Do Not Celebrate Christmas - New Year (Those days), also Islamic New Year

Christmas /Natal (That day)

I used to be glad to meet Christmas because some of the members of my family who were educated in Catholic schools, grade: Kindergarten, Mulo, and High School -the places where they knew and learn about That day- used to tell me about celebrating That day, I heard them sang That day songs. Sometimes my family got That day cards and presents, besides a member of my family used to wish a merry That day and give That day presents to our colleagues, sometimes it was me who warped the presents. 

When I was a teenager, several times my relatives and I went out of my hometown for vacation during Those days freeday. We went to the places where those places were usually decorated by the stuffs like a huge That day tree, or a huge deers and santa ornaments, the places which were full of bright lamps, we had some fun there. After I grew up I still assumed that Those days freeday was the time for me to have more joy and fun. Here I qoute the record of my activity some years ago during That day freeday in Jatinangor:

§     24.12.08
“Malem Natal ke Jatos..
Nonton High School Musical 3 sm *, seneng!!
* as a Muslim it’s better for me to cover up the name of one of my very bestfriends at that time.          
            
Moreover, I felt glad during That day because I considered that That day movies and cartoons were lively to watch during Those days freeday. Not only me but also some people I known were entertained by That day movies. Even not so long ago I have ever heard Muslims, children even adult, saying something as I used to say like“Film-film Natal mah suka rame ya…” or “Kalo Natal mah film-filmnya suka rarame ya…”. Now I am starting to lose interest in watching That day movies.

I thought that celebrating That day was okay but than I know from my mother* that my religion, Islam, forbids me and the Muslims to celebrate even to wish anybody who celebrates it. My father said that some of the members of the family stopped their habit in celebrating That day after one of Indonesian ministers announced that a Muslim is not allowed to celebrate and to wish a merry That day. Unfortunately, the members of the family who hadn’t stopped the habit influenced me to do so. Luckily, now little by little me and all the members of my family stop our habit in celebrating also wishing a merry That day. Alhamdulillah.

*Berbeda dengan beberapa keluarga aku yang lainnya, Mama yang selalu bersekolah di sekolah Islam (dengan jenjang: Madrasah Diniyah, Madrasah Tsanawiah serta Madrasah Aliah yang sekaligus pesantren) melarang aku untuk merayakan maupun memberikan ucapan selamat atas perayaan hari besar umat Nasrani tersebut. 

Atas nasehat Mama, aku memang ga suka ngucapin selamat atas perayaan hari besar agama lain terutama Nasrani, tapi ada kebiasaan yang cukup sulit dihentikan karena tertanam sejak lama seperti mendengarkan lagu That day. Bahkan dulu kadang aku menyenandungkan nada-nada lagu That day serta dengerin lagu-lagu bernuansa That day yang dibawain atau dinyanyiin penyanyi-penyanyi ternama luar negeri seperti lagu-lagu yang dibawain sama Kenny G., Britney Spears, dan Johnny’s artists. Sekarang Alhamdulillah aku ga pernah lagi menyengaja mendengarkan atau menyenandungkan lagu-lagu tersebut. Aku menghimbau diri sendiri, teman-teman, para sahabat dan seluruh kaum Muslimin untuk tidak menyengaja mendengarkan dan menyanyikan lagu natal dan lagu-lagu keagamaan umat agama lain.


*freeday: aku enggan nulis holiday untuk hari libur yang aku anggap bukan hari suci. 

*dulu, panggilan aku untuk ayah adalah Papa, namun semenjak awal bulan Rabiul Awal (Maulid) tahun 1433 H aku mencoba membiasakan diri memanggil Papa dengan sebutan Abi. Jadi, di tulisan ini terdapat kata Mama,Umi; Papa,Abi bergantung waktu pembuatan tulisan, kapan aku menuliskan sebutan itu dalam kalimat demi kalimat pada cerita aku.

Anw terdapat kutipan di atas yang bercerita mengenai aktifitas aku menonton di bioskop. Menurut aku, baiknya terdapat pemisahan ruang bioskop untuk laki-laki dan untuk perempuan, dan film-film yang diputar pun sepatutnyalah film-film yang sesuai syariat Islam.


