Larang Imlek

“Anas r.a berkata: ‘Ketika Rasulullah saw. Memasuki Madinah, penduduk Madinah memiliki hari raya yang dimeriahkan dengan permainan-permainan3. Melihat itu, Rasulullah saw. Bertanya: ‘Hari raya apa yang kalian peringati itu? Penduduk Madinah menjawab: ‘Pada zaman jahiliah, kami terbiasa melakukan permainan dalam kedua hari raya itu.’ Rasulullullah saw. bersabda: ‘Sesungguhnya, Allah telah menggantikannya dengan hari raya yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Abu Daud)

Sesuai dengan terjemah hadits di atas, diketahui bahwa hari raya umat Islam hanyalah Idul Fitri dan Idul Adha. Terkait dengan banyaknya umat Islam yang ikut serta dalam merayakan atau dalam perayaan Imlek yang merupakan hari raya non-Muslim, orang-orang musyrik, aku mengutip pendapat aku yang berasal dari tulisan aku yang berjudul “Do Not Celebrate Christmas - New Year (Those days), also Islamic New Year”:

[Btw, bicara mengenai tahun baru, aku  jadi ingat tahun baru Cina, Imlek, aku menghimbau kepada para Muslim/ Mualaf berdarah Cina atau keturunan Cina, untuk tidak merayakan perayaan tersebut. Dalam Islam tidak ada tahun dengan nama hewan tersebut. Sebaiknya orang Islam tidak ikut serta dalam perayaan tersebut, lebih baik tidak usah mendapatkan angpau daripada dapet angpau tapi harus ikut rayain perayaan tersebut. -> Actually, aku malu liat tayangan di tv, peminta-minta di kelenteng pas Imlek kayanya orang-orang Islam. -> Astagfirullah.

Kemudian, jika para Muslim atau Mualaf keturunan Cina hendak bersedekah, tidak perlu saat Imlek, bersedekah bisa kapan saja.]
 
Selain pendapat aku pada kutipan di atas, aku pun ingin menyampaikan kepada diri sendiri dan kaum Muslimin pribumi atau bukan warga keturunan untuk tidak memberikan ucapan apalagi merayakan perayaan orang-orang kafir dan orang-orang musyrik. 

[Aku memohon maaf kepada semua pihak terutama kepada kaum Muslimin apabila ada saudara (sepupu) aku yang beragama Islam -terutama saudara aku yang muncul di layar kaca- ikut merayakan Imlek. -> Ga sengaja, sekilas liat tayangan iklan sebuah acara televisi.-> Sebagai informasi, walaupun tidak mudah, sekarang aku berusaha menghindari menyengaja menonton acara hari raya umat agama lain.

Aku belum menjadi saudara yang baik untuk banyak saudara aku, kami belum saling nasihat menasihati di jalan Allah.

Mengenai kemunculan di layar kaca, aku memohon maaf atas nama diri sendiri terkait rekaman scene aku yang berpenampilan di luar syariat Islam lalu sempat tayang walaupun sekilas. Aku bertaubat dari penampilan yang tidak menutup aurat, kemudian aku tidak ingin lagi muncul di pesawat "melihat jarak jauh".]

Maaf, aku bermaksud meralat pernyataan aku sebelumnya yang aku rasa kurang tepat, hasil revisi statement aku adalah sebagi berikut:



Berhubung aku meyakini bahwa ISLAM bukan hanya agama tapi merupakan WAY OF LIFE FOR NOW AND HEREAFTER LIFE maka aku juga berpikir untuk mengajak umat manusia masuk dan memeluk Islam, selain itu aku pikir ga perlu ada Imlek (tahun baru Cina), tahun baru Iran, tahun baru Masehi, tahun baru Saka, tahun baru Rosh Hashana dan tahun baru lainnya, umat manusia cukup menggunakan kalender Hijriyah. -> Tahun Hijriyah tanpa acara perayaan tahun baru karena hal tersebut berlebihan, bid’ah, perayaan yang tidak dicontohkan Rasulullah. Jika ingin mengadakan perayaan hari raya, cukup perayaan hari raya IDUL FITRI dan IDUL ADHA.

Selanjutnya mengenai kue keranjang (dodol Cina), aku ga tau bahan-bahan atau zat-zat yang terkandung dalam makanan tersebut hallal, [baru ngeh pas nulis ini] seinget aku pada pembungkus makanan tersebut ga ada label hallal, namun demikian sejauh ini aku cukup suka makan dodol Cina*, biasanya aku memakan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Aku menyantap dodol Cina dengan anggapan dodol Cina sama halnya dengan wajik, geplak dan ulen sebagai makanan hallalan thayiban rezeki dari Allah. -> Kalo aku bilang aku ga pernah atau ga suka makan dodol Cina berarti aku bohong, sedangkan tujuan aku menulis tulisan ini bukanlah untuk membohongi orang lain tapi untuk menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini. Amin.



