Sukabumi… Ya Sukabumi…

Siang itu, lagi baca harian “Republika” di rumah… Trus aku tiba-tiba aja jadi excited pas baca ada dua mahasiswa Indonesia yang pergi ke Jepang buat memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada anak-anak SD di Jepang. Dua mahasiswa itu nampak keren aja di mata aku, sampe aku teriak gordes –gorowok desa- manggil-manggil ade aku mau ngasi tau berita menyenangkan itu...Ho. Dengan segera ade aku dateng, nyamperin… Btw, ade aku uda biasa liat aku yg suka tiba-tiba gila dan tiba-tiba kalem. Trus dia nanya “ada apa?”…. Nyerocos deh aku tentang betapa kerennya dua mahasiswa di koran itu.
Ade aku penasaran dan langsung liat korannya… kali ini dia yang amazed liat foto dua mahasiswa itu soalnya salah satu dari mereka tuh kaka kelasnya waktu SMU… Ade aku bilang “Eeeh ini kan kaka kelas aku waktu SMU!!” sambil nunjuk foto salah satu dari mereka, si aku langsung heboh “Hah, seriusan??”, “Berarti orang Sukabumi dong??”. Dijawablah “Serius!!”, “Ya, orang Sukabumi”. Si aku masih ga percaya dan masi nanya-nanya “Serius??”,“Beneran??”, “Ga boong??”… Ade aku cuma bisa pasrah kalo aku uda kaya gini.
Aku nanya-nanya tuh soalnya rada-rada ga percaya aja, ada orang Sukabumi masi muda terus sukses, jarang-jarang ada berita kayak gini. Berita yang sering aku denger tentang anak muda Sukabumi tuh tentang anak-anak yang heboh ngikutin fashion, hedon, berikut bermasalah dengan narkoba. Ya itulah sebabnya, walo aku orang Sukabumi tapi aku meng- underestimate anak-anak muda di kampung halaman sendiri yang bisa jadi juga aku meng-underestimate “diri sendiri”. Ya sejujurnya selama ini, aku berpikir di Sukabumi tuh “kesuksesan hanya milik orang tua” HaHa…
Kalo ngedenger berita tentang anak-anak muda dari kota besar terus pergi ke tempat yang aku anggap “somewhere I don’t know”, seneng siy denger beritanya tapi aku nganggap “wajar” dan “sudah biasa”… Beda kalo anak muda Sukabumi yang pergi ke “somewhere I don’t know” tadi, apalagi atas usaha mereka sendiri yang mesti bikin essai dulu atau laporan ilmiah atau apapun itu… Nampak sangat keren aja… Walaupun pada kenyataannya si kaka kelasnya ade aku itu mesti kuliah di Jakarta dulu untuk sampe akhirnya -dengan usahanya jg- dia bisa pergi ke “somewhere I don’t know” yang actually “somewhere I really want to know”...
Singkat cerita, di suatu acara di Sukabumi, ade aku ketemu sama si ex- kaka kelasnya yang baru pulang dari “somewhere I don’t know” tadi… Ade aku nanya ”Aa waktu itu ke Jepang ya?”. Dan ex- kaka kelasnya itu surprised, soalnya ade aku bisa tau kalo dia pergi ke “somewhere I don’t know” itu: “Wah.. Tau dari mana??”. Si ade menjawab “Dari koran Republika”. Dan jawaban yang bikin ade aku –dan aku juga- syok setengah mati dilontarkan sama si ex- kaka kelasnya itu “OH DI SINI ADA JUGA YA REPUBLIKA, DIKIRAIN CUMA DI JAKARTA AJA”. (Waduw!!) Aku jadi mikir sepertinya ada yang salah sama aku atau dia atau mungkin juga kami dan kampung halaman kami??? Entahlah…
16.09.2008
Btw, sekarang aku ga terlalu pengen lagi ke Jepang. Kalopun harus ke Jepang, ya musti dengan tujuan berda’wah dan berjihad bukan untuk liburan, rekreasi, piknik atau bersenang-senang.
FYI, sepertinya aku liat banyak anak-anak muda Sukabumi yang semakin parah, semakin menjauh dari ajaran Islam. -> Aku yakin kebanyakan orang Sukabumi beragama Islam. Banyak anak muda yang jadi pengamen jalanan yang nongkrong ga jelas dengan dandanan yang kacau, abis itu nge-lem (nge-aibon) pula.
Dan yang membuat aku miris adalah beberapa angkot yang dihiasi dengan botol-botol minuman beralkohol seperti Jack Daniel dan Mix Max pada bagian subwoofer/ sound system (bagian tersebut dimodifikasi sehingga bisa dipakai sebagai tempat penyimpanan botol minuman keras yang sepertinya berisi replika cairan minuman keras). -> Kalo para sopir angkot yang rata-rata masih muda tersebut ditanya mengenai agama mereka “Apa agama kamu?”, pasti jawaban mereka “Islam”. -> Masya Allah, memalukan. Hey, you guys, I believe that you cannot afford to buy that kinda beverage (Jack D) for your daily consumption, paling biasanya pada minum Intisari, atau Amer berikut dioplos. Parah! -> Pantes, kalo ada orang kafir yang ga mau masuk Islam, bisa jadi salah satunya karena banyak orang Islamnya udah mah MISKIN, “TEU EUCREUG” (GA BENER) pula. [Diperbaiki setelah (030911) aku baca komen seorang yang aku kenal juga komen temannya seorang tersebut mengenai cara memberi peringatan. -> Makasi ukhti dan temannya tersebut karena sudah share komen-komen Fbnya.] Aku ga bermaksud menghina setiap orang miskin karena biarpun MISKIN, jika TAAT KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA, itu namanya MULIA dan TERHORMAT.
Oia untuk informasi bagi sopir angkot maupun yang bukan sopir angkot: ALKOHOL HARAM dikonsumsi, ga peduli yang murah maupun yang mahal! Jadi ga usah bangga kalo suka mabok. -> Orang-orang Islam sadar doooong… takutlah kita kepada Allah.
Trus yang bikin aku sedih, aku liat sebentar sebuah tayangan televisi, banyak remaja putra dan putri Sukabumi pada sibuk nonton konser music di bulan Ramadhan. -> Sekarang di Sukabumi sering banget diadain konser music, Sukabumi lagi kena invasi dari band-band serta artis ibu kota.
Bukan ga boleh menyelenggarakan dan menonton konser music, tapi sebaiknya jangan terlalu sering. Selain itu, para penyelenggara konser di bulan Ramadhan ini, sebaiknya menyuguhkan lagu-lagu bernuansa Islami, yang membuat manusia khususnya umat Islam selalu ingat kepada Allah serta taat kepada Allah dan Rasulullah. Serta untuk seterusnya tempat penonton perempuan dan laki-laki diberi pembatas atau pemisah (baiknya antara penonton perempuan dan penonton laki-laki dipisah). Terlebih, sebaiknya penyelenggara mengatur dresscode para penonton konser, para penonton harus berpakaian sopan dan tertutup, terutama para perempuan, pastinya perlu memakai jilbab. -> Sepertinya ga mudah melaksanakan hal ini, karena umat Islamya sendiri yang sudah tidak memegang teguh ajaran agamanya diperparah dengan banyaknya panitia penyelenggara konser yang salibnya segede-gede gaban (orang-orang Nasrani yang memperlihatkan identitas agamanya dengan cara memakai kalung salib). -> Aku tau mengenai “salibisme” ini dari ade aku yang merupakan seorang anak band yang bandnya kerap menjadi band pembuka beberapa band ibu kota jika tampil di Sukabumi. -> Aku sama ade aku khawatir, kalo jadi anak band (pada umumnya), bisa jadi baik secara sadar maupun tidak sadar, secara langsung maupun ngga langsung telah ikut dalam program “merusak umat Islam”. Semoga Allah menunjukki aku, adik aku dan para anak band yang beragama Islam ke jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah; bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat. Amin.
Walaupun sekarang di Sukabumi sedang marak konser music non-religi, aku pernah juga denger kabar bahwa di Sukabumi beberapa waktu lalu diadakan konser music Ramadhan yang band-bandnya menyuguhkan lagu-lagu Islami. -> Alhamdulillah.
Sekarang siy tinggal kesadaran dari umat Islamnya sendiri, termasuk aku dan adik aku.
Semoga Allah memberikan taufiq, hidayah, serta rahmat-Nya kepada aku, adik aku dan anak-anak muda Sukabumi agar lebih bertaqwa kepada Allah. Amin.
08/08/2011
EAP:
101321/08/2011
04/09/2011

01/10/2011
15/07/2012 -> 25 Sya’ban 1433 H