Seni Peran Sesuai Syariat Islam




Seni Peran Sesuai Syariat Islam

Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan- syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap- tiap lembah[1089], dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. QS: As Syu’araa (26): 221-227

[1089]. Yang dimaksud dengan ayat ini ialah bahwa sebagian penyair-penyair itu suka mempermainkan kata-kata dan tidak mempunyai tujuan yang baik yang tertentu dan tidak punya pendirian.

Sebelumnya aku sampaikan bahwa tulisan ini telah mengalami revisi dan pengembangan meskipun hasilnya belum dapat dikatakan sempurna:
Terjemah firman Allah di atas adalah sebagai peringatan bagi umat manusia termasuk para penyair. Dan menurut aku, penyair di dalam terjemah ayat tersebut bukan hanya untuk orang-orang yang membuat puisi atau tulisan dengan kata-kata puitis, tapi untuk banyak seniman termasuk seniman yang berkecimpung dalam seni peran. Sebagai contoh, pembuat naskah, skenario maupun skrip mungkin saja membuat atau menulis cerita maupun dialog yang penuh kebohongan, serta tidak bermanfaat bahkan cenderung merusak, misalnya merusak aqidah dan akhlak. Kemudian naskah, skenario maupun skrip tersebut difilmkan atau dipentaskan yang diperankan oleh para artis, lalu film atau pementasan ditonton oleh khalayak. Dan ini akan menjadi lebih parah jika keburukan yang ada di dalam cerita diikuti oleh para pemeran maupun para penonton. Peniruan akan hal-hal atau nilai-nilai yang buruk yang dilakukan oleh penonton terutama anak-anak, saat ini kerap terjadi. Hal tersebut merupakan salah satu contoh untuk kalimat pada terjemah firman Allah: “Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat”. Naudzubillahimindzalik.

[Aku memohon maaf jika melalui tulisan-tulisan atau karya-karya aku, aku melarang melakukan sesuatu ternyata aku masih melakukannya atau aku menganjurkan untuk melaksanakan sesuatu tetapi aku belum melaksanakannya, juga jika dalam berbagai tulisan maupun karya aku lainnya terdapat kekeliruan atau kesalahan. Semoga kedepannya aku dapat menjadi lebih baik, dapat melakukan kebaikan dan meneggakkan kebenaran di jalan Allah, karena Allah, untuk meraih ridha Allah. Amin.]
 
Namun demikian, ada pula pembuat naskah, skenario, maupun skrip yang membuat atau menulis cerita maupun dialog mengenai perjuangan dalam berbuat kebaikan dan menegakkan kebenaran di jalan Allah, atau membuat cerita maupun dialog berdasarkan sejarah perjuangan para nabi dan para Muslim yang shaleh. Kemudian naskah, skenario maupun skrip tersebut difilmkan atau dipentaskan yang diperankan oleh para artis, lalu film atau pementasan ditonton oleh khalayak. Nilai-nilai kebaikan dan kebenaran di jalan Allah yang terkandung dalam cerita tersebut kemudian ditiru oleh para artis dan para penonton dengan demikian mudah-mudahan tercipta suatu kehidupan yang baik dan benar di jalan Allah, kehidupan yang diridhai Allah di dunia dan di akhirat. Amin. “…, kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman.”


Pengalaman aku terkait seni peran: Aku mulai mengenal seni peran ketika aku sekolah Taman Kanak-Kanak (TK), aku mengikuti pentas drama anak-anak di sekolah, aku jadi suster ceritanya suster di zaman perang. Aku suka banget peran suster, selain untuk pentas drama, ketika karnaval pun aku pernah berperan sebagai suster. Waktu kecil aku seneng banget kalo udah pake kostum* suster warna putih, sepatu putih, kaus kaki putih (ada renda-rendanya) sama topi suster putih. Anw pas aku liat foto aku waktu pake kostum suster dan pake topi suster putih itu, ternyata di topinya ada tanda palang merah. -> Jadi nampak sedang bawa-bawa salib kecil warna merah di kepala. Astagfirullah. Naudzubillahimindzalik.”Ya Allah selamatkan hamba di dunia dan di akhirat. Aamiin.” 
-> Sekarang kostum suster/ perawat sudah bervariasi dan aku liat banyak suster atau perawat Muslimah berjilbab. Alhamdulillah. Semoga suatu saat semua suster/perawat beragama Islam dan suster/perawat Muslimah mengenakan jilbab. Aamiin.

Kemudian waktu SD, aku ikut kabaret sekolah, perform sebagai backing vockal sebuah grup band. Waktu itu wali kelas aku yang membimbing kabaret tersebut. Selain itu dulu di rumah, jika sedang ada teman-teman main ke rumah aku suka bikin acara sandiwara, biasanya aku bikin komedi, lawak-lawakan gitu supaya seru.
-> Sekarang aku berusaha untuk mengurangi bercanda, karena dalam Islam bercanda dibolehkan tetapi tidak boleh berlebihan. Aku menghimbau agar umat manusia khususnya kaum Muslimin untuk mengurangi lawakan. Kemudian aku sarankan para pelawak tidak berperan memparodikan alim ulama tertentu, aku khawatir hal tersebut dosa.

Aku memang tidak terlalu mencurahkan perhatian aku ke seni peran karena aku lebih suka menggambar, walaupun demikian aku sempet punya keinginan untuk berkecimpung di dunia acting. Untuk itu, waktu SMU, disamping mengikuti sanggar modeling, King Swan, aku sempet masuk sanggar acting Bina Profesi (B-Pro) bareng salah satu sahabat aku saat itu. Di sanggar acting B-Pro tersebut aku sempet belajar ber-acting, selain itu melalui sanggar yang sekaligus agency ini aku sempet melihat pembuatan sinetron juga pernah diajak untuk ikut serta menjadi pemain figuran. Konon katanya, walaupun pemain figuran itu terkesan “sepele” dan “selewat” tapi sebuah sinetron atau film tidak akan lengkap tanpa pemain figuran.

Aku dan salah satu sahabat aku dulu juga beberapa teman dari sanggar dan agency pernah menjadi pemain figuran untuk sinetron Sebatas Impian yang kemudian ditayangkan ulang dengan judul Ali dan Sefira, saat itu aku jadi pemain figuran sebagai mahasiswi. Lokasi syutignya seinget aku saat itu di Universitas Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta, bintang utama cowonya Roger Danuarta dan bintang utama cewenya Asty Ananta. 

