melaksanakan hal ini dengan baik, namun aku berpikir bahwa akan sangat jauh lebih baik jika aku dan para wanita dapat berdiam diri di rumah, selain mempelajari keterampilan dan keahlian yang memang sangat cocok untuk wanita memasak, menjahit, membuat obat-obatan alami juga mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an dan hadits karena Allah Ta’ala. Semoga aku dan para wanita dapat melaksanakan hal ini. Amin.]

è  beberapa kali berkunjung ke kantor BARESKRIM POLRI di Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan; 

è lalu berlibur di asrama Polisi MAKO BRIMOB, Kelapa Dua, Depok: melihat Polisi berbaris, berjaga, melihat beberapa kendaraan anti huru hara atau kendaraan tempur; 

è kemudian berlibur di asrama Polisi, PUSDIK RESINTEL, Megamendung, Bogor: melihat Polisi berbaris; Polisi berbaris sambil menghormat setiap melewati rumah komandan, jika para komandan sedang berada di depan rumah (anw aku sering liat di berbagai tempat, Polisi yang berpangkat lebih rendah menghormat pada Polisi yang berpangkat lebih tinggi) -> menurut aku, hormat macam ini tidak perlu dilakukan; menonton para komandan bermain tenis; Polwan, Bhayangkari dan istri PNS POLRI bermain volley kemudian para orang tua dan anak-anak bersama-sama menari Poco-Poco dan Sajojo di sore hari, saat itu aku pun kerap ikut menari. (Dulu aku ngerasa suasana kebersamaan di asrama Polisi tersebut sangat hangat, akrab, menyenangkan dan kekeluargaan, namun sekarang kabarnya suasana itu tidak terasa lagi. Mudah-mudahan suasana yang sangat hangat, akrab, menyenangkan dan kekeluargaan bisa tercipta kembali melalui kegiatan-kegiatan atau majelis ilmu dan amal sesuai syariat Islam. Amin.);
menikmati suasana asrama di daerah perbukitan yang tidak terlalu ramai dengan udara yang dingin, jalan yang berkelok serta menanjak -> berpikir: Mudah-mudahan jika para Polisi telah menegakkan syariat Islam, saat tidak ada siswa/i Polisi beberapa asrama atau tempat pendidikan Polisi sepertinya cocok buat dipake berlibur, karya wisata atau study tour bagi pelajar dengan judul “Wisata Komando” dan “Wisata Alam ala Prajurit” sambil memperkenalkan kegiatan militer yang Islami, wisata komando untuk memperkenalkan kegiatan militer yang Islami juga bisa dilakukan TNI di YONIF atau ARMED jika TNI telah meneggakkan syariat Islam. Dalam wisata ini, siswa/siswi sekolah dapat diajarkan cara memanah, berkuda dan berenang.  

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). Q.S. Al Anfaal (8): 60
 
Terjemah hadits terkait memanah dan berenang adalah sebagai berikut:

“Hak anak dari seorang ayah ialah hendaknya ayah mengajarinya menulis, berenang, memanah, dan memberi rizki yang halal.” (HR. at-Tirmidzi) Tanggung Jawab Ayah Terhadap Anak Laki-Laki. Hal. 362.

Mengajari anak-anak memanah, berenang dan berkuda memang merupakan tugas orang tua, hanya saja mungkin tidak semua orang tua dapat menyediakan fasilitas serta memiliki kemampuan memanah, berenang dan berkuda, untuk itu diperlukan bantuan pihak lain yang memang kompeten dalam bidang ini. Mudah-mudahan aparat keamanan negara mampu melakukan pendidikan dan pelatihan memanah, berenang dan berkuda kepada masyarakat khususnya kaum Muslimin jika hukum dan syariat Islam tegak.

Untuk pelatihan berenang diperlukan instruktur khusus, instruktur berenang bagi siswi (perempuan) wajib perempuan sedangkan instruktur untuk siswa (laki-laki) wajib laki-laki. Diperlukan sinergi dari berbagai pihak khususnya pihak terkait.
Sebagai masukan: Pelatihan memanah, berenang, dan berkuda baiknya diwajibkan bagi siswa laki-laki, perempuan dibolehkan mendapatkan pelatihan-pelatihan tersebut hanya tidak wajib. Perempuan sebaiknya diwajibkan mendapatkan pelatihan menjahit, memasak dan membuat obat-obatan alami. 

Namun demikian, sekedar mengingatkan bahwa pelajaran yang paling utama bagi para siswa/ siswi adalah Al Qur’an, Hadits serta Bahasa Arab. 
‘Mudah-mudahan Allah menegakkan syariat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia. Amin.’;

è selain itu mengisi liburan di salah satu rumah dinas di Lembang, Bandung, lokasinya terbilang relatif dekat dengan tempat yang menyediakan susu murni dan sarana berkuda.

è selain itu rekreasi ke kebun binatang SECAPA POLRI, Sukabumi, yang sekarang kebun binatangnya udah ngga ada lagi. Pernah juga bermain golf bersama saudara-saudara aku di SECAPA POLRI. 
Aku seneng pernah bermain golf namun buat aku golf olah raga dan permainan yang tidak mencerminkan kesederhanaan serta bukan olah raga yang disarankan Rasulullah, golf ga cocok buat aku.
Anw mengenai SECAPA POLRI, aku sempat sangat menyayangkan penghancuran bangunan lama menjadi gedung baru, padahal bangunan lama yang dihancurkan termasuk salah satu bangunan bersejarah di Sukabumi.  -> Aku liat foto-foto bangunan lama De Politieschool alias SECAPA POLRI atau sekarang disebut SETUKPA di buku Herinneringen aan Soekabumi. Oya di buku itu aku liat ada foto Mbah aku, (Alm.) Rd. Mangkoeningrat, diantara para staff Polisi yang kebanyakan orang Belanda, fotonya berjudul Directie En Docenten Politieschool



Ada pengalaman berkesan terkait SECAPA, saat aku kecil, SD, aku bersama guru dan teman-teman berolah raga di lapangan SECAPA, di salah satu lapangan yang saat itu masih dapat dipergunakan oleh umum, saat rehat ketika olah raga tersebut, aku dipanggil oleh salah seorang Polisi kemudian aku diajak mengobrol oleh Polisi tersebut bahkan rekan-rekan Polisi tersebut ada yang juga menyapa aku. Menurut Pa Polisi yang memanggil aku tersebut, aku mengingingatkan ia akan anaknya yang berada di daerah asalnya yang sementara ia tinggalkan untuk menempuh pendidikan di SECAPA, Pa Polisi tersebut berulang-ulang menyatakan bahwa aku mirip dengan anaknya, sayangnya aku tidak ingat nama dan daerah asal Pa Polisi tersebut?

