Sukabumi Dalam Berita (The Greater Jakarta)


Hari ini 170111 sore sekitar pukul 17 kurang WIB, aku lagi di kamar, pas mau nyiapin laptop buat nulis, tiba-tiba aku lompat dari kasur dan bersegera menuju ke ruang tengah yang ada di depan kamar aku, gara-gara aku denger kata Sukabumi disebut dalam acara berita yang ditayangin sama salah satu station televisi swasta yang lagi ditonton ama ade kecil aku.
{Heboh bener ya, denger kata Sukabumi disebut aja ampe loncat segala -> iya heran aku juga qo ampe seheboh itu. Padahal belum tau beritanya apaan, yang kedengeran sih cuma disebut kata Purwakarta dan Sukabumi. Mungkin karena 2 hari sebelumnya berita tentang Sukabumi tuh pas hujan deras ama angin puting beliung yang berhasil menumbangkan pohon trus puunya nimpa kendaraan deh. Innalillahi. -> berita penting, bencana alam, kalo berita kriminal aku uda males dengernya kecuali kalo kasusnya aneh, beda dari biasanya -> ga tau deh kasus apa.}
[Bridgingnya panjang bener… Jadi beritanya tentang apa cenah? (Tentang aku loncat dari kasur denger kata Sukabumi disebut di berita) Haha.]
Jadi gini, pas didenger dan diliat (beritanya) ternyata Sukabumi bakal dijadiin salah satu kota yang menopang kegiatan-kegiatan di Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia, selain kota Purwakarta dan sebelumnya siy gossipnya, daerah Jonggol -> {Gossip? Iya abisan ga jelas gitu pemerintah teh ngumumin sesuatu ga ada tindak lanjutnya, padahal menurut berita, banyak orang uda pada sibuk beli tanah yang menyebabkan lahan pertanian jadi berkurang! -> pengumuman tak bertanggung jawab yang berakibat fatal.} Menurut seorang ahli dari ITB sih, Jakarta tetep jadi ibu kota dan pusat perekonomian. Ibu kotanya ga akan diperluas sampe ke Purwakarta dan Sukabumi, dua kota tersebut cuma buat menopang beberapa kegiatan di Jakarta aja. Tapi ada juga ahli yang keliatannya kurang setuju sama ide ini.
Gini yah, aku ga setuju sama ide itu. Sukabumi kota kecil yang ga berkaitan langsung dan ga terlalu deketan ama Jakarta aja uda kacau, banyak maksiat serta tercatat sebagai salah satu kota dengan tingkat penderita AIDS tertinggi di wilayah Jawa Barat, apalagi ntar kalo uda jadi bagian dari Jakarta atau seengganya ada embel-embel nama Jakarta maksudnya Sukabumi is a part of the cities in the idea of “The Greater Jakarta”. Kebanyakan masyarakat Sukabumi bakal mengalami culture shock karena tidak dibarengi pendidikan yang memadai, khususnya pendidikan agama. Minat belajar orang Sukabumi pada umumnya belum terlalu tinggi seperti di kota besar (Jakarta maksudnya), tapi gayanya selangit dan konsumtif (Yea lagi ngomongin diri sendiri. Heu. Mudah-mudahan sekarang mah aku udah insyaf. Amin.) Bukannya aku ga mau Sukabumi maju dan berkembang, masalahnya adalah sekarang aja baru rame dikit (adanya pusat perbelanjaan, restoran-restoran fast food sama tempat-tempat hiburan), banyak masyarakat terutama pemudanya jadi pada tambah seneng nongkrong. Dan banyak perempuan nongkrong dengan pakaian yang sangat tidak sesuai dengan aturan agama yang dianut oleh kebanyakan warga Sukabumi, Islam. Gaya anak-anak muda Sukabumi kebanyakan “Bandung wannabe” -> Sangat berusaha ngikutin apa yang lg “in” di Bandung, walaupun pada kenyataanya trennya itu kadang baru nyampe ke Sukabumi sekitar sebulan kemudian. -> Yang penting di Bandung pernah usum (musim). Kalo entar mungkin genti jadi “Jakarta wannabe”. Gimana ya kalo nanti Sukabumi jadi salah satu penyangga kota Jakarta sementara negara kita masi pake aturan yang berlaku sekarang (UUD’45 dan hukum Belanda)? Pokonya BIG NO! -> Sok aja denk kalo Indonesia mau cepet-cepet diazab mah, gara-gara makin banyak yang durhaka dan maksiat kepada Allah Ta’ala. [Naudzubillahiminzalik.]
Abis itu yah, kalo Sukabumi jadi bagian dari “The Greater Jakarta”, otomatis orang-orang luar kota Sukabumi pada sibuk beli tanah di Kota Sukabumi. Kota Sukabumi teh kota kecil, uda sumpek dan sesek, Mas.. Mba..
{Presiden sama istrinya orang Jawa jadi aku meng-address rakyat Indonesia dengan kata Mas, Mba. Kalo presiden sama istrinya orang Sunda, aku meng-address dengan kata A, Teh atau Kang, Ceu. Kalo orang di luar Jawa dan Sunda aku panggil Pa sama Bu ajah. -> Tapi aku ga yakin orang Sunda ada yang jadi presiden. Aku ga setuju sama sistem pemerintahan kepresidenan sama kerajaan, jadi mudah-mudahan ga ada presiden orang Sunda (setujunya sama sistem kekhalifahan, khilafah Islamiyah. Kalau pun terpaksa harus ada presiden ato raja dari suku Sunda, mudah-mudahan orang Sunda itu jadi presiden ato raja yang bertakwa kepada Allah Ta’ala. Amin.}
Memang, daerah Kabupaten Sukabumi masih luas, lega, lapang, lenglang tapi itu bagusnya dijadiin daerah pertanian. Mau makan apa orang kota kalo lahan-lahan di desa dijadiin rumah ama pabrik? Oia orang desa rata-rata kalo disodorin uang dalam jumlah besar buat ngegantiin tanahnya, pasti mau aja ngelepas tanahnya tapi gimana nanti nasib orang kota kalo lahan pertanian di desa uda sangat berkurang? Orang desanya sih enak, kalo punya tanah/lahan walopun dikit, bisa nanem sendiri, konsumsi sendiri. Nah orang kota? Pasti harga beras jadi mahal. Silahkan dipertimbangkan. Tapi tetep yang paling aku khawatirkan dari program The Greater Jakarta adalah merosotnya akidah dan ahlak kaum Muslimin Sukabumi.
Kalo pemerintah tetap mau melangsungkan programnya (The Greater Jakarta), yang kemungkinan akan menyebabkan merajalelanya pabrik-pabrik, menjamurnya tempat-tempat hiburan serta meningkatnya jumlah gedung-gedung bertingkat, maka aku tetap TIDAK setuju dengan program tersebut. Aku baru akan setuju jika Sukabumi dijadikan sebagai penopang Jakarta dalam kegiatan PENDIDIKAN yang berkaitan dengan ALAM serta pendidikan AGAMA ISLAM, pemerintah menjadikan Sukabumi sebagai “KOTA PUSAT STUDI ISLAM”. Dan aku berharap, mulai saat ini pemerintah (khususnya pemerintah daerah dan dinas pendidikan kota) memberikan perhatian yang lebih untuk peningkatkan durasi dan intensitas pendidikan dan pengetahuan agama Islam, khususnya pendidikan akidah dan ahlak. di seluruh jenjang pendidikan (dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini sampai Perguruan Tinggi) bagi masyarakat khususnya kaum Muslimin Sukabumi.
[Anw aku bersyukur banyak anak sekolah di Sukabumi, para pelajar perempuan, pake rok (dan kemeja) seragam panjang, bahkan banyak juga yang pake jilbab. -> Kebanyakan memang merupakan peraturan sekolah yang menganjurkan para pelajar perempuan memakai baju yang menutup aurat. Walaupun masih banyak pelajar perempuan yang memakai baju Muslim hanya saat sekolah, tapi hal ini menunjukkan bahwa sedikit demi sedikit para pelajar perempuan tersebut (dibuat untuk) berusaha mentaati aturan Allah, taat kepada Allah.
-> Aku yakin, hal tersebut di atas dapat terwujud berkat hidayah dan rahmat Allah yang kemudian ditunjang oleh peranan pemerintah daerah setempat (pemerintah Sukabumi) serta fihak sekolah-sekolah. Alhamdulillah.
-> Tinggal bagaimana caranya pemerintah membuat banyak perempuan Sukabumi memakai jilbab dan baju Muslim tidak hanya saat pergi ke sekolah?
Anw waktu tanggal 15/11/11 atau 19 Dzulhijjah 1432 H, lembaga tempat aku mengabdi dapet koran gratis dari pemerintah -> makasi pemerintah. Pembagian koran Pikiran Rakyat tersebut mungkin sebagai sosialisasi pemerintah Kota Sukabumi kepada masyarakat Sukabumi bahwa Kota Sukabumi telah mendapatkan penghargaan ‘Vocational Award’. -> Walaupun saat itu aku ga gitu paham dengan penjelasan yang dimuat di koran tersebut mengenai penghargaan ini [baru paham setelah (30.11.11 -> 05.01.1433 H) Googling lalu mengakses situs Radar Sukabumi], aku tetep bersyukur karena prestasi Kota Sukabumi bertambah (setau aku, dulu Sukabumi beberapa kali dapet Adipura). Alhamdulillah.
(Semoga penghargaan-penghargaan tersebut diraih murni karena prestasi dan keunggulan yang dimiliki oleh kota Sukabumi bukan karena “pendekatan” kepada fihak tertentu.
Kemudian aku berharap jika sebuah artikel berita menceritakan mengenai sebuah penghargaan (misalnya bagi suatu daerah atau institusi), maka lebih baik gambar yang dipampang adalah gambar  piala, piagam, hadiah atau penghargaan yang telah diraih bukan gambar pejabat atau tokoh masyarakat tertentu, hal ini untuk menghindari pemajangan foto makhluk bernyawa bukan dalam situasi darurat serta menghindari kesan kampanye, kampanye sebelum waktunya atau kampanye terselubung.)
Nah, sekarang bagaimana caranya setiap prestasi yang sudah diraih oleh Kota Sukabumi dapat lebih meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, penghargaan yang sudah diraih bukan sekedar kebanggaan belaka. Setelah meraih prestasi duniawi, bagaimana warga Sukabumi dapat meraih dan meningkatkan prestasi ukhrowi?]
Selain memberikan perhatian untuk peningkatan durasi dan intensitas pendidikan agama Islam bagi seluruh masyarakat Sukabumi, aku juga berharap saat ini pemerintah memberikan perhatian untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian dan peternakan di wilayah Sukabumi karena selain aku baru akan setuju jika Sukabumi dijadikan sebagai penopang Jakarta dalam kegiatan pendidikan yang berkaitan dengan alam dan pendidikan agama Islam, “Kota Pusat Studi Islam”, aku juga kemudian akan setuju jika Sukabumi dijadikan penopang Ibu kota dalam kegiatan PERTANIAN dan PETERNAKAN, Sukabumi dijadikan “KOTA AGRARIS”. -> Oia aku liat iklan-iklan mengenai pertanian, peningkatan kulitas dan kuantitas produksi tani dan ternak tayang di televisi, menurut aku hal tersebut merupakan langkah yang baik yang telah dilakukan pemerintah, tinggal menerapkan program-program yang ada dalam iklan ke dalam dunia nyata secara kontinyu. Dukungan seluruh lapisan masyarakat (termasuk aku) sangatlah dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tani dan ternak khususnya di Sukabumi.
[Kepikiran dari semalem (05.01.1433 H) mengenai ide Sukabumi sebagai “KOTA PUSAT STUDI ISLAM” dan “KOTA AGRARIS”, dan pas bangun tidur idenya semakin lancar sehingga aku bisa menuliskan dan mengabarkan kepada khalayak (mengenai hal ini di pagi hari). -> Ternyata rancangan bangun tidur juga banyak yang bisa berguna sepertinya, betul kan Pa Presiden?
Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, Sang Penguasa Ilmu Pengetahuan, Dzat Yang Maha Mengetahui.] 
(Oya, kalo misalkan Presiden menghimbau masyarakat untuk melakukan penghematan energi, misalnya Presiden menghimbau masyarakat untuk mengemat penggunaan energi bahan bakar atau energi listrik, turutin aja, laksanakan, karena himbauan tersebut merupakan nasihat yang benar.)
Semoga Allah memberikan maghfirah dan rahmat-Nya kepada kaum Muslimin Sukabumi, kaum Muslimin Indonesia dan kaum Muslimin seluruhnya dimanapun berada. Amin.
Wallahualam bishowab.
171819120/01/2011
08/08/2011
EAP:
04/09/2011
01/10/2011
27282930/11/2011 -> 02030405 Muharram 1433 H.
010406/12/2011 -> 050811Muharram 1433 H.
08/07/2012 -> 18 Sya’ban 1433 H