Anw saat ini sepertinya banyak makanan yang mencantumkan label hallal namun makanan tersebut belum tentu hallal -> Majelis Ulama Indonesia wajib bertanggung jawab, pihak-pihak terkait sepatutnya membantu MUI, terlebih aku, kaum Muslimin dan masyarakat umum, khususnya banyak orang Cina# sudah semestinya membantu MUI dengan membuat makanan dengan bahan-bahan dan zat-zat yang hallalan thayiban. #Mengenai kehallalan makanan dan barang-barang konsumsi lainnya: di Indonesia masih kerap terjadi pelanggaran terkait ditemukannya bahan-bahan atau zat-zat haram yang berasal dari babi, pelanggaran disisnyalir kebanyakan dilakukan oleh orang Cina atau warga keturunan Cina. Kepada banyak orang Cina: Dilarang menjual babi dalam bentuk apa pun karena aku khawatir Allah menimpakan laknat kepada anda semua seperti laknat yang menimpa kafir bani Israil (Yahudi):


 1096. dari Jabir bin Abdullah r.a., katanya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda di Mekkah pada tahun takluk Mekah, sabdanya: “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya mengharamkan menjual minuman yang memabukkan (khamr), bangkai, babi, dan berhala.”
Lalu ditanyakan orang kepada beliau, “Ya Rasulullah!” bagaimanakah tentang lemak bangkai? Lemak itu gunanya untuk melumuri perahu, untuk meminyaki kulit, dan dijadikan lampu oleh orang banyak.”

Jawab Nabi, “Tidak boleh!” Itu haram!” 

Kemudian beliau menambahkan, “Dikutuk Allah kiranya orang Yahudi. Setelah Allah mengharamkan lemaknya, lalu mereka hancurkan, kemudian mereka jual dan setelah itu mereka makan uang harganya.” Terjemah Hadits Shahih Bukhari II Page 290-291.

Ya Allah, karuniakanlah hidayah kepada non-Muslim Cina dan non-Muslim bani Israil untuk masuk dan memeluk Islam. Ya Allah, rahmati dan ridhailah kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Amin.

Kembali aku menghimbau diri sendiri dan para pembuat makanan termasuk pembuat dodol Cina, untuk membuat makanan dengan bahan-bahan hallal dan tidak membahayakan serta bukan dengan tujuan sebagai symbol dan persembahan kemusyrikan, membuat dan menganggap sebagai kudapan tradisional hallalan thayiban rezeki dari Allah. Dengan demikian, pembuatan dodol Cina (juga semua jenis makanan) tidak memerlukan ritual khusus kecuali membaca basmallah dan bisa dibuat kapan saja, bukan hanya pada hari-hari tertentu.Kemudian mengenai gambar pada pembungkus dodol Cina, aku pernah berpikir sayang sekali jika terdapat gambar pada cangkang karena cangkang harus dikuliti atau dibuang. Namun demikian, jika memang harus ada gambar, gambar pun bukan lagi gambar naga dan (atau) phoenix, gambar makhluk bernyawa or tulisan dan lambang kemusyrikan lainnya, tapi berganti menjadi gambar bunga, bulan, bintang, atau mungkin gambar -pohon/ buah- kelapa; gambar-gambar bukan makhluk bernyawa sesuai syariat Islam.



*Dodol Cina pemberian dari saudara aku, saudara aku biasanya dikirimi banyak dodol Cina oleh beberapa koleganya yang merupakan warga keturunan non-Muslim. Terima kasih kepada para non-Muslim warga keturunan yang suka mengirimi dodol Cina, mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada Anda semua untuk masuk dan memeluk Islam. Amin.

Selain itu menurut aku, boleh juga membuat dan menyantap makanan tradisional Cina yang terbebas/ telah dibebaskan dari bahan-bahan dan zat-zat haram serta membahayakan, makanan hallalan thayiban selama tidak menganggap jenis-jenis makanan tersebut sebagai pembawa keberuntungan atau sebagai persembahan kemusyrikan, namun menganggap makanan tersebut sebagai hidangan rezeki dari Allah seperti halnya opor atau gulai. 

Berhubung aku tidak setuju terhadap kemusyrikan jadi aku sarankan ga perlu ada lilin untuk peribadatan, baiknya lilin dibuat hanya untuk penerang saat mati listrik atau untuk pelengkap aroma therapy warnanya pun cukup warna putih. Setelah aku pikir ulang, lilin tak perlu diberi gambar karena mubazir, gambar yang ada akan terbakar seiring terbakarnya lilin. -> Lilin tanpa filosofi, tulisan, gambar atau lambang-lambang kemusyrikan. 

Kemudian, lampion, tidak perlu diidentikan dengan perayaan tertentu, bisa digunakan kapan saja dibutuhkan (seperti saat gelap, saat malam). Bentuk dan penggunaan lampion sebaiknya tidak berlebihan. Warna lampion pun sebaiknya putih atau bening supaya sinar yang dipancarkan terlihat lebih benderang. Jika lampion akan diberi gambar, gambarnya disarankan gambar bunga atau gambar bukan makhluk bernyawa sesuai syariat Islam. -> Tentunya lampion tanpa filosofi, tulisan, gambar atau lambang-lambang kemusyrikan.


