Bid'ah: Perayaan Memperingati Maulid Nabi

9. Tiada seorang beriman hingga aku lebih dicintai dari ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia. (HR. Al Bukhari) [Dr. Muhammad Faiz Almath, "1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad", hal. 18.]

2. Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik-baik jalan hidup ialah jalan hidup Muhammad, sedangkan seburuk-buruk urusan agama ialah yang diada-adakan. Tiap-tiap yang diada-adakan adalah bid’ah, dan tiap bid’ah adalah sesat, dan tiap kesesatan (menjurus) ke neraka. (HR. Muslim) [Ibid., hal. 55.]

7. Barangsiapa menipu umatku maka baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Ditanyakan, "Ya Rasulullah, apkah pengertian tipuan umatmu itu?" Beliau menjawab, "Mengada-adakan amalan bid'ah, lalu melibatkan orang-orang kepadanya." (HR. Daruquthin dari Anas) [Dr. Muhammad Faiz Almath, "1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad", hal. 57.]



“Manusia yang bukan dajjal lebih aku takuti akan menggangu kamu sekalian daripada dajjal.” Ada yang bertanya, “Siapa mereka itu?” Rasul saw. Menjawab, “Mereka adalah para imam atau pemimpin (orang berilmu) tetapi menyesatkan umat.” (H.R. Imam Ahmad dengan sanad yang bagus, seperti dikatakan al Iraqi) [Hasan Ayyub, “Etika Islam: Menuju Kehidupan Yang Hakiki”, hal. 646.]



Sebelumnya aku sampaikan bahwa tulisan ini merupakan hasil revisi dan pengembangan. Melalui tulisan ini, aku bermaksud memberitahukan kepada kaum Muslimin seluruhnya bahwa perayaan memperingati maulid Nabi adalah bid’ah. Untuk itu seyogianya peringatan maulid tidak dilakukan baik dalam bentuk dzikir dan shalawat bersama, tabligh akbar, maupun dalam bentuk gerebek maulud atau dalam bentuk-bentuk lainnya. 

Aku khawatir orang-orang mengira memperingati atau merayakan maulid berpahala, padahal bisa saja hal tersebut berdosa. Seperti menurut sabda Rasulullah saw bahwa setiap bid'ah, atau perkara yang diada-adakan dalam urusan agama adalah sesat, menjurus ke neraka. Memang kita sepatutnya belajar dari ulama dan menghormati ulama, tentunya bukan pada ulama su' tapi pada ulama yang berpegang teguh pada Al Qur'an dan As Sunnah. Dajjal bila menyesatkan memang takdir dan, atas izin Allah, kelak ia akan dibinasakan oleh nabi Isa, dan antek-antek Dajjal, misalnya orang kafir dan musyrik, iluminati atau "mata satu" jika mengganggu atau menyesatkan, itu hal yang mungkin memang demikian pekerjaan mereka, semoga mereka dapat dihentikan atau sadar dan kembali ke jalan Allah. -> Jika mereka memang berniat baik dan benar tidak perlu menjadi iluminati atau sejenisnya tapi menjadi mujahid di jalan Allah. Tapi jika ulama mengganggu atau menyesatkan itu hal yang sangat keterlaluan, semoga Allah memberi taufiq dan hidayah untuk kembali ke jalan Allah.

Sepatutnya kaum Muslimin sadar bahwa dibanding mencintai seluruh manusia di dunia ini termasuk ulama, kita harus lebih mencintai Rasulullah Muhammad saw, jadi untuk hal-hal yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw, seperti perayaan maulid, perayaan, isr'a mi'raj, tahlilan berhari-hari untuk orang yang telah meninggal dunia, qunut setiap subuh serta hal-hal bid'ah lainnya sepatutnya tidak dikerjakan.

Dulu, aku berkali-kali mengikuti perayaan maulid, alhamdulillah sekarang tidak lagi. Mudah-mudahan Allah mengampuni kesalahan-kesalahan aku yang terdahulu. Aamiin.

->Semoga Allah memusnahkan dajjal dan para pengikutnya, serta para ulama su'. Semoga Allah memusnahkan kekafiran, kemusyrikan, kemaksiatan dan kemungkaran dari muka bumi ini. Aamiin. 

Jikalau ada yang berpendapat bahwa jika memperingati atau merayakan maulid adalah bid’ah karena tidak dicontohkan oleh Rasulullah, maka tidak perlu menggunakan mobil, komputer dan handphone karena itu merupakan bid’ah, tidak ada di zaman Rasulullah, mengenai pendapat ini, maaf, harus aku katakan bahwa pendapat tersebut tidaklah tepat karena mobil, komputer dan handphone bukan hal-hal yang berkaitan langsung dengan perkara ibadah seperti pelaksanaan maupun tata cara ibadah, benda-benda itu merupakan hasil ilmu pengetahuan dan teknologi.-> Namun demikian, memang benda-benda tersebut harus digunakan secara bijaksana bahkan saat ini penggunaan mobil harus dibatasi.