Ada tragedi –yang dulu aku anggap konyol- yang aku alami saat jadi figuran di sinetron ini. Saat itu lagi take buat scene gedung yang terbakar lalu adegan yang harus kami lakukan adalah berlarian di koridor kampus, ceritanya menghindari api (apinya ga ada, hanya visual effect). Saat itu suasana hiruk pikuk banget, dan saking hebonya tiba-tiba “jeduk”, aku kejedot kamera, saat adegan  tersebut sepertinya aku lari terlalu bersemangat sampai aku menabrak kamera, lumayan kencang dan membuat pening. -> Dulu sih cuma bilang “aw” kalo sekarang belajar membiasakan diri mengucapkan innalillahi (wa inna ilaihi rojiun) saat tertimpa musibah atau kecelakaan.

Setiap aku ada di lokasi syuting biasanya aku mengamati perilaku para artis yang ada di lokasi syuting terutama para bintang utama atau para bintang yang dikenal masyarakat luas. Saat itu selama di lokasi syuting aku sering perhatiin sikap Roger saat di belakang kamera, sepenglihatan aku saat itu, Roger orangnya baik, pendiem, ga banyak bicara, ga suka bicara atau komen kasar, ga banyak tingkah, ga suka ngajak pemain lain berantem di lokasi syuting (kecuali pas acting), kalo lagi break syuting keliatannya Roger suka banget diem di dalem mobilnya paling sesekali gabung sama kru dan pemain lain saat makan, orangnya terlihat tenang. -> Sayangnya agama Roger bukan Islam.

->Dulu aku ngeh soal agama para artis termasuk agamanya Roger, tapi aku ngga tau harus berbuat apa. Dan sekarang aku suka menyayangkan bahkan sedih pas tau mengenai artis yang beragama bukan Islam. Oia pernah suatu kali aku nangis pas tiba-tiba inget Roger, bertanya-tanya kenapa orang yang good looking, nampak baik dan sopan kayak Roger agamanya bukan Islam. ->Seinget aku dari dulu aku bukan fan Roger, Roger juga mungkin ga kenal aku, tapi setelah selama beberapa hari liat dia secara langsung, aku bisa nangis, menyesalkan bahwa dia bukan Muslim. 

-> 12 tahun kemudian.. (kayak tulisan di sinetron): Belakangan aku baru tau, Roger ternyata "oh ternyata". Roger sempet kena kasus narkoba yang aku menyesalkan hal ini, aku sempet banyak nangis dan sakit waktu mengetahui hal ini. Ia dikenai hukuman penjara yang menurut aku hukumannya agak terlalu lama, diperparah dengan aku rewel, di media sosial & internet, pas dia kenapa-kenapa. Mungkin patut aku ulangi bahwa berdasarkan syariat Islam hukum untuk konsumsi khamr dan narkoba adalah hukum cambuk. ‘Wei, jangan bandel ya, baik-baik dimanapun berada. Inget untuk masuk dan memeluk Islam.’

Anw dulu aku sempet heran dan pengen ketawa waktu baca tulisan salah satu blog yang menyatakan bahwa seseorang yang pada awal tulisan ini dibuat aku masih –sangat- mencintainya, sebut saja “you know who”, orang yang salah satu pernyataannya membuat aku tergerak untuk menulis tulisan ini, Tex Saverio maksudnya, mirip sama Roger Danuarta. 

->Sekarang aku ga pengen ketawa kalo inget tulisan blog tersebut, malah sedih, menurut pendapat aku Roger dan Tex -aku belum pernah ketemu* Tex Saverio, aku cuma liat foto-fotonya dan beberapa videonya- physically mereka beda banget mungkin samanya adalah sama-sama cowo Cina-Indonesia agamanya Nasrani. -> Yang nulis blog tersebut Muslim bukan ya? Anw aku juga silap mata kayaknya soalnya dulu aku anggap Tex Saverio mirip sama Tegoshi Yuya. 

Terkait desainer yang bagi aku tidak mirip dengan aktor Indonesia yang aku maksud, berbeda dengan aktor yang aku maksud yang pernah aku temui secara face to face, saat tulisan ini dibuat, aku belum pernah bertemu desainer yang aku maksud, namun aku meminta untuk berkenalan dengannya via jejaring soial Facebook. Image berikut telah diedit untuk penghilangan ciri-ciri makhluk bernyawa.



Tanggapan aku di diary terkait message balesan dari Tex tertanggal 29.03.09 “Seneng! Pas pagi2 buka FB, ada message balesan dari Tex Saverio. He seems a nice person.” -> Saat itu, aku ngeh mungkin banyak orang yang dibales messagenya sama Tex, tapi aslinya Tex bales message aku, aku girang bukan kepalang. Alhamdulillah. Aku serius mencintai Tex Saverio, aku berharap dia mau masuk dan memeluk Islam. ->Selanjutnya? Pembaca mungkin sudah bisa menebak. Sekarang aku pasrahkan kepada Allah.  
->Buat Tex dan pembaca: mohon maaf, terdapat kesalahan pada message aku buat Tex, aku muji-muji baju yang tidak menutup aurat, pakaian yang tidak sesuai syariat Islam. Astagfirullah.

* Actually, aku sempet pengen banget ketemu Tex secara face to face, tapi setelah dipikir-pikir lagi kayaknya aku ga siap kalo aku ketemu Tex terus malah bikin aku makin sering nangis sehubungan aku sangat menyukai dia dan kami beda agama.   

Kemudian melalui tulisan ini aku mau minta maaf sama Roger, Tex dan Tegoshi karena  –aku baru ngeh-  ternyata aku pernah nulis kata “penampakan” refers to 3 orang tersebut. Aku nulis kata tersebut untuk Roger di album foto aku, di foto dari sahabat aku: Foto pose temen-temen aku bareng Asty Ananta di lokasi syuting film Sebatas Impian tapi di belakang temen-temen aku dan Asty ada Roger kefoto while –foto- Rogernya ga jelas jadi aku iseng deh tulis kata itu. Selain itu, kata “penampakan” muncul di tulisan aku berjudul “Tex Saverio”, part yang menceritakan kemiripan Tex dan Tegoshi: ‘qo aku pernah liat cowo dengan penampakan seperti itu (cowo cantik berambut blonde) dan aku suka, tapi dimana ya?! siapa ya?!’, maksud aku adalah appearance tapi saat itu aku bingung menterjemahkannya atau mungkin iseng jadi aku pilih kata tersebut. Aku minta maaf sama Roger, Tex, dan Tegoshi untuk penggunaan kata yang aku maksud.
->Aku tidak meminta maaf untuk melarang kekafiran, kemusyrikan, kemakisatan dan kemunkaran lainnya.
Aku ingin mengajak Roger untuk masuk dan memeluk Islam, jika Roger membaca tulisan aku ini, aku pengen bilang sama Roger: “Maukah kamu memeluk Islam?”  

