Toleransi

Tulisan ini terinspirasi saat aku nulis tulisan yang berjudul Alim Ulama poin toleransi jadi beberapa paragraf dalam tulisan ini, aku ambil dari tulisan aku tersebut kemudian dikembangkan. Dalam tulisan ini, aku juga bermaksud menuliskan beberapa pengalaman aku berkaitan dengan toleransi.
  • Ada juga alim ulama yang bicara mengenai toleransi. Sayangnya aku kurang setuju sama para alim ulama yang bicara mengenai toleransi tapi mereka tidak menjelaskan toleransi  seperti apa yang dimaksud dalam Islam beserta contoh-contoh nyata yang sesuai dengan Al Qur’an dan hadits. Aku belum faham benar penjelasan beberapa alim ulama mengenai toleransi yang dimaksud dalam Islam. Aku khawatir terjebak dalam toleransi yang salah. Kalo dulu, aku udah berasa paling baik aja bisa bertoleransi dan bersoialisasi sama yang beda agama, terutama Nasrani, abis gitu bersahabat sangat dekat bahkan berkasih-kasihan (kind of pacaran) atau TTM-an, kan toleransi. Astagfirullah, padahal itu semua sepertinya salah.
Sepengetahuan aku saat ini, dalam Islam tidak dianjurkan mengambil orang Nasrani dan Yahudi sebagai teman dekat atau pemimpin. Menurut aku, jika hanya berteman tidaklah masalah, selama tidak terlalu akrab, itu juga berteman dengan Yahudi dan Nasrani yang baik, yang tidak merusak akidah maupun akhlak umat Islam. Atau berteman tidak terlalu akrab dengan Yahudi dan Nasrani yang memang telah berjanji/ memiliki perjanjian    untuk tidak mengganggu serta tidak merusak akidah dan akhlak umat Islam.
 
  • Bahkan yang lebih parah ada alim ulama yang membintangi iklan toleransi pas banget   pas perayaan Imlek. ->; Waktu itu aku pengen nangis liat iklan itu, soalnya malem sebelum Imlek, salah satu saudara aku merajuk pengen liat barongsai yang bakal digelar esoknya (nonton barongsai merupakan kebiasaan dia dari kecil, diajak sama pengasuh), tapi aku larang dengan ngejelasin ke salah satu saudara aku tersebut bahwa umat Islam ga boleh mendukung perayaan orang kafir atau orang musyrik. -> Dengan datang dan meramaikan acara Imlek berarti mendukung budaya dan agama non-Muslim tersebut. Alhamdulillah salah satu saudara aku tersebut mengerti dan ngga nonton barongsai. 
Dan ternyata di hari sejumlah orang merayakan Imlek aku liat di tv ada alim ulama iklan bareng barongsai dengan alasan toleransi, berikut pake bilang butuh keberanian untuk toleransi. Astagfirullah. -> Menurut aku, alim ulama tersebut sebaiknya meminta maaf  kepada kaum Muslimin dan bertaubat kepada Allah. Semoga Allah memberikan taufiq, hidayah dan inayah-Nya kepada seorang alim tersebut. Amin.
 
Belakangan aku liat alim ulama tersebut muncul dalam iklan-iklan yang membawa pesan kebaikan, aku berterima kasih atas pesan kebaikan yang disampaikan namun sayangnya seperti pendapat Abi aku, aku ga setuju jika alim ulama menjadi bintang iklan produk tertentu karena menimbulkan kesan keberpihakan pada produk tertentu (yang didasari materi, karena dibayar) serta menimbulkan kesan hubud dunia.
  • Aku teringat pendapat Abi aku yang intinya baiknya para alim ulama tidak menjadi bintang iklan (untuk suatu produk tertentu –pen.), dan tidak hidup bermewah-mewah. 

  • Aku sedih liat ada lebih dari satu alim ulama di tv yang nampak bangga dan ketawa-ketawa bareng seorang sepertinya non-Muslim yang selama ini menyebarkan ilmu magic*, ilmu yang sebaiknya dihindari, sedangkan para alim ulama tersebut nampak tidak mengajak pada ketaqwaan kepada Allah. -> Yang ada di benak aku waktu liat acara itu adalah (kira-kira): Aku takut Allah marah sama para alim ulama kita seperti Allah marah kepada alim ulama Bani Israil. Semoga Allah memberikan taufiq, hidayah dan inayah-Nya kepada para alim tersebut. Amin.
*Daripada menyebut sebagai magician, aku lebih memilih menyebutnya sebagai host (maksudya adalah: berhentilah dari menjadi seorang magician dan dari menyebarkan ilmu magic), Deddy Corbuzier, namanya ada di beberapa tulisan aku, aku pengen ajak dia masuk dan memeluk Islam. “Deddy Corbuzier, maukah kamu masuk dan memeluk Islam?”

[Sebelum menyatakan agamamu, agamamu, agamaku, agamaku musti ajak orang lain untuk masuk dan memeluk Islam dulu.]

Oia aku ngga setiap saat nonton tv dan aku jarang nonton acara talk show yang dipandu Deddy Corbuzier tersebut, bahkan saat orang yang aku cintai diwawancara di acara tersebut aku ga tau dan ga nonton (kemudian aku tau hal ini dari salah satu temen aku yang nonton acara ini). Tapi beberapa kali aku liat walaupun selewat, pas episode para alim jadi bintang tamu di acara tersebut, seperti halnya hari ini (16.08.2012 -> 29 Ramadhan 1433 H) pas aku lagi di depan tv aku mindah-mindahin channel sehingga aku ngeliat sebentar tayangan acara tersebut. Tayangan kali ini menampilkan suasana yang berbeda dari dua tayangan mewawancara alim ulama yang pernah aku liat sebelumnya, kali ini aku liat keluarga salah satu artis bercerita dan tak lama seorang alim ulama (yang juga merupakan bintang iklan salah satu produk) membacakan dan menjelaskan dalil dalam suasana yang haru biru. -> Aga heran melihat pemandangan ini karena suasananya berbeda dari dua tayangan sebelumnya yang sempet aku protes dalam tulisan ini, dan aku hanya bisa meyakini bahwa ini kekuasaan Allah Swt.]
  • Kemudian aku heran mendengar ceramah seorang kyai mengenai toleransi, beliau menyatakan kalimat yang intinya kira-kira: biar aja lah orang lain yang beda agama. -> Maaf Pa kyai, orang Nasrani banyak yang sibuk ngajakin orang Islam masuk Kristen, masa kita kaum Muslimin diem aja? -> Aku denger dan baca kabar mengenai maraknya pemurtadan. Aku juga Abi pernah diajak masuk Kristen baik secara tersurat maupun secara tersirat oleh beberapa orang, dan aku ngga suka hal ini karena aku yakin hanya agama Islam yang benar dan paling benar.
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab 189) kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. [Ali ‘Imran (3): 19]  

189) maksudnya adalah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Qur’an. 

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali Imran (3): 85 ]
Oia mendengar pernyataan seperti “Biar aja lah orang lain yang beda agama.” Buat aku siy artinya: “Biar aja lah orang lain kekal di dalam neraka”. 
Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. [Ali ‘Imraan (3): 116] 
Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih.
Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal. [Al Maa’idah (5): 36-37]

Selain itu Pa Kyai, aku berberapa kali menyukai, mencintai dan menyayangi pria yang beda agama dengan aku, ada pula yang pernah menyayangi aku. Aku berharap pria yang pernah maupun yang masih aku sukai, cintai dan sayangi  yang beda agama sama aku tersebut mau masuk dan memeluk Islam. Bagaimanapun, aku pernah menyukai, mencintai atau menyayangi mereka dan masih mencintai seseorang, aku berharap aku dan mereka diselamatkan oleh Allah jika berada dalam Islam maka dari itu aku menyeru beberapa diantara mereka untuk masuk dan memeluk Islam. -> Belum semua aku ajak masuk dan memeluk Islam. Kalo sekarang, selain menyeru pria yang pernah maupun yang masih aku sukai, cintai atau sayangi, aku juga ingin menyeru semua non-Muslim siapa pun mereka. Intinya aku ingin menyeru diri sendiri dan orang lain untuk menyembah hanya kepada Allah. Kemudian menyeru diri sendiri dan orang lain untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya. 

  • Aku setuju sama salah satu alim ulama, dai sejuta umat: almarhum Zainuddin M.Z. Semoga amal ibadah serta iman-Islamnya diterima di sisi Allah. Amin. Awalnya aku juga heran sama beliau yang bicara-bicara soal toleransi tapi ga dijelasin toleransi kayak apa yang dimaksud dalam ajaran Islam. Tapi kemudian aku liat lagi ceramah beliau, lalu beliau bilang sesuatu yang intinya kira-kira: kita umat Islam harus bilang sama umat Nasrani bahwa “Isa itu putra Maryam bukan Putra Allah”. -> Yes, that’s right and true!  

  • Terima kasih untuk para alim ulama yang dengan tegas menyatakan seruan untuk mensyiarkan kepada umat Nasrani bahwa “Allah Maha Esa”, “Isa Almasih adalah putra Maryam bukan Putra Allah” dan mengajak umat agama lain terutama Nasrani untuk masuk dan memeluk Islam. Alhamdulillah. Semoga Allah melimpahkan maghfirah dan rahmat-Nya di duania dan akhirat kepada mereka. Amin.
Nah intinya walaupun kita bertoleransi, kebenaran tetap harus ditegakan. Harus tetep bilang sama umat Nasrani bahwa pertama, Allah Maha Esa, kemudian Almasih putra Maryam itu bukan Putra Allah. Jangan sampai gara-gara kata toleransi, kaum Muslimin jadi lupa menegakkan kebenaran.
Semoga Allah memberi hidayah kepada seluruh non-Muslim di muka bumi ini untuk masuk dan memeluk Islam. = May Allah gives hidayah to all of the non-Moslems all over the world to convert into Islam. Amin.
è    Beberapa pengalaman aku mengenai toleransi:
  • Ketika zaman penjajahan Belanda, kakek moyang salah satu orang tua aku banyak yang duduk di kursi pemerintahan, dengan demikian para leluhur aku, baik laki-laki maupun perempuan, banyak yang memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan ala Belanda yang mana tidak semua orang pada saat itu memiliki kesempatan ini. Kebanyakan sesepuh keluarga aku sekolah di sekolah Kristen, sampai-sampai walaupun keluarga aku Muslim, ada sesepuh di keluarga aku yang masuk internat (asrama Kristen). Maka tidaklah heran ketika aku kecil, jarang sekali melihat keluarga aku            mengaji bersama, tapi kalo menyanyi bersama sering termasuk menyanyi lagu Natal. -> Menurut salah satu anggota keluarga aku, zaman dulu mereka belajar mengaji tapi pengaruh Belanda, pengaruh Kristen, lebih mendominasi. Paling yang ga pernah keliatan nyanyi lagu non-Muslim itu Umi aku, aku malah sering melihat dan mendengar beliau mengaji Al Qur’an, alhamdulillah.
Rata-rata sesepuh di keluarga aku fasih berbahasa Belanda, bahkan ada sesepuh aku yang jago bahasa Belanda tapi tidak dapat berbahasa Arab, hatam membaca banyak novel berbahasa Belanda tetapi tidak dapat membaca Al Qur’an. -> Ini gara-gara kebanyakan toleransi sama kafir Belanda, namun alhamdulillah ketika usia beliau senja sesepuh aku tersebut diberi taufiq dan hidayah oleh Allah sehingga beliau mau belajar membaca Al Qur’an. Sayangnya terkait usia yang renta, untuk kemudahan dalam membaca, beliau belajar membaca doa-doa yang ditulis dalam huruf latin bukan ditulis dengan huruf Arab, walaupun demikian beliau tetap berusaha keras untuk beribadah dan berdoa. Semoga Allah ridha serta menerima amal ibadah serta iman-Islam sesepuh aku tersebut. Amin.

Disamping itu sebagian besar keluarga salah satu orang tua aku dididik di sekolah-sekolah Khatolik jadi waktu aku kecil sampai cukup besar, cerita yang sering aku dengar dari mereka adalah cerita mengenai para frather dan para guru yang bercerita mengenai Yesus, mengenai kelahiran Yesus, serta mengenai pementasan drama mengenai Yesus. Selain itu, mereka bercerita mengenai Sinterklas juga mengenai Pit hitam atau yang mereka sebut  zwarte Piet -> aku musti Googling dulu untuk nulis ini karena aku ga bisa bahasa Belanda, mereka menceritakan cerita yang intinya bahwa anak yang baik akan diberi hadiah oleh Sinterklas sedangkan anak yang nakal nanti diculik sama Pit hitam. -> Cerita pembodohan. Anw pas udah gede sih aku mikirnya cerita Sinterklas sama Pit ini ada bau-bau rasisme dan ternyata pas Googling memang termuat mengenai issue rasisme ini. Sedangkan salah satu orang tua aku paling bercerita mengenai bawang merah bawang putih (kadang aku minta diceritain Cinderella atau Beauty and the Beast), mengenai ibu tiri atau mengenai ibu dan anak miskin yang kelaparan (cerita-cerita sedih). Gara-gara hal-hal seperti ini, waktu kecil aku ga terlalu ngeh sama tokoh-tokoh Islam seperti Abu bakar Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib (padahal ini kakek moyang aku), Khalid bin Walid serta para pejuang, pahlawan atau mujahid Islam lainnya.
  • Toleransi dengan non-Muslim juga terjalin antara keluarga aku dan para non-Muslim Belanda. Para kakek moyang dan sesepuh aku bekerja pada pemerintah Belanda (let say penjajah), walaupun demikian sepengetahuan aku para kakek moyang aku tetap mengutamakan kepentingan rakyat, kepentingan pribumi. Tetapi tak dapat dipungkiri  bahwa keluarga aku terutama para sesepuh memiliki interaksi yang baik dengan banyak orang Belanda, bahkan ketika aku SD aku masih sering melihat seorang Opa, Opa Geluk (dibacanya kayak Heleuk gitu deh), seorang Belanda (sepertinya dulunya merupakan opsir Belanda), Kristen, yang berkali-kali mengunjungi kami di rumah. Opa tersebut sering bolak-balik Belanda-Indonesia, aku sampe ngeh hotel tempat Opa tersebut menginap jika ia datang ke Sukabumi, salah satu hotel peninggalan zaman Belanda, Capitol. Aku bahkan sampe hafal minuman favorit Opa tersebut, kopi susu dengan tambahan susu kental manis jadi rasanya manis banget. Berikut jika berkunjung ke rumah, Opa tersebut selalu membawakan kami cokelat.
Waktu kecil si aku seneng-seneng aja didatengin bule bawa cokelat pula, tapi ada yang aku heran Opa itu kalo dateng pasti dengan sangat bersemangat dan dengan berlebihan {maaf} nyium-nyium pipi semua keluarga aku yang cewe dari yang paling tua sampe yang paling muda (aku) padahal aku ga pernah liat Abi, para ua cowo, para kakek, para paman maupun para sepupu aku cipika-cipiki sembarangan sama cewe di depan banyak orang pula. Ternyata kemudian aku tau kalo budaya barat emang menyimpang seperti itu (menyimpang dari tradisi Indonesia terutama menyimpang dari aturan Islam). -> Gara-gara ini aku jadi rada-rada ga suka gimana gitu sama bule kecuali beberapa orang tertentu. Kalo sekarang siy aku ga suka bukan sama sosok bule tapi sama berbagai tradisi atau perilaku menyimpang terutama menyimpang dari aturan Islam yang dilakukan bule maupun yang bukan bule.

Aku ga tau Opa ini masih ada di dunia ini atau atau ngga, kami ngga pernah lagi saling kirim kabar. Jika Opa Geluk masih ada di dunia ini, aku mau mengajaknya masuk dan memeluk Islam. Namun jika Opa tersebut telah tiada maka aku mau mengajak keluarga Opa yang non-Muslim dimanapun berada untuk masuk dan memeluk Islam.

[Maaf ini bukan kelas sastra jadi aku ga akan membahas lebih lanjut mengenai kata rakyat, pribumi, bule atau frasa orang Belanda, orang Indonesia, budaya Barat, atau hal lainnya yang sering dipermasalahkan di kelas sastra. -> Kalo aku dipusingkan mikirin hal-hal begini kapan aku nulisnya? Lama.]
Anw Opa tersebut berkomunikasi dengan keluarga aku menggunakan Bahasa Belanda (khusus dengan para sesepuh), Bahasa Inggris dan sedikit Bahasa Indonesia. Waktu dulu, aku pernah kirim surat sama Opa tersebut menggunakan Bahasa Inggris, isi suratnya kalo ga salah mengenai berita Jakarta banjir. Oia Opa itu sering ngajakin aku untuk tinggal di Belanda, waktu itu siy intinya aku bakal dijadikan anak angkatnya terus disekolahin di Belanda. Herannya Opa itu ga pernah ngajak saudara-saudara aku yang cowo, padahal saat itu ada satu adik cowo aku dan dua sepupu cowo. Waktu itu aku pengen banget ikut, tinggal dan sekolah di Belanda untungnya, alhamdulillah, orang tua aku ga ngizinin. Sekarang terkadang terlintas di pikiran aku pertanyaan retoris seperti: aku ga tau sekarang agama aku apa kalo waktu kecil aku diizinin tinggal di Belanda.
[Berasa cerita kehidupan zaman Kartini. Anw aku ngatain Karitini pelaku “emansipasi liberal”, ternyata aku juga nulis dengan cara suka-suka aku dan melanggar batas. Mudah-mudahan aku bisa insyaf. Amin.]
Alhamdulillah sekarang, hampir seluruh keluarga aku ga seperti dulu lagi, Allah telah memberi taufiq dan hidayah kepada kami untuk sedikit demi sedikit mempelajari Islam. Terima kasih Ya Allah. ‘Ya Allah tetapkanlah kami di dalam Islam, hidupkanlah kami di dalam Islam, matikanlah kami di dalam Islam dan bangkitkanlah pula kami di dalam Islam. Amin.’
  • Beralih ke zaman Jepang, pada masa pendudukan Jepang, para kakek dan nenek moyang aku berinteraksi pula dengan orang-orang Jepang, tentunya mereka bertoleransi. Salah satu bentuk interaksi dan toleransi salah satunya terwujud melalui kemudahan yang diperoleh oleh para sesepuh aku dalam mengenyam pendidikan di zaman pendudukan Jepang. Salah satu nini/ nenek aku pernah (sekitar awal 2012/1433 H) bercerita yang intinya saat itu para nenek yang saat itu masih gadis mengikuti les Bahasa Jepang di rumah. Gurunya merupakan seorang Jepang, sepertinya non-Muslim, kalo ga salah namanya mr. Otake, tapi berhubung gurunya ganteng jadi para nenek aku ga konsentrasi belajarnya. -> Like grandmothers like grandaughter. Jadi, dulu Jepang menginvasi (menjajah) Indonesia dengan senjata -> zaman para nenek aku, sekarang salah satunya dengan entertainment (boyband) -> zaman aku, invasi ini sempat membuat para nenek dan aku malah mendahulukan belajar bahasa Jepang (sembari ngga serius) bukannya mendahulukan belajar bahasa Arab, yang merupakan bahasa Al Qur’an.
Bila seorang Jepang yang bernama mr. Otake yang pernah menjadi guru dari anak-anak perempuan Mangkoeningrat masih ada di dunia dunia ini, aku mau mengajak mr. Otake untuk masuk dan memeluk Islam. Namun jika ia telah tiada maka aku mau mengajak keluarga mr. Otake yang non-Muslim dimanapun berada untuk masuk dan memeluk Islam.

  • Masih berkaitan dengan toleransi: Beberapa kali aku membaca tweet seorang pria Nasrani yang masih aku cintai yang mengucapkan selamat kepada kaum Muslimin atas perayaan atau pelaksanaan hari-hari besar umat Islam. -> Aku masi mau tau kabar seseorang itu, jadi walaupun jarang, aku liat Twitternya atau baca artikel tentang seseorang itu. Terlebih aku udah hapal kalo setiap pelaksanaan hari besar Islam di akunnya (dulu Facebook kemudian Twitter) suka ada ucapan -yang ga semua aku inget kata-katanya tapi intinya ngucapin- selamat buat kaum Muslimin kira-kira pake kata-kata “muslim fellas, fellow muslims” atau ucapan selamat sahur ke temen-temennya.
‘How could I fall for him this way’ [Ini tahun ke 6 atau 7 aku suka dia. Dulu siy walaupun aku suka sama seseorang tersebut aku tetep mengidolakan banyak cowo lain, tetep TTM-an, dan tetep pacaran. -> Sekarang aku berusaha berhenti memiliki idola (paling hanya mengagumi sosok yang patut diteladani untuk kebaikan di dunia dan di akhirat), aku juga udah meninggalkan kebiasaan TTM-an dan udah meninggalkan tradisi pacaran -karena dilarang agama- sayangnya aku masih belum bisa berhenti mencintai seseorang tersebut yang beda agama sama aku. -> Aku belum bisa bercerita mengenai hal ini dengan jelas.]
Salah satu kutipan kalimat ucapan pelaksanaan hari besar Islam dari seseorang tersebut adalah sebagai berikut:


“Tex, sorry for quoting your tweet without permission.” -> Aku minta tolong adik aku buat copy page twitter yang ada ucapan tersebut, trus di crop pake photoshop. Makasi adik.
Aku ga tau maksud seseorang tersebut mengucapkan selamat atas pelaksanaan dan perayaan hari besar Islam. -> Julukan dari aku: “Tipikal, orang Cina*#

*”Orang Cina” merupakan sebutan dari aku untuk orang-orang yang memang berasal dari Cina, orang-orang yang berdarah Cina, orang-orang berkewarganegaraan Cina ataupun berkewarganegaraan Indonesia yang memiliki darah serta gen Cina atau orang-orang warga keturunan/ Tionghoa.

# “Tipikal orang Cina”: pertama, rata-rata orang Cina yang bekerja dengan sangat baik, professional, tapi sayang banyak dari mereka agamanya bukan Islam; kedua, kebanyakan dari orang Cina persatuan dan kekeluargaannya sangat kuat, saling terkoneksi, sayangnya orang Cina banyak yang bersatu dalam kekafiran dan kejahatan (misalnya triad); ketiga, banyak orang Cina suka mengambil hati kaum Muslimin dan mengambil hati pribumi dengan segala cara; keempat (walaupun ga semua) banyak orang Cina yang ikut agama mana aja yang menguntungkan secara materi, dan yang parah adalah menurut banyak (tidak semua) orang Cina  terkesan adanya aturan tak tertulis bahwa orang Cina boleh masuk agama mana aja kecuali agama Islam, berikut banyak terdengar kalaupun orang Cina masuk Islam banyak yang tidak menjadi orang Islam yang baik dan benar (beragama bukan karena Allah, bukan untuk mencari ridha Allah); kelima sepertinya banyak orang Cina punya prinsip utama “cari aman dan cari untung”(dengan segala cara).
‘Semoga Allah memberi hidayah kepada para orang Cina non-Muslim untuk masuk dan memeluk Islam. Amin.’

Menurut aku, pada hakikatnya jika seseorang tersebut mengucapkan ucapan selamat shaum Ramadhan dengan tulus dari hati yang paling dalam, seseorang tersebut sudah mengganti agamaya menjadi Islam bahkan mengganti namanya dengan nama seperti Muhammad Idris Yusuf* bin (nama ayahnya) atau nama Islam lainnya. -> Kalo ngucapinnya tulus dari hati yang paling dalam, berarti ridha masuk dan memeluk Islam. 

*Muhammad dan Yusuf, nama dua nabi paling tampan yang diciptakan oleh Allah dan mereka bertaqwa kepada Allah. Sedangkan Idris, aku pernah baca terjemah hadits di tv One bahwa Idris adalah nabi yang pekerjaannya membuat pakaian.

