“Just Do the Best and Let God Do the Rest”


Petuah di atas terdapat pada judul sebuah artikel yang aku liat di salah satu majalah fashion (Majalah CANTING) edisi Desember 2005. Aku baca artikel tersebut waktu umur 19 tahun, now I’m 26th years old (tahun Masehi), and I’m 27th years old (tahun Hijriyah) -> Berhubung belum terbiasa sama milad di tahun Hijriyah, pas “hari H” aku milad, 07 Syawal 1433 Hijriyah bertepatan dengan 25.08.2012 Masehi, akunya lupa, baru ngeh pas besoknya. Harapan aku di usia ke-27 tahun ini: ‘Ya Allah, jadikanlah hamba sebagai orang yang bertaqwa kepada Engkau, hidupkanlah hamba di dalam Islam, matikanlah hamba di dalam Islam dan bangkitkanlah hamba di dalam Islam. Ya Allah, ridhailah hamba di dunia dan di akhirat. Amin.’ 

[Tulisan ini aku publish pada hari peringatan kelahiran ke-28 (28.08.12) seseorang yang udah bikin aku inget sama petuah di atas. Semoga Allah memberikan hidayah kepada seseorang tersebut dan keluarganya untuk masuk dan memeluk Islam. Amin.]

Sejak aku baca artikel itu, petuah “Just Do the Best and Let God Do the Rest” tersebut nempel di kepala aku, soalnya: pertama, di dalem artikel itu, petuah yang awalnya entah dinyatakan sama siapa, di artikel tersebut dinyatakan sama seseorang yang langsung aku sukai secara tiba-tiba walaupun saat itu aku baru tau keberadaanya di dunia ini. Kedua, isi petuahnya itu menurut aku siy bagus, ngajarin bahwa setelah berusaha dengan sebaik mungkin kita menyerahkan hasilnya atau pahalanya (keseluruhannya) kepada Tuhan. Buat aku, dulu apalagi sekarang, pasrah atau berserah diri kepada Allah itu penting.

Petuah itu tuh tercatat di beberapa diary aku, dimana tertulis petuah itu, disitu pula tertulis nama orang yang berhasil bikin petuah itu nempel di kepala aku. Walaupun aku pikir bahwa petuah itu diucapin sama orang yang waktu itu aku rasa -dan ternyata memang- beda agama sama aku, aku tetap mempercayai dan menuliskan petuah tersebut di beberapa diary aku, ga lupa juga aku tuliskan nama orang yang bikin aku inget terus sama petuah itu. Aku ngambil sikap seperti ini karena saat itu dan sampe saat ini pun aku merasa, berpikir serta berkeyakinan bahwa sebenarnya God atau dalam Bahasa Indonesia disebut Tuhan, adalah satu, Tuhan Yang Maha Esa. Jadi walaupun aku sama orang yang bikin aku inget sama petuah itu beda agama, tapi aku yakin bahwa sesungguhnya Tuhan kami itu sama, Allah Subhanahuwata’ala, Tuhan yang telah menciptakan aku dan dia. Tuhan yang telah menciptakan aku dan dia adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan yang telah menciptakan Siti Rohana dan Tex Saverio, yaitu Allah Subhanahuwata’ala.

Aku semakin yakin sama keyakinan aku bahwa sesungguhnya Tuhan-nya aku sama Tuhan-nya Tex Saverio itu sama yaitu Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan Yang Maha Esa, setelah baru-baru ini aku membaca firman Allah mengenai perkataan Isa Almasih putra Maryam di dalam Al-Qur’an dan terjemahannya, perkataan Isa Almasih tersebut adalah sebagai berikut:

Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”. [Ali Imran (3): 51]

Pernyataan tersebut kembali dijelaskan oleh Allah melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an, yang terjemahannya adalah sebagai berikut:

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah ialah Al- Masih putera Maryam”, padahal al-Masih sendiri berkata: “Hai Bani Israil, Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka pasti Allah akan mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. [Al Maidah (5): 72]

Pernyataan Isa Almasih yang menyatakan: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu" juga terdapat dalam terjemahan firman Allah surah Al-Maidaah Ayat 117. Pernyataan serupa kembali dijelaskan oleh Allah melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an, yang terjemahannya adalah sebagai berikut:

Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat 1364) dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku".
Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. [Az Zukhruf (43): 63-64]
1364). Yang dimaksud dengan hikmat di sini ialah kenabian, Injil dan hukum.

[Tuhan yang telah menciptakan Isa Almasih adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan yang telah menciptakan Bani Israil. Tuhan yang telah menciptakan Isa Almasih adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan yang telah menciptakan Siti Rohana. Tuhan yang telah menciptakan Isa Almasih adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan yang telah menciptakan Tex Saverio. Tuhan yang telah menciptakan Isa Almasih adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan yang telah menciptakan Bani Israil, Siti Rohana dan Tex Saverio, yaitu Allah Subhanahu Wata’ala.]

Anw suatu kali, aku pernah menonton acara ceramah ada seorang kyai yang menjelaskan sesuatu intinya kira-kira bahwa sesuai dengan Pancasila sila ke satu, kita tidak bisa memaksakan Tuhan-nya orang Islam kepada umat agama lain. -> Buat aku ini merupakan larangan secara halus untuk menyebarkan Islam serta merupakan contoh lemahnya ulama Islam yang lebih mengutamakan Pancasila daripada mengutamakan Al-Qur’an. Sementara di lain waktu aku pernah baca khotbah seorang pendeta menyeru para jemaatnya untuk membaptiskan umat manusia dengan 3 nama sesuai keyakinan Kristen. -> Tentunya aku sangat tidak setuju dengan misi khotbah tersebut, hanya yang aku ingin ceritakan adalah pendeta ini ga melarang jemaatnya untuk mengabarkan Injil dan menyebarkan agamanya, justru malah menganjurkan dan menyemangati, beserta pendeta ini ga bawa-bawa Pancasila, yang dia sebutkan adalah keterangan dari Al Kitab walaupun menurut aku keterangan itu salah besar karena berpotensi menimbulkan anggapan bahwa Tuhan lebih dari satu.

Kepada pa kyai: begini pa kyai, untuk bagian tidak memaksakan, aku akui pa kyai benar, namun bukan berarti kita tidak berusaha menyebarkan Islam. Dan yang juga ingin aku sampaikan, menurut aku, Allah Swt itu bukan hanya Tuhan-nya orang Islam tapi Tuhan semua makhluk, Tuhan yang sepatutnya disembah oleh semua makhluk. Untuk manusia dan jin, setelah datangnya ajaran Islam, menyembah Allah Swt jalannya hanya melalui ajaran Islam.

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab 189) kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. [Ali ‘Imran (3): 19] 

189) maksudnya adalah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur’an.

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali Imran (3): 85]

Mudah-mudahan Allah memberikan maghfirah, taufiq dan hidayah-Nya kepada kyai tersebut. Amin. “Para alim ulama dan kaum Muslimin ayo semangat, kita menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini. Allahu akbar!”  Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada pendeta yang aku maksud dalam tulisan ini untuk masuk dan memeluk Islam. Amin.

Berhubung niat dan maksud aku adalah menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini, menyebarkan Islam jadi sampe mati pun aku bakal terus bilang (terutama melalui tulisan) kepada semua orang: Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, Yahudi dll bahwa Allah Maha Esa, tiada Tuhan selain Allah (Allah Subhanahu Wata’ala); kemudian aku bakal bilang bahwa Muhammad adalah utusan Allah serta Isa Almasih putra Maryam adalah bukan putra Allah tetapi utusan Allah.

Anw aku baru nyadar setelah dikasi tau sama adik aku bahwa kata “ketuhanan” dalam Pancasila itu ambigu, aku nangkepnya itu mungkin maksudnya dapat bermakna yang berkaitan dengan Tuhan, dapat juga bermakna kumpulan dari tuhan -> No way!

Aku maunya itu Pancasila sila kesatunya aku ganti inti bunyinya menjadi: Meyakini bahwa Tuhan Maha Esa: Allah Swt, dan meyakini bahwa Muhammad adalah utusan Allah serta meyakini bahwa Isa Almasih putra Maryam adalah utusan Allah, bukan putra Allah.

Di dalam Al-Qur’an selalu dijelaskan dengan jelas bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa. Dan dalam Al-Kitab pun terdapat keterangan yang menyatakan bahwa Allah itu Esa, tiada Tuhan selain Allah, Laa illaha illallah, pernyataan ini terdapat dalam Injil Yesaya. -> Aku ngeh setelah (100411) nonton acara ceramah rohani Kristen. 

