Alim Ulama



Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. [Al ‘Ashr (103): 1-3.]
186. Pertama: Dari Abu Ruqayyah Tamim Ibn Aus Ad-Dari ra, bahwa Nabi Sallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Agama ini adalah nasihat171, kami bertanya: “Bagi siapa?” Beliau menjawab: Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslimin dan bagi kaum muslimin secara umum.” (HR, Muslim). Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 1. Page: 238.
171 Tiang agama dan pilarnya adalah nasehat, ia adalah kata yang singkat tapi padat makna, artinya adalah memusatkan kebaikan untuk yang dinasihati.
Aku menarik satu simpulan berdasarkan terjemahan hadits di atas: Bahwa siapa pun di antara kaum Muslimin berhak menerima nasihat. Bahkan Allah, Dzat Maha Sempurna, pun membuka Diri untuk dinasihati, untuk menerima nasihat, Allah memberikan manusia hak untuk menasihati Dia. Maka mengapa sesama manusia tidak saling nasihat menasihati? Mengapa sesama manusia harus takut untuk saling menasihati?
Untuk itu, aku berniat menasihati ustad, ulama, syekh bahkan mufti besar jika beliau-beliau memang melakukan kesalahan. Apalagi jika ceramah mereka dibaca, disaksikan atau didengar oleh banyak orang. Jangan hanya mereka yang menasihati aku atau kami sebagai umat atau orang awam, aku atau kami juga berhak menasehati alim atau ulama jika mereka salah, tentu nasihatnya berdasarkan Al Qur’an dan As sunnah. 
Walaupun aku orang awam, mungkin tidak berilmu, bukan dai’ah atau ustadzah, tapi sedikit-sedikit aku juga bisa menilai mana alim atau ulama yang memang patut diteladani, mana yang tidak. Aku benar-benar mengharapkan dan merindukan ulama yang bertaqwa kepada Allah, yang berkata lurus dan benar, yang tidak membingungkan dan menyesatkan umat. Semoga Allah menghadirkan ulama yang ingin benar-benar menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini dan ulama yang ingin benar-benar menegakkan hukum Allah di muka bumi ini, ulama yang diridhai-Nya.
Dalam menyampaikan nasihat tentunya harus menggunakan ilmu (khususnya ilmu agama Islam), dan dalam mempelajari ilmu agama Islam, aku harus benar-benar memperhatikan sabda Rasulullah berikut ini: 
“Janganlah kamu sekalian mempelajari ilmu untuk membanggakan diri di hadapan para ulama, untuk mendebat orang-orang bodoh, dan untuk menarik perhatian manusia, dan siapa yang melakukan hal seperti itu, maka dia akan dimasukkan ke dalam neraka.” (H.R. Ibn Majah dengan sanad yang sahih)[Hasan Ayyub. Etika Islam: Menuju Kehidupan Yang Hakiki. P. 646]
Aku berharap dan berdoa kepada Allah, semoga Allah mengampuni aku apabila terdapat kesalahan dalam niat aku dalam menuntut ilmu serta dalam menasihati sesama manusia. Mudah-mudahan Allah meluruskan niat aku dalam menuntut ilmu dan dalam nasihat-menasihati yakni dengan niat untuk meraih ridha Allah.
Walaupun aku akui rasanya berat harus menerima nasihat, aku mesti belajar berlapang dada dan bersedia dinasihati. 
Banyak hal yang ingin aku sampaikan melalui tulisan aku ini yakni diantaranya sebagai berikut:

  • Ada ceramah yang aku dengar di radio, menurut aku menarik, bagus, yang bagian memerintahkan bersedekah, shalat hajat dan yakin.
    Namun aku juga mau menyatakan bahwa aku tidak setuju waktu alim tersebut meminta uang 20 juta rupiah untuk mendoakan seorang perempuan yang ingin mempunyai anak, alim tersebut menyatakan pernyataan yang intinya kira-kira bahwa beliau malu berdoa kepada Allah (mendoakan perempuan itu) jika perempuan itu sedekahnya hanya sedikit. Astagfirullah, Allah tidak mata duitan. Maha Suci Allah dari sifat yang tercela.
    Sepengetahuan aku, jika kita sedang berperang, baiknya kita meminta doa dari orang miskin, bukan dari orang kaya yang punya uang triliunan. Ini merupakan jaminan bahwa walaupun miskin, ga punya uang banyak, Allah tetap mengabulkan doa.
    Mungkin tujuan alim itu baik, mendidik orang kaya atau orang mampu untuk bersedekah, supaya orang-orang kaya ga pelit juga dalam bersedekah. Tapi menurut aku bukan seperti itu caranya. Soalnya jika beliau malu (jadi perantara) berdoa kepada Allah jika uang sedekahnya hanya sedikit, kesannya gimana gitu.
    Kecuali kalo bilang rezeki (segala yang kita punya) adalah dari Allah, jadi sudah sepantasnya kita berkorban yang terbaik untuk Allah. -> Tapi jangan juga nentuin tarif (apalagi sebesar 20 juta) untuk medoakan seseorang.
    Untuk aku dan kaum Muslimin pada umumnya, sebenernya berdoa ga perlu pake perantara, minta saja langsung kepada Allah: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” [Al Mu’min (40): 60]. Berdoa denga rasa takut dan harap.  Minta didoakan memang boleh, tapi kita ga perlu setuju dengan patokan tarif tertentu demi didoakan oleh alim atau ulama ternama.
     
  • Selanjutnya, jika ada siapa pun yang menasihatkan untuk bersedekah karena Allah Ta’ala maka jangan dilarang, justru harus didukung secara penuh karena memang sudah seharusnya demikian: kita bersedekah karena Allah Ta’ala. Allah Ta’ala lalu ridha-Nya lebih berharga dibanding apa pun di dunia ini, apalagi jika dibandingkan dengan hanya sekedar materi dan harta benda. -> Kita ambil contoh: walaupun kita tahu bahwa melalui shalat Dhuha pintu rezeki dapat dibukakan dan harta dibersihkan, tetap saja saat kita mengucpakan NIAT shalat Dhuha maka kita tidak mengucapkan kalimat seperti “aku berniat shalat Dhuha (2 rakaat) karena ingin dibukakan pintu rezeki (atau niat lainnya)” tapi kita mengucapkan kalimat (niat) seperti “aku berniat shalat Dhuha (2 rakaat) karena Allah Ta’ala.” 
  •  
Alhamdulillah suatu kali ketika salah satu anggota keluarga aku menonton televisi, aku mendengar ustad yang aku maksud menyatakan pernyataan yang benar yakni bahwa sedekah harus karena Allah.
  • Ada pernyataan mengenai sedekah yang aku ralat (sedekah berkaitan dengan kemakmuran Indonesia) karena alhamdulillah tadi sore (03/07/2012 -> 15 menjelang 16 Ramadhan 1433 H) selama beberapa detik terdengar suara ceramah mengenai sedekah, sayangnya pas aku mau liat ceramahnya keburu dipindahin channelnya sama salah satu anggota keluarga aku, tapi aku sempet liat tulisan terjemahan ayat Al Qur’an, yang aku inget hanya bagian "pahala terbaik (surga)". -> Surah apa ya? -> Lihat Al Qur’an digital dulu -> surah Yunus (10): 26; atau surah Al Kahfi (18): 88; atau kah Al Lail (92): 5-7? Alhamdulillah, penjelasan mengenai pahalanya dari Al -Qur'an jadi aku langsung yakin.
Oia, dulu aku suka banget sama kyai yang suara ceramahnya aku denger selama beberapa detik disore tadi, sekarang aku menghormati beliau. Asykuruka Pa kyai.
  • Ada juga ulama yang nampak ingin selalu disorot kamera, berlebihan gayanya di depan kamera, banyak bernyanyi, banyak melawak, membuat sandiwara lawakan, atau loncat kesana kemari, serta ada pula yang berdoa dengan nyaring seperti sedang membaca puisi. -> Bukankah berdoa musti merendahkan suara dan tidak berteriak-teriak?
    Aku lebih tenang melihat ulama yang memang kalem, tenang biarpun disorot kamera. Atau yang bersemangat namun tidak melampaui batas. Alhamdulillah masih ada ulama yang seperti itu. -> Sudah sepantasnya ulama mencontohkan akhlak termasuk gesture yang baik dan benar sesuai ajaran Islam.
     
Oia aku ngerasa miris liat pendeta Katholik ceramah dengan tenang sedangkan ada ulama Muslim ceramah grubak grubuk banyak gaya. Walaupun demikian, aku tetap harus menghormati ulama yang beragama Islam. Dan dulu aku paling bete kalo pas liat, udah mah ceramah rohani Kristen eh teriak-teriak pula. Bahkan beberapa temen aku yang Kristen aja sampe menirukan gaya penceramah tersebut (bentuk protes dan ga suka sama gaya pemimpin agama mereka atau gaya penceramah mereka yang berlebihan di tv): sepanjang ceramah teriak-teriak atau suaranya nyaring sambil bilang “saudara-saudara” atau kata seruan kepada tuhan mereka. -> Walaupun aku ga inget nama-nama pendeta tersebut, aku mau mengajak para pendeta yang aku maksud dalam tulisan aku ini serta seluruh pendeta dan pemuka agama Nasrani: “Maukah anda semua masuk dan memeluk Islam?” 

  • Selain itu, ada alim gaul yang di acara ceramahnya menampilkan perempuan (bagain dari acara tersebut) yang ga berjilbab dan di shoot kamera sementara para penontonnya perempuan berjilbab. -> Mohon tidak menampilkan perempuan tidak berjilbab dalam acara ceramah Islam, gaul bukan berarti mentolerir penayangan sosok perempuan tanpa jilbab atau hijab. Apalagi acara tersebut disiarkan ke seluruh penjuru negeri. [Actually, aku wajib memberitahukan para presenter dan bintang tamu dan pendukung acara yang beragama Islam mengenai menutup aurat dalam Islam, mengenai hal ini silakan baca (tafsir) Al-Qur’an surah Al Ahzab (33): 59. -> Mungkin kebanyakan sudah mengetahui, tinggal menjalankan. Terima kasih untuk para public figure yang telah mencontohkan menutup aurat sesuai syara.]
Semoga Allah melimpahkan maghfirah dan rahmat-Nya kepada alim tersebut. Amin.
  • Ada juga ulama yang bicara mengenai toleransi. Sayangnya aku kurang setuju sama para ulama yang bicara mengenai toleransi tapi mereka tidak menjelaskan toleransi seperti apa yang dimaksud dalam Islam beserta contoh-contoh nyata yang sesuai dengan Al Qur’an dan hadits. Aku belum faham benar penjelasan beberapa ulama mengenai toleransi yang dimaksud dalam Islam. Aku khawatir terjebak dalam toleransi yang salah. Kalo dulu, aku udah berasa paling baik aja bisa bertoleransi dan bersoialisasi sama yang beda agama, terutama Nasrani, abis gitu bersahabat sangat dekat bahkan berkasih-kasihan (kind of pacaran) atau TTM-an, kan toleransi. Astagfirullah, padahal itu semua sepertinya salah.
    Sepengetahuan aku saat ini, dalam Islam tidak dianjurkan mengambil orang Nasrani dan Yahudi sebagai teman dekat atau pemimpin. Menurut aku, jika hanya berteman tidaklah masalah, selama tidak terlalu akrab, itu juga berteman dengan Yahudi dan Nasrani yang baik, yang tidak merusak akidah maupun akhlak umat Islam. Atau berteman tidak terlalu akrab dengan Yahudi dan Nasrani yang memang telah berjanji/ memiliki perjanjian untuk tidak mengganggu serta tidak merusak akidah dan akhlak umat Islam.
     