[Kembali aku mau bilang, ini bukan kelas sastra jadi aku ga akan bahas frasa orang Cina dengan lebih lanjut. Oia dan kayaknya aku nulis juga pake startegi mirip-mirip “Tipikal orang Cina”.]
 Anw, sepengetahuan aku, kaum Muslimin tidak berhak mendapatkan ucapan selamat dari non-Muslim saat pelaksanaan dan perayaan hari besar Islam.
 
è    Aku mau bahas ucapan seseorang tersebut mengenai pelaksanaan sahum Ramadhan: Untuk kalimat “Today is the 1st day, I just wanna wish fellow muslims out there happy fasting”, aku berpikir sepertinya seseorang tersebut ngucapin selamat shaum Ramadhan buat kaum Muslimin yang jadwal shaumnya ikut pemerintah Indonesia (1st day, 21 Juli)  bukan buat kaum Muslimin yang berkiblat ke kota Makkah (1st day, 20 Juli). Aku mulai  shaum tanggal 20 Juli ikut Makkah.

Lalu aku ragu dengan kata fellow, arti fellow kan banyak (secara seseorang itu “mata satu” jadi aku susah buat percaya sama seseorang itu) trus kalo misal artinya temen, aku sedih dan ga rela kalo misalkan punya temen kayak seseorang itu abis seseorang itu menentang Islam melalui baju-baju yang dia buat. -> Gara-gara hal ini, selama ini aku mikir bahwa my lover is my enemy.
Anw kalo aku nulis kata Muslim huruf M-nya pake huruf besar.
Sedangkan untuk kalimat berikutnya “may Allah bless us all in this holy month of Ramadhan..:)”.

Mau ralat: Sebelumnya aku minta maaf sama seluruh pembaca terutama sama Tex Saverio atas kesalahan yang sebelumnya aku buat mengenai teori Bahasa Inggris. Aku udah kritik Tex, padahal secara teori Bahasa Inggris aku yang salah, aku mengakui bahwa berdasarkan grammar Bahasa Inggris apa yang Tex tulis adalah benar.

Aku jelaskan ulang: Pengennya aku mengubah teori bahasa Inggris, habis kata mudah-mudahan "may" khusus jika diikuti kata Allah maka harus menggunakan V5 (V1 with "s" atau V1 with "es"). Misalnya: May Allah blesses Muslims all around the world atau May Allah showers His blessings to all Muslims all over the world, supaya terlihat nyata dalam kalimat menunjukkan bahwa Allah itu Dia tunggal, Allah Maha Esa. Sayangnya aku ga bisa sembarangan mengubah teori Bahasa Inggris.  

Secara teori setelah kata "may" memang harus diikuti V1 tanpa to. Contohnya: May Allah bless Muslims all around the world atau May Allah shower His blessings to all Muslims all over the world. Amin. -> Berhubung Tex bukan Muslim jadi ga aku ajakin di dalem doa sejenis ini, kaum Muslimin punya aturan tertentu mengenai berdoa termasuk mendoakan non-Muslim.
[Aku ga terlalu peduli soal grammar Bahasa Inggris, aku juga masih suka salah-salah tapi kalo untuk yang satu ini, mengenai Allah, sebagai Muslim biasanya aku sangat sensitive. Aku mau jelasin grammar menurut formula Bahasa Inggris yang ditemukan sama Abi aku.

Verb (kata kerja) dibagi 5:
V1 = (to) bless   V2=blessed   V3=blessed   V4 (V1 + ing) = blessing   V5 (V1 + es)= blesses

Kalo untuk aku (I), kamu (you) orang jamak: seperti we (kami) dan mereka (they), untuk waktu sekarang/ nanti pake V1
Kalo orang atau Dzat tunggal, seperti dia (he/ He), untuk waktu sekarang/ nanti pake V5
Jadi berhubung Allah-nya aku tunggal/ esa maka aku pake V5 = blesses 

Contohnya:
I do hope Allah blesses Muslims all around the world. Amin.
I do hope Allah showers His blessings to all Muslims all over the world. Amin.

Berbeda halnya jika menggunakan kata "may", maka harus didikuti V1 tanpa to:
May Allah bless Muslims all around the world. Amin.
May Allah shower His blessings to all Muslims all over the world. Amin.

Catatan: Bagaimanapun teori Bahasa Inggris, aku tetap meyakini bahwa Allah Maha Esa, tiada Tuhan selain Allah. -> Aku sangat bersyukur kepada Allah bahwa Abi aku menemukan formula Bahasa Inggris, hanya saja saat ini semangat aku untuk mempelajari dan menyebarkan Bahasa Inggris sangatlah menurun karena aku melihat banyak orang mempelajari bahkan menguasai Bahasa Inggris hanya untuk keuntungan material semata tanpa mengajak pada ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, bahkan yang lebih parah adalah orang-orang yang menggunakan kemampuan atau keahlian berbahasa Inggris untuk menjauhkan orang lain dari Allah dan Rasul-Nya. Mudah-mudahan setiap orang yang menguasai Bahasa Inggris dapat mempergunakan ilmu dan keahliannya tersebut di jalan Allah. Amin.

[Kata blessings pake huruf s setelah aku liat twitter seseorang yang dari dulu aku ngeh or sepengetahuan aku (or perasaan aku) seseorang tersebut suka ngebenerin kalo aku salah nulis atau ngasih tau apa yang aku atau temen aku ngga tau, seringnya sih ngasih tau dengan cara yang baik 'I wish that he is a Moslem', berikut kadang nampak sambil ceng-cengin juga. -> Untuk ngasih tau hal yang benar dan kebenaran yang sebelumnya aku ngga tau, biasanya berkaitan dengan Bahasa Inggris, aku cuma bisa bilang makasih kepada seseorang tersebut  juga aku berdoa semoga Allah memberi hidayah kepada seseorang tersebut dan keluarganya juga teman-temannya beserta fansnya yang non-Muslim untuk masuk dan memeluk Islam. Amin.

Dan aku memastikan penggunaan kata blessings dengan huruf "s" setelah baca buku cerita anak-anak dalam Bahasa Inggris yang berjudul "ALLAH'S BEST FRIEND", kisah mengenai Nabi Ibrahim a.s. -> Sebagai orang Islam maka kemampuan Bahasa Inggris harus digunakan untuk memajukan Islam, untuk menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini.]   

#Mengenai tata bahasa, pengecualian: Dalam terjemahan firman Allah terdapat ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Allah mengadress Zat (Diri)-Nya dengan kata “Kami”, hal ini bukan berarti Allah ada banyak karena Allah Maha Esa. Kalo menurut aku, Allah menggunakan kata “Kami” untuk menunjukkan kebesaran-Nya.]
Mengenai redaksi ucapan yang berupa doa, meskipun aku masih sangat mencintai seseorang itu, aku ga boleh meng-amin-i tulisan atau harapan di akun twitternya seseorang itu karena kaum Muslimin memiliki aturan tertentu mengenai berdoa termasuk mendoakan (juga mengamini doa) non-Muslim.
Sepengetahuan aku, kaum Muslimin tidak boleh berdoa atau memohon kepada Allah hal berupa maghfirah (ampunan), rahmat (kasih sayang), taufiq (petunjuk, dalam arti spesifik), inayah (pertolongan), blessing (berkat/ berkah) maupun salvation (keselamatan) untuk non-Muslim. -> Doa yang  terlarang dipanjatkan oleh Muslim untuk non-Muslim karena doa tersebut khusus untuk kaum Muslimin. Dengan demikian, kaum Muslimin dilarang mengamini doa para non-Muslim yang berupa permohonan ampunan, kasih sayang, berkat maupun keselamatan dari Allah.  Kaum Muslimin hanya boleh mendoakan non-Muslim agar Allah memberikan hidayah (petunjuk, dalam arti umum) kepada non-Muslim, mendoakan agar Allah memberikan hidayah (petunjuk) untuk masuk dan memeluk Islam. Atau paling boleh jika ada non-Muslim sedang sakit, kaum Muslimin mendoakan dengan ucapan seperti “Semoga lekas sembuh.”

[Dulu aku sering berdoa untuk –mantan- kekasih aku yang beragama Nasrani dan untuk seorang Nasrani yang –pernah- sayang sama aku dan aku pun –pernah- sayang dia, serta untuk seorang Nasrani yang masih aku cintai dengan doa yang ga boleh aku panjatkan untuk non-Muslim. Awalnya aku ga tau mengenai masalah doa mendoakan non-Muslim, lalu aku mencari informasi mengenai hal ini dari internet kemudian bertanya langsung kepada Paman aku yang seorang ustad, dari berbagai sumber tersebut dapat aku simpulkan bahwa tata cara doa mendoakan non-Muslim kurang lebih adalah seperti yang aku tulis di atas. Sekarang aku ga pernah lagi berdoa dengan doa yang dilarang, sekarang aku cukup mendoakan hidayah untuk para non-Muslim.]
Setelah baca ucapan dari jejaring sosial seseorang tersebut, aku mengapresiasi dia atau associates-nya yang udah ketik selamat sahum Ramadhan jadi aku pengen bilang sama Tex kira-kira: Tex, kamu mau masuk dan memeluk Islam, biar bisa shaum Ramadhan bareng berkiblat ke kota Makkah? Berikut kalo kamu memeluk Islam mau doa apa pun yang baik dan benar maka diperbolehkan untuk diamini oleh Muslim lainnya. -> Aku ngajak masuk Islamnya lebih halus daripada sebelum-sebelumnya. 
Ini penting: Berhubung di tweetnya Tex di atas disebut nama Allah, bukan tuhan lainnya yang memang ga ada, jadi aku menghargai dia karena aku segan kepada Allah. Semoga seseorang tersebut bisa mempertanggungjawabkan dirinya karena telah menyebut-nyebut nama Allah -> Kalo ada non-Muslim sebut nama Allah, bukan tuhan lainnya yang memang ngga ada, dan ngga ditambah embel-embel bapa, anak atau Yesus setelah kata Allah, bagi aku hal tersebut merupakan suatu hal yang baik. -> tapi kalo Bahasa Inggris aku bakal tetep liat grammarnya. Selain itu, aku mau bilang sama Tex: jika memang yakin kepada Allah Ta’ala, teruslah berdoa kepada Allah Yang  Maha Esa, jangan pernah berhenti berdoa kepada Allah. Terutama doa untuk memohon petunjuk (hidayah). Semoga Allah memberikan hidayah kepada kamu untuk masuk dan memeluk Islam. Amin.
  •  Mengenai Bahasa: 
Aku pribadi sejak kecil sering menggunakan bahasa Indonesia untuk berbicara dengan kedua orang tua aku dan adik aku. Sementara untuk berkomunikasi dengan para sesepuh keluarga, biasanya aku menggunakan bahasa Sunda. Selain bahasa daerah dan bahasa nasional, sejak kecil kedua orang tua aku juga memperkenalkan bahasa Inggris, aku mempelajari dan berbicara dengan menggunakan bahasa tersebut walaupun tidak fasih. Sayangnya kami tidak berbicara dengan bahasa Arab padahal bahasa Arab adalah bahasa yang sepatutnya dipelajari oleh kaum Muslimin. Berikut adalah hadits mengenai perintah untuk mempelajari dan mengajarkan bahasa Arab:

Pelajarilah oleh kalian akan bahasa Arab dan ajarkanlah oleh kalian akan ia (bahasa Arab) kepada seluruh manusia. (Hadits Syarif) Syaroh Dahlan Aj Jurumiyah. Hal: 4.
 
Khususnya bagi aku dan kaum Muslimin, bahasa Arab merupakan bahasa yang penting untuk dipelajari dan diajarkan kepada seluruh manusia. Selain hadits di atas terdapat kutipan pendapat mengenai pentingnya bahasa Arab yang termuat dalam buku Tanggung Jawab Ayah Terhadap Anak Laki-Laki. Kutipannya sebagai berikut:


           "Termasuk ke dalam topik peniruan terhadap kaum kafir adalah merasa bangga menggunakan bahasa asing selain bahasa Arab. Bahasa murupakan syiar umat yang utama yang membedakan bangsa satu dengan bahasa yang lainnya. Bahasa arab merupakan bagian dari syiar Islam, yang sebaiknya lebih diutamakan  daripada bahasa yang lainnya.