Walaupun dalam Al Kitab terdapat beberapa keterangan mengenai keesaan Allah, tapi kebanyakan umat Nasrani atau Kristen ga konsisten bilang tiada Tuhan selain Allah, ga konsisten bilang bahwa Tuhan Maha Esa karena masih bilang tuhan bapa, tuhan anak, dan tuhan yesus. -> Semoga suatu saat seluruh manusia percaya dan meyakini bahwa Allah itu Tuhan Yang Maha Esa, tiada Tuhan selain Allah. Amin. Kutipan Injil Yesaya yang menerangkan bahwa Tuhan itu Esa adalah sebagai berikut (aku kutip dari Al-Kitab versi lama):

Bahwa Akulah Tuhan dan tiada lain lagi; ketjuali Aku tiadalah jang ilah adanja, maka Aku sudah mengikatkan pinggangmu, meskipun engkau tiada mengetahui akan Daku.
 Supaya daripada masjrik sampai ke magrib diketahui orang, bahwa ketjuali Aku tiada ilah lagi, bahwa Akulah Tuhan dan tiadalah lain,
jang mengadakan terang dan mendjadikan gelap, jang mengadakan selamat dan mendjadikan djahat, bahwa aku ini Tuhan, jang membuat segala perkara ini.
(Yesaya 10: 5-7)

Sepertinya persepsi dan keyakinan kami [Hana (Islam) dan Tex (Kristen)] yang membuat Tuhan seolah menjadi tak sama. Aku berkeyakinan bahwa Tuhan itu satu, Maha Esa. -> (Islam) Kalo dia mungkin berkeyakinan Tuhan itu satu tapi tiga, tri tunggal, -> (Katholik-Protestan). -> Ada juga yang menganggap Tuhan itu satu dan Isa itu Rasul tapi masi mempercayai penebusan dosa (Saksi Yehova). Untuk itu aku pengen bilang sama semua yang masih mempercayai atau mencoba mempercayai -ada temen aku waktu kuliah yang ga terlalu ngerti tapi tetep aja nyoba percaya sama konsep- trinitas, supaya mereka berhenti memiliki keyakinan demikian (tritunggal) karena sesungguhnya Tuhan itu Esa, dengan kata lain Allah itu Maha Tunggal atau bisa dikatakan Allah itu Maha Esa. -> Semua orang pasti bakal langsung ngerti kalo dijelaskan bahwa Allah Maha Esa. -> Titik ga pake tapi.

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. [Al Maidah (5): 73]

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang kepada satu kalimat) ketetapan yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah, dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)’. [Ali ‘Imran (03): 64]

Buat yang masih mempercayai bahwa Isa Almasih sebagai penebus dosa, aku juga pengen bilang berhentilah mempercayai itu, karena Allah Maha Kuasa, Maha Pengampun, maka dari itu kita tidak memerlukan perantara untuk memohon ampun untuk dosa yang telah dilakukan oleh kita, orang tua kita dan seluruh manusia lainnya. Langsung saja kita meminta dan memohon ampun kepada Allah jika kita memang benar-benar yakin bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Pengampun, jika kita yakin bahwa Allah hebat, Maha Hebat, dapat melakukan apa pun, termasuk mengampuni dan menghapus dosa-dosa kita tanpa harus melalui perantara siapa pun. Namun, jika kita berbuat doa terhadap manusia lain, maka selain memohon ampun kepada Allah, sedapat mungkin kita meminta maaf terhadap orang yang kita zalimi.

Aku yakin bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Pengampun, hanya Allah yang mampu dan berkuasa untuk memelihara seluruh manusia sejak zaman Adam hingga akhir zaman kelak, hanya Allah yang akan dan mampu mengampuni dosa-dosa aku dan umat manusia semuanya, sejak zaman Adam hingga akhir zaman kelak, maka hanya kepada Allah lah aku meminta dan memohon ampun.

Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu 383), dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya 384) yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya 385) Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.

Dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah TuhanYang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. [An Nisa (4):171]

383 ). Maksudnya janganlah kamu mengatakan Nabi ‘Isa a.s. itu Allah, sebagai yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani.
384). Lihat not 193
193). Maksudnya: membenarkan kedatangan seorang nabi yang diciptakan denagn kalimat “kun” (jadilah) tanpa bapak yaitu Nabi ‘Isa a.s.
385). Disebut tiupan Allah karena tiupan itu berasal dari perintah Allah.

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri 299) mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah? – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.  Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal. [Ali ‘Imran (3): 135-136]

229) Yang dimaksud perbuatn keji (faahisyah) ialah dosa besar yang mana mudharatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. Menganiaya diri sendiri ialah melakukan dosa yang mana mudharatnya hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil.

Berdasarkan terjemahan firman Allah di atas, berkaitan dengan kata God atau Tuhan pada petuah yang diucapkan oleh seseorang yang beragama Nasrani namun petuah tersebut dipercayai juga sama aku yang beragama Islam, maka aku mau bilang bahwa God atau Tuhan itu hanya Allah Yang Maha Esa atau sering disebut Allah Subhanahuwata’ala. Allah Yang Maha Esa itu Tuhanku dan Tuhanmu, Tuhan kita semua, Tuhan semua makhluk.

Supaya petuahnya lebih jelas, maka mulai saat ini aku sedikit merevisi bunyi petuahnya, dari “Just Do the Best, Let God Do the Rest” menjadi “Just Do the Best, Let Allah Do the Rest”. Oia aku pernah nge-like-in foto di Facebook accaount Facebook Tex, foto tersebut foto topi bertuliskan kata-kata kira-kira: “Try Your Best, Let God Do the Rest”. Aku like-in petuah tersebut ini bisa jadi aku lagi ga ngeh perbedaan do and try karena bagi aku saat itu yang penting maknanya bertindak yang terbaik, melakukan tindakan terbaik, ga diem aja lalu menyerahkannya kepada Allah. -> Maaf, pernyataan sebelumnya aku ralat. -> Aku butuh waktu untuk mengingat-ingat dan menuliskan apa yang pernah aku alami, aku pikiran atau aku rasakan.

Kalo sekarang aku meyakini bahwa dalam ajaran Islam, baru niat saja Allah sudah menghargai dan memperhitungkan jika niat tersebut baik apalagi jika niat baik tersebut sudah diaktualisasikan berupa ujicoba atau usaha (try) terlebih lagi jika dilakukan (do) secara kontinyu. -> Aku punya keyakinan bahwa Allah menghargai sekecil apa pun usaha manusia dalam kebaikan dan kebenaran terlebih kebaikan dan kebenaran yang dilakukan di jalan Allah, kebaikan dan kebenaran yang dilakukan karena Allah.

Aku khawatir penjelasan aku di atas mengenai berbuat yang terbaik adalah penjelasan aku “egois” atau “mau menang sendiri” karena aku tidak memberikan penjelasan yang benar berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Untuk itu, untuk meluruskan penjelasan aku mengenai berbuat yang terbaik, sudah sepatutnya sebagai Muslim, aku mengembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka dari itu, aku mengutip terjemahan Al-Qur’an yang intinya menjelaskan mengenai berbuat yang terbaik:

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya (bumi tersebut), agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. [Al Kahfi (18): 7]

-> Source: Al-Qur’an digital dan Al Bayan Tafsir Penjelas Al-Qur’anul Karim hal 660.

Dalam ayat tersebut terdapat kata bahasa Arab “ahsanu ‘amala(n)” yang umumnya diterjemahkan sebagai “terbaik perbuatannya”. Amal sendiri menurut Kamus Kontemporer Arab-Indonesia hal 1322 artinya adalah pekerjaan, aksi (menurut KBBI aksi dapat berarti tindakan --pen.), perbuatan, amal atau dapat juga berarti tugas, job, profesi.

Kemudian terdapat pula terjemah dalil Al-Hadits [aku ga sengaja liat pada 05.09.12 malam -> 18 Syawal 1433 H dari salah satu notes aku] yang juga mengenai mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya:

“Sesungguhnya Allah menyukai seorang hamba yg ketika mengerjakan sesuatu hal, ia melakukannya secara total & sempurna.” (HR. Al-Baihaqi)

Sempurna -> ‘nyaris tanpa cacat’ & memiliki keunggulan relatif dibandingkan yg lain. -> Majalah NOOR edisi Desember 2009 P. 53.

Di dalam buku Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 2 hal. 481 aku membaca (20.09.12 -> 04 Dzulqo’dah 1433 H) keterangan serta terjemahan hadits yang maknanya sama dengan hadits di atas, bunyinya sebagai berikut:

…, diriwayatkan Al-Baihaqi dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya Allah menyukai jika salah seorang dari kalian melakukan suatu pekerjaan, dilakukannya dengan tekun.”  

-> Dalam bahasa aslinya, Arab, terdapat kata "yutqinah", akar katanya adalah “atqona” yang diartikan sebagai tekun atau menurut Kamus Kontemporer Arab-Indonesia yang aku liat, artinya memahirkan atau membuat trampil.

[Alhamdulillah untuk hal mengenai Bahasa Arab, aku seringnya bertanya atau dibantu oleh Abi (Papa). Syukron jiddan Abi.]

Tentunya bersungguh-sungguh di sini bukan bersungguh-sungguh dalam hal yang bersifat pelanggaran terhadap Allah dan Rasul-Nya, namun bersungguh-sungguh dalam hal ketaqwaan kepada Allah, kemudian bersungguh-sungguh dalam hal ketaatan kepada Allah dan Rasul-nya.

Namun demikian dalam ajaran Islam, sebelum berbuat yang terbaik harus didahului dengan niat yang terbaik karena setiap amal adalah bergantung pada niat.

1. Dari Amir Al-Mukminin Abu Hafsh Umar Ibn Al-Khaththab Ibn Nufail Ibn Abduluzza Ibn Riyah Ibn Abdullah Ibn Qurth Ibn Razah Ibn ‘Adiy Ibn Ka’b Ibn Luay Ibn Ghalib Al-Qurasyi Al-Adawi ra, dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya amal-amalan itu tergantung niat-niatnya. Sesungguhnya bagi setiap orang adalah apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa (niat) hijrahhya kepada Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya (benar-benar) kepada Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya untuk dunia yang dia ingin meraihnya, atau untuk wanita yang dia ingin menikahinya35 maka nilai hijrahnya (sebatas) kepada apa yang dia berhijrah karenanya.”
35 maksudnya adalah mengawininya. 
-> Riyadhus Shalihin Jilid 1 P. 31.

[Aku takut sendiri baca terjemah hadits di atas, takut aku salah niat atau niat aku berbelok, misalahnya melakukan sesuatu bukan karena Allah tapi karena sangat mencintai seorang pria. Mudah-mudahan aku dapat meluruskan niat aku dan Allah pun meluruskan niat aku agar aku melakukan setiap hal dengan niat karena Allah. Amin.]

Kesimpulannya: Bahwa menurut ajaran Islam manusia diharuskan berbuat yang terbaik dengan diawali niat terbaik. -> Berbuat yang terbaik dengan niat karena Allah lalu berserah kepada Allah.

[Inti tulisan aku ini adalah aku mau bilang bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, Isa Almasih putra Maryam BUKAN putra Allah, dan Isa Almasih itu manusia yang diangkat sebagai Rasul Allah, serta Isa Almasih bukan penebus dosa umat manusia.

Melalui tulisan ini, aku mau mengajak diri sendiri dan orang lain untuk menyembah hanya kepada Allah; lalu mengajak diri sendiri dan orang lain untuk taat kepada Allah dan rasul-Nya; juga mengajak non-Muslim untuk masuk dan memeluk Islam.


Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi 190): “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka memeluk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. [Ali ‘Imran (3): 20]
           
190). Ummi artinya ialah orang yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan ummi ialah orang musyrik Arab yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian yang lain ialah orang-orang yang tidak diberi Al Kitab.

Semoga Allah menjadikan aku pengikut Isa Al Masih a.s. dengan menjadikan aku sebagai umat Nabi Muhammad Saw yang baik, benar dan bertaqwa kepada Allah karena Nabi Muhammad Saw meneruskan dan menyempurnakan ajaran yang dibawa oleh Isa Almasih. Amin.]

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Wallahu'alam.
21222728/01/2011
232425262728/02/2011
01020506070809101112171819202627283031/03/2011
0102040506070809101112131415161719212426272830 /04/2011
020304050607091014151718202328/05/2011
13151628/06/2011
010621/07/2011
1424/08/2011
24/09/2011
2728293031/12/2011 -> 0304050607 Shafar 1433 H
0109/01/2012 -> 0716 Shafar 1433 H
            19/06/2012 -> 30 Rajab 1433 H
            28/07/2012 -> 10 Ramadhan 1433 H
            28/08/2012 -> 11 Syawal 1433 H
            EAP:
            05/09/2012 -> 19 Syawal 1433 H
0812131516/10/2012 -> 222326272830 Dzulqo’dah 1433 H
21/10/2012 -> 05 Dzulhijjah 1433 H 
04/11/2012 -> 19 Dzulhujjah 1433 H