Beberapa tahun kemudian: Aku belum pernah bteremu lagi dengan  aktor yang aku maksud. Kemudia, aku juga masih belum bertemu dengan desainer yang aku maksud. Hanya saja kepada sang aktor, aku pernah berusaha mengiriminya surat beserta paket juga message di jejaring sosial. Sedangkan dengan sang desainer, kami pernah beberapa kali berkomunikasi via message jejaring sosial Facebook, aku pun pernah mengiriminya surat beserta paket. Mudah-mudahan, walaupun hanya melalui tulisan, Roger dan Tex ngga bosen aku ingetin terus untuk masuk dan memeluk Islam. Semoga Allah memberikan hidayah kepada Roger, Tex dan Tegoshi untuk masuk dan memeluk Islam. Aamiin.

Kemudian Asty Ananta sepengetahuan aku, Asty orangnya baik, ramah, suka nyapa walaupun sama pemain figuran, aku seneng banget waktu itu disapa sama Asty Ananata. Kalo Vonny Cornellya seinget aku, orangnya nampak lemah lembut. ‘Vonny Cornellya agamanya apa ya?’ Ternyata setelah Googling didapat informasi bahwa Vonny seorang Muslimah, Alhamduliullah.

Sekedar informasi, aku sempet minta tanda tangan Roger, Asty juga tanda-tangan beberapa artis lainnya sebagai kenang-kenangan bahwa aku pernah ikut di sinetron yang mereka bintangi:



->Belakangan biasanya aku mengadress Asty Ananata dengan sebutan Ka Asty.
Oia di foto itu Roger dan Vonny menuliskan tanggal yang menerangkan bahwa saat itu tanggal 28 Desember 2003. -> Aku tidak menyengaja dan tidak merencanakan untuk berada dalam kegiatan yang sama dan minta tanda tangan Roger dkk di tanggal 28 tersebut.
->Sedikit beralih topik pembicaraan, sehubungan dengan seni peran atau drama dan angka 28, aku hendak menyatakan permohonan maaf kepada seseorang yang pernah aku cintai, seinget aku seseorang tersebut salah satu pengajar mata kuliah drama. Suatu kali, di suatu perkuliahan (bukan saat mata kuliah drama) seseorang tersebut pernah menyatakan di hadapan aku, pernyataan yang intinya kira-kira bahwa angka 28 adalah angka keberuntungan (aku). Saat itu aku langsung senyum sinis kepada seseorang tersebut, karena aku ga percaya mengenai angka keberuntungan, terlebih aku jadi inget orang-orang Cina yang kepercayaannya aneh-aneh seperti angka keberuntungan maupun angka sial. Perihal ketidaksetujuan aku, sepatutnya aku menjelaskan dengan cara yang baik kepada dosen aku tersebut.

Anw sehubungan banyak orang Cina yang percaya angka keberuntuntungan yang biasanya dikaitkan dengan hal yang berbau materi, kadang aku suka mikir bahwa banyak orang Arab yang tidak mempercayai angka keberuntungan dan angka ketidakberuntungan tapi malah beruntung or tajir, beruntung or tajir seumur hidup bahkan sampe turun-temurun. Hanya saja, meskipun aku tidak menyetujui perihal angka 28 sebagai angka keberuntungan, bukan berarti aku sama sekali tidak melakukan apa-apa setiap tanggal 28 atau sama sekali anti dengan tanggal tersebut. Mungkin saja terbesit di dalam hati aku terkait angka keberuntungan, hanya aku berharap semoga Allah menghilangkan kepercayaan-kepercayaan/keyakinan-keyakinan tersebut dari diri aku, aku berharap dapat hidup sesuai syariat Islam.
Sampai saat ini aku tetap tidak mempercayai perihal angka keberuntungan dan angka ketidakberuntungan, atau hal semacam itu yang tidak sesuai syariat Islam, dalam Islam dijelaskan perihal keberuntungan dan ketidakberuntungan. Kemudian yang aku yakini adalah Allah memberikan keberuntungan dunia dan akhirat kepada manusia yang bertaqwa kepada Allah, manusia yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mengharapkan rahmat dan ridha Allah. Hal ini termaktub dalam terjemah firman Allah berikut ini:  
 
Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. [QS Al Mu’minuun (23): 117]
Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan[1171]. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung. [QS Ar Rum (30): 38]
[1171]. Lihat arti ibnu sabil dalam no. [647].
[647]. Yang berhak menerima zakat ialah:
1. Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
2. Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
3. Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.
4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
5. Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
6. Orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
7. Pada jalan Allah (sabilillah): yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
8. Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. [Q.S. Luqman (31): 4-5]
(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. [Q.S. Az Zumar (39):9]

Kemudian aku bermaksud menuliskan terjemah firman Allah mengenai keberuntungan yang akan diperoleh oleh orang-orang bertaqwa. -> Saat itu (06.05.12 -> 14 Jumadil Akhir 1433 H) aku dan adik sedang membuka jejaring sosial milik adik aku, lalu aku melihat-lihat page milik ustad Muhammad Syafei Antonio dan membaca terjemah salah satu firman Allah, berikut terjemah firman Allah yang ketika aku membacanya aku sangat terkesan:

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. [Q.S. Al A’raaf (7): 96]

->Aku sampaikan permohonan maaf atas kekeliruan yang aku lakukan sebelumnya untuk penulisan nama ustad yang aku maksud. Pa ustad, afwan. Aku berharap nama belakang ustad tersebut, Antonio, dapat diganti menjadi Ahmad; Abdullah (nama yang paling disukai Allah) atau nama Islami lainnya. Semoga Allah senantiasa merahmati ustad Muhammad Syafi’i A. Aamiin.