Oia aku kesal jika mendengar kabar mengenai digelarnya pertunjukkan barongsai karena belakangan ini saat atraksi akan berlangsung beberapa jalan utama di Sukabumi diblokade yang berarti hal tersebut akan menghambat lalu lintas, bahkan aku pernah mendengar kabar bahwa saat pertunjukan barongsai dilangsungkan ada pedagang kecil yang menderita kerugian akibat terhambatnya penjulan barang kepada konsumen dikarenakan jalan yang sulit dialui akibat jalan yang diblokade serta melimpah ruahnya manusia yang menonton atraksi barongsai. -> Aku dan orang-orang sepatutnya berhati-hati terhadap doa orang lemah dan terzalimi. Selain itu, banyak pula orang yang kegiatannya terhambat hanya gara-gara pertunjukkan monster kain tersebut. -> Pemerintah dan aparat Kota Sukabumi ga beres, mungkin dengan “pelicin” kegiatan kemusyrikan macam itu dapet izin dengan leluasa. Astagfirullah.

Lebih kesal lagi berikut sedih jika mendengar banyak orang Islam menonton pertunjukan barongsai atau menonton arak-arakan toapekong yang secara tidak langsung merupakan bentuk dukungan terhadap kemusyrikan dan tradisi musyrik. -> Boleh jadi barongsai merupakan budaya atau tradisi, namun menurut aku tardisi musyrik terutama berupa makhluk bernyawa sebagaimana halnya patung, gambar-gambar makhluk bernyawa sudah sepatutnya ditinggalkan, cukup dijadikan sebagai kenangan.  ‘Sepertinya tradisi sisingaan ala Sunda juga patut hanya dijadikan sebagai kenangan (untuk menghindari pembuatan karya berupa bentuk makhluk bernyawa)’.



Salah satu saudara aku yang alhamdulillah telah mendapat taufiq dan hidayah dari Allah untuk tidak lagi menonton barongsai bercerita yang inti ceritanya kira-kira bahwa saat (02.03.13 -> 19 Rabiul Akhir 1434 H), salah satu saudara aku tersebut datang ke tempat ia biasa mengaji, ia sedih karena tempat mengaji yang biasanya ramai dan penuh sesak, hari itu sepi dan sangat lengang. Tidak ada satu pun temannya yang datang ke tempat menuntut ilmu agama Islam tersebut, yang ada hanya keluarga dari guru ngajinya, untungnya, alhamdulillah, selang beberapa waktu datanglah seorang sahabatnya. Murid-murid mengaji (selain anggota keluarga guru mengaji) yang hadir biasanya bisa mencapai 20 anak bahkan lebih, hari itu hanya 2 anak yang hadir. -> Setiap harinya biasanya anak-anak berangkat mengaji mulai sekitar pukul 17.00  dan pulang sekitar pukul 20.00. Salah satu saudara aku tersebut mengetahui bahwa penyebab ketidakhadiran teman-temannya saat itu adalah pertunjukkan barongsai yang kabarnya digelar dari mulai terang hari hingga jauh di gelap malam. -> Menurut aku pertunjukan barongsai dan arak-arakan toapekong harus ditiadakan karena digelar ngga pagi, siang, sore maupun malam, kapan pun, tetap mengganggu, dan gangguan yang paling parah yang diakibatkan oleh pertunjukkan dan arak-arakan tersebut adalah menghambat, memblokade, dan memblokir banyak manusia dari JALAN ALLAH.

‘Ya Allah, lenyapkanlah kemusyrikan dan kekafiran dari muka bumi ini. Berikanlah hidayah kepada para non-Muslim untuk masuk dan memeluk Islam dan berikanlah taufiq dan hidayah kepada aku dan kaum Muslimin untuk bertaqwa kepada Allah kemudian taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Amin.’


Aku juga ingin mengingatkan bahwa rezeki di masa yang akan datang tidak bergantung pada cuaca hujan atau panas menjelang atau saat Imlek karena Allah swt telah menentukan rezeki bagi tiap-tiap manusia tidak bergantung pada panas maupun hujan pada hari-hari tertentu.

Semoga Allah memberikan keputusan-Nya atas merajalelanya kemusyrikan. Mudah-mudahan Allah membasmi kekafiran dan kemusyrikan dari muka bumi ini. Amin Allahuma Amin. Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada kaum Muslimin untuk bertaqwa kepada Allah. Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah-Nya kepada para non-Muslim khususnya non-Muslim Cina atau warga keturunan untuk masuk dan memeluk Islam. Amin.

Wallahu ‘alam bishowab.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
0910/02/2013 -> 29 Rabiul Awal 1434 H
EAP: 
10/02/2013 -> 29 Rabiul Awal 1434 H
12131617/02/2013 -> 0102050607 Rabiul Akhir 1434 H


0411/03/2013 -> 2228 Rabiul Akhir 1434 H
15/03/2013 -> 03 Jumadil Awal 1434 H