            Mempelajari bahasa asing karena kebutuhan khusus, misalnya mempelajari bahasa inggris sebagai sarana mempelajari ilmu pengetahuan, menyingkap rencana musuh, maka yang demikian itu diperkenankan, bahkan dapat dipandang sebagai kebutuhan. Ayah boleh mengizinkan anaknya belajar bahasa asing, dengan tujuan untuk menyempurnakan keberadaannya sabagai seorang muslim, namun harus tetap mengedepankan bahasa Arab."  Hal. 231.

Bahasa asing selain bahasa Arab boleh dipelajari oleh kaum Muslimin, terutama untuk penyebaran Islam, untuk penegakkan hukum dan syariat Islam, namun tetap bahasa yang diutamakan adalah bahasa Arab.

Sebagai informasi, selain bahasa Arab, bahasa yang juga baik untuk dipelajari oleh kaum Muslimin adalah bahasa Ibrani atau bahasa Yahudi, tentunya bahasa tersebut dipelajari dan dikuasi untuk penyebaran Islam. Memang perintah mempelajari bahasa Ibrani ini disampaikan Rasulullah kepada Zaid bin Tsabit, namun demikian menurut pendapat aku, untuk syiar Islam, ada baiknya bagi setiap Muslim yang telah menguasai bahasa Arab untuk selanjutnya mempelajari dan menguasai bahasa Ibrani atau bahasa Yahudi. Berikut terjemah hadits menganai perintah untuk mempelajari tulisan Ibrani atau tulisan Yahudi tersebut:

1920. Dari Zaid bin Tsabit r.a. bahwa nabi saw. menyuruhnya supaya mempelajari tulisan Yahudi, sehingga saya menuliskan untuk Nabi Saw. surat-surat beliau (untuk orang Yahudi) dan membacakan surat-surat Yahudi, apabila mereka berkirim surat kepada beliau. Shahih Bukhari Jilid IV. P: 156.

Menurut hemat aku, makna mempelajari tulisan Yahudi tersebut bisa juga diperluas sebagai mempelajari bahasa Ibrani atau bahasa Yahudi, tentunya untuk kepentingan syiar Islam termasuk untuk penegakkan hukum dan syariat Islam.
 
Kutipan dari tulisan aku yang berjudul "Boyband Jepang II", terkait bahasa, baik bahasa daerah, bahasa nasional maupun bahasa asing terutama bahasa Arab adalah sebagai berikut:

[Kepada kaum Muslimin yang sudah jago bahasa daerah, bahasa nasional maupun bahasa asing (bahasa apa pun itu) syukurilah dengan cara menggunakan bahasa tersebut di jalan Allah:  berdakwah menyeru untuk menyembah hanya kepada Allah, menyeru untuk taat kepada Allah dan Rasulullah-Nya. -> Kita harus ingat bahwa kemampuan berbahasa yang kita kuasai bukan semata-mata karena usaha kita: belajar, namun karena karunia Allah swt.] 

Selain itu, sebagai Muslim (aku dan seluruh kaum Muslimin) sudah sepatutnya mempelajari bahasa Arab. -> Beruntung sekali bagi banyak Muslim yang telah menguasai bahasa Arab terutama bahasa Arab yang digunakan di dalam Al Qur’an, Al hadits dan kitab-kitab Islam.] 



Abi aku aktif menyebarkan bahasa Inggris juga bahasa Arab. Sementara aku adakalanya masih menggunakan bahasa Inggris sesuai kemampuan aku, terutama untuk kepentingan syiar Islam serta penegakkan hukum dan syariat Islam. Serta sekarang aku mendukung Abi aku dalam upaya penyebaran bahasa Arab dengan berusaha mempelajari bahasa Arab. Semoga kedepannya aku dapat menguasai dan mengajarkan bahasa Arab. Mudah-mudahan Allah meridhai. Amin.  

  • Kemudian, aku heran tahun lalu (2011 -> 1432 H) mostly gereja di Sukabumi pasang banner mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan  hari raya Idul Fitri. Maksudnya apa ya? Soalnya taun lalu pas aku masi kerja, aku ada tugas* dinas ke Bandung, aku perhatiin beberapa gereja, aku ga liat ada banner seperti itu di Bandung. Entah kalo di kota-kota lain. 
* Tugas mendampingi atasan, salah satu anggota keluarga aku. -> Alhamdulillah sekarang masih (seperti dulu) mendampingi salah satu anggota keluarga aku tersebut namun bukan mendampingi untuk urusan dinas tetapi untuk urusan pribadi atau keluarga.


Me and my brother took these pothographs last year (2011 -> 1432 H)


Foto-foto diedit dengan aplikasi Photoshop. Gambar salibnya disensor, aku ga suka salib, begitu juga Rasulullah ga suka palang itu.
Tahun lalu banner ucapan itu merupakan sebuah fenomena aneh. Aku, adik dan banyak orang lainnya terheran-heran liat banner-banner tersebut, aku dan adik aku sampe meluangkan waktu pergi ke pusat kota and than jalan dari satu gereja ke gereja lainnya yang lokasinya berdekatan -selain itu juga gereja yang di depan rumah keluarga aku- buat ambil foto beberapa banner ucapan tersebut. Taun ini aku dan adik ngga ambil foto, tapi sepertinya gereja di depan rumah aku pasang banner ucapan selamat atas pelaksanaan sahum Ramadhan walaupun sampai saat aku nulis tulisan ini, bannernya ga terlalu keliatan.
Kembali aku mau bilang, menurut aku, pada hakikatnya jika (orang-orang) gereja tersebut mengucapkan ucapan selamat shaum Ramadhan dan selamat Idul Fitri dengan tulus dari hati yang paling dalam, maka gereja-gereja tersebut sudah berganti nama menjadi Masjid Al Hidayah atau mungkin Masjid Al Jihad atau Masjid At Taqwa, atau nama mesjid lainnya. -> Kalo ngucapinnya tulus dari hati yang paling dalam, berarti para non-Muslim ridha masuk dan memeluk Islam. 

Aku pengen bilang sama para pengurus gereja-gereja tersebut juga para jemaatnya: “Masuk dan memeluk Islam aja yuk supaya ngga sekedar ngucapin lewat banner tapi bisa menunaikan ibadah sahum Ramadhan serta merayakan Idul Fitri bersama-sama berkiblat ke kota Makkah.” 

Aku juga mau mengajak sahabat karib aku dulu, Cinthya Tustikarana serta temen-temen aku yang bernama Mega Epifani dan Adelia untuk masuk dan memeluk Islam.

Meskipun para non-Muslim khususnya umat Kristiani mengucapkan selamat atas hari besar Islam, sampe mati pun aku ga akan pernah mau ngucapin selamat atas perayaan atau pelaksaan hari besar umat agama lain. 

“Dalam buku Ahkam Ahliz-Zimmah, Imam Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah menguraikan bahwa hukum memberikan ucapan selamat kepada kaum kafir adalah haram, dan orang yang mengucapkannya dikategorikan sebagai kafir. Di dalamnya tercakup juga larangan mengucapkan selamat hari natal lewat kartu-kartu ucapan atau lewat media lainnya. Demikian juga, umat Islam tidak berhak menerima ucapan selamat atau menerima kartu ketika Idul Fitri tiba.” -> Nashir bin Ali Al Ghamidi, Hari-Hari Nasrani, Gema Insani Press: hal. 27.

è    Sebagai informasi: Menurut penjelasan yang pernah aku dengar dari beberapa ustad, kafir itu ada 3 kategori: 1. Kafir ucapan; 2. Kafir perbuatan; 3. Kafir keyakinan. 

Kategori ketiga merupakan jenis yang paling fatal karena benar-benar telah keluar dari Islam atau berada diluar Islam, sehingga harus bersyahadat untuk memeluk Islam atau kembali memeluk Islam. Sedangkan untuk kategori kesatu dan kedua maka belum tentu termasuk pada kafir keyakinan.

Menurut aku, jika mengucapkan selamat atas hari raya non-Muslim tanpa meyakini keyakinan mereka maka dapat tergolong ke dalam kategori kesatu, kafir ucapan atau jika menghadiri perayaan hari besar non-Muslim tanpa meyakini keyakinan mereka maka dapat tergolong pada kategori kedua, kafir perbuatan. Untuk orang yang tergolong pada kategori kesatu dan kedua ini sebaiknya beristighfar, lebih baik lagi jika bersyahadat dan bertaubat untuk tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut.

[Dulu, sekitar waktu SD, aku beberapa kali diminta untuk membungkus hadiah Natal tapi kemudian Umi aku marah, jadi aku ga pernah melakukannya lagi, aku betaubat dari hal demikian. Berikut aku dilarang sama Umi untuk mengucapkan selamat atas hari besar umat lain, jadi walaupun aku berkali-kali menyukai, mencintai atau menyayangi cowo non-Muslim (bahkan sekarang pun masih mencintai seseorang), serta pernah punya sahabat karib non-Muslim, seinget aku secinta-cintanya aku sama kekasih aku atau sama cowo yang aku cintai, atau sesayang-sayangnya aku sama sahabat aku, aku ga pernah ngucapin selamat atas hari raya mereka. Aku ga mau ngucapin selamat atas hari raya mereka, pertama karena dilarang agama, kemudian dilarang juga sama Umi, aku takut dosa, takut kualat.]

Aku tekankan bahwa kaum Muslimin dilarang mengucapkan selamat atas hari besar umat agama lain  apalagi menghadiri perayaan hari besar umat agama lain (termasuk untuk tahun baru Masehi). 

  • Oia menurut aku, kaum Muslimin dilarang mengirim ucapan hari raya Idul Fitri seperti   ucapan mohon maaf lahir batin kepada non-Muslim. -> Dulu aku pernah kirim hal seperti ini kepada non-Muslim, sekarang udah ngga pernah lagi. Dan jika ada umat agama lain mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, dan berkata mohon maaf lahir  batin cukup bilang terima kasih atau makasih, tidak perlu balas mengucap sama-sama mohon maaf lahir batin juga. Karena Muslim dan non-Muslim tidak satu akidah (keyakinan), bukan saudara seiman, jadi tidak perlu mengucapkan atau memberikan permohonan maaf sampai sedalam itu.
Aku juga mau share ayat Al-Qur’an, beberapa hadits serta penjelasan yang aku kutip (tepatnya menyalin) dari bab Hukum Terlibat dalam Perayaan Kaum Kafir. Firman Allah yang terdapat dalam bab ini salah satunya adalah Surah Al Maidah ayat 51.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Al Maidah: 51) [hal. 26]

Sedangkan hadits-hadits yang terdapat dalam bab tersebut antara lain: 

Ø    “Anas r.a berkata: ‘Ketika Rasulullah saw. Memasuki Madinah, penduduk Madinah   memiliki hari raya yang dimeriahkan dengan permainan-permainan3. Melihat itu,             Rasulullah saw. Bertanya: ‘Hari raya apa yang kalian peringati itu? Penduduk Madinah           menjawab: ‘Pada zaman jahiliah, kami terbiasa melakukan permainan dalam kedua hari raya itu.’ Rasulullullah saw. bersabda: ‘Sesungguhnya, Allah telah menggantikannya dengan hari raya yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Abu Daud)
Permainan seperti itu banyak disertakan pada hari rata Nairuz dan Mahrajan. [hal. 22]

Ø    “Sesungguhnya manusia kalau melihat kemungkaran lalu dia tidak mengubahnya     ditakutkan Allah akan menimpakan siksaanya secara merata.” (HR At Tirmdzi dan An Nasa’i) [hal. 24]

Ø    “Tidak berlaku suatu maksiat di tengah-tengah suatu kaum sedang kaum itu lebih perkasa dan lebih mampu mencegah daripada pelakunya, kemudian tidak merubahnya kecuali Allah akan menimpakan azab-Nya secara merata.” (HR Abu Daud, Ahmad, serta Ibnu Majah) [hal. 24]

Ø    “Barangsiapa yang menyerupai sekelompok masyarakat, maka dia termasuk di antara          mereka.” [hal. 26]

Aku juga ingin menghimbau  kaum Muslimin untuk tidak memilih kepala negara (presiden) maupun wakil kepala negara (wapres), kepala daerah atau kepala wilayah  beserta wakil (gubernur, wakil gubernur, walikota beserta wakil, bupati beserta wakil juga camat), kepala desa (lurah) beserta wakil, kepala kampung (ketua RT, RW) beserta wakil serta kepala keluarga (suami) yang beragama non-Muslim. -> Kategori terakhir “kepala keluarga” (suami) penekanannya buat aku pribadi.

Related to pemimpin: ‘Joko Wi sama Ahok agamanya apa sih?’ 

Sempet terlintas pertanyaan seperti di atas, tapi kemudian aku liat tayangan ibunya Joko Wi pake jilbab, tapi aku tetep penasaran Joko Wi-nya agamanya apa? -> Aku mempertanyakan hal ini soalnya banyak orang Jawa kan suka aneh, dalam satu keluarga beda-beda agamanya. Kemudian Abi aku manggil-manggil aku waktu pagi-pagi (12.08.12 -> 24 Ramadhan 1433 H) ada berita Joko Wi jadi imam shalat, sayangnya aku ga keburu liat beritanya. Jika beritanya demikian aku percaya aja, jika Joko Wi Muslim, alhamdulillah. -> Aku bersyukur setiap ada orang yang sebelumnya aku ga tau agamanya kemudian aku tau bahwa orang tersebut beragama Islam dan berharap mudah-mudahan merupakan Muslim yang baik dan bertaqwa kepada Allah. Amin.

è    Menurut aku, memang para calon pemimpin harus membuktikan keIslaman dengan mengucap kalimat syahadat dan menunaikan shalat 5 waktu di hadapan khalayak (berjama'ah). -> Sepengetahuan aku, dalam Islam, melakukan hal seperti ini bukan riya, tapi sebagai pembuktian dan menghindari fitnah. Dengan demikian bagi para calon pemimpin dianjurkan shalat dengan diketahui banyak orang.

Ga cukup, menghadiri acara buka bersama seperti yang dilakukan Pa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atau mengucapkan “Assalamu’alaikum” seperti yang dilakukan Pa Hary Tanoesoedibjo. -> Liat Berita dan liat tayangan tv.

[Aku tau Ahok agamanya Kristen dari salah satu majalah Femina edisi Imlek yang dikasih sama Oma tetangga aku. -> Waktu Oma ini minta aku sampein amanat untuk nawarin pemberian majalah habis baca ke salah satu saudara aku, aku aga dilemma soalnya keluarga aku sejak lama sudah berhenti berlangganan majalah Femina dan Kartini karena mostly isinya sangat tidak Islami, sekarang kami jarang membeli majalah walaupun membeli majalah kami memilih majalah Islami. Tapi aku pikir amanat harus tetap disampaikan pada salah satu anggota keluarga aku tersebut dan ternyata salah satu anggota keluarga aku tersebut menerima pemberian berupa majalah-majalah habis baca tersebut. Berhubung majalah-majalahnya udah ada jadi aku liat-liat dan sedikit baca. Aku pengen bilang sama Oma sesuatu yang sampai saat ini belum sempet dan belum berani aku bilang langsung sama Oma: “Oma makasi ya majalah habis bacanya, tapi aku pikir Oma ga perlu repot-repot lagi kirim majalah-majalahnya (karena alasan yang sudah aku jelaskan di atas).” -> Sekarang alhamdulillah aku uda bilang sama Oma hal mengenai majalah.
Oma ini orang Cina, agamanya Nasrani, aku liat hiasan dinding strimin bergambar salib dan gambar The Last Supper waktu ke rumahnya. Abi aku pernah bilang sesuatu yang intinya walaupun Oma ini Kristen, aku harus sayang sama Oma soalnya Oma temennya nenek aku (aku manggil alm nenek aku dengan sebutan Ema, Abi aku manggil nenek dengan sebutan Mamah Ema). Aku bingung waktu Abi bilang hal ini soalnya aku tau antara Muslim dan non-Muslim ada batasan-batasan tertentu. Aku sayang sama Oma tersebut karena selain temennya nenek, waktu aku kecil Oma ini juga pernah kasih aku boneka dan Oma ini ramah suka nyapa aku dan adik aku. Tapi aku ga mau rasa sayang dan perhatian aku sama Oma melebihi rasa sayang dan perhatian aku terhadap kaum Muslimin, masi banyak tetangga Muslim aku yang belum terperhatikan oleh aku. Akhirnya aku cuma bisa nangis deh menghadapi hal ini, yang aku lakukan paling mengajak Oma Lia untuk masuk dan memeluk Islam dan berdoa semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada Oma untuk masuk dan memeluk Islam. Amin.]  

Kalo MISALKAN Gubernur atau wakil gubernur (wakil gubernur pun memegang peranan penting) merupakan orang-orang non-Muslim, aku ga rela kalo sampe saudara seiman aku kaum Muslimin di Jakarta dipimpin oleh non-Muslim. Lagi pula seorang Gubernur Ibu Kota Negara beserta wakil berada dalam kursi kepemimpinan yang tinggi, bahkan dapat diibaratkan bahwa Indonesia berada di bawah kendali tangan Gubernur Jakarta yang tentunya dibantu wakilnya dengan mudah memiliki koneksi dengan para Gubernur di daerah lainnya di Indonesia. Maka mungkin saja kota Sukabumi yang terletak di daerah Jawa Barat akan berada di bawah kendali kota Jakarta dengan secara tidak langsung memiliki pemimpin non-Muslim, apalagi jika ada wacana semacam “The Greater Jakarta”.

Terlebih kalo Pa Hary Tanoesodibjo non-Muslim lalu mencalonkan diri jadi presiden, aku sangat ga setuju. -> Related to Pa Hary Tanoesodibjo yang merupakan CEO MNC group aku mau bilang terima kasih kepada MNC yang udah menayangkan film Umar bin Khattab, menurut aku filmnya bagus, mendidik, menambah pengetahuan mengenai sejarah Islam, mengenai para tokoh dan para mujahid Islam. Namun, saran aku, sebaiknya film ini ditayangkan lebih awal, dimulai sekitar pukul 03.30 dan berakhir sekitar pukul 04.30 (sebelum imsak atau sebelum adzan Subuh agar tidak mengganggu konsentrasi salat Subuh. -> Aslinya konsentrasi shalat sering keganggu karena penasaran pengen tau kelanjutan filmnya yang ditayangkan setelah Subuh, berikut kalaupun tetap bertahan nonton sampai film “bersambung” maka shalat Subuh jadi tertunda.)

Aku liat kampanye Joko Wi-Ahok dan Hary Tanoe “Tipikal orang Cina”.

Bertanya-tanya: Qo bisa-bisanya muncul para calon pemimpin kuat dari kalangan non-Muslim, para laki-laki Islam yang punya posisi kuat, bekerja dengan baik, benar, cerdas, bertaqwa kepada Allah serta memperjuangkan tegaknya hukum dan syariat Islam pada kemana atuh ya?

Mana aku liat gambar dari internet Joko Wi-Ahok suka mengacungkan jari “metal”, nampak lambang penyembahan setan. Maaf, aku pajang foto makhluk bernyawa hal ini dilakukan sebagai barang bukti:



Aku dapet gambar-gambar tersebut dari internet. -> Untuk Joko Wi dan Fauzi Bowo, jika anda Muslim apalagi calon pemimpin, tidak perlu mengacungkan jari jemari seperti di atas atau  bentuk lainnya yang menyimbolkan keburukan dan kejahatan.

[Btw kalo liat Joko Wi, aku inget salah satu Mang asisten di rumah keluarga tempat dulu aku tinggal. ->  Sehubungan dengan pembagian warisan sekarang aku tinggal di rumah yang lebih sederhana sekitar 5 langkah dari rumah sebelumnya.Dulu Mang asisten tersebut merupakan asisten tetap namun sekarang menjadi asisten tidak tetap terkait penghematan biaya taransport karena kediamannya yang jauh dari kediaman keluarga aku, sekarang saudara-saudara aku menetapkan bahwa asisten tetap adalah para asisten yang berdomisili di dekat rumah.  

Dulu Mang asisten ini orang yang dipercaya untuk megang keuangan keluarga besar aku, megang uang belanja, tau nomor rekening bank hampir seluruh keluarga aku bahkan sampe tau password ATM beberapa keluarga aku karena memang dipercaya megang kartu ATM dan narik uang dari ATM. Berikut dulu yang selalu (paling sering) ditugaskan untuk transfer uang saku untuk aku dan saudara aku yang kuliah di luar kota Sukabumi.       

(Sejauh ini, sampai sekarang Abi mempercayai salah seorang asisten untuk memegang uangnya.)
Ditambah Mang asisten ini yang paling tahu mengenai harga beli dan letak berbagai barang di rumah keluarga aku, kami yang punya rumah malah sering ga tau, abis pusing kebanyakan barang. -> This is why simpicity is important. Untung sekarang barang-barangnya udah banyak berkurang. Alhamdulillah. Dan kelebihan lainnya dari Mang asisten ini adalah multitalented: bisa masak, sambalnya enak banget; jago beres-beres; bersih-bersih; kalo ga salah bisa mengoprasikan mesin jahit; bahkan ngerjain bangunan (benerin bocor, nembok, ngecet, ngedam) pun bisa serta yang terpenting adalah Mang asisten ini fasih membaca Al Qur’an, suaranya bagus. Mudah-mudahan Allah melimpahkan maghfirah dan rahmat-Nya kepada Mang asisten tersebut. 
-> Aku punya catatan mengenai setiap asisten di rumah keluarga aku, catatan mengenai pribadi serta kelebihan dan keunggulan masing-masing personal.

Kembali ke Joko Wi dan Mang asisten, aku dulu sempet mikir Joko Wi keturunan Cina gara-gara mirip Mang asisten yang aku ceritain. Menurut aku, roman-roman wajah mereka mirip. Kalo Mang asisten keluarga aku tersebut keturunan Cina, kakeknya orang Cina.

Anw waktu tanggal 23/10/2012 malem -> 08 Dzulhijjah 1433 H, salah satu keluarga aku memberi tahu aku bahwa setelah dilakukan pancakaki ternyata Mang asisten aku tersebut adalah paman jauhnya sepupu deket aku. It means Mang asisten ini adalah paman jauh aku. Setelah bertahun-tahun lamanya baru ketauan kami bersaudara, di tahun 2012 ini. Subhanallah.

Mang asisten ini kadang diceng-cengin sama aku dan saudara-saudara aku misalnya menggunakan kata “kampanye” gara-gara mirip salah satu cagub DKI.]

Aku protes dan memajang foto Joko Wi, Ahok dan Fauzi Bowo dengan pose tangan yang aku sebut lambang penyembahan setan, ternyata aku baru ngeh bahwa  aku pribadi pernah berfoto dengan "pose tangan munkar" mana ga pake jilbab lagi, kacau, astagfirullah. -> Aku bener-bener ngeh setelah liat salah satu foto seseorang yg sepertinya sebut saja "you know who", foto seseorang tersebut siy baik baik aja tapi posisi dia di bagian ujung dengan baju hitam diantara banyak orang ngingetin aku sama posisi aku waktu berfoto bareng temen-temen SMU.
-> Aku ga berniat dan ga bermaksud menjadikan seseorang atau siapa pun yang masih dalam keadaan non-Muslim untuk menjadi pemimpin aku, hanya saja ketika aku sedang browsing news mengenai event fashion, JFW ‘13-’14, ada sebuah foto yang mengingatkan aku sama foto aku dan kawan-kawan waktu SMU. -> Saat ini, aku masih concern sama dunia fashion khususnya fashion Indonesia, tanah air aku yang mayoritas penduduknya Muslim. Aku berharap khususnya aku dan Muslim Indonesia juga orang Indonesia pada umumnya dapat berpakaian sesuai syariat Islam. Selain itu aku juga punya impian seseorang yang aku cintai, sebut saja “you know who” mau memeluk Islam dan dapat menjadi salah satu orang yang dapat diandalkan dalam mensyiarkan pakaian Muslim yang syar’i di seluruh dunia. Moreover, aku juga berharap aku dan kaum Muslimin dunia serta seluruh manusia dapat berpakaian sesuai syariat Islam. Amin.

Berikut foto yang aku maksud, dimuat sebagai barang bukti:


Ket: Foto telah mengalami proses editing. Foto tangan dengan lingkaran kuning, tangan temen aku sementara foto tangan dengan lingkaran merah dan biru adalah tangan aku. Aku jadi pengen malu... Untuk masalah tangan ini aku minta maaf kepada Joko Wi, Ahok Fauzi Bowo juga kepada pembaca. Tak lupa aku juga memohon maaf kepada teman-teman aku karena aku pernah mencontohkan hal yang tidak patut. Semoga aku, Joko Wi, Ahok, Fauzi Bowo dan semua yang pernah berpose dengan pose tangan seperti di atas atau pose tidak baik lainnya atau "pose tangan munkar", tidak mengulangi lagi berpose demikian. 

Untuk Masalah pemimpin maupun wakil pemimpin non-Muslim, aku tetep berpendapat:

Aku ga sudi kalo misalkan aku dan kaum Muslimin dimanapun berada terutama di Indonesia dipimpin oleh non-Muslim larangan mengenai hal ini tertera dalam Al Qur’an yang terjemahnnya aku tulis di atas.Buat aku, daripada Indonesia atau daerah-daerah di Indonesia dipimpin oleh non-Muslim akan lebih baik jika Allah menimpakkan bencana alam yang hebat untuk Indonesia. Amin.  

è    Aku ingin memperingatkan khususnya kepada banyak orang Cina-Indonesia untuk tidak  membuat kerusakan dalam berbagai bidang (aku sebut beberapa contoh, contohnya suka-suka aku): Orang-orang Cina (siapa pun anda) berhentilah membangun gedung-  gedung tinggi serta pusat perbelanjaan di Sukabumi yang menyebabkan jalanan kota Sukabumi menjadi semakin macet; berikutnya Tommy Winata, aku ga kenal seseorang ini  tapi dulu sering denger nama seseorang ini di keluarga aku disebut dengan “TW”, pas aku Googling ada artikel   yang menerangkan bahwa “TW” ini mafia judi (sekarang kalo ada orang bilang salah satu jenis cabe atau tomat aku suka inget sama salah satu mafia judi). -> Pa Tommy, judi haram Pa, dosa. -> Maksudnya berhentilah dari menjadi bandar judi atau dari melakukan usaha tidak halal. Anw Pa Tommy sepertinya udah baik sama keluarga aku, pasti Allah balas kebaikan anda di dunia ini walaupun Pa Tommy non-Muslim, hanya saja Allah akan menyiksa di akhirat jika Pa Tommy bukan Muslim dan melakukan usaha yang tidak halal. Aku doakan mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada Pa Tommy dan keluarga untuk masuk dan memeluk Islam. Amin. ‘Ya Allah, ampuni keluarga atau saudara-saudara aku yang Polisi yang pernah nerima uang  tidak halal dan aku pun ikut makan uang tersebut.’; kemudian Tex Saverio (bisa disingkat “TS” ga ya?), designer Cina-Indonesia (designer mah wakilin aja sama dia soalnya dia extrim, kabarnya dia merupakan salah satu designer yang merancang gaun buat Lady Gaga, ratu maksiat dan kebejatan jagat raya masa kini), parahnya seseorang ini merupakan orang yang aku cintai, membatin: ‘Ya Allah tolong’; lalu Pa Hary Tanoesodibjo, CEO MNC group, tolong setiap saluran tv di bawah nama MNC group agar tidak menayangkan program-program yang merusak moral bangsa terutama moral anak-anak. Salah satu contoh program merusak moral adalah sinetron yang pernah aku tonton yang  berjudul “Yang Masih Dibawah Umur”, tayangan ini ngingetin aku sama masa-masa sekolah (terutama hal-hal negatif di sekolah: seragam tidak menutup aurat, pacaran, HTS-an dan labrak-labrakan) dan lebih parahnya aku liat efek negative dari tayangan ini di sekitar lingkungan aku: banyak anak kecil bahkan anak-anak usia dini yang terlihat berkomunikasi dengan sinis dan nyinyir seperti gaya para pemeran antagonis di sinetron yang diperankan oleh anak-anak ABG tersebut, anak-anak kecil telah kehilangan keluguan dan kepolosan mereka akibat penayangan program tersebut. -> Kalo menurut aku, yang perlu ditayangkan adalah program atau film yang dapat bermanfaat dan dapat memberikan pelajaran misalnya film “Umar bin Khattab”, hanya saja waktu penayangnnya harus diatur supaya tidak ditayangkan (baru atau masih tayang) bertepatan dengan awal waktu shalat. 

Ramadhan 1434 H: Aku berterima kasih kepada pihak MNC group yang telah menayangkan acara Hafidz Qur'an, walaupun aku ga selalu nonton, tapi aku pikir tayangan tersebut mendidik. -> Related to this program, dalam menghafal ayat-ayat Qur'an, saat ini, aku ngerasa aku kalah telak sama anak-anak bahkan sama anak umur 3 tahun! Anw aku setuju jika hadiah untuk lomba menghafal ayat suci Al Qur'an adalah dalam bentuk menunaikan ibadah Umrah. Saran dari aku, mungkin kedepannya hadiah uang ditukar dengan beasiswa pendidikan khususnya di pesantren yang mengajarkan tahfiz Al Qur'an karena ayat Al Qur'an baiknya memang tidak ditukar dengan uang, kemudian agar potensi baik anak-anak penghafal Al Qur'an tersbut dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan hingga masa yang akan datang.

Oia alhamdulillah setelah melihat tayangan Hafidz Qur'an adik kecil aku termotivasi untuk menghafalkan surah-surah Al-Qur'an yang terdapat di Juz Ama, ia sudah berhasil menambah beberapa hafalan surah. -> Again, I am defeated by kids. Hope next time I am getting better in memorizing Qur'an. Amin. 

Sayangnya kenapa MNC menayangkan film-film Warkop yang menurut aku sama sekali tidak mendidik. -> Dulu aku nonton film-film warkop namun sekarang aku menghindari nonton film-film tersebut, aku tahu mengenai film-film tersebut karena aku liat iklan-iklannya, atau saat mindahin channel, atau saat ada saudara yang nonton -> aku menyarankan saudara aku untuk tidak menonton film-film tersebut. Semoga kedepannya seluruh tayangan MNC sesuai dengan syariat Islam. Amin.

Oia Pa Harry, jika anda menginginkan perubahan, maka masuklah ke dalam agama Islam (convert into Islam) and than usung, gunakan dan tegakkanlah hukum dan syariat Islam, insya Allah bangsa Indonesia berubah menjadi lebih baik. Amin; selanjutnya salah satu artis Cina Indonesia, Agnes Monika, menurut berita, ia kerap mengadakan pertunjukkan ala Barat yang berpotensi merusak moral bangsa, khususnya merusak moral, akhlak kaum Muslimin. -> Anw aku pernah nonton video mengenai para artis termasuk Lady Gaga dan Agnes yang termasuk dalam jaringan Freemasonry.
Contoh-contoh yang aku sebutkan di atas merupakan contoh “Tipikal orang Cina.”

[Buat saudara-saudara aku yang Polisi “watch your earnings”, bertaqwalah kita kepada Allah.

Aku nulis ini sambil berfikir mengenai tulisan-tulisan aku, yang juga berpotensi merusak moral bangsa khususnya kaum Muslimin. -> Pengen segera mengakhiri banyak tulisan aku, dan menulis dengan cara yang lebih baik, lebih ma’ruf, lebih Islami. Amin.]  

[Anw dulu aku suka Agnes, -> dulu aku suka nonton program musik untuk anak-anak, waktu kecil dia imut banget, cantik, putih, kurus, dan lincah (aku ga mau komen mengenai suara). Walaupun ga rutin, dulu aku juga nonton beberapa sinetron yang dia bintangi. Aku suka Agnes sampe-sampe aku terobsesi punya kulit putih kayak dia, karena hal ini, dulu aku selalu dan pasti membeli produk yang mengandung pemutih sampe kulit aku jadi terang cenderung putih. I was so proud to be skinny and white. -> Agnes salah satu artis yang punya pengaruh kuat untuk bikin aku terobsesi memiliki kulit putih. Tapi suatu kali aku pernah liat, dia pengen punya warna kulit kaya warna kulit aku dan banyak orang lainnya, warna kulit kecokelatan, sampe bela-belain tanning. -> Mengalami dan melihat hal ini aku jadi pengen senyum kemudian berfikir bahwa manusia benar-benar sering tidak bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan.

Sekarang aku tahu bahaya pemutih, berikut Abi aku ngelarang aku pake produk-produk yang mengandung pemutih jadi aku pribadi ga pernah lagi membeli produk demikian. Sekarang aku bersyukur memiliki kulit kecokelatan. Alhamdulillah. I am grateful to have a “brownie-yellowish” (ga enakeun kalo nyebut brownish-yellowish) skin. FYI, kira-kira saat Muharram 1434 H, kulit aku terkena musibah akibat kelalaian aku, sehingga meninggalkan banyak noda maka aku berusaha menipiskan noda-noda tersebut dengan lulur serbuk berwaena kuning berikut dengan minyak cendana. Mungkin lulur jenis ini yang insya Allah akan aku gunakan untuk membersihkan kulit aku.

Anw aku sangat ga setuju dengan iklan provider yang dibintangi Agnes, gerakan dancenya vulgar dan kostumnya sangat tidak menutup aurat. Sebagai informasi: Tv di rumah aku ngga menyala 24 jam nonstop lho, tapi aku liat iklan tersebut. Iklan tersebut membuat aku bersyukur, alhamdulillah, karena sejak beberapa waktu lalu aku telah berhenti menggunakan Telkomsel (Simpati), dulu selama beberapa tahun aku pake no 0813151699**.-> Mungkin bagi Telkomsel kehilangan 1 pelanggan seperti aku tidak memberi pengaruh apa pun. Aku berterima kasih pada Telkomsel yang pernah memudahkan komunikasi aku, namun demikian aku berharap tidak ada lagi iklan vulgar atau tidak sesuai syariat Islam. Ramadhan 1434 H: Aku berterima kasih kepada Telkomsel juga Agnes karena telah mengganti iklan yang aku maksud sebelumnya dengan iklan yang lebih sopan, semoga kedepannya Telkomsel dan para bintang iklan dapat membuat iklan yang benar-benar sesuai syariat Islam.


Intinya, baik aku liat atau ngga liat tayangan, gambar atau apapun yang dibuat sebagai upaya atau dengan tujuan menentang Islam maupun ajaran Islam, dan berakibat buruk baik di dunia maupun di akhirat bagi kaum Muslimin, pasti aku ngga setuju. Aku menyerahkan diri aku dan kaum Muslimin kepada Allah, semoga Allah melindungi dan menolong aku dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Amin.

Bicara mengenai provider, aku juga inget Indosat, aku kerap memakai Indosat untuk sarana berkomunikasi bahkan selama bertahun-tahun aku menggunakan Indosat M3 dengan no 085620209**, even saat telepon seluler GSM aku rusak aku tetap pake Indosat via modem. Aku berterima kasih kepada Indosat telah mempermudah komunikasi aku selama ini, namun demikian aku kecewa iklan-iklan Indosat tidak sesuai syariat Islam, bahkan aku pernah melihat sekilas tayangan acara yang memperlihatkan Indosat mendukung acara maksiat. Aku ga tau harus ganti ke provider apa karena mostly provider menanamkan program-progaram Yahudi dan Nasrani, termasuk provider untuk ponsel CDMA.Sekarang aku mengurangi penggunaan -jaringan- ponsel baik GSM maupun CDMA, namun demikian saat membutuhkan ponsel untuk berkomunikasi biasanya aku meminjam milik adik aku dengan Indosat sebagai provider. Dan biasanya aku menggunakan provider Axis  untuk berinternet. Namun seiring berjalannya waktu, selain provider Axis aku pernah menggunakan provider XL, kemudian Tri juga Indosat Mentari untuk kemudahan akses berinternet.

Syawal 1434 H: Aku berniat menggunakan layanan Flexi untuk CDMA aku, namun ternyata di salah satu gerai hp yang dikunjungi adik aku pada suatu hari di bulan lalu, tidak terdapat kartu perdana Flexi maka adik aku memilihkan kartu perdana SmartFren untuk aku, maka saat ini, entah kedepannya, aku menggunakan provider SmartFren.

-> Kalo aku bilang ga lagi pake hp atau ngga pernah lagi komunikasi pake provider apa pun berarti aku bohong, sedangkan tujuan aku menulis tulisan ini bukanlah untuk membohongi orang lain tapi untuk menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini. Amin.


Aku menyarankan setiap provider membuat iklan yang sesuai dengan aturan Islam supaya dapat menjadi contoh untuk aku dan para pemirsa.

Oia aku pernah mimpi yang intinya Agnes Monika curhat mengenai sulitnya mencari sahabat yang dapat dipercaya di zaman ini. Di dalem mimpi itu pas aku denger curhatnya Agnes, aku pengen jadi sahabatnya dia tapi kemudian aku sadar kami beda agama jadi aku diem aja deh. -> Aku heran kenapa aku mimpiin ini padahal saat aku mimpi itu aku punya beberapa orang sahabat dekat yang aku percaya.]

Ini penting dan paling penting: Untuk orang-orang Cina berikut ini: Pa Basuki Tjahaja Purnama, Pa Hary Tanoesodibjo, Pa Tommy Winata, dan Agnes Monika serta yang sepertinya bukan orang Cina, Lady Gaga, “Maukah kalian masuk dan memeluk Islam?” -> Orang-orang Freemason bisa tau dan ngerti aku mau bicara pake bahasa apa juga. -> Ada interpreter.

(Tex ga aku sebut lagi, soalnya udah disebut di poin sebelumnya dan udah sering banget di-mention di tulisan-tulisan aku yang intinya mengajak masuk dan memeluk Islam.)

è    Aku nulis poin ini bukan karena aku anti sama etnis tertentu (Cina), malah mungkin aku suka sama banyak orang dari etnis ini terutama berkaitan dengan kinerja serta sisi positif profesionalisme (yang aku ga suka kebayakan mereka adalah non-Muslim, dan banyak diantara mereka menghalalkan segala cara dalam mengambil keuntungan material); alasan lain adalah karena sejak lahir sampai sekarang aku tinggal di kawasan yang penduduknya terdiri dari sebagian pribumi dan sebagian orang Cina; beberapa sahabat dan teman aku waktu kecil adalah orang Cina; terlebih beberapa cowo yang pernah aku sukai (walaupun kayaknya sih ada yang ngga ngeh pernah disukain sama aku) atau aku sayangi bahkan seorang yang masih aku cintai adalah orang Cina. Ada yang ngga punya panggilan khas Cina ada pula mereka yang punya nama panggilan kahas Cina seperti Akew, Kekew (Kekew mah dulu panggilan dari aku untuk seseorang, aku so manja, sekaligus untuk membedakan antara Akew satu dengan Akew lainnya. Dan aku baru tau dari salah satu sahabat aku yang tau dari temen deketnya, orang Cina, kalo akew artinya "anak guguk" (bahasanya sudah diperhalus), tidaaaa, dulu aku manggil sebutan itu karena memang itu panggilan dari temen-temen pribumi untuk mereka, sementara dulu aku ga tau arti dari sebutan itu. Sekarang aku ga mau lagi menyebut atau memanggil mereka dengan sebutan itu. -> Mudah-mudahan ga refleks ngucapin kata tersebut kalo misalkan ga sengaja ketemu mereka. Jadi melalui tulisan ini aku mau minta maaf sama dua orang cowo: pertama, a drummer, seorang anak band yang dulu pernah aku suka atau aku idolakan, aku ketemu seseorang ini di rumah keluarga aku, dan seinget aku dulu seseorang ini pernah nagajr les salah satu sepupu aku di salah satu studio musik; kemudian seseorang who is nice and friendly yang sempet aku kenal deket, a dancer. -> Sekarang aku ngga setuju kalo cowo nge-dance kalo olah raga apalagi olah raga yang bikin cowo terlihat cowo aku setuju terutama olah raga yang dianjurkan oleh Rasulullah seperti: memanah, berenang dan berkuda.) -> Alhamdulillah, mereka orang Cina Muslim, kemudian aku pernah liat di salah satu jejaring sosial seseorang yang masih aku cintai, seorang designer, ia dipanggil dengan sebutan Acong -> cowo ini mah orang Cina Kristen, innalillahi; berikut teman, kolega dan rekan keluarga aku banyak orang Cina (dimulai dari seorang konglomerat Cina yang belum lama ini tutup usia -> seorang Cina ini aku pribadi ga kenal tapi menurut salah satu anggota keluarga aku seseorang ini merupakan rekan alm. Kakek aku, lalu ada juga orang Cina yang berprofesi sebagai mafia yang juga aku pribadi ga kenal tapi saudara-saudara aku mungkin ada yang kenal, atau yang secara pribadi aku kenal: orang-orang Cina yang berprofesi sebagai guru, pedagang, para pembuat kue sampai yang berprofesi sebagai pramuwisma); ditambah lagi dulu ada murid aku yang merupakan orang Cina, dan dulu beberapa orang murid Umi (Mama) aku adalah orang Cina (waktu itu aku sering ikut sama Umi kalo lagi ngasi les privat), juga pernah ada beberapa orang murid les Abi (Papa) aku yang merupakan orang Cina; ditambah lagi salah satu guru les aku  yang ketika aku SMP pernah mengajari aku Matematika dan Fisika (aku tidak menguasai pelajaran-pelajaran ini, namun saat SMP aku sangat terbantu dengan cara mengajar yang dilakukan oleh guru les aku tersebut, alhamdulillah, syukron jiddan my teacher), guru les aku juga pernah mengajari aku memainkan sebuah atau dua buah lagu dengan gitar serta pernah menggambar sketsa wajah aku -> guru aku tersebut bisa menggambar (sekarang aku menyarankan kaum Muslimin untuk tidak sembarang menggambar makhluk bernyawa), tiba-tiba teringat tempat pinsil rajutan berwarna pink, beliau merupakan seorang Muslimah, orang Cina (she is amazingly smart); lalu seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, asisten tidak tetap yang suatu waktu masih bekerja di rumah keluarga aku adalah orang Cina; terlebih menurut paman aku, istrinya (bibi aku) beserta saudara-saudaranya (bermarga Ong) dan sepupu-sepupu jauh aku (aku ga tau marganya) adalah orang Cina -> Alhamdulillah kebanyakan di antara mereka beragama Islam, sayangnya salah satu sepupu jauh aku ada yang sedang murtad masuk agama Budha [biasa “Tipikal orang Cina”] -> Mudah- mudahan Allah memberi hidayah untuk sepupu jauh aku tersebut untuk kembali masuk dan memeluk Islam. Amin;kemudian rumah yang aku tinggali sejak beberapa tahun lalu sepertinya dulunya milik orang Cina, nama yang tertulis di kartu pembayaran listrik tuh nama dengan 3 suku kata seperti Ko Ping Ho dan Wong Fei Hung: Sim Soen Lay; bahkan kabarnya salah satu kake moyang aku yang orang Sunda-Arab salah satu istrinya merupakan orang Cina bermarga Ong, one of the Chinese princesses.


Aku nulis poin di atas karena benar-benar ingin mengajak orang-orang Cina non-Muslim untuk masuk dan memeluk Islam, mengajak diri sendiri dan orang-orang Cina khususnya untuk menyembah hanya kepada Allah. Kemudian mengajak diri sendiri dan orang-orang Cina khususnya untuk taat kepada Allah dan rasul-Nya. 

Kembali ke masalah pemimpin, aku siy ga mempermasalahkan pemimpin itu keturunan Cina, Afrika, atau Amerika karena buat aku yang terpenting seorang pemimpin itu beragama Islam, jujur, bertaqwa kepada Allah dan berniat serta berusaha menegakkan kalimat tauhid serta menegakkan hukum dan syariat Islam di muka bumi ini.

‘Lamun teu aya pamingpin nu bertekad menegakkan hukum tur syariat Islam, abdi mah mending golput salilana.’

[Menurut salah satu tokoh yang memberi penjelasan di tv, maaf aku lupa namanya, sebutannya bukan pemimpin tapi pimpinan. Bagi aku, baik pemimpin maupun pimpinan bahkan yang dipimpin sudah sepatutnya beragama Islam, jujur, bertaqwa kepada Allah dan berniat serta berusaha menegakkan kalimat tauhid serta menegakkan hukum dan syariat Islam di muka bumi ini.] 

è    Tadi subuh (08.08.2012 -> 20 Ramadhan 1433 H ) liat berita sekilas pidato Presiden SBY yang intinya mengenai mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan. Mudah-mudahan umat manusia khususnya aku dan kaum Muslimin dapat mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan. Semoga Presiden SBY mau menegakkan syariat dan hukum Islam di Indonesia. Amin.

Ironisnya saat berita tersebut ditayangkan, terdapat walking text (aku maunya nyebut walking text bukan running text, logikanya kalo running tuh kecepetan ntar tulisannya ga kebaca) yang intinya adalah MUI membolehkan memilih pemimpin non-Muslim selama sudah teruji. -> Masya Allah.

Isi berita walking text itu bener ga ya? -> rada-rada ga percaya. Jika benar demikian, aku mempertanyakan apakah para ulama di MAJELIS ULAMA INDONESIA beriman kepada Allah dan rasul-Nya? Karena sudah jelas diterangkan di dalam Al Qur’an bahwa kaum Muslimin dilarang mengambil pemimpin non-Muslim (kembali aku salin terjemahan Al Qur’annya):

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Al Maidah: 51) [hal. 26]

Jika ulama membolehkan untuk memilih pemimpin non-Muslim asalkan sudah teruji bagaimana jika aku berpikir Muslimah bisa memilih pemimpin keluarga non-Muslim asalkan sudah terbukti tampan, baik, pekerja keras dan cerdas. -> analogi fetish. Tidaaa, ga mungkin kan kayak gini, bagaimanapun juga pemimpin dunia, pemimpin negara, pemimpin daerah, pemimpin suku/kabilah bahkan pemimpin keluarga bagi Muslim wajiblah seorang Muslim.

Untungnya aku denger lagi kabar dari Abi aku (Abi nonton di tv), kabarnya intinya bahwa: MAJELIS ULAMA INDONESIA kemudian mengharamkan memilih pemimpin non-Muslim. Alhamdulillah ternyata para ulama masih beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Seyogianya alim ulama lebih berhati-hati dalam memberikan fatwa karena ulama merupakan pemimpin, teladan dan ikutan bagi umat. Semoga kesalahan fatal MUI tidak terulang lagi. Aku ucapkan syukron katsiron kepada MUI telah memgumumkan kebenaran yang sesuai dengan kehendak Allah Ta’ala.

  • Mengenai pemberian makanan dari non-Muslim
Al-Qur’an menyatakan bahwa umat Islam diperbolehkan menerima makanan (halal) dari orang Yahudi dan Nasrani. 

Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan402) diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi. [Al Maa’idah (5): 5]
[402]. Ada yang mengatakan wanita-wanita yang merdeka.

Beberapa non-Muslim terutama orang-orang Cina yang suka kasih kue Lebaran Idul Fitri untuk keluarga aku. Sejauh ini kami menerima dan memakan pemberian tersebut. Aku dan keluarga tidak merayakan Natal maupun Imlek namun ada saja yang memberikan kue Natal atau kue Imlek (dodol Cina/ kue keranjang). Aku dan keluarga menerima dan memakan pemberian tersebut. 

Aku ga tau kalo makanannya berkaitan sama perayaan hari besar umat agama lain boleh diterima atau ngga ya?

[Teringat Tante Desy dan Om Yosef; Om Rachmat Hidayat dan Tante Hanny, Ko Agung juga Ci Maya, Pa Asiong, dan juga Mega E.F. Makasi ya.]

Kepada Om-Tante, Koko-Cici yang sejak lama suka kasih bingkisan atau hadiah buat keluarga aku, maaf ya kalo aku atau keluarga belum mampu balas memberikan hadiah. Bagi Om-Tante, Koko-Cici yang udah baik sama keluarga aku tapi ga aku sebut namanya ditulisan ini, maaf ya.

Aku berterima kasih atas segala pemberian tapi aku pikir orang-orang non Muslim ga perlu kasih bingkisan atau apa pun ke keluarga aku karena yang terpenting buat aku bukanlah hadiah tapi semua orang mau masuk dan memeluk Islam. -> Aku nulis ini karena aku ga mau dikira menyeru ke dalam Islam supaya aku dan keluarga dikasi bingkisan atau hadiah sama non-Muslim. Iman-Islam lebih penting dari apa pun harta benda di dunia ini.
  • Mengenai hadiah dari non-Muslim.
Masih berkaitan dengan toleransi, saudara-saudara aku sering dapet hadiah dari non-Muslim, bisanya dari orang-orang Cina, saking rutin dan ngga sedikit hadiah yang didapet aku jadi suka kebagian hadiah tersebut. menerima hadiah berupa barang yang baik dan halal memang dibolehkan.

[Teringat Tante Desy dan Om Yosef. Makasi ya.]

Aku berterima kasih atas segala pemberian tapi aku pikir orang-orang non-Muslim ga perlu kasih hadiah atau apa pun karena yang terpenting buat aku bukanlah hadiah tapi semua orang mau masuk dan memeluk Islam. -> Aku nulis ini karena aku ga mau dikira menyeru ke dalam Islam supaya aku dan keluarga dikasi bingkisan atau hadiah terutama sama orang-orang Cina. Iman-Islam lebih penting dari apa pun harta benda di dunia ini.

Kepada Om-Tante, Koko-Cici yang sejak lama suka kasih bingkisan atau hadiah buat keluarga aku, maaf ya kalo aku atau keluarga belum mampu balas memberikan hadiah. Bagi Om-Tante, Koko-Cici yang udah baik sama keluarga aku tapi ga aku sebut namanya ditulisan ini, maaf ya.

Mudah-mudahan setiap non-Muslim yang pernah berbaik hati memberi kepada keluarga aku diberi hidayah oleh Allah untuk masuk dan memeluk Islam. Amin.

  • Mengucapkan dan menjawab salam.
Mungkin kaum Mslimin sudah mengetahui bahwa seorang dilarang mengucapkan “assalamu’alaikum” kepada non-Muslim, kecuali jika diantara sekumpulan non-Muslim terdapat Muslim walaupun hanya seorang maka dibolehkan mengucapkan “assalamu’alaikum” yang diniatkan dan ditujukan hanya untuk saudara Muslim tersebut.

Usamah bin Zaid berkata, “Nabi Muhammad saw. pernah melewati sekelompok orang yang terdiri dari umat Islam, orang-orang musyrik penyembah berhala, dan orang-orang Yahudi, maka Rasulullah saw. mengucapkan salam pada mereka.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim). -> Etika Islam: Menuju kehidupan yang Hakiki hal 480-481.

Sedangkan, mungkin ada juga non-Muslim yang mengucapkan “assalamu’alaikum” kepada Muslim, maka Muslim tidak diperbolehkan menjawab dengan ucapan “wa’alaikumsalam” dengan lengkap, jawaban yang dibolehkan hanyalah sampai “wa’alaikum”. Hal ini sesuai dengan sunnah Rasulullah:

872.        Dari Anas ra, dia berkata: “Rasulullah bersabda: “Jika ahlul kitab mengucapkan salam pada kalian, maka jawablah: waa’laikum (dan atasmu).” (HR. Bukhari – Muslim) Ibid.

 [Aku kadang suka terheran-heran dan terkaget-kaget kalo ada non-Muslim ngucapin “assalamu’alaikum” ke aku, jadi aku kadang diem aja ga ngejawab atau menjawab dengan “iya” padahal harusnya aku jawab dengan “wa’alaikum.”]

  • Mengucapkan salam dalam surat (surat, e-mail maupun sms).
Menurut buku etika Islam: Menuju kehidupan yang hakiki hal 481, jika seorang Muslim menulis sepucuk surat kepada seorang musyrik (Yahudi atau Nasrani) dan mau menuliskan salam, sebaiknya menulis:
“Salam sejahtera bagi orang yang mengikuti hidayah (agama Islam).” Sebagaimana hal itu dilakukan Rasulullah saw. ketika menulis surat kepada Raja Heraklius yang menjadi pengagung (yang diagungkan) oleh orang-orang Roma. Demikian secara ringkas diambil dari Al Adzkar Imam Nawawi.
[Dulu aku ga tau cara mengucapkan salam ketika menulis surat kepada non-Muslim jadi tidak menuliskan hal seperti di atas. Setelah aku tahu, aku berusaha menuliskan hal tersebut “Salam sejahtera bagi orang yang mengikuti hidayah (agama Islam).” jika mengirim pesan pribadi kepada non-Muslim.] 

è    Mengenai Missionaris

Aku sempet ketemu orang-orang yang mengajak aku atau keluarga aku pindah agama:
Temen aku Tessa Kristian atau Kristian Mandagi. Thanks udah ngobrol-ngobrol dan nyuruh aku baca Al-Kitab. -> Sejak aku masih sekolah Abi beberapa kali nyuruh aku baca Al-Kitab, awal aku baca aku belum terlalu interest dan belum terlalu ngerti jadi aku ngga baca lagi tapi setelah aku mendengar beberapa pernyataan yang menurut aku aneh dari temen aku ini, aku jadi penasaran buat baca lagi Al-Kitab. Tapi kalo aku diajak pindah agama, aku ga mau karena aku yakin hanya Islam agama yang benar dan paling benar, untuk itu aku mau ngajak temen aku ini untuk masuk dan memeluk Islam. Buat Kris: “Maukah Kris, masuk dan memeluk Islam?” 

Buat Pa Imanuel dan keluarga terima kasih atas segala perhatian dan dukungannya di saat-saat keluarga kami terkena musibah. Makasih juga bapa pernah kasih buku-buku serta majalah Kristen (saksi Yehova), tapi aku ga suka kalo aku dan keluarga diajak pindah agama karena aku yakin hanya Islam agama yang benar dan paling benar, maka dari itu aku mau ajak Pa Imanuel dan keluarga untuk masuk dan memeluk Islam. Buat Pa Imanuel dan keluarga: “Maukah Pa Iman dan keluarga masuk dan memeluk Islam?”
[Sebelum menyatakan agamamu, agamamu, agamaku, agamaku musti ajak orang lain untuk masuk dan memeluk Islam dulu.]

v    Tulisan ini dipublish bertepatan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia ke 67, walaupun kali ini di rumah keluarga aku tidak mengibarkan bendera, aku tetap mau berdoa untuk Indonesia, semoga Allah menjadikan rakyat Indonesia khususnya aku dan Muslim Indonesia sebagai manusia-manusia yang bertaqwa kepada Allah, Allah mempersatukan Muslim Indonesia dan Muslim di seluruh dunia dalam perjuangan menegakkan hukum dan syariat Islam. Mudah-mudahan Allah meridhai kaum Muslimin             di dunia dan di akhirat. Amin.
v    Berkaitan dengan berbagai tulisan dan karya-karya yang aku buat:

*[Aku tidak ridha dunia-akhirat jika diri aku, segala sesuatu yang berasal dari diri aku serta segala sesuatu yang berkaitan dengan aku (baik ide, pemikiran, pendapat, saran, argumentasi, gesture, perilaku, karya-karya: cerita, foto, gambar, sketsa, lukisan, lagu, musik dan semua yang aku publikasikan maupun yang tidak aku publikasikan) dipergunakan bukan untuk kebaikan Islam dan umat Islam, apalagi jika dipergunakan dengan niat dan tujuan untuk menghancurkan dan melemahkan Islam dan umat Islam.

Bagi siapa pun yang mempergunakan atau menjadikan diri aku, segala sesuatu yang berasal dari diri aku serta segala sesuatu yang berkaitan dengan diri aku (baik ide, pemikiran, pendapat, saran, argumentasi, gesture, perilaku, karya-karya: cerita, foto, gambar, sketsa, lukisan, lagu, musik dan semua yang aku publikasikan maupun yang tidak aku publikasikan) sebagai inspirasi bagi karya-karya yang dibuat atau segala usaha yang dilakukan dengan niat dan tujuan untuk melemahkan dan menghancurkan Islam dan umat Islam, untuk menghalangi tegaknya kalimat tauhid maka aku berdoa kepada Allah agar Allah menjadikan setiap karya yang dibuat dan usaha yang dilakukan sebagai kerugian dan kecelakan di dunia dan di akhirat bagi para pelakunya kecuali jika pelakunya bertaubat dengan menyembah hanya kepada Allah, lalu taat kepada Allah swt. dan Rasulullah Muhammad saw. Semoga Allah memberikan keberuntungan dan keselamatan di dunia dan di akhirat kepada orang-orang yang bertaubat kepada Allah serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Semoga terjadi demikian. Amin.

Dan bagi siapa saja yang mempergunakan diri aku, segala sesuatu yang berasal dari diri aku serta segala sesuatu yang berkaitan dengan diri aku untuk kebaikan Islam dan umat Islam, untuk melaksanakan dan menegakkan kalimat tauhid maka aku berdoa kepada Allah, semoga Allah memberikan keberuntungan dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Amin.

Aku mengungkapkan hal ini karena aku sungguh-sungguh ingin kalimat tauhid tegak di muka bumi ini serta aku takut jika kelak Allah meminta pertanggungjawabanku   mengenai diri aku dan segala sesuatu yang berasal dari diri aku serta segala sesuatu yang berkaitan dengan diri aku.

Bagi aku, tegaknya kalimat Tauhid (tegaknya Islam) di muka bumi ini lebih penting daripada siapa pun (termasuk diri aku sendiri) dan lebih penting dari apa pun makhluk yang hidup atau hadir sezaman dengan aku saat ini.]
            *Disalin dari salah satu tulisan aku yang berjudul “Just Do the Best and Let God Do the Rest 2”.

v    Tulisan ini aku buat untuk mengajak diri sendiri, orang yang aku cintai, dan para non-Muslim di seluruh dunia: khususnya orang-orang Belanda, orang-orang Jepang, orang-orang Indonesia serta orang-orang Cina untuk menyembah hanya kepada Allah. Kemudian aku mengajak diri sendiri, orang yang aku cintai, dan para non-Muslim di seluruh dunia : khususnya orang-orang Belanda, orang-orang Jepang, orang-orang Indonesia serta orang-orang Cina untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya. 

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi 190): “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka memeluk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. [Ali ‘Imran (3): 20]
190). Ummi artinya ialah orang yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan ummi ialah orang musyrik Arab yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian yang lain ialah orang-orang yang tidak diberi Al Kitab.

Mudah-mudahan Allah meridhai aku dan kaum Muslimin serta melimpahkan maghfirah dan rahmat-Nya kepada aku dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Amin.

Wallahu’alam bishowab.
27282931/07/2012 -> 08091012 Ramadhan 1433 H                                   
0102030405060814151617 -> 1315161718202729 Ramadhan 1433 H

Revisi:
18/08/2012 -> 30 Ramadhan 1433 H 
18222328/08/2012 -> 01040511 Syawal 1433 H

081012/10/2012 -> 232426 Dzulqo’dah 1433 H
21/10/2012 -> 05 Dzulhijjah 1433 H 
22/11/2012 -> 08 Muharram 1434 H 
3031/12/2012 -> 1617 Shafar 1434 H
05/01/2013 -> 22 Shafar 1434 H
17/02/2013 -> 0607 Rabiul Akhir 1434 H
0406/08/2013 -> 2730 Ramadhan 1434 H
15/08/2013 -> 08 Syawal 1434 H
18/10/2013 -> 13 Dzulhijjah 1434 H
11/03/2014 -> 09 Jumadil Awal 1435 H

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.