Sekilas Mengenai Natal

Disalin dari salah satu tulisan aku:

Aku pernah baca buku juga majalah, bahwa natal sebetulnya bukan perayaan umat Nasrani atau Kristen. Sekilas kutipan mengenai sejarah natal yang aku ambil dari “Majalah Remaja: Pesona Muda” Vol 41/ 2011 -> Majalah pembagian yang didapet waktu kelulusan adik aku. Aku berterimakasih pada majalah tersebut atas informasi yang diberikan, walaupun demikian aku harus menyatakan bahwa konten majalah tersebut cenderung pada kekafiran, sangat tidak Islami. -> Mudah-mudahan dapat menjadi majalah yang sesuai syariat Islam.
Isi dan cara penulisan informasi kutipan menganai sejarah natal telah aku sesuaikan dengan standard aku, kutipan tersebut yakni sebagai berikut:

“…, Tidak ada satu orang pun tahu persis tanggal lahir Yesus! Diperkirakan Yesus lahir sekitar tahun ke-3 atau ke-4 SM. Sebenarnya tidak ada catatan yang pasti mengenai tanggal kelahiran Yesus dalam Perjanjian Baru. Dalam kitab suci tersebut jauh lebih mementingkan “Siapa Yesus?” dari pada tanggal kelahirannya.,… Jadi natal sesungguhnya perayaan zaman Romawi Kuno, dulunya adalah sebuah perayaan disebut natalis solis invicti, yakni perayaan kembalinya matahari yang sudah sekian lama tidak muncul setelah musim dingin yang begitu panjang.,…Pesta natal kemungkinan juga berasal dari perayaan dewa matahari yang tak terkalahkan yang ditetapkan oleh kaisar Aurelus pada tahun 274 A.D (Anno Domini) dan dirayakan pada tanggal 25 Desember, di Roma dan seluruh wilayah kekaisaran. “

Jika natal bukan perayaan orang Kristen, kenapa masih ada orang Kristen yang merayakan natal? Orang-orang Kristen maukah kalian masuk dan memeluk Islam?

Untuk beberapa orang yang nama-namanya termuat di dalam tulisan ini, aku ingin mengajak mereka semua untuk masuk dan memeluk Islam khususnya kepada mereka yang nama-namanya (terutama dulu) paling sering aku dengar dalam kehidupan sehari-hari aku yaitu: Kenny G., Britney Spears, juga para Johnny’s artists (aku hanya tahu beberapa, tapi aku address semua Johnny’s artists), aku mau bilang sama mereka: “Would you all like to be Moslems?”  

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi 190): “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka memeluk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. [Ali ‘Imran (3): 20]
190). Ummi artinya ialah orang yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan ummi ialah orang musyrik Arab yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian yang lain ialah orang-orang yang tidak diberi Al Kitab.

Mudah-mudahan Allah meridhai aku dan kaum Muslimin serta melimpahkan maghfirah dan rahmat-Nya kepada aku dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Amin.


New Year / Tahun Baru (That day)

Dulu aku sering merayakan tahun baru, waktu kecil siy harus beli terompet setiap That day. Pas udah besar, yang beberapa kali aku lakukan untuk merayakan That day adalah kumpul-kumpul bareng sambil bakar jagung bareng temen-temen atau keluarga di rumah atau di villa temen. Dan ternyata merayakan That day apalagi sambil bersuka ria dan berhura-hura adalah tidak sesuai dengan ajaran Islam. 

Selain merayakan That day, tentunya dulu aku selalu mengucapkan selamat That day ke teman-temen aku, agama apa pun yang mereka anut. Dan sekarang aku tahu hal tersebut tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Aku minta maaf sama banyak temen Muslim atas kekhilafan aku karena pernah mengucapkan selamat atas perayaan yang bukan merupakan ajaran Islam.

Ada lagi kekhilfan yang aku sadari setelah mendengarkan penjelasan guru ngaji aku [080111] dan setelah ngobrol sama Mama [090111]. Sekelumit penjelasan serta obrolan yang mengena itu adalah mengenai hukum merencanakan atau terlibat dalam perencanaan suatu maksiat atau pelanggaran (khususnya pelanggaran terhadap aturan Allah). Penjelasan serta obrolan tersebut mengingatkan aku pada tindakan yang aku lakukan sebelum malam That day 2011 dan membuat aku sadar bahwa tindakan yang telah aku lakukan tersebut salah. Aku merekomendasikan kepada salah satu sahabat, sebuah Villa sebagai tempat untuk acara kumpul-kumpul di malam That day. (Berdasarkan informasi yang aku dapat dari berbagai fihak, villa tersebut memang biasa digunakan untuk tempat pelatihan oleh beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta.) Kemudian sahabat aku dan teman-teman aku menerima usulan aku dan mereka pun menyewa Villa tersebut. Walaupun aku tidak mengikuti acara kumpul That day bersama sahabat dan teman aku, aku merasa berdosa karena telah memudahkan jalan bagi sahabat dan teman-teman aku sesama Muslim (para Muslimin dan Muslimat) untuk merayakan That day, aku telah memudahkan jalan bagi sahabat dan teman-teman aku tersebut untuk bermaksiat kepada Allah. Aku baru sadar bahwa itu dosa. Astagfirullah. Maafin aku ya sahabatku dan teman-temanku.

