Bid'ah: Perayaan Tahun Baru Hijriyah (Islamic New Year)


Tulisan berikut ini dicopy paste dari salah satu tulisan aku:


Islamic New Year / Tahun Baru Hijriyah



Berdasarkan salah satu terjemah hadits yang telah aku kutip di atas (aku kutip kembali terjemah haditsnya di bawah ini), aku menyimpulkan bahwa hari raya atau hari besar umat Islam hanya ada dua yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.  

“Anas r.a berkata: ‘Ketika Rasulullah saw. Memasuki Madinah, penduduk Madinah memiliki hari raya yang dimeriahkan dengan permainan-permainan3. Melihat itu, Rasulullah saw. Bertanya: ‘Hari raya apa yang kalian peringati itu? Penduduk Madinah menjawab: ‘Pada zaman jahiliah, kami terbiasa melakukan permainan dalam kedua hari raya itu.’ Rasulullullah saw. bersabda: ‘Sesungguhnya, Allah telah menggantikannya dengan hari raya yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Abu Daud) 

Berdasarkan hadits tersebut pula Abi aku berpendapat bahwa perayaan tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah apalagi jika berupa karnaval adalah bid’ah. Aku pun tidak setuju jika tahun baru Islam diperingati dengan perayaan seperti melakukan pawai kendaraan hias, drum band dan para wanita memakai pakaian dan make up mencolok, hal ini merupakan hal yang berlebihan tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah.

Sangat disayangkan pula, apabila tahun baru Hijriyah dirayakan secara meriah tapi ternyata setelah perayaan berlalu kalender atau penanggalan Hijriyah (almanak Islam) tidak dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan mungkin ada Muslim yang setelah perayaan tahun baru Islam lupa dengan tanggal dan bulan dalam penanggalan Hijriyah, paling baru inget lagi pas bulan Ramadhan, waktu ketika pada umumnya kaum Muslimin “menghitung hari”. Kemudian inget almanak Islam ketika tanggal 1 dan 2 Syawal bertepatan dengan lebaran Idul Fitri hari pertama dan kedua, lalu baru inget lagi tanggal 10 Dzulhijjah ketika hari raya Idul Adha. -> Ini dulu aku kayak begini. Aku prihatin banyak umat Islam yang belum hafal penanggalan Hijriah karena selalu menggunakan penanggalan Masehi. 

[Waktu aku sekolah ada pelajaran menghafal nama-nama bulan dalam penanggalan Hijriah ga ya? Waktu aku sekolah ada ga ya pelajaran menghafal hadits mengenai keutaman dan amalan yang baik untuk dikerjakan pada setiap bulan atau beberapa bulan tertentu dalam penanggalan Hijriyah?]

Aku sendiri baru bener-bener ngeh mengenai almanak Islam pada tahun 2011/ 1432 H. Urutan nama bulan dalam tahun Hijriyah ini mudah-mudahan dapat menjadi pengingat bagi yang lupa dan sebagai informasi bagi yang belum tau atau belum hafal.

*Nama-nama bulan dalam almanak Islam: Source majalah MEDIASAF vol 01/ Edisi 04/ 2010


1. Muharram,             30 hari

2. Safar,                      29 hari

3. Rabiul Awal,           30 hari

4. Rabiul Akhir,          29 hari

5. Jumadil Awal,         30 hari

6. Jumadil Akhir,        29 hari

7. Rajab,                     30 hari

8. Sya’ban,                  29 hari

9. Ramadhan,             30 hari (atau 29 hari---pen.)

10. Syawal,                 29 hari

11. Dzulkaidah,          30 hari

12. Dzulhijjah,            29/ (30) hari

Jumlah 354/ (355) hari

Dan yang paling mengkhawatirkan adalah jika memperingati tahun baru Islam atau bulan Muharram dicampur dengan budaya lokal seperti perayaan 1 Suro (1 Muharram) dengan memandikan keris. -> Anw dulu di rumah aku banyak banget keris bahkan waktu kecil aku pernah mengikuti ritual pemandian keris, its horrible and horror. Alhamdulillah sekarang keris-keris tersebut udah ga ada. Atau ada juga orang-orang yang memperingati dengan mandi sendiri atau bersama di sungai atau di air terjun yang dianggap keramat atau bertuah. Menurut aku, ritual-ritual atau kegiatan-kegiatan tersebut adalah musyrik, orang yang mengaku beragama Islam sepatutnya menghentikan perbuatan tersebut.


Umat Islam dihimbau untuk tidak mengadakan perayaan tahun baru Islam, tidak perlu pula mengucapkan selamat pada saat tahun baru Islam (serta tahun baru lainnya). Yang harus menjadi perhatian bagi aku dan kaum Muslimin adalah memfokuskan diri untuk beramal di bulan Muharram, seperti memberikan sedekah kepada anak yatim piatu, fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan serta melaksanakan ibadah-ibadah lainnya sehubungan dengan  momen bulan Muharram sebagai salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah.

Ada baiknya para alim ulama selain menjelaskan sejarah, arti, makna dan esensi tahun Hijriyah, juga memfokuskan diri dalam menjelaskan ayat Al Qur’an dan dalil Al Hadits mengenai keutaman bulan Muharram. Para alim ulama diharapkan dapat memberi penjelasan mengenai larangan di bulan Muharram seperti larangan berperang, kecuali jika diperangi maka boleh membalas dengan seimbang. 
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. Bulan haram dengan bulan haram[118], dan pada sesuatu yang patut dihormati[119], berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. [Al Baqarah (2): 193-194]
[118]. Kalau umat Islam diserang di bulan haram, yang sebenarnya di bulan itu tidak boleh berperang, maka diperbolehkan membalas serangan itu di bulan itu juga.
[119]. Maksudnya antara lain ialah: bulan haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah haram (Mekah) dan Ihram. 
Selain memberitahukan mengenai larangan di bulan haram, juga menjelaskan amalan-amalan sunnah yang baik dilakukan di bulan Muharram salah satunya adalah puasa sunnah.
1254. Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: “Rasulullah saw bersabda “Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa bulan Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim). Riyadush Shalihin Jilid 2. Page: 351.  
Berdasarkan catatan yang aku punya setelah mendengarkan penjelasan seorang ustadz, catatan tersebut intinya: puasa sunnah tersebut dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram atau pada tanggal 10 dan 11 Muharram. -> Puasa di bulan Muharram ini dilakukan dua hari secara terurut untuk membedakan umat Islam dengan orang Yahudi.   

[Waktu tanggal 17/11/2012 -> 03 Muharram 1434 H, ada ceramah di tv yang intinya membahas mengenai bulan Hijriyah namun juga menjelaskan mengenai keutamaan bulan Muharram dan amalan sunnah yang baik dilakukan selama bulan Muharram. Alhamdulillah ada alim ulama yang menjelaskan demikian, syukron jiddan atas khotbahnya.]
 
-> FYI aku juga Googling mengenai bulan Muharram dengan key word “keutamaan bulan Muharram.” 

[Bicara mengenai Yahudi, di awal bulan Muharram 1434 H ini terjadi aksi penyerangan brutal yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Aku sangat prihatin dan sedih mengetahui hal ini. Di salah satu bulan yang istimewa ini, aku menyeru kaum Muslimin untuk berdoa kepada Allah agar Allah memberikan kebaikan dan keselamatan dunia dan akhirat kepada umumnya kaum Muslimin, khususnya Muslim Palestina. Amin.]

Wallahu ‘alam bishowab.


Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.