About Me


Abu Daud meriwayatkan dengan sanad hasan dari Abi ‘d-Darda’ ra. Ia mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:

Sesungguhnya pada hari kiamat nanti kamu sekalian akan dipanggil dengan nama-nama kamu sekalian dan nama-nama bapak-bapak kamu sekalian. Oleh karena itu, buatlah nama-nama yang baik untuk kamu sekalian. [Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 1. P. 65]

Aku memulai “About Me”-nya mengenai nama aku. Nama aku ini bisa jadi merupakan salah satu pemicu hadirnya banyak tulisan yang aku tulis. -> Ada yang menganalisis ini sebagai neurosis ga ya? Selama belasan tahun aku menyembunyikan kebenaran kepada banyak orang berkaitan dengan nama aku dengan alasan yang tidak dapat dibenarkan, jadi dalam tulisan ini, aku mau mengungkapkan sedikit fakta mengenai nama asli atau nama lengkap aku. Kelihatannya sepele, tapi aku ngerasa berdosa udah ga jujur terhadap banyak orang.

Nama lengkapku Nyi Raden Siti Rohana (Hana) -> Seriusan pake Nyi dan pake tanda kurung buka dan kurung tutup, di akte kelahiran tertulis seperti itu, aku pernah sampe bosen ditanyai mengenai tanda () yang terdapat pada nama aku.


Sedangkan nama keluargaku adalah Djajadiningrat, tapi nama Dajajadiningrat ini tidak disertakan ke dalam nama aku secara resmi, tidak disahkan oleh negara karena tidak dituliskan ke dalam akte kelahiran aku. Berdasarkan akte kelahiran, dalam keluarga inti aku, nama Djajadiningrat hanya dituliskan secara resmi pada nama anak laki-laki, tidak pada anak perempuan. Walaupun demikian, Abi aku menginginkan aku dan adik perempuan aku menggunakan nama keluarga aku tersebut karena kami berhak atas nama keluarga kami tersebut. 

Disamping itu, ada juga nama fam keluargaku, Al-Hasni. Nama Al- Hasni ini juga tidak dituliskan secara sah menurut hukum negara baik pada nama anak laki-laki maupun nama anak anak perempuan karena sepertinya kake buyut aku ga terlalu ngeh sama nama fam kami. Baru setelah Abi* aku melakukan tracing, beliau ngeh bahwa keluarga kami memiliki fam Arab. -> Diperbaiki setelah membaca artikel dari internet.

(Seorang habib di Sukabumi memberitahu Abi bahwa fam keluarga kami adalah Al Hasni, hal ini berdasarkan catatan silsilah, setelah ditelusuri, diketahui bahwa keluarga aku merupakan keturunan Hasan, putra Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Muhammad saw. Keluarga aku masih perlu memastikan mengenai nama fam kami ini ke Kwitang, Jakarta atau ke Empang, Bogor.)

*dulu, panggilan aku untuk ayah adalah Papa, namun semenjak awal bulan Rabiul Awal (Maulid) tahun 1433 H aku mencoba membiasakan diri memanggil Papa dengan sebutan Abi.

[Tulisan ini mengalami perbaikan salah satunya setelah menyaksikan ceramah yang aku menangkap inti ceramahnya adalah mengenai bersikap teliti dan selalu melakukan check and recheck. Alhamdulillah, asykuruka atas khotbah yang telah disampaikan oleh para kyai dan pembawa acara (yang menurut aku bagusnya jadi dai) tersebut.]

  • Kisah mengenai pemberian nama Nyi Raden Siti Rohana Hana (Hana)

Aku bertanya kepada Umi mengenai pemberian nama aku, menurut Umi, nama (gelar) Nyi diberikan oleh Kake aku dari fihak Abi aku. Aku ga tau kenapa Kake aku memberikan nama Nyi ini untuk aku? -> Kake aku tidak memberikan nama atau gelar ini kepada anak perempuannya, begitu pula adik perempuan aku tidak memakai nama atau gelar ini. 

(Aku ga ngerti, tapi ga bisa tanya sama Kake karena Kake sudah meninggal ketika aku masih bayi, Umi sama Abi aku juga ga tau alasan Kake memberikan gelar tersebut, jadi aku hanya pasrah, ini takdir.)

Menurut kamus Bahasa Indonesia, Nyi merupakan kependekan dari Nyai yang artinya 1 panggilan untuk orang perempuan yg sudah kawin atau sudah tua; 2 panggilan untuk orang perempuan yg usianya lebih muda dp orang perempuan yg memanggil; 3 gundik orang asing (terutama orang Eropa); 

-> Miris pas baca arti nomor tiga. -> Untungnya Ustad aku pernah bilang intinya kira-kira bahwa Nyi merupakan gelar bangsawan kekratonan zaman dulu. (Artinya ga separah point no 3 di dalem KBBI). 

Dulu aku ngerasa nama Nyi terdengar kampungan berikut mistis seperti Nyi Pelet dan Nyi Blorong. -> Femme fatale, ini merupakan nama karakter film atau sinetron kolosal yang pernah aku tonton yang konon merupakan nama para siluman atau jin. 

Kalo sekarang aku denger nama mistis jadi terpikir mengajak para jin (jin kafir) untuk masuk dan memeluk Islam, aku ga hanya mengajak diri sendiri dan para manusia tapi juga mengajak para jin non-Muslim untuk menyembah hanya kepada Allah, beriman kepada Rasulullah Muhammad Saw. Kemudian taat kepada Allah dan Rasul-Nya.  

Kemudian, nama (gelar) Raden juga diberikan oleh Kake aku, sebagai gelar turun temurun. Hampir seluruh anggota keluarga dari keluarga besar aku, Mangkoeningrat, khususnya para anak (baik anak perempuan maupun anak laki-laki) dari para anak laki-laki keluarga aku akan secara otomatis mendapat gelar ini. Sedangkan, anak-anak dari para anak perempuan keluarga aku hanya dapat mendapatkan gelar ini jika para anak perempuan keluarga kami menikah dengan laki-laki yang memiliki gelar Raden, jika tidak maka anak-anak dari para anak perempuan keluarga kami tidak mendapatkan gelar ini. -> Patrilineal. 

(Karena di rumah ada beberapa yang memiliki gelar Raden, jadi, dulu kalo ada yang nelfon ke rumah trus dari seberang telfon bilang kira-kira “Bisa bicara dengan Raden?” maka biasanya akan dijawab dengan jawaban kira-kira “(Maaf) Raden siapa ya?” atau “(Maaf) Raden yang mana ya?”)

Menurut KBBI, Raden artinya 1 gelar putra dan putri raja; 2 gelar keturunan raja (oleh kerabat yg sudah jauh); 3 sapaan atau panggilan kpd bangsawan (keturunan raja);

Menurut catatan sejarah dan silsilah, aku merupakan salah satu keturunan raja Sunda dan sultan Banten.
Anw Abi aku pernah bilang yang intinya bahwa aku keturunan sultan Banten maka aku dapat menggunakan gelar Ratu (tanpa menggunakan gelar Raden), jadi nama aku adalah Nyi Ratu Siti Rohana (Hana) -> Dan aku ngerasa aneh jika menggunakan nama ini, karena seperti yang telah aku jelaskan sebelumnya, nama tersebut terkesan mistis, misalnya Nyi Ratu Roro Kidul. Untungnya Abi aku ngga bener-bener nyuruh aku ganti nama, Abi bilang itu hanya sekedar pemberitahuan.

[Oia aku baru inget, menurut salah satu sepupu aku, Nyi Ratu satu itu masih seketurunan, satu kake moyang, sama aku dan keluarga. Aku ga ngerti mengenai hal ini, namun yang ingin aku sampaikan adalah siapa pun dilarang meminta, bersemedi, memuja atau apa pun yang bersifat musyrik kepada Nyi Ratu itu, memohon dan memintalah hanya kepada Allah Swt!]

Kembali aku mau menjelaskan, kalo sekarang aku denger nama mistis jadi terpikir mengajak para jin (jin kafir) untuk masuk dan memeluk Islam, aku ga hanya mengajak diri sendiri dan para manusia tapi juga mengajak para jin non-Muslim untuk menyembah hanya kepada Allah, beriman kepada Rasulullah Muhammad Saw. Kemudian taat kepada Allah dan Rasul-Nya.  

è Aku ga terlalu faham dengan gelar kebangsawanan, yang aku tahu dalam Islam diajarkan bahwa semua manusia itu sama yang membedakan hanya ketaqwaan kepada Allah (taqwa dalam pengertian Islam). Tapi ada gelar  yang aku suka yakni gelar Siti soalnya gelar ini sering ditujukan kepada perempuan-perempuan shaleha dan bertaqwa kepada Allah seperti Siti Aisyah, Siti Khadijah dan Siti Maryam.
è Anw aku ga setuju mengenai konsep kerajaan karena dalam Islam konsep yang dikenal adalah Khilafah Islamiyah. 


Lalu dari Umi pula aku tahu bahwa nama atau gelar Siti juga diberikan oleh Kake aku. Dari penjelasan Abi aku, aku punya pemahaman bahwa Siti merupakan gelar kehormatan bagi perempuan dalam Bahasa Arab.
[Berdasarkan keterangan yang pernah aku baca di internet, juga menurut keterangan narasumber di tv, Siti kependekan dari Sayyidati.]

Menurut KBBI, Siti berarti 1 sebutan untuk wanita yg mulia; - Hawa, - Mariam; 2 wanita yg terpandang (tinggi kedudukannya dsb)

Merujuk pada kamus Bahasa Arab (cover warna hijau tua, tulisanya hitam), Siti berasal dari kata Sayyidati yang artinya yang mulia, nyonya atau rangkayo.

Masih menurut Umi, untuk nama Rohana, awalnya Umi memberi aku nama Ruhana yang diambil dari Al Qur’an surah Maryam ayat 17, yang artinya Ruh Kami (atau Jibril). 

maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami[901] kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. [Q.S. Maryam (19): 17]
[901]. Maksudnya: Jibril a.s.

Nama Ruhana diganti menjadi Rohana oleh Kake aku. Menurut Umi, nama aku dirubah oleh Kake dari Ruhana menjadi Rohana supaya terdengar lebih umum, seperti yang umum dipakai sebagai nama pada beberapa perempuan. -> Dulu aku ga suka nama Rohana karena menurut aku nama ini terdengar sama sekali tidak keren, tapi sekarang aku bersyukur diberi nama Rohana atau Ruhana: Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, Engkau memberi hidayah kepada Umi aku untuk memberi aku nama dengan nama yang berasal dari Al Qur’an dan memiliki arti yang baik.

Umi aku dulu memberi aku nama Ruhana karena beliau pernah melihat arti nama ini di salah satu buku, artinya kurang lebih cerdik, cerdas, dan pandai. -> Sepertinya Umi aku mengharapkan aku menjadi anak yang cerdik, cerdas, dan pandai. Amin. Selain itu dengan dinamai Ruhana (Ruh Kami/ Jibril) mungkin Umi memiliki harapan tertentu berkaitan dengan hal ini. -> Menurut ustad aku, Ruhana bisa juga berarti tajam.

Setelah aku tahu sejarah nama aku, bahwa nama aku berarti Ruh Kami/ Jibril dan diambil dari surah Maryam (nama ibunda Isa Almasih) aku jadi teringat akan Malaikat Jibril dan Nabi Isa Almasih*. Untuk itu walaupun aku manusia biasa bukan malaikat bukan pula nabi, aku berusaha untuk meneladani Malaikat Jibril dan Nabi Isa a.s., aku mau bantuin Nabi Isa a.s. untuk menyampaikan kebenaran sesuai dengan kemampuan aku berdasarkan syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad saw, terutama menyampaikan kebenaran bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, Muhammad adalah utusan Allah dan Isa Almasih putra Maryam bukanlah putra Allah. -> Ini bagian dari agenda menghancurkan salib.

*Allah menciptakan nabi Isa Almasih melalui seorang ibu (Maryam) tanpa seorang ayah, ruh dari Allah ditiupkan kepada Maryam sebagai bukti kebesaran-Nya.

Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. [Q.S. Al Anbiyaa’ (21): 91]

 -> Allah juga membuktikan kebesaran dan kekuasaan-Nya dengan menciptakan Nabi Adam yang tidak memiliki ibu maupun ayah. 

Menurut kamus Arab-Indonesia, Ruh artinya: inti, perasaan, jiwa (kamus kontemporer Arab-Indonesia, cover warna merah tulisannya emas)

[Aku baru tau arti nama aku itu Ruh Kami/ Jibril/ Ruhul Kudus sekitar tahun 2011/1432 H, selama ini aku taunya arti nama aku itu cerdik, cerdas dan pandai.]

Selanjutnya nama (Hana), nama Hana dengan kurung buka dan kurung tutup, mungkin sebetulnya nama Hana itu nama panggilan. Aku ga tau siapa yang kasih nama itu, pas aku tanya Umi, Umi juga ga tau tapi menurut Umi, kemungkinan Kake aku juga yang kasih.


[Sehubungan sekarang aku udah tau arti nama aku, aku pikir nama aku sangat berkaitan dengan Nabi Isa Almasih a.s., jadi aku berniat dan berusaha untuk membantu Nabi Isa Almasih a.s sesuai kemampuan aku berdasarkan syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad saw. Karena menurut keterangan beberapa hadits, aku menarik simpulan bahwa Allah akan kembali menurunkan Nabi Isa Almasih a.s. ke muka bumi ini untuk menegakkan kebenaran dan keadilan di jalan Allah Swt.


1090. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: “Demi Allah yang diriku dalam genggaman-Nya! Sesungguhnya akan turun kepadamu Ibnu Maryam menjadi hakim yang adil. Maka dipecahnya salib, dibunuhnya babi, dihapuskannya pajak, dan harta kekayaan akan melimpah ruah, sehingga tidak seorang jua pun yang mau menerima.” (Terjemah Hadits Shahih Bukhari Jilid II. Page: 287)]

Beberapa temen aku bilang bahwa nama aku, Raden Siti Rohana Hana, tuh nama yang panjang (apalagi kalo ditambah nama Djajadiningrat). Dulu aku setuju dengan pendapat bahwa nama aku panjang, tapi sekarang kalo dipikir-pikir lagi nama aku sebenerya pendek karena sebagian besar nama aku merupakan gelar: Nyi, Raden, dan Siti, sedangkan nama (Hana) sepertinya nama panggilan. Jadi nama aku yang benar-benar bertujuan sebagai nama, bukan gelar dan bukan nama panggilan, nampaknya hanya Rohana. -> Jadi sebenernya nama aku singkat banget.

Berdasarkan hadits yang telah aku tulis di atas yang intinya adalah bahwa seorang anak akan dipanggil dengan namanya dan nama bapaknya, maka beberapa waktu lalu aku sering menuliskan nama aku di surat-surat sebagai berikut: Siti Ruhana binti R. M. Syarif Hidayat D. -> Aku ga bisa sembarang menghilangkan gelar di nama Abi aku. Dan berhubung (atas ide dan persetujuan Abi) aku menambah nama Abi aku dari semula “Hidayat” (petunjuk) kemudia menjadi “Hidayatullah” (petunjuk Allah) maka sekarang aku sering menuliskan nama aku sebagai berikut: Siti Ruhana binti R. M. Syarif Hidayatullah D.

Aku sekarang memilih untuk menuliskan nama aku di berbagai surat dan dokumen tidak resmi (kecuali di berbagai akun dunia maya) dengan nama Siti (nama atau gelar pemberian dari Kake aku) yang diikuti dengan nama Ruhana (nama pemberian dari Umi aku) kemudian ditambah dengan nama Abi aku menjadi: Siti Ruhana binti R. M. Syarif Hidayatullah D.

Tulisan ini dipublish di hari peringatan sumpah pemuda, kebanyakan orang mungkin sudah tahu isi sumpah pemuda, di tulisan ini aku ga pingin membahas mengenai isi sumpah pemuda tersebut. Aku mau bikin sumpah sendiri, walaupun aku belum menjadi Muslim yang baik dan belum bisa berbahasa Arab, aku tetep mau bikin sumpah yang isinya intinya: poin pertama, ber-Tuhan satu, Allah Subhanahu wata'ala; poin kedua, beragama satu, agama Islam; poin ketiga, menjunjung bahasa persatuan umat manusia: Bahasa Arab.



[Aku dan keluarga memang belum menjadi Muslim yang baik, belum benar-benar taat kepada Allah dan Rasul-Nya, namun hal ini tidak menjadi penghalang untuk aku dalam menyeru diri sendiri dan orang lain untuk menyembah hanya kepada Allah, kemudian untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya walaupun rintangan datang dari diri sendiri juga keluarga atau orang terdekat.

Sebagian besar tulisan di bawah ini dibuat di dalam catatan aku sekitar tahun 2011/ 1432 H, direvisi dan dikembangkan pada akhir tahun 2012/ awal 1434 H.

 Aku teringat kisah tiga nabi yang tidak berhenti menyeru umat manusia kepada kalimat tauhid: menyembah hanya kepada Allah, kemudian tetap menyeru umat manusia untuk taat kepada Allah dan kepada para nabi tersebut walaupun diantara keluarganya ada yang membangkang, tidak menurut atau tidak setia. Ketiga nabi dan rasul tersebut adalah:

1. Nabi Nuh as yang anaknya membangkang tidak mau mentaati seruanya untuk menyembah hanya kepada Allah, kemudian seruan untuk taat kepada Allah dan Nabi Allah (Nuh as). Ketidaktaatan anaknya tersebut tidak menghalangi Nabi Nuh as untuk terus berda'wah kepada kaumnya.

2. Nabi Ibrahim as yang terus dan tetap melakukan da'wah walaupun ayahnya sendiri tidak mengindahkan seruannya untuk menyembah hanya kepada Allah, serta seruannya untuk taat kepada Allah dan Nabi Allah (Ibrahim as).

3. Nabi Muhammad saw yang menyeru pamannya untuk menyembah hanya kepada Allah, serta menyeru untuk taat kepada Allah dan Nabi Allah (Muhammad saw) namun seruannya itu ditentang mati-matian oleh pamannya tersebut. Penentangan yang dilakukan oleh paman nabi tidak menyurutkan semangat nabi untuk berda'wah kepada umat manusia.

Walaupun aku bukan seorang nabi maupun rasul, aku meneladani semangat dan tekad para nabi dan rasul Allah tersebut dalam menyeru umat manusia ke jalan yang lurus. Hal ini menjadi pelajaran bagi aku untuk terus bersemangat menyeru diri sendiri dan orang lain untuk menyembah hanya kepada Allah, serta menyeru diri sendiri dan orang lain untuk taat kepada Allah dan Rasulullah walaupun rintangan datang dari anggota keluarga atau orang terdekat bahkan dari diri sendiri.]

Wallahu'alam.

 
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.


0910111231/01/2011
1516172528/04/2011
030405/05/2011
12/08/2011
14/02/ 2012 -> 2122 Rabiul Awal 1433 H
26/08/2012 -> 0708 Syawal 1433 H
30/09/2012 -> 15 Dzulqo’dah 1433 H
01/10/2012 -> 1516 Dzulqo’dah 1433 H
28/10/2012 -> 12 Dzulhijjah 1433 H
E.A.P:
29/10/2012 -> 14 Dzulhijjah 1433 H
01/11/2012 -> 16 Dzulhijjah 1433 H
16192022/11/2012 -> 02050608 Muharram 1434 H
13/12/2012 -> 30 Muharram 1434 H