[Btw, bicara mengenai tahun baru, aku  jadi ingat tahun baru Cina, Imlek, aku menghimbau kepada para Muslim/ Mualaf berdarah Cina atau keturunan Cina, untuk tidak merayakan perayaan tersebut. Dalam Islam tidak ada tahun dengan nama hewan tersebut. Sebaiknya orang Islam tidak ikut serta dalam perayaan tersebut, lebih baik tidak usah mendapatkan angpau daripada dapet angpau tapi harus ikut rayain perayaan tersebut. -> Actually, aku malu liat tayangan di tv, peminta-minta di kelenteng pas Imlek kayanya orang-orang Islam. -> Astagfirullah.


Kemudian, jika para Muslim atau Mualaf keturunan Cina hendak bersedekah, tidak perlu saat Imlek, bersedekah bisa kapan saja.]


Larangan Merayakan dan Mengucapkan Selamat atas Hari Raya Non-Muslim

Aku kutip dari buku “Hari-Hari Nasrani” judul aslinya “La tusyariku annashara fi a’yaadihim”. Yang pengen aku share di sini ayat Al-Qur’an, beberapa hadits serta penjelasan yang aku kutip (tepatnya menyalin) dari bab Hukum Terlibat dalam Perayaan Kaum Kafir. Firman Allah yang terdapat dalam bab ini salah satunya adalah Surah Al Maidah ayat 51.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Al Maidah: 51) [hal. 26]

Sedangkan hadits-hadits yang terdapat dalam bab tersebut antara lain: 

·                     “Anas r.a berkata: ‘Ketika Rasulullah saw. Memasuki Madinah, penduduk Madinah memiliki hari raya yang dimeriahkan dengan permainan-permainan3. Melihat itu, Rasulullah saw. Bertanya: ‘Hari raya apa yang kalian peringati itu? Penduduk Madinah menjawab: ‘Pada zaman jahiliah, kami terbiasa melakukan permainan dalam kedua hari raya itu.’ Rasulullullah saw. bersabda: ‘Sesungguhnya, Allah telah menggantikannya dengan hari raya yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Abu Daud)
Permainan seperti itu banyak disertakan pada hari rata Nairuz dan Mahrajan. [hal. 22]

·                     “Sesungguhnya manusia kalau melihat kemungkaran lalu dia tidak mengubahnya ditakutkan Allah akan menimpakan siksaanya secara merata.” (HR At Tirmdzi dan An Nasa’i) [hal. 24]

·                     “Tidak berlaku suatu maksiat di tengah-tengah suatu kaum sedang kaum itu lebih perkasa dan lebih mampu mencegah daripada pelakunya, kemudian tidak merubahnya kecuali Allah akan menimpakan azab-Nya secara merata.” (HR Abu Daud, Ahmad, serta Ibnu Majah) [hal. 24]
·                     “Barangsiapa yang menyerupai sekelompok masyarakat, maka dia termasuk di antara mereka.” [hal. 26]

Dan penjelasan yang terdapat dalam bab tersebut adalah:

“Dengan demikian, betapa beraninya kita pengucapkan Merry Chistmast (Christmas –pen.) atau Happy New Year padahal Allah telah menjanjikan neraka jika kita melakukan itu? Dalam buku Ahkam Ahliz-Zimmah, Imam Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah menguraikan bahwa hukum memberikan ucapan selamat kepada kaum kafir adalah haram, dan orang yang mengucapkannya dikategorikan sebagai kafir. Di dalamnya tercakup juga larangan mengucapkan selamat hari natal lewat kartu-kartu ucapan atau lewat media lainnya. Demikian juga, umat Islam tidak berhak menerima ucapan selamat atau menerima kartu ketika Idul Fitri tiba. [hal. 27]

Itulah beberapa dalil dan keterangan yang terdapat dalam bab “Hukum Terlibat dalam Perayaan Kaum Kafir”. Ayat-ayat Al-Quran, juga hadits-hadits serta penjelasan-penjelasan yang terdapat dalam buku tersebut sudah cukup untuk aku agar mulai saat ini segera menghentikan kebiasaan ikut-ikutan merayakan natal, mengucapkan selamat natal dan tahun baru serta menyenandungkan dan mendengarkan nyayian natal.

[Dikutip dari tulisan aku yang berjudul “Toleransi”:
Sebagai informasi: Menurut penjelasan yang pernah aku dengar dari beberapa ustad, kafir itu ada 3 kategori: 1. Kafir ucapan; 2. Kafir perbuatan; 3. Kafir keyakinan.