Kembali mengenai seni peran:

Selain yang telah aku ceritakan di atas, aku pun pernah mengantar salah satu sahabat aku dulu untuk jadi figuran di sinetron Senandung Masa Puber (SMP), sinetron yang dibintangi Raffi Ahmad, Laudya Cinthya Bella, Bunga Citra Lestari, Zaskia Adya Mecca lalu kalo ga salah Agung dan Fuad. Aku lupa lokasi syuting sinetron SMP tersebut di daerah mana, yang jelas syutingnya suka ampe malem, lama. Berhubung saat itu aku ga sreg ikut jadi figuran di sinetron tersebut karena roknya sangat dan terlalu pendek while kaki aku tidak mulus, maka selama di lokasi syuting sinetron tersebut aku hanya diam sambil memperhatikan perilaku orang-orang di lokasi syuting terutama para artisnya, Raffi Ahmad and friends. Dulu aku seneng liat BCL soalnya ramah, murah senyum. 
->Mengenai rok pendek, ada saat dimana dulu meskipun kaki aku tidak mulus, adakalanya aku mengenakan rok pendek, selutut/sedikit dibawah lutut, terlebih jika bermaksud untuk bertemu dengan beberapa pria yang dekat dengan aku, terlebih bila akan bertemu pria yang aku cintai saat itu yang beda agama sama aku. Seingat aku, dulu pria-pria yang aku sukai, cintai atau sayangi tidak pernah mempermasalahkan mengenai berbagai kekurangan fisik aku. -> Sekarang aku memilih untuk mengenakan hijab syar’i bukan karena kaki aku yang tidak mulus, kaki tidak mulus bisa dibuat mulus dengan pergi ke dokter kulit atau ke salon kecantikan. Jika dalam Al Qur’an terdapat perintah untuk membuka aurat di depan umum, maka sekarang juga, walaupun kaki aku tidak mulus, aku akan mengenakan rok mini dan tank top di muka umum. Intinya, aku berhijab syar’i untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya, demi meraih ridha Allah di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Anw jika Raffi tayang di tv kadang aku masih liat dia. Aku tidak terlalu paham mengenai masalah yang menerpa Raffi, namun demikian aku ingin menyatakan bahwa baik artis maupun bukan artis sepatutnya menjauhi narkoba jenis apa pun itu. Aku hanya bisa berdoa untuk aku, Raffi, para artis Muslim dan kaum Muslimin seluruhnya: Mudah-mudahan Allah menjadikan kami sebagai manusia yang bertaqwa kepada Allah. Aamiin.

->Sebagai informasi: hukum Islam untuk mengkonsumsi khamr dan narkoba adalah hukum cambuk. 

Beberapa tahun setelah awal tulisan ini dibuat: Raffi Ahmad menikah dengan Nagita Slavina, alhamduluillah. Barakallah. Aku mengingatkan diri sendiri dan Nagita untuk dapat mengenakan hijab syar'i untuk meraih ridha Allah di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Ketika menjadi pemain figuran, aku dan teman-teman juga crew dari agency berangkat sangat pagi menuju Jakarta, sekitar jam 4, di lokasi syuting dari pagi hingga larut, sampai Sukabumi lagi pagi buta sekitar jam 1, hanya tidur sekitar 2 jam-an, jam 3 musti harus bangun lagi siap-siap karena jam 4 pagi musti berangkat lagi ke Jakarta menuju lokasi syuting. Qo dulu aku kuat ya dengan kehidupan seperti itu? -> Waktu SMU aku sering tidak masuk sekolah karena sakit, tapi waktu ikut kegiatan yang aku sebut “figuran happy” aku jarang sakit namun berkali-kali ga masuk sekolah karena “sibuk”. -> Aku ikut kegiatan tersebut bukan dalam jangka waktu yang lama, kalo terus-terusan berkegiatan dengan jam kerja menggila seperti yang aku jelasin, aku bisa tepar. Oia beberapa temen aku saat itu suka cerita kalo pas aku dan salah satu sahabat aku  saat itu ga masuk sekolah lalu “diabsen”, begitu tiba giliran nama aku atau nama salah satu sahabat aku saat itu dipanggil, temen-temen di kelas kompak menjawab “syutiiiing” (shooting). -> Padahal cuma jadi figuran yang bahkan orang pun mungkin ngga ngeh. Aku berhenti berkegiatan acting (dan modeling) kalo tidak salah karena saat itu aku bersiap-siap untuk menghadapi Ujian Akhir Sekolah. Aku senang mendapat pengalaman tapi tidak berminat untuk mengulangi lagi kehidupan aku seperti dulu, berusaha memasuki dunia modeling dan seni peran. Aku minta maaf kepada semua fihak terutama kepada keluarga, teman-teman dan guru-guru aku karena pernah menjadi contoh yang tidak baik. Aku berdoa untuk aku dan salah satu sahabat aku saat itu yang mengajak aku lalu bersama-sama terjun ke dunia -modeling dan- acting, serta untuk temen-temen Muslim aku juga kaum Muslimin semua : Mudah-mudahan Allah menjadikan aku, teman-temen Muslim aku juga kaum Muslimin sebagai manusia yang bertaqwa kepada Allah, manusia yang dirahmati dan diridhai Allah di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Waktu kuliah, ada pelajaran drama, saat itu Ibu dosen, aku dan banyak temen-temen lainnya membahas text drama seperti drama-drama karya Shakespeare. Oia dulu aku seneng pas salah satu dosen aku cerita mengenai pengalamannya bermain drama, kemudian saat itu aku excited saat Pa dosen tersebut menyarankan agar para mahasiswa membuat pementasan drama. Namun saat itu aku tidak membuat pementasan tersebut karena saat itu aku pikir drama di kuliah lebih sulit soalnya harus menghafal dialog drama berbahasa Inggris terlebih kalo bahasa Inggrisnya ejaan lama. Anw seinget aku, dosen aku tersebut juga pernah membahas mengenai drama zaman Puritan, drama yang dipentaskan ceritanya hanya boleh kisah yang berasal dari Al Kitab. -> Sekarang aku berfikir, bahwa drama yang sepatutnya dipentaskan adalah drama yang ceritanya menceritakan kebaikan dan kebenaran di jalan Allah, berdasarkan syariat Islam.
Cerita aku terkait film yang pernah aku tonton:
Waktu kecil aku suka nonton film kartun atau film (serial) superhero, serial superhero favorit aku Satria Baja Hitam, Kamen Rider RX. Aku dulu suka susah pas disuru ngaji kalo ada film Satria Baja Hitam, aku baru mau ngaji kalo udah selesai nonton film tersebut. Dulu aku suka film tersebut karena menurut aku muka jagoannya menarik, zaman dulu aktor good looking tidak sebanyak sekarang, lalu ceritanya seru.  
[Oia gara-gara film Satria baja Hitam, dari kecil sampe gede aku terobsesi buat puya cowo seganteng dan sekeren Kotaro Minami: tampan, tinggi, kurus, dan jagoan. Sampe-sampe dulu aku suka tega nolak cowo kalo cowo yang nembak aku physically tidak seperti Kotaro Minami. -> Actually, setelah aku liat-liat lagi, ternyata aku berlebihan menilai karakter Kotaro Minami. Kemudian setelah aku melakukan recalling, ada beberapa pria yang secara fisik tidak seperti Kotaro Minami tetapi aku sangat suka.  
Untuk beberapa orang yang pernah menyukai atau mencintai aku bahkan seseorang yang pernah aku cintai tapi pernah aku tolak –mungkin- dengan cara yang tidak baik dan bukan dengan alasan yang sesuai syariat Islam, aku minta maaf, mustinya dulu aku nolak pacaran karena di dalam Islam memang dilarang pacaran, dilarang mendekati zina.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. [Q.S. Al Israa’ (17): 32]

Kemudian waktu kecil aku suka banget nonton film yang dibintangi Jet Li. Abis itu aku suka juga nonton film Shaolin. -> Gara-gara nonton film-film Jet Li dan Shaolin, aku berpikir kalo semua orang Cina pasti jago kungfu. Setelah itu aku juga nonton film-film yang dibintangi Boboho. Lalu film-film yang dibintangi Jimmy Lin, dulu menurut aku, Jimmy Lin adalah –aktor- cowo Cina paling cute and gorgeous se-antreo Cina bahkan sedunia. Anw film Jimmy Lin yang dianya suka pake sepatu roda, trus orang tuanya meninggal kecelakaan, dulu film ini sempet bikin aku nangis. Kemudian aku juga nonton film Jackie Chan. Oia ada juga beberapa film yang pernah aku tonton terus aku jadi ga suka nonton banyak filmnya, yakni film yang dibintangi Andy Lau, aku bukan ga suka sama Andy Lau tapi ga suka sama filmnya atau ceritanya soalnya di akhirnya jagoannya suka mati, masa udah cape-cape nonton, udah berjam-jam merhatiin, eh jagoannya mati? Aku kan nonton itu untuk hiburan supaya abis nonton jadi senang tapi malah jadi sedih dan bete. Aku suka film yang jagoannya menang dan diceritakan tetap hidup atau film-film “live happily everafter”. Tapi ada film-film yang endingnya jagoannya meninggal tapi aku tetep tonton, biasanya berupa biografi, seperti film para tokoh pejuang Islam. Film/series jenis ini ditonton yang utama bukan karena segi hiburannya tetapi segi pengetahuan khususnya pengetahuan Islam.
I just wanna say thanks to MNC group -dan aku inget Mr. Harry Tanoesodibyo- yang menyiarkan film “Omar” (Umar bin Khattab), aku suka banget film/ series ini, keren, amazing, and brilliant, pokonya subhanallah. And I can’t wait “Salahuddin Al Ayubi” series. Semoga Allah mengaruniakan kepada Mr. HT dan keluarga hidayah iman Islam. Aamiin.