Ada pula pengalaman tidak mengenakan yang terjadi di SECAPA. Saat aku kelas 2 SMU, guru Bahasa Inggris aku memberikan tugas membuat karya tulis mengenai tempat bersejarah di Sukabumi. Saat itu, aku bekerja kelompok bersama salah satu teman aku. Kami memutuskan untuk menjadikan SECAPA sebagai objek karya tulis kami. Secapa pada waktu itu belum dipugar seperti saat ini. Ketika itu, walaupun ada saudara aku yang bertugas sebagai petinggi di SECAPA yang dapat memudahkan aku untuk mendapatkan informasi mengenai SECAPA, namun aku tetap berusaha untuk tidak memakai akses tersebut. Pertama karena aku berusaha untuk tidak membuat repot saudara aku tersebut dan kedua, aku ingin merasakan menjadi masyarakat/ orang  biasa yang tidak memiliki akses khusus ke SECAPA. Saat itu, sepulang sekolah, dengan seragam sekolah yang masih melekat, aku dan teman aku dengan penuh semangat pergi menuju SECAPA untuk mendapatkan informasi baik berupa keterangan, buku atau booklet maupun brosur mengenai bangunan SECAPA yang bersejarah tersebut. Setiba di SECAPA kami mendatangi pos penjagaan, di pos tersebut kami meminta keterangan dari para penjaga mengenai SECAPA dan bertanya mengenai kemungkinan adanya buku, booklet dan brosur. Para penjaga yang kami temui sepertinya tidak tahu banyak mengenai sejarah SECAPA, juga mengenai record tertulis perihal SECAPA. Kami disarankan untuk menuju ke perpustakaan yang lokasinya berada di seberang pos tempat kami berada saat itu, untuk mencapai perpustakaan kami diharuskan menyebrangi jalan raya dan berjalan aga menanjak. Setelah kami tiba kami bertanya kepada Polisi yang berada di tempat itu, namun lagi-lagi kami diperintahkan untuk mendatangi kantor yang berada di area yang sama dengan pos penjagaan tempat awal kami tiba. Kami harus turun dan menyebrang untuk menuju kantor tersebut, walaupun sedikit menguras energi setelah sebelumnya kami beraktifitas di sekolah namun kami tetap bersemangat untuk mendapatkan informasi yang akurat terkait SECAPA. Di kantor ini kami dioper dari satu meja ke meja lainnya, ditanyai mengenai nama -> ini pertanyaan yang wajar, yang tidak wajar adalah ketika berulang kali di beberapa meja kami ditanyai apakah kami sudah memiliki pacar, padahal keperluan kami bukan untuk mencari pacar tapi mencari informasi atau data mengenai SECAPA. Dan di kantor tersebut tidak ada informasi berarti yang kami dapatkan. Setelah itu ada yang menyarankan kami untuk pergi ke kantin menemui Polisi yang mungkin dapat dimintai keterangan, kantin tersebut berada di dekat perpustakaan, yang berarti kami harus menyebrang dan jalan menanjak kembali, lagi-lagi kami tetap melakukan apa yang diperintahkan walaupun kami mulai merasa diperlakukan bagaikan prajurit yang sedang latihan fisik. Setiba di kantin, hari semakin berlalu dari siang hari dan kami mulai kelelahan, kami bertemu seorang Polisi, sayangnya Polisi yang kami harapkan dapat membantu kami dalam mempermudah perolehan informasi mengenai  SECAPA ternyata malah mengajak kami mengobrol dan bertanya tidak jauh seputar pacar, kemudian memberikan no hpnya kepada kami tidak terkait perihal SECAPA. -> Aku dan teman aku kesal menghadapi ini bahkan teman aku sampai menuliskan di diary aku nama oknum Polisi yang memberikan no hpnya kepada kami. Aku tak ingat pastinya setelah kejadian yang mana lagi penderitaan kami “dioper kesana kemari” baru berakhir. Kami pulang saat hari mulai beranjak sore, saat itu hujan turun dan kami kehujanan sementara kami pulang tanpa membawa informasi yang kami butuhkan.

 -> Aku bertanya-tanya, apakah ini yang dimaksud dengan Polisi melayani masyarakat? -> Ini hanya pertanyaan retoris. Semoga kejadian yang aku alamai bersama teman aku tidak terjadi lagi di mana pun dan terhadap siapa pun. Amin.

Aku mengajak teman aku untuk terlebih dahulu mampir ke rumah aku untuk rehat dan berteduh karena rumah aku terbilang tidak terlalu jauh dari SECAPA sementara rumah teman aku terbilang cukup jauh dari SECAPA. Akhirnya, seingat aku, kami mengandalkan buku berbahasa Belanda yang telah aku sebutkan sebelumnya, Herinneringen aan Soekabumi, sebagai sumber referensi untuk tugas kami. Oia beberapa waktu setelah tugas karya tulis tersebut dikumpulkan, aku menemukan tumpukan booklet SECAPA di rumah keluarga yang aku tinggali bersama saudara aku yang saat itu menjabat sebagai Waka SECAPA, booklet itu merupakan booklet yang ditarik dari peredaran karena harus diperbaiki terkait beberapa kesalahan penulisan kata-kata berbahasa Inggris pada booklet tersebut. Yes, the booklets ware in my –family- house not in SECAPA! Aku lalu memberitahukan mengenai hal ini kepada teman aku, mengetahui hal ini kami tertawa bersama, kami mengingat perjuangan kami sebelumnya yang sia-sia dan berpikir bahwa sebenarnya bagi kami jalan yang mudah itu benar-benar di depan mata. Namun dari kegagalan yang kami alami, aku dan teman aku jadi mengetahui rasanya jika menjadi masyarakat umum, rakyat biasa, yang tidak memiliki akses khusus ke SECAPA.



Penting dijelaskan pula bahwa pada saat itu, salah satu diantara kami tidak mengenakan jilbab, mungkin jika kami berdua mengenakan seragam dilengkapi jilbab, para Polisi dan PNS Polri yang bertemu dengan kami akan memperlakukan kami dengan lebih sopan dan bermartabat. Karena sepatutnya sebagai Muslimah, kami mengenakan jilbab sebagai kewajiban bukti ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian jilbab merupakan sarana yang Allah sebutkan sebagai salah satu pelindung para Muslimah agar tidak diganggu terutama oleh lawan jenis.  Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf khususnya kepada para Polisi dan PNS SECAPA Polri yang kami temui saat itu dan umumnya kepada seluruh Polisi dan PNS Kepolisian Republik Indonesia atas kesalahan kami yang sepertinya sepele namun ternyata fatal: tidak mengenakan jilbab. 

Semoga sekarang dan seterusnya aku dan teman aku juga para Muslimah dapat beristiqomah untuk mengenakan jilbab dengan mengharap ridha Allah swt. Amin.


Selain banyak pengalaman menyenangkan, ada juga pengalaman mengesalkan berkaitan dengan Polisi (khususnya Polisi Lalu Lintas): Aku dan teman-teman pernah dijebak oleh oknum Polantas di sekitar Pacet, Cianjur dan kami terpaksa membayar tilang. Saat penilangan itu proses penyelesaianya sangat dipersulit, kami baru bisa keluar dari Pos Polisi setelah membayar uang ‘damai’ (padahal kami tidak bersalah) dan setelah salah satu teman aku terpaksa menyebutkan nama salah satu Ua aku yang saat itu menjadi perwira menengah Polisi. -> Ini salah satu hal yang bikin masyarakat membenci Polisi, ada oknum Polisi yang sembarang menilang dan malak. Kejadian ini di-record di diary aku tertanggal Selasa, 20 Juni 06:

“Wah kita kena kasus, ditilang, trus digiring ke Pos Polisi Polsek Pacet, kasusnya: ngelanggar verboden yg ‘ngga banget’. Males deh urusan lagi sama ‘Pacet2’ yg ngga nyedot darah tapi nyedot duit! Masa verboden doank 375 rebu -lebih mahal dari Taman Safari y?!- di Bandung aja cuma 20 rebu. Akhirnya setelah tawar menawar (jiga dagang wae…) tercapai kesepakatan -bayar- ‘damai’ Rp 50 rebu.
Pa _ _ _ _ _ _ _ , dari Polsek Pacet ya?! Semoga 50 rebu tersebut bermanfaat buat Bapak, amien. Setelah urusan dengan ‘Pacet’ selesai, kita melanjutkan perjalanan (pulang). “*
 
* Yang dimaksud verboden yg ‘ngga banget’ dalam tulisan di atas adalah, saat itu aku dan teman-teman yang menaiki kendaraan dengan plat bukan letter F (seinget aku plat D) kebingungan karena tidak mengenal jalan, kemudian ada Polisi yang memberi aba-aba dengan tangannya untuk terus jalan, kami pun terus melaju, namun tiba-tiba peluit berbunyi, kami ditilang sementara kami melihat ada satu atau dua mobil yang melewati jalan yang sama berlalu begitu saja, melaju tanpa ditilang. -> Aku hendak menasihatkan para Polisi agar jika ada yang terlihat kebingungan karena tak mengenali jalan, jangan malah dijebak, tapi mohon diberi arahan untuk menempuh jalan yang benar.  Kemudian, aku mengetahui tarif ‘damai’verboden di Bandung dari temen aku. Lalu dalam tulisan di atas, yang aku maksud adalah tiket Taman Safari, saat itu aku dan teman-teman sempat menuju kebun binatang tersebut, namun tidak jadi masuk karena tempat tersebut hampir tutup. Berikutnya, nama Polisinya disensor, mudah-mudahan Pa Polisi tersebut telah bertaubat. Amin. 

Oia menurut Abi aku, “damai di tempat” itu tidak boleh dilakukan karena hal tersebut termasuk suap, jika memang pengendara bersalah melanggar peraturan lalu lintas maka haruslah mengikuti sidang. Namun demikian, aku ucapkan terima kasih kepada para Polisi yang telah bertugas dengan baik dan benar.

Terkait tilang, aku bersyukur karena salah satu saudara aku yang saat itu merupakan pejabat Polisi tidak membela saudara-saudara aku yang suatu kali memang melanggar peraturan lalu lintas. Saudara aku yang Polisi tersebut menganjurkan para saudara aku yang terkena tilang untuk menjalani sidang, karena saudara aku yang Polisi tersebut berpendapat yang intinya bahwa Polisi dan keluarganya sudah sepatutnya menegakkan dan mentaati hukum. Maka saudara-saudara aku yang terkena tilang pun menjalani sidang dan perkara pun selesai dengan baik sesuai hukum yang berlaku. Alhamdulillah. Mudah-mudahan kedepannya hukum yang berlaku adalah hukum Islam. Amin.