Kategori ketiga merupakan jenis yang paling fatal karena benar-benar telah keluar dari Islam atau berada diluar Islam, sehingga harus bersyahadat untuk memeluk Islam atau kembali memeluk Islam. Sedangkan untuk kategori kesatu dan kedua maka belum tentu termasuk pada kafir keyakinan.

Menurut aku, jika mengucapkan selamat atas hari raya non-Muslim tanpa meyakini keyakinan mereka maka dapat tergolong ke dalam kategori kesatu, kafir ucapan atau jika menghadiri perayaan hari besar non-Muslim tanpa meyakini keyakinan mereka maka dapat tergolong pada kategori kedua, kafir perbuatan. Untuk orang yang tergolong pada kategori kesatu dan kedua ini sebaiknya beristighfar, lebih baik lagi jika bersyahadat dan bertaubat untuk tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut.]

Larangan bagi Muslim Indonesia untuk mengucapkan selamat atas hari besar non-Muslim juga didasarkan pada fatwa Majelis Ulama Indonesia.


Islamic New Year / Tahun Baru Hijriyah

Berdasarkan salah satu terjemah hadits yang telah aku kutip di atas (aku kutip kembali terjemah haditsnya di bawah ini), aku menyimpulkan bahwa hari raya atau hari besar umat Islam hanya ada dua yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.  

“Anas r.a berkata: ‘Ketika Rasulullah saw. Memasuki Madinah, penduduk Madinah memiliki hari raya yang dimeriahkan dengan permainan-permainan3. Melihat itu, Rasulullah saw. Bertanya: ‘Hari raya apa yang kalian peringati itu? Penduduk Madinah menjawab: ‘Pada zaman jahiliah, kami terbiasa melakukan permainan dalam kedua hari raya itu.’ Rasulullullah saw. bersabda: ‘Sesungguhnya, Allah telah menggantikannya dengan hari raya yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Abu Daud) 

Berdasarkan hadits tersebut pula Abi aku berpendapat bahwa perayaan tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah apalagi jika berupa karnaval adalah bid’ah. Aku pun tidak setuju jika tahun baru Islam diperingati dengan perayaan seperti melakukan pawai kendaraan hias, drum band dan para wanita memakai pakaian dan make up mencolok, hal ini merupakan hal yang berlebihan tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah.

Sangat disayangkan pula, apabila tahun baru Hijriyah dirayakan secara meriah tapi ternyata setelah perayaan berlalu kalender atau penanggalan Hijriyah (almanak Islam) tidak dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan mungkin ada Muslim yang setelah perayaan tahun baru Islam lupa dengan tanggal dan bulan dalam penanggalan Hijriyah, paling baru inget lagi pas bulan Ramadhan, waktu ketika pada umumnya kaum Muslimin “menghitung hari”. Kemudian inget almanak Islam ketika tanggal 1 dan 2 Syawal bertepatan dengan lebaran Idul Fitri hari pertama dan kedua, lalu baru inget lagi tanggal 10 Dzulhijjah ketika hari raya Idul Adha. -> Ini dulu aku kayak begini. Aku prihatin banyak umat Islam yang belum hafal penanggalan Hijriah karena selalu menggunakan penanggalan Masehi. 

[Waktu aku sekolah ada pelajaran menghafal nama-nama bulan dalam penanggalan Hijriah ga ya? Waktu aku sekolah ada ga ya pelajaran menghafal hadits mengenai keutaman dan amalan yang baik untuk dikerjakan pada setiap bulan atau beberapa bulan tertentu dalam penanggalan Hijriyah?]

Aku sendiri baru bener-bener ngeh mengenai almanak Islam pada tahun 2011/ 1432 H. Urutan nama bulan dalam tahun Hijriyah ini mudah-mudahan dapat menjadi pengingat bagi yang lupa dan sebagai informasi bagi yang belum tau atau belum hafal.

*Nama-nama bulan dalam almanak Islam: Source majalah MEDIASAF vol 01/ Edisi 04/ 2010

1. Muharram,           

2. Safar,                     

3. Rabiul Awal,           

4. Rabiul Akhir,         

5. Jumadil Awal,         

6. Jumadil Akhir,        

7. Rajab,                    

8. Sya’ban,               

9. Ramadhan,       
     
10. Syawal,              

11. Dzulkaidah,         

12. Dzulhijjah,         

Jumlah 354/ (355) hari

Jumlah hari dalam penanggalan Islam bisa 29 atau 30 hari.