Oia dulu ada artis cewe Cina yang menurut aku dia cantik, Vivian Hsu, dia maen film bareng Jimmy Lin trus dia juga maen di salah satu film Vic Chou. Lalu, Rosamund Kwan juga dulu menurut aku dia cantik. Abis itu dulu aku suka liat film Rambo, Hulk, The Six Million Dollar Man, dan Mr. Bean. Mc Gyfer itu mengesankan. Kemudian aku juga suka nonton serial The X-Files dan suka banget nonton serial yang dibintangi Jesica Alba. Pas remaja aku nonton filmnya F4 walaupun ga terlalu sering. Dulu aku suka banget Vic Chou soalnya nampak tampan dan cool, and aku sempet berharap jadi pacarnya Vic Chou. -> Istighfar. Kemudian aku juga nonton film-film “Barat” tapi aku ga inget satu per satu, yang ada di kepala aku saat menuliskan kalimat ini adalah nama-nama sebagai berikut: George Cloney, Pierce Brosnan, Nicolas Cage, Bruce Willis, Keanu Reeves, Tom Cruise, Brad Pitt, Will Smith, Danzel Washington, Julia Roberts, Katie Holmes, Adam Sandler, Jim Carey, Hillary Swank, Halle Berry, Gwneth Paltrow. Dulu aku paling suka sama Natalie Portman, aku suka dia bukan karena aktingnya tapi karena dia cantik dan dia Israeli, she is an Israeli beauty. Saking suka sama Natalie, aku jadiin foto dia sebagai profil picture aku di akun Flixter yang pernah aku buat. Kemudian aku suka Keira Knightly dan Anna Hathway karena menurut aku wajah mereka hampir setipe dengan Natalie Portman.  Sekarang aku berusaha untuk tidak mengidolakan artis, kalo menyukai mungkin masih memungkinkan.   
Lalu dulu aku pernah nonton film India dan aku ga terlalu suka film India, aku ga suka liat tarian dan gerakan vulgar dengan musik yang “oh tidak”, berikut Polisi yang datang terlambat. Walaupun demikian aku ngeh ada nama yang aku harus Googling dulu untuk tau cara penulisan nama mereka, mereka adalah: Amitabh Bachchan, Shahrukh Khan, Amir Khan, Kajol Devgan, Kapoor bersaudara (aku ga hapal), Aishwara Rai, Sridevi, Govinda dan Hrithik Roshan (dulu salah satu sahabat aku sering nyebut nama ini).
Oya ada film india yang belakangan pernah aku tonton “My name is Khan”, film ini ngga seperti film India kebanyakan, cenderung Islami. Kalo series “Razia Sultan”, aku pernah nonton sekilas, pengen tau, filmnya berpakaian cukup sopan ada yang pake kerudung.  Aku kurang suka series tersebut karena bintang utama dan pemain lainnya tidak istiqomah berhijab, lalu ceritanya kurang Islami: seperti pas saat itu aku liat, tokoh utamanya mengambil kulit harimau untuk baju ayahnya, padahal dalam Islam hal tersebut dilarang karena melambangkan kesombongan, kemudian inti ceritanya sepertinya menganai perempuan cantik, tomboy, cerdas yang diangkat menjadi pemimpin. Dalam Islam, tidak dibenarkan perempuan menjadi pemimpin suatu kaum. 
Pas kuliah aku suka nonton dorama Jepang yang dibintangi oleh Kamenashi Kazuya, Tegoshi Yuya, Matsumoto Jun, Yamapi, Aya Ueto dan artis-artis lainnya.  Waktu nonton salah satu film Kamenashi Kazuya, aku sampe nangis berjam-jam, aku pikir film tersebut yang paling mengharukan buat aku, ternyata ada “film” lain yang lebih fantastis, “film” yang aku ngga mau ada lagi “film” demikian.
Kalo film produksi dalam negeri, aku juga pernah nonton beberapa film contohnya yang dibintangi oleh Dian Sastro; Nicholas Saputra; Christine Hakim; Christian Sugiono; Titi Kamal; Marcell Chandrawinata; -> Anw aku pernah mimpiin Marcell, di mimpi aku Marcell orangnya baik; Samuel Rizal, Rianti Cartwright, Revalina S. Temat dll. Revalina dulu merupakan artis favorit aku. 
Sekarang aku terkadang aku nonton sinetron, terutama sinetron Islami, atau sesekali nonton film pendek televisi. Nama-nama artis yang sinetronya pernah aku tonton diantaranya: Syahrul Gunawan, Gunawan, Atalarik Syah, Elma Theana, Lulu Tobing, Desy Ratnasari (Teh Desy dari Sukabumi), Meriam Belina, Agnes Monica, Paramitha Rusady, Moudy Wilhelmina, Anna C. Pinem, Nikita Willy, Mat Solar, Raya Kohandi (aku pernah liat Raya di Sukabumi), Marshanda, Nani Wijaya, Mieke Wijaya, Krisdayanti, Rano Karno, Roy Martin, Rudy Salam, Drg. Fadly, Maudy Koesnaedy, Allysa Soebandono, Citra Kirana dll. Anw dulu aku suka banget sinetron yang dibintangi sama Piere Roland Christy, waktu itu aku pikir Piere mirip kecengan aku saat itu. Pokonya kalo aku udah nonton sinetron itu, ga boleh ada yang ganggu, untungnya waktu itu ada tv khusus di kamar aku untuk nonton dan main video game jadi ga rebutan channel sama keluarga yang lainnya. Kemudian dulu aku rajin nonton sinetron yang ada Mark Pieter-nya, begitu Mark Pieter menghilang dari sinetron tersebut, tiba-tiba aku ga terlalu mood gitu nonton sinetron tersebut. Selain itu aku pernah suka nonton sinetron yang dibintangi Baim Wong, dulu aku suka Baim Wong, soalnya dia artis Cina-Indonesia Muslim. 

->Teh Desy Ratnasari dan salah seorang yang dulu merupakan rekan kerja aku, terima kasih banyak ya waktu itu menyempatkan untuk mampir ke rumah yang sekaligus sekolah yang dikelola oleh beberapa anggota keluaga besar aku dibantu para staffnya, hanya maaf waktu itu tidak ada orang. Aku sendiri saat itu tidak ngeh akan kedatangan para tamu, aku berada di rumah ayah aku, di belakang rumah/sekolah yang dimaksud. 
Aku bermaksud menyampaikan pendapat aku bahwa wanita berkarir mungkin tidak masalah terutama selama atas izin suami dan karirnya tidak menyita waktu untuk mengurus keluarga. Hanya saja, berdasarkan syariat Islam, wanita berkarir di rumah, mendidik dan mengurus anak adalah lebih utama.

Aku juga pernah nonton film hantu Indonesia “Jelangkung” tapi kemudian aku ngga suka nonton film-film hantu Indonesia soalnya dari sinopsinya atau dari cerita yang aku denger film hantu itu sering vulgar. Terlebih selain itu, film hantu tergolong pada takhyul yang terlarang dalam Islam.
Kemudian dulu aku juga nonton sinetron, yang diperankan oleh artis-artis Muslim maupun non-Muslim.
Oia aku mau bilang, aku pernah beberapa kali nonton sinetron yang mencontohkan perilaku buruk para ABG. Aku harap film seperti demikian tidak ada lagi. Namun demikian aku mau bilang, menurut keluarga aku pemeran “Cherry” mirip aku ketika aku masih di bangku sekolah (aku pikir waktu sekolah aku tidak mirip pemeran “Cherry”, artis tsb jauh lebih cantik dari aku), mungkin dianggap mirip karena acting juteknya. Menurut keluarga aku, aku kadang aga judes, kemudian waktu SMU, sahabat-sahabat aku ada yang menjuluki aku “Ratu Jutek”. Selain itu menurut keluarga aku dan beberapa teman adik aku, pemeran “Tiara” juga salah satu aktris berinisial “CO” mirip adik kecil aku (aku pikir dulu mereka agak mirip, sekarang menurut aku, adik aku tidak lagi mirip dengan mereka tapi mereka semua cantik). -> Maaf aku ga hafal nama-nama para pemeran sinetron yang aku maksud. -> Pernyataan ini aku tulis untuk menyampaikan sisi lain mengenai sinetron yang pernah aku hujat di salah satu tulisan aku. Aku harap jika pun harus ada film atau sinetron, film-film dan sinetron-sinetron wajib sesuai dengan syariat Islam. Kemudian aku pengen sebut nama Samuel Zlgwyn soalnya adik kecil aku bilang kalo dia ketemu (liat) Samuel di Dufan. -> Waktu adik perempuan aku bilang mengenai hal tersebut, aku tanya adik aku, apa adik aku nyubit or megang-megang Samuel. Alhamdulillah, adik aku ngga melakukan hal tersebut. ->Aku menasihati adik aku untuk tidak mencubit para artis kalo ketemu mereka, karena kasian para artisnya, jangan pula memegang-megang dan mencium para artis apalagi jika artisnya bukan muhrim. ->Paling boleh salaman jika artisnya perempuan, kemudian cipika-cipiki kalo artisnya temen kami atau kami kenal dan sesama muhrim. -> Prihatin melihat perilaku banyak penggemar terhadap para artis, actually sepertinya aku juga memprihatinkan, perilaku aku menyukai public figure ditambah menyukai artis, perilaku belum sesuai syariat Islam. Mudah-mudahan kedepannya aku insyaf, dapat berprilaku sesuai syariat Islam. Aamiin.