-> Dulu aku pribadi biasanya ga mau ngerepotin saudara aku yang Polisi dengan hal seperti tilang yang menimpa aku dan teman-teman karena aku tau saudara aku yang Polisi mengurus hal yang lebih besar seperti keamanan nasional, keamanan negara. Selain itu, saat itu aku berpikir untuk tidak sembarang menggunakan kesempatan sebagai saudara pejabat Polisi. -> Kalo sekarang aku ngerasa terdapat kezaliman dan ketidakadilan dalam kasus yang pernah menimpa aku dan teman-teman aku, sementara saat itu aku pribadi melakukan kesalahan karena tidak melakukan tidakan yang tepat padahal kebenaran dan keadilan harus ditegakkan dimulai dari hal dan ruang lingkup terkecil hingga hal dan ruang lingkup terbesar, ditegakkan dengan cara yang baik dan benar sesuai syariat Islam. -> Aku belum bisa melaksanakan hal ini dengan baik dan benar namun akan selalu aku usahakan, mudah-mudahan Allah menolong aku.

[Astagfirullah, ternyata untuk jujur, berbicara benar itu belum menjadi hal yang mudah untuk aku. Hari ini 19.03. 13 -> 07 Jumadil Awal 1434 H aku bersama saudara aku, melakukan kesalahan. Aku meminta maaf kepada 2 toko meubel di Jl. Siliwangi Sukabumi atas kesalahan aku dan saudara aku yang telah bersikap tidak jujur dan tidak ksatria. Serta aku meminta maaf atas nama saudara aku kepada seorang di tempat pembuatan meubel di Jl. Ciaul, Sukabumi. Mudah-mudahan Allah menolong aku, keluarga aku dan kaum Muslimin untuk bersikap shiddiq. Amin.]

Kejadian tilang yang menimpa aku dan teman-teman membuat aku harus meminta maaf kepada keluarga Ua aku karena dengan terpaksa teman aku telah menggunakan nama Ua aku sebagai tameng untuk bisa lolos dari kejahatan oknum Polisi, namun aku tidak menuntut untuk memperkarakan kejadian tersebut.

Melalui tulisan ini, tidak lupa aku juga meminta maaf atas nama teman aku kepada oknum Polisi yang bertugas saat itu, jika teman aku berlebihan saat berusaha menegakkan kebenaran, teman aku dengan inisiatifnya menyatakan bahwa Ua aku yang Polisi adalah Uanya kemudian teman aku menyatakan akan mengadukan kejadian ini ke Uanya (Ua aku), meminta Uanya (Ua aku) untuk memindahtugaskan oknum Polisi tersebut ke Irian (apa Timtim?) jika tidak membebaskan kami, padahal sebenarnya teman aku -dan aku- tidak akan melakukan hal tersebut. [Walaupun oknum Polisi itu udah menjebak kami, aku ngerasa ga enak karena temen aku udah bohongin orang lain, apalagi orang tersebut aparat negara. ->Aku mengetahui adanya ketidakterusterangan berdasarkan cerita temen aku yang menghadapi oknum Polisi tersebut dari awal hingga selesainya kasus tersebut.] Selain itu, aku memberi julukan “Pacet” kepada Polisi yang bertugas saat itu, padahal aku sendiri dulu suka menyedot uang keluarga aku. Astagfirullah. Mudah-mudahan sekarang dan seterusnya aku insyaf. Amin. Untuk itu aku juga meminta maaf atas nama pribadi karena saat itu aku malah mangata-ngatai di diary, aku tidak langsung menasihati Polisi yang bertugas saat itu dengan cara yang baik dan benar di jalan Allah.

Btw, aku pikir banyak Polisi malak dan korupsi bisa jadi salah satunya karena untuk masuk SECABA, AKPOL, SECAPA atau tempat pendidikan lainnya banyak orang harus membayar hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah yang disinyalir merupakan suap, jadi mungkin banyak Polisi merasa bahwa “modal harus kembali” atau bahkan “harus mendapat keuntungan lebih” padahal tugas utama aparat keamanan negara bukanlah mendapat keuntungan material namun melayani masyarakat dengan sepenuh hati karena Allah Ta’ala. Untuk itu suap dan penyogokan harus ditindak tegas dan ditiadakan, nampaknya Polisi ga akan beres jika masih banyak terjadi penyogokan atau suap untuk menjadi Polisi atau untuk meraih pangkat lebih tinggi. Mudah-mudahan Allah menyelesaikan hal demikian. Amin.

Kemudian aku menghimbau kepada aparat keamanan terutama Polisi untuk tidak melindungi, membackingi, maupun membela para penjahat, orang-orang atau cukong dengan usaha haram seperti germo lokalisasi, bandar judi, gembong narkoba dan jenis usaha haram lainnya. Kalo yang jahat dibela, apa bedanya Polisi sama penjahat? Namun aku ucapkan terima kasih kepada para Polisi yang telah menjalankan tugas dengan baik dan benar, mudah-mudahan aku dan para Polisi dapat bersama-sama menjalankan kebaikan dan kebenaran di jalan Allah swt. Amin.

Aku sangat menyesalkan adanya Polisi yang melindungi atau membela orang yang bersalah juga Polisi yang menentang Islam atau umat Islam yang ingin menegakkan syariat Islam. Berkaitan dengan hal ini, sebagai contoh aku sedikit mengutip dari salah satu tulisan aku berjudul “Haramnya Babi – Kisah”:  
“Anw salah satu saudara aku pernah bilang yang intinya bahwa dia nonton tayangan mengenai narasumber perwakilan dari kepolisian, Gories Mere (selanjutnya aku sebut GM), yang menyangkal informasi mengenai adanya minyak babi dalam berbagai produk makanan. -> Maaf, kalo ternyata aku salah menyebut narasumbernya, walaupun demikian aku mau bilang mengenai GM: Aduh kan GM itu Kristen, aku liat data dia dan keluarganya di buku angkatan kepolisian punya salah satu saudara aku. Aku jadi berpikir bahwa dia membela umat Nasrani. Dulu GM ini aku anggap jagoan aku soalnya suka nangkepin terroris, tapi pas dipikir-pikir lagi ternyata yang ditangkepin itu orang Islam, bahkan Muslim yang mencoba menegakkan syariat Islam, astagfirullah. Mudah-mudahan Allah memberi hidayah kepada Gories Mere dan keluarga untuk memeluk Islam. Amin. Sekarang aku mendukung dan mendoakan ustad Abu Bakar Ba’asyir, mudah-mudahan Allah memberikan maghfirah dan rahmat-Nya kepada beliau. Amin.”  
Melalui tulisan ini, aku ingin mengajak Gories Mere dan keluarga untuk masuk dan memeluk Islam, maukah kalian masuk dan memeluk Islam?

Selanjutnya, aku berpesan kepada diri sendiri dan para Polisi, untuk bertaqwa kepada Allah, menegakkan kebenaran di jalan Allah. Jika masih banyak Polisi yang terus melakukan kejahatan adalah wajar jika Polisi diganyang oleh KPK. Namun jika para Polisi bertaqwa kepada Allah, semoga Allah memberikan kesejahteraan, keselamatan, rahmat dan ridha-Nya di dunia dan di akhirat. Amin ya rabbal’alamin.

Namun demikian aku akui bahwa tidak semua Polisi bersikap tidak adil. Ada pula polisi yang sepengetahuan aku dikenal sebagai Polisi atau Polantas yang baik misalnya seorang anggota Polantas di Polres Sukabumi yang sepengetahuan aku, aku mengenal beliau sebagai orang yang baik hati, banyak orang pun mengenal beliau dengan penilain serupa, sampai-sampai mamang penjual gorengan di deket rumah aku mengenal beliau sebagai Polisi yang rajin puasa Senin-Kamis. Mudah-mudahan ahlak baik beliau dapat dijadikan teladan oleh aku, para Polisi dan kaum Muslimin. Aku berdoa untuk Polisi yang aku maksud, semoga Allah senantiasa memberikan magfirah dan rahmat-Nya kepada beliau. Amin.
Oia waktu SMP aku dan salah satu temen aku sempet suka sama salah satu anggota Polantas Polres Sukabumi soalnya good looking, jadi aku dan temen aku suka iseng atau sengaja menyebrang di jalan tempat Pa Polisi itu sedang berjaga. -> Astagfirullah, aku dan temen aku ga seharusnya berbuat demikian.

Satu lagi, terkait Polantas, aku juga mau mengungkapakan persetujuan aku akan program Polisi Sahabat Anak (PSA). Menurut aku, program tersebut baik untuk menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak dini dan mengakrabkan anak-anak dengan Polisi. PSA menggunakan musik yang mendidik sebagai sarana pembelajaran mengenai lalu lintas bagi anak. Aku salut kepada para Polisi yang peduli terhadap anak-anak dan mau terjun langsung bermain dan belajar bersama mereka karena menurut aku membutuhkan kecakapan dan keahlian khusus dalam menangani anak-anak. Namun demikian, yang masih menjadi pertanyaan bagi aku adalah mengenai badut, PSA menggunakan kostum badut Zebra atau badut Pooh yang memang sangat menarik perhatian anak-anak, ada yang takut dengan badut tersebut namun umumnya menyenangi badut tersebut, aku belum tahu apakah badut yang seperti makhluk bernyawa ini dibolehkan dalam ajaran Islam, apakah boleh menganggap badut berbentuk hewan sebagai boneka raksasa yang digunakan untuk menghibur anak-anak. -> Aku tidak tahu hukum Islam mengenai hal ini. Kemudian aku juga ingin memberikan masukan kepada para Polisi anggota PSA untuk menambah materi mengenai disiplin berlalu lintas bagi anak-anak Muslim, diantara tambahan ilmunya adalah: Mengenalkan anak-anak untuk membiasakan diri membaca (mengucap) Bismillah sebelum menyebrang dan sebelum naik kendaraan atau doa naik kendaraan. Dan mengucap Alhamdulillah jika telah berhasil menyebrang, jika turun dari kendaraan atau jika telah sampai di tempat tujuan.

Disamping itu, aku melihat suatu kemajuan dan contoh yang baik saat para Polwan Polantas memakai seragam dengan celana dan baju panjang, sepertinya akan lebih baik lagi jika para Polwan tersebut (terutama Muslimah) mengenakan jilbab, bahkan mengenakan baju yang sesuai syariat Islam. Selain itu kembali aku salin tulisan aku sebelumnya, yakni sebagai berikut:

Menurut pendapat aku sekarang, sudah semestinya dibuat seragam Polisi-Tentara yang menutup aurat sesuai syariat Islam, Polisi-Tentara perempuan mengenakan jilbab, termasuk seragam Polisi untuk anak-anak, hal ini guna memperkenalkan pakaian sesuai syariat Islam sejak dini.
Aku memohon maaf karena dulu aku sering tomboy, mudah-mudahan sekarang dan seterusnya aku bisa bersikap selayaknya perempuan. Amin. Aku pikir baiknya tidak perlu ada petugas keamanan wanita selain Polisi dan Tentara.
Aku pun ingin memberi masukan bahwa latihan untuk Polisi-Tentara wanita sebaiknya tidak sama persis seperti latihan Polisi-Tentara pria, Polisi-Tentara wanita dikhususkan pada pelatihan keterampilan dan keahlian seperti memasak, menjahit, menangani luka-luka serta membuat obat-obatan alami. 

1639. Dari Ibn ‘Abbas ra, dia berkata: ”Rasulullah saw melaknat orang-orang laki-laki yang menyerupai perempuan 333 dan orang perempuan yang menyerupai laki-laki.”
Dalam satu riwayat: “Rasulullah saw melaknat orang laki-laki yang meniru perempuan dan perempuan yang meniru laki-laki.” (HR. Bukhari) Riyadhus Shalihin jilid 2 hal. 637.
333 مُخٓنّٓثadalah laki-laki yan berlagak banci menyerupai perempuan dalam gerakan dan ucapan-ucapan-nya.

[Walaupun aku belum bisa melaksanakan hal ini dengan baik, namun aku berpikir bahwa akan sangat jauh lebih baik jika aku dan para wanita dapat berdiam diri di rumah, selain mempelajari keterampilan dan keahlian yang memang sangat cocok untuk wanita memasak, menjahit, membuat obat-obatan alami juga mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an dan hadits karena Allah Ta’ala. Semoga aku dan para wanita dapat melaksanakan hal ini. Amin.]

Ada pengalaman yang sampai saat ini ga bisa aku lupain, terkait jasa para Polisi, pengalamannya sebagai berikut:

Kisah pertama, salah satu saudara aku pernah (terjadi sekitar 11.04.02) dikeroyok preman di Ujung Berung, Bandung hingga mengalami luka-luka selepas mengantar pulang seseorang yang saat itu menjadi kekasihnya. Luka-luka yang diderita cukup parah* padahal saudara aku tersebut tak bersalah. Saudara aku melapor ke Polisi setempat, penanganannya aga lama. -> Polisi kadang ngeselin kalo ga ada kenalan orang dalem, prosesnya jadi lama. -> Aku mohon maaf jika aku pun pernah berbuat hal seperti demikian. Akhirnya saudara aku menghubungi ayahnya yang saat itu merupakan seorang pejabat di kepolisian. Dalam waktu yang relatif singkat setelah pelaporan yang dilakukan oleh saudara aku kepada ayahnya, para preman tersebut tidak lagi terlihat berkeliaran di jalanan karena sudah dipenjarakan. Alhamdulillah. -> Kejahatan dan premanisme memang harus ditindak tegas. Aku ucapkan syukron kepada para Polisi yang telah memberantas kejahatan dan premanisme. Alhamdulillah. Jazakallah. 

*tubuh saudara aku memar-memar bahkan harus menjalani operasi di bagian hidungnya, karena hidungnya yang mancung patah akibat musibah tersebut. -> Menurut aku, operasi hidung untuk memperbaiki kerusakan demi kesehatan seperti ini diperbolehkan, sedangkan operasi hidung untuk mempercantik atau mempertampan diri adalah dilarang, karena masuk pada kategori merubah ciptaan Allah.

[Aku punya banyak saudara, masing-masing dari mereka memiliki kelebihan. Dan yang aku kagumi dari saudara aku yang aku kisahkan di atas adalah, sejauh ini, sepengetahuan aku, saudara aku tersebut pemberani dan tahan banting. Waktu aku kecil, dia kerap mengajari aku untuk tidak cengeng karena aku cenderung suka cepet nangis dan penyedih, misalnya jika menonton film kartun yang menurut aku ceritanya sedih atau ketika dibecandai oleh saudara-saudara laki-laki aku.

Terkait menangis, di dalam Islam terdapat tuntunan mengenai menangis, bahkan dianjurkan untuk banyak menangis karena takut kepada Allah atau karena mengingat dosa, hal ini dijelaskan dalam terjemah hadits-hadits berikut ini:

406.  Dari Anas ra, ia berkata: “Rasulullah berkhutbah kepada kami dengan satu khutbah yang belum kami dengar sama sekali sebelumnya, beliau berkata: “Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis. “Maka para sahabat Rasulullah saw menutupi wajah mereka dan (terdengar) suara tangis mereka.“ (HR Bukhari-muslim)

Dalam satu riwayat: “Telah sampai kepada Rasulullah satu berita tentang sahabatnnya, maka beliau berkhutbah: “Telah dinyatakan surga dan neraka dihadapanku, maka saya tidak pernah melihat tentang kebaik dan keburukan seperti hari ini. Dan seandainnya kamu mengetahui apa yang aku ketahui tentu kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”Maka tidak ada satu hari yang dilalui para sahabat Rasulullah saw yang lebih berat daripada hari itu , mereka menutupi wajah-wajah mereka dan mereka mempunyai khanin.”
Khanin adalah suara tangis yang mendengung karena keluarnya dari hidung. Terjemah Riyadhus Shalihin jilid 1 hal. 426.

453.  Dari Abu Hurairah ra, dia berkata:” Rasulullulah saw bersabda:”Tidak akan masuk ke dalam neraka  seorang yang menangis karena takut kepada Allah, hingga air susu itu kembali ke putingnya. Dan tidak akan berkumpul debu (yang diterbangkan) di jalan Allah 359 dengan (kepulan) asap neraka jahanam.”(HR. Tirmidzi dia berkata:” Hadits Hasan Shahih) ibid. hal. 469. 

Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq, hidayah dan rahmat-Nya kepada aku, saudara aku tersebut dan saudara aku lainnya yang Muslim untuk menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah. Amin.] 
Kisah kedua, suatu hari (04.10.05) di Jatinangor, Sumedang, aku pulang kuliah bersama dua sahabat aku, saat itu kami tengah berjalan, tiba-tiba di tengah jalan di seberang gerbang Unpad ada orang gila laki-laki bertubuh kekar dengan tangan dililiti kawat menyerang aku, memukuli aku tanpa ampun dengan sekuat tenaga, bagian samping kanan kepala aku kena tinju yang sepertinya keras, lalu tangan dan kaki aku juga kena pukulan dan cakaran. Saat itu kejadian sangat tiba-tiba jadi aku ga sempet menghindar, ketika itu rasa kaget, bingung, takut, bercampur baur menjadi satu. Orang gila itu sepertinya mengincar aku, hanya menyerang aku, sedangkan dua teman aku tidak digubris sehingga mereka dapat langsung melarikan diri. Saat aku ga sanggup lagi menahan serangan, akhirnya aku lari dan berlindung dibalik tubuh seorang cowo penjual pulsa yang ada di sekitar TKP. Orang gilanya tetap mengawasi aku, ngeliatin aku, untungnya seorang cowo tukang pulsa itu akhirnya bisa mengusir orang gila tersebut. Syukron Aa yang jual pulsa, jazakallah.

Oia sekitar seminggu atau dua minggu sebelum kejadian tersebut aku ngetawain seorang anak sekolah cewe yang tiba-tiba dibacok oleh orang gila pas cewe itu pulang sekolah, aku liat berita tersebut di tv. -> Astagfirullah. Cewe yang pernah tayang di tv, aku ga inget namanya, maafin aku ya udah ngetawain kamu yang sedang tertimpa musibah. -> Jika melihat kejadian demikian, yang seharusnya diucapkan adalah: innalillahi wa inna ilaihi rojiun atau masya Allah laa haula wala quwwata illa billah, kemudian sedapat mungkin mendoakan kebaikan kepada yang tertimpa musibah, terlebih jika yang mendapat musibah itu Muslim atau Muslimin. Jika perempuan itu Muslim, semoga Allah mengampuni dosa-dosa aku dan perempuan itu serta melimpahkan kasih sayang-Nya kepada aku dan perempuan itu, di dunia dan di akhirat. Amin. 

Bedanya aku sama saudara aku yang aku ceritakan di atas, saudara aku bertindak cepat dan tepat. Kalo aku tidak langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polisi, mungkin saat itu aku pikir lebih ribet kalo urusan sama Polisi. Aku juga tidak langsung melaporkan kepada orang tua aku di Sukabumi karena takut mereka khawatir dengan keadaan aku. Saat itu aku menceritakan kejadian tersebut kepada adik aku via hp, sambil berpesan untuk tidak memberitahuakan orang tua dan saudara-saudara. Aku memberitahukan salah satu adik aku yang sepengetahuan aku, adik aku tersebut orangnya relatif tenang dan pendiam. -> Aku ga inget aku cerita ke adik aku di saat musibah terjadi atau menunggu dulu selama beberapa hari, aku cerita ke adik karena aku khawatir ada apa-apa dengan kondisi aku jadi salah satu anggota keluarga aku harus ada yang tahu mengenai kejadian tersebut.
Aku liat catatan di catatan aku, di tanggal terjadinya musibah, tertulis nama-nama sahabat aku saat itu, nama-nama mereka mengingatkan bahwa di hari yang sama pasca kejadian, sahabat-sahabat aku saat itu –termasuk yang sebelumnya berjalan pulang dengan aku- langsung mendatangi kosan aku untuk melihat kondisi aku. Sahabat-sahabat aku saat itu yang datang menjenguk aku: Ibit, Titis, Tatus, Ambar, Atih syukron ya. Jazakallah.

Selain itu, di hari naas itu, aku langsung memberitahukan seseorang yang saat itu sayang dan perhatian sama aku. -> Saat itu aku pun merasakan perasaan yang sama pada seseorang tersebut. Kabar dari aku baru diterima seseorang tersebut saat hari mulai malam, seseorang tersebut baru tiba dari luar kota, namun demikian saat itu seseorang tersebut bersedia datang untuk menemui aku, menjaga aku, nemenin aku beli es buat mengkompres luka-luka aku, siapin tissue saat aku nangis, dengerin cerita aku kemudian memberi aku support. Syukron aku ucapkan kepada seseorang tersebut, jazakallah. (Mengenai aku dan seseorang ini pada hari tersebut tidak tertulis di catatan aku, hanya saja aku masih ingat sebagian besar kisahnya). Dulu ada suatu masa seseorang ini seringkali menjaga aku ketika aku jauh dari orang tua dan keluarga semasa kuliah.

Selain itu setelah aku liat catatan, aku juga jadi teringat bahwa di hari musibah terjadi, salah satu sahabat* diantara para sahabat perempuan aku datang untuk menginap di saat malam mulai larut, saat itu aku senang ada sahabat yang menemani aku di saat kondisi aku kurang baik pasca tragedy. Alhamdulillah. Makasi, syukron jiddan ya sahabatku.

*Salah satu sahabat aku tersebut saat itu merupakan seorang annaouncer di suatu radio komunitas di Jatinangor, jika aku tidak keliru, malam itu dia selesai bertugas sebagai penyiar. -> Berhubung salah satu sahabat aku tersebut berdomisili di Bandung, maka ketika ia mendapat tuagas siaran di malam hari, sahabat aku tersebut menginap di tempat aku atau di tempat sahabat lain yang berdiam di Jatinangor.
-> Aku akui keputusan aku untuk kuliah di luar kota apalagi tanpa ditemani muhrim adalah salah. Sepatutnya perempuan atau gadis berdiam diri di rumah, atau menuntut dan mengamalkan ilmu di tempat yang lingkungannya –berusaha- menjamin keamanan agama, aqidah dan akhlak Muslimin. Jika pun perempuan akan bepergian ke tempat yang jauh apalagi bukan dalam waktu sebentar maka wajib ditemani muhrim, boleh muhrim perempuan yang baik aqidah dan ahlaknya namun diutamakan muhrim laki-laki yang baik aqidah dan ahlaknya.

“Tidak diperbolehkan bagi wanita Muslimah yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir bepergian menempuh perjalanan selama tiga hari atau lebih, melainkan bersamanya ayah, suami atau muhrimnya.” (HR. Imam Muslim) Fiqih Wanita Edisi Lengkap. Hal. 331.

Sekarang aku berusaha menjaga jarak dengan para pria bukan muhrim agar aku dan para pria bukan muhrim tidak bergaul terlalu dekat seperti dahulu. Membatasi pergaulan dengan lawan jenis dilakukan untuk menjauhi zina, Allah berfirman mengenai larangan mendekati zina, yang terjemahan firman-Nya adalah sebagai berikut:

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. Q.S. Al Israa’ (17): 32

Saat itu, di Jatinangor, aku ga pergi ke dokter karena aku pikir aku bakal kuat. Aku nahan rasa sakit akibat kejadian tersebut selama kurang lebih seminggu, selama seminggu kepala dan mata aku sakit. Setelah keluar cairan dari hidung aku, aku ngga sanggup lagi nahan sakit, akhirnya aku pulang ke Sukabumi, bilang sama orang tua aku kemudian melaporkan kejadian yang aku alami kepada saudara aku yang Polisi dan memeriksakan diri ke dokter. -> Waktu itu (10.10.05) aku memeriksakan diri ke dokter ahli syaraf, dr. Maruli Mangunsong. Setelah diperiksa, dinyatakan bahwa aku tidak mengalami luka serius akibat kejadian tersebut. Alhamdulillah. Aku hanya diberi obat dan disarankan untuk banyak minum susu. Makasi dokter. -> ‘Dokter ini agamanya apa ya?’.

Saat itu aku ditegur oleh hampir seluruh anggota keluarga aku karena aku telat melaporkan kejadian yang membahayakan tersebut. Salah satu saudara aku berpesan yang intinya apabila terjadi musibah semacam yang aku alami langkah pertama yang harus dilakukan adalah melaporkan kejadian ke Polisi, kemudian mengabari orang tua dan keluarga, lalu memberitahukan pihak kampus atau memberitahukan dosen-dosen karena kejadian tersebut terjadi di sekitar lingkungan kampus.

Herannya beberapa anggota keluarga aku saat itu bersyukur aku yang dianiaya orang gila tersebut, bukan orang lain. Mereka bersyukur karena aku termasuk keluarga Polisi jadi saudara aku yang Polisi bisa melakukan tindakan untuk kejadian tersebut, karena jika orang lain yang bukan keluarga Polisi yang tertimpa musibah tersebut, belum tentu penyelesaiannya sesuai harapan. -> Maaf, aku ga tau dan ga inget pastinya mengenai penyelesaian kasus ini. Semoga kepolisian Republik Indonesia dapat menangani dan menyelesaikan setiap perkara sesuai hukum dan syariat Islam. Amin. Aku ucapkan syukron terutama kepada salah satu saudara aku kemudian kepada para Polisi yang mungkin menangani kasus tersebut. Jazakallah.

