Nabi Isa “Versus” Nabi Muhammad


Kuliah Prose IV (Semester Alih Tahun ‘07); ada satu pernyataan dosen aku yang sempet bikin aku ga bisa makan dengan nikmat dan ga bisa tidur dengan nyenyak... Pernyataanya tuh kira-kira gini “Umat Kristiani menganggap posisi Nabi Isa lebih tinggi daripada Nabi Muhammad soalnya Nabi Isa merupakan “Firman yang Mendaging”. Posisi Nabi Muhammad dianggap lebih rendah dari Nabi Isa -setara dengan salah satu dari 12 murid Kristus- karena hanya menerima wahyu.”

Berdasarkan pernyataan di atas, aku menangkap bahwa Nabi Isa dianggap “Firman Yang Mendaging” yang artinya kalam Allah yang menjelma menjadi manusia. Sedangkan Nabi Muhammad dianggap hanya menerima wahyu saja, bukan merupakan firman yang menjelama menjadi manusia.

Ngedenger dan mencerna pernyataan tadi qo aku ngerasa ga terima ya?? Tapi kenapa?? Apa alasannya?? Ada rasa takut juga, jangan-jangan pernyataan itu bener tapi aku ga terima karena Nabi Muhammad yang diagungkan oleh umat Islam posisinya direndahkan oleh umat Kristiani dengan cara dibandingkan dengan Nabi Isa yang disebut-sebut posisinya lebih tinggi daripada Nabi Muhammad, makanya aku tersinggung?? Padahal dua-duanya sama-sama nabi umat Islam.

Ga tau kenapa pokonya aku tetep aja ngerasa ga terima soalnya menurut yang sering aku denger, agama Islam dirancang dengan sempurna, kalo pernyataan itu bener... entahlah apa yang terjadi.. Mau memprotes pernyataan tadi tapi ga bisa, soalnya aku ga tau alesan ilmiahnya kenapa aku bisa ga setuju.. Menurut dosen aku itu, kalo mengungkapkan pernyataan jangan asal bicara tapi harus tahu ilmunya, harus jelas alasannya atau harus akurat buktinya, ato harus jelas asbabunnuzulnya (sebab-musabanya) juga harus jelas perawinya (orang yang menyampaikan cerita).. Akhirnya aku cuma bisa mikirin pernyataan itu sepanjang hari sambil nyoba nyari tau jawabannya, tapi sayangnya aku ga segera nemuin jawabannya...

Aku nyerah, ga nemu jawaban yang aku harapkan, akhirnya aku pulang ke rumah... nyoba buat nanya sama Papa yang emang suka banget berdiskusi soal agama. Aku ceritain soal pernyataan di atas dan soal kebingungan yang aku rasain. Papaku diem, berpikir sebentar, senyum dan bilang: “Sampein aja sama dosennya, menurut Aisyah (Aisyah R.A., isteri Nabi Muhammad Saw), Nabi Muhammad adalah Al-Quran yang Berjalan.”

Jawabannya cuma itu, tapi itu pencerahan buat aku!! Alhamdulillah, aku jadi ngerti... Dari pernyataan Papaku tadi, aku bisa narik kesimpulan kalo Nabi Muhammad setara sama Nabi Isa soalnya mereka berdua sama-sama “Firman Yang Mendaging”, kalam Allah yang menjelma menjadi manusia... Hal ini dibuktikan sama pernyataan Aisyah bahwa “Nabi Muhammad adalah Al-Quran yang Berjalan”, pernyataan ini berarti Al-Qur’an yang merupakan kalam Allah yang menjelma menjadi diri Muhammad.

Aku seneng akhirnya aku dapet jawabannya dan sekarang aku yakin kalo aku ga setuju sama pernyataan bahwa “Nabi Isa posisinya lebih tinggi dari Nabi Muhammad dikarenakan Nabi Isa adalah “Firman Yang Mendaging” sedangkan Nabi Muhammad hanya penerima wahyu.” Selain itu, aku juga jadi tahu alesannya kenapa aku bisa ga setuju sama pernyataan itu. Selain aku seneng karena dapet jawabannya, aku juga seneng pas denger yang menyatakan bahwa “Muhammad adalah Al-Quran yang berjalan” adalah Aisyah, istri yang juga salah satu orang terdekat Nabi Muhammad, hal ini berarti aku bisa menyampaikan keberatan aku sama dosen aku mengenai pernyataan posisi Nabi Isa yang lebih tinggi daripada Nabi Muhammad dengan alasan dan bukti ilmiah, soalnya Aisyah dianggap perncerita yang dapat dipercaya. Selain itu dosen aku itu rescpects Aisyah very much karena beliau bilang berdasarkan buku-buku yang beliau baca, Aisyah itu perempuan jenius.

Akhirnya di pertemuan selanjutnya, dengan alasan seperti yang udah dijelasin di atas aku menyampaikan kepada dosen aku itu mengenai ketidaksepakatanku terhadap pernyataan tentang posisi Nabi Isa dan Nabi Muhammad yang tidak setara. Berhubung Aisyah yang menyatakan bahwa “Muhammad adalah Al-Quran yang Berjalan”, jadi beliau dengan segera menyatakan persetujuannya bahwa Nabi Muhammad setara dengan Nabi Isa sebagai kalam Allah yang menjelma menjadi manusia, “Firman yang Mendaging”...
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

12-13.09.2008

Bagusnya siy judulnya genti jadi “Nabi Isa dan Nabi Muhammad”.

08/08/2011

0 komentar: