Lakum Dinukum Waliyadin (Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku)


Tulisan ini ditujukan kepada aku dan seluruh umat Islam. Aku terinspirasi nulis ini setelah suatu kali melihat status Facebook salah satu teman aku yang berupa kutipan pendapat seseorang (aku ga tau dan ga kenal seseorang itu) isinya kutipannya intinya: jika anda tidak percaya Bhineka Tunggal Ika, cobalah anda yakini Lakum Dinukum Waliyadin. Aku siy nangkep pernyataan ini sebagai pernyataan untuk menolak dakwah untuk menyeru orang-orang untuk masuk dan memeluk Islam.

Lakum Dinukum Waliyadin yang merupakan ayat ke-6 dari surat Al Kafiiruun yang terjemahannya adalah: “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”, digunakan oleh fihak tertentu agar umat Islam berhenti menyeru (orang-orang non-Muslim) untuk masuk dan memeluk Islam. Padahal ayat dalam Al Qur’an bukan hanya ayat tersebut, kita bisa membaca surah Ali Imran mengenai kewajiban umat Islam untuk menyeru orang-orang masuk dan memeluk Islam, terjemahannya adalah sebagai berikut:

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi 190): “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka memeluk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. [Ali ‘Imran (3): 20]

190). Ummi artinya ialah orang yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan ummi ialah orang musyrik Arab yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian yang lain ialah orang-orang yang tidak diberi Al Kitab.
Kita juga dapat melihat hadits mengenai pertanggungjawaban kita dalam melaksanakan perintah Allah yang terdapat dalam Al Qur’an, salah satunya perintah yang terdapat dalam surah Ali Imran (salah satu perintah dalam surah Ali Imran adalah menyeru manusia ke dalam Islam). Terjemahan haditsnya adalah sebagai berikut:

999. dari an-Nawwas Ibn Sam’an ra, dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Akan didatangkan pada hari kiamat al Qur’an dan orang-orangnya yaitu orang yang mengamalkannya didunia, ia akan didahului oleh surat al-Baqarah dan Ali Imran, keduanya akan berargumentasi untuk membela orang yang mengamalkannya.” (HR. Muslim) Riyadhus Shalihin Jilid 2 Page: 212.
Dalam surah Ali Imran terdapat perintah untuk mengajak orang-orang ke dalam Islam, maka kaum Muslimin diharapkan dapat melaksanakan perintah tersebut. Nah, setelah berdakwah barualah kita dapat mengatakan: lakum dinukum waliyadin atau untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. -> Harus ada usaha terlebih dahulu untuk mengajak orang lain memeluk Islam, setelah berusaha baru pasrah.

[Oia guru ngaji aku, ustad Cucu, menjelaskan mengenai surah Al-Kafiruun yang inti penjelasnnya (kira-kira): Surah al-Kafiruun diturunkan ketika Rasulullah diajak oleh kafir Quraisy untuk beribadah bersama, maksudnya kafir Quraisy memberikan opsi, jika waktu ibadah orang kafir Quraisy, Rasulullah dan kaum Muslimin harus ikut beribadah bersama mereka dan ketika Rasulullah dan umat Islam beribadah, maka kafir Quraisy pun akan ikut beribadah bersama Rasulullah dan kaum Muslimin. Lalu turunlah surah Al-Kafiruun ini untuk menyatakan penolakan terhadap ajakan kafir Quraisy tersebut. 010511

Ujian di tahun 2012/ 1434 H: Beberapa waktu lalu, salah satu anggota keluarga aku ada yang menyebarkan Islam dengan cara mendatangi peribadatan di salah satu gereja, aliran agama Nasrani dengan kepercayaan monotheis. Walaupun ajarannya monotheis tapi ajaran tersebut tetap bukan Islam maka aku sangat tidak setuju dengan hal ini, tentunya aku menyampaikan ketidaksetujuanku serta nasihat kepada salah satu anggota keluarga aku tersebut. Alhamdulillah salah satu anggota keluarga aku tersebut mengerti. Mudah-mudahan saat ini dan selamanya aku, anggota keluarga aku dan kaum Muslimin tidak ada yang menghadiri peribadatan umat agama lain. Amin.

Yang ingin aku sampaikan adalah aku dan keluarga aku memang belum menjadi Muslim yang baik atau Muslim yang sempurna tetapi hal ini bukan menjadi penghalang bagi aku diri sendiri dan orang lain untuk menyembah hanya kepada Allah; kemudian menyeru diri sendiri dan orang lain untuk taat kepada Allah dan Rasulullah. Untuk terus memberitakan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, bahwa Muhammad saw adalah utusan Allah dan bahwa Isa a.s adalah bukan putera Allah tetapi utusan Allah.

Sebagian besar tulisan di bawah ini dibuat di dalam catatan aku sekitar tahun 2011/ 1432 H, direvisi dan dikembangkan pada akhir tahun 2012/ awal 1434 H.

Aku teringat kisah tiga nabi yang tidak berhenti menyeru umat manusia kepada kalimat tauhid: menyembah hanya kepada Allah, kemudian tetap menyeru umat manusia untuk taat kepada Allah dan kepada para nabi tersebut walaupun diantara keluarganya ada yang membangkang, tidak menurut atau tidak setia. Ketiga nabi dan rasul tersebut adalah:

1. Nabi Nuh as yang anaknya membangkang tidak mau mentaati seruanya untuk menyembah hanya kepada Allah, kemudian seruan untuk taat kepada Allah dan Nabi Allah (Nuh as). Ketidaktaatan anaknya tersebut tidak menghalangi Nabi Nuh as untuk terus berda'wah kepada kaumnya.