FYI film yang sejauh ini, menurut aku berkesan dan mendidik adalah film Omar (Umar bin Khattab).

Mengenai Bioskop:
Aku bukan orang yang hobby nonton di bioskop, aku beberapa kali nonton di bioskop. Seinget aku I went to the cinema to watch Space Jam sama film anak kecil Indian gitu (aku lupa judulnya).  Pas SMU aku nonton AADC, aku cukup banyak nonton di bioskop saat kuliah terutama di tahun 2008. Aku record kegiatan nonton aku di diary, bahkan aku tempel tiket bioskopnya di diary aku. Berikut daftar film yang aku tonton di bioskop:
  • Jumper: Mon, 25 Feb 2008 @ 21 Jatos.
  • Ayat-Ayat Cinta: Wed, 05 Mar 2008 @ 21 Jatos.
  • Narnia: Sat, 24 May 2008 @ 21 Jatos.
  • Indiana Jones: Fri, 30 May 2008 @ 21 Jatos.
  • Kungfu Panda: Fri, 15 Jun 2008 @ 21 Jatos.
  • Laskar Pelangi: Thru, 25 Sep 2008 @ 21 Jatos.
  • Barbie: Tue, 14 Oct 2008 @ 21 Jatos.
  • Shutter: Thru, 13 Nov 2008 @ 21 Jatos.
  • Twilight: Thru, 18 Dec 2008 @ Ciwalk XXI.
  • Step Up 2: Fri, 19 Dec 2008 @ 21 Jatos.
  • High School Musical: Wed, 24 Dec 2008 @ 21 Jatos.
  • Bedtimes Stories: Mon, 12 Jan 2009 @ 21 Jatos.
  • The Earth Stood Still: Mon, 12 Jan 2009 @ 21 Jatos.
  • Transporter 3: Mon, 12 Jan 2009 @ 21 Jatos.
  • Perempuan Berkalung Sorban: Tue, 20 Jan 2009 @ 21 Jatos.
  • Ketika Cinta Bertasbih: Tue, 16 Jun 2009 @ 21 Jatos.
  • Hachiko: Thru, 01 Apr 2010 @ Ciwalk XXI.

Film-film dan sinetron-sinetron yang aku sebutkan di tulisan ini, ada film yang mendidik, tetapi kebanyakan merupakan contoh sinetron yang tidak baik, tidak Islami. Selain itu, kebanyakan film yang diputar di bioskop pun merupakan film yang menyajikan adegan pamer aurat maupun pornografi. Baik film-film produksi Hollywood (yang umumnya memang dibuat dan diperankan oleh kaum kafir/ non-muslim) maupun film-film produksi Indonesia, bahkan film-film yang mengatasnamakan agama Islam ada yang tidak terlepas dari adegan tidak senonoh. ->Menyesalkan film Ayat-Ayat Cinta yang ada adegan tak sepantasnya padahal actor sama aktrisnya bukan muhrim. Semoga kedepannya, jika pun harus ada film maka film-film dibuat sesuai syariat Islam.

Aku benar-benar berharap bahwa setiap film maupun sinetron terlbih film yang dikabarkan dibuat dengan biaya ratusan juta bahkan milyaran, dapat benar-benar dibuat sesuai syariat Islam. Untuk apa dana ratusan juta atau milyaran jika film yang dihasilkan tak jauh berbeda –dalam segi penerapan syariat Islam- dengan FTV atau sinetron yang biasa tayang sehari-hari?  Namun demikian, aku ucapkan terima kasih kepada setiap sineas juga pihak yang bergerak di dunia seni peran yang telah mencoba membuat film dan sinetron Islami, aku sangat mengapresiasi, semoga kedepannya setiap film atau sinetron dapat benar-benar sesuai syariat Islam.

Kemudian bioskop cenderung digunakan sebagai tempat untuk bermaksiat. Sulit untuk melarang banyak orang untuk tidak mengunjungi bioskop dengan situasi demikian, menurut aku, baiknya ada bioskop khusus wanita dan khusus pria (tidak hanya toilet yang ada pengkhususan), dan film-film yang diputar pun sepatutnyalah film-film yang sesuai syariat Islam.


Terkait film dan artis, aku mengutip informasi sebagai berikut:
Di dalem loker aku, aku nemuin buku yang di sampul depan bagian atasnya tertulis “Al-Islam SUPLEMEN MATERI” dan pada bagian bawahnya tertulis “UNIVERSITAS PADJADJARAN”, aku tertarik sama judulnya. Setelah aku baca sekilas, aku nemuin informasi ini:
…,
F. Merusak moral wanita dan menyebarluaskan penyelewengan sex melalui media informasi dan seni
Orientalis Syatiln dalam bukunya “Al Gharaha Alal ‘Alaamil Islami” berkata: “Gelas dan artis mampu menghancurkan umat Muhammad daripada seribu meriam. Maka tenggelamkan umat Muhammad ke dalam cinta materi dan syahwat.“ (Wajah Dunia Islam-Dr. Muhammad Sayyid Al Wakil)