Seelah aku pikirkan sepertinya aku sepakat jika beberapa keluarga aku bersyukur bahwa yang mengalami musibah naas tersebut adalah aku, bukan orang lain yang mengalaminya, aku setuju bukan karena sebagai keluarga Polisi namun terkait persetujuan aku terhadap prinsip para tokoh teladan kaum Muslimin yang bersedia menjadi orang yang berada di barisan paling depan dalam menanggung penderitaan dan berada di barisan paling belakang dalam menikmati kesenangan dunia demi meraih ridha illahi. Namun demikian, aku bersyukur kepada Allah yang telah memberikan pertolongan-Nya untuk aku. Mudah-mudahan Allah menyelamatkan aku, keluarga aku dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Amin.

Namun demikian, tidak lupa aku menghimbau kepada diri sendiri, para anak atau saudara -pejabat- aparat negara untuk tidak menggunakan dengan semena-mena kesempatan sebagai anak atau saudara -pejabat- aparat negara. Aku memohon maaf apabila aku atau sadara-saudara aku ada yang pernah mempergunakan kesempatan sebagai keluarga Polisi bukan di jalan yang benar.

Kemudian bagi aku, sangat menyenangkan bisa mengenal para Polisi yang baik hati, loyal, setia dan penuh pengorbanan untuk para komandannya. -> Semoga pengabdian kepada komandan tidak melebihi penghambaan kepada Allah. Namun demikian aku sedih jika para Polisi yang telah berbuat baik, atau melakukan yang terbaik tersebut bukan beragama Islam. Aku bermaksud menyebut beberapa nama Polisi yang aku kenal sebagai Polisi atau mantan Polisi non-Muslim sebagai perwakilan dari Kepolisian terkait tujuan dan maksud aku ingin mengajak para Polisi dan mantan Polisi non-Muslim yang aku sebutkan dan para Polisi dan mantan Polisi non Muslim semuanya untuk masuk dan memeluk Islam.

Pertama, aku inget seorang Polisi bernama Audy, yang beberapa kali saat liburan sekolah, dia berbaik hati mau nganterin saudara-saudara aku dan aku ke berbagai tempat, nemenin kami berbelanja di beberapa Mall di Jakarta maupun tempat perbelanjaan di Bogor. Dulu aku seneng kalo pergi jalan-jalan sama saudara-saudara aku dan juga Bang Audy. Aku berterima kasih kepada Bang Audy yang seinget aku dia ini orang Manado (dan makanan kesukaannya sup kacang merah), sayangnya Bang Audy ini non-Muslim, dia Nasrani. Oia dulu Abang ini pernah mungkin becandain aku dengan mengajukan pertanyaan ke aku yang intinya kira-kira “Kamu mau ga jadi pacar Abang?” -> Aku lupa dulu jawab apa untuk pertanyaan tersebut. Kalo sekarang aku menolak pacaran, karena pacaran dengan yang seagama apalagi dengan yang berbeda agama dilarang dalam Islam, yang ada hanya perkenalan yang jauh dari maksud mendekati zina apalagi berzina yang disebut ta’aruf. Ta’aruf lazimnya dilakukan dengan sesama Muslim, jika orang yang dicintai bukan Muslim maka sepatutnya terlebih dahulu mengajak orang yang dicintai tersebut untuk masuk dan memeluk Islam. -> Perempuan Muslim tidak boleh menikah dengan laki-laki non-Muslim, dan sepatutnya setiap Muslim menikah dengan sesama Muslim, dengan demikian mudah-mudahan Allah merahmati dan meridhai di dunia dan di akhirat. -> Ini salah satu alasan aku mengajak seseorang yang aku cintai -bukan seorang Polisi- sebut saja “you know who”, seorang Cina-Indonesia, yang merupakan seorang Nasrani untuk masuk dan memeluk Islam.
Sekarang aku serius pengen bilang sama Bang Audy dimana pun berada (aku ga pernah ketemu lagi sama dia), maukah kamu masuk dan memeluk Islam?

-> Aku ga bermaksud mencontohkan mengenai jalan-jalan dan belanja apalagi jika berlebihan, aku bertaubat dari jalan-jalan dan belanja yang berlebihan. -> Baru sejak beberapa tahun belakangan, terlebih setelah menonton tayangan Orang Pinggiran, aku menyadari bahwa berlebihan dalam membelanjakan uang adalah salah, di dunia ini masih banyak orang yang membutuhkan dan fakir miskin. Semoga Allah mengampuni dan mengasihi para fakir miskin, mengampuni dan mengasihi mereka di dunia dan di akhirat. Amin.

263. Dari Utsman ra, dari Nabi Saw beliau bersabda: “Saya berdiri dipintu surge, ternyata kebanyakan orang yang memasukinya adalah kaum miskin, sedangkan para pemilik kekayaan dan pangkat tertahan (belum diizinkan masuk). Hanya saja penduduk neraka telah diperintahkan menuju neraka. Dan saya berdiri di pintu neraka ternyata kebanyakan orang yang memasukinya adalah wanita. (HR. Bukhari-Muslim) Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 1 hal. 306.

Kemudian aku mau bilang, mungkin ada saat ketika saat itu Abang Polisi yang aku maksud pergi bersama aku dan saudara-saudara aku di waktu ia libur, bebas tugas, namun aku khawatir jika pernah mengajak Abang Polisi tersebut bepergian bukan di saat dia tidak sedang berdinas. Semestinya saudara-saudara aku dan aku ga sembarang mengajak anggota aparat keamanan negara untuk berpergian dalam rangka kepentingan pribadi. Aku mohon maaf kepada semua pihak mengenai hal ini.

Kemudian aku juga inget Om Nyoman yang waktu aku kecil, Om Nyoman pernah berbaik hati ngajak saudara-saudara aku dan aku maen ke Monas abis itu “keliling-keliling kota Jakarta”, seneng banget, alhamdulillah . Aku berterima kasih kepada Om Nyoman yang merupakan orang Bali, namun demikian disayangkan bahwa sepengetahuan aku, dia non-Muslim, dia Hindu. Dengan demikian aku pengen ajak Om Nyoman (sekeluarga) untuk masuk dan memeluk Islam, maukah kalian masuk dan memeluk Islam?

Lalu, aku inget Pa I Ketut Redane, dulu dia komandanya alm. Ua aku waktu di PUSDIK RESINTEL, Megamendung. Ada hal berkesan yang pernah aku alami bareng adik aku, saat itu kami berlibur di PUSDIK, aku lupa waktu itu saat Ua aku memperkenalkan atau saat Ua aku mempertemukan kami kembali dengan Pa Redane, yang pasti saat bersalaman tiba-tiba Pa Redane memberikan sambutan hangat dengan menampar pipi adik laki-laki aku “glepak”, sambil berbicara dengan akrab. Aku dan adik aku shocked, walaupun kami tau Pa Redane tidak sedang marah, saat itu aku hanya bertanya-tanya di dalam hati ‘Kenapa (nampar adik aku)?’ dan berpikir kira-kira ‘Oh mungkin begini ya sapaan akrab ala Polisi’. -> Sampe beberapa waktu, aku dan adik aku masih tetap terkaget-kaget dengan sapaan tersebut. Kalo ke aku, mungkin berhubung aku anak cewe jadi sapaan akrabnya salam biasa ga pake tampar.  -> Sepengetahuan aku sekarang, di dalam Islam terdapat tata cara bersalaman dan menyapa yang dilakukan dengan cara yang baik dan tidak menyakiti, selain itu perempuan dan laki-laki bukan muhrim tidak boleh berjabatan tangan. Seinget aku, Pa Redane ini dulu orangnya sangat energic, suka olah raga terutama tennis. Pa Redane orang Bali beragama Hindu. Aku pernah denger kabar bahwa ada anak Pa Redane yang telah memeluk Islam. Alhamdulillah. Aku ingin mengajak Pa Redane dan keluarganya yang masih non-Muslim untuk masuk dan memeluk Islam, maukah kalian masuk dan memeluk Islam?

Melalui tulisan ini, aku juga menghimbau diri sendiri, para Polisi, Tentara dan petugas keamanan lainnya yang beragama Islam untuk lebih memperdalam (membaca dan mengkaji) Al Qur’an dan Al Hadits. Mudah-mudahan Polisi yang beragama Islam lebih mengeti arti berjihad di jalan Allah, jangan sampai begitu medengar kata berjuang di jalan Allah atau mendengar kata jihad langsung menyebut kata terroris.

