Kedatangan Kembali Isa Almasih

157. dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. [An Nisaa (4): 157]

[378]. Mereka menyebut Isa putera Maryam itu Rasul Allah ialah sebagai ejekan, karena mereka sendiri tidak mempercayai kerasulan Isa itu.



1090. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: “Demi Allah yang diriku dalam genggaman-Nya! Sesungguhnya akan turun kepadamu Ibnu Maryam menjadi hakim yang adil. Maka dipecahnya salib, dibunuhnya babi, dihapuskannya pajak, dan harta kekayaan akan melimpah ruah, sehingga tidak seorang jua pun yang mau menerima.” (Terjemah Hadits Shahih Bukhari Jilid II. Page: 287)


Sebagai seorang Muslim aku mengimani Isa Almasih sebagai nabi dan rasul Allah (utusan Allah). Melalui tulisan ini, aku ingin menjelaskan kepada umat Nasrani bahwa Nabi Isa Almasih tidaklah mati disalib, beliau masih hidup dan diangkat oleh Allah ke langit. Selain itu, berdasarkan terjemahan hadits di atas, Nabi Isa Almasih akan turun kembali dan menjadi hakim yang adil (menegakkan hukum berdasarkan Al Qur’an, mungkin seperti memberlakukan kisas: nyawa dibalas nyawa atau dengan ganti rugi yang disepakati, diyat.), mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapuskan pajak (semestinya pajak diganti dengan zakat).

Aku juga mau memberitahukan bahwa semua nabi adalah bersaudara termasuk Nabi Isa as dan Nabi Muhammad saw. Nabi Isa as dan Nabi Muhammad saw adalah bersaudara, saudara seketurunan bahkan saudara seiman. Berikut terjemahan hadits mengenai hal ini:

1501. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Saya yang lebih dekat dekat dengan Isa anak Maryam di dunia dan di akhirat. Semua nabi-nabi itu bersaudara karena seketurunan. Ibunya berlainan sedang agamanya satu”. Terjemah Hadits Shahih Bukhari jilid III hal. 212. 

Setiap nabi dari zaman Nabi Adam as, termasuk Nabi Isa as hingga Nabi Muhammad saw selalu membawa pesan tauhid, menyatakan bahwa tiada Tuhan selain Allah.

Sebagai informasi, berdasarkan silsilah, diketahui bahwa aku dan keluarga merupakan keturunan Nabi Muhammad saw, sehingga dapat dikatakan bahwa Nabi Muhammad saw adalah kakek moyang aku. Jika Nabi Muhammad saw bersaudara dengan Nabi Isa as, maka Nabi Isa as pun dapat dikatakan termasuk kakek moyang aku. Dan aku mau bilang terutama kepada umat Nasrani bahwa aku tidak ridha kalo nabi aku, Nabi Isa as, dipertuhankan oleh siapapun, berikut aku ga rela jika kake moyang aku, Nabi Isa as, disembah-sembah oleh siapa pun, karena yang berhak disembah hanyalah Allah swt, tiada Tuhan selain Allah! Walaupun demikian, aku wajib ridha atas takdir Allah akan adanya orang-orang yang ditakdirkan sebagai kafir. Hanya saja, aku berusaha menyeru diri sendiri dan orang lain (terutama para non-Muslim yang hidup sezaman dengan aku) untuk menyembah hanya kepada Allah, kemudian untuk taat kepada Allah dan Rasulullah saw. Mudah-mudahan Allah meridhai aku dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Amin.

Terkait dengan kedatangan kembali Isa Almasih yang akan menjadi hakim yang adil, menegakkan hukum berdasarkan Al Qur’an, maka aku ingin mengajukan pertanyaan sebagai berikut kepada umat Nasrani: Bagaimana jika seseorang yang sangat kamu cintai (Isa Almasih) membawa sesuatu yang kamu benci (Al Qur’an)? Bagaimana jika sesuatu yang sangat kamu benci (Al Qur’an) ada pada seseorang yang sangat kamu cintai (Isa Almasih)? Apakah kamu akan meninggalkan seseorang yang sangat kamu cintai tersebut? Ataukah kamu tetap mencintai Isa Almasih dan mengikuti Isa Almasih serta berhukum berdasarkan Al Qur’an?

Sekali lagi, jika Isa Almasih datang menetapkan hukum berdasarkan Al Qur’an, mau apa umat Nasrani dan umat Islam? Mau membangkang kepada Isa Almasih seperti orang Yahudi zaman dahulu (Bani Israil), lalu mereka dilaknat oleh Allah, oleh lisan Daud dan Isa putra Maryam?
Untuk aku dan kaum Muslimin, terjemahan firman Allah mengenai laknat Allah dan para Rasul-Nya terhadap orang-orang kafir Bani Israil atau kaum kafir Yahudi adalah sebagai berikut:

Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.
 [Q.S Al Maaidah: 78-79]


Penjelasan untuk terjemahan firman Allah mengenai laknat Allah atas kedurhakaan kafir Bani Israil di atas terdapat dalam terjemahan hadits sebagai berikut:
…,
Ini adalah lafadz Abu Daud, sedangkan lafadz Tirmidzi:
“Rasulullah saw bersabda: “Tatkala Bani Israel terjerumus dalam berbagai maksiat, ulama mereka melarang mereka, tetapi mereka tetap tidak berhenti. Kemudian para ulama itu ikut duduk di majlis mereka, makan bersama mereka dan minum bersama mereka maka Allah menutup masing-masing hati mereka dan melaknat mereka lewat lisan Daud dan Isa as putra Maryam. Hal itu disebabkan oleh kedurhakaan mereka dan mereka selalu melampaui batas. Maka Rasulullah saw duduk, tadinya bersandar, dan berkata: “tidak, demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya, kamu harus membelokkan mereka (kembali) kepada yang hak.”
Riyadush Shalihin 1 P.250-251


Bagi umat Nasrani, di dalam Al kitab pun dijelaskan mengenai kebinasaan Bani Israil akibat pelanggaran dan pembangkangan yang mereka lakukan, hal ini terdapat dalam Korintus 1 pasal 10 ayat 5-9 yang kutipannya adalah sebagai berikut:

Dan hal kedjatuhan Israil mendjadi teladan kepada sidang djumaat
5. Tetapi akan kebanjakan mereka itu Allah tiada berkenan. Sebab itulah mereka itu binasa didalam padang belantara. (Bil. 14:23, 30.)
6. Tetapi segala perkara itu mendjadi teladan bagi kita, supaya djangan kita ingin akan perkara jang djahat, seperti mereka itu djuga. (Bil. 11:4, 34.)
7. Djanganlah pula kamu mendjadi penjembah berhala, sebagaiman beberapa mereka itu, karena telah tersurat: Bahwa kaum itu sudah duduk makan dan minum, lalu bangkit bermain. (Kel. 32:6.)
8. Djanganlah kita djuga mengerdjakan zinah, seperti jang dikerdjakan oleh beberapa mereka itu, dan didalam suatu hari sudah rebah mati dua puluh tiga ribu orang. (Bil. 25:1 9.)
9. Dan djangan kita pula mentjobai Tuhan, sebagaiman beberapa mereka itu sudah mentjobai, lalu dibinasakan oleh ular. (Bil. 21:5, 6.)


Anw aku ga habis pikir sama orang-orang yang anti Nabi Isa as juga orang-orang yang membenci Nabi Muhammad saw apalagi jika mereka anti atau membenci para utusan Allah secara keterlaluan, kadang aku pengen bilang "mati aja lu!" atau "mati aja kalian!". -> Berhubung saat ini aku ga bisa berbuat banyak, jadi aku hanya bisa memohon kepada Allah agar Allah memberi hidayah kepada orang-orang ekstrim tersebut agar berbalik menjadi mencintai, mengasihi bahkan membela Nabi Isa as dan Nabi Muhammad saw sebagai utusan Allah. Amin. 

Mudah-mudahan Allah memberi taufiq dan hidayah kepada aku dan kaum Muslimin untuk dapat menjadi Muslim yang bertaqwa kepada Allah, untuk dapat berhukum berdasarkan Al Qur’an. Mudah-mudahan Allah memberi hidayah kepada umat Nasrani untuk masuk dan memluk Islam. Amin.
Aku meyakini bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, tiada Tuhan selain Allah. Kemudian aku meyakini bahwa Muhammad adalah utusan Allah, serta aku meyakini bahwa Isa Almasih putra Maryam bukanlah putra Allah tetapi utusan Allah.

Wallahu’alam.



Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.


0506/01/2013 -> 2324 Shafar 1434 H
EAP:
070911/01/2013 -> 242728 Shafar 1434 H