Dan yang paling mengkhawatirkan adalah jika memperingati tahun baru Islam atau bulan Muharram dicampur dengan budaya lokal seperti perayaan 1 Suro (1 Muharram) dengan memandikan keris. -> Anw dulu di rumah aku banyak banget keris bahkan waktu kecil aku pernah mengikuti ritual pemandian keris, its horrible and horror. Alhamdulillah sekarang keris-keris tersebut sudah ga ada. Atau ada juga orang-orang yang memperingati dengan mandi sendiri atau bersama di sungai atau di air terjun yang dianggap keramat atau bertuah. Menurut aku, ritual-ritual atau kegiatan-kegiatan tersebut adalah musyrik, orang yang mengaku beragama Islam sepatutnya menghentikan perbuatan tersebut.

Umat Islam dihimbau untuk tidak mengadakan perayaan tahun baru Islam, tidak perlu pula mengucapkan selamat pada saat tahun baru Islam (serta tahun baru lainnya). Yang harus menjadi perhatian bagi aku dan kaum Muslimin adalah memfokuskan diri untuk beramal di bulan Muharram, seperti memberikan sedekah kepada anak yatim piatu, fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan serta melaksanakan ibadah-ibadah lainnya sehubungan dengan  momen bulan Muharram sebagai salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah.

Ada baiknya para alim ulama selain menjelaskan sejarah, arti, makna dan esensi tahun Hijriyah, juga memfokuskan diri dalam menjelaskan ayat Al Qur’an dan dalil Al Hadits mengenai keutaman bulan Muharram. Para alim ulama diharapkan dapat memberi penjelasan mengenai larangan di bulan Muharram seperti larangan berperang, kecuali jika diperangi maka boleh membalas dengan seimbang.

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. Bulan haram dengan bulan haram[118], dan pada sesuatu yang patut dihormati[119], berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. [Al Baqarah (2): 193-194]

[118]. Kalau umat Islam diserang di bulan haram, yang sebenarnya di bulan itu tidak boleh berperang, maka diperbolehkan membalas serangan itu di bulan itu juga.
[119]. Maksudnya antara lain ialah: bulan haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah haram (Mekah) dan Ihram. 

Selain memberitahukan mengenai larangan di bulan haram, juga menjelaskan amalan-amalan sunnah yang baik dilakukan di bulan Muharram salah satunya adalah puasa sunnah.

1254. Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: “Rasulullah saw bersabda “Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa bulan Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim). Riyadush Shalihin Jilid 2. Page: 351.  

Berdasarkan catatan yang aku punya setelah mendengarkan penjelasan seorang ustadz, catatan tersebut intinya: puasa sunnah tersebut dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram atau pada tanggal 10 dan 11 Muharram. -> Puasa di bulan Muharram ini dilakukan dua hari secara terurut untuk membedakan umat Islam dengan orang Yahudi.  

[Waktu tanggal 17/11/2012 -> 03 Muharram 1434 H, ada ceramah di tv yang intinya membahas mengenai bulan Hijriyah namun juga menjelaskan mengenai keutamaan bulan Muharram dan amalan sunnah yang baik dilakukan selama bulan Muharram. Alhamdulillah ada alim ulama yang menjelaskan demikian, syukron jiddan atas khotbahnya.]

-> FYI aku juga Googling mengenai bulan Muharram dengan key word “keutamaan bulan Muharram.” 

[Bicara mengenai Yahudi, di awal bulan Muharram 1434 H ini terjadi aksi penyerangan brutal yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Aku sangat prihatin dan sedih mengetahui hal ini. Di salah satu bulan yang istimewa ini, aku menyeru kaum Muslimin untuk berdoa kepada Allah agar Allah memberikan kebaikan dan keselamatan dunia dan akhirat kepada umumnya kaum Muslimin, khususnya Muslim Palestina. Amin.]

Mudah-mudahan Allah meridhai aku dan kaum Muslimin serta melimpahkan maghfirah dan rahmat-Nya kepada aku dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Amin.

Wallahu ‘alam bishowab

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

24/12/2010
3012104912012527/02/2011
13/04/2011
04/07/2011
28/08/2011
15/11/2012 -> 01 Muharram 1434 H
EAP:
15161819/11/2012 -> 020405 Muharram 1434 H
31/12/2012 -> 17 Shafar 1434 H
03/01/2013 -> 21 Shafar 1434 H 
28/01/2013 -> 17 Rabiul Awal 1434 H
10/02/2013 -> 29 Rabiul Awal 1434 H
1213/02/2013 -> 0102 Rabiul Akhir 1434 H
09.09.13 -> 03 Dzulqo'dah 1434 H