Jepang

Dulu Jepang merupakan salah satu negara favorit aku, soalnya: pertama banyak cowo gantengnya (contohnya artis-artis Johnny’s Entertainment. Aku suka cowo-cowo dengan muka oriental.) dan kedua, dalam persepsi aku, berdasarkan pencitraan yang aku liat lewat media cetak maupun elektronik, Jepang itu negara yang bebas, maksudnya masyarakatnya ga terlau peduli sama aturan agama: bebas pake baju sexy, bebas bergaul antara cewe dan cowo (kayak penggambaran kebebasan di Amerika, Jepang tuh buat aku Amerikanya Asia. -> Aku ga pilih pengen pergi ke Amerika karena sejak lama aku ga terlalu gimana gitu sama cowo bule, jadi Amerika ga terlalu menarik buat aku.) Namun demikian, para orang tua di Jepang masi ada yang digambarin sebagai orang-orang yang memegang tradisi dan tidak terlalu setuju dengan keserbabebasan. -> Sekarang aku ga pengen pergi ke Jepang ataupun ke Amerika. Kalopun musti pergi ke dua negara itu, paling untuk dakwah atau jihad. Soal muka cowo Jepang atau cowo Amerika, bukan hal yang penting lagi. Yang penting sekarang baik cowo maupun cewe Jepang dan Amerika serta seluruh dunia, aku ajakin menyembah hanya kepada Allah Ta’ala serta mengimani Rasulullah Saw.

Anw aku pernah pengen ke Jepang dengan tujuan kalo aku di Jepang aku bakal pake rok mini atau mikro mini, terus pake baju preppy look atau tank top berikut pake stocking trus pake sepatu boot sebetis (atau kayak stylenya si Airi Suzuki, Berryz, yang sempet aku sukai). -> Astagfirullah, niatnya aja udah ga beres.

[Aku berniat pake baju seperti itu kalo aku ada di Jepang karena di Indonesia, ada ade sama Papa aku yang sangat mengawasi pakaian aku. Dulu pas belum pake jilbab (atau pas masih suka buka jilbab), kalo aku mau pergi, terus pake baju sexy sedikit (memperlihatkan beberapa bagian tubuh yang merupakan aurat wanita), ade aku bakal menghadang di depan pintu rumah dan nyuruh aku balik lagi ke kamar, memerintahkan aku untuk mengganti baju dengan baju yang lebih sopan dan tertutup. Belum lagi Papa aku, bertindak ga jauh beda sama ade aku. Di rumah aku, mereka Polisi fashion: razia baju sexy.

Alhamdulillah, sekarang aku bersyukur karena Allah mengaruniakan aku, Ayah dan adik yang perhatian terhadap cara aku berpakaian.]

Abis itu, Jepang digambarkan sebagai negara maju dengan teknologi canggih dan orang-orang yang pandai serta pekerja keras.

Tapi sekarang pas dipikir-pikir lagi, aku ga lagi memfavoritkan negara Jepang soalnya orang Jepang banyak yang kafir sama ayat-ayat Allah. Banyak yang ga taat sama Allah. Dan kalo ga salah di negara itu jarang banget Mesjid dan cuma ada satu Mesjid Agung, Mesjid Agung Kobe.

Belum lama ini (11 Maret 2011), Jepang kena gempa, Tsunami, kebakaran dan kebocoran radio aktif (nuklir), kebocoran ini masih berlangsung. Bencana alam gempa dan Tsunami tersebut menelan banyak korban, sekitar 22000 jiwa. Dan kabarnya terkena gempa lagi. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Sebenernya kasian siy sama orang-orang Jepang, tapi gimana lagi, merupakan janji Allah bahwa orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan ditimpa azab yang pedih, hal ini dijelaskan oleh Allah melalui firman-Nya yang terjemahannya sebagai berikut:

Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih. [Ali Imran (3): 4]

Kalo kaum Muslimin yang ditimpa azab, dan banyak yang meninggal, masi punya harapan untuk mendapat rahmat Allah di akhirat. -> Jika Allah menurunkan azab, maka azab tersebut merata, mengenai orang kafir maupun orang beriman (Muslim dan Mukmin). Kalo orang kafir? Rugi dua kali kayaknya, udah di dunia kena azab, di akhirat juga kena azab. Naudzubillahimindzalik.

Aku pernah membuat pernyataan di komen box temen Fb aku, kira-kira pernyataanya sebagai berikut “Secanggih apa pun teknologi, sesigap apa pun antisipasi, jika Allah hendak membinasakan suatu tempat, maka tempat tersebut akan binasa.” Aku memiliki pemahaman demikian setelah membaca beberapa keterangan dalam terjemah Al- Qur’an mengenai azab Allah yang mampu menghancurkan beberapa tempat bahkan tempat yang memiliki peradaban tinggi. Dan aku menyatakan pernyataan tersebut setelah membaca status milik temen Fb aku yang berisi kutipan pernyataan seseorang yang entah siapa namanya aku lupa, yang pernyataanya kira-kira menjelaskan tentang pentingnya antisipasi dan tidak pentingnya doa dalam menghadapi bencana. -> Ternyata ada terjemah hadits yang berlawanan dengan pernyataan tidak pentingnya doa dalam menghadapi bencana, terjemahan hadits tersebut menerangkan mengenai siasianya usaha antisipasi manusia dalam mengahadapi ketentuan Allah.

22. Tidak ada manfaatnya bersikap siaga dan berhati-hati menghadapi takdir, akan tetapi do’a bermanfaat bagi apa yang diturunkan dan bagi apa yang tidak diturunkan. Oleh karena itu hendaklah kamu berdoa, wahai hamba-hamba Allah. (HR. Atthabrani) 1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad. 1993. Hal. 76

Jadi, “antisipasi” terbaik dalam menghadapi bencana adalah doa, berdoa kepada Allah Swt. Kita bisa lihat dan buktikan, negara Jepang yang sudah terbiasa dengan adanya Tsunami sehingga memiliki teknologi canggih untuk mengantisipasi bencana tersebut, tetap saja luluh lantak oleh Tsunami yang diperparah dengan kebocoran radio aktif.

[FYI, pagi ini (100411) aku nonton acara rohani Kristen. -> Awalnya ga sengaja pas ade aku pindahin channel, aku liat Jupiter, artis yang dulu sempet aku idolakan, bawain acara yang sepertinya acara rohani (dan ternyata memang acara rohani). Sekarang aku udah ngga mengidolakan Jupiter, tapi aku penasaran pengen liat Jupiter bawain acara rohani, lagi pula dari kecil aku uda biasa diajak Papa nonton acara ceramah umat Nasrani.

Nah, yang menarik di sini adalah tema acaranya berkaitan dengan bencana, bencana yang merupakan kuasa Tuhan, Tuhan Yang Satu. Dan dalam acara tersebut dibacakan pula Injil Yesaya Pasal 45 ayat 5-8. (Aku kutip dari Al Kitab versi lama, waktu nonton acara itu, aku ga sempet catet semua ayatnya dan aku ga punya Al Kitab versi baru), kutipannya sebagai berikut:

5 Bahwa Akulah Tuhan dan tiada lain lagi; ketjuali Aku tiadalah jang ilah adanja, maka Aku sudah mengikatkan pinggangmu, meskipun engkau tiada mengetahui akan Daku.

6 Supaya daripada masjrik sampai ke magrib diketahui orang, bahwa ketjuali Aku tiada ilah lagi, bahwa Akulah Tuhan dan tiadalah lain,

7 jang mengadakan terang dan mendjadikan gelap, jang mengadakan selamat dan mendjadikan djahat, bahwa aku ini Tuhan, jang membuat segala perkara ini.