  • Bahkan yang lebih parah ada seorang alim yang membintangi iklan toleransi pas banget pas hari perayaan Imlek. -> Waktu itu aku pengen nangis liat iklan itu, soalnya malem sebelum hari perayaan Imlek, salah satu saudara aku merajuk pengen liat barongsai yang bakal digelar esoknya (nonton barongsai merupakan kebiasaan dia dari kecil, diajak sama pengasuh), tapi aku larang dengan ngejelasin ke salah satu saudara aku tersebut bahwa umat Islam ga boleh mendukung perayaan orang kafir atau orang musyrik. -> Dengan datang dan meramaikan acara perayaan Imlek berarti mendukung budaya dan agama non-Muslim tersebut. Alhamdulillah, salah satu saudara aku tersebut mengerti dan ngga nonton barongsai.
    Dan ternyata di hari sejumlah orang merayakan perayaan Imlek, aku liat di tv ada alim iklan bareng barongsai dengan alasan toleransi, berikut pake bilang butuh keberanian untuk toleransi. Astagfirullah. -> Menurut aku, alim tersebut sebaiknya meminta maaf kepada kaum Muslimin dan bertaubat kepada Allah. Semoga Allah memberikan taufiq, hidayah dan inayah-Nya kepada alim tersebut. Amin. 
Mohon maaf, mengenai perayaan Imlek, aku ga inget saat itu kapan tepatnya hanya saja sepengetahuan aku, perayaan Imlek berupa pertunjukkan barongsai di Sukabumi, sejauh ini, entah nanti, biasanya dilakukan -beberapa hari- setelah hari “H” Imlek.   
Belakangan aku liat alim tersebut muncul dalam iklan-iklan yang membawa pesan kebaikan, aku berterima kasih atas pesan kebaikan yang disampaikan namun sayangnya seperti pendapat Abi aku, aku ga setuju jika alim atau ulama menjadi bintang iklan produk tertentu karena menimbulkan kesan keberpihakan pada produk tertentu yang didasari materi, karena dibayar serta menimbulkan kesan hubud dunia. 
Semoga Allah melimpahkan maghfirah dan rahmat-Nya kepada alim tersebut. Aamiin.
Abi dan aku sepakat bahwa tidak mengapa bila seorang alim mengiklankan produk hasil karya atau buatannya sendiri terutama produk-produk yang sesuai syariat Islam.
Aku pribadi, bukan alim, pernah mengiklankan produk dari salah seorang artis (aktor) MUSLIM, dan aku tidak dibayar untuk hal tersebut, aku melakukannya dalam rangka membantu sesama MUSLIM dalam bermuamalah terlebih syiar produk hallal.
Bila ternyata produk khususnya produk dari seorang MUSLIM/MUSLIMAH belum mendapat sertifikasi hallal dari MUI, maka kita beri dukungan dan doa agar bisnis dan usaha yang dijalankan para Muslim tersebut lancar, diberkahi Allah, lalu kita ingatkan para Muslim yang produknya belum memiliki sertifikat hallal dari MUI namun secara finansial sudah mampu untuk mendaftarkan produknya ke MUI, untuk segera mendaftarkan produknya agar bersertifikasi hallal dari MUI.
Aku pun pernah melakukan hal yang mungkin terkesan iklan untuk produk-produk busana Muslim, lagi-lagi hal tsb aku lakukan dengan sukarela tanpa bayaran dengan maksud syiar hijab syar'i. 
Kemudian, mungkin aku akan mengiklankan salah satu atau beberapa merek kerudung, hal ini dikarenakan aku berjualan kerudung-kerudung tsb. Aku berencana menjual hasil desain (terkait busana Musljm syar'i) yang aku buat namun dikarenakan sejauh ini aku tidak membuat kerudung maka aku menjual kerudung yang memang telah ada di pasaran sebagai upaya muamalah syariah dan syiar hijab syar'i. InsyaAllah.
Oia harap dibedakan antara menjadi bintang iklan dan berdagang. Iklan produk-produk (sesuai syariat Islam) pada umumnya lebih cocok dilakukan oleh artis Muslim atau Muslimah yang berbusana syar'i bukan oleh ustad/ustadzah. Mudah-mudahan aku melakukan hal-hal tsb karena Allah, lillahita'ala.

  • Aku teringat pendapat Abi aku yang intinya baiknya alim atau ulama tidak menjadi bintang iklan (untuk suatu produk tertentu –pen.), dan tidak hidup bermewah-mewah.
     
  • Aku sedih liat ada lebih dari satu alim di tv yang nampak bangga dan ketawa-ketawa bareng seorang sepertinya non-Muslim yang selama ini menyebarkan ilmu magic*, ilmu yang sebaiknya dihindari, sedangkan para alim tersebut nampak tidak mengajak pada ketaqwaan kepada Allah. -> Yang ada di benak aku waktu liat acara itu adalah (kira-kira): Aku takut Allah marah sama ulama kita seperti Allah marah kepada ulama Bani Israil.  Semoga Allah memberikan taufiq, hidayah dan inayah-Nya kepada para alim atau ulama tersebut. Amin.
*Daripada menyebut sebagai magician, aku lebih memilih menyebutnya sebagai host (maksudya adalah: berhentilah dari menjadi seorang magician dan dari menyebarkan ilmu magic), Deddy Corbuzier, namanya ada di beberapa tulisan aku, aku pengen ajak dia masuk dan memeluk Islam. “Deddy Corbuzier, maukah kamu masuk dan memeluk Islam?”
[Sebelum menyatakan agamamu, agamamu, agamaku, agamaku musti ajak orang lain untuk masuk dan memeluk Islam dulu.]
Oia aku ngga setiap saat nonton tv dan aku jarang nonton acara talk show yang dipandu Deddy Corbuzier tersebut, bahkan saat orang yang aku cintai diwawancara di acara tersebut aku ga tau dan ga nonton (kemudian aku tau hal ini dari salah satu temen aku yang nonton acara ini). Tapi beberapa kali aku liat walaupun selewat, pas episode ulama jadi bintang tamu di acara tersebut, seperti halnya hari ini (16.08.2012 -> 29 Ramadhan 1433 H) pas aku lagi di depan tv aku mindah-mindahin channel sehingga aku ngeliat sebentar tayangan acara tersebut. Tayangan kali ini menampilkan suasana yang berbeda dari dua tayangan mewawancara ulama yang pernah aku liat sebelumnya, kali ini aku liat keluarga salah satu artis bercerita dan tak lama alim (yang juga merupakan bintang iklan salah satu produk) membacakan dan menjelaskan dalil dalam suasana yang haru biru. -> Aga heran melihat pemandangan ini karena suasananya berbeda dari dua tayangan sebelumnya yang sempet aku protes dalam tulisan ini, dan aku hanya bisa meyakini bahwa ini kekuasaan Allah Swt.



Ramadhan 1434 H lalu aku beberapa kali nonton talk show Hitam Putih, aku nonton beberapa tayangan yang menghadirkan desainer-desainer Muslim, artis berpakaian Muslim dan juga ustad sebagai bintang tamu. Aku seneng dan bersyukur saat nonton beberapa tayangan yang menampilkan guest stars yang berpakaian menutup aurat apalagi yang menutup aurat sesuai syariat Islam. Aku sampai berpikir : ‘Iwish that every month is Ramadhan’ moreover ‘I wish that everyday is Ramadhan.’ Aku berpikir demikian bukan karena ingin menonton talk show tersebut setiap hari, tapi karena ingin aku dan seluruh manusia berpakaian Muslim, berpakaian sesuai syariat Islam. Terima kasih aku ucapkan kepada Deddy Corbuzier dan seluruh penyelenggara program Hitam Putih yang telah menghadirkan para bintang tamu yang berpakaian Muslim. Semoga seluruh bintang tamu juga para aktor dan aktris berpakaian Muslim sesuai syara walaupun bukan di bulan Ramadhan. Semoga seluruh Manusia dapat berpakaian Muslim secara syar’i walaupun bukan di bulan Ramadhan. Amin.]

Ramadhan 1435 H: Acara talk show yang aku maksud masih ada, dan terkadang aku nonton, terlebih sekarang talk show tersebut ada cara ceramahnya dengan mengundang ustad. Secara umum ustadnya menyampaikan ceramah dengan gamblang, isi ceramahanya dapat menambah pengetahuan mengenai Islam. Hanya saja, mungkin sebaiknya tidak perlu terlalu banyak candaan dalam ceramah serta ustadnya perlu agak menahan diri dalam artian tidak berlebihan dalam melakukan 'bullying' terhadap Deddy Corbuzier, daripada berlebihan ngebully Deddy Corbuzier yang seorang non Muslim, lebih baik bunuh saja Deddy Corbuziernya, Pa ustad. -> Pernyataan mengenai membunuh ini sepertinya kurang tepat, semestinya seorang Muslim dibenarkan membunuh jika terdapat non Muslim memerangi Islam. Terima kasih aku ucapkan kepada sang host untuk setiap sikap sabar yang ditunjukkan saat dibully sang ustad, Mr. Host dilarang ngelawan dengan cara apa pun baik pribadi atau diwakilan, sabar aja. Terima kasih pula aku ucapkan kepada pihak penyelenggara talk show tersebut karena menghadirkan berbagai bintang tamu yang berpakaian syar'i. Mr. Host Hitam Putih yang aku maksud, kapankah anda bersedia masuk dan memeluk Islam?

Semoga Allah mengaruniakan hidayah-Nya kepada Deddy Corbuzier untuk masuk dan memeluk Islam. Aamiin.

Mengenai pakaian syar'i, aku masih tetap berharap bahwa seluruh manusia khususnya kaum Muslimin dapat berpakaian secara syar'i walaupun bukan di bulan Ramadhan. Aamiin. 

Mengenai mencerca non Muslim: Adakalanya, aku berkelakar terhadap non Muslim namun aku berusaha untuk membatasi kelakar tersebut, dan aku cenderung memilih mencerca non Muslim untuk akidah dan akhlak yang tidak sesuai dengan syarita Islam. Menurut hemat aku, mencerca non Muslim, terutama sebagai upaya untuk meluruskan akidah dan akhlak mereka, adalah diperintahkan oleh Rasulullah saw: 



1360. Diriwayatkan dari Al-Barâ r.a.: Nabi Saw. pernah bersabda kepada Hassan (penyair) r.a., “ Cercalah mereka (orang-orang kafir), dan Jibril akan menyertaimu.” [4:435-S.A.] Ringkasan Shahîh Al- Bukhârî, Page: 560.
 
  • Kemudian aku heran mendengar ceramah seorang kyai mengenai toleransi, beliau menyatakan kalimat yang intinya kira-kira: biar aja lah orang lain yang beda agama. -> Maaf Pa kyai, orang Nasrani banyak yang sibuk ngajakin orang Islam masuk Kristen, masa kita kaum Muslimin diem aja? -> Aku denger dan baca kabar mengenai maraknya pemurtadan. Aku juga Abi pernah diajak masuk Kristen baik secara tersurat maupun secara tersirat oleh beberapa orang, dan aku ngga suka hal ini karena aku yakin hanya agama Islam yang benar dan paling benar.
    “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab 189) kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. [Ali ‘Imran (3): 19]  

    189) maksudnya adalah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Qur’an. 

    “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali Imran (3): 85 ]
    Oia mendengar pernyataan seperti “Biar aja lah orang lain yang beda agama.” Buat aku siy artinya: “Biar aja lah orang lain kekal di dalam neraka”. 
Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. [Ali ‘Imraan (3): 116] 
Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih.
Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal. [Al Maa’idah (5): 36-37]

Selain itu Pa Kyai, aku berberapa kali menyukai, mencintai dan menyayangi pria yang beda agama dengan aku, ada pula yang pernah menyayangi aku. Aku berharap pria yang pernah maupun yang masih aku sukai, cintai dan sayangi  yang beda agama sama aku tersebut mau masuk dan memeluk Islam. Bagaimanapun, aku pernah menyukai, mencintai atau menyayangi mereka dan masih mencintai seseorang, aku berharap aku dan mereka diselamatkan oleh Allah jika berada dalam Islam maka dari itu aku menyeru beberapa diantara mereka untuk masuk dan memeluk Islam. -> Belum semua aku ajak masuk dan memeluk Islam. Kalo sekarang, selain menyeru pria yang pernah maupun yang masih aku sukai, cintai atau sayangi, aku juga ingin menyeru semua non-Muslim siapa pun mereka. Intinya aku ingin menyeru diri sendiri dan orang lain untuk menyembah hanya kepada Allah. Kemudian menyeru diri sendiri dan orang lain untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya. 

  • Aku setuju sama alim, dai sejuta umat: almarhum  K.H. Zainuddin M.Z. Semoga amal ibadah serta iman-Islamnya diterima di sisi Allah. Amin. Awalnya aku juga heran sama beliau yang bicara-bicara soal toleransi tapi ga dijelasin toleransi kayak apa yang dimaksud dalam ajaran Islam. Tapi kemudian aku liat lagi ceramah beliau, lalu beliau bilang sesuatu yang intinya kira-kira: kita umat Islam harus bilang sama umat Nasrani bahwa “Isa itu putra Maryam bukan Putra Allah”. -> Yes, that’s right and true!  
 
  • Terima kasih untuk para alim ulama yang dengan tegas menyatakan seruan untuk mensyiarkan kepada umat Nasrani bahwa “Allah Maha Esa”, “Isa Almasih adalah putra Maryam bukan Putra Allah” dan mengajak umat agama lain terutama Nasrani untuk masuk dan memeluk Islam. Alhamdulillah. Semoga Allah melimpahkan maghfirah dan rahmat-Nya di duania dan akhirat kepada mereka. Amin.
    Nah intinya walaupun kita bertoleransi, kebenaran tetap harus ditegakan. Harus tetep bilang sama umat Nasrani bahwa pertama, Allah Maha Esa, kemudian Almasih putra Maryam itu bukan Putra Allah. Jangan sampai gara-gara kata toleransi, kaum Muslimin jadi lupa menegakkan kebenaran.
    Semoga Allah memberi hidayah kepada seluruh non-Muslim di muka bumi ini untuk masuk dan memeluk Islam. = May Allah gives hidayah to all of the non-Moslems all over the world to convert into Islam. Amin.

  • Aku pernah liat tayangan di tv alim ulang tahun, dirayakan dengan cara doa bersama dan kalo tidak salah bersama anak yatim piatu, berdoa apalagi bersama anak yatim piatu adalah merupakan hal yang baik. Sayangnya, aku liat ada beberapa kue ulang tahun, aku lupa ada lilinnya atau ngga. Sebaiknya milad apalagi milad seorang alim tidak perlu dirayakan berlebihan. -> Aku baca di salah satu buku Kristen terdapat informasi yang intinya bahwa perayaan ulang tahun merupakan kebiasaan para penyembah dewa-dewi. Dalam Islam memang tidak ada perayaan ulang tahun, aku pernah membaca buku anak-anak berjudul “Tanya Jawab Anak Muslim: Akidah Jilid 2” halaman 40-41, mengenai merayakan ulang tahun. Di dalam buku tersebut dijelaskan kira-kira bahwa di dalam ajaran Islam tidak ada perayaan ulang tahun, baiknya diganti dengan syukuran, berdoa bersama keluarga dan kerabat, atau berbagi dengan orang yang kurang mampu dan anak yatim piatu. Namun demikian, aku khawatir terjebak dalam bid’ah jika merayakan ulang tahun dengan acara syukuran, dengan demikian aku menyarankan untuk tidak perlu merayakan ulang tahun dalam bentuk apa pun.
[Aku memohon maaf terutama kepada orang-orang yang pernah menghadiri pesta ulang tahun aku, keluarga aku, atau saudara-saudara aku. Dahulu kami kerap merayakan perayaan ulang tahun dengan cara yang berlebihan, seperti dengan mengadakan pesta, aku akui hal ini merupakan contoh yang buruk. Seyogianya kaum Muslimin tidak merayakan ulang tahun apalagi dengan berpesta pora seperti kebanyakan orang musyrik dan orang kafir.]

  • Untuk alim yang melarang marah dan mengatakan jangan marah. Menurut pendapat aku, memang baik menekankan untuk tidak marah karena memang sesuai dengan sabda Rasulullah saw, mengingatkan untuk jangan marah, tapi harus menekankan juga bahwa marah itu boleh bahkan harus jika hak-hak Allah telah dilanggar. Adakalanya Rasululullah pun marah ketika terjadi pelanggaran terhadap hak-hak Allah.
    Dan aku ga nyaman melihat alim menekankan perintah jangan marah, tapi diri beliau sendiri beberapa kali keliatan emosi dan marah pas ada yang mengkritisi programnya. Kalo aku sendiri mengakui masih suka marah, bisa terbaca dari tulisan-tulisan aku. -> Semoga aku bisa marah sesuai aturan Allah. Amin.
  • Aku pernah denger ceramah alim mengenai memperbaiki diri, tausyiahnya bagus, mengingatkan aku untuk senantiasa memperbaiki diri, melihat ke dalam diri sebelum melihat keluar. Tapi ada bagian yang aku kurang setuju, bagian ceramah yang menurut rekamannya isinya (kira-kira): “ …, Wah kasian ya orang Palestina, kasian kita, orang Palestina kalo niatnya benar, terbunuh juga jadi syuhada. Yang kasian tuh yang niatnya ga bener caranya tidak bener yaitu kita, jangan nyalahin orang lain, … robah saja diri sendiri, …”. -> Kesannya ga perlu peduli sama orang Palestina yang merupakan sesama Muslim.
    Memang benar saran alim tersebut bahwa untuk merubah lingkungan, kita harus memperbaiki diri, namun menurut aku, disamping meperbaiki diri, kita juga harus memperhatikan dan mengingatkan kaum Muslimin lainnya, begitu kah? Kita ga bisa ikut perang bareng mereka, ya minimal dengan mendoakan atau menganjurkan orang lain untuk mendoakan sesama Muslim. Jangan terkesan sama sekali ga peduli. 
 -> Alhamdulillah, aku pernah liat via sosial media, bahwa alim yang aku maksud di atas memberikan sejumlah bantuan kepada rakyat Palestina serta mengajak ummat untuk membantu rakyat Palestina. Semoga Allah meridhai beliau. Aamiin.

[Semoga Allah memberikan maghfirah, rahmat, dan inayah-Nya untuk  Muslim Palestina dan Muslim Rohingya. Amin.] 
-> Terinspirasi pas sahur (31/07/2012 -> 13 Ramadhan 1433 H), channel dipindah-pindah, di salah satu station ada host yang menghimbau pemirsa untuk berdoa bagi Muslim Rohingnya. Asykuruka atas himbauannya. Berhubung nasihat tersebut benar jadi aku turuti, sekaligus aku berdoa untuk Muslim Palestina.
-> Menulis frasa “Muslim Palestina” dan “Muslim Rohingya” setelah liat running text -yang biasa aku sebut walking text- berita.
 
  • Ada lagi alim yang kekeuh mengenai memperbaiki diri, tanpa menganjurkan untuk menasihati orang lain, padahal kan kaum Muslimin dianjurkan untuk saling nasihat menasihati.
    Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar 217); merekalah orang-orang yang beruntung.
    [Ali ‘Imran (3): 104]  

    217) “Ma’ruf”, segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah, sedangkan munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan diri kepada-Nya.
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. [Al ‘Ashr (103): 1-3]
186. Pertama: Dari Abu Ruqayyah Tamim Ibn Aus Ad-Dari ra, bahwa Nabi Sallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Agama ini adalah nasihat171, kami bertanya: “Bagi siapa?”   Beliau menjawab: Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi Rasul-Nya, bagi para pemimpin    kaum muslimin dan bagi kaum muslimin secara umum.” (HR, Muslim). Tarjamah  Riyadhus Shalihin Jilid 1. Page: 238.
171 Tiang agama dan pilarnya adalah nasehat, ia adalah kata yang singkat tapi padat makna, artinya adalah memusatkan kebaikan untuk yang dinasihati.
Saking berambisi untuk hanya memperbaiki diri, alim tersebut mengucapkan kata-kata yang isinya seperti (sekedar contoh): “Ada kan orang yang berambisi memperbaiki orang lain, harusnya sih perbaiki diri aja jangan ngurusin orang lain.” -> Pa Ustad, jika anda bersikukuh dengan pendapat hanya memperbaiki diri, silahkan anda mencari tempat dimana ngga ada manusia lain selain anda dan anda muhasabah, perbaiki diri anda, ngga perlu sibuk nyeramahin orang lain di televisi apalagi jika ceramah untuk mendapatkan bayaran. -> Memang tidak salah menerima upah dari menyampaikan kitab Allah, hal ini dibolehkan, tapi buat aku jika ada yang baik maka ada yang lebih baik atau mungkin yang terbaik yaitu dengan tidak memungut bayaran dari berda’wah, seperti yang tertera dalam surah Yunus yang terjemahannya sebagai berikut: 
Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun dari padamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)". [Yunus (10): 72]
Dan dengan anda mengucapkan kata-kata seperti “Ada kan orang….” Anda sendiri sedang mengurusi orang lain! Pa Ustad, mari kita istighfar.
Jadi setiap alim ulama aku harapkan dapat menyeru dan mengajak umat untuk memperbaiki diri dan menasihati orang lain karena Allah Ta'ala.
[Ummi aku bersimpati terhadap ustad tersebut sampai-sampai Ummi berharap aku berjodoh dengan ustad tersebut, namun harapan aku beda dengan harapan Ummi. Walaupun demikian aku akan tetap mendoakan ustad tersebut semoga Allah memberikan taufiq, hidayah, dan inayah-Nya kepada ustad tersebut. Amin.]   

Sepertinya kita harus menghindari perasaan pengen masuk surga sendirian, ngga ngajak-ngajak orang lain. Misalnya melihat kemungkaran di depan mata, sebenarnya bisa mencegah tapi ga dicegah karena alasan mau memperbaiki diri sendiri dulu. -> Selain memperhatikan diri sendiri, ada baiknya memperhatikan orang lain pula (untuk kebaikan), terutama antar sesama Muslim. Aku juga belum bisa melaksanakan hal ini dengan baik namun setidaknya ada niat, ada keinginan untuk menegakkan kebenaran sesuai kehendak Allah Ta’ala, mudah-mudahan Allah Ta’ala menolong. Amin.

[Oia melalui tulisan ini, aku juga mau minta maaf sama salah seorang yang dahulu merupakan sahabat karib aku yang pernah menanyakan tanggapan aku mengenai kasus vokalis yang terkena kasus video porno (aku ga nonton video tersebut namun mendengar dan melihat pemberitaannya). Dan aku jawab pertanyaan salah seorang yang dahulu merupakan sahabat karib aku tersebut dengan jawaban kira-kira: Daripada ngurusin orang lain mendingan urusin diri sendiri dulu, diri sendiri aja belum tentu baik. -> Aku akui aku salah, seharusnya aku mengatakan bahwa aku ngga setuju sama perbuatan asusila (berzina) yang dilakukan sang vokalis dan partners. -> Sepatutnya aku menyeru diri sendiri dan orang lain untuk bertaqwa kepada Allah dan mencegah kemungkaran dimanapun berada.  
Semoga Allah memberikan rahmat dan maghfirah-Nya kepada sang vokalis setelah pengakuan akan perbuatannya yang mengantar ia untuk menjalani masa hukuman, semoga tidak terulang kembali. Terima kasih untuk salah satu artis yang sudah mengakui dan meminta maaf atas kekhilafannya di hadapan publik, aku sangat menghargai kejujuran dan keberanian anda. Semoga Allah mengampuni anda. Amin.  -> Berhubung Indonesia belum menggunakan hukum Islam, jadi aku ga tau hukuman apa yang harus diberlakukan untuk seseorang yang sudah menikah (berada dalam ikatan pernikahan) lalu berzina. -> Kalo dalam hukum Islam seseorang yang sudah menikah lalu berzina, ada cukup saksi untuk hal tersebut, maka hukuman untuk pelaku zina tersebut adalah dirajam.
Untuk yang bersalah dan belum meminta maaf, aku sarankan sebaiknya meminta maaf kepada publik, mudah-mudahan dengan meminta maaf, Allah memberikan ketenangan hidup baik di dunia maupun di akhirat.
Sepertinya aku ga perlu sebut nama para pekerja seni (vokalis yang juga aktor dan para aktris) tersebut selama mereka beragama Islam dan selama di masa sekarang, saat ini (Rajab 1433 H dan semoga di masa yang akan datang) mereka tidak lagi melakukan hal-hal yang membahayakan dan merusak akidah dan akhlak umat Islam. -> Maaf, sepertinya keputusan aku ini tidak sepenuhnya tepat, ada kalanya aku harus menyebutkan nama dan jenis hukuman yang harus dijatuhkan kepada orang yang melakukan maksiat dan diketahui khalayak.
Melalui tulisan ini, aku mengajak seorang yang dahulu merupakan sahabat karib aku, para aktris (saudara seagama aku yang perempuan) untuk menutup aurat dengan mengenakan jilbab.]
  
  • Jika alim di tv akan bahas bab atau kitab mengenai kegiatan orang yang telah menikah, garis besar kemesraan suami-istri, aku harap tidak di jam tayang pas anak-anak kemungkinan besar sudah terbangun dan menonton acara tersebut. Menurut aku, baiknya jika membahas hal tersebut sekitar jam 4 pagi (bukan di bulan Ramadhan, karena di bulan suci Ramadhan biasanya pada jam-jam tersebut anak-anak sudah terjaga).  

  • Aku nonton alim yang bicara aneh mengenai poligami. Tidak sepantasnya alim yang menjadi panutan jamaah memberikan simpulan dan statement kalo orang yang melakukan poligami adalah orang sakit. Nah kalo menurut alim itu orang yang melakukan poligami orang sakit, gimana sama Nabi Ibrahim as, Nabi Yaqub as, Nabi Daud as, Nabi Sulaiman as dan Rasulullah saw* yang mencontohkan poligami?
    Dan alim ulama tersebut terlihat tidak mendukung poligami dengan alasan masalah keadilan, dengan mencontohkan sulitnya membagi hari untuk kebersamaan seorang suami dengan para istrinya.
    Menurut aku, adil bukan berarti dalam 7 hari istri pertama dan istri kedua musti mendapat jatah jumlah hari yang sama untuk bersama sang suami, masing-masing 3,5 hari. Dalam hal ini, soal jumlah hari yang sama jangan dijadikan patokan keadilan, dilihat dulu situasinya seperti apa.
    Rasulullah telah mencontohkan bahwa keadilan terhadap para istri bukanlah dengan cara membagi jatah tinggal dalam jumlah hari yang sama antara istri pertama dan kedua, hal ini dijelasakan dalam terjemahan hadits berikut ini: 

    1609. Dari Anas r.a. katanya: Telah menjadi sunnah bahwa kalau seseorang mempunyai isteri janda, lalu ia kawin dengan seorang gadis, maka ia tetap tinggal dengan istri mudanya selama tujuh hari, setelah itu bergiliran. Kalau ia mempunyai istri gadis, lalu ia kawin pula dengan seorang janda, maka ia tinggal selama tiga hari dengan istrinya yang baru, setelah itu bergiliran.” Ringkasan Shahaih Bukhari Jilid IV hal 16
    Terjemahan hadits di atas memang mengenai kasus yang spesifik, seorang suami yang menikahi seorang gadis atau janda, dan jumlah 7 hari atau 3 hari itu sepertinya berlaku di saat hari-hari awal pernikahan, selanjutnya tidak ditentukan jumlah hari yang lebih rinci untuk jatah tinggal bersama istri pertama maupun kedua, baik yang berstatus gadis maupun janda. Namun dari terjemahan hadits tersebut dapat diketahui bahwa adil itu bukanlah menetapkan jumlah hari sama banyak, tapi dapat menetapkan sesuatu sesuai situasi dan kondisi berdasarkan aturan yang berlaku terutama aturan Islam.
    Kalo menurut aku, setelah menjalankan aturan hari-hari pertama pernikahan sesuai sunnah Rasul, adalah wajar bila istri pertama dapet jatah tinggal lebih lama dengan suaminya karena istri pertama lebih dulu menikah dengan suaminya dan telah lebih lama bersama dengan suaminya sebagai suami istri, maksudnya wajar bila istri pertama mendapatkan hak istimewa. Tapi kalo suaminya mau dan istri pertamanya membolehkan suaminya tinggal lebih lama di tempat istri kedua, itu pun tak masalah. Yang terpenting adalah seorang suami memenuhi kebutuhan lahir-batin para istrinya dan tidak membiarkan ada istrinya yang terkatung-katung.
    (Jadi pria yang adil memang tidak mudah, tapi yakinlah Allah Maha Adil dan Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada orang-orang yang berusaha membenarkan (mengakui kebenaran) dan melaksanakan setiap aturan-Nya.)
    Aku menyarankan alim tersebut untuk beristighfar, meralat pernyataanya serta lebih banyak bersabar dan bertawakal kepada Allah atas ujian yang berupa ketenaran dan banyaknya jamaah. Semoga Allah memberikan maghfirah dan rahmat-Nya kepada alim tersebut. Amin.
    *Ngeh nama-nama Nabi yang melakukan poligami setelah hari ini (090511) baca lagi majalah Alia: Pesona Muslimah No 07 Tahun VII Muharram – Shafar 1431/ Januari 2010 halaman 27
  • Aku mau memberi saran kepada ulama untuk jujur mengenai masalah poligami, jika ditanya mengenai praktek poligami jawablah dengan jelas: jika memang melakukan praktek poligami katakan “ya”, jika memang tidak melakukan praktek poligami maka katakan “tidak” atau minimal mengatakan "belum mampu", jangan sampe terkesan “ngga jelas” karena ulama merupakan figur yang diharapkan menjadi teladan bagi umat termasuk dalam hal poligami. Dan jika tidak atau belum melakukan praktek poligami jangan mengarahkan persepsi umat bahwa poligami itu negatif tapi arahkanlah persepsi umat bahwa poligami itu positif selama berlaku adil, poligami dibolehkan dalam Islam.

[Related to poligami: Selama beberapa tahun ini, aku mencintai seseorang yang berbeda agama dengan aku. Sebagai seorang Muslim aku harus mempertanggungjawabkan setiap pernyataan aku terhadap seseorang yang aku cintai tersebut. Walaupun seseorang yang aku cintai tersebut adalah seorang Nasrani, aku sama sekali tidak berniat mempermainkan seseorang tersebut atau siapa pun. Sekarang aku takut sama Allah jika mempermainkan orang lain. Aku bersedia bersama seseorang yang aku cintai tersebut apabila seseorang yang aku cintai tersebut bersedia masuk dan memeluk Islam, kemudian bersedia bersama-sama aku untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, lalu bersedia meminta aku untuk menjadi istrinya di dunia dan di akhirat karena Allah Ta'ala. 
Tapi jika seseorang yang aku cintai tersebut tetap pada pendiriannya untuk tetap dalam agamanya dan tidak mencintai aku, maka aku beharap untuk dijadikan istri ke-2, ke-3, ataupun ke-4 oleh alim dari Madinah yang agamanya, ilmunya dan ahlaknya diridhai oleh Abi aku, dan oleh saudara-saudara aku (oleh hampir seluruh keluarga aku). 
-> Khusus kepada alim dari Madinah yang aku maksud, aku memohon maaf apabila aku pernah berkata-kata seperti yang telah aku sampaikan di atas, aku khawatir Allah menuntut pertanggungjawaban aku di akhirat kelak jika aku tidak dapat menepati perkataan aku. Untuk itu aku memohon maaf kepada alim dari Madinah yang aku maksud sehubungan perkataan aku di atas. Semoga Allah mengaruniakan limpahan maghfirah dan rahmat-Nya kepada alim dari Madinah yang aku maksud. Aamiin. 

Namun jika harapan aku tersebut tidak tercapai maka aku berharap Allah memilihkan seorang pria yang diridhai-Nya serta pria tersebut agamanya, ilmunya dan ahlaknya diridhai oleh Abi, Umi, dan seluruh keluarga aku. Amin.]
  • Aku menonton alim yang dengan tegas mengatakan dengan berulang-ulang mengenai larangan kepada ulama untuk sembarangan memberikan fatwa jika tidak tahu ilmunya karena dikhawatirkan fatwanya salah dan menyesatkan. Aku sangat setuju dengan saran alim tersebut karena memang benar dan sesuai ajaran Rasulullah. Aku harap alim tersebut dapat memberikan fatwa yang benar mengenai cara bersuci orang yang sedang mengenakan gips. Aku tidak faham mengenai hal ini dan penjelasan alim tersebut tidak membantu perbaikan pemahaman aku.
  
  • Aku sangat tertarik ceramah mengenai bekerja keras, namun demikian ada pernyataan yang menurut aku mengherankan jika diucapkan oleh alim berkaitan dengan bekerja keras yakni pernyataan yang intinya “Orang Islam harus kaya”. Menurut aku, pernyataan ini lebih layak diucapkan oleh seorang businessman yang bukan alim. Seorang kyai atau alim sebaiknya hanya menyatakan sampai “Orang Islam harus bekerja keras” (soal kaya atau tidak itu diserahkan kepada Allah) atau lebih baik lagi jika menyatakan “Orang Islam harus menuntut ilmu (khususnya ilmu agama Islam)” atau “Orang Islam harus bersyukur kepada Allah Ta’ala.” 
Pernyataan "Orang Islam harus kaya" sepertinya sepele, namun menurut aku pernyataan tersebut membahayakan apalagi jika diucapkan oleh ulama yang berpengaruh karena memungkinkan untuk mendorong umat Islam menjadi semakin hubud dunia, yang mungkin saja memperparah kekacauan dunia. -> Terinspirasi menuliskan ini sebagai penjelasan setelah liat iklan ber-tagline kira-kira: "Ibadah itu luas".
Mengenai kisah Rasulullah mencium tangan tukang batu, sepertinya inti kisah Rasulullah mencium tangan tukang batu itu karena tukang batu itu pekerja keras bukan karena tukang batu itu orang kaya.
Untungnya beberapa hari bahkan minggu atau bulan setelah aku menonton ceramah di atas, aku dengar suara tv yang terdengar ke dalam kamar aku, sepertinya alim yang sama menyatakan pernyataan yang intinya kira-kira bahawa surga bukan hanya untuk orang kaya, bukan hanya untuk orang cantik dan bukan hanya untuk orang pintar. Syukron atas pernyataan ini.

  • Aku heran jika ada alim yang lebih mementingkan kenyamanan serta kelelapan tidurnya daripada memikirkan keselamatan dan kebaikan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Tidur nyeyak memang perlu dan penting, tapi jangan sampai hal ini menyebakan seseorang menyepelekan orang yang berjuang di jalan Allah atau malah membuat seseorang (terkesan) enggan sama sekali untuk berjuang di jalan Allah. 
1250. Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d Al-Sa’idi r.a: Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Sehari menjaga seorang Muslim dari orang-orang kafir lebih baik daripada dunia dan apa pun yang ada di atasnya; sebuah tempat di surga selebar cambuk milikmu adalah lebih baik daripada dunia dan apa pun yang ada di atasnya; dan sebuah perjalanan pada pagi atau malam hari yang dilakukan seorang hamba di jalan Allah (untuk berjihad) adalah lebih baik daripada dunia dan apa pun yang ada di atasnya.” [4: 142-S.A.] Ringkasan Shahih Al Bukhari Hal.  517 

Semoga Allah memberi taufiq dan hidayah-Nya kepada aku dan kaum Muslimin untuk dapat berjuang di jalan Allah. Amin.

Mudah-mudahan jika Allah mengaruniai aku ilmu agama dan hikmah, Allah menjadikan aku sebagai orang yang tidak mencela orang-orang yang baik pagi maupun malam memikirkan dan mencari kebenaran hakiki dari Illahi, orang-orang yang baik pagi maupun malam memikirkan dan memperjuangkan kebaikan dan keselamatan diri sendiri dan umat manusia khususnya umat Islam di dunia dan di akhirat, orang-orang yang baik pagi maupun malam memikirkan dan memperjuangkan tegaknya kalimat tauhid serta tegaknya hukum Allah, orang-orang yang baik pagi maupun malam memikirkan dan memperjuangkan tercurahnya rahmat dan ridha Allah di dunia dan di akhirat. Amin.
  • Aku tertarik dengan ceramah yang intinya kira-kira mengenai pembahasan seni dalam perspektif Islam karena aku suka seni dan berharap diri sendiri dan orang-orang dapat berkesenian sesuai dengan ajaran Islam.
    Sayangnya aku kecewa ketika ada alim menyatakan pernyataan yang intinya bahwa batasan-batasan seni dapat dilihat dalam Undang-undang (UUD ’45). Seyogianya alim tersebut menyatakan bahwa batasan-batasan seni dapat dilihat dalam Al-Qur’an dan Hadits. Namun demikian, aku setuju dengan jawaban sang presenter yang intinya kira-kira menyarankan kita untuk membersihkan hati agar Allah memberi petunjuk mengenai seni yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
    [Aku sangat senang dan mengapresiasi ulama yang memiliki kepedulian terhadap seni dalam perspektif Islam. Kemudian, aku mengapresiasi salah satu presenter acara ceramah Islam yang (dapat) memainkan piano dan membawakan lagu yang baik.]
    Dikarenakan keterbatasan pengetahuan aku, aku sangat berharap para alim ulama banyak menjelaskan mengenai hukum musik, alat musik, hukum menyanyi bagi perempuan, hukum menari bagi laki-laki, hukum melukis atau menggambar, serta hukum berbagai jenis seni lainnya dalam Islam. Mana yang haram, mana yang boleh, sampai tingkat mana dibolehkannya? Karena saat ini aku rasa mayoritas umat Islam sedang mendapatkan ujian dari Allah melalui seni. Semoga Allah memberikan pertolongan-Nya kepada kaum Muslimin. Amin.

  • Mengenai alim yang sekilas mengulas mengenai bahasa Arab sayangnya bukannya menyeru kaum Muslimin untuk belajar bahasa Arab malah berbicara mengenai perbedaan bahasa Arab Al Qur’an dengan bahasa Arab percakapan.
    Aku sadar bahwa Bahasa Arab dalam percakapan sehari-hari tidak sepenuhnya sama dengan Bahasa Arab dalam Al Qur’an, dan terdapat berbagai macam dialek Bahasa Arab (aku tau mengenai hal ini karena pernah membaca serta pernah mendengar keterangan beberapa orang yang pernah tinggal di Arab, dan mungkin karena pernah menonton beberapa station televisi Arab.). ->Aku menganalogikan ke dalam Bahasa Indonesia (mungkin): ada bahasa sesuai EYD, ada bahasa sehari-hari dan ada bahasa gaul. Bahasa Arab dalam Al Qur’an jika diibaratkan merupakan bahasa dengan Ejaan Yang Disempurnakan, disempurnakan oleh Allah.
  • Lebih parah lagi, aku denger suara ceramah alim, beliau bukannya menyemangati umat untuk belajar Bahasa Arab, tapi malah mematahkan semangat dengan mengucapkan kata-kata seperti belajar Bahasa Arab susah, perlu belasan tahun lah belum melancarkannya perlu beberapa tahun. Memang aku tahu belajar bahasa Arab itu ngga gampang, dan aku akui belajar bahasa Arab itu tidaklah mudah, tapi bukan berarti tidak menghimbau umat serta mematahkan semangat umat untuk belajar Bahasa Arab.
    Apa Ustad ga takut dosa berkata-kata yang mengarahkan persepsi umat untuk tidak perlu mempelajari Bahasa Arab sementara di dalam Al Qur’an dijelaskan mengenai keutamaan serta pentingnya Bahasa Arab?  -> Alhamdulillah, beberapa waktu lalau, aku pernah menyaksikan tayangan dimana alim yang aku maksud mencontohkan berbicara Bahasa Arab dan secara tidak langsung menasihatkan umat untuk berbicara Bahasa Arab. Semoga Allah meridhai alim tersebut. Aamiin.
  • Aku memang belum bisa berbahasa Arab namun memiliki keinginan dan ketertarikan untuk mempelajari dan memahami bahasa Arab yang merupakan bahasa Al Qur’an. Aku sedang mempelajari Bahasa Arab, awalnya bukan untuk bahasa percakapan, tetapi untuk keperluan pembacaan kitab, namun kemudian aku berniat pula untuk belajar percakapan bahasa Arab. Semoga aku dapat memahami menguasai Bahasa Arab baik untuk pembacaan Al-Qur’an dan kitab juga untuk percakapan. ->  Ulama dan kaum Muslimin doakan aku ya…
    Aku hendak mengutip sedikit terjemahan firman Allah juga penjelasannya yang aku dapat dari Terjemah Al Qur’an digital mengenai Bahasa Arab:  
  1. “(Ialah) Al Qur’an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya)      supaya mereka bertaqwa.” [Az Zumar (39): 28]    
  2.  “Dan demikianlah kami menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman , agar mereka bertaqwa atau (agar) Al-Qur’an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.”[Thaahaa (20): 113]  
  3. “Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).” [Az Zukruf  (43): 3]        
  4. “Alif, laam, raa741). Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Qur’an) yang nyata (dari Allah). Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” [Yusuf (12): 1-2]”  
  5. “Haa Miim 1331).Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan dari mereka berpaling (daripadanya); maka mereka tidak (mau) mendengarkan.” [Fushshilat (41): 2-4]  
  6. “Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab[776], Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” [Ar Ra’d (13): 37]   
    [776]. Keistimewaan bahasa Arab itu antara lain ialah: 1. sejak zaman dahulu kala hingga sekarang bahasa Arab itu merupakan bahasa yang hidup, 2. bahasa Arab adalah bahasa yang lengkap dan luas untuk menjelaskan tentang ketuhanan dan keakhiratan. 3. bentuk-bentuk kata dalam bahasa Arab mempunyai tasrif (konjugasi) yang amat luas sehingga dapat mencapai 3000 bentuk peubahan, yang demikian tak terdapat dalam bahasa lain.  
  • Yang ingin aku sampaikan kepada ulama adalah ulama seyogianya tidak menekankan permasalahan perbedaan Bahasa Arab percakapan sehari-hari dengan Bahasa Arab dalam Al Qur’an, cukup menjelaskan sekedarnya saja. Karena menurut pendapat aku, walaupun bahasa percakapan berbeda dengan bahasa Al Qur’an namun penguasaan dasar ilmu gramatika Bahasa Arab (shorof-nahwu) kemungkinan besar dapat membantu dalam memahami Al Qur’an dan Hadits.
    Yang perlu ditekankan oleh ulama adalah pentingnya kaum Muslimin mempelajari Bahasa Arab. Baiknya para ulama mengajak dan menyeru umat Islam untuk mempelajari Bahasa Arab, serta menyebutkan keterangan-keterangan mengenai keutamaan mempelajari Bahasa Arab. -> Ini artinya: adakah alim atau ulama yang mau memberitahu aku hadits-hadits mengenai keutamaan mempelajari Bahasa Arab? -> Lagi pengen disuapi belajarnya.
    ‘Mudah-mudahan Bahasa Arab jadi bahasa dunia, jadi bahasa internasional, jadi second language di negara-negara non-Arab.’; ‘Mudah-mudahan aku bisa berbahasa Arab.’ Allahumma a’tini fahmaan bil lughotil arobiyah. Amin ya rabbal ‘alamin.
  • Terdapat kutipan yang ingin aku share sebagai pelajaran untuk aku dan kaum Muslimin khususnya untuk para alim ulama, aku ambil dari buku Etika Islam: Menuju Kehidupan Yang Hakiki hal 646 yang aku baru ngeh sekitar tanggal 1/ 2 Juni 2012 (11/12 Rajab 1433 H). Kutipannya adalah sebagai berikut:
“Manusia yang bukan dajjal lebih aku takuti akan menggangu kamu sekalian daripada   dajjal.” Ada yang bertanya, “Siapa mereka itu?” Rasul saw. Menjawab, “Mereka adalah para imam atau pemimpin (orang berilmu) tetapi menyesatkan umat.” (H.R.  Imam Ahmad dengan sanad yang bagus, seperti dikatakan al Iraqi) 
            Lebih tegas lagi Rasulullah saw. menyatakan,
“Janganlah kamu sekalian mempelajari ilmu untuk membanggakan diri di hadapan para ulama, untuk mendebat orang-orang bodoh, dan untuk menarik perhatian manusia, dan siapa yang melakukan hal seperti itu, maka dia akan dimasukkan ke dalam neraka.” (H.R. Ibn Majah dengan sanad yang sahih)
Di antara ciri ulama jahat, ialah yang hanya menyibukkan diri memperdebatkan dan mendiskusikan ilmu tanpa memperhatikan pengamalannya. Mereka tampak dari perkataanya seperti ulama, padahal dari sisi pengamalannya mereka itu juhala (orang-orang bodoh). Mereka tidak bertaqwa kepada Allah dan tidak mempunyai rasa takut kepada-Nya. Orang lain hanya mengetahuinya sebagai orang-orang yang mewah dari  segi keduniaan, tetapi jauh dari keakhiratan. Majelis-majelis pertemuannya kosong dari  ketakwaan kepada Allah swt. Dan perkataannya pun tidak berisi zikrullah (pekerjaan yang mengingatkan mereka pada Allah swt.) dan rumah-rumahnya juga bagaikan rumah-rumah orang durjana atau fasik karena tidak terlihat syiar-syiar agama. Mereka suka menjilat para hakim dan pemerintah, dan mereka cuma senang bergaul dengan orang-orang kaya yang selalu memakai baju agama (kesalehan), mereka tidak pernah marah karena Allah meski banyak umat Islam yang sesat. Mereka selalu mencari dan  mencari kemewahan dunia dan berjalan pada rel-rel keduniaan, bahkan mereka berani menjual agama demi tercapai cita-cita buruknya. Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan-perbuatan tercela seperti itu, amin.
-> Berdasarkan keterangan di atas, walaupun aku bukan alim tapi terbesit dan terpikir (kira-kira): ‘Ya Allah, jangan-jangan aku kayak gitu’, ‘Ya Allah, aku takut seperti itu’, ‘Ya Allah, selamatkan aku dari sifat-sifat demikian. Amin’.

  • Aku ingin mengingatkan diri sendiri dan ulama untuk tidak hidup bermewah-mewah, tidak bermegah-megah, tetapi hidup sederhana.
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu[1598],[At-Takaatsur (102): 1]
[1598]. Maksudnya: bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya telah melalaikan kamu dari ketaatan.

Rasulullah Muhammad saw, suri tauladan kaum Muslimin dan selayaknya suri tauladan umat manusia merupakan manusia yang hidup dalam kesederhanaan. Dan nabi-nabi lainnya seperti Nabi Ibrahim as juga mencontohkan hidup dalam kesederhanaan, demikian pula Nabi Isa as yang mencontohkan kesederhanaan, malahan kehidupan beliau sangat sederhana.

[Kembali aku memohon maaf apabila aku dan keluarga aku pernah memperlihatkan hal-hal terutama berkaitan dengan harta benda yang jauh dari kesederhanaan. Sekarang aku pribadi ingin hidup sederhana, hirup basajan. Mudah-mudahan Allah ridha.]

Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk[453]. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. [Al-Maidah (5): 105] 
[453]. Maksudnya: kesesatan orang lain itu tidak akan memberi mudharat kepadamu, asal kamu telah mendapat petunjuk. Tapi tidaklah berarti bahwa orang tidak disuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.

-> Terinspirasi setelah baca Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 1. Page: 252. Semoga Allah memberikan petunjuk kepada aku dan kaum Muslimin. Amin.

Aku yakin ulama lebih tahu mengenai ayat Al-Qur’an dan dalil Al-Hadits serta terjemahannya, namun demikian aku tetap harus mengutip terjemahan ayat Al Qur’an dan dalil Al-Hadits sebagai sarana pembelajaran bagi aku pribadi yang masih awam juga tuntutan untuk  berbicara atau memberi nasihat sesuai ayat  Al-Qur’an dan dalil Al-Hadits.

Aku pun memohon maaf atas berbagai kesalahan yang aku buat dalam berbagai tulisan aku, terutama kesalahan dalam membahas atau mengulas masalah agama dan hukum Islam [aku takut, ancamannya neraka], sebagai manusia biasa yang awam aku masih harus banyak belajar mengenai Islam: bacaan Al Qur’an aku sangat belum baik dan belum benar, belum ngeh mengenai tajwid, hafalan surat Al Qur’an aku masih sangat sedikit dan belum dapat membaca ayat-ayat tersebut dengan baik dan benar, aku belum hafal hadits-hadits, belum dapat menjalankan ajaran Islam dengan baik serta berbagai kekurangan lainnya. -> Aku rasa di dunia ini sepertinya bukan hanya aku yang memiliki kekurangan seperti ini. -> Maksud aku, berhubung aku belum bisa, jadi aku mau belajar, terus belajar sesuai kemampuan aku. Jadi, orang lain yang belum bisa jangan khawatir: Kita belajar, mulai belajar dan terus belajar. 

Di sisi lain, aku sadar bahwa banyak pula orang yang bacaan dan hafalan Al Qur’annya baik dan benar, hafalan haditsnya banyak serta dapat menerapkan dan mengamalkan ilmunya serta melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah. -> Semoga aku dapat menjadi seperti mereka. Amin.
Hafalan Al Qur’an dan hadits akan terasa tidak bermanfaat tanpa adanya kejujuran. Mudah-mudahan orang-orang yang hafal (seluruh atau sebagian) ayat Al Qur’an dan (sedikit atau banyak) dalil Al Hadits adalah orang-orang yang jujur dan dapat dipercaya, orang-orang mukmin maupun mukhlis. Semoga Allah merahmati dan meridhai di dunia dan di akhirat. Amin.
[Mungkin aku bukan orang yang jujur, belum menjadi pribadi yang jujur namun aku berniat dan berusaha untuk menjadi pribadi yang jujur. Semoga Allah merahmati dan meridhai. Amin.]
  • Melalui tulisan ini, aku pun hendak meluruskan pernyataan aku di salah satu tulisan aku serta di komen box status Facebook aku, ditakutkan pernyataan aku mengarahkan pada membeda-bedakan para nabi khususnya Nabi Isa Almasih as dan Nabi Muhammad saw., karena berdasarkan surah Al–Baqarah (2) ayat 285, orang-orang beriman tidak membeda-bedakan antara satu rasul dan rasul yang lainnya.
    Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." Al Baqarah (2): 285.   
Aku memohon maaf kepada semua orang yang pernah membaca tulisan maupun komen box Facebook aku yang mungkin saja pernyataan yang aku tulis telah mengakibatkan salah pengertian. Walaupun demikian, aku akan tetap berkeyakinan bahwa aku mencintai Isa Almasih as dan Muhammad saw, tapi yang harus aku ikuti adalah syariat Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, karena beliau nabi dan rasul terakhir.

  • Penting dijelaskan pula bahwa kaum Muslimin mencintai Isa Almasih as namun kaum Muslimin menyakini dan mencintai Isa Almasih hanya sebagai seorang nabi dan rasul, sebagai utusan bukan sebagai Tuhan. Serta kaum Muslimin beriman kepada Isa Almasih dengan menjalankan syariat Isa Almasih yang telah disempurnakan oleh Allah melalui Rasulullah Muhammad saw. -> Btw, Nabi Isa dan Nabi Muhammad kan bersaudara, saudara seketurunan dan yang terpenting adalah saudara seiman (Muslim). 

    1501. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Saya yang lebih dekat dekat dengan Isa anak Maryam di dunia dan di akhirat. Semua Nabi-nabi itu bersaudara karena seketurunan. Ibunya berlainan sedang agamanya satu”. Terjemah Hadits Shahih Bukhari jilid III hal. 212.
    [It’s ridiculous if I do not love Rasulullah Muhammad Saw and Isa Almasih as, they are my prophets also my great-great-grandfathers.]
  • Berdasarkan keturunan, harap maklum jika aku menganggap Nabi Muhammad saw dan Nabi Isa as sebagai kakek atau tepatnya kakek moyang, supaya mudah pembahasaan-nya. Sehubungan terdapat istilah "nenek moyang", maka aku membuat padanan istilahnya, berhubung para nabi tsb pria, maka aku menyebutnya kakek/kakek moyang, dikarenakan akan janggal jika menggunakan istilah keturunan moyang. Oia berdasarkan al hadits, keturunan Rasulullah Muhammad saw berasal dari garis Fatimah ra, anak wanitanya, yang menikah dengan Ali ra, yang berarti merupakan garis keturunan matrilineal, yang hal ini memang kekhususan tersendiri untuk para keturunan Rasulullah saw. Harap khalayak terlebih orang yang bergelar alim bijaksana lebih-lebih paham mengenai hal ini. Mungkin sebelumnya terdapat kekeliruan, kekurang lengkapan informasdi yang aku tuliskan, terima kasih untuk pihak-pihak yang telah mengingatkan. Sebagai informasi, aku pribadi berani disumpah atas nama ALLAH bahwa aku -cucu/cicit- KETURUNAN RASULULLAH SAW.
ILMU AGAMA MILIK ALLAH: BUKAN HANYA UNTUK ULAMA, TAPI UNTUK KITA SEMUA.

  • Aku mengingatkan kepada istri alim atau ustadazah untuk tidak memberikan penghargaan kepada wanita-wanita yang tidak sepantasnya dijadikan teladan bagi Muslimah seperti para artis yang kesehariannya tidak mengenakan pakaian menutup aurat sesuai syariat Islam. Hanya saja, baik apabila dapat memberikan perhatian misalnya berupa kasih sayang sekaligus tausyiyah, terutama kepada para artis Muslimah yang berniat baik untuk menutup aurat secara syar'i.
Mengenai masuknya seseorang ke surga atau ke neraka, itu merupakan hak mutlak Allah, namun sebaiknya kita memperhatikan sabda Rasulullah berikut:
Muslim dan lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Ada dua kelompok penghuni neraka yang tidak (belum—pen.) aku lihat: suatu kaum yang mempunyai cambuk seperti ekor-ekor lembu yang dipergunakan untuk memukul manusia dan wanita yang telanjang, membuka aurat, dan berlenggak-lenggok dalam berjalan (atau memiring-miringkan badan, genit –pen.),  kepala mereka bagai punuk-punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya. Dan sesungguhnya baunya itu terdapat dari jarak perjalanan anu sampai anu.” Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam 1 Hal. 230. -> Dengan sedikit catatan tambahan dari aku.
 
Apabila aku bermaksud mengapresiasi seseorang, maka aku memilih untuk mengapresiasi istri yang sepengetahuan aku merupakan seorang ibu rumah tangga, yang sering setia menemani suami berdakwah, yang sabar merawat anak-anak yang lebih dari 3 orang bahkan hingga suaminya tiada ia tetap bersabar dan berjuang dalam merawat anak-anaknya tersebut di jalan Allah. Mudah-mudahan selalu istiqomah di jalan Allah. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan maghfirah-Nya kepada istri yang seperti ini. Amin ya rabbal'alamin.
  • Aku menghimbau agar dalam acara ceramah tidak perlu ada acara quiz interaktif, apalagi jika pertanyaannya tidak berhubungan dengan ilmu agama Islam, misalnya pertanyaan mengenai zat tertentu yang terkandung dalam produk pasta gigi sponsor. Jika pun terpaksa ada quiz interaktif, baiknya pertanyaanya seperti: “Sebutkan nama-nama nabi dan rasul yang mendapat gelar ulul azmi?” atau pertanyaan yang berhubungan dengan ilmu agama Islam lainnya. Kemudian biaya pajak bahkan biaya sambungan telepon pun harus ditanggung oleh penyelanggara, peserta tidak boleh sepeser pun mengeluarkan biaya karena jika peserta sampai mengeluarkan uang walaupun sedikit, dikhawatirkan hal tersebut tergolong judi. Namun tetap aku himbau, baiknya tidak perlu ada sesi quiz. Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah kepada aku dan kaum Muslimin untuk bertaqwa kepada Allah. Amin.

  • Aku juga mengingatkan agar iklan-iklan saat acara ceramah bukanlah iklan yang dibintangi oleh bintang iklan yang tidak berpakaian menutup aurat sesuai syariat Islam terlebih bintang iklan yang berpakaian vulgar, atau iklan mengenai produk yang memperlihatkan sesuatu yang vulgar. Seyogianya seluruh iklan untuk setiap acara dibuat sesuai syariat Islam. Dan seluruh acara merupakan program yang sesuai syariat Islam.

  • Kemudian menanggapi ulama di sebuah station tv Islam, berikut pendapat yang aku rangkum dari percakapan bersama Abi aku, intinya: perpecahan umat bukan karena umat tidak mengikuti khulafaur rasyidin namun kemungkinan faktor utamanya adalah karena umat tidak melaksanakan shaum dan lebaran mengikuti kota Makkah. Tentunya Abi dan aku menghormati para khulafaur rasyidin, hanya saja demi persatuan umat ada baiknya kaum Muslimin kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah di tengah perbedaan yang semakin nampak dan terasa, kemudian kaum Muslimin bershaum dan berlebaran dengan berkiblat ke Makkah. Semoga dengan demikian persatuan kaum Muslimin dapat tercipta. Semoga Allah mempersatukan kaum Muslimin dalan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Para khulafaur rasyidin memang memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah, dan kualitas ketaqwaan manusia zaman ini tentu jauh berbeda dengan kualitas ketaqwaan para khulafaur rasyidin yang hidup sezaman dengan Rasulullah saw. Para khulafaur rasyidin melihat langsung akhlak Rasulullah sehingga dapat langsung meneladani akhlak beliau. Namun demikian, bukan berarti di zaman yang telah sedemikian jauh dari masa Rasulullah hidup ini tidak ada orang baik atau orang yang benar  atau orang yang taqwa, insya Allah tetap ada orang yang baik, benar dan taqwa. Bahkan Rasulullah kagum pada umatnya yang hidup jauh dari masanya namun tetap mengimani dan mentaati beliau. Atas kekuasaan Allah, hal demikian sangat mungkin terjadi dengan adanya orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk mendapatkan taufiq dan hidayah-Nya untuk taat kepada Allah dan rasul-Nya kemudian untuk membimbing umat manusia ke jalan Allah. Maka dari itu, Allah menurunkan wali setiap seratus tahun, menurunkan Imam Mahdi bahkan kembali menurunkan Nabi Isa Almasih a.s. di masa yang dalam ukuran manusia dapat dikatakan masa yang lama setelah wafatnya Rasulullah Muhammad saw.
  • Kemudian, menurut aku, para alim berceramah bukanlah menekankan pada “yang penting perdamaian”, dengan mengarahkan pada kebebasan beragama dan mencegah penyebaran agama Islam atau menghalang-halangi Muslim dalam mengajak umat lain untuk masuk dan memeluk Islam. -> Percuma damai di dunia tapi di akhirat kekal di dalam neraka akibat kekafiran. Naudzubillahimindzalik. Maka dari itu, sepatutnya para ulama menyatakan bahwa hanya Islam agama yang diridhai Allah, para ulama khususnya umat Islam pada umumnya, mengajak diri sendiri dan umat manusia untuk menyembah hanya kepada Allah kemudian mengajak diri sendiri untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Amin. Syukron jiddan aku ucapkan kepada alim yang telah mendakwahkan mengenai perdamaian dan berpesan melalui teman beliau sesama alim untuk mengajak orang –orang non Muslim masuk Islam. 

  • Aku juga mengingatkan agar jika station televisi menayangkan siaran ulang ceramah dari alim atau ulama yang telah meninggal dunia/ telah dipanggil ke rahmatullah, maka sepatutnya rekaman tayangan tersebut sebelum disiarkan terlebih dahulu diperiksa oleh alim atau ulama kompeten yang masih hidup, sehingga apabila terdapat kekeliruan penyampaian isi ceramah maka informasi yang keliru tersebut dipotong (tidak ditayangkan) hal ini untuk menghindari terbukanya atau terlihatnya kesalahan atau kekeliruan alim atau ulama yang sudah meninggal di hadapan khalayak juga untuk menghindari penyebaran informasi yang salah.


Aku ucapkan turut berbela sungkawa terkait berpulangnya ke rahmatullah alim yang telah membawa inspirasi untuk beberapa tulisan aku. Aku sempet nangis saat di hari pertama melihat pemberitaan mengenai meninggalnya alim tersebut, ada rasa kehilangan atas kepergian seorang alim tersebut serta kepergian alim tersebut benar-benar mengingatkan aku akan kematian sementara diri ini masih berlumur dosa. Di hari kedua meninggalnya alim tersebut, aku masih sempat menangis karena berpulangnya alim tersebut ke rahmatullah benar-benar mengingatkan aku akan berbagai kesalahan diri serta kematian yang mungkin menjemput secara tiba-tiba. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan menerima iman Islam alim tersebut. Amin ya rabbal ‘alamin.

  • Adalah benar jika ulama dan praktisi hukum yang beragama Islam menasihatkan kaum Muslimin untuk bersikap adil. Salah satunya dengan mengambil pelajaran dari  keadilan yang diterapkan di negeri non-Muslim. Namun demikian, hemat aku, Allah Yang Maha Adil tetap akan membedakan kita dengan para non-Muslim dalam hal keadilan ini, jika para non-Muslim cukup berbuat adil sebatas apa yang baik menurut pemikiran dan perkiraan mereka lalu Allah pun memberikan kemakmuran. Sedangkan kaum Muslimin wajib menegakkan keadilan berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah barulah, insya Allah, Allah memberikan kemakmuran.
Maka  jika ada ulama atau praktisi hukum yang beragama Islam berbicara keadilan dan kemakmuran namun masih berkutat di seputar demokrasi, Pancasila dan UUD 1945 tanpa menyuarakan dan memperjuangkan tegaknya hukum dan syariat Islam maka bagi aku semua itu nonsense. Allah berfirman dalam Al Qur’an yang intinya barang siapa tidak berhukum dengan hukum Allah maka ia merupakan orang yang dzalim. Dan terjemah hadits mengenai pentingnya penegakkan hukum dan syariat Islam yakni:
 
Benarlah Rasulullah saw. ketika bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Baihaqi dan Al hakim:
“Tidaklah para umara’ berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah kecuali musuh mereka akan menguasainya, dan menggerogoti sebagian apa yang ada pada mereka. Dan tidaklah mereka mengabaikan  Kitabu ‘I-Lah dan Sunnah Nabi-Nya kecuali Allah akan menurunkan panah di antara mereka.” 

[Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 2. P. 241-242. Ket: dengan sedikit koreksi.]

Aku ucapkan terima kasih kepada ulama, para praktisi hukum Muslim, atau siapapun di antara kaum Muslimin yang telah menyuarakan dan memperjuangkan tegaknya hukum dan syariat Islam. 


  • Aku menyarankan agar alim dan umat berhati-hati dalam memiliki bisnis, terlebih jika itu berkaitan dengan kepemilikan harta benda kemewahan dunia seperti apartemen, hotel, dan bandara. Mengenai berhati-hati terhadap kemewahan rercantum dalam surah At Takasur  juga dalam surah dalam surah As- syu’araa: 127.
Kemudian terjemah hadits berikut ini:
 
485. Dari Ka’ab Ibnu Iyadh ra, dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya masing-masing ummat itu memiliki fitnah (bahan cobaan) dan fitnah umatku adalah harta dunia.” (HR. Tirmidzi) Riyadhus Shalihin 1 P. 493.

Lalu hadits lain yang intinya menyatakan bahwa kaum Muslimin seyogianya berhati-hati agar tidak memiliki hati yang bercabang (memiliki berbagai lahan di berbagai tempat) karena dapat melalaikan dalam mengingat Allah.
 


  • Mengenai nama.
Sebelumnya aku memohon maaf kepada ustad Muhammad Syafi’i A. atas kekeliruan aku dalam menuliskan nama beliau juga saran yang kurang tepat untuk penggantian nama beliau yang tertulis pada salah satu tulisan aku. Untuk itu, dalam tulisan ini, aku bermaksud memperbaiki kekeliruan aku tersebut. Sepengetahuan aku, berdasarkan As Sunnah, nama Muhammad adalah nama yang sudah sesuai syara, nama nabi dan Rasul terakhir. Dan nama Syafei adalah nama yang baik, nama salah seorang imam kaum Muslimin. Namun demikian, aku tetap berharap beliau bersedia mengganti nama Antonio dengan nama yang paling disukai Allah atau dengan nama yang disarankan oleh Rasulullah, nama yang lebih Islami, seperti Muhammad Syafi’i Abdullah bin … atau Muhammad Syafi’i Abdurrahman bin .... Yang menjadi pedoman aku dalam memberikan saran ini adalah terjemah hadits sebagai berikut:

Di dalam shahihnya, Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar ra. Ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya nama-nama kamu sekalian yang paling disukai oleh Allah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Agung adalah Abdu’l-Lah dan Abdu ‘r-Rahman.
[Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam Jilid 1. P. 65]

Abu Daud dan An-Nasa’I meriwayatkan dari Abu Wahab Al Jasyimi ra. Ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:
Ambillah nama-nama kamu sekalian dari nama para Nabi, nama-nama yang paling disukai Allah adalah Abdu’l-Lah dan Abdu ‘r-Rahman. Nama-nama yang paling benar adalah Harits dan Hammam,. Sedangkan yang paling jelek adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit).
[Ibid.]

Untuk ustad Dave Ariant Yusuf juga mungkin berkenan mengganti nama Dave dengan Daud, kemudian nama Ariant (terdengar seperti “Arian”, salah satu aliran dalam agama Nasrani) baiknya diganti dengan nama Muslim atau Muwahidun atau nama lain. Nama Yusuf sudah sesuai syara, nama nabi yang tercantum dalam Al Qur’an, ejaannya merupakan ejaan berbahasa Arab sesuai Al Qur’an, kemudian nama tersebut merupakan nama yang umumnya dipakai oleh orang-orang Islam. -> Daud Yusuf Muslim bin…

Astaghfirullah, maaf sebelumnya aku sebut nama seorang ustad yang merupakan seorang Tionghoa, yang semestinya aku tidak menyebutkan secara detail namanya. Pa Ustad, afwan. Aku hanya bermaksud memberi saran, mungkin ustad berkenan mengganti nama dengan nama seperti Ahmad Ali (semoga dapat menjadi seperti kota dan pintu ilmu Allah). Ahmad Ali bin … atau nama Islami lainnya. 

Nama ayah sebaiknya disertakan pada nama anak, hal ini merujuk pada terjemah hadits berikut ini:

Abu Daud meriwayatkan dengan sanad hasan dari Abi ‘d-Darda’ ra. Ia mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:
Sesungguhnya pada hari kiamat nanti kamu sekalian akan dipanggil dengan nama-nama kamu sekalian dan nama-nama bapak-bapak kamu sekalian. Oleh karena itu, buatlah nama-nama yang baik untuk kamu sekalian. [Ibid.]


Mengenai usulan penggantian nama menjadi nama yang paling disukai Allah, atau nama yang disarankan Rasulullah, nama Islami, selain berdasarkan dalil di atas, ada pula pertimbangan lain yakni banyaknya anak Muslim yang memiliki nama tidak Islami atau nama yang sebagian Islami namun sebagianya tidak bahkan ada nama yang cenderung pada nama kaum kafir (nama dewa atau nama tokoh agama non Islam). Aku pernah sangat terkejut ketika mendapati anak Muslim bernama seperti misalnya (Ilustrasi) Ahmad  Zavier Al Bukhori. Nama Ahmad adalah nama yang sudah syar’i, nama nabi dan Rasul terakhir. Namun untuk nama Zavier -> Zavier sounds like Xavier, Xaverius tokoh –penyebar- agama Nasrani sedangkan sementara nama Al Bukhori menurut aku adalah nama yang baik karena merupakan nama salah seorang Imam umat Islam, sepengetahuan aku, Bukhori diambil dari nama tempat asal imam tersebut, dan nama tersebut tidak identik dengan nama orang-orang kafir tapi identik dengan nama orang-orang Islam.  

Anw saat aku searching mengenai profil seorang yang aku cintai, yang sayangnya seorang tersebut beda agama sama aku, aku membaca artikel wiki yang berisi informasi terkait nama Javier termasuk akar kata dan asal usul nama tersebut. Bagi kaum Muslimin:  Jika memang nama asing memiliki akar kata yang berasal dari bahasa Arab (seperti menurut Wiki: Javier -> Gha’afar ???), juga memiliki arti yang baik, serta merupakan nama yang sesuai syara untuk pemberian nama seseorang, maka pergunakanlah nama dengan bahasa Arab tersebut, pergunakanlah versi bahasa Arabnya. Atau boleh mempergunakan nama non-Arab yang sudah diterima dalam budaya Islam sejak masa Rasulullah seperti nama Sarah, Safiyyah, dan Mariyah.

Kemudian contoh nama non-Muslim lainnya yang dipakai untuk menmai anak-anak Muslim seperti: Valentino seperti nama tokoh Nasrani S. Valentine; lalu Wishnu seperti nama dewa Hindu. Banyak orang tua yang beragama Islam memberi nama anak mereka dengan nama yang penting terdengar gaya, keren atau modern (kadang mungkin ga tau arti nama untuk anaknya tersebut), aku sangat prihatin dengan hal ini. Maka alangkah baik jika ulama mencontohkan nama yang baik, yang sesuai syariat Islam, kepada umat. Terima kasih untuk ulama yang telah mencontohkan nama yang Islami.


Kemudian Ustad Erick Yusuf, nama Eric or Erick or Erik mengingatkan aku sama 4 tetangga aku, 1 non-Muslim dan 3 lainnya Muslim, juga mengingatkan aku akan dua orang Muslim, bukan tetangga aku yang aku mengetahui keberadaan mereka saat aku sekolah: dengan orang pertama yang aku maksud, aku memiliki kenangan khusus dengan seorang tersebut sedangkan untuk orang kedua, dengan seseorang tersebut hanya memori secara umum. Selain itu aku juga teringat beberapa public figure. Yang menjadi persolan adalah, aku pikir nama Erik ini bukan nama yang berasal dari budaya Islam. Oia berhubung aku pernah menyaksikan via televisi, ustad yang sedang aku bahas namanya ini bermain musik yang Islami maka aku bermaksud memberikan nama Daud untuk beliau, menjadi Daud Yusuf. Untuk nama Yusuf, seperti yang sudah aku jelaskan sebelumnya, dapat ditarik simpulan bahwa nama Yusuf merupakan nama yang syar’i.

Kemudian ustad Samson Rahman. Nama Samson seperti nama karakter film atau nama jenis kertas. Menurut aku baiknya nama Samson diganti dengan Abdul. Sedangkan nama Rahman sudah merupakan nama yang Islami. Jadi nama ustad tersebut menjadi Abdul Rahman.

Sementra ustad Pink, menurut aku, julukan ustad ini baiknya diganti dengan nama atau julukan yang sesuai syariat Islam, sesuai Al Qur’an dan As Sunnah. Julukan ustad Pink mengingatkan aku pada pengalaman aku saat sekolah, aku yang dulu gemar berpakaian berwarna pink sangat ingin dijuluki “Pinky”, terlebih saat salah seorang pria yang aku sukai memanggil aku dengan sebutan “Pinky”. Waktu itu, teman-teman sempat mengenal aku dengan julukan tersebut, aku dipanggil dengan julukan tersebut bahkan julukan tersebut sempat diabadikan dalam buku kelulusan aku saat SMU. Namun kemudian aku meninggalkan nama tersebut, terlebih setelah aku menyadari bahwa Umi* aku telah sangat menyayangi aku dengan memberikan aku nama yang nama baik berasal dari Al Qur’an. Alhamdulillah.

Lalu ustad cepot, julukkan tersebut sama dengan nama salah satu tokoh pewayangan Sunda. Tokoh pewayangan yang dikenal karakter ‘bodor’ atau sering becanda sementara Rasulullah tidak menyukai terlalu sering bercanda. Aku sarankan pula ustad tersebut untuk mengganti julukan dengan nama atau julukan yang sesuai syariat Islam, sesuai Al Qur’an dan As Sunnah.

Sudah sepatutnya para ustad memiliki nama atau julukan yang sesuai syariat Islam, sesuai Al Qur’an dan As Sunnah, sehingga dalam segi pemberian nama dan julukan dapat menjadi contoh atau teladan bagi umat.
Mengenai nama aku, dan nama asli aku yang tidak Islami sehingga aku mengganti dengan nama yang Islami dapat dibaca di “About Me”.

*Perlu aku sampaikan bahwa nama Umi aku bukanlah nama yang Islami, lebih ke nama Indonesia atau nama Jawa-Sunda. -> Aku teringat untuk menuliskan ini setelah menonton tv acara pengharagaan, di dalam event tersebut ada seorang yang namanya mmirip dengan nama Umi aku.  Aku berpikir bahwa menghargai karyta orang lain apabila karyanya sesuai dengan syariat Islam adalah hal yang baik dan sepatutnya setiap event penghargaan dikemas sesuai syariat Islam. Anw terima kasih kepada pihak-pihak yang telah meningatkan aku akan nama Umi aku yang aku berkewajiaban untuk menyarankan Umi untuk memiliki nama yang Islami.
Aku bertanya kepada Umi mengenai nama Islami yang beliau inginkan untuk menjadi nama beliau, dan Umi menyebutkan nama “Nurhasanah” -> cahaya kebaikan. Aku sangat senang waktu Umi menyebutkan nama tersebut karena selain memeiliki arti yang baik, buyut aku dari Umi bernama Ruhiya sementara kakek aku dari Umi bernama Nurhiya dan aku diberi nama Ruhana sementara Umi aku memilih nama Nurhasanah, nama yang Islami atau berbahasa Arab dengan penggunaaan huruf-huruf dan penyebutan yang tidak terlalu jauh berbeda.
Aku pribadi mohon maaf karena satu dan lain hal, misalnya tidak mudahnya proses untuk mengganti nama di akte. ijazah dll, kemudian berbagai sistem pengisian kolom nama di dunia maya yang saat ini belum memungkinkan untuk pengisian nama aku dengan menggunakan nama aku diikuti dengan nama Abi, sehingga dalam kartu identitas serta berbagai akun aku masih menggunakan nama lahir aku: Nyi Raden Siti Rohana Hana, dibandingkan dengan menggunakan nama aku hasil revisi: Siti Ruhana binti R. Muhammad Syarif Hidayatullah. -> Actually aku lebih suka nama aku hasil revisi ini karena lebih Islami.


  • Aku berterimakasih kepada ulama yang mendakwahkan untuk membatasi emansipasi wanita. Syukron jiddan. Khotbah seperti ini yang perlu diulang-ulang kepada kaum wanita di zaman modern seperti sekarang ini.

Aku ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada ulama, kyai, ustad dan ustadah, da’i dan da’iah yang berniat mendidik kaum Muslimin. Terima kasih pula untuk ilmu yang telah diberikan atau disampaikan kepada aku dan kaum Muslimin, jazakallahu khoiron. Mudah-mudahan Allah melimpahkan maghfirah, rahmat dan ridha-Nya di dunia dan di akhirat kepada ulama, kyai, ustad dan ustadah, da’i dan da’iah yang berniat mendidik kaum Muslimin dan berniat untuk menegakkan kalimat tauhid serta menegakkan hukum Allah di muka bumi ini. Mudah-mudahan Allah melimpahkan maghfirah, rahmat dan ridha-Nya di dunia dan di akhirat kepada kaum Muslimin. Amin.


  • Syukron jiddan aku ucapkan kepada alim yang telah mengingatkan umat untuk mempelajari kitab kuning dan memberitahukan manfaat yang besar dari membaca dan mempelajari kitab kuning walaupun hanya berupa kitab tata bahasa. Yang aku tangkap dari nasihat tersebut intinya adalah baru mempelajari kitab bahasa saja sudah besar manfaatnya terlebih jika mempelajari kitab fiqih. 



  • Syukron jiddan pula aku ucapkan kepada alim yang menyampaikan ilmu sehingga aku memiliki pengertian bahwa yang dimaksud dengan da’i itu bukan hanya para mubaligh, berbagai profesi seperti dokter bahkan ibu rumah tangga adalah da’i jika menyampaikan ayat-ayat Allah dan hujjah-hujjah Rasulullah. Sejatinya dan semestinya setiap Muslim adalah da’i. -> Aku baru mengetahui hal ini. Alhamdulillah. Jazakallah kyai.



  • Kembali aku ucapkan syukron kepada kyai yang sama atas sarannya untuk lebih banyak membaca “Ya Lathif” bagi aku dan ulama yang penyampaiannya terkesan marah-marah ga jelas bahkan keterlaluan.



  • Pesan untuk ulama pria, kalo berani silakan berangkat langsung jihad ke Palestina atau serang langsung kafir yang memusuhi Islam daripada marah-marah ga jelas arahnya, maksudnya, ini sebagai contoh: kalo memang nyata aku membuat kefasikan atau kekafiran silakan siarkan di televisi, radio, majalah, atau koran online yang biasanya aku baca serta jangan lupa sebut NAMA LENGKAP aku kemudian tolong beritahukan di bagian mana saja kefasikan atau kekafiran yang aku perbuat tersebut supaya aku dapat memperbaiki diri. Namun, jika tindakan aku belum masuk ke dalam kategori kefasikan atau kekafiran hanya sebatas kekhilafan, tolong bilang atau bicarakan secara baik-baik ke aku, ga perlu sindir menyindir apalagi marah-marah, bisa mendatangi aku langsung ke rumah keluarga aku atau mengirim surat ke alamat rumah keluarga aku agar aku dapat memperbaiki diri. Terinspirasi dari pernyataan sebuah iklan, maka aku mau bilang: “Face it as a man.” Sepengetahuan aku, masukan yang aku sampaikan tersebut sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah.


  • Jika ada seorang kake –bukan kake aku- menyarankan cucunya untuk berhati-hati dalam memilih mazhab dan menganjurkan untuk mengikuti mazhab Imam Syafei, kemudian cucu tersebut menuruti nasihat kakenya. Seperti halnya cucu tersebut tadi, aku pun akan menuruti nasihat kake moyang aku sekaligus nabi aku, Muhammad saw, untuk mengasihi Bani Tamim termasuk ulamanya yang berada di jalan Allah. Mengasihi dan mengikuti tuntunan ulama Bani Tamim yang berada di jalan Allah, yang ajarannya sesuai Al Qur’an dan As Sunnah.


  • Mengenai mazhab, di era globalisasi seperti saat ini pembauran mazhab adalah suatu keniscayaan. Menurut Abi aku, jika kita tinggal di tempat yang masih berupa kampung atau desa yang penduduknya masih belum terlalu banyak maka masih memungkinkan untuk berpegang teguh hanya pada satu mazhab. Sedangkan untuk kehidupan yang sudah lebih berkembang bahkan kehidupan kota, yang penduduknya sudah kian banyak dan berasal dari berbagai latar belakang maka adalah sulit untuk berpegang hanya pada satu mazhab, baiknya berbagai mazhab bersatu padu dan mengamalkan Islam sesuai Al Qur’an dan As Sunnah. 
 

  •  Sampai saat ini aku belum dapat selalu mencegah kemungkran ataupun kekafiran yang ada di depan mata aku. Adakalanya masih ada rasa ragu bahkan takut untuk mencegah kemungkaran ataupun kekafiran, namun demikian aku berusaha menolak kemungkaran dan kekafiran tersebut walaupun hanya di dalam hati.

  • Adakalanya aku merasa kesal dan kecewa jika melihat orang yang aku rasa mereka hanya mengetes keberanian aku dalam menegakkan kalimat tauhid atau dalam beramar ma’ruf nahyi mungkar. Aku pikir, jika mereka tahu bahwa kekafiran itu salah, atau mulai meragukan hati mereka, maka masuklah ke dalam Islam tanpa perlu diajak oleh siapa pun -orang di masa kini- termasuk oleh aku. Dan jika mereka tahu bahwa kemaksiatan itu salah, atau mulai menggangu hati mereka, maka berhentilah berbuat maksiat tanpa perlu ditegur atau dilarang oleh siapa pun -orang di masa kini- termasuk oleh aku. Namun, aku berpikir kembali, dulu bahkan mungkin sekarang adakalanya pula aku sengaja melakukan kemungkaran atau kesalahan dan menunggu orang lain menegur aku atau melarang aku. -> so pathetic. Aku pernah mengelukan hal yang berupa ujian dan “ujian” tersebut kepada adik aku, dan adik aku mengatakan bahwa pada hakikatnya setiap ujian itu datang dari Allah. Syukron ya akhi. Alhamdulillah.
  • Do'a untuk alim pendiri majelis Rasulullah: Semoga Allah meridhai perjuangan beliau dalam menanamkan kecintaan terhadap Rasulullah dan meridhai amal ibadah beliau. Amin.  
  • Aku sempat kecewa saat ada ulama yang menyatakan yang intinya bahwa da'i zaman sekarang minimal musti S2, kalo tidak S2 hanya akan jadi pecundang. ->  Astaghfirullah. Pa, Kyai istighfar. Mari kita lihat nanti Imam Mahdi dan Nabi Isa Almasih as apakah mereka kuliah sampe S2, S3 atau profesor? Menurut pendapat aku, orang yang memiliki ilmu yang bermanfaat dan diamalkan serta diajarkan di jalan Allah, baik ia lulusan SD maupun seorang profesor, sepatutnya dihargai.

Aku berusaha mencegah diri sendiri dan orang lain dari kemungkaran dan kekafiran sesuai kemampuan aku. Semoga Allah menolong. Amin.

Aku ucapkan pula asykurukum jiddan kepada ulama yang senantiasa mendoakan kesembuhan dan kesehatan untuk kaum Muslimin, terutama doa bagi Muslim yang sedang sakit agar diberi kesembuhan oleh Allah. Syukron jiddan aku ucapkan pula untuk ulama yang peduli dengan syiar Islam bagi anak-anak, da'wah bagi anak-anak. Semoga Allah membalas kebaikan anda semua. Jazakallah. Amin.
Aku memohon doa dari ulama di Indonesia dan di seluruh dunia: Mudah-mudahan Allah memberikan kebaikan di dunia dan di akhirat kepada aku, keluarga aku dan kaum Muslimin serta mudah-mudahan Allah mengindarkan aku, keluarga aku dan kaum Muslimin dari api neraka. Amin.  

I do need prayers from all of the ulama all over the world: May Allah shower His blessings to me, my family and all Moslems now and hereafter. Amin.

Maaf, sebelumnya aku menggunakan istilah alim ulama karena tradisi, berhubung Abi aku menjelaskan bahwa alim itu sebutan untuk seorang berilmu (khususnya ilmu agama) -> tunggal, sedangkan ulama merupakan sebutan untuk banyak orang berilmu (khususnya ilmu agama) -> jamak, dengan demikian aku melakukan revisi.
  • Aku dan keluarga aku merupakan manusia biasa yang penuh kesalahan, khilaf serta kekurangan. Jadi jangan sampai terpaku dengan ucapan serta pribadi kami, hal yang baik dari kami silakan diteladani sedangkan hal yang buruk jangan dijadikan contoh. Kami tentunya memerlukan nasihat.  Mari kita kembali kepada Allah dan Rasul-Nya.  

  • Aku menulis tulisan ini bukan karena materi atau kedudukan, aku ga mau masuk majalah, koran, radio maupun televisi, aku hanya ingin saling nasihat menasihati di jalan Allah, saling nasihat menasihati karena Allah Ta’ala.
    Kalo ada yang bilang: “Mind your own business!”, (terutama untuk beberapa waktu ini) aku bakal bilang: ”My business is MY SELF and YOU guys! The business wich is not for earning money but for keeping the faith.” -> Mengajak diri sendiri dan orang lain untuk menyembah hanya kepada satu Tuhan, Allah swt. Kemudian mengajak diri sendiri dan orang lain untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
  • Aku takut aku beribadah karena aku sangat mencintai seseorang bukan karena aku benar-benar mencintai Allah. Aku sering ngerasa jangan-jangan aku shalat, aku shaum, aku belajar dan aku menyeru karena aku sangat mencintai seseorang dan sangat ingin bersama seseorang tersebut (bersama sebagai pasangan yang diridhai Allah di dunia dan di akhirat). -> Aku beribadah karena ada maunya, bukan murni karena Allah Ta’ala. I feel really upset considering this. Tapi aku ga tau harus minta sama siapa lagi kalo bukan kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Maha Pencipta, Maha Pengasih, Maha Penyayang sekaligus Maha Kuasa diantaranya dengan cara shalat, sahum, belajar dan menyeru.
    Semoga Allah membuat aku mengerjakan segala hal hanya karena Allah Subhanahu wa ta’ala. Semoga Allah menunjukki aku ke jalan yang lurus, jalan yang diridhai oleh-Nya di dunia maupun di akhirat. Amin.
-> Beberapa bagian mengalami revisi setelah liat iklan ber-tagline kira-kira: "Ibadah itu luas" dan setelah liat account jejaring sosial seseorang bernama Tex Saverio. Aku berdoa mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada Tex Saverio beserta keluarga dan kawan-kawannya untuk masuk dan memeluk Islam. Amin.

  • Dalam tulisan yang aku buat mungkin terdapat banyak kekeliruan. Dan mungkin selama penulisan ini, aku berada di bawah pengaruh sesuatu yang tidak baik, seperti nafsu diri. Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan diri sendiri, kejahatan setan dan kejahatan makhluk lainnya. [Entah kenapa aku ngerasa dicuci otak gitu dengan sakit kepala yang amat hebat. -> Jangan-jangan aku juga jadi bonekanya Freemason. -> Naudzubilahimindzalik.] Aku menyerahkan pikiran, hati, jiwa, raga, jasmani dan rohani serta seluruh diriku hanya kepada Allah. Semoga Allah melindungi aku di dunia dan di akhirat. Amin. Hanya Allah Penolong serta Pelindungku di dunia maupun di akhirat. 

  • Dalam menulis tulisan ini, aku sebagai manusia biasa pasti memiliki sifat riya, sombong, ujub, takabbur, sum’ah, pamer dan sederet sifat buruk lainnya. Dengan demikian, aku pasrah seraya memohon kepada Allah untuk mengampuni aku atas semua dosa-dosa aku tersebut. Amin.
2116. Diriwayatkan dari Jundab r.a.: Nabi Saw. Pernah bersabda, “Orang yang memberitahukan perbuatan-perbuatan baik yang telah dilakukannya kepada orang lain untuk memperoleh pujian dari mereka (sum’ah), (pada hari kiamat) Allâh tidak akan menghiraukannya. Dan orang yang melakukan perbuatan-perbuatan baik di muka umum dengan harapan memeperoleh pujian mereka (riyâ), Allâh tidak akan menghiraukannya (dan akan mempermalukan dia). [8: 506-S.A.] page 882 
Aku takut kalo ga disapa sama Allah, pasti sangat sedih. Aku pernah dijutekin dan ga disapa sama orang yang dulu sempet aku cintai dan rasanya sedih banget, di depan orangnya siy aku mencoba tegar padahal mah pas aku sendirian di kamar atau pas sama sahabat terdekat aku dulu, aku nangis meraung-raung. -> Aku dulu belum tau kalo dalam ajaran Islam dilarang nangis meraung-raung. Nah, aku ga sanggup aja bayangin jika Allah tidak menyapa aku atau Allah tidak berkenan menyapa aku, kayaknya aku bakal nangis di tempat.
Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami 235) dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. [Ali ‘Imran (3): 147]
235) yaitu melampaui batas hukum yang telah ditetapkan Allah s.w.t.

-> Beberapa poin terakhir di atas diambil dari tulisan aku yang berjudul "Just Do The Best and Let God Do The Rest 2". -> Judulnya terispirasi dari petuah seseorang, semoga seseorang tersebut diberi hidayah oleh Allah untuk masuk dan memeluk Islam. Amin.

Setelah membaca terjemah Al Qur'an juga berbagai terjemah Hadits, aku memiliki berbagai kekhawatiran tersendiri dalam menyeru orang lain ke dalam Islam, dalam menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini. Terutama berkaitan dengan hukuman yang ditimpakan sebagai konsekuensi apabila melakukan kesalahan terutama kesalahan dalam NIAT. -> Ceramah juga judul ceramah di saat sahur tadi (03/07/2012 -> 15 Ramadhan 1433 H) menginspirasi aku untuk melengkapi kalimat tersebut, syukron Pa Kyai yang sudah memberikan ilmunya. Namun ada hadits yang merupakan permakluman Allah dan rasul-Nya bagi para pejuang di jalan Allah, bagi para mujahid, bagi para penegak kalimat tauhid di muka bumi ini, terjemahan hadits tersebut adalah sebagai berikut: 
  
9. Dari Abu Musa Abdullah Ibn Qais Al-Asy’ari r.a., dia berkata: “Rasulullah saw ditanya tentang seorang laki-laki yang berperang karena (dorongan) syaja’ah (keberanian), berperang karena hamiyyah40 dan berperang karena riya.” Manakah yang berperang di jalan Allah?” Rasulullah bersabda: “Barangsiapa berperang supaya kalimah (agama) Allah menjadi yang tertinggi maka dialah yang fisabilillah.”41 (HR. Bukhari – Muslim)
40Hamiyyah yaitu karena emosional, cemburu, fanatisme keluarga, suku bangsa dan tanah air.
41Artinya agama Islam. Dalam hadits ini terdapat petunjuk bahwa amal itu dinilai berdasarkan niat yang sholeh dan bahwa keutamaan yang disiapkan untuk para mujahidin hanya akan didapat oleh orang yang motivasinya untuk meninggikan (menegakkan) kalimah (firman) Allah swt.
[Imam Nawawi. Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 1. P.38. -> Dengan sedikit perbedaan penulisan kata ra, saw dan swt (dalam buku tersebut ditulis memakai huruf Arab)]
Alhamdulillah, salah satunya melalui hadits tersebut Allah membuat aku sampai saat ini tetap berjuang menegakkan kalimat tauhid dan menegakkan hukum Allah di muka bumi ini, berjuang di jalan Allah. Mudah-mudahan Allah meluruskan niat aku dalam melakukan setiap hal. Semoga Allah meridhai aku dan kaum Muslimin di dunia dan di akhirat. Amin.

Segala puji bagi Allah Swt yang telah melimpahkan nikmat dan karunia-Nya, terutama nikmat iman-Islam, nikmat ilmu dan nikmat kesehatan. Alhamdulillah.
"Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)." -> Amin. Diambil dari terjemah surah Al Kahfi (18): 10

Sumber:
Website:http://geocities.com/alquran_indo. E-mail alquran_indo@yahoo.com. Al Qur’an dan Terjemahnya (digital). Rajab 1424 (September 2003)
 
  • Imam Nawawi. Penerjemah: Agus Hasan Bashori Al Sanuwi dan Muhammad Syu’aib Al Faiz Al Sanuwi. Tarjamah Riyadhus Shalihin Jilid 1. Surabaya: Duta Ilmu, 2006. -> Muslims, read this book! Read this book!
  • Hasan Ayyub. Alih bahasa: Tarmana Ahmad Qosim, H. Sofyan, Endang Suhinda. Etika Islam: Menuju Kehidupan Yang Hakiki (As Sulukul Ijtima’I Fil Islam). Bandung: Trigenda Karya, 1994. -> Muslims, read this book!
  • Penerjemah: H. Zainudin Hamidy – H Fachrudin Hs, H. Nasharudin Thaha – Johar Arifin, A. Rahman Zainuddin M. A. Terjemah Hadits Shahih Bukhari I-IV. Jakarta: Widjaya, 1992. -> Muslims, you can read this book.
  • Bambang Trim. Seri Tanya Jawab Anak Muslim: Akidah Jilid 2. MQS Publishing: Bandung. Rajab 1425 H/ Agustus 2004.
  • Pencarian Manusia akan Allah. Perkumpulan Siswa-Siswa Alkitab: Jakarta. 1991, 2005. 
Wallahu’alam bishowab.
 
2030/04/2011
01020507080910/05/2011
07/06/2011
14/08/2011
28/11/2011 -> 3 Muharram 1433 H
040506/06/2012 -> 141517 Rajab 1433 H
27282931/07/2012 -> 08091012 Ramadhan 1433 H
01020304050611718/08/2012 -> 13151617182930 Ramadhan 1433 H
04/01/2013 -> 2122 Shafar 1434 H
2628/01/2013 -> 1417 Rabiul Awal 1434 H 
Revisi:
0510/05/13 -> 2429 Jumadil Akhir 1434 H
10/05/13 -> 01 Rajab 1434 H
09/07/13 -> 01 Ramadhan 1434 H
08/08/13 -> 01 Syawal 1434 H 
0918/09/13 -> 0312 Dzulqo'dah 1434 H
20/10/13 -> 15 Dzulhijjah 1434 H
171822/07/14 -> 2125 Ramadhan 1435 H 
03/11/14 -> 10 Muharram 1436 H 
03/03/15 -> 13 Jumadil Awal 1436 H 
07/06/16 -> 02 Ramadhan 1437 H
25.08.16 -> 23 Dzulqoidah 1437 H

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.