2. Nabi Ibrahim as yang terus dan tetap melakukan da'wah walaupun ayahnya sendiri tidak mengindahkan seruannya untuk menyembah hanya kepada Allah, serta seruannya untuk taat kepada Allah dan Nabi Allah (Ibrahim as).

3. Nabi Muhammad saw yang menyeru pamannya untuk menyembah hanya kepada Allah, serta menyeru untuk taat kepada Allah dan Nabi Allah (Muhammad saw) namun seruannya itu ditentang mati-matian oleh pamannya tersebut. Penentangan yang dilakukan oleh paman nabi tidak menyurutkan semangat nabi untuk berda'wah kepada umat manusia.

Walaupun aku bukan seorang nabi maupun rasul, aku meneladani semangat dan tekad para nabi dan rasul Allah tersebut dalam menyeru umat manusia ke jalan yang lurus. Hal ini menjadi pelajaran bagi aku untuk terus bersemangat menyeru diri sendiri dan orang lain untuk menyembah hanya kepada Allah, serta menyeru diri sendiri dan orang lain untuk taat kepada Allah dan Rasulullah walaupun rintangan datang dari anggota keluarga atau orang terdekat bahkan dari diri sendiri.  
Mudah-Mudahan Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya khususnya kepada aku dan dan keluarga aku, umumnya kepada kaum Muslimin untuk menjadi makhluk yang bertaqwa kepada Allah. Amin.]

Jadi maksud surah Al-Kafiruun itu bukan berarti kaum Muslimin melepaskan diri dari kewajiban untuk menyeru atau mengajak umat agama lain untuk masuk Islam, tapi lebih kepada pelajaran bagi kaum Muslimin untuk melakukan penolakan terhadap ajakan kaum kafir yang mengajak untuk melakukan ibadah bersama atau pelajaran bagi kaum Muslimin untuk melakukan penolakan terhadap ajakan kaum kafir yang mengajak untuk pindah agama.

[Oia aku lebih baik disebut norak, kampungan, terbelakang, retarded, ga gaul, ga oke, ga keren, ga asik atau ga berpendidikan, daripada harus menyatakan (berniat menyebarkan serta meyakini faham) bahwa semua agama sama (pluralism). -> Menurut paman aku, ustad Mahmud, merujuk pada keterangan dalam kitab yang beliau sebut ‘Sulam Topek’*, menyatakan bahwa semua agama sama atau semua agama baik adalah kufur. Untuk itu, bagi siapapun yang beragama Islam namun pernah mengucapkan sembari meyakini apalagi mempropagandakan dan menyebarluaskan bahwa semua agama sama, atau semua agama baik, sebaiknya bersyahadat lagi. -> Selain itu, mari kita memperbanyak istighfar. -> Jangan pernah sekalipun kita meremehkan dosa.

*Maksudnya kitab “Sulam Taufiq”, beberapa ulama salaf atau ustad di daerah Sunda, walaupun mengerti bahasa Arab tapi tetap sering melafalkan beberapa kata yang berasal dari bahasa Arab dengan dialek Sunda dalam percakapan sehari-hari mereka.

Dan buat orang-orang yang merasa tidak membeda-bedakan atau tidak mengkotak-kotakan orang lain karena alasan satu dan lain hal, menurut aku, secara sadar maupun tidak sadar orang-orang tersebut telah membeda-bedakan dan mengkotak-kotakan orang lain berdasarkan: orang yang membeda-bedakan dan mengkotak-kotakan orang lain karena satu dan lain hal, dan orang yang tidak membeda-bedakan dan mengkotak-kotakan orang lain karena satu dan lain hal.
Allah memang tidak membeda-bedakan hamba-Nya, kecuali berdasarkan ketaqwaan para hamba-Nya tersebut. Dan menurut aku, setelah hadirnya Islam, hamba yang bertaqwa itu hanya ada dalam Islam karena hanya Islam agama yang diridhai Allah.

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab 189) kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. [Ali ‘Imran (3): 19]

189) maksudnya adalah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Qur’an.
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali Imran (3): 85]
Telah jelas bahwa Islam itu tinggi dan Islam itu paling tinggi. Al Islam ya’lu wa la yu’la alaih.
Jadi, jika berkaitan dengan masalah agama, memang patut ada pembedaan.]
Di sini aku tekankan, dalam melakukan dawah menyeru ke dalam Islam, tidak dibenarkan melakukan pemaksaan dan kekerasan, namun jika memang ada yang duluan mengajak berperang, maka boleh diperangi.

 
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut162) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Al-Baqarah (2): 286]
162). Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.

Bagi yang percaya dan meyakini akan apa yang diberitakan di dalam Al Qur’an, Alhamdulillah, sedangkan bagi yang ga percaya, itu terserah. Aku yakin bahwa ampunan dan kasih sayang Allah sangat besar dan luas bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan siksa Allah amat berat bagi orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya.

Wallahualam.

1628/04/2011
01/05/2011
0102/07/2011
0308/08/2011
181922/11/2012 -> 0508 Muharram 1434 H.
17/12/2012 -> 03 Shafar 1434 H