Terkait mobil yang merupakan kendaraan, patut disampaikan bahwa bagi Muslim yang mampu sedapat mungkinuntuk memiliki kuda, kuda yang dulu fungsi utamanya merupakan kendaraan untuk jihad fisabilillah. Selain untuk jihad fisabilillah kuda juga berfungsi untuk perhiasan. Keberkahan memelihara kuda berlaku hingga hari kiamat.

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). [Q.S. Al Anfaal (8): 60]


dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal[820] dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. [Q.S. An Nahl (16): 8]
[820]. Bagal yaitu peranakan kuda dengan keledai.


1302. Dari 'Urwah Al Bariqi r.a.: Nabi s.a.w. bersabda: "pada ubun-ubun kuda itu terletak kebaikan sampai hari kiamat, yaitu pahala dan rampasan perang". [H. Zainuddin Hamidy, "Terjemah Hadits Shahih Bukhari: Jilid III, hal. 115.] 

1303. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: Nabi s.a.w. bersabda: "Siapa yang memelihara kuda untuk perang dalam agama Allah, karena percaya Allah membenarkan janjiNya, maka makanan kuda, minuman dan kencingnya menambah berat timbangan amal pada hari kiamat". (Ibid.)

1304. Dari Sahl r.a. katanya: Nabi s.a.w. mempunyai seekor kuda di kebun kami, namanya, Luhaif. (Ibid.)


Untuk ulama NU dan jamaahnya diharapkan untuk bersama-sama berupaya menghentikan bid'ah, menegakkan Al Qur'an dan As Sunnah, menegakkan syariat Islam.

Jika ingin mendapatkan informasi yang benar mengenai hal-hal yang tidak berkaitan langsung dengan pelaksanaan dan tata cara beribadah, seperti bertanya mengenai mobil bisa mendatangi dealer resmi atau bengkel; bertanya mengenai komputer bisa mendatangi toko komputer atau tukang service komputer; dan bertanya mengenai handphone bsa mendatangi gallery hp atau konter hp. Sedangkan untuk mendapatkan informasi yang benar sesuai syariat mengenai tata cara dan pelaksanaan ibadah, walaupun aku bukan anggota Muhammadiyah ataupun PERSIS, aku menyarankan bahwa ada baiknya kita bertanya kepada para ulama atau santri Muhammadiyah maupun PERSIS, atau lebih baik lagi jika  bertanya pada para ulama Muwahidun (Salafi) dari Makkah dan Madinah atau ulama yang memang berpegang teguh pada Al Qur'an dan As Sunnah.

Aku berharap kaum Muslimin tidak terpecah ke dalam banyak golongan, tetapi kaum Muslimin bersatu menegakkan kalimat tauhid, kemudian menegakkan syariat Islam dan menegakkan khilafah Islamiyyah untuk meraih berkah, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat.


“(Ialah) Al Qur’an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertaqwa.” [Az Zumar (39): 28]    

“Alif, laam, raa741). Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Qur’an) yang nyata (dari Allah). Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” [Yusuf (12): 1-2]”  
 
Hal yang sangat penting bagi aku dan kaum Muslimin terkait Islam adalah mempelajari bahasa Arab, terutama mempelajari shorof dan nahwu. Terkait larangan bid'ah ini, aku belajar dari Abi aku, yang alhamdulillah, memahami ilmu nahwu dan ilmu shorof bahasa Arab. Menurut Abi, bid'ah intinya adalah perkara yang bukan ibadah tetapi dibuat atau seolah-olah seperti ibadah, mengada-ada dalam ibadah, bukan seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Terkait pembagian bid'ah, jenis bid'ah hanya satu, tiada yang lain, yaitu bid'ah dholalah. Aku mengutip tulisan aku terkait pendapat Abi aku mengenai bid'ah "Abi aku (khalifah bagi keluarga aku) menyatakan bahwa tidak ada bid’ah hasanah, karena semua bid’ah DHOLALAH, yang ada adalah SUNNAH SAYIAH (yang tidak baik) dan SUNNAH HASANAH (yang baik)." [Termuat dalam tulisan aku berjudul "Bid'ah: Terawih 23 Rakaat Berjamaah"]

->Sampai saat tulisan ini direvisi, aku pribadi masih mempelajari bahasa Arab.