Aku malah bermaksud mengajak Polisi, Tentara dan petugas keamanan lainnya untuk berjihad di jalan Allah. Jika perlu, aku mengundang para Polisi, Tentara atau Intelejen untuk dateng ke rumah aku, kalo perlu bawa satu peleton atau satu kompi sekaligus buat ngecek apakah aku teroris atau bukan dan aku berjanji, insya Allah, ga akan kabur dari rumah juga ga akan ngajak baku tembak, lemparin geranat apalagi meledakkan diri kalo para Polisi, Densus 88, atau Tentara dan petugas keamanan lainnya datang ke rumah aku dengan cara yang baik dan benar sesuai syariat Islam (dateng ke rumah, ketuk lewat pintu, lalu mengucapkan Assalamu’alaikum). -> Aku liat di tv ada salah satu aparat keamanan, pejabat, yang nyindir kalo orang yang berjihad di jalan Allah (oleh banyak orang disingkat menjadi: terroris) ga bisa diajak duduk bersama, ga bisa diajak dialog malah sering kabur, ngajak baku tembak, lebih parah lagi malah meledakkan diri. Menurut aku, tidak semua yang berjuang di jalan Allah seperti itu, maka dari itu coba dulu undang atau mendatangi orang-orang yang dicurigai sebagai terorris (pasti kan Polisi sama Intelejen punya data-data orang atau organisasi yang dicurigai sebagai terroris), dan kalo satu diundang terus tidak datang coba undang yang lainnya, sambil para Polisi, Tentara dan para petugas keamanan lainnya mempelajari, memahami dan melaksanakan Al Qur’an dan Hadits. -> Berhubung aku tidak bisa menjanjikan kedatangan aku apabila mendapatkan undangan, maka terkait memastikan apakah aku teroris atau bukan, jika memang perlu, aku mengundang aparat keamanan negara ataupun aparat penegak hukum negara untuk mengecheck ke rumah aku. Semoga saja bila pemahaman para Polisi, Tentara dan petugas keamanan lainnya akan Al Qur’an dan Al Hadits meningkat dan teraktualisasi dalam kehidupan: Polisi, Tentara dan petugas keamanan lainnya menegakkan syariat Islam, Allah memberikan jalan keluar bagi Polisi, Tentara dan petugas keamanan lainnya dengan pihak-pihak yang disebut dan dianggap sebagai terroris. Amin.

Selain itu, banyak orang menuduh ustad Abu Bakar Ba’asyir sebagai orang yang melakukan kesalahan fatal, padahal patut diketahui bahwa memang sepertinya banyak Polisi yang tidak mengetahui atau yang pura-pura tidak mengetahui hukum dan syariat Islam melakukan kesalahan fatal pula, contohnya:
Aku pernah mendapat informasi bahwa ketika ustad Abu Bakar Ba’asyir dalam pemeriksaan Polisi, beliau pernah dilarang menunaikan shalat Jum’at. Pelarangan ini dilakukan oleh oknum Polisi yang saat itu memegang kekuasaan dalam menangani ustad Abu Bakar Ba’asyir. Peristiwa ini sempat membuat banyak Polisi sibuk dan tidak tau harus berbuat apa. -> Kesalahan fatal: melarang ustad Abu Bakar Ba’asyir menunaikan shalat Jum’at. Untungnya, alhamdulillah, ada seorang Polisi cerdas menelfon salah satu saudara aku yang Polisi yang saat itu sedang bertugas di luar Indonesia, saat itu saudara aku tersebut sedang mendapatkan pelatihan anti terror bersama pasukan anti terror Jerman, GSG 9.* Akhirnya melalui motivasi serta dukungan dari seseorang yang mendampingi saudara aku yang Polisi tersebut terkait pentingnya menunaikan shalat Jum’at, saudara aku yang Polisi tersebut mempersilahkan ustad Abu Bakar Ba’asyir untuk dapat menunaikan shalat Jum’at. Cara yang ditempuh adalah: Saudara aku yang Polisi tersebut memberi komando kepada anak buahnya serta supir dinasnya untuk “menculik” ustad Abu Bakar Ba’asyir, ustad Abu Bakar Ba’asyir dilarikan oleh para ajudan saudara aku dengan mobil dinas saudara aku yang Polisi tersebut untuk dapat menunaikan shalat Jum’at. Alhamdulillah. -> Syukron aku ucapkan kepada para Polisi maupun PNS POLRI serta saudara aku yang telah menolong ustad Abu Bakar Ba’asyir untuk beribadah kepada Allah swt. Jazakallah.
Informasi di atas, aku dapat dari salah satu saudara aku yang mendampingi saudara aku yang Polisi saat bertugas ke Jerman untuk berlatih bersama pasukan anti terror GSG 9.

* Sepengetahuan aku, dulu saudara aku yang Polisi yang turut membantu ustad Abu Bakar Ba’asyir untuk menunaikan shalat Jum’at merupakan salah satu Polisi yang ditunjuk PBB sebagai pelatih pasukan anti terror internasional. Saudara aku yang turut membantu ustad Abu Bakar Ba’asyir untuk menunaikan shalat Jum’at tersebut telah dipanggil oleh Allah swt pada hari terakhir shaum Ramadhan 19.09.09 (29 Ramadhan 1430 H), sehari menjelang Idul Fitri 1 Syawal 1430 H. Semoga Allah memberikan maghfirah dan rahmat-Nya kepada almarhum serta menerima iman-Islam almarhum Ua Hendy bin Sulaeman. Amin.

-> For non-Muslim GSG9 members and Germany people: would you all like to be Muslims? Mudah-mudahan Allah memberi hidayah kepada non-Muslim Jerman untuk masuk dan memeluk Islam. Semoga hukum dan syariat Islam dapat tegak di negara Jerman. Amin.
-> For non-Muslim United Nations members: would you all like to be Muslims? Mudah-mudahan PBB menjadi organisasi yang menegakkan hukum dan syariat Islam. Amin.

Buat aku, dan semua manusia termasuk anggota Densus 88, GSG 9, UN, bahkan para jin wajib menyembah hanya kepada Allah swt, kemudian taat kepada Allah dan rasul-Nya.

Mudah-mudahan dengan menjadi Muslim yang kaffah, Allah merahmati dan meridhai di dunia dan di akhirat. Amin.  


Jika para Polisi Muslim telah memahami isi Al Qur’an dan Al Hadits semoga dapat diamalkan, dan diajarkan kepada masyarakat, termasuk ke aku (ngajak nyanyi aja mau, kenapa ngga dicoba ngajak ngaji?). Mudah-mudahan Allah membalas kebaikan para Polisi jika mengajarkan masyarakat Al Qur’an dan  Al Hadits. Oia aku pernah denger ceramah seorang da’i (penceramah) yang cukup ternama di Sukabumi yang kabarnya beliau merupakan anggota Kepolisian. Alhamdulillah ada Polisi yang juga da’i. Namun demikian, aku mengingatkan para da’i dan da’iah untuk tidak banyak melontarkan candaan dalam ceramahnya, diusahakan lebih serius.

406.  Dari Anas ra, ia berkata: “Rasulullah berkhutbah kepada kami dengan satu khutbah yang belum kami dengar sama sekali sebelumnya, beliau berkata: “Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis. “Maka para sahabat Rasulullah saw menutupi wajah mereka dan (terdengar) suara tangis mereka.“ (HR Bukhari-muslim)

Aku dulu suka kesel dan marah-marah mempertanyakan kenapa para aparat negara seperti Polisi tidak mau menegakkan syariat Islam. Kemudian Abi aku bilang yang intinya kira-kira: mengenai syariat Islam, Polisi mah gimana pemerintah, Polisi tinggal melaksanakan tugas dari pemerintah, sedangkan pemerintah mah gimana ulamanya. -> Jadi, assalamu’alaikum alim ulama (khususnya alim ulama NU), kapan atuh kita menegakkan hukum dan syariat Islam?



[Aku dan Abi menyatakan hal demikian sesuai situasi dan kondisi Indonesia yang sampai 1434 H ini belum memberlakukan hukum dan syariat Islam. Karena jika berdasarkan hukum dan syariat Islam, sejatinya ulama adalah umaro dan umaro adalah ulama.]
 


Aku memang belum paham hukum dan syariat Islam, semoga suatu saat aku memahami, menjalankan dan menegakkan hukum dan syariat Islam. Mudah-mudahan Allah menegakkan hukum dan syariat Islam di muka bumi ini. Amin.

Sebagai informasi, selain anggota atau mantan anggota Polisi, menurut keluarga aku, saudara-saudara aku juga ada yang merupakan mantan Tentara (maaf, aku ga tau pangkat beliau-beliau), namun saudara-saudara aku tersebut sudah kembali ke sisi Allah swt, saudara-saudara aku tersebut yakni: Alm. R. Mohammad Dudun Adiningrat (salah satu kake aku), Alm. Sulaeman (juga merupakan kake aku), Alm. M. Kaboel Siradz Harjadiwinangun (yang juga masih merupakan kake aku). -> Mudah-mudahan banyak orang mendoakan kebaikan untuk mereka. Semoga Allah memberikan maghfirah dan rahmat-Nya kepada para almarhum serta menerima iman-Islam para almarhum. Amin.

Disamping itu ada juga kake angkat aku yang merupakan mantan seorang satpam, yakni alm. R. Abas Suwarna. -> Mudah-mudahan banyak orang mendoakan kebaikan untuk beliau. Semoga Allah memberikan maghfirah dan rahmat-Nya kepada almarhum serta menerima iman-Islam almarhum. Amin. Kemudian ada juga Ua angkat aku yang menjadi satpam. Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada aku dan Ua angkat aku tersebut untuk bertaqwa kepada Allah. Amin.

1572. Dari ‘Aisyah ra, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Janganlah kalian mencaci maki orang yang telah mati, karena sesungguhnya mereka telah mendapatkan balasan dari apa yang mereka perbuat!” (HR al-Bukhari) Riyadhus Shalihin Jilid 2 P. 585

Dan untuk para pejuang di jalan Allah, aku menyarankan anda semua untuk tidak menghancurkan bangunan, karena Rasulullah telah melarang kaum Muslimin untuk sengaja dan mendahului melakukan penghancuran terhadap bangunan ketika sedang berperang. Kembali aku kutip terjemah hadits mengenai pelarangan menghancurkan bangunan:

Riwayat Malik dari Abu Bakar ra., dia berkata: “Kamu akan mendapati orang-orang yang menyangka bahwa mereka mengabdikan diri kepada Allah, maka biarkanlah mereka dan tempat ibadah mereka.”
[Ibnu Rusyd, 1995 (1416 H). Jilid 2: Page 317]  

Dari keterangan di atas, aku menarik simpulan bahwa Rasulullah melarang kaum Muslimin menghancurkan bangunan yang berupa tempat ibadah milik non-Muslim terlebih bangunan tempat ibadah milik umat Islam sendiri. Selain larangan untuk mengancurkan tempat ibadah, Rasulullah pun melarang umat Islam membunuh orang yang mengucilkan diri di tempat-tempat ibadah. Yang dimaksud dengan orang yang mengucilkan diri di tempat ibadah tersebut bisa jadi siapa pun termasuk orang kafir dan orang musyrik yang tidak berniat jahat, hanya berniat mengamankan diri.

[Mohon maaf atas kekeliruan sebelumnya, yang saat ini telah aku perbaiki.]

Sempet berpikir yang intinya: misalkan Rasullullah Saw ngga ngelarang umat Islam menghancurkan bangunan, maka bangunan pertama yang akan aku hancurkan adalah Kapel atau Gereja HKBP yang berdiri tepat di seberang rumah keluarga aku. -> Aku bakal dengan tenang ancurin tu gereja, orang tentara koalisi (yang kebanyakan kafir, Yahudi dan Nasrani) juga tenang aja tuh ancurin bagunan-bangunan milik orang Islam. -> Apa bedanya tentara koalisi itu sama terroris? Udah nyerang duluan tanpa permisi dan basa-basi, ngeledakin bangunan pula seenak jidat ma seenak tangan, begitu kepikiran mau ngeledakin bangunan, tinggal pencet tombol, lalu “duaaar”, meledak deh…

Alhamdulillah Rasulullah melarang kaum Muslimin menghancurkan bangunan, jadi kemungkinan besar aku ga ancurin gereja itu, biarlah bangunan itu berdiri. Kalo soal ngancurin salib, aku ga bisa janji untuk ngga ngancurin salib juga patung dan gambar-gambar keberhalaan, soalnya Rasulullah Muhammad saw membolehkan penghancuran berhala, tapi dengan cara yang baik. -> Kisah singkatnya kira-kira: berhalanya diancurin setelah orang-orang yang menyembah berhala tersebut masuk Islam, terus para mantan penyembah berhala itu ga tega ngancurin mantan berhalanya jadi Rasulullah mengutus beberapa orang dari kaum Muslimin buat menghancurkan berhala tersebut. Disamping itu, aku berharap dapat membantu Nabi Isa Almasih as dalam menghancurkan salib, mudah-mudahan Allah ridha. Amin.

1090. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: “Demi Allah yang diriku dalam genggaman-Nya! Sesungguhnya akan turun kepadamu Ibnu Maryam menjadi hakim yang adil. Maka dipecahnya salib, dibunuhnya babi, dihapuskannya pajak, dan harta kekayaan akan melimpah ruah, sehingga tidak seorang jua pun yang mau menerima.” (Terjemah Hadits Shahih Bukhari Jilid II. Page: 287)

Jika salibnya nempel di bangunan atau gambar salibnya nempel di kaca, ya salibnya atau gambar salibnya atau (kaca ukirnya) doang yang musti dilenyapkan, bukan keseluruhan bangunannya yang dilenyapkan.
Selain itu, aku menghimbau para mujahid untuk tidak sembarangan membunuh* sesama Muslim, terlebih yang masih taat melaksanakan shalat. -> Nonton berita Polisi lagi shalat berjamaah terus di bom di Mesjid MAPOLRESTA Cirebon pada 15 April 2011. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa para korban pengeboman tersebut dan semoga Allah merahmati kaum Muslimin di dunia maupun di akhirat. Amin.

Kecaman Rasulullah atas tindakan membunuh sesama Muslim terdapat dalam hadits yang terjemahannya adalah:
1567. Dari Ibnu Mas’ud ra, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Mencela seorang Muslim adalah perbuatan fasik, sedang membunuhnya adalah tindakan kufur.” (HR. Bukhari Muslim) Tarjamah Riyadhus Shalihin P. 583.

*Orang yang boleh dibunuh diantaranya adalah orang yang keluar dari agama Islam, orang yang melakukan pembunuhan tanpa haq, seseorang yang berada dalam ikatan pernikahan lalu ia berzina serta orang yang melakukan homosexual dan lesbian.
* Boleh juga terjadi pertumpahan darah dalam mempertahankan hak di jalan Allah misalnya: mempertahankan istri; mempertahankan harta; serta mempertahankan kekuasaan di jalan Allah: dicontohkan oleh adanya perang Shiffin.

Semoga di masa depan, para Polisi, Tentara dan petugas keamanan lainnya menjadi lebih baik dan lebih bertaqwa kepada Allah. Amin.


Alhamdulillah, sekilas melihat berita di tv, jadi terispirasi untuk mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak berbagai station televisi yang telah menayangkan berita yang aku muat di tulisan aku. Mudah-mudahan di lain waktu setiap berita di televisi adalah berita mengenai ketaatan manusia dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. -> Harapan bahwa suatu saat seluruh manusia bertaqwa kepada Allah, kemudian taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Amin. Semoga aku dan orang-orang Islam yang telah membawakan inspirasi untuk aku dan orang lain diberikan taufiq dan hidayah oleh Allah untuk menjadi orang-orang yang bertaqwa kepada Allah, orang-orang yang mukhlis. Semoga orang-orang non-Muslim yang telah membawakan inspirasi untuk aku dan orang lain diberi hidayah oleh Allah untuk masuk dan memeluk Islam. Semoga aku, para pemilik station televisi yang beragama Islam diberikan taufiq dan hidayah oleh Allah untuk menjadi orang-orang yang bertaqwa kepada Allah, orang-orang yang mukhlis. Semoga para pemilik station televisi yang beragama non-Muslim diberi hidayah oleh Allah untuk masuk dan memeluk Islam. Amin.

Aku bermaksud untuk mengajak seluruh keluarga besar dan anggota POLRI beserta para PNS POLRI juga TNI dan petugas keamanan lainnya yang beragama di luar Islam untuk masuk dan memeluk Islam: Maukah kalian semua masuk dan memeluk Islam?

Mengajak seseorang atau orang lain untuk masuk dan memeluk Islam ini sesuai dengan perintah Allah yang tertera dalam surah Ali Imran yang terjemahannya adalah sebagai berikut:

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi 190): “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka memeluk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. [Ali ‘Imran (3): 20]
190). Ummi artinya ialah orang yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan ummi ialah orang musyrik Arab yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian yang lain ialah orang-orang yang tidak diberi Al Kitab.

Aku ingin melaksanakan salah satu kewajiban aku sebagai Muslim yakni menyeru orang-orang untuk masuk dan memeluk Islam (call people into Islam). Semoga Allah merahmati dan meridhai aku dan kaum Muslimin di dunia maupun di akhirat. Amin.

Wallahu'alam.            

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
                                                                   
0609101216171926/04/2011
0814/05/2011
1012/03/2013 -> 2829 Rabiul Akhir 1434 H
 Revisi:
131415192021222627/03/2013 -> 0102030809101415 Jumadil Awal 1434 H
06/09/2013 -> 30 Syawal 1434 H
0709/09/2013 -> 0103 Dzulqo'dah 1434 H