8 Hai segala langit, hendaklah kamu bertitik-titik dari atas, hai segala awan-awan, hendaklah kamu menurunkah hudjan kebenaran! Hendaklah bumi membukakan dirinja, supaya bertumbuh pelbagai selamat dan kebenaran pun berputjuk-putjuk bersama-sama! Bahwa aku ini Tuhan, jang menjadikan dia.

Pembicaranya, pendeta Feba Affan, menjelaskan dan menekankan mengenai kekuasaan Tuhan Yang Satu. Dia menekankan berulang-ulang bahwa Tuhan itu satu tapi anehnya dia menyebutkan kata bapa dan berkali-kali menyebut kata tuhan Yesus. -> Membatin (kira-kira): Katanya Tuhan 1, tapi qo 2? Kan setau aku, ceritanya bapa itu Allah dan Yesus itu anak allah. Jadi kalo bapanya tuhan, anaknya juga tuhan. Berarti tuhannya ada 2 dong? Aku jadi bingung deh.. Konsep Tuhan satu versi Kristen beda kali ya sama konsep Tuhan satu versi Islam. Kalo dalam versi Kristen tuh tuhan satu, menyatu sama Yesus. -> Astagfirullah, Maha Suci Allah dari sifat demikian. Kalo dalam Islam, Tuhan satu itu Tuhan Maha Esa, tiada Tuhan selain Allah. Laaillaha illalah. -> menurut aku, pernyataan ini sangat sesuai sama makna ayat-ayat di Kitab Nabi Jesaja atau Injil Yesaya.

Jadi keingetan, aku pernah nulis di Fb, lirik lagu Papa, Sayrif “Melind” Hidayat, mengenai “Mother”, kesimpulannya liriknya: I can see my Lord face by you (mother). Astagfirullah, takutnya ada yang salah mempersepsi Tuhan menyatu dengan ibu/ mama. Tidaaaaa…. Aku luruskan di sini bahwa sifat-sifat Allah seperti: mengasihi, menyayangi dan memelihara dapat tergambar dengan jelas pada wajah ibu/ mama atau di dalam wujud ibu/ mama, tapi tidak berarti Allah mewujud ke dalam wujud ibu/mama. “Ya Allah, ampuni kesalahan aku.”]

Jadi, melalui tulisan ini selain aku mau meralat pemikiran salah aku sebelumya, hal yang paling penting adalah aku pengen ngajak diri sendiri, rakyat Jepang termasuk Airi Suzuki [Dan yang bukan rakyat Jepang tapi aku sebut namanya di tulisan ini, pendeta Feba Affan, dan Jupiter] untuk menyembah hanya kepada Allah. Serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku pengen bilang sama banyak orang Jepang dan dua orang Indonesia tersebut, maukah kalian memeluk Islam? (Would you guys like to be Moslems?) Aku pingin mengingatkan mereka, tapi aku ga maksa. Mengajak seseorang atau orang lain untuk masuk dan memeluk Islam ini sesuai dengan perintah Allah yang tertera dalam surah Ali Imran yang terjemahannya adalah sebagai berikut:

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi 190): “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka memeluk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. [Ali ‘Imran (3): 20]

Aku ingin melaksanakan salah satu kewajiban aku sebagai Muslim yakni menyeru orang-orang untuk masuk dan memeluk Islam (call people into Islam). Semoga Allah meridhai aku dan kaum Muslimin di dunia maupun di akhirat. Semoga Allah mengampuni dan menyayangi orang-orang yang beraubat, di dunia maupun di akhirat. Amin.

Mudah-mudahan, orang-orang yang pernah membaca tulisan aku ini, dapat menjadi saksi di hadapan Allah di akhirat kelak bahwa aku pernah mengajak orang lain untuk masuk dan memeluk Islam. Amin.

Wallahualam bi showab.

06071016192730/04/2011

030708/2011

EAP:

28/08/2011

04/09/2011

0 komentar: