Poligami Syar'i II


Poligami Syar'i II

Menyalin informasi dari majalah Alia: Pesona Muslimah No 07 Tahun VII Muharram – Shafar 1431 Januari 2010 yang berjudul “MENGENAL TA’ADUD BUKAN POLIGAMI” oleh Atina Mumtazah (yang aku baca ulang tanggal 10-12 Mei 2011). Melalui tulisan ini juga aku ingin meminta maaf kepada fihak Majalah Alia dan Atina Mumtazah karena telah menyalin dan menyebarkan informasi ini tanpa meminta izin langsung. Aku melakukan ini bukan untuk mengambil keuntungan secara material tapi aku ingin menyebarkan ilmu atau informasi yang bermanfaat dan sesuai dengan aturan Islam, aku tidak ingin menyembunyikan ilmu atau informasi yang bermanfaat dan sesuai dengan aturan Islam yang telah aku ketahui, karena sepengetahuan aku berdasarkan terjemahan hadits yang pernah aku baca, khianat dalam ilmu lebih berat dibandingkan dengan khianat dalam harta.
Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. dari Rasulullah saw., beliau bersabda:
“Saling nasihat menasihatilah dalam ilmu, karena khianat salah seorang dari kamu dalam ilmunya adalah lebih berat daripada khianatnya dalam harta, dan sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawabanmu.” Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam II. 1981. DR. Abdullah Nashih Ulwan. Hal 526.
Terima kasih aku ucapkan kepada fihak Majalah Alia dan Atina Mumtazah. Semoga Allah memberikan magfirah serta rahmat-Nya kepada kaum Muslimin.
Aku sengaja hanya menyalin informasi yang menunjang aku dalam mendukung poligami. -> Ga semua informasi aku salin berikut ada beberapa informasi yang aku sensor karena aku anggap kurang penting atau kurang bermanfaat. Berbagai informasi yang memang benar silakan dijadikan pelajaran, namun jika terdapat informasi yang salah, harap dimaklumi. -> Lalu cari informasi yang benar, kemudian sebarkan.
TIDAK DIBAWA OLEH RASULULLAH
Orang menuduh syariat Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai cara hidup yang terbelakang serta merugikan kaum perempuan karena mengizinkan lelaki beristri lebih dari seorang. Yang orang tidak sadar adalah bahwa bukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam yang memperkenalkan kebiasaan beristri lebih dari seorang – yang oleh ofrang Barat diberi nama poligami.
Berabad-abad sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus Allah Ta’ala, orang sudah mempraktekan pernikahan dengan lebih dari seorang perempuan.
PARA NABI DAN RASUL
Nabi Ibrahim ‘alaihisalam beristri dua (Sarah ibunda Nabi Ishaq dan Hajar Ibunda Nabi Ismail) – dan kita semua tahu betapa dalam ketaatan beliau kepada Allah Ta’ala.
Nabi Yaqub ‘alaihisalam beristrikan dua orang kakak beradik yang juga sepupunya dari fihak ibunya. Selain itu, Nabi Yakub juga juga memiliki two budak perempuan Liya dan Raheel – yang kemudian melahirkan pria tertampan di dunia Nabi Yusuf ‘alaihisalam, dan Benyamin.
Nabi Daud ‘alaihisalam memiliki beberapa orang istri dan budak wanita. Tapi jangan lupa, Nabi Daud dikenal sangat tekun berpuasa. Sehari berpuasa, sehari berbuka. Cara berpuasa Nabi Daud inilah yang kemudian oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai puasa terbaik.
Anak Nabi Daud yakni Nabi Sulaiman ‘alaihisalam yang perkasa bahkan memiliki 1000 orang istri. Kita tidak tahu bagaimana cara beliau ketika mengenali dan memanggil masing-masing istrinya, tentu saja, tapi kita tahu bahwa beliau seorang raja yang bahkan menguasai angin dan para jin.
Adakan di antara para Nabi dan Rasul utusan Allah itu yang menikah hanya karena mereka lelaki penuh nafsu syahwat belaka? Kita berlindung kepada Allah Ta’ala dari fikiran dan dugaan seperti itu karena bagian dari iman kita sebagai Muslim adalah mengimani kedudukan dan kemuliaan mereka sebagai pembawa pesan tauhid dari Allah. Kita tidak membeda-bedakan satu pun diantara mereka.
Hanya saja 1500 tahun yang lalu, Allah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa ajaran tauhid yang sama yang dibawa oleh para Nabi sebelumnya, dan syariat Islam yang sempurna dan menyempurnakan semua yang sudah dibawa oleh para pendahulu beliau.
Di dalam syariat yang sempurna itulah terletak hukum ta’addud azzawjaat. Dengan syariat itulah dahulu beliau membatasi lelaki-lelaki Arab pra-Islam yang beristri delapan, sepuluh, bahkan lebih!
POLIGAMI DI LUAR ISLAM
Fir’aun Ramses II, yang hidup sekitar 2000 tahun sebelum hijrahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, memiliki 8 istri (termasuk Nefertiti yang terkenal cantik) dan “segerobak” gundik dan budak perempuan yang memberinya lebih dari 150 orang anak. Fir’aun yang hidup di masa Nabi Musa ‘alaihisalam juga memiliki sejumlah istri, termasuk saudara sepupunya Asiyah yang kemudian memungut bayi Musa dari sungai dan merawatnya.
Di masa lebih “modern” pun sesudah wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam – poligami pun sangat dikenal di kalangan kaum Slavia (yang termasuk di dalamya orang Russia, Serbia, Ceko and Slovakia) di kawasan Lithuania, Estonia, Macedonia, Romania dan Bulgaria.
Kaum Jerman dan Saxons (yang termasuk di dalamnya adalah bangsa Jerman, Australia, Switzerland, Belgia, Belanda, Denmark, Swedia, Norwegia dan Inggris) juga melaksanakan poligami. Para pagans (pemeluk kepercayaan animism dan dewa-dewa) yang ada di Afrika, India. China, Jepang dan banyak kawasan Asia Tenggara juga melaksanakan poligami.
Dengan kata lain, beristri banyak adalah sebuah praktek yang terjadi jauh, jauh sebelum masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam namun poligami di masa sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh merendahkan karena tidak ada pembatasan dan mereka bisa diwarisi dan dipindah-tangankan bahkan dari ayah ke anak! Tak hanya itu, para istri pun tak memiliki hak apa pun yang terlindungi; kalau si lelaki menyingkirkan salah satu di antara mereka, mudah saja hal itu dilakukannya karena tak ada keharusan untuk berlaku adil.
Islam, tentu saja, mengubah semua itu. Bukan saja jumlah istri dibatasi empat, namun juga hak-hak mereka dilindungi sehingga mereka boleh memiliki kekayaan dan property sendiri. Suami juga harus berlaku seadil-adilnya, sedimikian rupa sehingga dia harus membagi jumlah senyuman yang sama kepada setiap istrinya! ,…
ZINA DI KALANGAN ANTI POLIGAMI
Sementara itu, mereka yang menghina syariat Islam yang mengizinkan ta’addud az-zawzaat dan kehidupan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memiliki istri lebih dari seorang, justru menunjukkan kehidupan yang penuh kehinaan.
Mari kita lihat beberapa contohnya.
Ketika presiden Prancis Francois Mitterand meninggal, dia meninggalkan bukan saja seorang istri tapi juga seorang selir yang melahirkan seorang anak ‘haram’ dari hasil perzinaan mereka. ,…
Masih dari Prancis yang diagung-agungkan banyak orang sebagai salah satu pusat kebudayaan Barat. Salah satu politisi yang terkenal dari negeri ini adalah George Clemenceau yang hidup antara 1841 hingga 1929 malah diketahui memiliki 800 (!) gundik yang diantara mereka melahirkan 40 anak di luar nikah!
Dari China, yang dipua-puji sebagai pusat kebudayaan Timur, diketahui bahwa pemimpin besarnya Mao Tse Tung termasuk seorang womaniser –tukang main permepuan- yang memperlakukan gadis-gadis cantik seolah kaus kaki yang mudah diambil, dipakai lalu dibuang. Para ajudannya kerap mengumpulkan puluhan hingga ratusan gadis di istananya, lalu Mao akan melemparkan bola-bola berkerincing ke arah mereka untuk memilih yang mana di antara mereka yang akan menemaninya berzina. Menurut dokter pribadinya, ‘pemimpin besar’ itu kemudian mengidap berbagai penyakit, termasuk penyakit kelamin.
Dari Amerika serikat, beberapa tahun berselang kita sendiri dipaksa oleh media massa mengikuti berbagai liputan mendetil tentang perselingkuhan dan perzinaan yang dilakukan presidennya ketika itu, Bill Clinton, dengan sejumlah perempuan termasuk staf magang Gedung Putih Monica Lewinsky. Namun Clinton hanya satu dari sederetan pemimpin Amerika yang berzina. Sebelumnya, menurut wartawan dan penulis Ronald Kissler, sudah ada presiden Linden Johnson yang berzina dengan lima dari delapan sekertaris yang bertugas di Gedung Putih. Sebelumnya lagi presiden Franklin Delano Roosevelt – yang berkuasa di tahun 1933 sampai terpilih untuk ketiga kalinya di tahun 1940 – juga senang berzina meski ia terikat di kursi rodanya. Di tahun 1960-an, presiden JF Kennedy berzina dengan belasan gundik sebelum menikah dengan Jacquelyn.
Masih banyak lagi contoh yang disebutkan dari, misalnya, Amerika Serikat termasuk kasus pendeta Jimmy Swaggart – yang pernah terlibat suatu debat panas dengan seorang ‘ulama, Ahmad Deedat – yang ternyata berzina dengan pelacur sesudah menghina hukum ta’addud az-zawjat dalam Islam.
Tidak usah dikatakan lagi bahwa praktek-praktek perzinaan dan seks bebas yang terjadi di kalangan mereka yang anti-poligami membawa pada berbagai kerusakan di masyarakat, mulai dari menyebarnya penyakit-penyakit kelamin sampai terus bertambahnya jumlah anka-anak yang di-abuse karena hak mereka mendapatkan seorang ayah dan seorang ibu yang suci dalam sebuah pernikahan mulia, dirampas oleh ayah dan ibu yang pezina.
PELAJARAN DARI SYARIAT
Melihat semua itu sungguh kita bisa menarik pelajaran betapa mudah Syariat Allah yang mengandung di dalamnya ketentuan ta’addud az-zawjaat – beristri lebih dari satu demi, di antaranya, melindungi diri seorang lelaki dari ancaman zina. Hukum ta’addud az-zawjaat juga melindungi kaum perempuan dari perzinaan karena kita tahu- ini tidak bisa dibantah dalam sejarah manusia sampai hari Kiamat nanti – bahwa jumlah perempuan selalu lebih banyak dari jumlah lelaki.
…,

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

1112/05/2011
EAP:
1221/08/2011
04/09/2011
04/11/2012 -> 19 Dzulhijjah 1433 H 
13.12.2015 -> 01 Robiul Awal 1437 H