Kemudian, terdapat sebuah pertaanyaan terkait bid'ah yang membuat aku berpendapat bahwa bid'ah itu ibarat zina. Bagi pasangan yang menikah secara sah sesuai syariat Islam, maka memegang, mencium bahkan berji'ma adalah hallal bahkan ibadah, namun bagi orang-orang yang belum menikah (berzina) maka memegang, mencium terlebih berji'ma adalah haram/maksiat (dosa). Maka apabila kita membaca Al Qur'an, bertasbih dan bershalawat bukan dalam rangka/acara bid'ah/acara kesesatan maka itu menjadi ibadah, sebaliknya bila membaca Al Qur'an, bertaasbih, bershalawat, silaturahim, tholabul ilmi dll dalam rangka/acara bid'ah maka hal-hal tersebut bisa menjadi haram/dosa. Acara bid'ah yang melibatkan orang banyak bisa diibaratkan rumah bordil atau lokalisasi pelacuran yang hal-hal ini terlarang dalam Islam.    

Menurut pendapat Abi aku, untuk  mamahami agama Islam dan memutuskan perkara terkait agama Islam, minimal harus menguasai ILMU NAHWU, ILMU SHOROF dan ILMU MANTIQ.

Mempelajari ilmu khususnya ilmu agama sangatlah penting, hanya saja dalam mempelajari ilmu, kita sepatutnya banyak memohon perlindungan kepada Allah, karena berdasarkan sabda Rasulullah saw, justru orang-orang berilmu, orang yang pandai bacaannya, yang banyak cenderung menjadi orang munafik. Hal ini diterangkan oleh Rasulullah saw sebagai berikut:

7. Paling banyak orang munafik dari umatku ialah yang pandai bacaannya. (HR. Bukhari) [Dr. Muhammad Faiz Almath, "1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajarn Muhammad", hal. 289]

Untuk itu, jika ada orang yang menasihatkan/melarang bid'ah tapi bukan dari kalangan ulama, sepatutnya didengarkan, minimal nasihatnya dipertimbangkan jika bisa diikuti nasihatnya, yang terpenting nasihatnya tersebut sesuai Al Qur'an dan As Sunnah. Nasihat tidak mesti dari ulama terkenal, selama sesuai Al Qur'an dan As Sunnah baiknya nasihat diterima. Hanya saja patut diingat khususnya bagi aku dan kaum Muslimin yang senang bernasihat di jalan Allah, umumnya bagi kaum Muslimin bahwa mempelajari bahasa Arab sangat penting. Bila belum menguasai bahasa Arab, maka sepatutnya kita sadar bahwa kita AWAM.

Kemudian, kaum Muslimin memang harus menghormati imam yang empat: Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Hambali dan Imam Syafi'i serta wali juga para ulama, hanya saja patut disadari bahwa terdapat orang-orang pilihan Allah selain para imam yang 4, para wali songo dan para ulama ternama yang bisa dijadikan ikutan atau panutan, ilmu dan akhlak yang sesuai Al Qur'an dan As Sunnah.
  
Dan demikianlah Kami telah menurunkan Al Quran yang merupakan ayat-ayat yang nyata, dan bahwasanya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. [Q.S. Al Hajj (22): 16]

->Allah memberi petunjuk kepada yang ia kehendaki tentunya agar sesuai Al Qur'an dan As Sunnah, sedangkan Al Qu'an dan As Sunnah menggunakan bahasa Arab.

3. Sesungguhnya Allah mengutus kepada umat ini pada penghujung tiap seratus tahun orang yang memperbaharui (ajaran) agama mereka. (HR. Abu Dawud dan Al Hakim) [Ibid, hal. 24]

->Memperbaharui ajaran agama maksudnya, bagaimanapun zamannya, tetap kembali kepada Al Qur'an dan As Sunnah.  

Perintah mencintai Nabi Muhammad saw, mencintai ahlul baitnya, dan –mencintai- membaca Al Qur’an:
Didiklah anak-anakamu pada tiga perkara: mencintai nabimu, mencintai ahli baitnya, dan membaca Al Qur’an … (H.R. Ath-Thabrani). [Dr. Abdullah Nashih Ulwan, Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 1, hal. 145.]
Aku menasihatkan para habib, syeikh dan ulama Muwahidun dari Makkah terutama Madinah yang berkunjung atau menetap sementara atau seterusnya di Indonesia untuk tidak mendukung atau terbawa arus apalagi mencontohkan memperingati maulid nabi yang merupakan bid’ah. Semoga para keturunan ahlul bait, para habaib, dan umat Islam seluruhnya dapat menghindari bid'ah untuk meraih ridha Allah.

Terjemah hadits mengenai larangan bid'ah di kota Madinah serta keutamaan kota Madinah: 

902. Diriwayatkan dari Anas r.a.: Nabi Saw pernah bersabda, “Madinah adalah tanah haram (suci –pen). Pepohonannya tidak boleh ditebang, tidak boleh ada bid’ah dikerjakan di sana. Dan siapa pun yang mengerjakan bid’ah, maka laknat Allah, para malaikat, dan manusia akan ditimpakan padanya.” [3:91 – S.A.] RINGKASAN SHAHÎH AL-BUKHÂRÎ, Hal. 357

916. diriwayatkan dari Jâbir r.a: Seorang Arab Badui menemui Nabi Saw. dan memberikan baiatnya untuk memeluk Islam. Hari berikutnya ia datang kembali dalam keadaan demam dan berkata (kepada Nabi Saw.), “Tolong batalkan baiatku untuk hijrah ke Madinah).” Nabi Saw. menolak (permintaan itu) tiga kali dan berkata, “Madinah bagaikan sebuah tungku, ia mengeluarkan khabats-nya dan memilih orang-orang yang terbaik dan menyempurnakannya.” [3: 107 – S.A.] Ibid, Hal. 361

905. Diriwayatkan dari Abû Hurairah r.a.: Rasulullâ Saw. pernah bersabda, “Aku diperintahkan untuk hijrah ke sebuah kota yang akan menaklukkan kota lain, dan (kota itu) adalah Yastrib atau Madinah. Ia (kota Madinah) akan mengeluarkan semua orang jahat seperti tungku (perapian) membersihkan kotoran besi.” [3: 95 – S.A.] Ibid, Hal. 358

909. Diriwayatkan dari Abû Hurairah r.a.: Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Sesungguhnya, iman kembali ke Madinah seperti seekor ular kembali ke sarangnya.” [3: 100 S.A.] Ibid, Hal. 359

917. Diriwayatkan dari Anas r.a.: Nabi Saw pernah bersabda, “Ya Allah! Limpahkanlah anugerah-Mu terhadap Madinah dua kali (lebih besar) dari anugerah-Mu terhadap Makkah.” [3: 109 – S.A.] Ibid, Hal. 361

Berdasarkan terjemah hadits di atas, aku menyarankan ada baiknya para ulama dari Madinah yang berada di luar Madinah untuk dapat kembali ke Madinah. Semoga diperkenankan oleh Allah.

9. Pokok segala urusan ialah Al Islam dan tiangnya adalah shalat, dan puncaknya (atapnya) adalah berjihad. (HR. Attirmidzi) [Dr. Muhammad Faid Almath, "1100 Hadits Terpilih: "Sinar Ajaran Muhammad", hal. 30] 


Mencintai Nabi Muhammad saw dapat diwujudkan dengan melaksanakan perintah Allah dalam Al Qur'an dan melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah saw, menegakkan kalimat tauhid, bershalawat kemudian menegakkan syariat Islam dan menegakkan khilafah Islamiyyah.

Aku ucapkan terima kasih khususnya kepada kaum Muslimin yang baik secara langsung maupun tidak langsung telah membantu aku, salah satunya teman Fb aku, Aerkha Abdii. Aerkha, mungkin ada hal-hal yang tidak aku setujui, ada pula hal-hal yang aku setujui dari pendapat anda, hal-hal tersebut aku coba tuliskan dalam tulisan ini. Syukron. Alhamdulillah.

Harap maklum, jika aku memaparkan larangan bid'ah walaupun tanpa meminta izin dan persetujuan pihak lain hal ini dikarenakan melarang bid'ah merupakan perintah Rasulullah saw, berikut terjemah hadits tekait hal ini:

4. Apabila kamu melihat orang-orang yang ragu dalam agamanya dan ahli bid'ah sesudah aku (Rasulullah Saw) tiada maka tunjukkanlah sikap menjauh (bebas) dari mereka. Perbanyaklah lontaran cerca dan kata tentang mereka dan kausunya. Dustakanlah mereka agar mereka tidak semakin merusak (citra) Islam. Wapadai pula orang-orang yang dikhawatirkan meniru-niru bid'ah mereka. Dengan demikian Allah akan mencatat bagimu pahala dan akan meningkatkan derajat kamu di akhirat. (HR. Ath-thahawi) [Dr. Muhammad Faiz Almath, "1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad", hal. 56.]

Mudah-mudahan Allah menjadikan aku dan kaum Muslimin seluruhnya sebagai Muslimin yang bertaqwa kepada Allah. Aamiin. 

Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada kaum Muslimin untuk menjadi Muslim yang bertaqwa kepada Allah, Muslim yang menjauhi bid’ah. Semoga Allah menegakkan kalimat tauhid, kemudian menegakkan syariat Islam serta menegakkan khilafah Islamiyah di muka bumi ini untuk berkat, rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat. Semoga Allah meridhai aku dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat.  Aamiin.

Wallahu’alam.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
24/01/13 -> 12 Rabiul Awal 1434 H


Revisi:
242526/01/13 -> 121314 Rabiul Awal 1434H
1213/02/13 -> 02 Rabiul Akhir 1434 H 
05.02.2016 -> 25 Robiul Akhir 1437 H 
1319.02.2016 -> 0510 Jumadil Awal 1437 H.