Didirikannya pula industri film dan media massa yang dapat membantu program mereka. Diantaranya didirikannya MGM Studio Movie oleh Melvyn, Goodwyn, dan Meyer (tokoh Yahudi), Dreamworks Studio oleh Steven Spielberg, Jeffry Katzenberg, dan David Geffen (tokoh Yahudi), Times (Rupert Murdocks-tokoh Yahudi) dan tokoh-tokoh lain yang menopang gerak mereka dalam menguasai dunia (Sejarah pertumbuhan dan perkembangan Zionisme-Prof. Jakob Katz & Friends).
Langkah-langkah dan strategi mereka ini ternyata berhasil menjadikan umat Islam sebagai umat yang terperosok dalam kebodohan, keterbelakangan, dan jauh dari tuntunan hidupnya. Keberhasilan ini diakui oleh mereka seperti yang dikatakan Samuel Zwimmer dalam pidato yang disampaikannya dalam konferensi Al-Quds tahun 1345 H/1935 M di hadapan para misionaris: “Sesungguhnya kalian telah berhasil membentuk generasi yang tidak memiliki hubungan dengan Allah dan tidak ada keingingan untuk memilikinya. Kalian berhasil mengeluarkan orang Islam dari Islam dan tidak kalian masukan ke dalam agama kalian. Maka otomatis muncul generasi seperti yang diharapkan imperialisme modern yang tidak perduli kepada nilai-nilai suci. Hobinya santai dan bermalas-malasan. Jika ia belajar, maka demi syahwatnya. Dam jika ia mendapat jabatan paling tinggi pun demi syahwatnya. “ (Wajah Dunia Islam-Dr. Muh. Sayyid Al Wakil)
Kunci sukses Yahudi dalam mengembangkan ideologi Zionismenya yang didirikan Theodore Herzl (Yahudi-Austria) tahun 1987 ini menurut Shlomo Avineri dalam bukunya The Making of Modern Zionism (Basic Books, 1981) karena Herzl menguasai benar senjata terpenting abad XX; yaitu media massa, lobi, dan public relations.] [Page 68].

Tanpa perlu membuktikan kesahihan informasi tersebut, aku bisa meyakini kemungkinan besar terjadinya hal-hal yang dijelaskan dalam informasi tersebut karena sudah dibuktikan dan dialami sendiri oleh aku, keluargaku, beberapa temanku dan orang-orang di sekitarku yang aku amati yang kelihatannya memang menjadi korban dari hiburan dan informasi yang disajikan oleh kaum yang memang ingin melemahkan -akidah dan akhlak- umat Islam. [040111]

Melalui tulisan ini pula, aku menyampaikan terima kasih kepada aktris, Zaskia Adya Mecca dan Marshanda yang sudah menjadi contoh bagi para Muslimah untuk menutup aurat, mengenakan jilbab atau hijab, aku berharap para artis Muslimah lainnya yang belum berpakaian menutup aurat dapat mengikuti langkah para artis yang telah berhijab, mengenakan pakaian sesuai syariat Islam. Selain itu Zaskia dan Marshanda menjadi teladan bagi aku dan banyak Muslim lainnya karena merupakan salah artis yang menikah dalam usia belia. Subhanallah. Mudah-mudahan Allah merahmati dan meridhai Zaskia dan Marshanda beserta keluarga di dunia dan di akhirat. Aamiin. Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya untuk aku dan Marshanda agar bertaqwa kepada Allah. Aamiin. Kemudian, aku mengucapkan terima kasih kepada Nikita Willy yang telah memberikan support bagi kekasihnya, yang merupakan pesepak bola, untuk memeluk Islam. Alhamdulillah. Semoga Allah menjadikan Nikita Willy sebagai Muslimah yang bertaqwa kepada Allah, kemudian semoga Allah menjadikan pula mualaf yang dimaksud sebagai Muslim yang bertaqwa kepada Allah. Aamiin. 

-> Beberapa tahun kemudian: beberapa artis yang namanya aku tuliskan di atas dikabarkan tidak bersama pasangannya lagi padahal aku berharap mereka tetap bersama pasangan masing-masing, selamanya, menikah di jalan Allah, dalam ridha Allah. Terdapat pula kabar bahwa Marshanda melepas hijabnya, hal ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi aku dan mungkin banyak Muslim lainnya. Semoga Marshanda dapat kembali berhijab bahkan berhijab syar’i. Laudya Cythia Bella yang, alhamdulillah, mengenakan hijab. Semoga dapat istiqomah berhijab syar'i. Semoga Allah menjadikan aku, Marshanda dan Bella sebagai Muslimah yang bertaqwa kepada Allah. Aamiin.

-> Tulisan terkait: http://panoramahijau.blogspot.co.id/2015/12/cinta-dan-seni-peran-sesuai-syariat.html
Aku mengingatkan diri sendiri dan para artis juga publik figur mengenai larangan pacaran dalam Islam, dalam Islam dikenal ta’aruf lalu menikah secara syar’i sebagai jalan terbaik. Dalam Islam dibenarkan  menikah dalam usia muda, menikah sesuai syariat Islam. Menikah dan dalam pernikahan sesuai syariat Islam untuk meraih ridha Allah di dunia dan di akhirat

Aku mengajak para artis dan para pemilik Production House non-Muslim yang nama-nama, film-film atau (nama-nama) PH-nya aku sebut di dalam tulisan ini juga para artis dan para pemilik PH non-Muslim yang nama-nama, film-film atau (nama-nama) PHnya tidak aku sebut dalam tulisan ini serta para pemilik bioskop, para pemilik station televisi, para kru film, para pemeran pembantu dan pemain figuran non-Muslim serta non-Muslim seluruhnya untuk masuk dan memeluk Islam. Maukah kalian masuk dan memeluk Islam? Would you guys like to be Muslims?

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi 190): “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka memeluk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. [Ali ‘Imran (3): 20] 

190). Ummi artinya ialah orang yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan ummi ialah orang musyrik Arab yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian yang lain ialah orang-orang yang tidak diberi Al Kitab.

Aku berdoa untuk diri sendiri juga para aktris dan aktor yang namanya aku sebut di dalam tulisan ini maupun yang namanya tidak aku sebut di dalam tulisan ini: untuk para aktor dan aktris non Muslim, mudah-mudahan Allah memberi hidayah kepada para aktor dan aktris non Muslim untuk masuk dan memeluk Islam. Untuk para aktor dan aktris Muslim, mudah-mudahan Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada aku dan aktor dan aktris Muslim untuk menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah. Mudah-mudahan Allah merahmati dan meridhai kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Aamiin.   


Wallahu’alam.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
17/04/2011
2628/02/2013 -> 151718 Rabiul Akhir 1434 H
010406/03/2013 -> 192123 Rabiul Akhir 1434 H
2629/03/2013 -> 141718 Jumadil Awal 1434 H
Revisi:
30/03/2013 -> 18 Jumadil Awal 1434 H
21.05.2015 -> 03 Sya’ban 1436 H
1314151617.06.2015 -> 25262729 Sya’ban 1436 H
07.08.2015 -> 21 Syawal 1436 H
1718.12.2015 -> 06 Robiul Awal 1437 H
07.02.2016 -> 27/28 Robiul Akhir 1437 H